Aswadi Aswadi
Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pannambungan Kota Makassar Sudarman, Sumardi; Aswadi, Aswadi; Syamsul, Muharti; Gabut, Margareta
AL-GHIDZA Volume 1, Nomor 1, 2021
Publisher : Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v1i1.19078

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika di bandingkan dengan anak seusianya. Hal ini menjadi ancaman utama terhadap kualitas manusia di Indonesia juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa karena dapat mengganggu perkembangan otak sehingga mempengaruhi kemampuan dan prestasi disekolah, juga produktivitas dan kreativitas di usia usia produktif.  Kejadian stunting di dunia sebesar 22,2% balita stunting atau sekitar 150,8 juta balita. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita diwilayah kerja puskesmas panambungan kota Makassar pada tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah  metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita di kelurahan pannambungan, kecamatan mariso kota makassar tahun 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive samplingdengan beberapa kriteria sampel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara berat badan lahir rendah, pengetahuan ibu dengan kejadian stunting di Puskesmas Pannambungan Kota Makassar. Sedangkan, tidak terdapat hubungan antara pendapatan dan pola makan dengan kejadian stunting pada balita diwilayah kerja Puskesmas Pannambungan Kota Makassar. Dalam mengatasi masalah stunting dapat dilakukan dengan menjaga asupan makanan selama hamil dan meningkatkan pengetahuan mengenai asupan zat gizi untuk balita 
Hubungan Pola Makan Dan Perilaku Dengan Kejadian Stroke di RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto Nurhikmah, Nurhikmah; Sudarman, Sumardi; Aswadi, Aswadi
AL-GHIDZA Volume 1, Nomor 2, 2021
Publisher : Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v1i2.22370

Abstract

Stroke merupakan merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan  gejala kehilangan fungsi otak karena terhentinya suplai darah ke otak yang terdapat di pelayanan kesehatan RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto, data awal 2020 diperoleh 426 orang. Tujuan Penelitian  untuk mengetahui hubungan jenis makan, jumlah makan , frekuensi makan , aktivitas fisik dan kebiasaan merokok dengan kejadian stroke di RSUD Lanto Daeneg Pasewang Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan “cross sectional study” dengan jumlah responden 80 orang dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian  menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis makan dengan kejadian stroke ( nilai p= 0.013), ada hubungan anrata jumlah makan dengan kejadian stroke (niali p=0.006), tidak ada hubungan antara frekuensi makan dengan kejadian stroke (nilai p=0.416), ada hubungan antara aktifitas fisik dengan kejadian stroke (nilai p=0.001), ada hubungan antara merokok dengan kejadian stroke (nilai p= 0.036)
Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Gizi Kurang Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Panambungan Kota Makassar Sumardi Sudarman; Aswadi Aswadi; Masniar Masniar
Jurnal Promotif Preventif Vol 1 No 2 (2019): JPP, Februari 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v1i2.158

Abstract

Balita merupakan Salah satu kelompok usia rawan terhadap masalah gizi, khususnya gizi kurang. Dari hasil data yang diperoleh dari Puskesmas Pannambungan kecamatan Mariso kota Makassar pada 3 tahun terakhir yaitu pada tahun 2014 sebanyak 90 balita, pada tahun 2015 sebanyak 43 balita dan pada tahun 2016 sebanyak 32 dan pada tahun 2017 sebanyak 15 balita dan dari bulan Januari – September 2018 sebanyak 48 yang mengalami Gizi Kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejadian gizi kurang dari pola makan, penyakit Infeksi dan Pemberian ASI Eksklusif. Jenis penelitian Observasional dengan pendekatan Cross Sectional Study yang menggunakan data primer dan sekunder dan menggunakan penelitian accidental sampling dengan menggunakan uji statistic Chi-Square yang bertujuan untuk mengetahui factor yang mempengaruhi kejadian gizi kurang pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Pannambungan Kecamatan Mariso kota Makassar. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 anak Balita yang menderita gizi kurang yang diberi pola makan secara teratur yaitu 12 balita sebanyak 22,2% dan yang tidak di beri pola makan secara teratur yaitu 36 balita sebanyak 66,6% dan dari 54 anak balita yang pernah mengalami penyakit infeksi yaitu 19 balita sebanyak 35,1% yang tidak pernah mengalami penyakit infeksi yaitu 29 balita sebanyak 53,7%. Sedangkan anak balita penderita gizi kurang yang diberi ASI Eksklusif selama 6 bulan sebanyak 21 balita yaitu 38,8% dan yang tidak yaitu 27 balita sebanyak 50.0%.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Siswa SDN Inpres No. 1 Wora Kecamatan Wera Kabupaten Bima Syukfitrianti Syahrir; Aswadi Aswadi
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 2 No 1 (2016): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.259 KB)

Abstract

Kecacingan Merupakan Salah Satu penyakit yang di tularkan Melalui Tanah, Dengan Dampak Mengganggu Perkembangan Fisik, Kecerdasan, Mental, Prestasi, Dan Menurunkan Ketahanan Tubuh. Menurut Hasil Survei Yang Dilakukan Oleh Depkes RI Tahun 2008 Pada Siswa Sekolah Dasar di Beberapa Daerrah Terpilih, Prevlensi Kecacingan Tercatat Sebanyak 24,1 %. Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan Pada Siswa SDN Inpres 1 Wora Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Penelitian Menggunakan metode survey dengan desain cross  sectional  study. Populasi 118 Siswa dan sampel 91 Orang. Hasil Penelitian ditemukan prevalensi Kecacingan 59,3 %. Prevalensi Ascaris Lumbricoides 55,6 %. Distribusi Kelompok umur 6-8 Tahun 52,7 %, dan distribusi jenis kelamin Perempuan 50,5 %.distribusi kondisi Jamban baik 59,3 %. Ketersediaan Air bersih baik 79,1 %, Kebiasaan mencuci tangan tidak baik 73,6 %, dan kebersihan Kuku tidak baik 58,2%. Hasil uji Chi square Tidak ada hubungan bermakna antara faktor kondisi Jamban dan Ketersediaan Air bersih dengan kejadian Kecacingan. Ada hubungan bermakna antara kebiasaan Mencuci Tangan dan Kebersihan Kuku dengan kejadian Kecacingan (p<0,05). Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan Puskesmas Wera agar meningkatkan upaya promosi kesehatan, penyuluhan  tentang Infeksi Kecacingan dan upaya Pencegahannmya.Kata kunci : Kejadian Kecacingan, Anak 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar Sukfitrianty Syahrir; Muharti Syamsul; Aswadi Aswadi; Surahmawati Surahmawati; Syahratul Aeni
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 1 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.612 KB)

Abstract

Jamban keluarga merupakan suatu bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran atau najis manusia yang lazim disebut kakus/WC sehingga kotoran tersebut tersimpan dalam suatu tempat tertentu dan tidak menjadi penyebab atau penyebar penyakit dan mengotori lingkungan pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga diwilayah kerja puskesmas Pertiwi Kelurahan Mariso Kota Makassar.Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 103. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang yang ditarik dengan cara simple random samplingHasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan antara pendidikan dan penyediaan air bersih dengan kepemilikan jamban keluarga dengan nilai X2 = 1,000 > 0,05 dan ada hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jamban keluarga dengan nilai X2 = 0,025 < 0,05 diwilayah kerja puskesmas Pertiwi Kelurahan Mariso Kota Makassar. Diharapkan kepada pihak terkait untuk membantu masyarakat dalam meningkakan kesehatan Kata kunci : Tingkat pendidikan,pendapatan,ketersedian air bersih, jamban
Strategi Promosi Kesehatan dalam Peningkatan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tatanan Rumah Tangga di Puskesmas Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar Aswadi Aswadi; Muharti Syamsul; Sukfirianty Syahrir
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 1 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.144 KB)

Abstract

Masalah kesehatan yang ada dimasyarakat sangatlah banyak dan beragam macamnya . Berdasarkan persentase rumah tanga yang ber-PHBS menurut kecamatan dan puskesmas terendah di Puskesmas Polombangkeng Selatan dengan jumlah rumah tangga yang dipantau sebanyak 1.114 rumah tangga dari 3.234 rumah tangga yang ada (34,4%) dan yang ber-PHBS sebanyak 541 rumah tangga (48,6%). Tujuan penelitian ini untukmengetahui gambaran pelaksanaan strategi promosi kesehatan sebagai upaya mendukung peningkatan program PHBS tatanan rumah tangga di Puskesmas Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Informan dipilih dengan teknik snowball sampling, Pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview kepada lima informan untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci. Pengolahan data dilakukan secara manual dan disajikan dalam bentuk naskah (content analysis). Advokasi yang dilaksanakan di Puskesmas Polombangkeng Selatan berupa permintaan dana dan sarana prasarana berupa media cetak poster dan leaflet ke Dinas Kesehatan Kab. Takalar. Belum adanya dukungan dari tokoh masyarakat dalam kegiatan-kegiatan kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas, sedangkan partisipasi pemerintah daerah hanya pada saat diadakannya lomba PHBS oleh pemerintah daerah. Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pihak puskesmas berupa konseling, posyandu, pelatihan bagi kader, serta penyuluhan PHBS tatanan rumah tangga dengan ibu rumah tangga sebagai sasaran utama. Kata Kunci: Strategi promkes, PHBS, RT, Puskesmas
Health Promotion Strategies Towards An Effort To Prevent Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) At Health Service (Dinkes) On The District Of Wajo Dian Anwar; Rama Nur Kurniawan K; Aswadi Aswadi
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 1 No 1 (2021): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.712 KB) | DOI: 10.47650/pjphsr.v1i1.201

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit mematikan, ditularkan melalui nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopictus yang membawa virus dengue. Berdasarkan hasil observasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo adanya strategi yang dilakukan oleh DINKES dalam bentuk advokasi, dukungan sosial, kemitraan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui strategi promosi kesehatan terhadap upaya penanggulangan penyakit demam berdarah dengue di Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Phenomenology. Pengumpulan data penelitian dengan melakukan wawancara mendalam (indepth interview). Penentuan subjek penelitian menggunakan purposive sampling dengan kriteria pegawai DINKES Kabupaten Wajo, pegawai Puskesmas Tempe dan bersedia diwawancarai. Advokasi yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo dalam penanggulangan penyakit DBD advokasi kepada pimpinan BAPEDA, DPRD, Puskesmas dalam pengusulan anggaran. Dukungan sosial adanya kerja sama antara aparat RT/RW, LSM, tokoh masyarakat dalam upaya penanggulangan DBD. Kemitraan adanya koordinasi antara Dinas Kesehatan, Pemda, Dinas Pendidikan, Korwil dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pemberdayaan masyarakat pelatihan pemantau jentik/jumantik kepada kader dan masyarakat juga melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan.
Faktor Risiko Hipertensi Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Hikmah Kota Makassar Sukfitrianty Sukfitrianty; Aswadi Aswadi; Abdul Majid H.R Lagu
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.207 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2086

Abstract

Hipertensi ibu hamil dijumpai di negara berkembang maupun di negara maju, dan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam seventh general programmer of work untuk tahun 2009 sampai 2012 tercatat sebagai masalah ibu hamil di dunia. Di negara maju, hipertensi ibu hamil merupakan penyebab kematian maternal. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Hikmah Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan case control study dengan tujuan untuk mengetahui faktor risiko terhadap hipertensi. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil dengan pengambilan sampel secara simple random sampling dengan jumlah 136 sampel. Hasil penelitian diperoleh bahwa umur ibu merupakan faktor risiko hipertensi dengan nilai OR = 2,566, status bekerja ibu merupakan faktor risiko hipertensi dengan nilai OR = 3,916, konsumsi fast food merupakan faktor risiko hipertensi dengan nilai OR = 2,971, dan antenatal care  merupakan faktor risiko hipertensi dengan nilai OR = 2,352, .Disarankan bagi ibu hamil memiliki umur risiko tinggi tetap memperhatikan atau mengurangi makanan yang banyak mengandung natrium. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melanjutkan penelitian ini dengan mengamati variabel-variabel lain yang berhubungan dengan judul penelitian ini
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Phbs) Pada Siswa-Siswi SDK Rita Pada Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur Aswadi Aswadi; Sukfitrianty Syahrir; Virgilius Delastara; Surahmawati Surahmawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.662 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i2.3775

Abstract

Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10) ternyata umumnya berkaitannya dengan PHBS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa-siswi SDK Ritapada kecamatan kota komba kabupaten manggarai timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang sifatnya mengeksplorasi informan sehubungan dengan perilaku  dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan informan terhadap PHBS  pada siswa-siswi SDK ritapada cukup, sikap informan terhadap PHBS  pada siswa-siswi SDK ritapada positif dan tindakan informan terhadap PHBS  pada siswa-siswi SDK ritapada menunjukan tindakan positif. Dalam penelitian ini disarankan kepada pihak sekolah untuk dapat memberikan pendidikan kesehatan sekolah dengan tujuan untuk meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik yang positif dan perlunya peningkatan kepedulian petugas  kesehatan memberikan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat disekolah. 
Perilaku Ibu Terhadap Pemanfaatan Posyandu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tarakan Kecamatan Wajo Kota Makassar Aswadi Aswadi; Sukfitriyanti Syahrir; Andi Syamsiah Adha
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.927 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5416

Abstract

Posyandu yang terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelakasanaannya dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar kegiatan dan program untuk kelangsungan pelayanan di posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk medapatkan informasi tentang perilaku ibu terhadap pemanfaatan posyandu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tarakan Kecamatan Wajo Kota Makassar Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang sifatnya mengeksplorasi secara mendalam informan sehubungan dengan perilaku ibu terhadap pemanfaatan posyandu di Posyandu Melati Kecamatan Wajo Kota Makassar yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu terhadap pemanfaatan posyandu bagi balita.  Hasil penelitian dari 16 informan menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu atau keluarga terhadap pemanfaatan posyandu balita umumnya sangat kurang, dimana ibu balita tidak ada inisiatif sendiri untuk datang keposyandu tanpa di panggil oleh kader atau petugas, mereka lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya atau menunggu anaknya bangun bahkan mereka lebih antusias keposyandu apabila ada pemberian vitamin  A, PMT dan obat-obatan. Akan tetapi motivasi untuk mengikutsertakan balita untuk keposyandu kurang karena kesibukan kerja dan faktor malas sehingga alur-alur dalam pelayanan posyandu balita masih ada yang belum paham karena jarang ke posyandu, walaupun manfaatnya mereka paham dan tahu. Disarankan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dapat lebih di tingkatkan lagi, sehingga anak dapat memiliki proteksi dini dan tidak ada lagi yang terkena penyakit dan kekurangan gizi.