Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Indonesia: Kesenjangan Pendidikan Wijayanti, Anti; Darmawan, Ari Wawan; Marwan, Iis
Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 3 (2024): CJPPM September 2024
Publisher : CV Bayfa Cendekia Indonesia Bekerjasama dengan Jurusan/ Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/cjppm.v2i3.186

Abstract

Abstract. The education gap is one of the significant contemporary issues in Indonesia, characterized by inequalities in access, quality and means of learning between regions, especially between urban and rural areas. Factors such as geographical conditions, economics, government policies and the quality of teaching staff are the main causes of this gap. The research method used in this study is a literature study, which aims to analyze data from various sources, including relevant research reports, books and journal articles. The results show that schools in urban areas are generally more advanced in terms of infrastructure and teacher quality compared to schools in rural areas, where education facilities and access are still very limited. In addition, the low availability of technology and resources in remote areas further exacerbates this disparity. To address these issues, more inclusive policies are needed, such as a more equitable distribution of the education budget, improving the quality of teacher training and utilizing technology for distance education. This study is expected to provide a more in-depth picture of the factors that exacerbate the education gap in Indonesia and provide recommendations to reduce the gap.
Disparitas Kualitas Guru dalam Pendidikan Idin, Asep; Nurlaela, Nurlaela; Marwan, Iis
Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 3 (2024): CJPPM September 2024
Publisher : CV Bayfa Cendekia Indonesia Bekerjasama dengan Jurusan/ Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/cjppm.v2i3.187

Abstract

Abstract. The gap in teacher quality in education is one of the main challenges affecting the quality of learning in various regions, especially between urban and rural areas. Qualified teachers determine student learning outcomes but the distribution of competent teachers is uneven. This study uses the literature review method to analyze the various factors that cause the gap in teacher quality, such as the lack of access to continuous training in remote areas, low incentives for teachers serving in these areas and limited support facilities. The study also discusses efforts that have been made, including teacher training programs, the use of technology for online learning, and government policies related to teacher placement and professional development. The findings show that although some programs have been running, the gap is still quite large, especially in rural areas that often experience a shortage of qualified teachers. Therefore, more integrated and sustainable policies are needed, including strengthening incentives, increasing access to technology-based training and improving education infrastructure in remote areas. Thus, it is hoped that the gap in teacher quality can be reduced so that all students, regardless of geographical location, can receive a quality education.
PENERAPAN STATIS DAN DINAMIS STRETCHING SERTA SENAM LOW IMPACT PASCA PANDEMI COVID–19 DI KOTA TASIKMALAYA Marwan, Iis; Wahidah, Ida; Listyasari, Endah; Malik, Arief Abdul
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v8i2.12279

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) menjadi Pandemi Internasional yang diumumkan oleh WHO pada tanggal 11 Maret 2020, artinya negara-negara di seluruh dunia harus menanggapi, mencegah, dan menangani Pandemi Virus Corona. Data Satgas Penanganan COVID-19 tanggal 25 September 2020 Jumlah Paparan di Indonesia Suspek 112.082, spesimen 46.133, 34 Kabupaten/Kota 494, terkonfirmasi 266.845, sembuh 196.196 dan meninggal 10.218 dari data tersebut sangat jelas bahwa COVID-19 masih tinggi. Berbagai upaya dilakukan untuk memutus penyebaran COVID-19 dengan hidup baru, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan. Pemerintah sendiri telah melakukan program testing, tracing, dan treatment. Upaya untuk tetap di rumah, isolasi atau karantina mandiri, tanpa kesadaran dapat menimbulkan rasa jenuh, bosan, bahkan frustrasi. Solusi yang ditawarkan adalah mengemas kegiatan olahraga yang dapat dilakukan di rumah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara latihan Static Stretching (SS), Dynamic Stretching (DD), dan Low Impact (LI) sesuai dengan norma keolahragaan agar kebugaran jasmani meningkat. Metode penyampaian melalui aplikasi WhatsApp dilakukan dengan focus group discussion, pelatihan dan pendampingan, mitra yang terdiri dari tenaga medis, anggota tim satgas COVID 19, pasien yang sedang karantina mandiri, dan anak di panti asuhan yang berjumlah 90 orang peserta. Secara keseluruhan mitra dapat menerima model latihan static stretching dan dynamic stretching serta melakukan latihan low impact yang dipandu melalui aplikasi WhatsApp. Kesimpulannya adalah pada masa pandemi Covid-19 ini kegiatan latihan Static Stretching (SS), Dynamic Stretching (DD), dan Low Impact (LI) dilakukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sehingga imunitas tubuh meningkat.
Penerapan statis dan dinamis stretching serta senam low impact di masa pandemi covid-19 Iis Marwan; Ida Wahidah Ida Wahidah; Endah Listyasari; Arief Abdul Malik
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v1i12021p54-66

Abstract

Berbagai upaya dilakukan untuk memutus penyebaran COVID-19 seperti dengan memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi keramaian. Pemerintah sendiri telah melakukan program testing, tracing, dan treatment. Upaya untuk berdiam diri di rumah, mengasingkan diri atau karantina secara mandiri, tanpa kesadaran dapat menimbulkan kebosanan, bahkan frustasi. Solusi yang ditawarkan adalah mengemas kegiatan olahraga yang bisa dilakukan di rumah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara latihan Static Stretching (SS), Dynamic Stretching (DD), dan Low Impact (LI) sesuai dengan norma olahraga sehingga dapat menjaga kebugaran jasmani. Cara penyampaian melalui aplikasi WhatsApp dilakukan dengan focus group discussion, pelatihan dan pendampingan, mitra yang terdiri dari tenaga medis, anggota tim gugus tugas COVID 19, pasien yang berada di karantina mandiri, dan anak-anak panti asuhan yang berjumlah 90 peserta. Mitra keseluruhan dapat menerima model latihan peregangan statis dan dinamis dan melakukan senam Low Impact yang dipandu melalui aplikasi WhatsApp. Kesimpulannya, selama masa pandemi Covid-19, kegiatan olahraga static stretching, Dynamic Stretching, dan Low Impact dilakukan untuk menjaga kebugaran jasmani dan imunitas tubuh. Kendala yang dihadapi adalah permasalah kuota dan akses internet yang kurang stabil dengan model penyampaian secara daring.
Pengaruh Latihan Ladder Drill Terhadap Kelincahan Dan Kecepatan Marwan, Iis; Wahidah, Ida; Rahmat, Agus Arief; Rohayati, Nia
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 8, No 3 (2024): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v8i3.13215

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Latihan ladder drill terhadsap kelincahan dan kecepatan lari. Metode quasi-experimental dengan Pre dan Post Design with Control. Data dianalisis menggunakan software SPSS 22.  Instrumen penelitian illinois agility test untuk mengukur kelincahan dan menggunakan 30 meter sprint test untuk mengukur kecepatan lari. Analisis data menggunakan uji t pada taraf signifikansi 5%. Jumlah objek diteliti berusia 13 sampai 15 tahun sebanyak 10 siswa. Hasil penelitian terbukti secara signifikan terdapat pengaruh latihan ladder drill terhadap kecepatan hasil nilai t-hitung (4,75) dari t-tabel (1,812) nilai rata-rata dari pretest sebesar 18,6 dan posttest sebesar 17,36 maka terdapat peningkatan hasil dari latihan yang signifikan begitu pula terhadap kelincahan nilai rata-rata sebesar 1,24, hasil nilai t-hitung (15,48) dari t-tabel (1,812) dengan dengan demikian hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Berdasarkan nilai rata-rata dari pretest sebesar 40,1 dan posttest sebesar 25,7 maka terdapat peningkatan hasil dari latihan yang signifikan menghasilkan nilai rata-rata sebesar 14,4. Hasil penelitian membuktikan secara signfikan terdapat pengaruh Latihan ladder drill terhadap kelincahan dan kecepatan lari. Rekomendasi dari hasil penelitian latihan ladder drill cocok digunakan untuk melatih kecepatan lari dan kelincahan, dan dapat digunakan untuk peningkatan kondisi fisik siswa.
Preserving Legacy: The Impact of Royal Waqf on Cultural Heritage Conservation in Sumedang Larang Rafiqi, Yusep; Rasyid, Ari Farizal; Nasrulloh, Agus Ahmad; Marwan, Iis
Khazanah Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ks.v7i4.32382

Abstract

This article investigates the underexplored role of waqf in preserving cultural artifacts within the context of Indonesian waqf regulations, with a specific emphasis on royal waqfs. It examines the distinct contributions of royal waqfs to the preservation of cultural heritage. It offers a contextual analysis within the legal and historical boundaries of Indonesian waqf traditions. This article utilizes ethnography methods, which involve conducting extensive fieldwork consisting of in-depth interviews and direct observations at the Sumedang Larang Palace and the Prince of Sumedang Waqf's Nazir Foundation. These methodologies helped to achieve a detailed comprehension of the operating dynamics and conservation procedures of royal waqfs. This article emphasizes two crucial activities that are necessary for the protection of waqf assets: conservation and asset restoration. This indicates that these efforts are crucial for preserving the structural stability and cultural significance of historical artifacts that are handled under royal waqfs. The article also highlights the challenges and approaches required to combine traditional waqf principles with modern preservation requirements. This article enhances the overall discussion on cultural heritage management by suggesting a specific governance model designed for waqf institutions associated with royal families. This resource provides practical knowledge and frameworks that may be customized by waqf managers in different regions of Indonesia. Its goal is to improve the effectiveness of waqf in the protection of cultural heritage. This work is an important resource for policymakers, cultural heritage specialists, and waqf administrators who want to link waqf management with cultural conservation goals.
model promosi ayo berolahraga di komplek olahraga wiradadaha kota tasikmalaya Marwan, Iis; Rahmat, Agus Arief; Rohyana, Aang
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v6i1.1243

Abstract

Sports are all systematic activities to encourage, foster, and develop physical, spiritual, and social potential. then sports are divided into 5 (five) categories: 1) educational sports; 2) recreational sports; 3) sports achievements; 4) amateur sports; 5) professional sports; and 6) sports with disabilities, (Law No. 3 of 2005, article 1). Wiradadaha sports complex in the City of Tasikmalaya, as one of the areas for sports activities; football field; volleyball, basketball, tennis court; rock climbing, softball, and gymnasium to be used for gymnastics, martial arts, badminton. Land area of more than 15 ha. The government makes arrangements so that users are more comfortable sporting activities. Although sports facilities and infrastructure are quite representative, nevertheless the people who visit tend to decrease, especially outside Saturday and Sunday are lonely visitors so that many sports facilities are not used. The people exercising no longer use the wiradadaha sports complex and tend to move to the Tasikmalaya City square. To overcome these problems, it is necessary to create a promotional model that can stimulate people to come to exercise. The purpose of implementing community service is to create and design promotional models so that people come to exercise at the Wiradadaha sports complex in Tasikmalaya City. Partners are carried out together with the Culture and Sports Tourism Office, KONI, KONI Members Sports Branches, and sports activists in Tasikmalaya City.From the results of focus group discussions attended by sports stakeholders it was agreed that the Tasikmalaya City government needed to provide megatront television, banners, baligo in the sports complex, the sports branch needed to be proactive in promoting its activities so that the community was more interested in joining.
Pelatihan Pembuatan Nugget dan Sosis Lele Sebagai Finger Food Berbasis Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting Pada Balita: Training on the Production of Catfish Nuggets and Sausages as Local Food-Based Finger Food to Prevent Stunting in Toddlers Marwan, Iis; Aisyah, Iseu Siti; Neni, Neni; Ghaffar, Mufti; Susilowati, Prima Endang; Utami, Annisa Dwi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.900

Abstract

Prevalensi stunting nasional pada tahun 2024 (19,8%) masih berada di atas target yang ditetapkan sebesar 14,2% pada 2029 dan 5% pada 2045. Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) digalakkan untuk mendukung percepatan penanganan stunting, mengingat ikan merupakan sumber protein hewani bernilai tinggi, mudah dicerna, dan terjangkau. Oleh karena itu, inovasi olahan ikan untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI) diperlukan.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi sumber pangan lokal, khususnya ikan, sebagai protein hewani dan metode pengolahannya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui edukasi (metode ceramah) mengenai inovasi olahan lele, diikuti demonstrasi pengolahan nugget dan sosis lele. Pengetahuan peserta dianalisis menggunakan pre-test dan post-test.Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,125 (p > 0,05), mengindikasikan bahwa intervensi ini belum memberikan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik. Meskipun demikian, observasi pada skor rata-rata menunjukkan peningkatan pemahaman pada topik manfaat asam amino ikan serta metode pengolahan dan penyimpanan produk. Peningkatan ini dimungkinkan karena informasi tersebut ditekankan kembali selama praktik demonstrasi memasak. Disimpulkan bahwa edukasi di masa depan memerlukan media yang melibatkan partisipasi aktif peserta dan pembelajaran berbasis tim.