Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Demokratis Orang Tua Dengan Percaya Diri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Perbaungan Tahun Ajaran 2021/2022 Riska Yunanda, Dina Hidayati Hutasuhut
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Nomor 1 Februari 2023
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v3i1.1097

Abstract

Orangtua memiliki tanggung jawab terhadap anak-anaknya dalam hal Pendidikan. perhatian orangtua baik dari segi moral maupun materi merupakan salah satu factor yang menumbuhkan semangat belajar anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pola asuh Demokratis Dengan percaya diri siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Perbaungan Tahun Ajaran 2021-2022. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Perbungaan Tahun Ajaran 2021-2022 yang berjumlah 118 siswa, dan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Teknik Purposive sampling. Peneliti menggunakan Teknik ini karena peneliti ingin menentukan siswa yang mendapatkan pola asuh otoriter dari orang tuanya. Peneliti dapat menentukan sample yang mendapatkan pola asuh otoriter dari orang tuanya adalah dengan membagikan angket pola asuh otoriter yang sudah valid,apabila hasil skor dari penyebaran angket tersebut tinggi maka siswa tersebut dijadikan sampel berjumlah 65 siswa. Instrument pegumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket telah diuji Validitas dan Reliabilitasnya, yaitu dengan hasil 36 butir angket yang valid pada angket pola asuh otoriter dan 35 butir angket yang valid pada angket minat belajar. Teknik uji korelasi yang menggunakan rumus korelasi product moment,dari hasil perhitungan diperoleh koefisien korelasi antara Pola asuh otoriter (X) dengan Minat belajar (Y) sebesar rhitung = 0,721 > rtabel = 0,250 . Sesuai dengan interpretasi indeks korelasi product moment maka angka tersebut menunjukkan adanya hubungan antara kedua variabel. Hasil dari pengujian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Pola asuh otoriter dengan Minat belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Perbaungan Tahun Ajaran 2021-2022.
Perbedaan Pola Asuh Demokratis dengan Pola Asuh Otoriter terhadap Kedisiplinan Siswa di Kelas VI SD Nurul Hasanah Dina Hidayati Hutasuhut; Widya Utami Lubis
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.999 KB) | DOI: 10.57251/ped.v1i1.502

Abstract

This study aims to: determine the discipline of students with democratic parenting in SD Nurul Hasanah, determine the discipline of students with authoritarian parenting and determine the difference between democratic parenting and authoritarian parenting on student discipline in grade VI SD Nurul Hasanah. This type of research is a comparative study using a quantitative approach. The sample of this study were all students of class VI SD Nurul Hasanah as many as 28 people. The data collection technique used in this research is a questionnaire. Where before the questionnaire was distributed to the sample, the questionnaire was tested for validation first. The results of this study are: based on student discipline questionnaires that have been distributed to students with a tendency to democratic parenting, the highest score obtained by students is 80 and the lowest score is 60. With t count (6.50666 > 1.70), it can be concluded that there are differences between democratic parenting and authoritarian parenting on student discipline in grade VI SD Nurul Hasanah
Edukasi Perkembangan Bahasa dan Bicara Anak Speach Delay Dina Hidayati Hutasuhut; Dinda Yarshal
Sintaks: Jurnal Bahasa & Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.093 KB) | DOI: 10.57251/sin.v1i1.494

Abstract

The problem of speech delay in children is a serious problem that must be addressed immediately because it is one of the most common causes of developmental disorders in children. Several studies in several countries state that about 6 to 8% of preschool children have speech delay problems. Speech delay can be seen from the accuracy of word use, which is characterized by unclear pronunciation and in communicating can only use sign language, so that parents and people who those around him are less able to understand the child, even though the child can actually understand what people are talking about. This speech delay will not only affect the social and personal adjustment of the child, but can also affect the academic adjustment of the child. The method used in the implementation of this service activity is through the method of socialization and simulation approaches in the form of lectures and demonstrations. This service activity was carried out aiming to explain the factors that affect speech delay in children and also the treatment given by parents, teachers and the environment in response to this problem. have their own understanding in dealing with children who are late to speak and design a concept model for developing language skills for children who are late. In the end, the team of service implementation activities through this activity hopes that Nurul Hasanah's teachers can improve students' language development, knowledge and skills in presenting learning that is more attractive to students in learning.
Sosialisasi Etika Dalam Pergaulan Dina Hidayati Hutasuhut; Widya Utami Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 6 (2023): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i6.254

Abstract

Etika pergaulan merupakan suatu hal yang mencerminkan moral setiap orang yang harus diketahui dan dipahami oleh semua orang yang berada dalam lingkungan sosial dan lingkungan pendidikan (sekolah), karana di manapun dan kapanpun seseorang selalu dihadapkan dengan orang-orang yang ada di sekitar, dan apabila tidak menyadari dan memahami situasi yang ada di sekitarnya maka bisa saja akan melakukan suatu hal yang melanggar norma-norma yang berlaku dalam lingkungan tersebut atau pada kelompok tertentu. Oleh sebab itu sangat penting untuk menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai etika pergaulan agar mereka mampu mengaplikasikan di dalam kehidupannya. Jika hal ini dianggap sepele, maka secara tidak langsung akan membiarkan siswa menjadi lebih tidak terkontrol dan bahkan tingkat penghargaan terhadap guru akan sangat minim. Etika dalam pergaulan perlu diajarkan kepada siswa, tujuannya agar mereka memahami dan menerapkannya di lingkungan sekolah atau bahkan di lingkungan secara menyeluruh, misalkan etika berbicara dan bertindak. Ada pun metode kegiatan yang digunakan adalah metode ceramah. hasil  dari sosialisasi yang  diberikan  kepada siswa-siswa Prinsip-prinsip yang harus dikembangkan dalam pergaulan remaja adalah: 1. Mampu mengontrol dan membawa diri dalam semua situasi 2. Mencari kawan yang baik dan dapat memotivasi untuk mengembangkan potensi diri. 3. Mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap semua tugas yang diemban sehingga dapat mempersiapkan masa depan yang gemilang.
Psikoedukasi Perilaku Sehat Keluarga di Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Kota Medan (Studi Upaya Preventif Stunting) Ibrahim, Muhammad Buchori; Hutasuhut, Dina Hidayati; Lubis, Indah Sari Liza
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v2i3.201

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan dan dirancang sebagai upaya nyata dalam menerapkan perilaku sehat ibu balita di kota medan khususnya di kelurahan Pulo Brayan Bengkel. Kegiatan dirancang melalui intervensi psikologi yakni psikoedukasi yang bertujuan untuk memberikan edukasi Kesehatan terkait dengan perilaku sehat dan upaya preventif stunting yang menjadi isu Kesehatan di Kota Medan saat ini. Metode psikoeduasi dikemas dalam bentuk kegiatan dan berpedoman dalam modul yang dirancang yang memiliki tujuan akhir supaya ibu balita yang menjadi partisipan dalam penelitian ini memiliki pengetahuan yang cukup terkait dengan pemenuhan gizi dimulai sejak pemenuhan gizi di dalam piring makan keluarga. Kegiatan ini melibatkan ibu usia produktif yang memiliki balita serta melibatkan pendamping posyandu lingkungan sekitar. Kata kunci: perilaku sehat, ibu balita, preventif stunting, pemenuhan gizi keluarga, psikoedukasi. This activity was carried out and designed as a real effort to implement healthy behavior for mothers of toddlers in the city of Medan, especially in the Pulo Brayan Bengkel sub-district. The activities are designed through psychological intervention, namely psychoeducation, which aims to provide health education related to healthy behavior and preventive efforts for stunting, which is a health issue in the city of Medan at the moment. The psychoeducation method is packaged in the form of activities and is guided by a designed module which has the ultimate goal so that mothers of toddlers who are participants in this research have sufficient knowledge related to fulfilling nutrition starting from fulfilling nutrition on the family dinner plate. This activity involves mothers of productive age who have toddlers and involves posyandu assistants in the surrounding environment. Keywords: healthy behavior, mothers of toddlers, preventing stunting, fulfilling family nutrition, psychoeducation
Kontribusi Self Control terhadap Ketergantungan Gadget pada Anak di Sekolah Nurul Hasaniah Hutasuhut, Dina Hidayati; Yarshal, Dinda
Absorbent Mind Vol 4 No 1 (2024): Psychology and Child Development
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/absorbent_mind.v4i1.4510

Abstract

Gadgets are one of the results of technological developments that have sophisticated capabilities, where the wider community cannot be separated from one group of gadget users. This research aims to determine self-control of gadget dependence among Nurul Hasanah students in the 2023/2024 academic year. The method used in this research is a quantitative method. This type of research is Quasi-experimental with a Pre test-post test one group design type. The subjects in this research were 6 students in class VIII-3 who had high gadget dependency scores. The instrument used is the gadget dependency scale. Instruments were given before and after the implementation of group counseling services. The data were analyzed using the Wilcoxon test to see whether there was an effect of providing self-control technique group counseling services on student gadget dependence. This was obtained from the results of calculations with the initial test score (pre-test) in the experimental group obtained an average of = 102.14 while the post-test data obtained an average of = 66.36. The results of this research can be obtained from the Wilcoxon test which shows that in the Wilcoxon test obtained J count = 9 while J table = 0. From the table of critical values J for the Wilcoxon test is marked with the power n=6, α= 0.05 in accordance with the acceptance and rejection criteria hypothesis then the hypothesis is accepted if Jcount > Jtable, namely Jcount>Jtable where 9 > 0, from this calculation it can be seen that the treatment in the experimental group means the hypothesis states that there is a significant influence of providing group counseling services on self-control techniques on gadget dependence in class VIII students - 3 at Nurul Hasaniah School Medan for the 2023/2024 academic year can be accepted.
Sosialisasi Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Hyperaktif Anak di TK Tabarak Hutasuhut, Dina Hidayati; Yarshal, Dinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1169

Abstract

Pendidikan memiliki peran yang krusial dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk bagi mereka yang mengalami hiperaktivitas. Sosialisasi ini dilakukan untuk memberi pemahaman tentang Prilaku Hyperaktif pada anak. Anak-anak hiperaktivitas sering kali menghadapi tantangan dalam mengikuti proses pembelajaran yang terstruktur sehingga memerlukan pendekatan khusus. Peran guru dalam mengelola anak yang mengalami hiperaktivitas memiliki tingkat penting yang tinggi dan dapat berdampak pada hasil belajar mereka, khususnya guru harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang ciri-ciri anak hiperaktif dan mampu mengidentifikasi dengan baik sehingga guru dapat mengambil tindakan yang efektif. Dengan cara ini, langkah yang tepat untuk membantu anak hiperaktif mengelola energinya dan tetap fokus saat belajar. Guru sebaiknya mengadopsi metode yang inovatif dan kreatif dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung dan inklusif bagi anak-anak yang mengalami hiperaktivitas.
Influence of Mindfulness Techniques on Reducing Academic Stress and Enhancing Students' Concentration in Learning Dina Hidayati Hutasuhut; Dinda Yarshal
International Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2025): International Journal of Educational Development
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijed.v2i1.168

Abstract

This study examines the effect of mindfulness techniques on reducing academic stress and increasing concentration in students. With increasing academic demands, many students experience stress that interferes with the learning process. Mindfulness techniques, which emphasize full awareness, have been shown to be effective in reducing anxiety and improving mental well-being. The experimental method involved two groups of students: one group implemented mindfulness techniques, while the control group received no intervention. Data were collected through questionnaires measuring levels of academic stress and concentration before and after the intervention. The results indicated that the group practicing mindfulness experienced a significant decrease in stress and an increase in concentration compared to the control group. These findings support the use of mindfulness techniques as an effective strategy to help students and recommend their integration into higher education curricula for academic well-being.
PKM Sosialisasi Penggunaan Wordwall dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa di SMP Plus Kasih Ibu Pasar Dua Patumbak Hutasuhut, Dina Hidayati; Sari, Dwi Novita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1911

Abstract

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan Wordwall sebagai alat pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa di SMP Kasih Ibu Pasar Dua Patumbak. Dalam era pendidikan yang semakin berkembang, teknologi pembelajaran menjadi hal yang penting untuk menarik perhatian siswa serta meningkatkan efektivitas pembelajaran. Metode sosialisasi dilaksanakan melalui workshop, pengenalan, dan praktik langsung penggunaan aplikasi Wordwall di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall dapat meningkatkan konsentrasi dan partisipasi siswa selama proses belajar mengajar.
MENGURANGI GEJALA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA SISWA MELALUI PSIKOEDUKASI DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL Hutasuhut, Dina Hidayati; Maulidin, Syarif
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5631

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of Fear of Missing Out (FOMO) has become increasingly prominent among adolescents, particularly due to the intensive use of social media. FOMO negatively impacts mental health, leading to issues such as anxiety, academic stress, and impaired concentration in learning. This study aims to determine the effectiveness of classroom guidance services based on psychoeducation in reducing FOMO symptoms among high school students. The method used is Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of two cycles. The research subjects were 25 eleventh-grade students at Alwashliyah Senior High School in Medan, who exhibited moderate to high levels of FOMO based on pretest results. Data collection instruments included a FOMO questionnaire adapted from the scale developed by Przybylski et al. (2013), participatory observation, and informal interviews. The results showed a decrease in FOMO scores from 72.4 (high category) before the intervention, to 61.2 (moderate category) after the first cycle, and 50.8 (low category) after the second cycle. This reduction indicates that psychoeducational-based classroom guidance services are effective in raising students’ awareness of the impacts of FOMO and equipping them with self-management strategies for social media use. These findings support the importance of integrating psychoeducational approaches into school counseling programs to enhance students’ psychological well-being in the digital era. ABSTRAK Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) menjadi isu yang semakin menonjol di kalangan remaja, terutama akibat penggunaan media sosial yang intensif. FOMO berdampak negatif terhadap kesehatan mental, seperti kecemasan, stres akademik, dan gangguan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan klasikal berbasis psikoedukasi dalam mengurangi gejala FOMO pada siswa sekolah menengah. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas XI SMA Alwashliyah Medan dengan tingkat FOMO sedang hingga tinggi berdasarkan hasil pretest. Instrumen pengumpulan data mencakup angket FOMO yang dimodifikasi dari skala Przybylski et al. (2013), observasi partisipatif, dan wawancara informal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor FOMO dari 72,4 (kategori tinggi) sebelum tindakan, menjadi 61,2 (kategori sedang) setelah siklus I, dan 50,8 (kategori rendah) setelah siklus II. Penurunan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal berbasis psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak FOMO dan membekali mereka dengan strategi pengelolaan diri dalam penggunaan media sosial. Temuan ini mendukung pentingnya integrasi pendekatan psikoedukatif dalam program bimbingan dan konseling di sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa di era digital.