Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pendapatan Keluarga, dan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Ahmad Munadi; Rijanti Abdurrachim; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i1.153

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi jangka panjang yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi dalam tubuh anak sehingga pertumbuhan terhambat dan tidak sesuai usianya. Prevalensi stunting Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2020 masih diatas 31% dan wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu tahun 2021 yaitu 21,7% sedangkan target RPJMN tahun 2024 yaitu 14%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, dan berat badan lahir rendah dengan kerjadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Metode yang digunakan observasional analitik dengan rancangan Case Control. Populasi adalah seluruh balita usia 24-56 bulan sampelnya adalah sebagian dari populasi dengan jumlah sampel 35 kelompok kasus dan 35 kelompok kontrol. Sampel didapatkan dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu stunting tergolong kurang kelompok kasus 85,7% dan kelompok kontrol 62,8%, pendapatan keluarga stunting yang rendah kelompok kasus 77,1% dan pendapatan tinggi pada kelompok kontrol 68,6%,) dan dan berat badan lahir balita stunting BBLR pada kelompok kasus 8,6% dan BBLR pada kelompok kontrol tidak ada 0%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan gizi ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting dan tidak ada hubungan berat badan lahir dengan kejadian stunting. Bagi pihak puskesmas untuk meningkatkan intensitas penyuluhan tentang stunting disetiap kegiatan posyandu dengan bantuan media leaflet kepada ibu balita supaya mengetahui mengenai kejadian stunting dan dapat mencegah kejadian stunting dengan gizi seimbang.
Pengaruh Edukasi Hipertensi Menggunakan Media Video terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Penderita Hipertensi Zalfa Alya Anshari Zalfa Alya Anshari; Zulfiana Dewi; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i2.168

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi dengan meningkatnya konstraksi pembuluh darah, prevalensi hipertensi di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin merupakan urutan ke 1 tertinggi di Kota Banjarmasin dengan kasus 4.217 sehingga dilakukan upaya untuk menurunkan prevalensi hipertensi salah satunya dengan kegiatan penyuluhan. Tujuan penelitian mempelajari pengaruh edukasi hipertensi menggunakan media video terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku penderita hipertensi studi di wilayah kerja Puskesmas Terminal, Kota Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan rancangan pretest–postest. Terdapat 32 sampel terbagi kelompok eksperimen dan kontrol. Eksperimen yaitu penderita hipertensi yang mendapatkan penyuluhan media video, kontrol yang diberi leaflet. Sampel penelitian diambil dengan teknik Purposive Sampling. Data yang dikumpulkan karakteristik penderita Hipertensi, pengetahuan dan sikap dengan cara mengisi kuesioner. Perilaku dikumpulkan melalui wawancara recall 1 x 24 jam. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan pada kelompok eksperimen dan kontrol, ada pengaruh penyuluhan terhadap sikap pada kelompok eksperimen dan kontrol. Tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap perilaku recall energi pada kelompok eksperimen sedangkan pada kontrol ada. Tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap perilaku recall protein pada kelompok eksperimen sedangkan pada kontrol ada. Tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap perilaku recall lemak pada kelompok eksperimen dan kontrol. Tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap perilaku recall natrium pada kelompok  eksperimen sedangkan pada kontrol ada. Sebaiknya kegiatan penyuluhan dilakukan dengan menggunakan media yang berbeda-beda agar mengetahui media mana yang efektif. Peneliti menyimpulkan bahwa perilaku penderita hipertensi sulit untuk dirubah.
Pengetahuan, Pola Asuh dan Kebiasaan Makan Orang Tua terhadap Kesulitan Makan Usia 4-6 Tahun Samiah; Mahpolah; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.170

Abstract

Kesulitan makan yang biasa terjadi pada anak masih menjadi perhatian banyak orang tua. Faktor yang berpengaruh terhadap gizi seseorang adalah pola makan. Pola makan erat kaitannya dengan macam, jumlah dan komposisi makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pemenuhan makanan yang baik bagi anak akan mempengaruhi status gizi pada anak. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2019 menyatakan bahwa prevalensi kasus anak usia prasekolah underweight di dunia sebesar 15,7% dan anak usia prasekolah overweight sebanyak 6,6%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengetahuan, pola asuh dan kebiasaan makan orang tua terhadap kesulitan makan usia 4-6 tahun di PAUD Aba Rahmaniah Kecamatan Banjarbaru Utara. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu yang memiliki anak di PAUD Aba Rahmaniah Kecamatan Banjarbaru Utara dengan sampel 70 ibu yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan ibu cukup (41,4%), pola asuh kurang (64,3%), kebiasaan makan orang tua kurang (58,6%). Analisis hasil uji korelasi Rank Spearman didapatkan ada hubungan pengetahuan (p<0,05), pola asuh (p<0,05) dan kebiasaan makan orang tua (p<0,05) terhadap kesulitan makan usia 4-6 tahun di PAUD Aba Rahmaniah Kecamatan Banjarbaru Utara. Disarankan kepada Puskesmas perlu peningkatan pendidikan gizi bagi para orang tua untuk perbaikan pola asuh anak.
Hubungan Pola Konsumsi dan Aktivitas Fisik Terhadap Pengendalian Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 St Maria Ulpah Ulpah; Sajiman; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.173

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit yang prevalensinya semakin meningkat dari tahun ketahun dan merupakan penyakit kronis yang membutuhkan terapi medis secara berkelanjutan. Data menunjukkan puskesmas Martapura 1 menduduki urutan pertama yang memiliki prevalensi DM tertinggi di Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dan aktivitas fisik terhadap pengendalian kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe2. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross- sectional. Populasi dalam penelitian adalah penderita DM yang melakukan pemeriksaan kadar gula darah di Puskesmas Martapura 1 dengan sampel 61 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pola konsumsi dengan metode Recall 1x24 jam dan FFQ, aktivitas fisik dengan metode GPAQ yang dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta data kadar gula darah diperoleh dengan glukometer. Analisis data menggunakan uji korelasi Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 59% kadar gula darah tidak terkontrol, 68.9% pola konsumsi yang tidak baik dan 41% aktivitas fisik yang ringan. Penelitian menunjukkan ada hubungan pola konsumsi (r<0.000) dan aktivitas fisik (r<0.019) dengan pengendalian kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2.
Pengaruh Edukasi Gizi Dengan Media Animasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Stunting Berliana Dewi; Zulfiana Dewi; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.178

Abstract

Stunting merupakan tinggi badan yang kurang menurut umur (<-2SD), ditandai dengan terlambatnya pertumbuhan anak yang mengakibatkan kegagalan untuk mencapai tinggi badan yang normal sesuai usia anak. Ibu berperan penting dalam menjaga kualitas gizi balitanya. Salah satu pencegahan Stunting yaitu melalui edukasi pada ibu dalam perubahan pengetahuan dan sikap serta peningkatan kesehatan dan gizi balita. Data menunjukkan Puskesmas Alabio menduduki urutan teratas yang memiliki prevalensi Stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang balita stunting. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan  rancangan one group pre test and post test design with control grup. Populasi dalam penelitian adalah ibu yang memiliki balita stunting di Puskesmas Alabio dengan sampel penelitian terdiri dari kelompok intervensi dan kontrol dengan total 32 sampel diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh edukasi gizi dengan media animasi terhadap pengetahuan ibu tentang stunting p value  0,000 (a<0,05) dan ada pengaruh edukasi gizi dengan media animasi terhadap sikap ibu tentang stunting p value 0,023 (a<0,05). Hasil rerata juga menunjukan peningkatan pengetahuan dan sikap ibu menggunakan media animasi lebih tinggi dibandingkan dengan edukasi menggunakan metode ceramah saja. Hendaknya pihak puskesmas dapat menjadikan acuan kebijakan bahwa media promosi kesehatan video animasi cukup efektif digunakan untuk pendidikan atau sosialisasi kepada ibu tentang pemahaman stunting. Diharapkan kepada ibu yang telah mendapatkan edukasi mampu menerapkan informasi dari penyuluhan yang telah didapatkan pada kehidupan sehari-hari.
Hubungan Persepsi, Aktivitas Fisik, Pola Makan, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Nur Hikmah; Mahpolah; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.187

Abstract

Kota Banjarbaru menempati peringkat ke-3 pada kasus dan peringkat ke-2 pada kematian penderita DM di seluruh wilayah Kalimantan Selatan dari tahun 2017-2018. Berdasarkan data Puskesmas Landasan Ulin menunjukan angka peningkatan kasus pada tahun 2016 ada 266 penderita dan pada tahun 2018 meningkat menjadi505 penderita. DM tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi seperti kerusakan mata, ginjal, pembuluh darah, syaraf dan jantung. Tujuan untuk mengetahui hubungan persepsi, aktivitas fisik, pola makan, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada masyarakat di wilayah Puskesmas Landasan Ulin. Jenis penelitian observasional analitik, dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 110 orang diambil dengan cara purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Korelasi Rank Spearman pada α 0,05. Tidak ada hubungan bermakna antara persepsi (p=0,083) dan pola konsumsi protein (p=0,215) dengan kejadian diabetes melitus tipe 2, ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik (p=0,002), pola makan (p=0,004), pola konsumsi karbohidrat (p=0,049),  lemak  (p=0,003),  serat  (p=0,004),  dan  IMT (p=0,000) dengan kejadian diabetes melitus tipe 2. Disarankan masyarakat dapat menerapakan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan dengan makanan bergizi seimbang dan memperbanyak aktivitas fisik seperti berolahraga.
Screen Time dan Aktivitas Fisik dengan Asupan Energi Pada Remaja Obesitas Septi Nur Islami; Rusmini Yanti; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 November 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v4i2.685

Abstract

Kota Banjarbaru memiliki prevalensi obesitas sebesar 3,60%, dan sudah mendekati nilai nasional yaitu 4,0%.  Pola makan yang buruk, umur, aktivitas fisik, asupan energi, genetik, dan sedentary lifestyle merupakan faktor penyebab obesitas.  Obesitas bisa terbentuk akibat kurangnya aktivitas fisik, disebabkan kebiasaan remaja yang hanya dilakukan aktivitas di dalam rumah, seperti kegiatan menatap layar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan screen time dan aktivitas fisik dengan asupan energi pada remaja obesitas di SMK Negeri 1 Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross- sectional. Sampel adalah siswa SMK Negeri 1 Banjarbaru yang mengalami obesitas sebanyak 45 orang. Pengumpulan data screen time, aktivitas fisik, dan asupan energi dengan wawancara kuesioner, dan dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil uji statistik Rank Spearman menunjukkan ada hubungan bermakna antara screen time dengan asupan energi (p-value= 0,005) dan ada hubungan antara aktivitas fisik (p-value = 0,000) dengan asupan energi remaja obesitas. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara screen time dan aktivitas fisik dengan asupan energi pada remaja SMK Negeri 1 Banjarbaru.
NUGGET IKAN DAN DIMSUM IKAN SAYUR MENGATASI STUNTING DAN WASTING Dewi, Zulfiana; Sajiman; Syainah, Ermina; Mas'odah, Siti; Magdalena; Andres, Mailla Dwi; Yanti, Rusmini; Rahmani; Hariati, Niken Widyastuti; Emelia, Herizka Risty; Fathurrahman; Nisa, Nurun
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v3i1.60

Abstract

Stunting, often called stunting, is a condition of failure to grow in children under five years old (toddlers) due to chronic malnutrition and recurrent infections, especially during the First 1,000 Days of Life (HPK), namely from the fetus to a 2-year-old child. Other studies show that the problem of stunting in Indonesia is related to food consumption, namely the low consumption of food sources of animal protein that are consumed daily. Data from the Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) shows that consumption of animal protein per day in Indonesia is 20.30 grams, lower than other ASEAN countries such as Malaysia, Brunei, the Philippines, and Thailand. This community service activity takes the form of education about animal protein to prevent stunting and a cooking demonstration on fish nuggets and vegetable fish dim sum. The target group is cadres and mothers of toddlers in the working area of the East Martapura Community Health Center, Banjar Regency, South Kalimantan Province. The results of this community service activity show an increase in knowledge about stunting and how to prevent it.
Diseminasi Standar Makanan, Pengolahan Jus Varian Buah dan Sayur Serta Edukasi Kepada Lansia Hipertensi Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru Rijanti Abdurrachim; Niken Widyastuti Hariati; Endang Sri Purwanti Ningsih
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 4, No 1 (2022): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v4i1.283

Abstract

Elderly is an age group that is very vulnerable to suffer from hypertension. In addition to medication, blood pressure can be controlled by managing diet and giving fruits and vegetables. The Community Service Team carried out dissemination of food standards, processing of fruit and vegetable variant juices and education for the elderly with hypertension at the Tresna Werdha Budi Sejahtera Social Home Banjarbaru. The purpose of the activity is to provide input to nursing home managers regarding food standards, training and demonstrations of making fruit and vegetable juice variants as well as providing knowledge about eating arrangements for controlling blood pressure in the elderly. Method: Phase I: Dissemination to the management and health workers regarding food standards for the elderly with hypertension. Phase II: Conducting demonstrations of making fruit and vegetable variant juices and training nutritionists and health workers. Phase III: educating the elderly about eating arrangements and measuring blood pressure. The results of the activity: I. The results of the dissemination of suggestions for improving food standards for the elderly in order to control the blood pressure of the elderly at the Tresna Werdha Home., II The results of the juice making demonstration and training: the health workers were very enthusiastic, starting from the explanation from the preparation process to the making process. The results of education and blood pressure examinations found high grade 1 and 2 hypertension conditions. It is not possible to do pre and post-tests to explore the level of knowledge in the elderly. Asking questions directly from what is explained, all the elderly can answer. The preparation of food standards for the elderly with the addition of a composition of vegetables and fruit, the proposal to enter a joint juice drinking program with the elderly, providing continuous mentoring and motivation by nutritionists, are opportunities for the implementation of the MOU/cooperation agreement with the Social Institution.
Edukasi Dan Pelatihan Pengolahan MP-ASI Berbahan Pangan Lokal Pada Kader Untuk Mencegah Stunting (Kelurahan Landasan Ulin Tengah) Aprianti, Aprianti; Hariati, Niken Widyastuti; Farhat, Yasir
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 1 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i1.510

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak signifikan pada kesehatan anak-anak di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) berbahan pangan lokal yang tepat dapat menjadi salah satu strategi pencegahan stunting pada anak usia dini. Tujuan: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu di Kelurahan Landasan Ulin Tengah tentang pengolahan MP-ASI berbasis pangan lokal. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2024, melibatkan 27 kader posyandu. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang pemilihan bahan dan pengolahan MP-ASI serta demo masak. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kader, di mana kader dengan pengetahuan baik meningkat dari 29,63% sebelum pelatihan menjadi 62,96% setelah pelatihan. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat peran kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui edukasi berbasis pangan lokal. Simpulan: Pelatihan berkala dan kolaborasi dengan puskesmas disarankan untuk menjaga keberlanjutan program ini.