Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Hasil Tembakau di Kabupaten Garut Awaliyah, Fitri; Kasmiyati, Kasmiyati
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 17, No 2 (2024): Jurnal Agribisnis Terpadu
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jat.v17i2.30612

Abstract

Jawa Barat sebagai salah satu provinsi sentra produksi tembakau mempunyai peranan penting dalam industry hasil tembakau tersebut karena mempunyai varietas – varietas yang unggul. Salah satu Kabupaten yang mempunyai produksi tembakau tertinggi di Jawa Barat adalah Kabupaten Garut. Tembakau merupakan komoditas pertanian yang memiliki sifat mudah rusak. Karakteristik tersebut menyebabkan tembakau perlu diolah terlebih dahulu. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mennganalisis nilai tambah dari berbagai produk olahan hasil tembakau yang ada di Kabupaten Garut.  Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani Sawargi 1 Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan pertimbangan bahwa Kelompok Tani Sawargi 1 merupakan salah satu kelompok tani yang aktif memproduksi berbagai produk olahan hasil tembakau di Kabupaten Garut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh wawancara dengan pengurus Kelompok Tani Sawargi 1. Data sekunder diperoleh data Direktorat Jenderal Perkebunan, Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian ESDM Kabupaten Garut. Teknik analisis data dilakukan yaitu dengan analisis perhitungan nilai tambah dengan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 produk hasil olahan tembakau yang diproduksi Kelompk Tani Sawargi I yaitu tembakau krosok, tembakau Rajang kasar dan tembakau mole. Tembakau mole mempunyai proses produski paling lama diantara produk lainnya, dan mempunyai hasil konversi terendah yaitu 0,12, dengan penggunaan tenaga kerja terbanyak. Namun meskipun begitu tembakau mole menghasilkan nilai tambah paling tinggi dengan kriteria nilai tambah yang tinggi untuk produksi hasil produksi olahan tembakau yang ada di Kelompok Tani Sawargi I. 
Analisis Manajemen Risiko Terhadap Pengiriman Barang Pada JNE Cabang Medan Amplas (Amplas Trade Center) Awaliyah, Fitri; Devi, Syahrani
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i3.2024.1271-1278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada pengiriman barang di JNE Cabang Medan Amplas (Amplas Trade Center). Penelitian dilakukan dari Juli hingga Agustus 2024 di JNE Cabang Medan Amplas, Sumatra Utara. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berdasarkan filosofi postpositivisme. Data diperoleh melalui wawancara langsung dan studi literatur sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi proses pengiriman, wawancara dengan pimpinan dan karyawan, serta dokumentasi dan kajian pustaka. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi dan menjelaskan risiko operasional secara rinci. Risiko yang dihadapi JNE termasuk risiko sosial, fisik, dan persaingan. Kendala yang sering terjadi adalah keterlambatan, kesalahan alamat, kerusakan, dan kehilangan barang. JNE menerapkan Syarat Standar Pengiriman (SSP) untuk meminimalisir risiko. Kesimpulan menunjukkan bahwa risiko utama berasal dari faktor sosial, fisik, pelanggan, dan persaingan, dengan kendala utama adalah keterlambatan, kesalahan alamat, kerusakan, dan kehilangan barang. Rekomendasi bagi konsumen adalah menulis alamat dengan jelas dan mengemas barang dengan baik sebelum pengiriman.Kata kunci:  Manajemen Risiko, Pengiriman Barang, JNE Medan Amplas
Status Keberlanjutan Agribisnis Aren di Kabupaten Garut: Pendahuluan, Metode penelitian, Hasil dan pembahasan, Kesimpulan, Ucapan terima kasih, Daftar pustaka Yuslam Fauzan, Muhammad Irfan; Awaliyah, Fitri
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41932

Abstract

Sustainability of sugar palm agribusiness is a strategic topic in Garut Regency because of its significant role in supporting the local economy and maintaining environmental balance. This research aims to evaluate the sustainability status of sugar palm agribusiness through analysis of ecological, economic and social aspects. The research method uses a quantitative approach with descriptive statistical analysis based on primary and secondary data. The research respondents consisted of 30 sugar palm farmers who were selected using purposive sampling based on certain criteria. The research results show that the ecological aspect has a good level of sustainability, supported by the use of organic fertilizer, low use of pesticides, and optimal soil absorption capacity. The economic aspect is also at a fairly good level of sustainability because sugar palm makes a significant contribution to farmers' income, even though there are obstacles in access to capital and marketing. On the other hand, social aspects still require more attention due to weak farmer participation in management, minimal institutional support, and lack of information regarding agribusiness sustainability. Overall, sugar palm agribusiness in Garut Regency has the potential for positive sustainability, but to achieve this strategic steps are needed such as strengthening institutions to assist farmers, increasing market access so that sugar palm products are more competitive, developing sustainable technological innovation, and encouraging active involvement of farmers in agribusiness management. It is hoped that this integrated step can support the sustainability of sugar palm agribusiness in a comprehensive, optimal, holistic and sustainable manner.
Efisiensi Ekonomi Usaha Gula Aren Serta Faktor Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pendapatannya di Kabupaten Garut Suryo Arifianto, Dimas; Awaliyah, Fitri; Nu'man Adinasa, Muhamad
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41946

Abstract

Arenga pinnata Merr, or the sugar palm, is a high-value economic commodity from the Arecaceae family, whose success in development is highly influenced by the environment where it is cultivated. This study aims to assess the efficiency of the sugar palm processing business and identify the most influential factors, the results of which could serve as a foundation for policymakers and stakeholders in formulating policies to improve sugar palm business efficiency. The research uses a quantitative approach supported by qualitative interpretation, conducted in three sub-districts in Garut Regency: Cisewu, Bungbulang, and Pakenjeng, chosen through purposive sampling. Primary data was obtained through surveys, direct observation, and in-depth interviews with palm farmers, focus group discussions (FGD), while secondary data came from trusted sources, Agricultural Statistics, and scientific literature. Sampling was carried out using purposive sampling with 30 respondents. Data analysis employed descriptive statistics through several analytical methods, including Data Envelopment Analysis, Cost-Benefit Analysis, Economies of Scale, and Linear Regression Analysis. The DEA results show that the majority of sugar palm farmers (99.3%) are efficient, and 63.3% experience Economies of Scale, where costs per unit are low but production is maximal, indicating efficiency in operations. These results are also supported by a Cost-Benefit Ratio of 2.92. The factor significantly affecting income is the number of sugar palm trees owned, highlighting the importance of increasing productivity through tree addition. However, all respondents still rely on natural growth without organized seedling programs.
FENOMENA PERALIHAN USAHATANI MANGGA KE PADI DI KECAMATAN SEDONG, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT Bobby Rachmat Saefudin; Elly Rasmikayati; Dina Dwirayani; Fitri Awaliyah; AD Rachmah AD Rachmah
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3156

Abstract

Mangga merupakan jenis buah yang diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga agribisnis mangga seharusnya dapat memberikan keuntungan yang besar bagi petani mangga. Namun demikian, saat ini banyak petani mangga di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon mulai meninggalkan usahatani mangga dan beralih ke usahatani padi. Tujuan penelitian ini diantaranya adalah menganalisis perbedaan karakteristik petani yang bertahan dalam usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi dan mengkaji penyebab petani memutuskan untuk tetap bertahan pada usahatani mangga atau beralih ke usahatani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kepada sampel petani di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 30 orang petani yang melakukan usahatani mangga dan pernah melakukan usahatani padi dan 35 orang untuk petani mangga yang beralih ke padi. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas mangga, penggunaan teknologi off season, status penguasaan lahan mangga, luas lahan mangga, pendapatan usahatani mangga dan keanggotaan kelompok tani mangga antara petani mangga yang bertahan di usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi. Petani mangga yang bertahan umumnya merupakan petani skala besar dan memiliki tingkat adopsi yang tinggi. Petani mangga yang beralih ke padi uumnya merupakan petani skala kecil dengan tingkat adopsi teknologi yang rendah. Sementara itu, pendapatan yang tinggi menjadi alasan petani untuk tetap melanjutkan usahatani mangga. Namun disisi lain, keterbatasan modal merupakan alasan terbesar dibalik keputusan petani mangga yang beralih ke usahatani padi.  Kata Kunci: Peralihan Usahatani, Alih Usahatani, Petani Mangga, Usahatani Padi.  
Efisisensi Pemasaran Komoditas Mangga Gedong Gincu Di Kabupaten Cirebon Fitri Awaliyah; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3543

Abstract

Mangga gedong gincu merupakan komoditas unggulan yang dikembangkan di Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran pemasaran mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon, menganalisis margin pemasaran, profit marjin farmer’s share dan efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran mangga gedong gincu yang terjadi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik snowball sampling, teknik pengambilan data menggunakan metide wawancara dan focus group discussion . Metode analisis data menggunakan analisis saluran pemasaran, analisis marjin pemasaran, analisis farmer’s share dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 saluran pemasaran pada pemasaran mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon yang melibatkan beberapa lembaga pemasaran antara lain petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang pengecer, pedagang luar pulau, pedagang retail modern dan eksportir. Marjin pemasaran dan profit marjin terbesar terjadi pada eksportir. Persentse farmer’s share tertinggi berada pada saluran pemasaran yang memlalui kios pengecer dan pasar luar pulau. Efisiensi pemasaran terjadi pada semua saluran, namun hasil analisis menunjukkan saluran pemasaran melalui kios pengecer dan pasar luar pulau mempunyai nilai paling efisien di banding saluran retail modern dan ekspor. Kata- kata Kunci : Efisiensi, pemasaran, mangga, gedong gincu, Cirebon.
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Premium Segmen Hotel Restoran dan Katering (Kasus di Dekakebon) Imelia Putri; Fitri Awaliyah; Muhamad Numan Adinasa
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 2 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i2.10320

Abstract

Dekakebon merupakan produsen sayuran premium yang menghadapi tantangan dalam memanfaatkan peluang pasar yang besar, namun Dekakebon masih menghadapi kesulitan dalam memenuhi permintaan konsumen, ditambah dengan tingginya tingkat persaingan dari para kompetitor. Selain itu, penetapan harga yang ditetapkan oleh Dekakebon untuk sayuran premium cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan harga sayuran premium di pasar sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis gambaran konsumen Dekakebon (2) Mengetahui pengaruh bauran pemasaran 4P (Product, Price, Place, Promotion) di Dekakebon. Populasi dalam penelitian ini yaitu 30 orang yang merupakan konsumen Dekakebon pada segmen pasar Horeka, dan teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dimana seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan bantuan kuesioner terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gambaran konsumen Dekakebon responden berasal dari segmen restoran (86,7%), seperti restoran cepat saji, rumah makan, dan café, yang membutuhkan bahan baku segar dan berkualitas tinggi. Hasil penelitian juga menujukkan bahwa secara parsial variabel produk, tempat dan promosi yang dilakukan oleh Dekakebon selama ini dalam usahanya sangat berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan keputusan pembelian sayuran premium oleh Horeka. Bauran pemasan yang dijalankan oleh Dekakebon mempunyai pengaruh simultan terhadap keputusan pembelian. Dengan tingkat nilai koefisien determinasi adalah 0,770 artinya besarnya nilai koefisien determinasi tersebut menyatakan bahwa variabel produk, harga, tempat dan promosi mampu menjelaskan variabel keputusan pembelian sebesar 77%.
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Premium Segmen Hotel Restoran dan Katering (Kasus di Dekakebon) Putri, Imelia; Awaliyah, Fitri; Muhamad Numan Adinasa
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 2 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i2.10320

Abstract

Dekakebon merupakan produsen sayuran premium yang menghadapi tantangan dalam memanfaatkan peluang pasar yang besar, namun Dekakebon masih menghadapi kesulitan dalam memenuhi permintaan konsumen, ditambah dengan tingginya tingkat persaingan dari para kompetitor. Selain itu, penetapan harga yang ditetapkan oleh Dekakebon untuk sayuran premium cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan harga sayuran premium di pasar sejenis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis gambaran konsumen Dekakebon (2) Mengetahui pengaruh bauran pemasaran 4P (Product, Price, Place, Promotion) di Dekakebon. Populasi dalam penelitian ini yaitu 30 orang yang merupakan konsumen Dekakebon pada segmen pasar Horeka, dan teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dimana seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan bantuan kuesioner terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gambaran konsumen Dekakebon responden berasal dari segmen restoran (86,7%), seperti restoran cepat saji, rumah makan, dan café, yang membutuhkan bahan baku segar dan berkualitas tinggi. Hasil penelitian juga menujukkan bahwa secara parsial variabel produk, tempat dan promosi yang dilakukan oleh Dekakebon selama ini dalam usahanya sangat berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan keputusan pembelian sayuran premium oleh Horeka. Bauran pemasan yang dijalankan oleh Dekakebon mempunyai pengaruh simultan terhadap keputusan pembelian. Dengan tingkat nilai koefisien determinasi adalah 0,770 artinya besarnya nilai koefisien determinasi tersebut menyatakan bahwa variabel produk, harga, tempat dan promosi mampu menjelaskan variabel keputusan pembelian sebesar 77%.
Potensi Agribisnis Komoditas Hortikultura Unggulan Kabupaten Garut Wahid Erawan; Awaliyah, Fitri; Hakim, Lukmanul
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 1 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i1.42740

Abstract

Pertanian saat ini merupakan sektor yang memiliki peran sangat penting untuk Kabupaten Garut, karena sektor mempunyai kontribusi tertinggi pada PDRB Kabupaten Garut yang angka kontribusinya mencapai 31% setiap tahunnya. Namun hal tersebut tidak sejalan dengan kondisi perekonomian petani yang masih mempunyai pendapatan yang rendah. Salah satu pembangunan pertanian yang efektif adalah berbasis potensi dan komoditas unggulan yang dipunyai tentunya ditentukan untuk meningkatkan implikasinya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah untuk menganalisis penentuan komoditas unggulan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersifat time series terkait data produksi komoditas hortikultura Kabupaten Garut selama 3 hingga 5 tahun terakhir yang bersumber dari data BPS Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan data kualitatif, Location Quotient dan Dinamic Location Quotient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 7 komoditas sayuran di Kabuoaten Garut yang mempunyai keunggulan produksi dengan nilai LQ > 1 antara lain komoditas kentang, cabai besar, cabai rawit, kubis, sawi, tomat, wortel. Ada 6 komoditas buah-buahan yang berpotensi untuk dikembangkan karena besarnya angka produksi di Kabupaten Garut antara lain komoditas alpukat, jeruk siam, pisang, sirsak, buah naga dan lemon. Sedangkan untuk komoditas biofarmaka ada 3 komoditas yang unggul produksinya yaitu jahe, kunyit dan lempuyang. Analisis DLQ menunjukkan bahwa ada beberapa komoditas sayuran yang mempunyai prospek yang sangat kuat yaitu melinjo dan labu siam. Komoditas buah-buahan yang mempunyai prospek sangat kuat yaitu lemon, salak dan manggis. Komoditas biofarmaka yang prospektif untuk dikembangkan adalah laos, lempuyang, kunyit, jahe dan kapulaga.
Menghidupkan Semangat Literasi Anak Melalui Taman Baca Masyarakat di Desa Citapen Abhyasa, Muhamad Fikri; Sulistianingsih, Diah Ayu; Awaliyah, Fitri; Feriska, Debby; Firmana, Iif
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.312

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dalam melaksanakan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) yakni aspek pengabdian. Melalui kegiatan PKM ini diharapkan para mahasiswa mendapatkan pengalaman yang nyata saat berada di masyarakat. Salah satu program yang di lakukan oleh mahasiswa di desa citapen adalah Taman Baca Masyarakat yang di lakukan selama proses PKM berlangsung. Yang dimana di Desa Citapen ini memiliki permasalahan dalam rendahnya minat baca. Berdasarkan hasil observasi awal Tim PKM bahwa sekitar 70% anak – anak di desa citapen lebih sering bermain gadget dibandingkan dengan membaca buku. Hal tersebut diperparah dengan adanya perpustakaan desa yang rata – rata jumlah pengunjung per bulannya hanya 3 pengunjung. Proses kegiatan ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) yang meliputi kegiatan identifikasi atau observasi, perencanaan dan tindakan, implementasi, monitoring dan evaluasi, serta refleksi untuk keberlangsungan program. Kegiatan dimulai dengan survei kebutuhan masyarakat dan anak – anak, lalu dengan perizinan hingga peresmian taman baca, pelaksanaan kegiatan serta monitoring untuk evaluasi kegiatan dan penjagaan untuk keberlangsungan taman baca yang ada di desa citapen. Hasil yang di peroleh mendapatkan hasil yang cukup memuaskan, dimana antusiasme dari masyarakat dan anak – anak sangat tinggi yang ditunjukkan dengan hasil kuesioner yang didapat sebanyak 97% anak – anak dan masyarakat merasa puas dan seakan – akan keluar dari zona gadget yang berlebih. Kemudian dengan ditunjuknnya kepengurusan TBM di Desa Citapen, hingga saat ini keberlangsungan taman baca tetap terjaga..