Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANTIDEPRESSANT ACTIVITY TEST OF RED BETEL LEAF ETHANOL EXTRACT (Piper crocatum) ON MALE WHITE MICE (Mus musculus) USING THE FORCED SWIM TEST METHOD Triswanto Sentat; Anita Apriliana; Siti Lili Rizki Sari; Novi Milasari; Ghina Adhila; Rizki Rahmadi Pratama; M. Hasan Andryanto
AL ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : UPT Publication and Journal Management, Islamic University of Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jst.v11i2.18542

Abstract

Red betel leaves (Piper crocatum) contain flavonoids, alkaloids, polyphenols, tannins, and which is known for its antidepressant properties. The purpose of this study was to determine the effect of antidepressant activity of ethanol extract of red betel leaves on male white mice (Mus musculus) orally. The method used in testing antidepressants is the Forced Swim Test. Fifteen mice were divided into five groups: a positive control group receiving 3.5 mg/kg BW amitriptyline, a negative control group, and three groups receiving 200, 400, and 800 mg/kg BW of the extract. The antidepressant effect was measured by observing the immobility of mice during swimming. The results of the study using paired sample t-Test analysis showed that there was a difference in immobility before and after, in the 400 mg/kg BW extract and 3.5 mg/kg BW amitriptyline dose groups had significant differences.
Studi In Silico Senyawa 2-Hidroksi-1,4-Naftokuinon dari Daun Lawsonia inermis sebagai Inhibitor Potensial Enzim Thymidine Kinase Varicella Zoster Virus Rasida, Rima; Pratama, Rizki Rahmadi; Fauzi, Muhammad; Ardiansyah, Seno Aulia
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 4 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lawsonia inermis L. (henna) dikenal secara tradisional di Kalimantan Selatan sebagai tanaman obat untuk perawatan cacar air. Salah satu senyawa bioaktif utama, 2-hidroksi-1,4-naftokuinon (lawsone), memiliki potensi biologis yang luas, termasuk aktivitas antivirus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi lawsone sebagai inhibitor terhadap enzim thymidine kinase (TK) Varicella Zoster Virus (VZV) secara in silico menggunakan pendekatan docking molekuler dan prediksi ADMET. Struktur ligan dan protein diunduh dari PubChem dan PDB, diproses menggunakan AutoDock. Hasil docking menunjukkan bahwa lawsone memiliki energi pengikatan −6,92 kcal/mol dan Ki 8,45 µM, lebih baik dibanding acyclovir (−4,54 kcal/mol; Ki 469,61 µM). Analisis interaksi mengungkapkan ikatan hidrogen, elektrostatik, hidrofobik, dan π–π stacking dengan residu kunci situs aktif, memperkuat stabilitas kompleks. Prediksi ADMET menunjukkan absorpsi usus tinggi (94,28%), permeabilitas Caco-2 baik, penetrasi jaringan luas, volume distribusi lebih besar, serta metabolisme hepatik aman melalui oksidasi/hidroksilasi dan konjugasi fase II. Ekskresi lawsone lebih seimbang dengan clearance rendah, mendukung durasi aksi lebih panjang. Meski sinyal AMES positif dan potensi hepatotoksisitas terdeteksi, validasi eksperimental diperlukan sebelum pra-klinis. Kombinasi afinitas pengikatan tinggi dan profil ADMET yang menjanjikan menempatkan lawsone sebagai kandidat alami potensial untuk pengembangan terapi antivirus terhadap VZV.
Identification of Potential Anti-Blood Cancer Compounds from Centella asiatica via In Silico Approaches: Molecular Docking, ADMET Prediction, and Drug-Likeness Evaluation: Identification of Potential Anti-Blood Cancer Compounds from Centella asiatica via In Silico Approaches: Molecular Docking, ADMET Prediction, and Drug-Likeness Evaluation Syarifah Nazila Fitriani Al-Hasany; Nily Sua’ida; Rizki Rahmadi Pratama; Halimah Halimah; Nor Syipa Hayati; Muhammad Fauzi
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 7 No. 1 (2026): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v7i1.13545

Abstract

Blood cancer is a hematological malignancy characterized by abnormal proliferation of blood cells due to genetic mutations. Conventional therapies such as chemotherapy and radiotherapy often cause significant side effects, highlighting the need for safer alternatives. Natural products, including Centella asiatica, have been widely explored as potential anticancer agents. This study aimed to evaluate the binding affinity, pharmacokinetic properties, and drug-likeness of bioactive compounds from Centella asiatica using an in silico approach. Molecular docking was performed using AutoDock 1.5.6 to determine binding free energy (ΔG), followed by ADMET prediction and Lipinski’s Rule of Five evaluation. The results showed that quercetin, centellin, labiatenic acid, kaempferol, and asiatic acid exhibited binding affinities of -6.51, -4.92, -5.07, -6.16, and -6.97 kcal/mol, respectively, with asiatic acid demonstrating the strongest interaction. ADMET analysis indicated generally favorable absorption and low toxicity profiles, although variability in permeability and metabolic interactions was observed. Drug-likeness evaluation revealed that most compounds met key Lipinski parameters, with minor deviations related to lipophilicity and molecular weight. In conclusion, Centella asiatica contains promising bioactive compounds with potential anti-blood cancer activity supported by favorable pharmacokinetic and drug-likeness profiles. Further in vitro and in vivo studies are required to validate these findings.
AKTIVITAS PENGHAMBATAN RESEPTOR hER-α (3ERT) OLEH SENYAWA AKTIF HERBA BINAHONG (Anredera Cordifolia) SECARA IN SILICO Della Primalia Septiani; Rida Rida; Dewi Sapitri; Rizki Rahmadi Pratama; Muhammad Fauzi
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 2, No 1 (2025): Sinergi Ilmu Farmasi Modern dan Tradisi Islam untuk Kesehatan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v2i1.19583

Abstract

Kanker payudara menempati urutan pertama dalam jumlah kasus dan penyebab kematian terbesar setiap tahunnya. Kanker payudara disebabkan dengan kehadiran ekstra esterogen yang ditandai dengan dengan tumbuhnya sel abnormal pada lobula payudara serta dapat bermetastasis ke organ tubuh yang lain. Senyawa pada daun Binahong (Anredera cordifolia) dikenal mengandung fitoestrogen yang memiliki cara kerja sebagai estrogen yang berfungsi untuk mempengaruhi pemecahan dan produksi pada tubuh dan menjaga keseimbangan hormon dengan mensubstitusi tingkat yang rendah dan mencegah tingkat yang berlebihan. Studi ini dilakukan dengan cara simulasi penambatan molekuler serta kesesuaian dengan parameter aturan Lipinski. Penelitian ini menggunakan reseptor hER-α  (PDB ID: 3ERT), ligan alami 4-Hydroxytamoxifen, dan senyawa aktif dari daun Binahong (Anredera cordifolia) sebagai ligan uji. Penghambatan tertinggi dimiliki oleh Senyawa beta-sitosterol yang memiliki energi bebas sebesar (-11.60 kkal/mol), dan konstanta inhibisi (3.13 nM). Sehingga senyawa Beta-sitosterol memiliki potensi sebagai inhibitor hER-α yang paling baik diantara senyawa lainnya yang terdapat dalam kandungan tanaman Binahong.
Identifikasi Senyawa dari Tanaman Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn) Secara In Silico Terhadap Estrogen Receptor Alpha-Positif Kanker Payudara Said Muhammad Al Hasyimi; Andre Septianto; Muhammad Aulia Rahman; Aulia Ramadhan; Rizki Rahmadi Pratama; Muhammad Fauzi
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 2, No 1 (2025): Sinergi Ilmu Farmasi Modern dan Tradisi Islam untuk Kesehatan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v2i1.19582

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum dan mematikan, terutama di kalangan perempuan berusia 40 hingga 60 tahun, yang menyumbang sekitar 75% dari seluruh kasus kanker payudara di dunia. Tricin,Vitexin, Coumarin, Andrographolide, dan 2-{[(2e)-1-hydroxy-3-(4-hydroxy-3-methoxyphenyl)prop-2-en-1-ylidene]amino}benzoic acid  merupakan senyawa bioaktif yang ditemukan pada tanaman Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn) menunjukkan sifat antikangker. Penelitian ini dilakukan penambatan molekuler terhadap lima senyawa uji untuk menganalisis afinitasnya terhadap ER-α. Parameter yang digunakan untuk menilai afinitas tersebut meliputi energi bebas ikatan (ΔG), konstanta inhibisi (Ki), jumlah ikatan hidrogen, dan interaksi Van der Waals. Hasil menunjukkan bahwa senyawa Andrographolide memiliki nilai ΔG terendah, yaitu -10,30 kkal/mol, yang menunjukkan interaksi yang lebih kuat dibandingkan senyawa lainnya. Selain itu, Andrographolide juga menunjukkan nilai Ki terendah sebesar 0.046 µM, menandakan potensi yang tinggi dalam menghambat sel kanker payudara. Validasi metode penambatan molekuler menghasilkan nilai RMSD sebesar 1,21 Å, yang menunjukkan keakuratan dalam analisis interaksi antara ligan dan reseptor. Penemuan penelitian ini menunjukan senyawa dari tanaman Rumput Belulang berpotensi sebagai agen terapeutik dalam pengobatan kanker payudara.
Computational Pharmacology Approach to Identify Antidiarrheal Candidates from Eleusine indica L.: Molecular Docking Simulation and Drug-likeness Prediction Targeting 5ZHP Receptor Faisal Akhmal Muslikh; Rizki Rahmadi Pratama; Syahputra Wibowo; Yanu Andhiarto; Burhan Ma’arif; Maximus M. Taek
Journal Medical Informatics Technology Volume 4 No. 2, June 2026
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/medinftech.v4i2.142

Abstract

Diarrhea remains a significant global health concern with high morbidity and mortality rates, particularly in developing countries. The use of synthetic antidiarrheal drugs is associated with various adverse effects, necessitating the exploration of safer therapeutic alternatives derived from natural sources. This study aimed to evaluate the potential of secondary metabolite compounds from Eleusine indica as antidiarrheal candidates through an in silico approach, employing drug-likeness analysis and molecular docking simulation against the muscarinic acetylcholine M3 receptor (PDB ID: 5ZHP). Drug-likeness analysis was performed using the SwissADME web tool based on Lipinski's Rule of Five. Molecular docking simulation was conducted using Molegro Virtual Docker, with the root mean square deviation (RMSD) value employed as a validation parameter. The results revealed that the majority of the compounds satisfied Lipinski's criteria, indicating their potential as oral drug candidates. Docking method validation yielded an RMSD value of 0.777437 Å, confirming the validity and reliability of the docking procedure. Docking results suggested that compound M15 (andrographolide) and compound M13 [4-(1-hydroxyethyl)-2,6-bis(3-methylbut-2-en-1-yl)phenol] exhibited the lowest Rerank Scores of −116.686 and −114.300, respectively, which were notably lower than that of the positive control loperamide (−41.9287), suggesting potentially stronger binding affinity and more favorable interaction with the target receptor. However, these findings are predictive in nature and require further validation through experimental biological studies and molecular dynamics simulations to confirm actual binding stability and pharmacological effectiveness.
PEMBERDAYAAN KESEHATAN MANDIRI SANTRI MELALUI TEKNOLOGI BUDIDAYA TOGA DAN PEMBUATAN JAMU BERBASIS PENINGKATAN IMUN DI PONDOK PESANTREN Rizki Rahmadi Pratama; Muhammad Fauzi; Juwita Ramadhani; M. Hasan Andryanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33053

Abstract

Abstrak: Pondok pesantren sering menghadapi masalah kesehatan di kalangan santri, terutama terkait dengan gangguan sistem imun tubuh yang rentan terhadap penyakit. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam memperkuat sistem imun tubuh, serta memberikan keterampilan praktis dalam menanam dan mengolah TOGA menjadi jamu serbuk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, penyuluhan, dan workshop yang melibatkan 42 santri Pondok Pesantren Al-Fatih di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut,di Kalimantan Selatan . Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 33,6%, dengan nilai rata-rata pre-test 63,4 dan post-test 84,7. Selain meningkatkan pengetahuan, peserta juga memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah jamu serbuk, yang tidak hanya berguna untuk meningkatkan kesehatan, tetapi juga memberikan potensi ekonomi melalui produk herbal yang dapat dipasarkan.Abstract: Pesantren often face health issues among students, particularly related to immune system disorders that make them vulnerable to diseases. The objective of this community service is to enhance students' understanding of the benefits of Family Medicinal Plants (TOGA) in strengthening the immune system and provide practical skills in planting and processing TOGA into powdered herbal medicine. The methods used in this program include socialization, counseling, and workshops involving 42 students from Pondok Pesantren Al-Fatih in Pelaihari, South Tanah Laut Regency, South Kalimantan. Evaluation was conducted using pre-test and post-test to measure the improvement in participants' understanding. The results showed a 33.6% increase in participants' knowledge, with an average pre-test score of 63.4 and post-test score of 84.7. In addition to improving their knowledge, participants gained practical skills in processing powdered herbal medicine, which not only contributes to enhancing health but also provides economic potential through herbal products that can be marketed.
PRODUK NUTRASETIKA BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA MELALUI JAMU GUMMY SEBAGAI PENGUATAN IMUN MANDIRI SANTRI Rizki Rahmadi Pratama; Yuniarti Falya; Fauzi Rahman; Muhammad Fauzi; M. Hasan Andryanto; Aris Fadillah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.41143

Abstract

Abstrak: Pondok pesantren merupakan lingkungan komunal berdensitas populasi tinggi sehingga rentan terhadap penularan penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan, sementara akseptabilitas jamu tradisional yang cenderung pahit masih rendah di kalangan santri usia muda. Pengabdian ini bertujuan mendiversifikasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui formulasi Jamu Gummy sebagai sediaan nutrasetika untuk penguatan imun mandiri santri, dengan sasaran peningkatan hardskill sekaligus softskill mitra, yaitu keterampilan teknis budidaya TOGA dan formulasi sediaan gummy (hardskill) serta literasi kesehatan preventif, kerja sama tim, dan kemampuan komunikasi (softskill). Metode pelaksanaan menggunakan metode campuran (mixed method) yang memadukan ceramah edukatif, diskusi dua arah berbasis problem-solving, dan pelatihan praktik langsung dalam kerangka pendekatan partisipatif, dengan tahapan berupa asesmen awal (pre-test), edukasi fitofarmaka dan sistem imunologis, workshop budidaya serta formulasi gummy berbahan ekstrak kunyit, jahe, dan temulawak, dan evaluasi akhir (post-test). Mitra kegiatan adalah 40 santri pada salah satu pondok pesantren di Kalimantan Selatan, dengan pengurus pesantren berperan sebagai fasilitator. Sistem evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya untuk mengukur pengetahuan, sedangkan keterampilan dinilai melalui observasi praktik langsung. Indikator keberhasilan kegiatan ditetapkan berupa peningkatan rerata nilai post-test yang signifikan (p < 0,05) dan kemampuan mitra memproduksi Jamu Gummy secara mandiri. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan santri yang signifikan, dengan rerata nilai meningkat dari 45,5 pada pre-test menjadi 86,8 pada post-test (peningkatan sekitar 90,8%; paired t-test, p < 0,0001).Abstract: Islamic boarding schools are densely populated communal environments prone to the transmission of skin diseases and respiratory infections, while the acceptability of traditional herbal medicine (jamu), which tends to be bitter, remains low among young students. This community service program aims to diversify Family Medicinal Plants (TOGA) through the formulation of Jamu Gummy as a modern nutraceutical dosage form to strengthen students' self-reliant immunity, targeting both hard skills (TOGA cultivation and gummy formulation techniques) and soft skills (preventive health literacy, teamwork, and communication). The implementation method used a mixed method combining educational lectures, two-way problem-solving discussions, and hands-on training within a participatory approach, comprising an initial assessment (pre-test), education on phytopharmaca and the immune system, a workshop on cultivation and gummy formulation using turmeric, ginger, and temulawak extracts, and a final evaluation (post-test). The partners were 40 students of an Islamic boarding school in South Kalimantan, Indonesia, facilitated by the school administrators. Evaluation used a pre-test and post-test design with a validated and reliable structured questionnaire to measure knowledge, while skills were assessed through observation of hands-on practice. The success indicators were a significant increase in the mean post-test score (p < 0.05) and the partners' ability to produce Jamu Gummy independently. The results showed a significant increase in students' knowledge, with the mean score rising from 45.5 in the pre-test to 86.8 in the post-test (an increase of about 90.8%; paired t-test, p < 0.0001).
PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH NON ORGANIK UNTUK BUDIDAYA TANAMAN OBAT Hasniah Hasniah; Fuzi Maulana Ash&#039;ari; Rizki Rahmadi Pratama; Didi Susanto; Karina Erlianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37088

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah plastik merupakan tantangan serius di Indonesia. Sampah plastik yang tidak terurai dan praktik pembakaran sampah oleh masyarakat menimbulkan masalah lingkungan baru berupa polusi udara, pencemaran lahan, dan gangguan ekosistem. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan hard skill yaitu keterampilan dalam pemanfaatan sampah plastik, khususnya botol bekas, sebagai media tanam tanaman obat keluarga (TOGA). Metode pelaksanaan mencakup pre-test, edukasi, praktik langsung pembuatan media tanam hidroponik sistem wick menggunakan botol plastik bekas, penanaman TOGA, hingga post-test sebagai evaluasi. Peserta kegiatan adalah 30 ibu rumah tangga anggota PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 52% dari pre-test ke post-test. Pemanfaatan botol plastik sebagai media tanam terbukti sederhana, murah, ramah lingkungan, serta efektif dalam mendukung budidaya TOGA. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah plastik, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat dan membuka peluang nilai ekonomi.Abstract: Plastic waste is a serious challenge in Indonesia. Non-degradable plastic waste and the practice of burning trash by the community have created new environmental problems such as air pollution, land degradation, and ecosystem disruption. This community service activity aims to empower the community by enhancing hard skills, specifically skills related to education and training on the utilization of plastic waste—particularly used plastic bottles—as planting media for family medicinal plants (TOGA).The method consisted of a pre-test, education sessions, hands-on practice of creating wick system hydroponic planting media using used plastic bottles, TOGA planting, and a post-test as evaluation. The participants were 30 housewives who are members of the PKK. The results showed a significant improvement in community knowledge with an average increase of 52% from pre-test to post-test scores. The use of plastic bottles as planting media proved to be simple, low-cost, eco-friendly, and effective in supporting TOGA cultivation. This program not only contributed to reducing plastic waste but also supported public health and opened opportunities for economic value creation.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Jamu Antihipertensi Di Desa Kandangan Baru Hasniah, Hasniah; Erlianti, Karina; Rahmadi Pratama, Rizki; Maulana Ash'ari, Fuzi; Apriliany, Fitri
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v5i2.1743

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Pemanfaatan tanaman obat tradisional yang banyak tersedia di lingkungan masyarakat dapat menjadi alternatif pendukung dalam upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Kandangan Baru, Kabupaten Tanah Laut, dalam pembuatan jamu antihipertensi dalam bentuk jamu botol kemasan dan jamu celup kemasan yang higienis, praktis, dan memiliki nilai tambah ekonomi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan jamu, pendampingan teknis pengemasan, serta evaluasi pemahaman peserta melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait hipertensi, manfaat tanaman obat antihipertensi serta keterampilan dalam proses pembuatan dan pengemasan jamu. Selain itu kegiatan ini berpotensi mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui produk jamu kemasan botol siap minum dan yang dapat dipasarkan secara lebih luas. Dengan demikian pelatihan ini tidak hanya bermanfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Desa Kandangan Baru.