Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Relationship Between Infant and Child Feeding History (PMBA), Infectious Disease History and Food Intake in Wasting Toddlers Febranitami, Catur Amalia; Sajiman; Hariati, Niken Widyastuti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v7i1.246

Abstract

Improving human resource quality depends on good nutrition, especially for pregnant women and young children. Wasting remains a challenge in Indonesia, including at Puskesmas Landasan Ulin, with cases rising from 5.39% in 2023 to 9.23% in February 2024. This condition is influenced by imbalanced nutrient intake, improper feeding practices, and infections such as acute respiratory infections (ARI), pneumonia, and diarrhea. This study aims to analyze the relationship between infant and young child feeding (IYCF) history, infectious diseases, and dietary intake in wasted toddlers at Puskesmas Landasan Ulin. This research is an analytical observational study with a case-control design. It was conducted in the working area of Puskesmas Landasan Ulin in November 2024. The sample consisted of 59 children aged 6–59 months with wasting as the case group and 118 children without wasting as the control group. There is a significant relationship between IYCF history (P-value = 0.032), history of infectious diseases (P-value = 0.017, OR = 95% CI 1.303–8.202), and dietary intake (P-value = 0.000, OR = 95% CI 1.955–9.361) with wasting in children. Enhancing mothers' knowledge of IYCF practices by increasing the number of trained health cadres and promoting IYCF through media campaigns is crucial.
Analysis of Parenting Patterns and Nutritional Imbalance as Risk Factors for Stunting in Toddlers Hariati, Niken Widyastuti; Aprianti, Aprianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 April 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v7i1.1284

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that has serious impacts on children's physical growth and cognitive development. In 2023, South Kalimantan Province recorded a stunting prevalence of 24,7%, higher than the national average of 21,5%. This study aimed to examine the feeding practices and nutritional intake balance among stunted children under five in the Sungai Ulin Community Health Center (Puskesmas) service area. The study employed a mixed-methods approach, consisting of a quantitative component using a cross-sectional design, and a qualitative component through in-depth interviews. The quantitative data sample included 66 stunted children aged ?1 year, while the qualitative data sample consisted of 15 mothers or caregivers of stunted children. Data collection and analysis were conducted from March to July 2024. The study findings indicated that 54,5% of the stunted children were under three years old, and 60,6% were male. Additionally, 57,6% of the children had a short stature nutritional status. Energy (51,5%), carbohydrate (63,6%), and iron (57,6%) intake deficits were identified as significant risk factors. The qualitative findings revealed that parental time availability nutritional knowledge, and improper complementary feeding practices contributed to the occurrence of stunting. Interventions promoting balanced diets and educating parents about appropriate feeding practices are essential steps in preventing stunting.  
Penyuluhan Dan Pendampingan Pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik Di Wilayah Kerja Puskesmas Landasan Ulin Timur Kota Banjarbaru Farhat, Yasir; Aprianti; Hariati, Niken Widyastuti
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 3 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i3.827

Abstract

Pendahuluan: Salah satu masalah yang sering dihadapi ibu hamil adalah kekurangan energi kronik (KEK). KEK dapat menyebabkan pertumbuhan janin yang terhambat dan risiko tinggi komplikasi persalinan. Prevalensi KEK cukup tinggi pada ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman dan perawatan ibu hamil dengan kondisi tersebut. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu hamil tentang KEK serta memberikan pendampingan dalam mengelola kondisi KEK mereka. Metode: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari penyuluhan dengan metode presentasi/ceramah dan tanya jawab serta pendampingan dengan konseling menggunakan media leaflet. Jumlah peserta sebanyak 15 orang ibu hamil yang KEK. Setelah itu dilakukan evaluasi pengetahuan dengan pre test dan post test. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan dan pendampingan yaitu rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan dan pendampingan adalah 79 dan sesudah penyuluhan dan pendampingan adalah 90. Simpulan: Penyuluhan dan pendampingan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang Kekurangan Energi Kronik sehingga kegiatan ini sangat berguna untuk mengatasi masalah program gizi khususnya KEK pada ibu hamil.
Pengaruh Permainan Edukatif Ular Tangga Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Gizi Seimbang Madinah, Sari; Farhat, Yasir; Hariati, Niken Widyastuti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v6i1.176

Abstract

Permasalahan gizi anak usia sekolah merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan fisik, psikologis dan prestasi menurun. Salah satu penyebabnya kurang pengetahuan dan kesadaran gizi. Cara yang efektif memberikan pengetahuan dengan menggunakan media agar mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode edukasi dengan permainan ular tangga terhadap pengetahuan dan sikap gizi seimbang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Tanah Laut. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan two group pretest posttest with control group design. Populasi berjumlah 213. Sampel diambil secara Stratified Random Sampling diperoleh 32 siswa dibagi menjadi dua kelompok yaitu intervensi (permainan ular tangga) dan kontrol (ceramah). Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dengan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney. Terdapat perbedaan skor pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan pada tiap kelompok (p=<0,05). Hasil analisis skor pengetahuan dan sikap sesudah diberikan perlakuan tiap kelompok terdapat perbedaan yang signifikan (p=<0,05). Namun berdasarkan selisih rata-rata kedua kelompok diperoleh selisih lebih besar pada kelompok intervensi yaitu pengetahuan sebesar 1,31 dan sikap sebesar 0,94 yang berarti kelompok intervensi lebih unggul. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu metode edukasi dengan media permainan ular tangga maupun ceramah keduanya berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap, namun metode edukasi dengan permainan ular tangga memiliki pengaruh lebih besar terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap gizi seimbang.
Hubungan Pengetahuan Ibu, Riwayat BBLR dan Ibu Hamil Usia Dini dengan Kejadian Stunting pada Balita Nesa, Yunisari Puteri; Aprianti; Hariati, Niken Widyastuti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v6i1.188

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun, faktor risiko terjadinya stunting diantaranya asupan makanan kurang, riwayat BBLR, usia ibu saat hamil, pengetahuan ibu, sosial ekonomi dan masih banyak faktor lainnya. Prevalensi stunting di Puskesmas Simpang Empat 2 tahun 2021 sebesar 71,03%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, riwayat BBLR dan ibu hamil usia dini dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simpang Empat 2 Kabupaten Banjar. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas yaitu pengetahuan ibu, riwayat BBLR dan ibu hamil usia dini, dengan variabel terikat kejadian stunting. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita usia 24-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Empat 2 sebanyak 389 balita. Teknik pengambilan sampel dengan cara proportionate stratified random sampling, sampel didapat sebanyak 83 balita. Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita memiliki ibu dengan tingkat pengetahuan kurang (79,5%), memiliki riwayat BBLR (31,3%), dan sebagian besar usia ibu saat hamil usia ≥ 20 tahun (83,1%). Analisis statistik uji korelasi Spearman Rank didapatkan hasil. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simpang Empat 2 Kabupaten Banjar. Untuk meningkatkan pengetahuan pada ibu balita diharapkan  pihak puskesmas agar lebih meningkat instensitas penyuluhan kesehatan mengenai stunting dan gizi kepada masyarakat dan untuk ibu balita diharapkan untuk terus memantau tumbuh kembang dan kesehatan balita di faskes terdekat.
The Relationship of Nutrition Knowledge, Nutritional Intake, and Physical Activity with Adolescent Nutritional Status Ulfah, Maria; Hariati, Niken Widyastuti; Abdurrachim, Rijanti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v8i1.289

Abstract

Adolescence is a transitional period vulnerable to nutritional problems due to physical changes and lifestyle patterns. Data from July 2025 involving 91 adolescents at PPRSAR Mulia Satria showed varied nutritional status ranging from severely underweight to obese. This study aimed to analyze the relationship between nutritional knowledge, dietary intake, physical activity, and nutritional status. A cross-sectional study was conducted from October to November 2025 involving 91 adolescents. Dietary intake was assessed using a non-consecutive 2×24-hour food recall, physical activity using PAQ-A, and nutritional status based on WHO 2007 BMI-for-age standards. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant association between dietary intake and nutritional status, while nutritional knowledge and physical activity were not associated. It is concluded that dietary intake is the main determinant of adolescents’ nutritional status.
Effects of Phaleria macrocarpa and Averrhoa bilimbi L. on fasting blood glucose in diabetic rats Laila Sholehah; Fathurrahman Fathurrahman; Niken Widyastuti Hariati; Aprianti Aprianti
International Journal of Advances in Applied Sciences Vol 15, No 2: June 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijaas.v15.i2.pp732-740

Abstract

Traditional ingredients have been proven to contain many substances that can be used to prevent and treat diabetes. This study aimed to investigate the effects of a combination of Phaleria macrocarpa and Averrhoa bilimbi L. extracts on fasting blood glucose levels. A randomized, post-test-controlled group design was used. Type 2 diabetes mellitus was induced in 36 Sprague Dawley rats by feeding them a high-fat diet for 2 weeks, followed by the administration of streptozotocin (STZ) and nicotinamide to induce type 2 diabetes mellitus. The rats were divided into six groups. The treatment was administered for 21 days, and fasting blood glucose levels were measured. The data were analyzed using one-way analysis of variance (ANOVA). The combined dose of Phaleria macrocarpa and Averrhoa bilimbi L. extract effectively reduced fasting blood glucose levels over 21 days. Group T1 demonstrated the highest efficacy and did not differ significantly from that of the C+ group. The effective dosage that influenced fasting blood glucose levels was a combination of Phaleria macrocarpa at 750 mg/kg W/day and Averrhoa bilimbi L. at 375 mg/kg. Phaleria macrocarpa and Averrhoa bilimbi L. extract have a synergistic effect, making them a promising natural medication for controlling blood glucose levels.
Pentingnya Gaya Hidup Sehat terhadap Konsentrasi Belajar Siswa: Studi Cross Sectional: The Importance of a Healthy Lifestyle for Students’ Learning Concentration: Cross-Sectional Study Anwary, Muhammad Azhar; Nurhamidi, Nurhamidi; Hariati, Niken Widyastuti
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.1.442-448

Abstract

Learning concentration is an essential component in supporting students' academic achievement. Both internal and external factors can affect concentration levels, including sleep quality, iron intake, and breakfast habits. This study aims to examine the relationship between sleep quality, frequency of iron consumption, and breakfast habits with students' learning concentration at MA Al Irsyad Sungai Tuan. This study applied an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 48 students from grades X and XI who met the inclusion criteria were selected as respondents using a total sampling technique. Data were collected using standardized instruments, namely the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to assess sleep quality, the Food Frequency Questionnaire (FFQ) to measure the frequency of iron intake, and an additional questionnaire to assess breakfast habits and learning concentration levels. Data analysis was conducted using Spearman's Rank correlation test to identify relationships between variables. The results showed significant correlations between sleep quality (p=0.000), frequency of iron consumption (p=0.001), and breakfast habits (p=0.002) with students’ learning concentration. These findings indicate that students with good sleep quality, adequate iron intake, and regular breakfast habits tend to have higher levels of learning concentration. In conclusion, sleep quality, frequency of iron consumption, and breakfast habits are important determinants in supporting students’ learning concentration. Therefore, the results of this study are expected to serve as a basis for schools and parents to pay more attention to students' lifestyle factors in order to promote optimal academic performance.
Pengaruh Berat Badan Lahir Rendah dan Riwayat Infeksi Saluran Pernapasan Akut terhadap Kejadian Balita Underweight Efriyani; Zulfiana Dewi; Niken Widyastuti Hariati; Meilla Dwi Andrestian
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1613

Abstract

Underweight masih menjadi masalah gizi pada balita yang berdampak terhadap pertumbuhan dan kesehatan jangka panjang. Prevalensi underweight di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 3 tahun 2024 sebesar 12,5% dan diduga berkaitan dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) serta Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh BBLR dan riwayat ISPA terhadap kejadian balita underweight. Penelitian menggunakan desain case control dengan 160 responden, terdiri atas 40 balita underweight sebagai kelompok kasus dan 120 balita dengan status gizi normal sebagai kelompok kontrol usia 24–59 bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara ibu dan penelusuran buku KIA, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara BBLR (p = 0,001; OR = 1,779) dan riwayat ISPA (p = 0,006; OR = 1,103) terhadap kejadian underweight. Diperlukan pemantauan tumbuh kembang balita dengan riwayat BBLR serta pencegahan ISPA melalui edukasi PHBS dan perbaikan lingkungan.
Hubungan Standar Pelayanan Minimal Gizi dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan Nur Asiah; Rusmini Yanti; Niken Widyastuti Hariati; Rijanti Abdurrachim
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.968

Abstract

Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan rumah sakit, termasuk pelayanan gizi. Pelayanan gizi rawat inap di rumah sakit wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) gizi, seperti ketepatan pemberian diet dan ketepatan waktu pemberian makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketepatan pemberian diet dan ketepatan waktu pemberian makanan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah 62 pasien rawat inap di ruang Penyakit Dalam yang memenuhi kriteria inklusi (total sampling). Variabel dependen adalah tingkat kepuasan pasien, sedangkan variabel independen adalah ketepatan pemberian diet dan ketepatan waktu pemberian makanan. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan pasien sebesar 87,1%, ketepatan pemberian diet sebesar 88,7%, dan ketepatan waktu pemberian makanan sebesar 83,9%. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara ketepatan pemberian diet dengan kepuasan pasien (p = 0,001; r = 0,40) serta terdapat hubungan antara ketepatan waktu pemberian makanan dengan kepuasan pasien (p = 0,001; r = 0,59). Disarankan rumah sakit memperkuat alur pelayanan gizi dan koordinasi antarprofesi untuk meningkatkan ketepatan diet dan ketepatan waktu pemberian makanan, sehingga kepuasan pasien dapat dipertahankan dan ditingkatkan.