UMKM Lila Bolen dan Cake di Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, merupakan usaha pengolahan pangan yang memiliki potensi pengembangan, namun masih menghadapi keterbatasan kapasitas produksi, penggunaan peralatan sederhana, pengelolaan usaha yang belum optimal, serta pemasaran yang masih terbatas. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan keberdayaan mitra melalui penerapan teknologi tepat guna, standardisasi proses produksi, penguatan manajemen usaha, dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, monitoring dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan program. Teknologi yang diterapkan meliputi mesin mixer adonan, mesin pencetak bolen, dan oven pemanggang, yang didukung dengan penerapan SOP produksi dan sanitasi, pencatatan keuangan, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), serta pemanfaatan media sosial untuk pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kapasitas produksi meningkat dari 300–400 pcs/hari menjadi 500–600 pcs/hari. Tingkat keberdayaan bidang produksi meningkat dari rata-rata 1,4 menjadi 2,8, sedangkan bidang manajemen meningkat dari 1,25 menjadi 3,0. Mitra juga mulai menerapkan pencatatan usaha, perhitungan HPP, SOP produksi dan sanitasi, serta pemanfaatan media sosial untuk promosi dan komunikasi dengan konsumen. Hasil tersebut menunjukkan indikasi awal bahwa integrasi teknologi produksi, penguatan manajemen, dan pemasaran digital dapat meningkatkan kapasitas produksi serta kesiapan mitra dalam mengelola usaha secara lebih terstruktur. Namun, diperlukan pendampingan dan monitoring lanjutan untuk memastikan konsistensi penerapan teknologi, sistem manajemen, dan pemasaran digital. Strengthening MSME Capacity through Appropriate Technology and Digital Marketing: A Community Partnership Program for Lila Bolen and Cake Abstract Lila Bolen and Cake is a food-processing micro, small, and medium-sized enterprise (MSME) located in Maron District, Probolinggo Regency, which has development potential but still faces limitations in production capacity, the use of simple equipment, suboptimal business management, and limited marketing. This Community Partnership Program (PKM) aimed to improve the partner’s production capacity and empowerment through the application of appropriate technology, production process standardization, business management strengthening, and digital marketing. The implementation methods consisted of socialization, training, technology application, mentoring, monitoring and evaluation, and sustainability strengthening. The technologies introduced included a dough mixer, bolen dough molding machine, and baking oven, supported by the implementation of production and sanitation SOPs, financial record-keeping, Cost of Goods Manufactured (COGM) calculation, and the use of social media for promotion. The results showed that production capacity increased from 300–400 pieces/day to 500–600 pieces/day. The empowerment level in the production aspect increased from an average score of 1.4 to 2.8, while the management aspect increased from 1.25 to 3.0. The partner also began implementing business record-keeping, COGM calculation, production and sanitation SOPs, and social media utilization for promotion and customer communication. These results provide an initial indication that the integration of production technology, business management strengthening, and digital marketing can improve production capacity and the partner’s readiness to manage the business in a more structured manner. However, further mentoring and monitoring are required to ensure the consistent implementation of the technology, management system, and digital marketing practices.