Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Isoterm Adsorpsi Metilen Biru pada Biochar Kulit Sagu (Metroxylon sagu) Henny Amelia; Rizki Fitria; Sunardi Sunardi
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 6, No 1 (2023): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v6i1.13746

Abstract

Abstract: Sago bark biomass waste was modified into biochar through pyrolysis with temperature variations of 500 ℃, 600 ℃ and 700 ℃ for 2 hours to increase the adsorption capability. This research aims is to know the adsorption isotherm model of methylene blue on sago bark biochar. The results showed that the adsorption capability of biochar increased comparing to the adsorption capability sago bark without pyrolysis process dan reached optimum adsorption condition at pH 9 for 10 minutes. The results of the analysis show that the adsorption of methylene blue on biochar is closer to the Freundlich isotherms model than to the Langmuir isotherm model. The adsorption capacity of methylene blue on pyrolysis biochar at temperature of 500 ℃, 600 ℃, and 700 ℃ respectively were 45,86; 46,22 and 46,90 mg/g.Abstrak: Limbah biomassa kulit sagu dimodifikasi menjadi biochar melalui pirolisis dengan variasi suhu 500 ℃, 600 ℃, dan 700 ℃ selama 2 jam untuk memperbaiki kemampuan adsorpsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola isoterm adsorpsi metilen biru pada biochar kulit sagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adsorpsi biochar terhadap metilen biru meningkat dibandingkan adsorpsi sebelum proses pirolisis dan mencapai kondisi optimum adsorpsi pada pH 9 selama 10 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa adsorpsi metilen biru pada biochar lebih mendekati model isoterm Freundlich dibanding model isoterm Langmuir. Kapasitas adsorpsi metilen biru pada biochar hasil pirolisis pada suhu 500 ℃, 600 ℃, dan 700 ℃ berturut-turut sebesar 45,86; 46,22 dan 46,90 mg/g.
Pengembangan Usaha Kerajinan Manik-manik dan Batu Alam di Banjarbaru Wiwin Tyas Istikowati; Sunardi Sunardi; Budi Sutiya
Abdimas Mandalika Vol 2, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v2i2.11073

Abstract

Abstract:  The Community Partnership Program aims to identify and address problems in handicraft business group that are partners in this activities. Partner in this program are group of women are engaged in the handicraft business of beads and natural stone located in Loktabat Utara, Guntung Payung, Banjarbaru, South Kalimantan. Some of the problems faced include (1) management, (2) production, (3) marketing, and (4) administration. Activities are carried out by providing socialization and motivation, increase quality and type of product, increased omsed by marketing using social media and exhibitions and improved bookkeeping system. Therefore, for this activyty, the target has been achieved.Abstrak: Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi persoalan-persoalan yang ada di kelompok usaha kerajinan manik-manik yang dijadikan mitra dalam kegiatan ini. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok ibu-ibu yang bergerak di bidang usaha kerajinan manik-manik dan batu alam yang berlokasi di kelurahan Loktabat Utara, Guntung Payung, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain (1) dalam bidang managemen, (2) produksi, (3) pemasaran, dan (4) administrasi. Kegiatan dilakukan dengan memberi sosialisasi dan motivasi kepada mitra terkait bidang usaha yang mereka tekuni. Pelatihan juga dilakukan oleh tim pengabdi dan setelahnya, pendampingan terus dilakukan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan adalah meningkatnya motivasi mitra, peningkatan kualitas dan jenis produk yang dihasilkan, paningkatan omset dengan pemasaran menggunakan media sosial dan pameran dan sistem pembukuan yang mulai diperbaiki. Oleh karena itu, dari kegiatan pengabdian ini, target kegiatan sudah tercapai.
Sosialisasi Manfaat Sekat Kanal di Lahan Eks Pengembangan Lahan Gambut di Provinsi Kalimantan Tengah Wiwin Tyas Istikowati; Budi Sutiya; Kissinger Kissinger; Hafizianor Hafizianor; Rina Muhayah; Sunardi Sunardi
Abdimas Mandalika Vol 1, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v1i2.7362

Abstract

Abstract:  The aims of this community service program is to socialize the canal blocking development program in Dadahup Sub District, Kapuas, Central Kalimantan. The program aims to restore the peat ecosystem to support food estate program. The method used by the community service team was to gather representatives of community member from seven villages in Dadahup sub district to discuss about canal blocking program. The socialization was carried out by the service community team using focus group discussion method with community in Dadahup sub-district. From that activity, the community welcome the plan and to be actively involved in canal blocking development activities in Central Kalimantan.Abstrak Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan rencana program pembangunan sekat kanal yang dilaksanakan di kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah untuk memulihkan ekosistem gambut untuk mendukung program food estate untuk ketahanan pangan nasional. Metode yang dilakukan oleh tim pengabdi adalah dengan mengumpulkan perwakilan warga masyarakat dari tujuh desa di kecamatan tersebut untuk berdiskusi dengan tim pengabdi terkait rencana yang akan diprogramkan, yaitu pembangunan sekat kanal di wilayah mereka. Sosialisasi dilakukan oleh tim pengabdi dengan metode focus group discussion (FGD) dengan masyarakat di kecamatan Dadahup. Dari diskusi terlihat masyarakat menyambut baik rencana tersebut dan ingin terlibat aktif dalam kegiatan pembangunan sekat kanal di Kalimantan Tengah.
CHEMICAL CONTENT AND ANATOMICAL CHARACTERISTICS OF SAGO (Metroxylon sagu Rottb.) FROND FROM SOUTH KALIMANTAN, INDONESIA Wiwin Tyas Istikowati; Sunardi Sunardi; Budi Sutiya; Purnama Lestari; Ahmad Arsyad; Lusyiani Lusyiani; Danang Sudarwoko Adi; Widya Fatriasari; Riska Surya Ningrum; Dede Heri Yuli Yanto
Indonesian Journal of Forestry Research Vol 10, No 2 (2023): Indonesian Journal of Forestry Research
Publisher : Secretariat of Agency for Standardization of Environment and Forestry Instruments

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59465/ijfr.2023.10.2.185-194

Abstract

This research aims to evaluate the suitability of sago palm waste as a fiber raw material in terms of its chemical content and anatomical characteristics. The chemical content analysis of its extractive components, lignin, holocellulose, α-cellulose, and hemicellulose, was carried out using sago frond powder with a size of 40–60 mesh. Subsequently, functional group analysis was performed using Fourier Transform Infra-Red (FTIR), while anatomical characterization was carried out by calculating the fiber length and diameter, lumen diameter, fiber derivative values, and wall thickness using a microscope connected to a digital camera. Scanning Electron Microscope (SEM) pictures were taken in different magnifications. The results showed that sago frond contains 31.6% α-cellulose and 38% lignin. The α-cellulose content was within the standard range for non-timber forest products, but the lignin content had a relatively high value. Based on the derived value, namely class II, sago frond can be used as pulp and paper raw materials.
Preparasi Hidrochar dari Limbah Pelepah Nipah dengan Penambahan Asam Oksalat serta Uji Aplikasinya untuk Adsorpsi Metilen Biru Wiwin Tyas Istikowati; Jeng Mas Ayu Devanda Buhang; Risaldi Ridwan; Sunardi Sunardi
JURNAL SELULOSA Vol 12, No 02 (2022): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25269/jsel.v12i02.366

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan preparasi hidrochar dari lignoselulosa limbah pelepah nipah dengan metode hidrotermal serta aplikasinya sebagai adsorben zat warna metilen biru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam oksalat terhadap karakteristik dan kemampuan hidrochar dari pelepah nipah untuk adsorpsi metilen biru. Proses hidrotermal dilakukan pada suhu 170˚C selama 2 jam dengan penambahan asam oksalat dengan konsentrasi sebesar 0; 1,5; 3,0; dan 4,5% (b/v). Substrat hasil proses hidrotermal dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FTIR untuk mengetahui perubahan gugus fungsi pelepah nipah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepah nipah mengalami penurunan massa serta pergeseran gugus fungsi setelah proses hidrotermal dengan penambahan asam oksalat. Kapasitas adsorpsi terhadap metilen biru mengalami peningkatan setelah proses hidrotermal dengan penambahan konsentrasi asam oksalat 1,5; 3,0; dan 4,5% (b/v) yaitu masing-masing sebesar 44,33; 45,10; 45,98; dan 46,62 mg/g. Hasil kapasitas adsorpsi tertinggi diperoleh pada hidrochar dengan penambahan asam oksalat dengan konsentrasi 4,5% yaitu sebesar 46,62 mg/g.Kata Kunci: hidrochar, pelepah nipah, hidrotermal, adsorpsi, metilen biru In this research, the preparation of hidrochar from lignocellulosic nypa frond waste was carried out using the hydrothermal method and its application as adsorption for methylene blue dye. This study aims to determine the effect of the addition of oxalic acid on the characteristics and adsorption ability of hydrochar from nypa frond to adsorption of methylene blue. The hydrothermal process was carried out at 170˚C for 2 hours with the addition of oxalic acid at a concentration of 0; 1.5; 3.0; and 4.5% (w/v). Substrates resulting from the hydrothermal process were characterized using FTIR spectroscopy to determine the functional group changes of the nypa frond. The results showed that the nypa fronds decreased in mass and shifted in functional groups after the hydrothermal process with oxalic acid addition. The adsorption capacity of methylene blue increased after the hydrothermal process with the addition of oxalic acid concentrations 1.5; 3.0; and 4.5% (w/v), which were 44.33; 45.10; 45.98; and 46.62 mg/g. The highest adsorption capacity results were obtained for hydrochar with the addition of 4.5% oxalic acid, which was 46.62 mg/gKeywords: hydrochar, nypa frond, hydrothermal, adsorption, methylene blue
Pengembangan Urban Permaculture di Kelompok Wanita Tani (KWT) Permata Bersemi Banjarbaru Rizki Fitria; Sunardi Sunardi; Abdullah Abdullah; Wiwin Tyas Istikowati
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10291

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Permata Bersemi di Kelurahan Sungai Ulin mengelola lahan kosong di area komplek untuk ditanami sayuran. KWT ini menanam sayuran untuk memenuhi kebutuhan sayur harian. KWT beranggotakan 19 orang warga dengan beragam latar belakang dan tinggal di Komplek Bukit Permata Indah (BPI) Kelurahan Sungai Ulin, Banjarbaru. KWT telah terbentuk setelah pandemi COVID-19 mereda. Mitra menanami lahan di komplek BPI dengan menggunakan media tanah dan pengolahan tanah seadanya. Pengetahuan dalam memelihara tanaman juga masih terbatas. Penanaman sayuran juga belum dikonsep dengan baik sehingga terlihat berantakan. Dari hasil olahan lahan, mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri akan sayuran. Hal ini berdampak pada pengeluaran harian yang seharusnya digunakan untuk membeli sayur dapat dialihkan ke kebutuhan lain. Akan tetapi, usaha yang dijalankan oleh KWT masih belum ditekuni dengan serius karena mereka hanya ingin mengisi waktu luang. Anggota KWT juga hanya memilih jenis sayuran yang cepat panen seperti bayam, kangkung, sawi, dll. Berdasarkan pengamatan tersebut, usaha mereka memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Namun, mitra belum mengerti tentang persiapan lahan, penataan tanaman, dan sistem pemeliharaan. Sehingga, pada program pengabdian masyarakat ini dilakukan pelatihan sistem pertanian terintegrasi model urban permaculture pada lahan garap dan pelatihan dalam pemeliharaan tanaman (pelatihan pembuatan ecoenzim dan pupuk organik cair). Hasil dari pelatihan ini adalah mitra KWT menjadi mengetahui mengenai pengolahan lahan dan cara pemeliharaan tanaman yang lebih baik diantaranya dengan menggunakan ecoenzim dan pupuk organik cair, lahan mitra menjadi lebih tertata dan mitra juga mengetahui cara pembuatan ecoenzim dan pupuk organik cair tersebut.
PKM Pengembangan Kerajinan Berbahan Limbah Pertanian di Kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru Wiwin Tyas Istikowati; Budi Sutiya; Sunardi Sunardi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11030

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pemanfatan limbah pertanian berupa kulit jagung yang banyak terdapat di lingkungan mitra. Kulit jagung jika tidak dikelola dengan baik bisa berdampak pada pencemaran tanah dan air di lingkungan mitra. Mitra adalah kelompok masyarakat di Kelurahan Guntung Manggis yang membuat beberapa kerajinan dengan bahan kain dan plastik. Pelatihan dilakukan oleh tim pengabdi dengan memanfaatkan limbah pertanian berupa kulit jagung. Kulit jagung dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas dan juga bisa dioleh menjadi bahan kerajinan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kegiatan dilakukan dengan membuat kerajinan berupa bunga hias, tempat tissue dan kotak minuman dengan hiasan berbahan limbah kulit jagung. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh mitra dan dari kegiatan ini mitra memperoleh peningkatan dalam pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan libah pertanian.
Co-Authors Abdullah Abdullah Adi Rahmadi Agung Wibisono Ahmad Arsyad Ahmad Budi Junaidi Al-Arofatus Naini Alfin Hikmaturrokhman Amelia Lestari Aminuddin Prahatama Putra Aminuddin Prahatama Putra Anak Agung Ayu Ratih Frismanti Anang Kadarsah Anang Kadarsah Arfianti Arfianti Asma Fauziah Asma Fauziah Asma Nadia Asmianoor Latifah Aulia Rahman Maulana Azidi Irwan Budi Sutiya Budi Sutiya Budi Sutiya Chatimatun Nisa Dahlia Nuraini Pasaribu Danang Sudarwoko Adi Daniel Itta Darni Subari Dede Heri Yuli Yanto Dede Heri Yuli Yanto Desmalina Safitri Diana Ulfah Eko Suhartono Eny Dwi Pujawati Fatriani Fatriani Gunawan Hafizianor Hafizianor Hanna Habibah Henny Amelia Henny Arryati Ishiguri Futoshi Jeng Mas Ayu Devanda Buhang Kamilia Mustikasari Khairun Athiya Khoerul Anwar Khoirun Nisa Kissinger Kissinger Krisdianto Lestari, Ratri Yuli Lilik Nofianti Lisa Andriana Kristy Liya Regita Lulu Choirun Nisa Lusyiani Lusyiani Mayori, Ersha Muhammad Arief Soendjoto Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Rais Arifin Muhammad Riza Fahlevi Munadi Munadi Muslih Anwar Nadia, Asma Naini, Al-Arofatus Nina Noviyanti Noer Komari Nor Pana Yupa Nur Firda Trianda Nurwahdah Nurwahdah Nurwahdah, Nurwahdah Purnama Lestari Purnama Lestari Ratri Yuli Lestari Rina Muhayah Noor Pitri Risaldi Ridwan Risaldi Ridwan Riska Surya Ningrum Riska Surya Ningrum Rizki Fitria Rodiansono Rodiansono Rosidah - Salsabila Aqila Putri Selvi Carolina Suraida Suraida Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Syaifuddin Syaifuddin Totok Wianto Utami Irawati Violet Violet Widya Fatiasari Widya Fatriasari Wiwin Tyas Istikowati Yateman Arryanto Yateman Arryanto Yateman Yateman Arryanto Yokota Shinso Yudian Noorhakim Yulia Susanti Zainal Abidin