Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Optimalisasi Kartu Indonesia Pintar dalam Mendukung Akses Pendidikan Berkualitas (SDG 4) bagi Siswa Kurang Mampu Nasywa Putri Kumara; Firza Alifatuz Zhulfa; Firre An Suprapto; Indah Prabawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 5 (2026): Menulis - Mei
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i5.1119

Abstract

Hak warga negara atas pendidikan telah dijamin oleh konstitusi dan menjadi pilar pembangunan nasional. Namun, ketimpangan geografis dan kemiskinan masih menghambat akses pendidikan yang merata di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebagai instrumen kebijakan serta merumuskan strategi optimalisasi implementasinya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG 4: Quality Education). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa KIP berkontribusi dalam mengurangi beban biaya pendidikan, meningkatkan partisipasi sekolah, serta memperluas akses bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu, sehingga turut menekan angka putus sekolah. Meskipun demikian, implementasi program masih menghadapi kendala berupa ketidaktepatan sasaran penerima, ketidaksinkronan data, dan lemahnya pengawasan. Selain itu, bantuan finansial belum sepenuhnya mampu meningkatkan kualitas pendidikan tanpa dukungan sistem pendidikan yang memadai. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan integrasi sistem pendataan, peningkatan koordinasi antar lembaga, serta penguatan mekanisme pengawasan agar kontribusi KIP terhadap SDG 4 lebih optimal dan berkeadilan.
SEKTOR PENDIDIKAN SEBAGAI FONDASI PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS DAN BERKARAKTER Hadrian Gustin Urdha; Anthony Sebastiane Chandra; Firre An Suprapto; Indah Prabawati
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 2 No. 1 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang berpendidikan dan berkarakter. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai literatur yang relevan, meliputi buku, artikel ilmiah, serta regulasi yang berkaitan dengan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan merupakan investasi human capital yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain meningkatkan kompetensi akademik, pendidikan juga berperan dalam membentuk karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial. Namun, efektivitas pembangunan sumber daya manusia masih dipengaruhi oleh berbagai tantangan, seperti kesenjangan mutu pendidikan, kualitas tenaga pendidik, serta implementasi kebijakan pendidikan yang belum merata. Oleh karena itu, penguatan kebijakan pendidikan perlu diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran, pemerataan layanan pendidikan, dan pengembangan karakter agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan berdaya saing.
PELUANG DAN TANTANGAN PEKERJA DIGITAL DI MEDIA SOSIAL SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KEBIJAKAN DALAM PERSPEKTIF SDGS 8 DI INDONESIA Ilma Hanifa; Kaymeeloa Vipassana Ramadhani; Firre An Suprapto; Indah Prabawati
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 2 No. 1 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mengubah lanskap ketenagakerjaan melalui berkembangnya ekosistem kerja berbasis media sosial di Indonesia. Perkembangan tersebut menciptakan berbagai peluang ekonomi baru, sekaligus menghadirkan tantangan terhadap terwujudnya pekerjaan yang layak (decent work). Penelitian ini bertujuan menganalisis peluang dan tantangan pekerja digital berbasis media sosial serta implikasinya terhadap kebijakan publik dalam perspektif SDGs 8. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis melalui sintesis berbagai literatur, dokumen kebijakan, dan laporan resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memperluas akses terhadap peluang kerja melalui rendahnya hambatan memasuki pasar kerja digital, diversifikasi sumber pendapatan, dan pemberdayaan UMKM berbasis digital yang sejalan dengan target SDGs 8.3 dan 8.6. Namun demikian, pekerja digital masih menghadapi berbagai tantangan struktural, antara lain ketidakstabilan pendapatan akibat ketergantungan pada algoritma platform, risiko kelelahan psikologis (burnout), serta belum optimalnya perlindungan hukum dan jaminan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi digital tidak secara otomatis menghasilkan pekerjaan yang layak. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang adaptif melalui penguatan regulasi ketenagakerjaan digital, peningkatan kapasitas digital masyarakat, serta tata kelola kolaboratif antara pemerintah, perusahaan platform, dan pemangku kepentingan lainnya guna mendukung pencapaian SDGs 8 yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
ANALISIS KEBIJAKAN PROGRAM KARTU INDONESIA PINTAR ( KIPK) DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN SDGS 4 DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Ayunda Putri Athamevia; Ivena Callista Putri; Firre An Suprapto; Indah Prabawati
e-JKPP Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/ejkpp.v12i1.4869

Abstract

The Indonesia Smart Card for Higher Education (KIP-K) program is a government scholarship aimed at supporting academically capable students from economically disadvantaged families. This study evaluates the implementation of the KIP-K program at Universitas Negeri Surabaya (UNESA) using a descriptive qualitative method. The evaluation is based on six indicators from William N. Dunn: effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and accuracy. The results indicate that the program has been implemented fairly well through verification and field survey processes. However, several challenges remain, including limited administrative resources, lack of information transparency, and delays in fund disbursement. Improvements in coordination and information systems are needed to ensure the program operates more effectively and accurately. Keywords: KIP-K program, policy evaluation, educational assistance
Efektivitas Program Bantuan Sarana dan Prasarana Tambak terhadap Peningkatan Pendapatan Petambak di Kabupaten Lamongan Dina Noer Islamiyah; Agnes Dwi Winata; Firre An Suprapto; Indah Prabawati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i5.17448

Abstract

Distribusi infrastruktur perikanan tambak udang di Lamongan menghadapi kendala komunikasi (60% tidak efektif), keterlambatan infrastruktur selama 45 hari, dan rendahnya akurasi target. Hal ini mengancam pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 14 (Ekosistem Laut) akibat penggunaan berlebih pupuk kimia Urea (250 kg/ha) yang merusak ekosistem mangrove dengan kadar amonia mencapai 7,2 mg/L. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Kebijakan Pupuk Bersubsidi tahun 2026 menggunakan Model Edward III serta mengusulkan Kerangka Kerja SDG Ganda (*Dual SDG Framework*). Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan triangulasi data yang mencakup wawancara terhadap 15 penyuluh, observasi kios pupuk di wilayah Turi-Sukorejo, dan analisis dokumen SAKIP Dinas Perikanan Lamongan tahun 2023-2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi satu arah gagal menjangkau 60% petani, koordinasi yang lemah menyebabkan keterlambatan 45 hari, verifikasi manual tidak dapat melayani 23 ribu petani, serta keempat variabel Edward III menunjukkan tingkat efektivitas di bawah 70%, sementara 30% tambak mengalami kerusakan akibat eutrofikasi. Solusi inovatif yang diusulkan meliputi Platform Hibrida iPubers (cakupan komunikasi 95%), Pupuk Presisi 2026 (Urea 176 kg/ha + pupuk organik 20%), Satuan Tugas Antar-Lembaga (batas keterlambatan maksimal 30 hari), dan Koperasi Udang Premium (peningkatan harga jual 25-30%). Implementasi bertahap pada periode 2026-2027 akan menjadikan Lamongan sebagai cetak biru nasional bagi akuakultur berkelanjutan untuk 127 kabupaten sentra udang, sekaligus mempercepat pencapaian SDG 1 dan SDG 14 pada tahun 2030.
Evaluasi Praktik Homeschooling Keluarga terhadap Kualitas Pendidikan Anak: Analisis Kasus Fenomena Plenger Family di Platform TikTok Aulia Fitri Ramadani; Ailsa Daffa; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v3i1.800

Abstract

Fenomena homeschooling yang ditunjukkan oleh Plenger Family di TikTok menarik perhatian publik karena menunjukkan keterlibatan anak dalam kegiatan ekonomi keluarga sebagai bagian dari proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan formal, nonformal, dan informal dari perspektif SDG 4, membahas konsep homeschooling dan peran keluarga, serta mengevaluasi praktik pendidikan berbasis keluarga yang ditunjukkan oleh Plenger Family. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data primer diambil dari 62 video TikTok yang berisi komentar, interaksi pembelajaran tanpa kurikulum resmi, aktivitas memasak, dan menjual kue kering. Data sekunder didapatkan dari artikel ilmiah, peraturan pemerintah, dan dokumen yang berhubungan dengan homeschooling serta perlindungan anak. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi yang meliputi tahap reduksi, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa homeschooling memberikan fleksibilitas dalam belajar dan memperkuat peran keluarga. Namun, tetap diperlukan perencanaan dan penilaian yang jelas. Dalam praktik Plenger Family, fokus pembelajaran lebih pada keterampilan praktis dan kegiatan ekonomi daripada aspek akademik. Hal ini bisa berdampak pada keseimbangan pemenuhan hak pendidikan anak. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat aturan dan pengawasan terhadap praktik homeschooling berbasis digital agar tetap sesuai dengan SDG 4 dan tujuan pendidikan nasional.
Analisis Implementasi Kebijakan Peningkatan Mutu Pendidikan Dalam Mendukung Pencapaian SDGs 4 Di Provinsi Jawa Timur Muhammad Dino Kurniawan; Abyan Gallardo Putra Prastyanto; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.786

Abstract

Ketimpangan akses dan mutu pendidikan menengah antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi tantangan struktural dalam pencapaian Sustainable Development Goals 4 (SDGs 4) di tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan peningkatan mutu pendidikan menengah di Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pencapaian SDGs 4, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas implementasi, serta menilai kesesuaian antara pelaksanaan kebijakan dengan indikator SDGs 4 pada aspek akses dan mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan, memanfaatkan dokumen kebijakan, laporan resmi pemerintah, dan literatur ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015–2025, dipilih berdasarkan relevansi dan standar indeksasi jurnal SINTA. Analisis dilakukan menggunakan model implementasi George C. Edward III yang mencakup empat variabel: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi kebijakan telah terstruktur secara formal, namun belum merata antarwilayah. Distribusi sumber daya, khususnya guru, menunjukkan kesenjangan sebesar 21,18 poin persentase antara wilayah pedesaan dan perkotaan. Komitmen institusional di level provinsi belum tersalurkan secara konsisten ke seluruh jenjang pelaksana. Koordinasi birokrasi masih terkendala rentang kendali yang luas pasca pengalihan kewenangan. Implementasi kebijakan peningkatan mutu pendidikan menengah di Jawa Timur menunjukkan kesesuaian parsial dengan indikator SDGs 4, dengan kemajuan terukur pada aspek mutu namun kesenjangan akses antarwilayah yang masih persisten.
Governance of Rice Distribution Under the Food Supply and Price Stabilization Program (SPHP): A Study of The Partnership Between Village-Owned Enterprises (BUM Desa) and The State Logistics Agency (Perum Bulog) in Bojonegoro Regency Luci Fransiska Puspita Ningrum; Tjitjik Rahaju; Firre An Suprapto
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i2.7587

Abstract

The limited participation of Village-Owned Enterprises (Badan Usaha Milik Desa, hereafter BUM Desa) in national food distribution networks constitutes a critical governance challenge in Indonesia: as of 2024, only five of 419 BUM Desa in Bojonegoro Regency had established formal partnerships with the State Logistics Agency (Perum Bulog). This study examines the governance of the BUM Desa–Perum Bulog partnership under the Food Supply and Price Stabilization Program (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, SPHP), applying the Integrative Framework for Collaborative Governance developed by Emerson, Nabatchi, and Balogh (2012) in combination with the Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives, and Recommendations (MACTOR) analytical method. A descriptive qualitative design was employed; data were generated through in-depth interviews, non-participant observation, and document analysis, and were interpreted using the Miles, Huberman, and Saldaña (2014) interactive model. The findings show that, while the partnership is functionally operational, it remains predominantly transactional. Across the four collaborative dimensions, drivers are convergent and strong; principled engagement is top-down and lacks deliberative depth; shared motivation is grounded in an organically constructed track record of performance integrity; and capacity for joint action emerges as the weakest dimension, constrained by limited human resources, disproportionate logistical burdens, and the absence of shared standard operating procedures. MACTOR analysis confirms a high degree of interest convergence between Bulog and BUM Desa, yet indicates that collective capacity for joint action requires systematic institutional strengthening. The study contributes to collaborative governance scholarship by integrating a diagnostic (Emerson et al.) and a strategic-relational (MACTOR) framework at the village scale, and by evidencing how state–village institutional asymmetries reshape the operation of principled engagement and joint-action capacity in a Global South food-governance setting. Concrete, evidence-based recommendations are offered for Perum Bulog, BUM Desa, the Department of Community Empowerment and Villages (DPMD), village governments, the National Food Agency, and the Ministry of Villages.
Implementasi Kebijakan Kokurikuler Dalam Mendukung Pencapaian SDG 4 Di Sma Negeri 15 Surabaya Dwi Ayu Ijayanti; Deris Llilian Fisfia; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kegiatan kokurikuler dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 4 di SMA Negeri 15 Surabaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu guru yang terlibat dalam kegiatan kokurikuler. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kokurikuler telah berjalan cukup baik dan didukung oleh komunikasi yang dilakukan melalui pelatihan dan sosialisasi Kurikulum Merdeka. Sumber daya seperti fasilitas pembelajaran berbasis teknologi juga telah tersedia, meskipun masih terdapat kendala dalam kemampuan guru dalam memanfaatkannya secara optimal. Disposisi atau sikap pelaksana menunjukkan dukungan positif terhadap kebijakan, yang tercermin dari keterlibatan aktif guru dalam pelaksanaan kegiatan. Struktur birokrasi memberikan fleksibilitas kepada sekolah dalam mengembangkan kurikulum, namun masih terdapat hambatan berupa perubahan kebijakan yang sering terjadi dan kurangnya konsistensi. Dengan demikian, implementasi kebijakan kokurikuler berkontribusi dalam mendukung pencapaian SDG 4, meskipun masih memerlukan peningkatan dalam aspek sumber daya manusia dan stabilitas kebijakan.
Implementasi Program Indonesia Pintar dan Akses Pendidikan Siswa Kurang Mampu di Probolinggo Dinda Eka Wahyu Wardhana Saputri; Gilbert Seno Rumbiak; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 3 (2026): February: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/jxrz9138

Abstract

Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan kebijakan pemerintah yang dirancang untuk memberikan bantuan pendidikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu guna memastikan kelangsungan pendidikan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi PIP di Kota Probolinggo menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III yang mencakup empat variabel utama, yaitu komunikasi kebijakan, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analitis melalui kajian terhadap sumber-sumber sekunder yang relevan, meliputi jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PIP di Kota Probolinggo belum berjalan secara optimal. Pada variabel komunikasi kebijakan, sosialisasi program masih terbatas sehingga banyak orang tua yang tidak memahami prosedur aktivasi rekening. Dari sisi sumber daya, kapasitas teknis dan kesiapan administrasi pelaksana di lapangan belum merata. Disposisi pelaksana menunjukkan komitmen yang cukup positif, namun pemahaman terhadap mekanisme program masih bervariasi antarsatuan pendidikan. Struktur birokrasi yang melibatkan banyak institusi belum terkoordinasi secara optimal sehingga menghambat alur penyaluran bantuan. Berbagai hambatan tersebut berdampak pada keterlambatan pencairan dana dan tidak meratanya akses penerima manfaat terhadap program. Penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme sosialisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelaksana, serta pembangunan sistem koordinasi lintas sektor yang lebih terpadu untuk meningkatkan efektivitas implementasi PIP ke depan.
Co-Authors Abyan Gallardo Putra Prastyanto Achmad Faried Irfany Adyakzada Reswara Prambudi Agnes Dwi Winata Ahmad Dwi Rifani Ailsa Daffa Allexa Belva Sepdiana Ayu Wijanarko Ana Nafisatin Ilma Ana Waritsatul Firdaus Andin Arfi Aurellia Angelika Mariana Sihombing Aniza Dwi Amanda Anthony Sebastiane Chandra Ariqah Tania Putri Aulia Fitri Ramadani Aulia Variza Hidayat Aulya Amanda Putri Aura Aulia Sofia Avikah Zackia Putri Ayunda Putri Athamevia Azizah Nailah Mahirah Budi Santosa Cahya Kayla Azzahra Hartono Chelsea Denisa Cilvy Putri Ihksani Clara Adeline Marpaung Deris Llilian Fisfia Desi Nurlaily Dina Noer Islamiyah Dinda Eka Wahyu Wardhana Saputri Dwi Ayu Ijayanti Eka Nur Anggraini Erika Rahma Novitasari Evana Gusti Yanuarizta Farah Amelia Pradina Felinta Qori’atus Syifa Fhaisa Rayya Zuriani Haryono Firza Alifatuz Zhulfa Gilbert Seno Rumbiak Hadrian Gustin Urdha Hafizh Muhammad Aufa Haliza Firdausy Nuzula Hanifah Rosyidah Az Zahroh Ilma Hanifa Inaya Regita Cahyani Indah Prabawati Ivena Callista Putri Kaymeeloa Vipassana Ramadhani Keysia Jesika Intansari Kirani Felita June Luci Fransiska Puspita Ningrum Maharani Putri Wahyu Rahmawati Mega Jihan Syahirah Melvin Aurelia Alina Putri Metta Nur Herliana Mila Rahmawati Moch. Farhad Zakaria Muhammad Daffa Raihan Firdaus Muhammad Dino Kurniawan Muhammad Reza Zakaria Muhammad Ridho Prihatin Nabila All Anjari Nadeak Nadeak Nadhifa Firtininda Hapsari Nadia Shifanni Nasywa Putri Kumara Navila Ayu Ariyanti Nayla Maharoh Saniyyah Nisfatun Choiriyah Ria Cristin Rianda Usmi Rifda Hasaanah Rikha Janatul Ma'wa Rizky Maya Wulandari Sabita Nayla Riskia Shahirah Nurza Illani Sri Ayu Nurul Fadilah Tjitjik Rahaju Vike Agestian Frastami Vito Dafanda Febriansah Wia Cynara S. Putri Sampoerna Zahra Auryn Cintany Anaka Puspita Cahyono Zaskia Bilqis Zefanya Risca Cristiani