Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL PEMBENTUKAN BADAN PENGELOLA BANDARA UDARA SEBAGAI PENGGANTI BANDARA JUANDA Harmanto, Harmanto; Isbandono, Prasetyo; Wardhono, Arie
Cakrawala Vol. 11 No. 1: Juni 2017
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v11i1.1

Abstract

Salah bandara yang sangat padat di Jawa Timur adalah Juanda. Bandar Udara Internasional Juanda berada satu di kecamatan Sedati, kabupaten Sidoarjo. Jumlah penumpang di Ba dara Juanda tahun 5n pada 201 mencapai 12 juta penumpang. Untuk itu diperlukan alternatif pengganti Juanda pada masa yang akan datang. Berdasarkan atas hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Telah ada aturan dapat mendukung Pembentukan Badan Pengelola Bandara Udara sebagai Pengganti Bandara Juanda ondisi lokasi alternatif sebagai Pengganti Bandara , (2) K Juanda saat ini Pengganti Bandara Juanda , yang paling siap adalah Lamongan, (3) yang paling banyak potensi dan peluangnya yaitu Sidoarjo dan Lamongan, (4) pModel pembentukan Badan Pengelola sebagai enggantiBandara Juanda terbaik yang adalah Badan Usaha Milik Daerah. Rekomendasi yang dapat disampaikan adalah (1) RTRW Provinsi Tahun 2011-2031 perlu segera diwujudkan dalam RTRW kabupaten/kota yang dijadikan sebagai lokasi pengembangan bandara, (3) Pemerintah Provinsi perlu mengambil peran yang lebih banyak dalam pengelolaan bandara agar dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam pembangunan.
Transparency and Accountability in Public Services and Policies in Administrative Law: A Comparative Study of Indonesia and Norway Prasetyo Isbandono; Dian Arlupi Utami; Agus Prastyawan; Gading Gamaputra; Yuni Lestari
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 24 No. 1 (2025): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v24i2.6029

Abstract

This study aims to compare the application of transparency and accountability principles in public services and policies between Indonesia and Norway within the context of administrative law, as well as to identify the supporting and inhibiting factors affecting their implementation in both countries. The research employs a normative legal method with statutory, comparative, and conceptual approaches to analyze regulations, legal doctrines, and administrative practices related to transparency and accountability in Indonesia and Norway through literature studies and qualitative analysis. The findings reveal significant differences in the implementation of transparency and accountability principles in administrative law between the two countries, both in regulations and practice. Norway has successfully built a transparent and accountable public administration system through strong regulations, independent oversight, and a legal culture that supports information openness and public official accountability. On the other hand, although Indonesia has enacted various regulations, such as the Public Information Disclosure Act and several oversight institutions, implementation still faces numerous challenges, including a lack of transparency in bureaucracy, low public awareness, and persistent corruption. The key factors supporting transparency and accountability effectiveness in Norway include a robust oversight system, digitalization of public services, and high levels of press freedom and public participation. Meanwhile, in Indonesia, the main challenges lie in weak law enforcement, political interference, and inconsistencies in implementing openness and accountability policies
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PEMUDA MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PRODUK LOKAL UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI DESA TLEMANG LAMONGAN Lestari, Yuni; Prasetyo Isbandono; Dian Arlupi Utami; Gading Gamaputra; Audi Faradilla Rachman
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5757

Abstract

Penguatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu prioritas Desa Tlemang Lamongan. Namun, UMKM di Desa Tlemang mengalami ketidakberkembangan yang disebabkan oleh lemahnya permodalan, kurangnya keterampilan para pelaku UMKM untuk mengelola usahanya, serta belum memiliki metode yang tepat dalam mengembangkan UMKM. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sumber daya manusia khususnya generasi muda agar dapat meningkatkan ekonomi Desa Tlemang melalui kewirausahaan yang memanfaatkan produk lokal menjadi produk andalan desa. Metode pengabdian kepada masyarakat ini melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan dilakukan melalui analisa kebutuhan bagi komunitas pemuda di Desa Tlemang. Tahap pelakksanaan melalui pelatihan pembuatan “Jagung Chip Tlemang” yang dilakukan sebagai salah satu upaya mewujudkan produk andalan desa. Hasil dari kegiatan pelatihan tersebut adalah komunitas pemuda di Desa Tlemang dapat meningkatkan motivasi untuk dapat berkembang dan meningkatkan keterampilan komunitas pemuda dalam mengolah produk lokal menjadi produk andalan Desa Tlemang.
PEMETAAN PARTISIPATIF DALAM MENGUATKAN WISATA BERBASIS KOMUNITAS PADA KELOMPOK SADAR WISATA BUKIT INGGIL, DESA TLEMANG, KABUPATEN LAMONGAN Kunto Wibisono, Haryo; Rosdiana, Weni; Utami, Dian Arlupi; Isbandono, Prasetyo; Pratama Juliyanto, Andra; Rosa, Nabila Septia
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5848

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan proses pengabdian kepada masyarakat untuk mengoptimalkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Inggil, Desa Tlemang, Kabupaten Lamongan dengan media pemetaan partisipatif. Desa Tlemang memiliki potensi wisata seperti Mendhak Sanggring dan Mbah Terik, namun masih memiliki tantangan antara lain kapasitas sumber daya manusia dalam lembaga Pokdarwis dan terbatasnya kegunaan peta wisata di kalangan pengelola Pokdarwis. Melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal, kegiatan ini mengaktivasi keterlibatan warga dalam identifikasi potensi wisata, ekonomi, dan sumber daya budaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan Pokdarwis dalam pemanfaatan peta wisata dan tatakelola jejaring kelembagaan lokal. Keberadaan pemetaan partisipatif diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepemilikan warga terhadap tempat wisata dan strategi pengembangan desa wisata berbasis komunitas.
Evaluasi Program Kader Surabaya Sehat (KSH) dalam Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Sintesis Literatur Sistematis Berbasis Model CIPP untuk Konteks Kecamatan Gunung Anyar Renantanda Shah Alam; Agus Prastyawan; Prasetyo Isbandono; Reza Rahmadian
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i1.6415

Abstract

The Surabaya Healthy Cadre Program is a community empowerment strategy that aims to improve Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) through the role of health cadres at the community level. Although this program has been widely implemented, a systematic policy evaluation is needed to assess the alignment between program objectives and achievements at the community level. This study aims to evaluate the Surabaya Healthy Cadre Program policy in improving PHBS in Gunung Anyar District using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model through a Systematic Literature Review approach. The literature search process was conducted on various electronic databases following the PRISMA protocol, resulting in ten articles that met the inclusion criteria for in-depth analysis. The evaluation results showed that in terms of context, the program was relevant to community needs and in line with national health development policies. In terms of input, resources were considered adequate but still required capacity building for cadres through continuous training and operational support. In terms of process, program implementation proceeded according to plan, although there were variations in implementation quality between regions. In terms of product, the program showed a positive contribution to improving community PHBS, but efforts were still needed to improve the equity of outcomes, effectiveness, and sustainability of the program. These findings are expected to form the basis for evidence-based policy recommendations to strengthen public health programs.
Penerapan E-Government Melalui Aplikasi SEPEKAN (Sistem Informasi Rekomendasi Perizinan Kelitbangan Dengan Digital Signature) Di Bappeda Kabupaten Gresik Andrea Puspita; Prasetyo Isbandono
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintahan Kabupaten Gresik khususnya pada Bappeda Kabupaten Gresik mewujudkan penerapan E-Government melalui inovasi aplikasi SEPEKAN (Sistem Informasi Rekomendasi Perizinan Kelitbangan Dengan Digital Signature). Pelayanan pembuatan surat izin rekomendasi penelitian/survei/KKN/riset/PKL belum sepenuhnya dilakukan dengan maksimal. Di dalam aplikasi SEPEKAN masih ada beberapa kendala dalam prosdur pelayanan seperti seringkali terjadi bug pada saat pengisian kuisioner, tidak ada informasi terhadap kuota magang, kurang diketahuinya aplikasi SEPEKAN oleh masyarakat secara umum. Tujuan penelitian ini adalah memberikan evaluasi terhadap penerapan E-Government melalui aplikasi SEPEKAN dalam mewujudkan pelayanan publik untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi, akuntabilitas serta transparansi penyelengaraan pemerintahan, yang bisa diakses dengan cepat, dimanapun dan kapanpun dengan minimal kendala di Bappeda Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi, kemudian dikaitkan dengan teori menurut Indrajit (2006) yaitu terdapat tiga elemen penting untuk mencapai suksesnya E-Government yaitu Support, Capacity, dan Value Hasil penelitian menunjukkan indikator support yang meliputi pencapaian visi dan misi, tersedianya alokasi sumber daya manusia, finansial, dan dukungan infrstruktur serta suprastruktur sudah tercukupi. Dalam mendukung penerapan E-Government melalui aplikasi SEPEKAN. Namun masih kurang meratanya sosialisasi kepada masyarakat secara umum akan keberadaan aplikasi SEPEKAN. Pada indikator capacity, sumber daya finansial sudah terpenuhi dalam tata kelola aplikasi SEPEKAN. Namun dari infrastruktur teknologi masih sering terjadi bug pada saat pengisian kuisioner dan masih terdapat fitur yang belum lengkap. Pada indikator value, masyarakat mendapatkan manfaat yang signifikan dalam hal efisien waktu, biaya, dan tenaga dalam pengurusan surat izin rekomendasi penelitian/survei/KKN/riset/PKL Namun masih terdapat kendala yang dirasakan masyarakat seperti jaringan yang tidak stabil dan kurangnya pemahaman sebagian masyarakat dalam menggunakan aplikasi. Disimpulkan bahwa penerapan aplikasi SEPEKAN belum sepenuhnya optimal serta memerlukan perbaikan berkelanjutan di sistem, serta taktik sosialisai yang lebih merata untuk memberikan kualitas pelayanan publik yang lebih baik dan optimal.
Analisis Kualitas Pelayanan Administrasi di Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Sembayat Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik Nahda Amelia; Prasetyo Isbandono
Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kajian.v3i2.1111

Abstract

Administrative services are the first step for the public to access health services, so their quality needs to be considered. Based on pre-research at the Sembayat Community Health Center, several obstacles were still found, such as waiting times for services under certain conditions, suboptimal staff communication, and waiting room layout that needs to be improved. This study aims to analyze the quality of administrative services at the Sembayat Community Health Center Technical Implementation Unit (UPT) in Manyar District, Gresik Regency. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the quality of administrative services has generally been running well. In the tangible dimension, staff appear neat and supported by adequate facilities, although the waiting room layout and seating capacity still need to be optimized. In the reliability dimension, staff are able to provide services carefully, utilize service aids properly, and work according to standard operating procedures. In the responsiveness dimension, staff are responsive in assisting patients, providing directions, and following up on complaints, although queue management during busy visits still needs attention. In the assurance dimension, services have provided time certainty, cost transparency, and maintained the confidentiality of patient data. In terms of empathy, staff demonstrated a friendly, caring, and non-discriminatory attitude. Therefore, improvements to the waiting room, queue management, and consistent staff communication are still needed to support optimal service.
Efektivitas Pengelolaan Sampah Pada Bank Sampah Lestari di Dusun Seketi Mojokerto Khurrotul Aini; Prasetyo Isbandono
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji seberapa efektif pelaksanaan program Bank Sampah Lestari di Dusun Seketi, Mojokerto dalam menangani permasalahan sampah dan mendukung ekonomi warga. Program ini mengadopsi konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai strategi utama untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberikan manfaat finansial bagi masyarakat. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program memiliki dampak positif dalam mengurangi volume sampah dan memberi insentif ekonomi, meskipun masih menghadapi hambatan berupa rendahnya partisipasi warga, keterbatasan akses lokasi, dan kurangnya penyuluhan. Meski menghadapi tantangan, Bank Sampah Lestari tetap memiliki potensi sebagai contoh praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan apabila mendapat dukungan sosialisasi yang intensif, peningkatan sarana prasarana, serta kerja sama aktif antara masyarakat dan pemerintah setempat. Hasil evaluasi ini menyoroti pentingnya kemampuan organisasi dalam menyesuaikan diri terhadap kondisi lokal dan perlunya penguatan sumber daya manusia untuk menunjang kelangsungan program. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan model serupa di wilayah lain.
Implementasi Aplikasi SP4N LAPOR! Di Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Tuban Erliana Eka Sugianti; Prasetyo Isbandono
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi kebijakan SP4N-LAPOR! (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional) oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis berdasarkan empat indikator implementasi kebijakan menurut George C. Edward III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum implementasi SP4N-LAPOR! telah berjalan cukup baik dan menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan pengaduan publik. Namun demikian, implementasi SP4N-LAPOR! masih menghadapi sejumlah kendala pada tiap indikator. Pada aspek komunikasi, keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama dalam memperluas sosialisasi kepada masyarakat, sehingga penyebaran informasi belum merata. Pada indikator sumber daya, belum adanya kriteria formal dalam pemilihan admin/operator serta terbatasnya jumlah tenaga kerja dan anggaran menjadi tantangan dalam operasional harian. Dari segi disposisi, meskipun pelaksana menunjukkan komitmen positif, ketiadaan insentif formal yang memadai berpotensi memengaruhi motivasi dan keberlanjutan kinerja. Sementara itu, pada indikator struktur birokrasi, masih ditemukan keterlambatan dalam penanganan laporan karena prosedur kerja yang bersifat berjenjang dan belum cukup efisien. Dengan demikian, meskipun SP4N-LAPOR! menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan pengaduan publik, perbaikan masih diperlukan pada aspek komunikasi yang merata, penyediaan sumber daya manusia dan anggaran yang memadai, sistem insentif bagi pelaksana, serta efektivitas alur birokrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang optimal dan responsif.
Implementasi Program Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kelurahan Perak Barat Kota Surabaya Evita Dwiyanti Agustin Evita; Prasetyo Isbandono
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan data, dan kemudahan akses administrasi kependudukan melalui transformasi digital. Inovasi ini program Identitas Kependudukan Digital (IKD) memungkinkan masyarakat mengakses dokumen kependudukan secara online. Kelurahan Perak Barat adalah salah satu daerah yang melaksanakan program ini sesuai dengan kebijakan nasional yang diatur dalam Permendagri Nomor 72 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Implementasi Program Identitas Kependudukan Digital di Kelurahan Perak Barat serta mengidentifikasi faktor penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari Lurah, Kasi Pemerintahan, staf SIAK, staf pelaksana, dan masyarakat penerima layanan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan instrumen penelitian berupa lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif menurut Miles dan Huberman dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Identitas Kependudukan Digital di Kelurahan Perak Barat cukup berjalan baik ditinjau dari indikator komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi didasarkan pada teori George C. Edward III. Namun, ditemukan kendala seperti: kurangnya literasi digital (komunikasi); keterbatasan akses perangkat teknologi (sumber daya); tidak ada insentif khusus (disposisi); kekhawatiran terhadap keamanan data (struktur birokrasi). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan perlunya optimalisasi sumber daya serta penguatan koordinasi antar berbagai pihak agar Program Identitas Kependudukan Digital dapat berjalan dengan lebih efisien dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Peneliti merekomendasikan perlunya peningkatan literasi digital masyarakat melalui edukasi berkelanjutan, penguatan sistem keamanan data untuk membangun kepercayaan publik. Kata Kunci: Identitas Kependudukan Digital, Implementasi Kebijakan, Administrasi Kependudukan Digital
Co-Authors Abdillah Ahmad Hayato Abdulah, Mochamad Rifai Aditya Pratiwi Fitrianingrum Agus Prasetyawan Agus Prastyawan Agus Prastyawan AGUS PRASTYAWAN Agustina, Nur Aini amory, reiva Andrea Puspita Arie Wardhono Arnita Maharani, Shafa Audi Faradilla Rachman Aufa Anggarda, Achmad Badi'ah, Atha Bahtiar Ikhsani BIMA CAHAYA PUTRA Budiardjo, Dita Anggraini Cindy Pramita Agustin dellialvi, mezzaluna Dewi Anggraini Dhiah Ayu Pawastri DIAN ARLUPI UTAMI Dian Arlupi Utami Dwi Maharani, Salsabilla Ayu Dwi, Melinda Enggar Pradini Erliana Eka Sugianti Evita Dwiyanti Agustin Evita Fadhilla, Faiza Berliana Febi Fauzan, Muhammad Firdhauzya, Rahajeng Amatul Firmansyah, Wildan Fitria Putri, Alvionita Gading Gamaputra Gading Gamaputra Harmanto Harmanto Hidayatullah, M Syarif Hikmah, Dian Lailatul imron, huda maulana Isnaini Fitri Effendi Ita Mardiani Zain Karimah, Arzetya Fitri Al Ketut Prasetyo Khurrotul Aini Kirana, Hanif Kunto Wibisono, Haryo Kusuma Wardani, Dinda Pramesti Kusumawardani, Audhy Sindhy Lestari, Cintya Cindy Ma?ruf, Muhammad Farid Ma’ruf, Muhammad Farid Maulana, Armanda Maulania, Maghfiroh Izzani Muhammad Farid Maruf Nabila Septia Rosa Nahda Amelia Naufal Hanif Ramadhan NOVIYANTI Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Pawastri, Dhiah Ayu Prasetyawan, Agus Prastyawan , Agus Pratama Juliyanto, Andra Pratama, Wildan Cahya Purba, Iman Pasu Rachman, Audi Faradilla Rahmadian, Reza Rahmat ZamZamy, Mohammad Noor Renantanda Shah Alam Rizki, Vina SANTI ADELINA PURBA Selvia, Yusniati Soraya Nur Azizah Suryandari, Heppy Totok Suyanto VEBRIN PRASETYAN RAMADHAN WENI ROSDIANA Wibisono, Haryo Kunto Yanuariza, Brigita Delvi Yulian, Muhammad Wildan Yuni Lestari Yuni Lestari Yuni Lestari Yuni Lestari Yuni Lestari Yusuf Ibrahim, Akmal Zidan, Danuril