p-Index From 2021 - 2026
6.506
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Religio : Jurnal Studi Agama-agama El Tarbawi AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan SYAHADAH : Jurnal Ilmu Al-Qur?an & Keislaman Mazahib al-Afkar, Journal For Islamic Studies TA'LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Reflektika Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Journal of Social Science Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Maharot : Journal of Islamic Education EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Ukazh : Journal of Arabic Studies Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Jurnal Pendidikan Islam LECTURES: Journal of Islamic and Education Studies Journal of Social Science Maqolat: Journal of Islamic Studies Al-Arfa: Journal of Sharia, Islamic Economics and Law AL-IKHSAN: Interdisciplinary Journal of Islamic Studie Ta'dib Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak Journal of Innovative and Creativity Maklumat: Journal of Da'wah and Islamic Studies Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Dinika: Academic Journal of Islamic Studies. Semesta: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Maharot : Journal of Islamic Education EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : reflektika

PEMBAJAKAN HADIS NABI: PEMIKIRIAN POLITIK KELOMPOK EKSTRIMIS INDONESIA ERA POLITIK MILENIAL Abdulmatin bin Salman
Reflektika Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v13i1.145

Abstract

Tulisan ini menggambarkan munculnya primordialisme ekstrim di ruang public untuk kepentingan politik. Fenomena primodialisme ini lazim terjadi sejak masa Islam zaman sahabat hingga saat ini. Penggunaan agama sebagai legitimator kekuasaan atau sebaliknya, merupakan hal yang lazim terjadi dalam agama dan kekuasaan manapun. Tidak heran, penggunaan simbol-simbol agama dalam konteks politik semakin ke sini semakin canggih secanggih media yang melahirkannya. Alih-alih dapat dideskripsikan, manuver politik melalui media era millenial bahkan tak dapat dikendalikan oleh siapapun. Konten politik dan agama tak kalah seru memenuhi hampir setiap media dan aplikasi yang tersajikan dengan cepat dan mudah. Tak peduli seberapa kuat akurasi data yang disajikan, yang terpenting adalah semangat menemukan manuver baru dalam rangka mengalahkan yang lain dan menjadi paling eksis. Kelompok politik ekstrimis-religius memasang dan mengunduh sumber-sumber keagamaan dan menyajikannya dalam konteks kepentingan politik tertentu. Materi-materi yang diunduh dan dipasang biasanya berkaitan erat dengan tafsir al-Quran dan hadis nabi. Lebih dari 60% argumen politik yang dibangun biasanya didasarkan pada sumber tidak valid atau setidaknya hasil pemahaman kurang akurat atas hadis nabi dan peristiwa-peristiwa kenabian. Simbol-simbol kenabian atau yang mengidentikkan seseorang atau kelompok kepada yang paling mirip dengan nabi pun dilakukan, meski tidak lazim dan masih semu bagi pemahaman awam. Menempatkan simbol-simbol agama dalam spanduk politik, dan menggunakan instrument ulama yang paling sunnah sebagai instrument untuk meningkatkan elektabilitas politik. Telah terjadi pergeseran fungsi agama dari posisinya sebagai pembimbing menjadi hanya instumen untuk mendapatkan kepentingan kekuasaan politik semata.