Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANTIBACTERIA ACTIVITY ETHANOL EXTRACT OF ACHRAS ZAPOTA L. FRUIT AND LAGENARIA SICERARIA (MOLINA) STANDL. AGAINST SALMONELLA TYPHI Saldi Hapiwaty; Yuri Pratiwi Utami; Imrawati; Mahfuzun Bone; Nurjannah Bachri; Rahmah Mustarin; Ainun Jariah; Zahira Amody; Benedikta Winne Angela
JURNAL KATALISATOR Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Katalisator Volume 9 No.2, Oktober 2024
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v9i2.3103

Abstract

The Synergistic of antibacterial is an interaction of two antibacterial agents that produces a greater inhibitory effect on bacteria, compared to the individual antibacterial effects of the two agents. The purpose of this study was to determine the synergistic effect of anti-bacterial extract of sapodilla fruit (Achras zapota L.) and water gourd (Lagenaria siceraria (Molina) Standl.) extract against Salmonella typhi bacteria. Extraction of sapodilla fruit and water gourd fruit was carried out by maceration method using 96% ethanol (1:10). Determination of the value of the minimum inhibitory concentration (MIC) of anti-bacterial sapodilla manila fruit and water gourd fruit was carried out by the checkerboard assay method using a 96 wells microplate by calculating the Fractional Inhibition Concentration Index (FICI) value. The results showed that the single MIC value of sapodilla manila fruit and water gourd fruit respectively are 50 mg/mL and 100 mg/mL. The interaction between the two is expressed as a Fractional Inhibitory Concentration Index (FICI) with a value of 1.5. The FICI values ​​indicate different antibacterial effects of the combination of sapodilla fruit and water gourd fruit against Salmonella typhi. Keywords: Synergistic, Salmonella typhi, Achras zapota L., Lagenaria siceraria (Molina) Standl., FICI
FORMULASI OBAT KUMUR EKSTRAK DAUN KAMBOJA PUTIH (Plumeria rubra L.) SEBAGAI ANTIKARIES PADA GIGI Kartika Sari; Erni Musri Hartanti; Adilah Marwa; Nurjannah Bachri
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/4e9bsx64

Abstract

Indonesia memiliki proporsi terbesar permasalahan gigi dan mulut sebesar 45,3%. Jika dibiarkan masalah gigi tersebut dapat menyebabkan karies gigi. Penggunaan obat kumur dengan bahan kimia dapat menyebabkan berbagai efek samping. Pemanfaatan ekstrak bahan alam daun kamboja putih (Plumeria rubra L.) dapat dimanfaatkan sebagai pengganti penggunaan antibiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula obat kumur yang mengandung ekstrak daun kamboja putih yang aman, stabil dan efektif. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dengan metode maserasi untuk ekstraksi dan metode difusi kertas cakram untuk pengujian aktivitas antibakteri. Obat Kumur yang dihasilkan dievaluasi dan diuji stabilitas. Aktivitas antibakteri sedang hingga kuat, dengan diameter zona bening yang dihasilkan ekstrak 10% 8,45 mm + 0,25; ekstrak 20% 10,19 mm + 1,37 dan ekstrak 40% 10,55 mm + 0,63. Sediaan obat kumur memiliki tingkat aktivitas antibakteri sedang dengan diameter zona bening yang dihasilkan obat kumur dengan 10% ekstrak 6,79 mm + 0,080; obat kumur dengan 20% ekstrak 6,95 mm + 0,327 dan obat kumur dengan 40% ekstrak 9,71 mm + 1,97. Ekstrak daun kamboja putih dapat dibuat sediaan obat kumur berwarna coklat kehitaman, berbau dan berasa khas ekstrak, homogen. Obat kumur yang dihasilkan kurang disukai oleh sejumlah panelis dan mempunyai kestabilan yang baik apabila disimpan selama 28 hari.
PHBS dan Pemanfaatan Toga: Strategi Berbasis Komunitas untuk Pencegahan DBD di Desa Curugbadak, Lebak-Banten Hermanus Ehe Hurit; Nuzul Fajriani; Reinaldo Pradana; Nurjannah Bachri; Asarini Asarini; Yuni Rahayu; Shinta Dewi gita Amalia; Isda Kana; Nurfadhilah Shofi. A
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jfwedy73

Abstract

Desa Curugbadak, Lebak-Banten, menghadapi tantangan kesehatan signifikan terkait kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tinggi, diperparah oleh rendahnya kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan inefektivitas pemanfaatan sumber daya lokal seperti Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan warga RW 02 dan RW 04 untuk menerapkan strategi pencegahan DBD yang terintegrasi dan berkelanjutan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, pelatihan pembuatan spray antinyamuk mandiri dari serai (Cymbopogon citratus) untuk ibu-ibu PKK, serta sosialisasi dan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang benar kepada siswa SDN 1 Curugbadak. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan: peserta pelatihan TOGA meningkat dari 14,76% menjadi 100%, sementara siswa PHBS meningkat dari 40,66% menjadi 99,61%. Program ini berhasil membangun kesadaran kolektif dan kemampuan praktis masyarakat untuk melakukan pencegahan DBD secara mandiri melalui pemanfaatan TOGA dan perbaikan perilaku dasar kesehatan.
PENGEMBANGAN FORMULASI SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL 70% KULIT BUAH MELINJO MERAH (Gnetum gnemon L.) Rizkiyah, Annisa; Sari, kartika; Bachri, Nurjannah
Archives Pharmacia Vol 8, No 1 (2026): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v8i1.9898

Abstract

FORMULASI OBAT KUMUR EKSTRAK DAUN KAMBOJA PUTIH (Plumeria rubra L.) SEBAGAI ANTIKARIES PADA GIGI Sari, Kartika; Hartanti, Erni Musri; Marwa, Adilah; Bachri, Nurjannah
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/4e9bsx64

Abstract

Indonesia memiliki proporsi terbesar permasalahan gigi dan mulut sebesar 45,3%. Jika dibiarkan masalah gigi tersebut dapat menyebabkan karies gigi. Penggunaan obat kumur dengan bahan kimia dapat menyebabkan berbagai efek samping. Pemanfaatan ekstrak bahan alam daun kamboja putih (Plumeria rubra L.) dapat dimanfaatkan sebagai pengganti penggunaan antibiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula obat kumur yang mengandung ekstrak daun kamboja putih yang aman, stabil dan efektif. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dengan metode maserasi untuk ekstraksi dan metode difusi kertas cakram untuk pengujian aktivitas antibakteri. Obat Kumur yang dihasilkan dievaluasi dan diuji stabilitas. Aktivitas antibakteri sedang hingga kuat, dengan diameter zona bening yang dihasilkan ekstrak 10% 8,45 mm + 0,25; ekstrak 20% 10,19 mm + 1,37 dan ekstrak 40% 10,55 mm + 0,63. Sediaan obat kumur memiliki tingkat aktivitas antibakteri sedang dengan diameter zona bening yang dihasilkan obat kumur dengan 10% ekstrak 6,79 mm + 0,080; obat kumur dengan 20% ekstrak 6,95 mm + 0,327 dan obat kumur dengan 40% ekstrak 9,71 mm + 1,97. Ekstrak daun kamboja putih dapat dibuat sediaan obat kumur berwarna coklat kehitaman, berbau dan berasa khas ekstrak, homogen. Obat kumur yang dihasilkan kurang disukai oleh sejumlah panelis dan mempunyai kestabilan yang baik apabila disimpan selama 28 hari.
Patient Satisfaction with Outpatient Pharmaceutical Services Under the National Health Insurance Scheme in Indonesia: A Cross-Sectional Study Hurit, Hermanus Ehe; Putri, Andini Adinda; Bachri, Nurjannah
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i1.485

Abstract

Background: The utilization of Indonesia’s National Health Insurance Scheme has increased. However, evidence on patient satisfaction with pharmaceutical services under national health insurance schemes in low- and middle-income countries, particularly using the SERVQUAL framework, remains limited. This gap is important, as Indonesia’s National Health Insurance Scheme patient characteristics may shape perceptions of service quality and inform targeted service improvement strategies. This study aimed to analyze the relationship between Indonesia’s National Health Insurance Scheme patient characteristics and satisfaction with outpatient pharmaceutical services. Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted and reported in accordance with the STROBE guidelines. The study involved Indonesia’s National Health Insurance Scheme outpatients at the Pharmacy Installation of Dr. Suyoto Hospital, Jakarta, in 2023, who met the inclusion criteria (aged ≥18 years, received pharmaceutical services, and provided informed consent). Data were collected using a SERVQUAL questionnaire assessing five dimensions of service quality: tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Patient characteristics (gender, age, education, and occupation) were analyzed as independent variables, while satisfaction served as the dependent variable. Associations were examined using Spearman’s rank correlation test. Results: Significant and strong correlations were found between patient satisfaction and age (ρ = 0.71; p < 0.001) as well as education level (ρ = 0.70; p < 0.001). Gender and occupation demonstrated statistically significant but weak associations with satisfaction. Conclusion: Satisfaction with outpatient pharmaceutical services among Indonesia’s National Health Insurance Scheme patients is significantly associated with specific demographic characteristics, particularly age and education. These findings underscore the importance of patient-centered service improvement strategies, with an emphasis on enhancing responsiveness and pharmaceutical communication to improve the quality of Indonesia’s National Health Insurance Scheme services sustainably.
PENGEMBANGAN FORMULASI EMULGEL FRAKSI n-HEKSAN DAUN MIANA (Coleus scutellarioides) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT (Acne vulgaris) Auliah, Nielma; Bachri, Nurjannah; SR, Muhammad Asri; Nurfatma, Nurfatma
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v6i1.431

Abstract

Acne (Acne vulgaris) is a condition where the skin experiences inflammation in the polysebaceous unit which is triggered by Propionibacterium acnes. Miana leaves (Coleus scutellarioides) contain alkaloid and terpenoid compounds which can act as antibacterials. This research aims to determine whether the n-hexane fraction of Miana leaves (C. scutellarioides) can be formulated in the form of a physically and chemically stable emulgel preparation, to determine whether the n-hexane fraction of Miana leaves (C. scutellarioides) has activity against P. acnes. as a cause of acne (A. vulgaris) and to determine the formula with an effective concentration in inhibiting the growth of P. acnes. This research is a form of laboratory experimentation. The n-Hexane fraction of miana leaves was obtained by fractionation. Antibacterial activity testing was carried out using the well method. The results obtained were physically and chemically stable emulgel formulas, namely F0 and F1. The inhibition zone of F1 is 16.46 mm (strong), F2 is 14.40 mm (strong), F3 is 16.78 mm (strong) and F0 has no antibacterial activity. The formula with a concentration of 12.5% was the most effective in inhibiting the growth of P. acnes, namely 16.78 mm. From the results of this research, it was found that the n-Hexane fraction of Miana leaves (C. scutellarioides) has strong antibacterial activity against P. acnes and can be formulated in the form of an emulgel dosage form.