Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Fiksasi Jaringan Menggunakan Larutan Bouin dan NBF 10% Pada Hati Mencit Dengan Durasi Fiksasi 4 dan 16 Jam Menggunakan Pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE) Ignasius Kalos; Erni Yohani Mahtuti; Faisal Faisal
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.8875

Abstract

Histological tissue processing remains the “gold standard” for determining patient therapy and prognosis. One of the stages of tissue processing is fixation. The types of fixative solutions used are 10% NBF and Bouin. The purpose of this study was to determine the histological features of mouse (Mus Musculus) liver tissue fixed using 10% NBF and Bouin solutions. This study used a descriptive method. The population in this study were mice. The research sample was mouse liver organs. The research stages began with mouse surgery, fixation with 10% NBF and Bouin, dehydration, clearing, embedding, blocking, cutting, and staining. The results of the histological features of mouse livers fixed using 10% NBF with a time variation of 4 hours obtained good quality preparations of 33.33% and poor quality of 66.67%. In 10% NBF with a time variation of 16 hours, good quality was obtained of 83.33% and poor quality of 16.67%. In liver tissue preparations of mice (Mus musculus) fixed using Bouin's 4-hour variation, 83.33% of good quality preparations were obtained and 16.67% of poor quality preparations. In Bouin's 16-hour variation, 33.33% of good quality preparations were obtained, 50.00% of poor quality preparations and 16.67% of poor quality preparations were obtained. Suggestions for further research on the microscopic appearance of tissue fixed using Bouin's solution and other solutions other than 10% NBF with samples other than mouse liver organs (Mus Musculus).
Perbandingan Hasil Pemeriksaan Demam Tifoid Menggunakan Uji Widal pada Pasien Anak dan Dewasa di Puskesmas Polowijen Liliosa Londong; Yeni Avidhatul Husna; Erni Yohani Mahtuti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.8930

Abstract

Typhoid fever is an infectious disease caused by Salmonella typhi bacteria and generally affects the digestive tract. This bacterium is commonly found in areas with poor sanitation, and diagnosis requires a combination of clinical and laboratory examinations. Typhoid fever is caused by Salmonella typhi, primarily attacking the digestive system and typically presenting with a fever lasting more than one week. This study applied a quantitative descriptive approach with a total sampling technique based on all medical record data of typhoid fever patients treated at Polowijen Public Health Center in 2024, totaling 150 respondents. The results showed that most patients were children and adolescents, with the highest prevalence in the 3–19 age group, consisting of 45 children (30%) and 53 adolescents–adults (35.33%). The disease tended to affect females more than males, partly due to women's frequent involvement in preparing and handling food and beverages. Patients commonly presented with positive Widal titers and clinical symptoms such as fever, headache, nausea, and vomiting. Data analysis utilized SPSS and cross-tabulation covering sex, age, duration of fever, and Widal titers. The findings indicated an association between age, clinical symptoms, and laboratory results with typhoid fever incidence. There was a correlation between high Widal titers and prolonged fever duration. Patients with titers ≥1/320 generally experienced fever lasting more than 6 days, particularly among adolescents–adults, whereas children tended to have lower titers (1/80–1/160) and a shorter duration of fever, although some cases with higher titers lasted up to 8 days.
Hubungan Jumlah Trombosit, Nilai Hematokrit, IgG/IgM Pasien Demam Berdarah Dengue Di Puskesmas Blega Bangkalan Madura Rahmadhani, Fitria Wahyu; Widhaningrum , Siska Nanda; Mahtuti , Erni Yohani
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue (DENV) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Diagnosis dan pemantauan DBD memerlukan pemeriksaan laboratorium, antara lain pemeriksaan serologi IgM dan IgG anti Dengue untuk mengetahui fase infeksi, pemeriksaan jumlah trombosit untuk menilai risiko perdarahan, serta pemeriksaan hematokrit untuk menurunkan tingkat keparahan penyakit dan mencegah terjadinya kebocoran plasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah trombosit, nilai hematokrit, dan kadar IgM/IgG pada pasien demam berdarah dengue di Puskesmas Blega, Bangkalan, Madura. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling mengunakan data sekunder pasien DBD tahun 2022–2024, dengan jumlah sampel sebanyak 42 pasien. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman . Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan jumlah trombosit dengan IgG p=0,311 dan r=0,160 serta dengan IgM p=0,584 dan r=0,087 termasuk hubungan sangat rendah dengan arah korelasi positif. Hubungan nilai hematokrit dengan IgG p=0,001 dan r=0,503 dan dengan IgM p=0,001 dan r=0,498 menunjukkan hubungan bermakna dengan kekuatan korelasi sedang dan bersifat positif. Sementara itu, hubungan antara jumlah trombosit dan nilai hematokrit p=0,309 r=0,161 yaitu hubungan sangat rendah dengan arah positif. Kesimpulan penelitian ini bahwa hematokrit berhubungan signifikan dengan antibodi demam berdarah, sedangkan trombosit tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.
Identifikasi Cemaran Bakteri Salmonella Sp Pada Susu Sapi Segar Berdasarkan Uji Biokimia Baco, Maria Velgiyanti; Mahtuti, Erni Yohani; Faisal, Faisal
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 11 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v11i2.242

Abstract

Latar Belakang:Sebagai salah satu sumber kandungan protein utama, susu menjadi salah satu asupan penting bagi tubuh. Sehingga konsumsi susu meningkat setiap harinya. Akan tetapi susu juga beresiko tinggi akan pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cemaran bakteri Salmonella Sp pada susu sapi dengan uji biokimia. Metode Penelitian yang peneliti gunakan adalah deskriptif analitik. Peneliti melakukan penelitian pada bulan Maret 2025 di Laboratorium STIKes Maharani Malang. Sampel penelitian ini berjumlah 10 sampel susu sapi segar. Sampel susu sapi yang diperoleh dikultur pada media SSA dan identifikasi pewarnaan gram, uji gula-gula,TSIA, dan IMVIC. Secara makroskopis 2 sampel dengan kode sampel S4 dan S9 didapat ciri sebagai bakteri Salmonella diperoleh koloni bulat ,permukaan cembung dengan inti hitam pada SSA. Berdasarkan hasil uji gula-gula sampel S4 dan S9 ditemukan gas dan perubahan warna menjadi kuning pada Glukosa dan maltosa, Indol(negatif), MR(Positif), VP(Negatif), Citrat(Positif) dan bakteri bentuk basil berwarna merah muda sebagai ciri bakteri gram negatif pada pewarnaan gram secara mikroskopis. Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan 2 dari 10 sampel susu sapi terdapat cemaran salmonella typi berdasarkan hasil uji biokimia. Saran bagi peneliti selanjutnya yakni melakukan penelitian lanjutan seperti uji Molekuler dan uji PCR serta melakukan penelitian terhadap bakteri spesies lain.
Comparison Cytological Staining Results of Pleural Effusion with Delayed Time Without Alcohol Fixative and With Alcohol Fixative: PERBANDINGAN HASIL PEWARNAAN SITOLOGI EFUSI PLEURA DENGAN WAKTU TUNDA TANPA FIKSATIF ALKOHOL DAN DENGAN FIKSATIF ALKOHOL Anggraini, Fransiska; Yohani Mahtuti, Erni
JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL BIOSAINS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v11i3.68026

Abstract

The delay in the examination of pleural effusion fluid may lead to damage to the specimens. To minimize this damage, the addition of fixative solutions is often employed, one of which is 50% alcohol. Therefore, this study aims to determine the effectiveness of using 50% alcohol in fixing smears of pleural effusion fluid that are delayed in examination, as well as to assess the morphological quality of cells in effusion smears stored with and without fixative solutions. The research method is experimental, utilizing a pretest-posttest design. Sampling was conducted using accidental sampling, with specimens categorized into four treatment groups (immediate examination, immediate examination with 50% alcohol fixative, delayed examination without fixative, and delayed examination with 50% alcohol fixative). Smears were stained using the Diff-Quik method. The assessment results were analyzed descriptively and with a paired T-test. In the comparison between immediate without and delayed without, the T-test results showed a significant difference (p = 0.002, <0.05). Conversely, in the comparison between immediate and delayed with fixative, no significant difference was found (p = 0.707, >0.05). The comparison between immediate without and immediate with fixative showed a significant change (p = 0.005, <0.05), while the comparison between delayed without fixative and delayed with fixative was not significant (p = 0.775, >0.05). The alternative hypothesis was rejected based on the paired T-test, as no significant difference was found in the delayed samples compared to the samples that were delayed with the addition of 50% alcohol fixative.
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Sebagai Alternatif Eosin Pada Pewarnaan Sitologi Diff-Quick: Studi Eksperimental Aulidia, Rochilah; Mahtuti, Erni Yohani; Faisal, Faisal
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2076

Abstract

Pewarnaan sel mukosa mulut umumnya menggunakan eosin, namun penggunaan pewarna sintetis menimbulkan kebutuhan akan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki potensi sebagai sumber pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak kulit manggis pada konsentrasi 10%, 20%, dan 25% sebagai pengganti eosin dalam pewarnaan sel epitel mukosa mulut. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol. Sampel apusan mukosa mulut diwarnai menggunakan ekstrak kulit manggis pada tiga variasi konsentrasi. Kualitas hasil pewarnaan dinilai berdasarkan ketajaman, warna, dan kejelasan sel, kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis. Hasil menunjukkan bahwa nilai penilaian pada konsentrasi 10%, 20%, dan 25% tidak berbeda secara bermakna. Uji Kruskal–Wallis menghasilkan nilai H = 0,318 dengan derajat kebebasan 2 dan nilai p = 0,853 (p > 0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis pada ketiga konsentrasi tersebut memiliki efektivitas pewarnaan yang relatif setara. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak kulit manggis sebagai alternatif pewarna alami pengganti eosin, meskipun penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan konsentrasi dan stabilitas warna.
Gambaran Kadar Enzim Cholinesterase Dalam Darah Petani Bawang Merah Pengguna Organofosfat Di Desa Sumberbulu-Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Chotimah Chusnul; Previta Zeizar Rahmawati; Erni Yohani Mahtuti
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10601

Abstract

Organofosfat merupakan golongan pestisida yang biasa digunakan dalam aktivitas pertanian. Pestisida ini diketahui memiliki pengaruh toksik terhadap sistem saraf melalui penghambatan enzim cholinesterase. Bahaya paparan organofosfat menyebabkan keracunan dengan gejala mual, muntah, sakit kepala, kejang-kejang, bahkan kematian. Sehingga keracunan organofosfat dapat dinilai dengan kadar enzim cholinesetrase dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar enzim cholineterase pada petani bawang merah di Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan 17 serum darah dari 24 petani bawang merah yang dipilih secara purposive sampling . Aktivitas enzim cholinesetrase diukur dengan instrumen fotometer biolyzer 100 menggunakan sampel serum darah dan menunjukkan hasil 2 (11,8%) dari 17 (100%) serum darah mengalami penurunan enzim cholinesetrase sedangkan 15 (88,2%) lainnya normal. Hasil analisis statistik hubungan parameter usia (p=0,016) dan kelengkapan APD (p=0,032) menunjukan hubungan signifikan terhadap cholinesetrase. Sedangkan parameter masa kerja (p=0,517) , lama penyemprotan (p=0,233), dan posisi penyemprotan (p=0,668) diketahui tidak memiliki hubungan terhadap penurunan kadar enzim cholinesetrase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui penurunan enzim cholinesetrase terjadi pada petani yang memiliki usia 46-60 tahun dengan penggunaan APD tidak lengkap. Sehingga parameter usia dan APD diketahui memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian penurunan kadar enzim cholinesetrase.
Gambaran Karboksihemoglobin (COHb) Pada Pengrajin Genteng di Desa Urek-Urek Kecamatan Gondang Legi Kabupaten Malang Hidhayah, Nurul; Rahmawati, Previta Zeizar; Mahtuti, Erni Yohani
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.11084

Abstract

Karboksihemoglobin (COHb) merupakan gas beracun yang terbentuk dari proses pembakaran yang tidak sempurna. Pengrajin Genteng merupakan seseorang yang berada di lingkungan industri yang melakukan proses pembuatan sampai proses pembakaran hingga menjadi genteng sehingga berpotensi terpaparnya CO yang berikatan dengan hemoglobin yang akhirnya menjadi COHb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar karboksihemoglobin pada pengrajin genteng. Jenis penelitian ini deskriptif analitik, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan menggunakan alat spektrofotometer UV - Vis dan analisis korelasi pearson. Hasil penelitian pada 20 orang pengrajin genteng didapatkan nilai rentang COHb sebesar 4,92% - 7,53% melebihi nilai normal kadar COHb <3,5%. Hasil uji korelasi pearson kadar COHb dengan lama merokok memperoleh nilai r = 0,322 dan nilai p sebesar 0,166 atau >0,05 yang menunjukkan bahwa lama merokok dengan kadar COHb tidak berhubungan, sedangkan hasil uji korelasi pearson kadar COHb dengan lama bekerja memperoleh nilai r = 0,578 dan nilai p sebesar 0,008 atau <0,05 yang berarti interval korelasi sedang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar COHb dengan lama bekerja.
IDENTIFIKASI MIKROBA PADA TOILET PASAR AMONG TANI DAN BATU TOWN SQUARE KOTA WISATA BATU Sari, Chantika Putri Indah; Mahtuti, Erni Yohani; Faisal, Faisal
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Toilet umum merupakan fasilitas yang rentan terhadap kontaminasi mikroorganisme akibat tingginya frekuensi penggunaan serta variasi perilaku pengguna. Tujuan: untuk mengetahui keberadaan mikroba pada toilet umum di Pasar Among Tani dan Batu Town Square, Kota Wisata Batu. Metode: teknik swab pada permukaan kloset, kemudian sampel diperiksa secara mikroskopis untuk mengidentifikasi keberadaan mikroba. Sebanyak 11 sampel diambil dari masing-masing lokasi. Pemeriksaan laboratorium dilakukan di STIKes Maharani menggunakan pewarnaan giemsa dan mikroskop cahaya dengan perbesaran 40x. Hasil: pemeriksaan menunjukkan bahwa pada toilet Pasar Among Tani ditemukan cacing sebanyak 7, bakteri 3, dan kristal 1. Sementara pada toilet Batu Town Square ditemukan cacing 2, bakteri 6, dan kristal 3. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa toilet Pasar Among Tani lebih banyak terkontaminasi cacing, sedangkan Batu Town Square lebih tinggi jumlah bakteri dan kristalnya. Faktor sanitasi, kebersihan lingkungan, pengelolaan fasilitas, serta jenis dan frekuensi penggunaan toilet diduga berpengaruh terhadap tingkat kontaminasi. Toilet di area pasar memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan patogen karena padatnya pengguna serta rendahnya standar kebersihan. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan manajemen sanitasi dan edukasi kebersihan pada fasilitas toilet umum agar dapat meminimalkan risiko penyebaran penyakit pada lingkungan umum.
HUBUNGAN KECACINGAN Enterobius Vermicularis DENGAN PERSONAL HYGIENE ANAK SD USIA 7-10 TAHUN Akbar Dwi Kurniawan; Yohani Mahtuti Erni
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 (2025): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v5i2.3071

Abstract

Infeksi Enterobius vermicularis tetap menjadi masalah kesehatan signifikan pada anak sekolah dasar, khususnya terkait praktik kebersihan diri. Penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan hubungan antara personal hygiene dan kejadian infeksi pada 23 anak usia 7-10 tahun di SDN Bugul Kidul 1 Pasuruan melalui metode total sampling. Pengumpulan data melibatkan pemeriksaan swab perianal untuk deteksi telur cacing dan kuesioner kebiasaan kebersihan. Hasil menunjukkan 21,7% (5 anak) terinfeksi, sedangkan 78,3% (18 anak) bebas infeksi. Analisis korelasi Pearson mengungkap hubungan signifikan antara cuci tangan sebelum makan (p=0,001) serta cuci tangan pakai sabun-air bersih (p=0,035) dengan infeksi. Namun, kebiasaan tidak beralas kaki (p=0,708) dan potong kuku mingguan (p=0,350) tidak berhubungan signifikan. Disimpulkan bahwa praktik higiene personal yang baik menurunkan risiko infeksi, sehingga edukasi berkelanjutan bagi anak dan orang tua diperlukan untuk pencegahan.
Co-Authors Akbar Dwi Kurniawan Amarani, Anggi Dwi Anggi Nur Wijayanti Anggraini, Fransiska Arsya Lingga Datu Aulidia, Rochilah Baco, Maria Velgiyanti Basyarrudin, Muhammad Chotimah Chusnul Dewita Nggua Evi Dwi Prastiwi Fahru Rizal Isyafa Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Farahdita Devi Masyitoh Febriyanti Wora Kapero Firnanda Magfirah Galih Zatmiko Alan Gresela Rambu Kaleka Mali, Aquina Handhini Gema Arika Putri Hidhayah, Nurul Husnah, Yeni Avidhatul Ibaadillah, Afrihal Afiif Ignasius Kalos Indah Anggeriani Kapero, Febriyanti Wora Karismadani, Id'ha Lutfia Larasati, Marsella Liliosa Londong Lilla Maria Lud Waluyo Maria Diyah Maria Diyah Maria Srisuharny Maria Srisuharny Moh. Mirza Nuryady Muhammad Basyaruddin Muhammad Basyaruddin, Muhammad Muhammad Basyarudin Muhammad Masyhur Muhammad Masyhur Muhammad Masyhur Nadila Karno Ndapamuri, Alfenia Nggua, Dewita Nisa Ailmi Lidya Artha Revica Novi Yuniar Novitasari , Lilis NURUL AZIZAH Pehan, Laurensia Rivoniarti Ese Prasetya, Arita Ajeng Previta Zeisar Rahmawati Previta Zeizar Rahmawati Previta Zeizar Rahmawati Previta Zeizar Rahmawati Rachmawati, Idelia Diny Rahmadhani, Fitria Wahyu Rahmawati, Previta Zeisar Rahmawati, Previta Zeizar Risna’im, Annisa Rohmania Rodolof, Claudya Putri Samsun hadi Sanjaya, Zahra Weny Saragih, Lenni Sari, Chantika Putri Indah Saroh, Putri Rohmah Muya Siska Nanda Widhaningrum Siti Aisyah Siti Aisyah Sofiah, Yayu Susilawati, Nasiro Syamsyinova BS, Andini Aulia Taquillah, Naura Silmy Widhaningrum , Siska Nanda Widiatmoko, Muhamad Wulandari, Dewi Permani Ayu Wulandari, Lenni Ratna Tri Yeni Avidhatul Husna Yuniarreza Satriani