Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Persepsi dengan Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Program Mina Padi pada Lahan Suboptimal di Desa Sungai Rebo Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin Arbi, Muhammad; Faradillah, Faradillah; Junaidi, Yulian
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 11, No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 “Optimalisasi Pengelolaan Lah
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arbi, M., Faradilla, F., & Yulian, J. (2023). The relationship between perceptions and the level of community satisfaction with the mina padi program on suboptimal land in Sungai Rebo Village, Banyuasin I District, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 Tahun 2023, Palembang  21 Oktober 2023. (pp. 199-205).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).The Mina Padi Program is one of the programs in Sungai Rebo Village, Banyuasin Regency which aims to empower the community. The public can provide perceptions of the Mina Padi program through the characteristics of innovation contained in the program, namely based on the relative advantages that can be obtained, complexity, suitability to the local environment, as well as results and examples. This research aimed to measure the perception and level of community satisfaction with the Mina Padi Program and analyze the relationship between perception and the level of community satisfaction with the success of the Mina Padi Program in Sungai Rebo Village, Banyuasin Regency. This research used a survey method by conducting interviews and questionnaires with 30 members of the Bina Tani Berkah community group who received the benefits of the Mina Padi Program. The types of data used in this research were primary data and secondary data. The data processing method to answer the first objective used the Likert scale method, then to answer the second objective used the Spearman Rank correlation test. The research results showed the public's perception of the Mina Padi Program was relatively high. The level of community satisfaction with the Mina Padi Program in Sungai Rebo Village was satisfaction. Based on the results of Spearman's analysis, it was known that there is a significant relationship between perception and the level of community satisfaction with the Mina Padi Program with a correlation coefficient of 0.697 with a fairly strong relationship.
Pemberdayaan Perempuan dalam Meningkatkan Nilai Tambah Hasil Laut Melalui Program Bahari Sembilang Mandiri di Kabupaten Banyuasin Junaidi, Yulian; Rachmi Indahsari, Siti Rachmi; Adi Suhendra, Ahmad; Ramadani Andelia, Siti
Matriks Jurnal Sosial dan Sains Vol. 6 No. 1 (2024): Matriks: Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/matriks.v6i1.1001

Abstract

Program Bahari Sembilang Mandiri (BERLARI) merupakan pemberdayaan masyarakat terpadu untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir yang berada di sekitar Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) yang didukung oleh PT Kilang Pertamina International (KPI) Refinery Unit III Plaju. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kondisi ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya laut yang tersedia. Salah satu cara peningkatan ekonomi hasil laut yakni pemberdayaan perempuan untuk melakukan inovasi pengolahan ikan laut menjadi ikan asin di Dusun Sembilang Desa Sungsang IV Kabupaten Banyuasin. Latar belakang program karena masyarakat hanya mengandalkan produk laut segar sebagai sumber mata pencaharian, padahal hasil olahan laut seperti ikan asin memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat dipasarkan luas ke seluruh Indonesia. Tujuan penelitian ini  mendeskripsikan proses pemberdayaan perempuan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dan menganalisis nilai tambah pengolahan Ikan asin yang dilakukan oleh kelompok perempuan pada program bahari sembilang mandiri.  Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  deskriptif  kualitatif  dengan teknik  pengumpulan  data  observasi berpartisipatif,  catatan  lapangan  dan  wawancara  mendalam dengan informan. Analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif interaktif dan metode hayami. Hasil dari penelitian  ini menunjukkan bahwa program inovasi hasil laut menjadi ikan asin dapat memberikan dampak manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir khususnya perempuan. Selain meningkatkan pendapatan, program ini juga dapat mendorong tercipta-nya lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung pengembangan ekonomi lokal. Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan ikan laut menjadi ikan asin adalah 48%. Nilai tambah pembuatan ikan tergolong sangat tinggi. Pembuatan ikan asin apat meningkatkan nilai ekonomis produk seperti meningkatkan harga jual di pasaran dan memperpanjang masa simpan.
Peningkatan Kapasitas Kelompok Usaha Bersama (KUBE) melalui Pelatihan Strategi Pengembangan Usaha dan Pemasaran Sriati, Sriati; Priyanto, Gatot; Junaidi, Yulian; Bidarti, Agustina
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i2.11039

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, motivasi, ketrampilan dan kemampuan   Anggota Kelompok Usaha Bersama (KUBE) KSU BMT Trans Mekar Sari Mandiri di Desa Muliasari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin dalam mengembangkan usahanya. Guna mencapai tujuan tersebut dilakukan Pelatihan tentang Strategi Pengembangan Usaha kelompok dan pemasaran. Metode pelaksanaan yaitu dengan presentasi, tanya jawab tentang materi,  dan diskusi kelompok tentang keragaan KUBE di masa pandemi. Materi pelatihan meliputi: Prinsip-prinsip pengembangan usaha kelompok, pengembangan produk baru, diversifikasi usaha, peningkatan mutu produk, perluasan pemasaran, dan keberlanjutan usaha. Peserta pelatihan adalah: Ketua/anggota KUBE KSU BMT Trans Mekar Sari Mandiri, berjumlah 20 orang.. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, motivasi, ketrampilan dan kemampuan peserta tentang pengembangan usaha kelompok bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE).  Peserta merespon baik materi yang disampaikan, terutama materi tentang pengembangan usaha kuliner. Berdasarkan hasil diskusi kelompok, permasalahan yang dihadapi KUBE adalah  belum berperannya kelompok sebagai unit usaha bersama. Terlihat dari jenis dan sifat usaha masih dilakukan secara individu. Kelompok hanya untuk bersama-sama mendapatkan modal dari koperasi dikelola per kelompok usaha. Peserta antusias untuk menambah pengetahuannya tentang strategi mengembangkan peran kelompok sebagai unit usaha. Peserta mengusulkan kedepannya dibentuk satu jenis usaha yang bisa dikelola kelompok dengan pendekatan unit usaha kelompok yang memanfaatkan bahan baku lokal.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pertanian Terpadu di Pulau Kemaro Kota Palembang Junaidi, Yulian; Wulan Sari, Dwi; Kholek, Abdul
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v3i2.2470

Abstract

Terletak pada potensi besar pulau ini dalam pertanian, namun terkendala oleh keterbatasan sumber daya dan teknologi. Inovasi pertanian terpadu menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas pertanian. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, serta meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dan dapat dijadikan acuan bagi pengambil kebijakan dan stakeholders terkait. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis program pemberdayaan masyarakat dengan penerapan sistem pertanian terpadu dan keterlibatan stakeholder dalam implementasi program secara partisipatif. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive  dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan lahan sub-optimal yang sebagian besar masyarakat masih berada dibawah garis kemiskinan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara kuisioner kepada responden yang dipilih secara acak sebanyak 30 orang dan indepth interview kepada berbagai stakeholder. Sedangkan data sekunder dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan Inovasi Sosial yang diimplementasikan pada program pemberdayaan masyarakat berupa Integrasi Keramba Jaring Apung dan Energi Terbarukan, Pertanian Terpadu Zero Waste dan Pertanian Hidroponik.  Ketiga inovasi tersebut memanfaatkan lahan sub-optimal berupa lahan rawa pasang surut, lahan pekarangan dan aliran sungai. Untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dilakukan workshop dan training mengenai pertanian terpadu, pembuatan pupuk dan pestisida organik, pembuatan pakan, pengolahan hasil dan pemasaran. Stakeholder yang terlibat dalam kegiatan pengembangan masyarakat diantaranya sektor swasta, akademisi, pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan media massa. Dukungan multipihak pentahelix ini telah memberikan manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan sebagai modal kemandirian dan keberlanjutan bagi masyarakat rentan.
Factors That Influence Knowledge Sharing in The Development of Farm Farming in Talang Keramat Urban Village of Banyuasin Ditrict Junaidi, Yulian; Arbi, Muhammad; Silvian, Trissa; Berizki, Sindi
Journal of Economics and Business UBS Vol. 14 No. 3 (2025): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v14i3.2705

Abstract

The study on backyard farming in Talang Keramat Village analyzed knowledge sharing behavior and its influencing factors such as creativity, social support, appreciation, shared mentality, member diversity, team cohesiveness, education, extrinsic motivation, and social capital using a quantitative survey of 45 randomly selected respondents. Results show that all factors except extrinsic motivation significantly influence knowledge sharing behavior in the development of backyard farming. This behavior not only fosters social and environmental benefits, such as improved cooperation and a more organized, comfortable environment, but also supports the sustainability of backyard farming. The study implies that optimizing knowledge sharing through community-based and cross-sectoral approaches can further enhance the sustainability and impact of backyard farming. For future research, it is suggested to investigate the mechanisms of intrinsic motivation and digital platforms in facilitating knowledge sharing to strengthen community farming initiatives.
Aspek Keberlanjutan Program Mina Padi Di Desa Sungai Rebo: Pelajaran Dari CSR Pt Kilang Pertamina Internasional RU III Plaju Junaidi, Yulian; Rachmi Indahsari, Siti; Ahmad Adi, Suhendra
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 8 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i8.497

Abstract

Program Mina Padi telah dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam dan manusia, dilihat dari aspek ekonomi, sosial, dan ekologis, tentang partisipasi dan tingkat kemiskinan serta faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan program tersebut antara lain faktor internal dan eksternal. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive sampling dengan sampel sebanyak 30 responden. Data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara responden menggunakan kuesioner, observasi dan referensi. Tujuan pertama penelitian melakukan penilaian data dengan skala seperti pengukuran dengan memberikan skor 1, 2, dan 3 yang mewakili kriteria rendah(tidak berkelanjutan), sedang(cukup berkelanjutan), tinggi(berkelanjutan) dan tujuan kedua menggunakan tabulasi, pengukuran dengan memberikan skor 1 yang berarti berpengaruh dan 0 yang berarti tidak berpengaruh untuk mengukur faktor internal dan eksternal yang akan mempengaruhi keberhasilan program yang dilaksanakan oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Rifinery Unit (RU) III Plaju. Berdasarkan kajian analisis keinginan Program Mina Padi di Desa Sungai Rebo Kabupaten Banyuasin memiliki skor 35,19 termasuk kriteria tinggi dilihat dari aspek ekonomi, sosial dan ekologi. Keberhasilan program dipengaruhi oleh faktor Kekompakan Kelompok tani, Demplot Mina Padi, Pengetahuan dan kearifan lokal, Pengalaman usahatani, Kepemimpinan kelompok yang efektif, serta Motivasi petani., dengan pengaruh tersebut sebesar 78,33 persen. Sedangkan faktor ekseternal terdiri dari Keberhasilan program dipengaruhi oleh faktor Inovasi, Akses terhadap input, Produktivitas Usahatani, Pemasaran, Dukungan dari pemerintah desa, Dukungan dari perusahaan, Pendamping dan Tenaga ahli program, dengan pengaruh tersebut sebesar 81,68 persen.
Study of Socioeconomic Conditions of Farmer Households After Wood Processing Industry Development In Talang Kelapa District, Banyuasin Regency Arbi, Muhammad; Junaidi, Yulian; Januarti, Indri; Sherly, Sherly
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 3 No. 10 (2023): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v3i10.933

Abstract

One of the impacts of industrial activities is that it provides regional economic progress, especially contributing to the value of regional GDP. This research uses a survey method through observation and interviews as well as literature study and is presented descriptively analytically. The results of this research show that in terms of the perception of farmer households living around the timber industry location as measured by indicators of the company's presence in terms of infrastructure and environment, social relations and employment opportunities, it shows the medium category with a score of 32.74. One of the reasons for this is the increase in the number of migrant residents and the increase in the allocation of working hours to earn a living. Judging from the economic aspect, it is known that the average economic household of farmers living around the location of wood industry activities has an income of around IDR 2,180,540 per month, while the average living needs (DLN) in the area is IDR 3,000,914. - per month or minus Rp. 820,374,- per month. The contribution of income from working as a laborer in a wood factory to the total income of farmer households is 67.35%. This means that the influence of the presence of timber companies in the community is quite a positive contribution to the economy of the surrounding community. However, the company's existence also raises environmental issues, including the potential for disruption to physical-chemical and socio-cultural components as well as public health.
Pendampingan Inovasi Kemasan dan Digital Marketing Produk Lokal Kemplang Tunu Pada Kelompok Usaha Perempuan Seroja di Kabupaten Ogan Komering Ilir: Community Service in Packaging Innovation and Digital Marketing of Local Product Kemplang Tunu for Seroja Women’s Group in Ogan Komering Ilir Junaidi, Yulian; Purba, Khairul Fahmi; Tafarini, Meitry Firdha; Sari, Dwi Wulan; Wardani, Azqia; Yuliani, Maulidia Tri
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.922

Abstract

Kemplang tunu merupakan produk lokal khas Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Produk ini banyak diminati oleh konsumen namun sayangnya cakupan pemasarannya masih terbatas secara regional dan kemasan produk yang perlu untuk diperbaiki. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan inovasi pengemasan dan digital marketing untuk meningkatkan penjualan kemplang tunu bagi kelompok usaha perempuan “Seroja”. Kegiatan pendampingan ini melibatkan 28 perempuan di Desa Pedamaran 6 Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Dalam hal aspek produksi, kegiatan pendampingan ini menghasilkan penerapan teknologi pengemasan dengan ziplock untuk meningkatkan masa simpan dan peningkatan kualitas produk. Lebih lanjut, desain kemasan juga membuat produk kemplang tunu memiliki branding baru sebagai produk lokal. Selain itu pelatihan pemanfaatan e-commerce juga dilaksanakan untuk peningkatan aspek pemasaran. Hasil evaluasi dengan uji statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa adanya perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap dari peserta kegiatan pendampingan setelah dan sebelum terlaksananya kegiatan pendampingan inovasi kemasan dan digital marketing. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan untuk memajukan ekonomi lokal pedesaan serta adanya pern pemerintah daerah untuk memajukan usaha kemplamg sebagai peningkatan ekonomi daerah.
Pelatihan Metode Pemasaran Melalui Pembentukan Koperasi pada Pelaku Usahatani Sayuran Hidroponik di Kawasan Ekowisata Pulau Kemaro Kota Palembang Muhammad Arbi; Sriati; Yulian Junaidi; M. Yamin; Gatot Priyanto
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v5i2.6923

Abstract

This training aims to introduce, train and assist hydroponic vegetable farmers who live in the Kemaro Island Ecotourism Area RT 17 and 18, I Ilir Village, Ilir Timur II District, Palembang City. The activity was carried out by delivering material and practicing the formation of cooperatives to 30 participants. Pre-tests and post-tests were carried out to evaluate the activity. The results of the activity showed that the residents of Kemaro Island were very enthusiastic about immediately having a business entity in the form of a cooperative. It's just that they are not yet fully convinced because most of them have never been members of a cooperative. In addition, it is known that many residents have side businesses such as fish crackers, kempelang, food stalls, sweet stalls, street vendors, tire repairs, hairdressers, and many more businesses, both side businesses and as main jobs. With the training, it is hoped that the cooperatives that will be formed later can provide additional capital to business actors so that this has the potential for the growth of cooperatives in the midst of small communities.
Kontribusi Curahan Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI Yuliani, Maulidia Tri; Purba, Khairul Fahmi; Tafarini, Meitry Firdha; Wardani, Azqia; Junaidi, Yulian; Huanza, M.; Lestari, Etika Fuji
Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)
Publisher : Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jimanggis.v6i2.337

Abstract

Perempuan memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dibandingkan pria dalam rumah tangga. Kontribusi tenaga dan penghasilan perempuan sering kali tidak dipertimbangkan sehingga nilainya dalam mendukung pendapatan rumah tangga kurang diapresiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kontribusi curahan tenaga kerja perempuan terhadap pendapatan rumah tangga di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara sensus yaitu melakukan wawancara pada semua anggota perempuan yang tergabung dalam unit usaha pembuat kemplang dan pengrajin purun. Total responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 48 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan total rata-rata curahan waktu kerja prempuan untuk unit usaha pengrajin purun sebesar 2,6 jam perhari dan selama 1 minggu rata-rata bekerja selama 4,7 hari kerja dan unit usaha pembuat kemplang curahan waktu kerja lebih lama yaitu sebesar 4,6 jam per hari dan 5,8 hari kerja dalam 1 minggu. Kontribusi yang diberikan masih tergolong kecil karena dibawah 50% dari total pendapatan rumah tangga yaitu dari usaha pengrajin purun hanya sebesar 33,33% dan usaha pembuat kemplang memberikan kontribusi sebesar 40,71%. Temuan ini mengisyaratkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membantu pendapatan dan menopang ekonomi rumah tangga. Perlunya pemberdayaan perempuan untuk memposisikan peran perempuan pedesaan dalam kontribusi ekonomi rumahh tangga.