Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perbaikan Kualitas Produk Creamy Latte Dengan Pendekatan TPM Berbasis Dashboard Digital Pada Pilar Planned Maintenence Dengan Menggunakan Siklus PDCA Di PT Torabika Eka Semesta Rakay Edhiargo Toyosito; Agus Hermawan; Lifia Citra Ramadhanti
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.539

Abstract

Persaingan di sektor makanan dan minuman menuntut perusahaan menjaga kualitas produk melalui proses produksi yang efektif dan andal. PT Torabika Eka Semesta masih menghadapi permasalahan tingginya produk cacat pada proses pengemasan Creamy Latte menggunakan mesin three side seal. Tujuan dari studi ini adalah untuk menentukan jenis-jenis cacat mendominasi, mengevaluasi penyebabnya, serta merumuskan peningkatan yang disarankan menggunakan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) pada pilar Planned Maintenance yang dipadukan menggunakan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA)berbasis dashboard digital. Metode analisis deskriptif kuantitatif digunakan. dengan data produksi periode Agustus–November 2025. Diagram Pareto dan lembar cek digunakan untuk melakukan analisis., Fishbone Diagram, Scatter Diagram, dan Regresi Linear. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa cacat slitter tidak nampak merupakan defect dominan, disusul timbangan tidak stabil dan kemasan bocor. Perbaikan yang diusulkan meliputi penerapan checklist maintenance digital, penjadwalan perawatan terencana, peningkatan kompetensi operator, serta sistem monitoring mesin berbasis digital. Implementasi usulan tersebut diharapkan mampu menekan jumlah produk cacat, meningkatkan efektivitas mesin, dan menjaga konsistensi kualitas produk.
Evaluasi Dan Peningkatan Efisiensi Proses Packaging Produk Wafer Menggunakan Metode OEE, Line Balancing, Dan FMEA Eka Sahari Arosanto; Angga Widyas Swara; Lifia Citra Ramadhanti
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.548

Abstract

Proses packaging produk wafer pada jalur Modern Trade belum mencapai target produksi secara konsisten karena downtime mesin, aktivitas manual, ketidakseimbangan beban kerja, dan potensi bottleneck. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas proses packaging menggunakan Overall Equipment Effectiveness, mengidentifikasi losses dominan melalui Six Big Losses, menganalisis keseimbangan lini, menentukan titik kritis proses, serta menetapkan prioritas perbaikan menggunakan Failure Mode and Effect Analysis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data produksi dan pengamatan proses. Data dikumpulkan melalui observasi, pengukuran waktu siklus, dokumentasi produksi, dan wawancara dengan operator serta teknisi. Hasil sebelum perbaikan menunjukkan Availability 89,29%, Performance 86,96%, Quality 98,50%, dan efektivitas peralatan keseluruhan 76,46%. Breakdown Losses menjadi losses terbesar sebesar 10,71%, diikuti Reduced Speed Losses 6,67% dan Idling and Minor Stoppages 4,76%. Line Efficiency mencapai 84,50% dengan Balance Delay 15,50% dan Smoothness Index 2,68. Analisis risiko menempatkan Best Pack manual sebagai risiko tertinggi dengan nilai prioritas risiko 486, diikuti pouch saling lengket dengan nilai 320. Implementasi mesin packaging otomatis pada In Pouch dan Best Pack serta preventive maintenance meningkatkan efektivitas peralatan keseluruhan menjadi 90,62%, output menjadi 2.340 karton per shift, Line Efficiency menjadi 93,80%, dan mengurangi operator dari 30 menjadi 21 orang.
Penilaian Risiko Ergonomi dan Keluhan Pada Pekerja Bagian Pengemasan Gift Box Menggunakan REBA dan NBM di Industri Manufaktur Wafer Prasetyo Tri Ananda; Abimanyu; Lifia Citra Ramadhanti
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.556

Abstract

Aktivitas pengemasan gift box pada Line 7 industri manufaktur wafer dilakukan secara manual, repetitif, dan dalam posisi duduk sehingga berpotensi menimbulkan risiko ergonomi serta keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan menilai risiko ergonomi menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), mengidentifikasi keluhan MSDs menggunakan Nordic Body Map (NBM), serta menyusun rekomendasi perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 20 pekerja pada aktivitas feeder, packing, dan solatip. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner NBM. Hasil menunjukkan skor REBA aktivitas feeder sebesar 5, packing sebesar 4, dan solatip sebesar 5, seluruhnya termasuk risiko sedang. Hasil NBM menunjukkan 15 pekerja (75%) berada pada risiko rendah, 3 pekerja (15%) pada risiko sedang, dan 2 pekerja (10%) pada risiko tinggi. Keluhan paling banyak terdapat pada pinggang (80%), punggung (75%), bahu kiri (65%), tangan kanan (65%), dan leher bagian bawah (60%). Rekomendasi meliputi kursi bersandaran, footrest, penyesuaian area kerja, penataan material dalam jangkauan, alat bantu pemindahan bak, micro break, dan pelatihan postur kerja. Usulan masih berupa rancangan sehingga efektivitasnya belum dapat dinilai melalui pengukuran ulang REBA dan NBM.
PRIORITAS PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN PENGIRIMAN SPX EXPRESS MENGGUNAKAN INTEGRASI E-SERVQUAL, FMEA, DAN AHP Alvera Yulia Putri; Rakay Edhiargo Toyosito; Lifia Citra Ramadhanti
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6955

Abstract

Abstract: Delivery service quality is a crucial aspect of maintaining customer satisfaction with e-commerce services, including SPX Express. However, issues such as delivery delays, difficulty contacting customer service, and suboptimal complaint handling persist. This study aims to analyze SPX Express's delivery service quality, identify service failure risks, and determine improvement priorities. The research employs the E-SERVQUAL method, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), and the Analytic Hierarchy Process (AHP). E-SERVQUAL analysis results reveal the three attributes with the largest gaps: ease of accessing customer service when needed (-0.301), ease of contacting customer service (-0.216), and handling of service errors (-0.209). FMEA analysis indicates that the failure mode with the highest Risk Priority Number (RPN) is the lengthy resolution of customer complaints (RPN 336). Furthermore, AHP results identify the primary improvement priority as enhancing sorting processes at Hubs and Distribution Centers (DCs) with a global weight of 0.390, followed by providing more accurate delivery time estimates and optimizing shipment monitoring/tracking, each with a weight of 0.305. These findings can serve as a basis for SPX Express to establish improvement priorities focused on increasing distribution speed and enhancing customer service quality.   Keywords: SPX Express; E-SERVQUAL; FMEA; AHP; service quality   Abstrak: Kualitas layanan pengiriman adalah aspek penting dalam menjaga kepuasan pelanggan terhadap layanan e-commerce, termasuk SPX Express. Akan tetapi, masih ditemukan permasalahan seperti keterlambatan pengiriman, kesulitan menghubungi Customer Service, serta penanganan keluhan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan pengiriman SPX Express, mengidentifikasi risiko kegagalan layanan, serta menentukan prioritas perbaikan. Penelitian dilakukan menggunakan metode E-SERVQUAL, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis E-SERVQUAL menunjukkan tiga atribut dengan kesenjangan terbesar, yaitu kemudahan Customer Service diakses ketika dibutuhkan sebesar −0,301, kemudahan menghubungi Customer Service sebesar −0,216, dan penanganan terhadap kesalahan layanan sebesar −0,209. Analisis FMEA menunjukkan failure mode dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi adalah penyelesaian komplain pelanggan yang membutuhkan waktu lebih lama dengan RPN 336. Selanjutnya, hasil AHP menunjukkan prioritas perbaikan utama adalah peningkatan proses sortir pada Hub dan Distribution Center (DC) dengan bobot global 0,390, diikuti pemberian estimasi waktu pendistribusian yang lebih akurat dan optimalisasi monitoring/tracking pengiriman dengan bobot masing-masing 0,305. Hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi SPX Express dalam menentukan prioritas perbaikan yang berfokus pada peningkatan kecepatan proses distribusi dan kualitas pelayanan pelanggan.   Kata Kunci:  SPX Express; E-SERVQUAL; FMEA; AHP; kualitas layanan
OPTIMASI PENGENDALIAN PENYIMPANAN DI GUDANG BAHAN BAKU BISKUIT MENGGUNAKAN DEDICATED STORAGE DAN POKA YOKE DENGAN PENDEKATAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN HUMAN RELIABILITY ANALYSIS (HRA) Lifia Citra Ramadhanti; Yuni Pratiwi; Muhammad Nur Ikhsan; Angga Widyas Swara; Rakay Edhiargo Toyosito
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6956

Abstract

Abstract: A total of 41 picking error incidents were recorded at PT XYZ’s biscuit raw material warehouse between January and June, with operator inaccuracy identified as the primary cause (43.9%). These errors were driven by a wide variety of raw materials, similarities in physical product characteristics, and the absence of a structured error-prevention mechanism. This study integrates Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Human Reliability Analysis (HRA) using the HEART method, Dedicated Storage, and Poka-Yoke to identify, quantify, and mitigate picking error risks. FMEA was used to prioritize risks based on the Risk Priority Number (RPN), while HRA-HEART was employed to measure the Human Error Probability (HEP). FMEA results revealed four high-priority failure modes: retrieving expired materials (RPN 400), placing materials in incorrect locations (RPN 392), selecting the wrong raw materials (RPN 392), and non-compliance with FIFO procedures (RPN 378). HRA results indicated the highest HEP values ​​in the tasks of issuing materials to production (72.8%), raw material retrieval (65.9%), and material placement (53.8%). Improvements were implemented using Dedicated Storage—based on the throughput-to-space requirement ratio—and Poka-Yoke measures, including barcode verification, a FIFO physical lock system, and a color-coded visual management system. These improvements reduced the RPN of all high-priority failure modes to below 100 and lowered the raw material retrieval HEP from 65.9% to 13.2%. Thus, the integration of FMEA, HRA, Dedicated Storage, and Poka-Yoke proved effective in mitigating picking error risks and enhancing warehouse operational reliability. Keyword: Picking error, FMEA, HRA, Dedicated Storage, Poka Yoke. Abstrak: Kesalahan pengambilan barang (picking error) di gudang bahan baku biskuit PT XYZ tercatat sebanyak 41 kejadian selama Januari–Juni, dengan ketidaktelitian operator sebagai penyebab dominan sebesar 43,9%. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya variasi bahan baku, kemiripan karakteristik fisik produk, serta belum adanya mekanisme pencegahan kesalahan yang terstruktur. Penelitian ini mengintegrasikan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Human Reliability Analysis (HRA) dengan metode HEART, Dedicated Storage, dan Poka Yoke untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengurangi risiko picking error. FMEA digunakan untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan Risk Priority Number (RPN), sedangkan HRA-HEART digunakan untuk mengukur Human Error Probability (HEP). Hasil FMEA menunjukkan empat failure mode prioritas tinggi, yaitu pengambilan bahan kedaluwarsa (RPN 400), penempatan bahan tidak sesuai lokasi (RPN 392), salah pengambilan bahan baku (RPN 392), dan ketidaktaatan FIFO (RPN 378). Hasil HRA menunjukkan HEP tertinggi pada tugas pengeluaran bahan ke produksi sebesar 72,8%, pengambilan bahan baku 65,9%, dan penempatan bahan 53,8%. Perbaikan dilakukan melalui Dedicated Storage berdasarkan rasio throughput/kebutuhan ruang dan Poka Yoke berupa verifikasi barcode, FIFO Physical Lock System, serta Visual Management System berbasis kode warna. Hasil perbaikan menurunkan seluruh failure mode prioritas tinggi menjadi RPN <100 dan menurunkan HEP pengambilan bahan baku dari 65,9% menjadi 13,2%. Dengan demikian, integrasi FMEA, HRA, Dedicated Storage, dan Poka Yoke efektif dalam mengurangi risiko picking error dan meningkatkan keandalan operasional gudang. Kata kunci: picking error, FMEA, HRA, dedicated storage, poka yoke
Evaluasi Kinerja Sistem Pengukuran dan Root Cause Reject Kemasan Sekunder Produksi Wafer Coating Coklat Menggunakan Metode RCA Dan MSA Pada FMCG Lifia Citra Ramadhanti; Dyah Ajeng Kartika; Rakay Edhiargo Toyosito
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.550

Abstract

Tingginya reject kemasan sekunder (pouch) pada produk Wafer Coating Coklat di perusahaan FMCG meningkatkan pemborosan material, aktivitas repacking, dan ketidakefisienan proses. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keandalan sistem pengukuran dan mengidentifikasi akar penyebab reject sebagai dasar perbaikan. Data reject periode April–September 2025 diperoleh dari laporan produksi, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui diagram Pareto untuk menentukan reject dominan, Gage Repeatability and Reproducibility (Gage R&R) untuk mengevaluasi sistem pengukuran, serta fishbone dan 5 Why untuk mengidentifikasi akar penyebab. Hasil menunjukkan reject isi kurang mencapai 147.383 pouch atau 79,56% dari total reject. Hasil MSA menghasilkan %EV 3,93%, %AV 85,63%, %GRR 85,71%, %PV 51,55%, dan NDC 1. Sistem pengukuran belum layak karena %GRR melebihi 30% dan NDC kurang dari 2. Akar penyebab reject isi kurang terutama berasal dari belum tersedianya hopper, conveyor transfer, visual marking, standar gap produk, dan standar timing delay pusher. Variasi inspeksi reject sealer terutama berasal dari kompetensi operator dan metode inspeksi. Implementasi perbaikan menurunkan persentase reject isi kurang dari 16,95% menjadi 4,38% dan reject sealer dari 5,17% menjadi 2,10%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi MSA dan RCA dapat digunakan sebagai dasar perbaikan proses dan standardisasi inspeksi.
Peramalan Hasil Produksi Wafer Cokelat Di Industri Makanan Ringan Berbasis Machine Learning Untuk Memenuhi Kebutuhan Permintaan Lifia Citra Ramadhanti; Ahmad Syaifullah; Abimanyu
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.552

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi model peramalan hasil produksi Wafer Cokelat menggunakan Random Forest untuk mendukung pemenuhan permintaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data historis permintaan dan produksi PT Wafer Cokelat periode Januari 2023 sampai Desember 2025. Data perusahaan berjumlah 9.680 catatan, sedangkan penelitian menggunakan 385 catatan sebagai sampel. Tahap analisis meliputi pengumpulan data, pembersihan data, normalisasi, pembagian data, pemodelan Random Forest pada Orange Data Mining, serta evaluasi menggunakan MSE, RMSE, MAE, MAPE, sMAPE, dan R². Hasil pengujian menunjukkan MSE sebesar 2.871.874,787, RMSE 1.694,690, MAE 1.335,492, MAPE 18,352%, sMAPE 13,454%, dan R² 0,903. Nilai MAPE menunjukkan kategori peramalan yang baik, sedangkan R² menunjukkan bahwa model menjelaskan 90,3% variasi data pada pengujian. Perbandingan dengan Exponential Smoothing pada POM-QM menunjukkan bahwa Random Forest lebih adaptif terhadap fluktuasi data. Model ini dapat digunakan sebagai dasar pendukung perencanaan produksi dan pengendalian persediaan, dengan tetap mempertimbangkan pembaruan data dan variabel eksternal.
Pengendalian Risiko K3 Proses Produksi Pasteurisasi Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Dan Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) Pada Industri Minuman Sari Buah Rakay Edhiargo Toyosito; Saepul Saepul; Lifia Citra Ramadhanti; Angga Widyas Swara
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1032

Abstract

Proses pasteurisasi pada industri minuman memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja, seperti paparan suhu tinggi, tekanan, peralatan mekanis, dan bahan kimia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan pengendalian risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proses pasteurisasi di PT Amanah Prima Indonesia. Metode yang digunakan adalah Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai potensi bahaya yang termasuk dalam kategori fisik, kimia, mekanis, listrik, dan ergonomi dengan tingkat risiko yang bervariasi dari rendah hingga tinggi. Pengendalian risiko direkomendasikan berdasarkan Hierarchy of Control melalui eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri. Penerapan JSA dan HIRARC terbukti mampu meningkatkan efektivitas identifikasi bahaya dan pengendalian risiko pada proses pasteurisasi.
Peningkatan Efektivitas Tata Letak Fasilitas Melalui Analisa Activity Relationship Chart (ARC) Dengan Metode Systematic Layout Planning (SLP) Dan Algoritma BLOCPLAN Di Bengkel Bubut Dan Las NN Supriyandi Supriyandi; Mochamad Eko Nugroho; Lifia Citra Ramadhanti
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1053

Abstract

Tata letak fasilitas memiliki dampak signifikan terhadap efektivitas proses produksi karena perannya yang krusial dalam mengurangi jarak pemindahan material dan mengoptimalkan alur kerja. Penempatan fasilitas yang tidak selaras dengan urutan proses produksi menimbulkan masalah bagi Bengkel Bubut dan Las NN, seperti jarak pemindahan material yang jauh dan aliran material yang tidak efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kedekatan antar fasilitas menggunakan Activity Relationship Chart (ARC), merancang usulan tata letak dengan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan algoritma BLOCPLAN, serta menilai efektivitas tata letak berdasarkan pengurangan jarak pemindahan material. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung, wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai bagian dari metode deskriptif kuantitatif. Analisis mencakup penyusunan ARC, perancangan tata letak menggunakan SLP, dan penggunaan algoritma BLOCPLAN untuk menghasilkan berbagai opsi tata letak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ketiga teknik tersebut menghasilkan tata letak yang lebih teratur dan selaras dengan alur proses produksi; hal ini mengurangi jarak pemindahan material, serta meningkatkan efektivitas tata letak dibandingkan kondisi awal. Oleh karena itu, kombinasi ARC, SLP, dan BLOCPLAN terbukti efektif bagi Bengkel Bubut dan Las NN dalam merancang ulang tata letak fasilitas guna meningkatkan efisiensi operasional dan kelancaran proses produksi.