Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

MEMBANGUN KESADARAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN MELALUI SOSIALISASI GAYA HIDUP ZERO WASTE DI SDN CITAPEN Audina, Mia; Awaliyah, Fitri; Nur Pika, Yuni; Sri Wulan, Widya; Maigita Lusiana, Ega; Nur Malasari, Mala; Rhamdini, Sita; Pradana, Aji; Purnawansyah, Reza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 3 No 05 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v3i05.1251

Abstract

The waste problem is an increasingly pressing issue in various regions, including in villages. Citapen Village is one of the villages in Japara District, Kuningan Regency, West Java, which is still facing environmental health problems. Citapen Village is faced with an increasingly worrying waste problem. This is due to the lack of public understanding regarding the importance of waste management. To overcome this, the Real Work Lecture (KKN) Students of the Muhammadiyah University of Kuningan held a Zero Waste program. This program was implemented on July 30, 2024 at Citapen Elementary School. In its implementation, students used the Socialization method in the room by introducing the concept of the 5R movement consisting of Refuse (refuse), Reduce (reduce), Reuse (reuse), Recycle (recycle) and Rotting (rot). This activity was attended by all students and homeroom teachers of grade 4 of Citapen Elementary School. The results obtained through this activity were that students could understand and know how to implement a zero waste lifestyle.
PROMOTING WOMEN'S ROLE THROUGH MSMEs E-COMMERCE AND DIGITALIZATION OF FINANCIAL REPORTS IN THE FRAMEWORK OF INCREASING PRODUCTIVITY Yunita, Nur Afni; Nurhasanah; Rany Gesta Putri Rais; Awaliyah, Fitri; Asvia, Meulu
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 3 No. 3 (2023): November 2023 - February 2024
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/irpitage.v3i3.1264

Abstract

The role of women experiences obstacles in mastering digital media, both in the field of marketing and creating digital financial reports, which becomes an obstacle in increasing productivity, therefore the team created training on creating e-commerce and preparing computer-based accounting financial reports. Community Empowerment Services activities are carried out using 4 (four) methods, namely the first method of identification includes theoretical study activities, the second method consists of searching for partners by conducting field observations and interviews regarding problems faced by partners within the scope of e-commerce and digitalization of financial reports. The third method is in the form of partner assistance training in the form of MSMEs E-Commerce and digital financial reports that use accounting computer applications as a means of increasing productivity. Furthermore, in the fourth method, evaluation is carried out so that the training carried out is right on target in accordance with the objectives of Community Empowerment Services activities.
FENOMENA PERALIHAN USAHATANI MANGGA KE PADI DI KECAMATAN SEDONG, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT Saefudin, Bobby Rachmat; Rasmikayati, Elly; Dwirayani, Dina; Awaliyah, Fitri; AD Rachmah, AD Rachmah
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3156

Abstract

Mangga merupakan jenis buah yang diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga agribisnis mangga seharusnya dapat memberikan keuntungan yang besar bagi petani mangga. Namun demikian, saat ini banyak petani mangga di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon mulai meninggalkan usahatani mangga dan beralih ke usahatani padi. Tujuan penelitian ini diantaranya adalah menganalisis perbedaan karakteristik petani yang bertahan dalam usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi dan mengkaji penyebab petani memutuskan untuk tetap bertahan pada usahatani mangga atau beralih ke usahatani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kepada sampel petani di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 30 orang petani yang melakukan usahatani mangga dan pernah melakukan usahatani padi dan 35 orang untuk petani mangga yang beralih ke padi. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas mangga, penggunaan teknologi off season, status penguasaan lahan mangga, luas lahan mangga, pendapatan usahatani mangga dan keanggotaan kelompok tani mangga antara petani mangga yang bertahan di usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi. Petani mangga yang bertahan umumnya merupakan petani skala besar dan memiliki tingkat adopsi yang tinggi. Petani mangga yang beralih ke padi uumnya merupakan petani skala kecil dengan tingkat adopsi teknologi yang rendah. Sementara itu, pendapatan yang tinggi menjadi alasan petani untuk tetap melanjutkan usahatani mangga. Namun disisi lain, keterbatasan modal merupakan alasan terbesar dibalik keputusan petani mangga yang beralih ke usahatani padi.  Kata Kunci: Peralihan Usahatani, Alih Usahatani, Petani Mangga, Usahatani Padi.  
Efisisensi Pemasaran Komoditas Mangga Gedong Gincu Di Kabupaten Cirebon Awaliyah, Fitri; Saefudin, Bobby Rachmat
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3543

Abstract

Mangga gedong gincu merupakan komoditas unggulan yang dikembangkan di Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran pemasaran mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon, menganalisis margin pemasaran, profit marjin farmer’s share dan efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran mangga gedong gincu yang terjadi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik snowball sampling, teknik pengambilan data menggunakan metide wawancara dan focus group discussion . Metode analisis data menggunakan analisis saluran pemasaran, analisis marjin pemasaran, analisis farmer’s share dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 saluran pemasaran pada pemasaran mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon yang melibatkan beberapa lembaga pemasaran antara lain petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang pengecer, pedagang luar pulau, pedagang retail modern dan eksportir. Marjin pemasaran dan profit marjin terbesar terjadi pada eksportir. Persentse farmer’s share tertinggi berada pada saluran pemasaran yang memlalui kios pengecer dan pasar luar pulau. Efisiensi pemasaran terjadi pada semua saluran, namun hasil analisis menunjukkan saluran pemasaran melalui kios pengecer dan pasar luar pulau mempunyai nilai paling efisien di banding saluran retail modern dan ekspor. Kata- kata Kunci : Efisiensi, pemasaran, mangga, gedong gincu, Cirebon.
Analisis Usahatani Jagung Pipilan Berdasarkan Status Penguasaan Lahan di Desa Babakanloa Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut Lestari, Nur Intan; Erawan, Wahid; Awaliyah, Fitri; Febrianti, Tintin
Paradigma Agribisnis Vol 4 No 2 (2022): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v4i2.6792

Abstract

ABSTRAK Tanaman Jagung Pipilan merupakan komoditas tanaman pangan unggulan di Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usahatani jagung pipilan berdasarkan status penguasaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Babakanloa Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut pada bulan Oktober sampai November 2021. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan persentase pengambilan sampel 10% dari jumlah populasi, sehingga diperoleh sampel petani pemilik 18 orang, dan petani penyakap 18 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menganalisis biaya produksi usahatani, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani pemilik sebesar Rp 19.210.239/Ha/Musim Tanam, sedangkan petani penyakap sebesar Rp. 11.145.867/Ha/Musim Tanam. Sistem bagi hasil usahatani jagung pipilan di daerah penelitian untuk petani penyakap adalah 50% dari hasil keseluruhan hasil produksi. Usahatani jagung pipilan yang dijalankan oleh petani pemilik dan petani penyakap layak untuk diusahakan dengan rata-rata nilai R/C rasio sebesar 1,6 untuk petani pemilik, dan nilai R/C rasio sebesar 1,3 untuk petani penyakap. Kata kunci: Analisis Usahatani, Jagung Pipilan, Status Penguasaan Lahan.
Analisis Model Bisnis Koperasi Eptilu Dengan Pendekatan Business Model Canvas Ridwan, Muhamad; Awaliyah, Fitri; Adinasa, Muhammad Nu'man; Febrianti, Tintin
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6 No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.3288

Abstract

Koperasi Eptilu merupakan koperasi pertanian dengan kemitraan Closed Loop yang memproduksi produk hortikultura bersifat sustainable (berkelanjutan) dengan model bisnis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model bisnis Koperasi Eptilu saat ini, serta untuk memetakan dan mengevaluasi model bisnis Koperasi Eptilu ke dalam pendekatan Business Model Canvas. Penelitian ini merupakan studi kasus pada sebuah koperasi pertanian, dilakukan pada bulan Agustus 2023 yang berlokasi di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Objek penelitian ini meliputi pemilik, karyawan, maupun aktivitas yang terjadi di Koperasi Eptilu. Pengambilan data dilakukan secara Focus Group Discussion (FGD) dengan observasi secara langsung dan melakukan wawancara mendalam terhadap responden dengan panduan kuesioner. Penelitian ini difokuskan pada pemetaan model bisnis Koperasi Eptilu saat ini dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas, berisikan sembilan blok elemen utama dalam model bisnis yang mencakup Segmentasi Konsumen, Proporsi Nilai, Saluran Pemasaran, Hubungan Dengan Konsumen, Aliran Pendapatan, Sumber Daya Kunci, Kegiatan Kunci, Rekanan Kunci, dan Struktur Pembiayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototype Business Model Canvas menggambarkan model bisnis Koperasi Eptilu saat ini.
CHARACTERISTICS OF DAIRY COW FARMERS AND FARM INCOME IN TWO AGROECOSYSTEMS Kusmayadi, Tendy; Awaliyah, Fitri
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 2 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i2.42862

Abstract

Nowadays, the roles of dairy farm still become side business even though there are some people who already make it become main business. This study aims to examine the characteristics of farmers, income, revenue and cout ratio (R/C) of dairy farming in two different agroecosystems in Garut Regency. This study used the survey method. In total, there were 18 farmers in the dry land wetland agroecosystem (AES DL-Rainfed), and 95 farmers in the irrigated dryland agroecosystems (AES DL-IRF). Data were analyzed using the income formula, comparative analysis between revenues and cout s (R / C ratio). To test for differences in income and the R/C ratio, the student T-test was tested and explained descriptively. The results of a study conducted on dairy cow farmers at AES DL-Rainfed and AES DL-IRF in Garut Regency, it can be concluded that: farmers’ characteristics, age, and education at AES DL-Rainfed are good, while dairy cow farmers at AES DL-IRF are more experienced and results showed that the income of AES DL-Rainfed farmers had higher income than AES DL-IRF farmers. The ratio of business cout receipts shows that the dairy cow business in AES DL-IRF is more efficient than in (AES DL-Rainfed).
Analisis Pendapatan dan Nilai Tambah Industri Pengolahan Minyak Daun Cengkeh di Kabupaten Garut Erawan, Wahid; Awaliyah, Fitri; Rusyana, Andi; Febrianti, Tintin
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21933

Abstract

Garut Regency is one of the clove-producing areas in West Java with a fairly large area and high production. The development of clove crops is not only focused on increasing the production of traditional commodities, but has shifted towards diversifying processed products such as essential oils that have economic value. This study aims to determine the costs, revenues, and income, as well as the added value of the clove leaf oil processing industry in Garut Regency. The study was conducted using a quantitative descriptive method with the object of study being the clove leaf oil processing business in Panyindangan Village, Cisompet District, Garut Regency. The results show that the production costs incurred by the company for the clove leaf oil processing business per year (96 production periods) amounted to IDR 135,711,200 with revenues of IDR 328,320,000, and the company's profit amounted to IDR 192,548,800. The added value from the clove leaf oil processing business per production process obtained a total output of 19 kg of clove leaf oil from 480 kg of clove leaf raw material input, with the production providing an added value of IDR 4,688 with a high added value ratio of 65.112%.
Kontribusi agribisnis manggis terhadap pendapatan rumah tangga petani di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang Putri S Kamila; Wahid Erawan; Fitri Awaliyah; Tintin Febrianti; Muhammad Nu’man Adinasa
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v13i1.13933

Abstract

Mangosteen (Garcinia mangostana L.) is Indonesia's leading tropical horticultural commodity with increasing market demand. West Java, particularly Tasikmalaya Regency, is known as a major production centre. In Tasikmalaya, especially in Pusparahayu Village is a mangosteen producing area with the majority of the harvest for export. This underlines the great opportunity for mangosteen agribusiness to improve farmers' welfare. However, the seasonal nature of the harvest raises questions about the stability of farmers' income to build permanent assets. This phenomenon indicates that the complex management strategy of mangosteen agribusiness beyond harvest needs to be studied in depth. Previous research tends to focus on farm income, without highlighting the important role of post-harvest activities by farmers. This study analysis the socioeconomic characteristics of mangosteen farmers and the contribution of mangosteen agribusiness to farmers' household income in Pusparahayu Village. A descriptive quantitative approach was used through a survey of 30 respondent farmers, selected based on a minimum of 10 years of mangosteen farming experience. Primary data were collected via interviews and observations; secondary data from literature review. Data analysis included calculation of production costs, revenue, profit, and household income from various sources (on-farm, off-farm, non-farm). Results showed that the majority of farmers were over 44 years old (56.67%) with primary school education, mangosteen farming experience averaged 10-20 years. Mangosteen agribusiness contributes dominantly, reaching 97.9% of farmers' total household income, consisting of 33.48% farming and 64.42% post-harvest. Side jobs such as self-employment, trading, or farm labour also support income outside the harvest season.
KAJIAN KAPASITAS PETANI DALAM PENGEMBANGAN AGROFORESTRI DI KECAMATAN CISURUPAN Wahid Erawan; Fitri Awaliyah
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 9 No 1 (2026): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v9i1.43799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas petani dalam pengembangan agroforesti melalui kapasitas teknis, manajerial, finansial, pemasaran, sosail, inovasi dan adaptasi, serta keberlanjutan ekonomi, lingkungan dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner berskala likert. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, analisis deskriptif, dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas petani memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap pengembangan agroforestri. Kapasitas teknis dan manajerial berperan penting dalam pengelolaan usaha agroforestri, sedangkan kapasitas pemasaran dan kerja sama kelembagaan masih menjadi kendala dalam peningkatan pendapatan petani. Selain itu, inovasi dan adaptasi petani berkontribusi terhadap keberlanjutan agroforestri dari aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas petani melalui pelatihan, pendampingan, akses pembiayaan, dan penguatan kelembagaan guna mendukung pengembangan agroforestri yang berkelanjutan