Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PENGARUH JUMLAH AGEN PENGIKAT SILANG TERHADAP KARAKTERISTIK SUPERABSORBEN ASAM AKRILAT TERCANGKOK SELULOSA DARI ALANG-ALANG (Imperata cylindrica) Sunardi Sunardi; Azidi Irwan; Asmianoor Latifah; Wiwin Tyas Istikowati; Abdul Haris
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.509 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v11i1.3169

Abstract

RASIO KANDUNGAN KALIUM DAN NATRIUM DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura Procumbens (Lour.) Merr.) BERDASARKAN UMUR DAN CARA PENGOLAHAN Khairun Athiya; Sunardi Sunardi; Khoerul Anwar
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.422 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v10i2.3166

Abstract

ANALISIS KOMPONEN SERAT PELEPAH SAGU (METROXYLON SAGO) DAN KAJIAN MORFOLOGI SELULOSANYA SETELAH OKSIDASI MENGGUNAKAN AMONIUM PERSULFAT Sunardi Sunardi; Nina Noviyanti; Wiwin Tyas Istikowati; Khoirun Nisa; Muslih Anwar
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.297 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.9724

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan kajian tentang analisis kandungan kimia pelepah sagu, delignifikasi dengan variasi konsentrasi NaOH dan bleaching dengan variasi konsentrasi H2O2 pada isolasi selulosa, serta proses oksidasi menggunakan amonium persulfat ((NH4)2S2O8) (APS) pada selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen serat pelepah sagu, pengaruh variasi konsentrasi NaOH pada proses delignifikasi dan H2O2 pada proses bleaching, dan mengetahui pengaruh penambahan amonium persulfat terhadap morfologi selulosanya. Analisis kandungan kimia pelepah sagu dilakukan dengan metode Chesson, delignifikasi dilakukan dengan variasi konsentrasi NaOH sebesar 5%; 7,5%; dan 10%, dan bleaching dilakukan dengan variasi konsentrasi H2O2 sebesar 10%; 15%; dan 20%. Proses oksidasi menggunakan amonium persulfat dilakukan pada konsentrasi 2M pada suhu 75°C selama 16 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia pelepah sagu yaitu ekstraktif larut air 16,41%; hemiselulosa 27,12%; selulosa 35,53%; dan lignin 18,25%; dan menunjukkan semakin tinggi konsentrasi NaOH dan H2O2 yang dipergunakan akan semakin banyak mendegradasi lignin dan hemiselulosa, sehingga semakin murni selulosa yang didapatkan. Morfologi selulosa setelah proses oksidasi menggunakan amonium persulfat memiliki diameter 41 µm yang teragregasi.
PARTISIPASI MILENIAL DALAM PENGELOLAAN LIMBAH BUDIDAYA JAMUR TIRAM (PEMBUATAN MEDIA TANAM SAYUR ORGANIK DI CV EEP JAMUR-BANJARBARU-KALIMANTAN SELATAN) Anang Kadarsah; Gunawan; Krisdianto; Aminuddin Prahatama Putra; Sunardi; Eko Suhartono
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.18796

Abstract

Facing various life challenges, including the impact of land conversion and climate change that is increasingly felt, millennials need to continue to prepare their abilities, including through the management of oyster mushroom cultivation waste. The purpose of this activity is to increase the millennial generation's insight and skills in utilizing oyster mushroom cultivation waste for organic vegetable growing media. This activity was carried out for two months (September - October 2021) at CV Eep Mushroom - Golf Village - Landasan Ulin District - Banjarbaru City - South Kalimantan. The three main activities include: 1) extracting information on business prospects for oyster mushroom cultivation and problems surrounding oyster mushroom waste, 2) technical guidance on composting, and 3) technical guidance on making planting media from mushroom baglog waste. The results of the activity show that 78% of the participants in this activity (millennials) are under 20 years old, there are more women (88%) than men, and Banjarbaru City is the place of origin for the most participants (66%). Participants stated that they got additional knowledge in the business potential of oyster mushrooms, how to cultivate mushrooms, how to make fertilizer, and how to make planting media from baglog waste. A total of 55.6% of participants claimed to know how to process oyster mushroom baglog waste. Meanwhile, from the skill aspect, 66.7% of participants stated that they had additional skills in the form of processing oyster mushroom baglog waste into fertilizer and planting media. ---  Menghadapi berbagai tantangan kehidupan termasuk dampak alih fungsi lahan dan perubahan iklim yang semakin terasa, milenial perlu terus mempersiapkan kemampuannya diantaranya melalui pengelolaan limbah budidaya jamur tiram. Tujuan kegiatan ini meningkatkan wawasan dan keterampilan generasi milenial dalam pemanfaatan limbah budidaya jamur tiram untuk media tanam sayur organik. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan (September – Oktober 2021) di CV Eep Jamur – Kelurahan Golf – Kecamatan Landasan Ulin – Kota Banjarbaru – Kalimantan Selatan.  Tiga kegiatan utama yang dilaksanakan meliputi: 1) penggalian informasi prospek bisnis budidaya jamur tiram dan permasalahan seputar limbah jamur tiram, 2) bimbingan teknis pembuatan pupuk kompos dan 3) bimbingan teknis pembuatan media tanam dari limbah baglog jamur. Hasil kegiatan menunjukkan: peserta kegiatan (milenial) ini sekitar 78% berumur di bawah 20 tahun, jenis kelamin perempuan lebih banyak (88%) daripada lelaki, dan Kota Banjarbaru menjadi tempat asal peserta terbanyak  (66%). Peserta menyatakan dapat pengetahuan tambahan dalam potensi bisnis jamur tiram, cara budidaya jamur, cara membuat pupuk serta cara membuat media tanam dari limbah baglog. Sebanyak 55,6% peserta mengaku mendapatkan pengetahuan cara mengolah limbah baglog jamur tiram. Sedangkan dari aspek keterampilan 66,7% peserta menyatakan mendapatkan keterampilan tambahan berupa cara mengolah limbah baglog jamur tiram menjadi pupuk dan media tanam.
Karakteristik Kayu Jelutung (Dyera costulata) dari Hutan Tanaman Rakyat di Kalimantan Tengah Wiwin Tyas Istikowati; Budi Sutiya; Sunardi Sunardi; Daniel Itta; Dahlia Nuraini Pasaribu; Lisa Andriana Kristy
JURNAL SELULOSA Vol 12, No 01 (2022): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25269/jsel.v12i01.346

Abstract

Kayu jelutung (<i>Dyera costulata</i>) merupakan salah satu jenis tanaman endemik di Kalimantan yang mulai langka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik pertumbuhan kayu jelutung yang dibudidayakan oleh masyarakat di Kalimantan Tengah di lahan gambut. Pengolahan lahan dengan tanpa bakar menjadikan hutan tanaman rakyat (HTR) ini ramah lingkungan. Sebanyak 38 pohon jelutung dari 1 blok HTR diukur diameter dan tinggi pohonnya, selanjutnya dikelompokkan dalam kategori pertumbuhan cepat, sedang, dan lambat. Dari masing-masing kelompok diambil 1 pohon yang memenuhi persyaratan. Sampel setebal 2 cm diambil dari ketinggian 1,3 m dari permukaan tanah dan setiap 2 meter ke arah ujung pohon untuk pengukuran kadar air (KA), berat jenis (BJ), anatomi kayu, nilai turunan serat, dan kandungan kimia kayu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kayu jelutung memiliki BJ rendah dan serat pendek sehingga termasuk kelas 2 untuk pembuatan pulp dan kertas. Kandungan kimia kayu jelutung menunjukkan kandungan ektraktif larut alkohol benzena yang cukup rendah dan bisa digunakan sebagai bahan baku pulp dan kertas. Selain itu, kayu jelutung juga sesuai untuk digunakan sebagai bahan kayu lapis. Characteristics of Jelutong Wood ((<i>Dyera costulata</i>) from Community Forest in Central KalimantanAbstractJelutong wood (<i>Dyera costulata</i>) is one of the endemic tree species in Kalimantan which is starting to become scarce. This research aims to analyze the growth characteristics of jelutong wood planted by the community in peatland in Central Kalimantan. Land processing without burning makes this community plantation forest environmentally friendly. Thirty-eight trees of jelutong from one block were measured diameter and three height, end then categorized to fast, medium, and slow-growing. One tree from each category was harvested. Two centimeters of the disk were collected from each harvested trees from a 1.3 meter height and continued every 2 meters to the peak of trees to measure water content, specific gravity, anatomical properties, derived wood, and chemical content of jelutong wood. From the analyses, jelutong has low specific gravity and short fibers, categorized into class two for pulp and paper raw materials. Extractive content in alcohol benzene from jelutong wood was low that preferable for pulp and paper. On the other hand, jelutong wood is suitable for plywood raw materials.
IDENTIFIKASI JENIS DAN BAGIAN TUMBUHAN OBAT PADA SUKU DAYAK NGAJU DI DESA MENTAYA SEBERANG KECAMATAN SERANAU KABUPATEN KOTAWARINGLN TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Muhammad Riza Fahlevi; Adi Rahmadi; Sunardi Sunardi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i3.5711

Abstract

This study aims to identify the types and parts of pIants that are useful as medicine for the Dayak Ngaju tribe in Mentaya Seberang ViIIage, Seranau District, East Kotawaringin Regency, CentraI KaIimantan Province. The data was obtained by using semi-structured interview technique and using a questionnaire with snowbaII sampIing technique. The resuIts of this study found as many as 25 species, namely Imperata (Imperata cylindrica L.), Leaf Sawang (Cordyline fruticosa L.), Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk), Shallot (Allium ascalonicum L.), Garlic (Allium sativum L.), .), Onion Dayak (Eleutherine bulbosa), Antidote Until (Tinospora crispa L.), Daun Bangun (Bryophylum pinnatum), Daun Dewa (Gynura divaricate), Guava (Psidium guajava), Ginger (Zingiber officulae), Jeringau (Acorus calamus) ), Lime (Citrus aurantifolia), Katuk (Sauroporus androgynous), Yellow Wood (Areangelesia flava L.), Kemunting (Rhodomyrtus tomentosa), Chinese Ketepeng (Senna alata), Cat's Whisker (Orthosiphon aristatus), Laos (Alpiria galangal), Aloe Vera (Aloe vera L.), Noni (Morinda citrifolia), Meniran (Phyllanthus ninuri L.), Cucumber (Cucumis sativus), Red Betel (Piper Crocatum), and Green Betel (Piper betle). The parts used for traditional medicine are leaves (44%), fruit (16%), rhizomes (16%), tubers (12%), roots (4%), stems (4%), and wood (4%).PeneIitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan bagian tumbuhan yang bermanfaat sebagai obat pada suku dayak ngaju di Desa Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi KaIimantan Tengah. Data diperoleh dengan teknik wawancara semi terstruktur dan menggunakan kuisioner dengan teknik snowball sampling. Hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 25 jenis yaitu yaitu AIang-aIang (lmperata cyIindrica L.), Daun Sawang (Cordyline fruticosa L.), Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk), Bawang Merah (AIIium  ascaIonicum L.), Bawang Putih (AIIium sativum  L.), Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa), Penawar Sampai (Tinospora crispa L.), Daun Bangun (Bryophylum pinnatum), Daun Dewa (Gynura divaricate), Jambu Biji (Psidium guajava), Jahe (Zingiber officulae), Jeringau (Acorus calamus), Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia), Katuk (Sauroporus androgynous), Kayu Kuning (Areangelesia flava L.), Kemunting (Rhodomyrtus tomentosa), Ketepeng Cina (Senna alata), Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus), Laos (Alpiria galangal), Lidah Buaya (AIoe vera L.), Mengkudu (Morinda citrifoIia), Meniran (Phyllanthus ninuri L), Mentimun (Cucumis sativus), Sirih Merah (Piper Crocatum), dan Sirih Hijau (Piper betIe). Bagian – bagian yang dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional yaitu daun (44%), buah (16%), rimpang (16%), umbi (12%), akar (4%), batang (4%), dan kayu (4%).
ANALISIS KANDUNGAN KIMIA KULIT BATANG SAGU (Metroxylon sagu Rottb.)SEBAGAI BAHAN BAKU PULP DAN KERTAS Purnama Lestari; Wiwin Tyas Istikowati; Sunardi Sunardi; Dede Heri Yuli Yanto; Widya Fatiasari; Riska Surya Ningrum
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i2.5371

Abstract

South Kalimantan is a province with a fairly large wetland area so that the population of non-timber forest products such as sago (Metroxylon sagu Rottb.) Is widely found. Sago are found along the rivers, especially swamps. A good environment for sago growth is a muddy area, where breath roots aren’t submerged, rich in minerals and organic matter, groundwater is brown and reacts slightly acidic. Freshwater sago growth requires several substances, including potassium, phosphate, calcium and magnesium. Sago is a humid tropical lowland species, which can naturally be found on land with an altitude of up to 700masl. The best growing conditions are at an average temperature of 26°C, relative humidity at 90%, and solar radiation around 9MJ/m2/day. Sago grow well at an altitude of up to 400masl. Above 400masl, sago growth is stunted and starch levels are low. At an altitude above 600masl, the height of the sago is about 6 meters. Utilization of sago in Kalimantan is still not optimal, especially in the midrib and bark of sago palms, sago leaves mostly are only used as a substitute for rope. Sago fronds and bark are cellulose producers can be used for other purposes, however, research related to the use of sago fronds and bark hasn’t been widely carried out. Therefore, in this research, chemical content analysis, making pulp and pulp sheets will be carried out as well as physical testing of the resulting pulp sheets to see their suitability as a source of raw materials for pulp and paperKalimantan Selatan merupakan provinsi dengan luasan lahan basah yang cukup besar sehingga populasi hasil hutan bukan kayu seperti tanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.) banyak ditemukan. Tanaman sagu banyak ditemukan di sepanjang sungai Kalimantan terutama daerah rawa-rawa. Daerah berlumpur merupakan lingkungan yang baik untuk tanaman sagu, yang dimana tidak terendam akar napasnya, kaya akakn mineral dan bahan organik, air tanah berwarna coklat dan bereaksi agak asam. Sagu air tawar memerlukan beberapa zat yaitu potasium, fosfat, kalsium, dan magnesium. Tanaman sagu merupakan spesies tumbuhan daerah tropis yang lembab, secara alamiah dapat ditemui pada lahan dengan ketinggian hingga 700 m dpl. Pertumbuhan tanaman sagu yang baik adalah pada suhu rata-rata 26oC, kelembaban relative level 90%, dan radiasi matahari sekitar 9 MJ/m2 per hari. Sagu  juga dapat tumbuh baik dengan ketinggian hingga 400 m dpl. Lebih dari 400 m dpl pertumbuhan sagu agak terhambat karena kadar patinya rendahkadar patinya rendah. Pada ketinggian di atas 600 m dpl, tinggi tanaman sagu sekitar 6 m.  Pemanfaatan tanaman sagu di Kalimantan masih kurang optimal terutama di bagian pelepah dan kulit batang sagu, sebagian besar pelepah sagu hanya digunakan sebagai bahan pengganti tali. Pelepah dan kulit batang sagu merupakan penghasil selulosa yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain, akan tetapi penelitian terkait pemanfaatan pelepah dan kulit batang sagu masih belum banyak dilakukan. Oleh karea itu, dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis kandungan kimia, pembuatan pulp, dan lembaran pulp serta pengujian fisik lembaran pulp yang dihasilkan untuk melihat kesesuaiannya sebagai sumber bahan baku pulp dan kertas
PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN KERAJINAN TAS DAN KERANJANG ROTAN (Calamus spp) PADA KELOMPOK LESTARI DI KOTA BUNTOK KABUPATEN BARITO SELATAN KALIMANTAN TENGAH Liya Regita; Sunardi Sunardi; Wiwin Tyas Istikowati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.554 KB) | DOI: 10.20527/jss.v3i2.1980

Abstract

One of the non-timber forest products known to the community is rattan. Rattan (Calamus spp) is used as a raw material for the handicraft industry, Kelompok Lestari is a small industry that has the skills in making rattan crafts in order to improve the family economy and play a role in utilizing human resources by utilizing business time in the field of rattan crafts. The development of the craft industry is aimed at expanding employment opportunities and utilizing natural resources and human resources and of course influenced by factors of productivity and income from crafting rattan produced. This study aims to analyze the amount of productivity and income in the rattan handicraft industry (Calamus spp) in the Kelompok Lestari in Buntok City, South Barito Regency, Central Kalimantan. This study uses the observation method in the center of rattan crafts and interview methods, namely interview activities using a questionnaire. The results obtained from this study are the average productivity of craftsmen of rattan bags woven products of 5.1 pieces/month and woven rattan baskets of 5.1 pieces/month. The average income of rattan woven craftsmen in one month is based on the type of rattan bag woven products of Rp.375,714.- and woven rattan basket is Rp.745,114.Keywords: Rattan (Calamus spp); Productivity; Income
FITOKIMIA 5 JENIS POHON DI KHDTK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT MANDIANGIN KALIMANTAN SELATAN Agung Wibisono; Sunardi Sunardi; Rosidah R Radam
Jurnal Sylva Scienteae Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.444 KB) | DOI: 10.20527/jss.v3i3.2175

Abstract

Aims of the study is to identify phytochemical components (alkaloid, flavonoid, saponin, quinone, triterpenoid, and tannin) of 5 species growth in University of Lambung Mangkurat (ULM) Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK = Education and Training Forest) area. These species are Madang Pirawas, Margatahan, Alaban Timbasu, Rawa Rawa Pipit, and Pulantan. Chemical analysis conducted in Wood Chemistry Laboratory, Faculty of Forestry ULM. The result shows that alkaloid component is found in Madang Pirawas, Margatahan, Alaban Timbasu, Rawa Rawa Pipit, and Pulantan’s leaves. Alaban Timbasu has more alkaloid than the others. Flavonoid component is found in Madang Pirawas, Margatahan, Rawa Rawa Pipit, and Pulantan’s leaves.Rawa Rawa Pipit has more flavonoid than the others. Saponin component is found in Madang Pirawas, Margatahan, Alaban Timbasu, Rawa Rawa Pipit, and Pulantan’s leaves. Pulantan has more saponin than the others. Quinone component is found in Madang Pirawas, Margatahan, Alaban Timbasu, Rawa Rawa Pipit, and Pulantan’s leaves. Madang Pirawas has more quinone than the others. Steroid component is found in Margatahan, Alaban Timbasu, and Rawa Rawa Pipit’s leaves. Alaban Timbasu has more steroid than the others.Triterpenoids component is found in Margatahan, Alaban Timbasu, and Rawa Rawa Pipit’s leaves. Alaban Timbasu has more triterpenoid than the others.Tannin component is found in Madang Pirawas, Margatahan, Rawa Rawa Pipit and Pulantan’s leaves. Rawa Rawa Pipit has more tannin than the others.
SIFAT FISIK DAN MEKANIK KAYU KURANG DIKENAL DARI HUTAN SEKUNDER, KALIMANTAN SELATAN, INDONESIA Muhammad Rais Arifin; Wiwin Tyas Istikowati; Sunardi Sunardi; Ishiguri Futoshi; Yokota Shinso; Anak Agung Ayu Ratih Frismanti
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5043

Abstract

The aim of this study is to obtain the basic wood properties of three lesser known species tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (Neolitsea firma) and merambung (Vernonia arborea)). Stem diameter at 1.3 m above the ground and tree height were measured on 3 trees from each species. Later, core samples were collected from all the measured trees. Using the core samples, the basic density (BD), moisture content (MC) and compressive strength with fractometer (fractometer II, IML, German) parallel to grain (CS) were measured. Mean values of BD of tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (N. firma) and merambun (V. arborea) were 0.59±0.02, 0.55±0.06 and 0.34±0.06, respectively. Mean values of MC of tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (N. firma) and merambung wood (V. arborea) were 22.77±0.10%, 37.10±0.01% dan 61.85±0.06%, respectively. Mean values of CS of tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (N. firma) and merambung (V. arborea) were 34.70±11.89 MPa, 32.00±3.39 MPa dan 15.02±4,06 MPa. There is a positive significant correlation between BD and CSPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi dasar dari kayu tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (Neolitsea firma), dan merambung (Vernonia arborea). Diameter diukur pada ketinggian 1,3 m dari permukaan tanah pada 3 pohon dari masing-masing spesies. Core sample diambil dari pohon yang telah diukur. Menggunakan core sample pengukuran kekuatan tekan dengan fractometer dilakukan dengan memotong core sample menjadi 5 mm interval. Core sample dengan 5 mm interval kemudian diletakkan pada alat fractometer (Fractometer II, IML, Jerman) dan ditekan sampai kayu tersebut retak dengan menggunakan alat tersebut. Hasil penelitian berat jenis dari kayu tengkook ayam, madang pirawas dan merambung secara berturut-turut yaitu 0,59±0,02, 0,55±0,06 dan 0,34±0,06. Hasil penelitian kadar air dari kayu tengkook ayam, madang pirawas dan merambung secara berturut-turut yaitu 22,77±0,10%, 37,10±0,01% dan 61,85±0,06%. Hasil penelitian kekuatan tekan pada kayu tengkook ayam, madang pirawas dan merambung secara berturut-turut yaitu 34,70±11,89 MPa, 32,00±3,39 MPa dan 15,02±4,06 MPa. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa korelasi antara berat jenis dengan kekuatan tekan yaitu 1. Artinya semakin besar berat jenisnya maka akan semakin besar juga kekuatan tekan yang dihasilkan
Co-Authors Abdullah Abdullah Adi Rahmadi Agung Wibisono Ahmad Arsyad Ahmad Budi Junaidi Al-Arofatus Naini Alfin Hikmaturrokhman Amelia Lestari Aminuddin Prahatama Putra Aminuddin Prahatama Putra Anak Agung Ayu Ratih Frismanti Anang Kadarsah Anang Kadarsah Arfianti Arfianti Asma Fauziah Asma Fauziah Asma Nadia Asmianoor Latifah Aulia Rahman Maulana Aurelia Monica Sari Azidi Irwan Budi Sutiya Budi Sutiya Budi Sutiya Chatimatun Nisa Dahlia Nuraini Pasaribu Danang Sudarwoko Adi Daniel Itta Darni Subari Dede Heri Yuli Yanto Dede Heri Yuli Yanto Desmalina Safitri Diana Ulfah Eko Suhartono Eny Dwi Pujawati Fatriani Fatriani Finki Dona Marleny Fitriana, Iin Noor Gunawan Hafizianor Hafizianor Hanna Habibah Henny Amelia Henny Arryati Ishiguri Futoshi Jeng Mas Ayu Devanda Buhang Kamilia Mustikasari Khairun Athiya Khoerul Anwar Khoirun Nisa Kholifatu Rosyidah Kissinger Kissinger Krisdianto Laksono Trisnantoro Lestari, Ratri Yuli Lilik Nofianti Lisa Andriana Kristy Liya Regita Lulu Choirun Nisa Lusyiani Lusyiani Mambang Mayori, Ersha Muhammad Alkaff Muhammad Arief Soendjoto Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Nursandi Muhammad Rais Arifin Muhammad Riza Fahlevi Muhammad Zulfadhilah Munadi Munadi Muslih Anwar Nadia, Asma Naini, Al-Arofatus Nina Noviyanti Noer Komari Nor Pana Yupa Nur Firda Trianda Nurwahdah Nurwahdah Nurwahdah, Nurwahdah Octaviana, Toto Betty Purnama Lestari Purnama Lestari Ratri Yuli Lestari Ricardus Anggi Pramunendar Rina Muhayah Noor Pitri Risaldi Ridwan Risaldi Ridwan Riska Surya Ningrum Riska Surya Ningrum Rizki Fitria Rodiansono Rodiansono Rosidah - Salsabila Aqila Putri Selvi Carolina Subhan Panji Cipta Suraida Suraida Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Syaifuddin Syaifuddin Totok Wianto Utami Irawati Violet Violet Widya Fatiasari Widya Fatriasari Wijaya, Eka Setya Wiwin Tyas Istikowati Yateman Arryanto Yateman Arryanto Yateman Yateman Arryanto Yokota Shinso Yudian Noorhakim Yulia Susanti Yuslena Sari, Yuslena Zainal Abidin