Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Hermeneutika Kontekstual: Menafsirkan Ulang Ayat-Ayat Gender Dalam Al-Qur'an Untuk Konteks Kontemporer Fahmi Azis Lukianto; Abdul Matin Bin Salman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4288

Abstract

Artikel ini mengkaji reinterpretasi ayat-ayat gender dalam Al-Qur'an melalui pendekatan hermeneutika kontekstual. Wacana gender dalam Islam telah lama menjadi bahan perdebatan, terutama terkait ayat-ayat yang seringkali dipahami secara harfiah dan diterapkan secara kaku tanpa mempertimbangkan konteks historis dan sosial-budayanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika untuk menganalisis interpretasi klasik dan kontemporer terhadap ayat-ayat terkait gender. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika kontekstual menawarkan ruang interpretasi yang lebih progresif dengan tetap mempertahankan keaslian teologis Al-Qur'an. Pendekatan ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip egaliter Islam dapat diaktualisasikan melalui pemahaman yang komprehensif tentang asbāb al-nuzūl, maqāṣid al-sharī'ah, dan dialektika antara nilai-nilai universal dan konteks lokal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemikiran Islam yang responsif terhadap tantangan kontemporer dengan tetap menjunjung tinggi semangat keadilan dan kesetaraan yang diajarkan Al-Qur'an
Pemikiran Abū Rayyah Tentang Kodifikasi Hadits : Telaah Historis dan Implikasinya Bagi Generasi Muslim Rosiana Mahari Rosada; Abdul Matin Bin Salman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pemikiran Abu Rayyah mengenai Kodifikasi Hadits, serta implikasinya bagi generasi Muslim. Yang mana pemikiran Abu Rayyah dikenal kontroversial sehingga dapat melemahkan iman umat Islam. Melalui pendekatan kualitiatif yaitu kepustakaan, penelitian ini mengkaji dari berbagai hadits mengenai pemikiran Abu Rayyah dan kaitannya dengan generasi Muslim. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pemikiran Abū Rayyah mengenai kodifikasi hadits menegaskan perlunya sikap kritis terhadap riwayat hadits, terutama terkait otentisitas dan kemungkinan adanya distorsi dalam proses periwayatan. Ia tidak menolak sunnah secara mutlak, melainkan hanya mengkritisi hadis-hadis ahad yang dianggap bertentangan dengan Al-Qur’an, akal sehat, maupun fakta sejarah. Dari sini, dapat dipahami bahwa Abū Rayyah sesungguhnya berupaya menjaga kemurnian sunnah Nabi melalui pendekatan kritis. Implikasi bagi generasi Muslim adalah pentingnya kesadaran kritis dalam memahami hadits, pemanfaatan kajian multidisipliner, serta perlunya reformasi dalam pendidikan Islam.
Teori Double Movement Sebagai Paradigma Penafsiran Keadilan Sosial Islam: Studi Atas Ayat-Ayat Riba Dan Zakat Dalam Ulumul Qur’an Rika Nurhidayah; Abdul Matin Bin Salman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4566

Abstract

Urgensi reinterpretasi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan riba dan zakat dalam konteks sosial ekonomi modern yang dinamis. Penafsiran tekstual semata sering kali belum mampu menjawab problematika ketimpangan dan eksploitasi ekonomi yang berkembang dalam masyarakat kontemporer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Teori Double Movement Fazlur Rahman sebagai paradigma penafsiran keadilan sosial Islam, dengan meninjau ayat-ayat riba dan zakat melalui perspektif Ulumul Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang menelusuri literatur tafsir klasik, modern, dan pemikiran Fazlur Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan riba dan kewajiban zakat tidak sekadar merupakan ketentuan hukum ekonomi, melainkan representasi nilai-nilai moral universal yang menegaskan prinsip keadilan sosial dan kesejahteraan umat. Melalui gerakan ganda dalam Teori Double Movement, nilai-nilai moral Al-Qur’an dapat dikontekstualisasikan secara dinamis untuk menjawab tantangan ekonomi modern, termasuk pengembangan sistem keuangan syariah yang berkeadilan dan humanis. Dengan demikian, teori ini menawarkan paradigma penafsiran progresif yang menempatkan Al-Qur’an sebagai sumber etika sosial-ekonomi yang relevan sepanjang zaman.