Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penerapan Perawatan Mesin Excavator Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Di PT Pelindo I (Persero) Cabang Dumai Hutabarat, Milton; Mesra, Trisna; Azmi, Azmi
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal ARTI : Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.652 KB) | DOI: 10.52072/arti.v18i1.538

Abstract

Perawatan dilakukan untuk mengatur dan menetapkan langkah-langkah perawatan yang dilaksanakan, agar langkah perawatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, efektif efisisen dan mudah untuk dilaksanakan. Sehingga perusahaan melakukan perawatan pencegahaan yang terjadwal secara terus menerus pada excavator yang di PT Pelindo I Cabang Dumai. Berdasarkan dari permasalahan tersebut penulis melakukan penelitian penerapan perawatan menggunakan metode reliability centered Maintenance (RCM) untuk menentukan tindakan perawatan terhadap alat Excavator di PT Pelindo I (Persero) Cabang Dumai. Dari hasil pengolahan data menunjukkan nilai Risk priority Number  (RPN) dari mode kegagalan yang terjadi pada sub-sistem Hidrolic motor yaitu pada komponen block  dan Piston memiliki nilai yang tertinggi yaitu 72,  sedangkan  pada analisis  Logic Tree Analisys (LTA) menunjukkan dari mode kegagalan yang terjadi pada subsistem bootom roller dan top roller yaitu pada komponen housing-nya memiliki pengaruh yang dapat berdampak terburuk terhadap keselamatan operator. Sehingga ditentukan tindakan perawatan Evaluasi hubungan equipment dengan resiko dengan cara default decision perawatan yang dikombinasi no task, dan redesign diterapkan untuk perawatan komponen Motor Shaft, Housing Shaft, Piston, Valve, Ring gear dan Gear. Corrective maintenance dengan cara pengawasan oleh operator atau pengontrolan sistem dan operasikan sampai gagal diterapkan untuk perawatan Top Housing, Bootom Housing, Link, Pin, dan Valve.
Studi Kelayakan Usaha Kecil Menengah Dodol Nenas Kemuning Ade Imammuqhair Syah; Yusrizal, Yusrizal; Azmi, Azmi; Indrawan, Surya
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v18i2.655

Abstract

UKM Kemuning merupakan sebuah industri rumahan yang memproduksi dodol varian rasa nenas. UKM kemuning ingin mengembangkan usahanya yaitu dengan membuka toko. dikarenakan akses jalan menuju lokasi usaha tersebut tidak sering dilalui oleh banyak masyarakat serta jauh dari pusat Kota Dumai. Sehingga tidak dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat Kota Dumai. dan masih banyak masyarakat belum mengenal produk yang dijual UKM Kemuning dikarenakan sampai saat ini tidak memiliki toko sendiri untuk memasarkan produknya. Serta untuk penjualan onlinenya hanya menggunakan whatsapp saja. Menyikapi hal tersebut, perlu dilakukan studi kelayakan usaha Agar dapat menjadi bahan pertimbangan  dalam mengembangkan usaha. hasil penelitian UKM kemuning layak untuk dikembangkan. dan berdasarkan kriteria investasi UKM Kemuning memperoleh nilai NPV > 0 yaitu sebesar 108.729.435. Nilai IRR > SOCC yaitu sebesar  45,37%. Nilai NET B/C > 1 yaitu sebesar 3,51.  Nilai Gross B/C > 1 yaitu sebesar 1,22. Nilai Profitability Ratio > 1 yaitu sebesar  3,22. Pay Back Period waktu pengembalian modal 8 bulan 23 hari. BEP titik pulang pokok terjadi 8 tahun 10 bulan 13 hari.
PEMANFAATAN SISA BESI (REUSE) DI BENGKEL PRODUKSI SMK NEGERI 4 DUMAI Melliana, Melliana; Azmi, Azmi; Mesra, Trisna; Fitra, Fitra; Arif, M.
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 7 No. 3 (2023): Inovasi Sosial dan Penguatan Kapasitas Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v7i3.1314

Abstract

State Vocational High School 4 Dumai is one of the Technology-based Vocational Vocational Schools. SMK Negeri 4 Dumai is an integrated SMK since it was opened in 2007 with the Agriculture and Technology group which is very supportive of realizing Dumai City as a service and industrial city as well as a gateway for agricultural product exports. SMK N 4 Dumai is a school that is required to have skills after completing studies so that many workshop activities are carried out. In this case, a lot of leftovers or scrap are not utilized and just thrown away. Therefore the Dumai College of Technology will provide skills and skills, namely 1) utilizing leftover iron that is not used, 2) designing and making useful tools Keywords: Students of SMK Negeri 4 , Utilization of Remaining Iron, Designing and making tools
INOVASI EKONOMI KREATIF MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING DI PKK RT 06 KELURAHAN JAYA MUKTI KOTA DUMAI Fitra, Fitra; Mesra, Trisna; Abdillah, Nuryasin; Melliana, Melliana; Azmi, Azmi; Hafrida, Lis; Simanullang, Sanco; Faisal, Rudi
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 8 No. 1 (2024): Kolaborasi Inovasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Menuju Penguatan Kapasitas Masyar
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v8i1.1802

Abstract

The dish soap-making training conducted for the women of PKK RT 06 in Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur, aimed to enhance their skills and knowledge in the creative economy sector. The activity involved 40 participants and included both theoretical and practical sessions, where participants were taught about ingredients, the soap-making process, and safety and hygiene techniques. The training results showed significant improvements in participants' knowledge and skills. Before the training, most participants lacked basic knowledge of dish soap-making. After the training, they were able to independently produce high-quality soap. This training also strengthened the camaraderie and cooperation among PKK members. However, participants faced challenges in sourcing raw materials. To address this, future training should focus on practical solutions such as providing information on affordable raw material sources and marketing strategies. The sustainability of this training is crucial, with government and stakeholder support needed to help participants develop their dish soap businesses sustainably. This training demonstrates that with the right methods and high motivation, the community can develop new skills beneficial for improving family economies.
EFISIENSI BIAYA TRANSPORTASI MELALUI OPTIMASI RUTE: PENDEKATAN SAVING MATRIX DAN NEAREST NEIGHBOR Azmi, Azmi; Melliana, Melliana; Mahmud, Soni Fajar; Rahman, Hasbur
JURNAL UNITEK Vol. 17 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v17i2.1081

Abstract

UKM Mie Sukiyo, produsen mie basah rumahan di Jl. Siak, Kota Dumai, Riau, telah beroperasi selama 25 tahun dan melayani kebutuhan mie basah pedagang bakso di wilayah Kota Dumai. Saat ini, UKM ini menghadapi tantangan dalam pendistribusian produk, karena proses pengiriman belum berjalan secara efisien. Rute pengantaran belum dirancang secara optimal dan cenderung memprioritaskan pelanggan dengan permintaan tertinggi tanpa memperhitungkan efektivitas rute keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rute distribusi yang lebih efisien dan terstruktur sekaligus meminimalkan biaya distribusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Saving Matrix dan Nearest Neighbor. Analisis menggunakan Saving Matrix berhasil mengurangi jumlah rute dari empat menjadi dua rute, sementara optimasi urutan pengiriman dengan Nearest Neighbor mengurangi jarak tempuh dari 43,1 km menjadi 39,3 km. Pengurangan jarak ini secara langsung menurunkan biaya transportasi bulanan dari Rp.323.250 menjadi Rp.293.750, sehingga terjadi penghematan sebesar Rp.28.500 atau 8,81%.
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI KERUPUK JANGEK JALAN KARTINI DUMAI Melliana, Melliana; Simanullang, Sanco; Azmi, Azmi; Fitra, Fitra; Mesra, Trisna
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 8 No. 3 (2024): Penguatan Literasi Keuangan, Inovasi UMKM, dan Transformasi Pembelajaran pada E
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v8i3.1897

Abstract

The jangek cracker business is a community business that is still rarely carried out by the people of Dumai city. This business often experiences a decline in productivity because it experiences low profits or even no profits at all and only reaches the break even point. The rarity of this business stems from problems in determining the cost price incorrectly, thus determining the selling price too low. In accordance with the problems experienced by partners, the research team offers a solution by providing skills through training on how to prepare the cost of production and calculate the cost of production systematically and precisely. The expected goal is to create increased knowledge and skills in systematically preparing the cost of production so that it is appropriate to determine the selling price.
Horticultural Supply Chain Models: Strategies, Challenges, and Marketing Approaches. Azmi, Azmi; Hadiguna, Rika Ampuh; Jonrinaldi, Jonrinaldi
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 9 No 1 (2025): MARCH
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v9i1.6451

Abstract

Indonesia's horticulture sector has undergone rapid expansion, driven by rising demand from both domestic and international markets. However, small-scale farmers continue to struggle with limited market access, price volatility, and high production costs, affecting their profitability and long-term sustainability. This study conducted a comprehensive literature review of 135 scientific articles to analyze three dominant supply chain models: direct marketing, contract farming, and cooperatives. Direct marketing allows farmers to secure higher prices by bypassing intermediaries but poses challenges in terms of operational scale, financial resources, and market access. Contract farming provides stability through guaranteed pricing, input support, and technical assistance, though profit distribution often favors contracting firms. Meanwhile, cooperatives offer better market access and collective bargaining power but require strong organizational structures to function effectively. The findings emphasize the importance of policies that support farmer education, improve market infrastructure, and encourage fair contractual agreements. Additionally, agribusiness stakeholders must invest in supply chain innovations and risk mitigation strategies to enhance efficiency and transparency. Strengthening these aspects is crucial for fostering a more resilient and sustainable horticultural sector in Indonesia
CARA PRAKTIS MENGHITUNG DAN MENGELOLA HARGA POKOK PRODUKSI BAGI UMKM Melliana, Melliana; Fitra, Fitra; Wiroto, Noto; Saputra, Juni; Rinaldy, M Agus; Rahmi, Hanifatul; Mesra, Trisna; Azmi, Azmi; Indrawan, Surya; Marbun, Novri Jenita
Jurnal Pengabdian Kompetitif Vol. 4 No. 1 (2025): Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM melalui Inovasi, Pendidikan, dan Keuangan Digi
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/pengabdiankompetif.v4i1.2387

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Ketahanan dan kemampuan UMKM dalam menghadapi persaingan menjadikan sektor ini sebagai fondasi ekonomi yang kuat. Meski demikian, dalam praktiknya masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi hambatan, terutama dalam menentukan harga jual produk secara tepat. Berdasarkan temuan di lapangan, penetapan harga seringkali dilakukan secara tidak terstruktur, hanya mengandalkan perkiraan atau mengikuti harga pasar tanpa memperhitungkan biaya produksi secara menyeluruh. Ketidaktepatan ini dapat mengakibatkan keuntungan yang tidak maksimal dan bahkan kerugian dalam jangka panjang. Sebagai solusi, kegiatan edukatif ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada pelaku UMKM dalam menentukan harga jual berdasarkan analisis biaya. Melalui metode ceramah dan pendampingan langsung, para pelaku usaha dibimbing untuk memahami pentingnya komponen biaya sebagai dasar dalam penetapan harga. Diharapkan melalui kegiatan ini, UMKM dapat meningkatkan efektivitas strategi penetapan harga mereka, sehingga mampu bersaing secara sehat di pasar dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Rekayasa Kualitas Batu Bata Merah dengan Menggunakan Metode Design of Experiment (Metode Taguchi) Azmi, Azmi; Febrina, Wetri; Abrar, Aidil
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 1 (2024): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v8i1.10476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berkontribusi dan parameter optimum pada pembuatan batu bata. Penelitian ini dilakukan di usaha batu bata “Amanah” yang merupakan salah satu usaha di sentra batu bata Purnama kota Dumai yang masih menggunakan cara manual. Metode Taguchi digunakan yang terdiri dari tahap perencanaan, eksperimen, analisa, dan diakhiri dengan tahap eksperimen konfirmasi. Hasil perhitungan S/N ratio menunjukkan bahwa parameter optimum proses pembuatan batu bata adalah penggunaan 90% komposisi tanah liat (A), 1,5 jam untuk waktu pengadukan adonan (B), 15 hari waktu penjemuran (C) dan waktu pembakaran selama 2 hari (D). Sementara itu, kontribusi faktor-faktor terhadap kualitas batu bata dipengaruhi oleh komposisi tanah liat sebesar 35,8% dan 31% waktu pembakaran. Sedangkan waktu pengadukan dan waktu penjemuran masing-masing memberikan kontribusi sebesar 9,4% dan 7,1% dan residual atau faktor error berkontribusi sebesar 16,7%. Hasil eksperimen konfirmasi menunjukkan adanya penurunan jumlah cacat sebesar 33,27%. Hal ini dapat dilihat dari jumlah cacat rata-rata sebelum dilakukan penelitian yaitu sebesar 5,89% dan mengalami penurunan rata-rata jumlah cacat menjadi 3,93% setelah dilakukan penerapan parameter optimum. Sedangkan eksperimen konfirmasi terhadap rata-rata kuat tekan tidak menunjukan adanya perubahan yang signifikan yaitu hanya 1,2%
PENINGKATAN LITERASI NUMERASI MELALUI PELATIHAN PEMAHAMAN DAN PEMBAHASAN SOAL AKM DI SMP MUHAMMADIYAH KOTA DUMAI Mesra, Trisna; Fitra, Fitra; Rahmi, Hanifatul; Azmi, Azmi; Melliana, Melliana; Nurfaiza, Siti; Zata Amani, Sabila
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 6 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i6.2416-2426

Abstract

Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) merupakan alat evaluatif yang menggantikan Ujian Nasional (UN) untuk mengukur keterampilan membaca dan berhitung yang penting bagi siswa di Indonesia. Hasil survei Programme for International Student Evaluation (PISA) mengungkapkan bahwa tingkat literasi dan numerasi siswa Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara lain, yang menyoroti perlunya inisiatif untuk meningkatkan pemahaman evaluasi ini. Proyek ini berupaya untuk meningkatkan kemahiran siswa dalam mengatasi tantangan numerasi AKM melalui program pelatihan di SMP Muhammadiyah Kota Dumai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan sosialisasi, pra-tes, instruksi pemecahan masalah numerasi, dan pasca-tes. Pra-tes menilai kompetensi awal siswa, sedangkan pasca-tes mengukur kemanjuran instruksi yang diberikan. Hasil pra-tes menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperoleh skor rendah dalam numerasi, dengan rentang 0 hingga 60. Setelah pelatihan, ada peningkatan yang nyata dalam kemampuan numerasi siswa, seperti yang terlihat dari hasil pasca-tes yang meningkat. Oleh karena itu, pendekatan pelatihan ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep numerasi dalam AKM. Proyek serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara luas untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.Â