Claim Missing Document
Check
Articles

ADSORPTION OF GIBBERELLIC ACID ONTO NATURAL KAOLIN FROM TATAKAN, SOUTH KALIMANTAN Sunardi Sunardi; Yateman Arryanto; Sutarno Sutarno
Indonesian Journal of Chemistry Vol 9, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.307 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21501

Abstract

Adsorption of gibberellic acid (GA3) onto raw and purified kaolin from Tatakan, South Kalimantan was investigated in this study. Purification process was done by sedimentation to obtain relative pure kaolinite. Raw and purified kaolin samples were characterized by Fourier transformed infrared (FTIR) spectroscopy and X-ray diffractometer (XRD). The adsorption process was carried out in a batch system and the effect of pH, contact time and GA3 concentration were experimentally studied to evaluate the adsorption capacity. The amount of GA3 adsorbed was determined by UV spectrophotometer. The result showed that the raw kaolin from South Kalimantan consist of 53.36% kaolinite, 29.47% halloysite, 4.47% chlorite, 11.32% quartz and 1.38% christobalite and the purified kaolin consist of 73.03% kaolinite, 22.6% halloysite, 0.77% chlorite, 1.37% quartz and 2.23% christobalite Adsorption experimental indicate that the optimum adsorption took place at pH 7 and contact time for 4 h. Adsorption of GA3 was described by the Langmuir adsorption isotherm model with adsorption capacity of 8.91 mg/g on raw kaolin and 10.38 mg/g on purified kaolin.
PKM PENGERINGAN KAYU UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PADA PENGRAJIN KAYU LOKAL DI BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN Wiwin Tyas Istikowati; Sunardi Sunardi
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 5, No 1 (2019): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.897 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v5i2.2364

Abstract

One of the problems of traditional wood industry in Banjarbaru, South Kalimantan is wood drying process. Drying process that safe, fast, and effective is looking for to improve the quality of the product. The aim of this program is to train the wood traditional businessman to dry the wood using green house kiln dry. This kiln using sun radiation to dry the wood. Good position and design of kiln and the right process of drying are the key of the successfully of wood drying. The time of drying process and wood defects during drying process can be reduced. Using green house kiln dry, the time of drying can be reduced from 2 moths to be 1 month and the defects do not appear clearly.
BATA RINGAN DARI CAMPURAN LIMBAH SEKAM PADI DAN SERBUK GERGAJIAN Zainal Abidin; Sunardi Sunardi; Violet Violet
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 3, No 2 (2018): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.774 KB) | DOI: 10.31602/jpai.v3i2.1258

Abstract

Kecamatan Tatah Makmur Kalimantan Selatan merupakan salah satu lumbung beras di Kalimantan Selatan.  Pada tahun 2013 luas tanam di Kecamatan Gambut sebesar 10.076 ha sehingga luas panennya menjadi 9,714 ha dengan produksi sebanyak 40.566 ton atau dengan rata-rata produksi 41,76 kw/ha. Limbah dari penggilingan padi berupa sekam padi menjadi masalah bagi masyarakat terutama masalah lingkungan dan kesehatan.  Salah satu solusi untuk memanfaatkan limbah sekam padi menjadi produk yang bernilai jual adalah pembuatan bata ringan yang ramah lingkungan sehingga kebutuhan akan bata ringan dapat terpenuhi.  Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan limbah pertanian berupa sekam padi dengan campuran serbuk gergajian menjadi produk bata ringan.  Masyarakat yang menjadi mitra pada kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) adalah Kelompok Masyarakat RT. 6 dan Kelompok Tani “Bina Desa” yang berlokasi di Desa Pemangkih Kecamatan Tatah Makmur Kalimantan Selatan.  Metode yang dilaksanakan pada kegiatan ini berupa penyuluhan tentang manfaat limbah sekam padi dan pelatihan pembuatan bata ringan kepada masyarakat.  Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat memahami tentang manfaat limbah sekam padi dan mampu menerapkan pengetahuan dan teknologi yang telah diberikan oleh tim pelaksana kegiatan.
Sintesis dan Karakterisasi Edible Film dari Gelatin dengan Penguat Nanoselulosa dari Pelepah Sagu Sunardi Sunardi; Aulia Rahman Maulana
Walisongo Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2021): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v4i1.7100

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis gelatin edible film menggunakan nanoselulosa dari pelepah sagu sebagai penguat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data ilmiah karakteristik nanoselulosa dari pelepah sagu dan pengaruh penambahan nanoselulosa terhadap sifat gelatin edible film. Isolasi nanoselulosa dilakukan dengan metode hidrolisis asam dan pengaruh penambahan nanoselululosa terhadap sifat gelatin edible film dilakukan dengan uji ketebalan, laju transmisi uap air, transparansi, kelarutan, dan ketahanan air. Penambahan nanoselulosa terhadap gelatin edible film menurunkan kelarutan dan daya serap air serta meningkatkan laju transmisi uap air dan transparansi namun tidak berpengaruh terhadap ketebalan.
KAJIAN PENGARUH JUMLAH AGEN PENGIKAT SILANG TERHADAP KARAKTERISTIK SUPERABSORBEN ASAM AKRILAT TERCANGKOK SELULOSA DARI ALANG-ALANG (Imperata cylindrica) Sunardi Sunardi; Azidi Irwan; Asmianoor Latifah; Wiwin Tyas Istikowati; Abdul Haris
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.509 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v11i1.3169

Abstract

RASIO KANDUNGAN KALIUM DAN NATRIUM DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura Procumbens (Lour.) Merr.) BERDASARKAN UMUR DAN CARA PENGOLAHAN Khairun Athiya; Sunardi Sunardi; Khoerul Anwar
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.422 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v10i2.3166

Abstract

ANALISIS KOMPONEN SERAT PELEPAH SAGU (METROXYLON SAGO) DAN KAJIAN MORFOLOGI SELULOSANYA SETELAH OKSIDASI MENGGUNAKAN AMONIUM PERSULFAT Sunardi Sunardi; Nina Noviyanti; Wiwin Tyas Istikowati; Khoirun Nisa; Muslih Anwar
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.297 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.9724

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan kajian tentang analisis kandungan kimia pelepah sagu, delignifikasi dengan variasi konsentrasi NaOH dan bleaching dengan variasi konsentrasi H2O2 pada isolasi selulosa, serta proses oksidasi menggunakan amonium persulfat ((NH4)2S2O8) (APS) pada selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen serat pelepah sagu, pengaruh variasi konsentrasi NaOH pada proses delignifikasi dan H2O2 pada proses bleaching, dan mengetahui pengaruh penambahan amonium persulfat terhadap morfologi selulosanya. Analisis kandungan kimia pelepah sagu dilakukan dengan metode Chesson, delignifikasi dilakukan dengan variasi konsentrasi NaOH sebesar 5%; 7,5%; dan 10%, dan bleaching dilakukan dengan variasi konsentrasi H2O2 sebesar 10%; 15%; dan 20%. Proses oksidasi menggunakan amonium persulfat dilakukan pada konsentrasi 2M pada suhu 75°C selama 16 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia pelepah sagu yaitu ekstraktif larut air 16,41%; hemiselulosa 27,12%; selulosa 35,53%; dan lignin 18,25%; dan menunjukkan semakin tinggi konsentrasi NaOH dan H2O2 yang dipergunakan akan semakin banyak mendegradasi lignin dan hemiselulosa, sehingga semakin murni selulosa yang didapatkan. Morfologi selulosa setelah proses oksidasi menggunakan amonium persulfat memiliki diameter 41 µm yang teragregasi.
PARTISIPASI MILENIAL DALAM PENGELOLAAN LIMBAH BUDIDAYA JAMUR TIRAM (PEMBUATAN MEDIA TANAM SAYUR ORGANIK DI CV EEP JAMUR-BANJARBARU-KALIMANTAN SELATAN) Anang Kadarsah; Gunawan; Krisdianto; Aminuddin Prahatama Putra; Sunardi; Eko Suhartono
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.18796

Abstract

Facing various life challenges, including the impact of land conversion and climate change that is increasingly felt, millennials need to continue to prepare their abilities, including through the management of oyster mushroom cultivation waste. The purpose of this activity is to increase the millennial generation's insight and skills in utilizing oyster mushroom cultivation waste for organic vegetable growing media. This activity was carried out for two months (September - October 2021) at CV Eep Mushroom - Golf Village - Landasan Ulin District - Banjarbaru City - South Kalimantan. The three main activities include: 1) extracting information on business prospects for oyster mushroom cultivation and problems surrounding oyster mushroom waste, 2) technical guidance on composting, and 3) technical guidance on making planting media from mushroom baglog waste. The results of the activity show that 78% of the participants in this activity (millennials) are under 20 years old, there are more women (88%) than men, and Banjarbaru City is the place of origin for the most participants (66%). Participants stated that they got additional knowledge in the business potential of oyster mushrooms, how to cultivate mushrooms, how to make fertilizer, and how to make planting media from baglog waste. A total of 55.6% of participants claimed to know how to process oyster mushroom baglog waste. Meanwhile, from the skill aspect, 66.7% of participants stated that they had additional skills in the form of processing oyster mushroom baglog waste into fertilizer and planting media. ---  Menghadapi berbagai tantangan kehidupan termasuk dampak alih fungsi lahan dan perubahan iklim yang semakin terasa, milenial perlu terus mempersiapkan kemampuannya diantaranya melalui pengelolaan limbah budidaya jamur tiram. Tujuan kegiatan ini meningkatkan wawasan dan keterampilan generasi milenial dalam pemanfaatan limbah budidaya jamur tiram untuk media tanam sayur organik. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan (September – Oktober 2021) di CV Eep Jamur – Kelurahan Golf – Kecamatan Landasan Ulin – Kota Banjarbaru – Kalimantan Selatan.  Tiga kegiatan utama yang dilaksanakan meliputi: 1) penggalian informasi prospek bisnis budidaya jamur tiram dan permasalahan seputar limbah jamur tiram, 2) bimbingan teknis pembuatan pupuk kompos dan 3) bimbingan teknis pembuatan media tanam dari limbah baglog jamur. Hasil kegiatan menunjukkan: peserta kegiatan (milenial) ini sekitar 78% berumur di bawah 20 tahun, jenis kelamin perempuan lebih banyak (88%) daripada lelaki, dan Kota Banjarbaru menjadi tempat asal peserta terbanyak  (66%). Peserta menyatakan dapat pengetahuan tambahan dalam potensi bisnis jamur tiram, cara budidaya jamur, cara membuat pupuk serta cara membuat media tanam dari limbah baglog. Sebanyak 55,6% peserta mengaku mendapatkan pengetahuan cara mengolah limbah baglog jamur tiram. Sedangkan dari aspek keterampilan 66,7% peserta menyatakan mendapatkan keterampilan tambahan berupa cara mengolah limbah baglog jamur tiram menjadi pupuk dan media tanam.
Karakteristik Kayu Jelutung (Dyera costulata) dari Hutan Tanaman Rakyat di Kalimantan Tengah Wiwin Tyas Istikowati; Budi Sutiya; Sunardi Sunardi; Daniel Itta; Dahlia Nuraini Pasaribu; Lisa Andriana Kristy
JURNAL SELULOSA Vol 12, No 01 (2022): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25269/jsel.v12i01.346

Abstract

Kayu jelutung (<i>Dyera costulata</i>) merupakan salah satu jenis tanaman endemik di Kalimantan yang mulai langka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik pertumbuhan kayu jelutung yang dibudidayakan oleh masyarakat di Kalimantan Tengah di lahan gambut. Pengolahan lahan dengan tanpa bakar menjadikan hutan tanaman rakyat (HTR) ini ramah lingkungan. Sebanyak 38 pohon jelutung dari 1 blok HTR diukur diameter dan tinggi pohonnya, selanjutnya dikelompokkan dalam kategori pertumbuhan cepat, sedang, dan lambat. Dari masing-masing kelompok diambil 1 pohon yang memenuhi persyaratan. Sampel setebal 2 cm diambil dari ketinggian 1,3 m dari permukaan tanah dan setiap 2 meter ke arah ujung pohon untuk pengukuran kadar air (KA), berat jenis (BJ), anatomi kayu, nilai turunan serat, dan kandungan kimia kayu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kayu jelutung memiliki BJ rendah dan serat pendek sehingga termasuk kelas 2 untuk pembuatan pulp dan kertas. Kandungan kimia kayu jelutung menunjukkan kandungan ektraktif larut alkohol benzena yang cukup rendah dan bisa digunakan sebagai bahan baku pulp dan kertas. Selain itu, kayu jelutung juga sesuai untuk digunakan sebagai bahan kayu lapis. Characteristics of Jelutong Wood ((<i>Dyera costulata</i>) from Community Forest in Central KalimantanAbstractJelutong wood (<i>Dyera costulata</i>) is one of the endemic tree species in Kalimantan which is starting to become scarce. This research aims to analyze the growth characteristics of jelutong wood planted by the community in peatland in Central Kalimantan. Land processing without burning makes this community plantation forest environmentally friendly. Thirty-eight trees of jelutong from one block were measured diameter and three height, end then categorized to fast, medium, and slow-growing. One tree from each category was harvested. Two centimeters of the disk were collected from each harvested trees from a 1.3 meter height and continued every 2 meters to the peak of trees to measure water content, specific gravity, anatomical properties, derived wood, and chemical content of jelutong wood. From the analyses, jelutong has low specific gravity and short fibers, categorized into class two for pulp and paper raw materials. Extractive content in alcohol benzene from jelutong wood was low that preferable for pulp and paper. On the other hand, jelutong wood is suitable for plywood raw materials.
IDENTIFIKASI JENIS DAN BAGIAN TUMBUHAN OBAT PADA SUKU DAYAK NGAJU DI DESA MENTAYA SEBERANG KECAMATAN SERANAU KABUPATEN KOTAWARINGLN TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Muhammad Riza Fahlevi; Adi Rahmadi; Sunardi Sunardi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i3.5711

Abstract

This study aims to identify the types and parts of pIants that are useful as medicine for the Dayak Ngaju tribe in Mentaya Seberang ViIIage, Seranau District, East Kotawaringin Regency, CentraI KaIimantan Province. The data was obtained by using semi-structured interview technique and using a questionnaire with snowbaII sampIing technique. The resuIts of this study found as many as 25 species, namely Imperata (Imperata cylindrica L.), Leaf Sawang (Cordyline fruticosa L.), Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk), Shallot (Allium ascalonicum L.), Garlic (Allium sativum L.), .), Onion Dayak (Eleutherine bulbosa), Antidote Until (Tinospora crispa L.), Daun Bangun (Bryophylum pinnatum), Daun Dewa (Gynura divaricate), Guava (Psidium guajava), Ginger (Zingiber officulae), Jeringau (Acorus calamus) ), Lime (Citrus aurantifolia), Katuk (Sauroporus androgynous), Yellow Wood (Areangelesia flava L.), Kemunting (Rhodomyrtus tomentosa), Chinese Ketepeng (Senna alata), Cat's Whisker (Orthosiphon aristatus), Laos (Alpiria galangal), Aloe Vera (Aloe vera L.), Noni (Morinda citrifolia), Meniran (Phyllanthus ninuri L.), Cucumber (Cucumis sativus), Red Betel (Piper Crocatum), and Green Betel (Piper betle). The parts used for traditional medicine are leaves (44%), fruit (16%), rhizomes (16%), tubers (12%), roots (4%), stems (4%), and wood (4%).PeneIitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan bagian tumbuhan yang bermanfaat sebagai obat pada suku dayak ngaju di Desa Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi KaIimantan Tengah. Data diperoleh dengan teknik wawancara semi terstruktur dan menggunakan kuisioner dengan teknik snowball sampling. Hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 25 jenis yaitu yaitu AIang-aIang (lmperata cyIindrica L.), Daun Sawang (Cordyline fruticosa L.), Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk), Bawang Merah (AIIium  ascaIonicum L.), Bawang Putih (AIIium sativum  L.), Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa), Penawar Sampai (Tinospora crispa L.), Daun Bangun (Bryophylum pinnatum), Daun Dewa (Gynura divaricate), Jambu Biji (Psidium guajava), Jahe (Zingiber officulae), Jeringau (Acorus calamus), Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia), Katuk (Sauroporus androgynous), Kayu Kuning (Areangelesia flava L.), Kemunting (Rhodomyrtus tomentosa), Ketepeng Cina (Senna alata), Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus), Laos (Alpiria galangal), Lidah Buaya (AIoe vera L.), Mengkudu (Morinda citrifoIia), Meniran (Phyllanthus ninuri L), Mentimun (Cucumis sativus), Sirih Merah (Piper Crocatum), dan Sirih Hijau (Piper betIe). Bagian – bagian yang dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional yaitu daun (44%), buah (16%), rimpang (16%), umbi (12%), akar (4%), batang (4%), dan kayu (4%).
Co-Authors Abdullah Abdullah Adi Rahmadi Agung Wibisono Ahmad Arsyad Ahmad Budi Junaidi Al-Arofatus Naini Alfin Hikmaturrokhman Amelia Lestari Aminuddin Prahatama Putra Aminuddin Prahatama Putra Anak Agung Ayu Ratih Frismanti Anang Kadarsah Anang Kadarsah Arfianti Arfianti Asma Fauziah Asma Fauziah Asma Nadia Asmianoor Latifah Aulia Rahman Maulana Azidi Irwan Budi Sutiya Budi Sutiya Budi Sutiya Chatimatun Nisa Dahlia Nuraini Pasaribu Danang Sudarwoko Adi Daniel Itta Darni Subari Dede Heri Yuli Yanto Dede Heri Yuli Yanto Desmalina Safitri Diana Ulfah Eko Suhartono Eny Dwi Pujawati Fatriani Fatriani Gunawan Hafizianor Hafizianor Hanna Habibah Henny Amelia Henny Arryati Ishiguri Futoshi Jeng Mas Ayu Devanda Buhang Kamilia Mustikasari Khairun Athiya Khoerul Anwar Khoirun Nisa Kissinger Kissinger Krisdianto Lestari, Ratri Yuli Lilik Nofianti Lisa Andriana Kristy Liya Regita Lulu Choirun Nisa Lusyiani Lusyiani Mayori, Ersha Muhammad Arief Soendjoto Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Rais Arifin Muhammad Riza Fahlevi Munadi Munadi Muslih Anwar Nadia, Asma Naini, Al-Arofatus Nina Noviyanti Noer Komari Nor Pana Yupa Nur Firda Trianda Nurwahdah Nurwahdah Nurwahdah, Nurwahdah Purnama Lestari Purnama Lestari Ratri Yuli Lestari Rina Muhayah Noor Pitri Risaldi Ridwan Risaldi Ridwan Riska Surya Ningrum Riska Surya Ningrum Rizki Fitria Rodiansono Rodiansono Rosidah - Salsabila Aqila Putri Selvi Carolina Suraida Suraida Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Syaifuddin Syaifuddin Totok Wianto Utami Irawati Violet Violet Widya Fatiasari Widya Fatriasari Wiwin Tyas Istikowati Yateman Arryanto Yateman Arryanto Yateman Yateman Arryanto Yokota Shinso Yudian Noorhakim Yulia Susanti Zainal Abidin