Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DIKALANGAN PEMUDA DI KABA-KABA, KABUPATEN TABANAN: Prevention Of HIV/AIDS Transmission Among Youth In Kaba-Kaba, Tabanan District Rahmadana, Rizky Putra; Dewi, Ni Putu Saraswati Kurnia; Kertiasih, Ni Wayan; Sudibyo, Rizky Dwicahyati; Adelina, Komang Tri Putri Yuni; Dewi, Luh Gede Febry Arsita; Candra Dewi, Ida Ayu Made; Pratama, I Wayan Dandi; Kartika, Ida Ayu Putu; Mariani, Ni Luh; Arisudhana, Gede Arya Bagus
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i1.23

Abstract

Latar Belakang: Remaja menjadi kelompom yang paling rentang mengalami perubahan sikap terkait penyebaran HIV. Pengetahuan yang baik tentang HIV diutuhkan agar remaja tidak melakukan kegiatan yang beresiko terhadap penularan. Menumbuhkan kesadaran remaja dalam mencegah penularan sangatlah penting. Perlu dilakukan pendidikan kesehatan yang komprehensif tentang HIV sehingga remaja dapat memahami dengan baik. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan populasi kunci remaja dalam pencegahan HIV. Metode: Pendekatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode Participatory Learning and Action (PLA), Jumlah Peserta 36 orang. Kegiatan dilakukan berupa edukasi pencegahan HIV. Tempat kegiatan di Banjar Pilisan Desa Kaba-Kaba.  Hasil: Pengetahuan remaja didominasi pada kategori baik (61%), peserta Sebagian besar perempuan (75%), rata-rata usia peserta yaitu 20,5 tahun. Kesimpulan: Kegiatan pendidikan kesehatan memberikan pengetahuan remaja pada kategori baik (61%).
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PERDULI HIPERTENSI MELALUI SENAM TERA UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG SEHAT: Empowering Communities Caring For Hypertension Through Tera Exercises to Create a Healthy Community Arisudhana, Gede Arya Bagus; Antarika, Gede Yasa; Oka, I Gede Putu
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i2.25

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyebab kematian pertama didunia. Hipertensi bisa terjadi pada seluruh elemen lapisan masyarakat, baik usia remaja maupun lansia. Tatalaksana pendukung dapat berupa latihan fisik yang harus dijadikan pola hidup. Untuk membentuk sebuah budaya hidup sehat maka masyarakat harus diberdayakan dalam penatalaksanaan hipertensi. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat untuk mencegah hipertensi dan mengontrol tekanan darah penderita hipertensi di masyarakat. Metode: Pengabdian masyarakat dilakukan dengan rancangan Participatory Learning and Action (PLA). Peserta berjumlah 29 orang lansia. Kegiatan dilakukan di Banjar Batan Duren. Pemberdayaan masyrakat dilakukan dimulai dengan tahap pemeriksaan tekanan darah, pendidikan kesehatan dan senam tera Hasil: Tekanan darah lansia sebelum dilakukan senam tera memiliki rata-rata sistolik 140,5 mmHg dan diastolik 92,5 mmHg dengan tekanan peserta darah minimum 130 mmHg dan maksimum 160 mmHg. Sedangkan setelah dilakukan senam tera rata-rata tekanan darah sistolik 130 mmHg dan diastolic 88 mmHg dengan tekanan darah minimum 80 mmHg dan maksimum 90 mmHg. Kesimpulan: Kegiatan senam tera dapat membantu menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.
Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique Terhadap Kualitas Hidup Orang Dengan HIV/AIDS: The Effect Of Spiritual Emotional Freedom Technique Therapy On The Quality Of Life Of People With HIV AIDS Arisudhana, Gede Arya Bagus; Pradnyani, Ni Kadek
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v1i2.11

Abstract

Latar Belakang: Kualitas hidup merupakan suatu aspek kehidupan seseorang yang berfungsi dengan baik dan dapat menikmati hidupnya dengan menjalankan perannya secara memuaskan. Terapi Spiritual Emotional Freedom (SEFT) merupakan terapi yang menggunakan metode tapping pada titik meridian dengan melibatkan Tuhan didalamnya. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi spiritual emotional freedom technique terhadap kualitas hidup orang dengan HIV AIDS. Metode: Penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen rancangan one group pre test – post test design. Jumlah sampel penelitian adalah 25 responden. Responden diberikan terapi sebanyak delapan kali dalam satu bulan, alat ukur yang digunakan yaitu WHOQOL-BREF. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Rank dengan nilai p = 0,000 (p<a 0,05) maka Ha diterima, berarti ada pengaruh terapi spititual emotional freedom technique terhadap kualitas hidup orang dengan HIV AIDS di Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan antara pengaruh terapi SEFT terhadap kualitas hidup pada ODHA.
Suportif-Educatif COVID-19 Berbasis Messages Gateaway Terhadap Kepatuhan Pengobatan Orang Dengan HIV dan AIDS: The Effect of Supportive-Educative Covid-19 using Messages Gateway on Medication Adherence in People Living with HIV and AIDS Arisudhana, Gede Arya Bagus; Prihandhani, IGAA Sherlyna; Prihandani, Claudia Wuri
Bali Medika Jurnal Vol 9 No 3 (2022): Bali Medika Jurnal Vol 9 No 3 Desember 2022
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v9i3.287

Abstract

Kepatuhan merupakan salah indikator utama dalam tatalaksana HIV dan AIDS. Kepatuhan yang buruk selama masa pandemi COVID-19 dikaitkan dengan tingkat morbiditas yang tinggi pada orang dengan HIV dan AIDS. Upaya meningkatkan kepatuhan perlu dilakukan suportif-edukatif dalam asuhan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suportif-educatif COVID-19 berbasis messages gateaway terhadap kepatuhan pengobatan orang dengan HIV dan AIDS. Desain pada penelitian ini menggunakan pendekatan non-equivalent with control group. Populasi pada penelitian ini adalah ODHA yang menjalani pengobatan di Puskesmas Kuta II. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 80, yang dialokasikan pada kelompok perlakuan 41 orang dan kelompok kontrol 39 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random. Intervensi yang diberikan adalah berupa video edukasi COVID-19 dan motivasi yang diberikan melalui aplikasi messages gateway. Intervensi diberikan selama 12 minggu. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi kepatuhan pengobatan. Analisa data menggunakan uji McNemar. Hasil penelitian menemukan terdapat perbedaan kepatuhan pengobatan pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol setelah diberikan intervensi (p=0.000). Keperawatan suportif dan edukatif berpengaruh terhadap kepatuhan pengobatan pada kelompok perlakuan (p=0.000). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan intervensi keperawatan suportif-educatif COVID-19 berbasis messages gateaway terhadap kepatuhan pengobatan orang dengan HIV dan AIDS.   Adherence is indicator in HIV and AIDS medication management. Poor adherence during the COVID-19 pandemic is associated with high morbidity in people living with HIV and AIDS. In improving adherence, it is necessary to make supportive-educative efforts in nursing care. The aim of this study was to determine the effect of supportive-educative COVID-19 using messages gateway on medication adherence in people living with HIV and AIDS. The design in this study used a non-equivalent with a control group approach. The population in this study was PLWHA in Kuta II Health Center. The number of samples in this study was 80, allocating to the treatment group 41 people and 39 people to the control group. A simple random sampling technique was applied. The informational-motivation interventions based on  messages gateway application has given for 12 weeks. The measuring instrument used is the observation sheet for medication adherence. Data analysis using McNemar test. The results of the study found, that there were differences in medication adherence in the treatment group compared to the control group after being given the intervention (p = 0.000). Supportive and educative nursing had an effect on medication adherence in the treatment group (p=0.000). The conclusion of this study was a significant effect of supportive-educative COVID-19 used messages-gateway intervention on the medication adherence in people with HIV and AIDS.
Pengaruh Dukungan Kelompok Sebaya Terhadap Efikasi Diri Pasien Diabetes Mellitus Tipe II: The Effect of Peer Group Support on the Self-Efficacy of Type II Diabetes Mellitus Patients Dewi, Kadek Ayu Sri Sinta; Arisudhana, Gede Arya Bagus
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v1i1.1

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan setiap tahun. Keberhasilan pengelolaan DM tipe 2 tergantung pada efikasi diri. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efikasi diri pada penderita DM tipe 2 yaitu dukungan kelompok sebaya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dukungan kelompok sebaya terhadap efikasi diri pasien DM tipe 2 di Puskesmas II Denpasar Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desainpra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-posttest design, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intervensi dukungan kelompok sebaya dilakukan selama 4 minggu. Setiap sesi dilakukan setiap minggu 1 kali. Sesi 1 membahas materi DM tipe 2, kemudian sesi 2 membahas diet DM, selanjutnya  sesi 3 mengenai aktivitas fisik, dan terakhir sesi 4 mengenai keyakinan diri, serta setiap sesi berdurasi 40 menit. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner Diabetes Management Self-efficacy Scale versi Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank. Hasil: Penelitian menemukan nilai efikasi diri sebelum intervensi memiliki rata-rata = 57.41, sedangkan setelah intervensi memiliki nilai rata-rata = 78.67. Kesimpulan: Terdapat pengaruh dukungan kelompok sebaya terhadap efikasi diri penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas II Denpasar Barat. Dukungan kelompok sebaya berpengaruh pada perubahan efikasi diri pasien DM.
Tingkat Depresi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis: Depression Levels among Chronic Kidney Failure Patients Arisudhana, Gede Arya Bagus; Antarika, Gede Yasa
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v1i1.2

Abstract

Latar Belakang: Perubahan kondisi dari sehat menjadi sakit dapat berakibat pada gangguan kejiwaan individu. Gangguan kejiwaan seperti depresi dapat berdampak pada kematian penderita penyakit kronis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi pada pasien GGK. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronis yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 43 dengan teknik pengambilan sampel consecutive. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuisoner Beck Depression Inventory-II. Analisa univarit dilakukan dengan menghitung distribusi frekuensi. Hasil: Sebagian besar 30 (70%) responden berjenis kelamin laki-laki, rata-rata usia responden pada penelitian ini 55 tahun. Tingkat depresi penderita GGK didominasi 22 (51%) orang pada kategori depresi ringan. Kesimpulan: Depresi pada penderita GGK lebih banyak dilaporkan dibandingkan penderita penyakit kronis lain seperti diabetes mellitus.
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DENGAN TERJADINYA HIPERVOLEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA: Fluid Restriction Compliance and Hypervolemia in Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis Dewi, Desak Putu Risna; Lestari, Ni Luh Putu Lely; Oktavyanti, Dwi; Arisudhana, Gede Arya Bagus
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.38

Abstract

Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronik dapat didefinisikan sebagai kerusakan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali,sehingga tubuh kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan peningkatan ureumia. Pasien Gagal Ginjal kronik yang menjalani hemodialisa diketahui bahwa paling banyak mengalami kelebihan cairan sehingga terjadi perubahan berat badannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa. Metode : Penelitian ini menggunakan diskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjalkronik yang menjalani hemodialisa di RS Balimed Denpasar. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan menggunakan teknik quota sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk keparuhan pembatasan cairan, dan alat ukur untuk kejadian hipervolemia menggunakan lembar catatan pengukuran berat badan. Hasil: Kepatuhan pembatasan cairan kategori kurang patuh sebanyak 65 responden (72,2%) dan kejadian hipervolemia kategori hipervolemia ringan sebanyak 71 responden (78,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,019 (< α 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa. Pasien gagal ginjal kronis dalam lingkup rumah sakit, perawat bisa memeberikan pendidikan maupun konseling kesehatn mengenai pembatasan cairan dapat berupa diskusi atau menggunakan audio visual dengan demosntrasi sehingga pasien HD tidak hanya mendengar tetapi juga bisa langsung mempraktekannya.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Shivering Pasca Operasi Di Ruang Operasi: Factors Associated with the Occurrence of Postoperative Shivering in the Operating Room Dwipayana, Kadek Ary; Arisudhana, Gede Arya Bagus; Sudiarta, I Ketut
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v2i1.67

Abstract

Latar Belakang: pembedahana merupakan salah satu tatalaksana pengobatan kuratif melalui proses interprofesi. Pembedahan memiliki komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya shivering. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor pendukung. Kondisi shivering ini sering terjadi pasca pembedahan dilakukan. Beberapa faktor penyebab perlu dilakukan pengkajian lebih jauh sehingga dapat dilakukan pencegahan pada kondisi yang lebih buruk. Tujuan: penelitian ini memilki tujuan utama untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan shivering pada pasien post operasi menggunakan teknik spinal anestesi. Metode: Penelitian merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 67 pasien post operasi, diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji multivariat regresi linier ganda. Hasil: Uji terhadap variabel independen menunjukkan korelasi antara variabel usia dengan kejadian shivering (nilai p = 0,004), indeks masa tubuh berkorelasi dengan kejadian shivering (nilai p = 0,005), variabel lama operasi memiliki korelasi dengan kejadian shivering (nilai p = 0,000). Kesimpulan: Tatalaksana bedah merupakan intervensi yang kompleks melibatkan interprofesi, sehingga pemantauan terhadap kondisi pasien demi keselamatan menjadi penting, terutama ketika pasien mengalami kondisi hipotermi dan shivering. Berdasarkan temuan penelitian terdapat beberapa faktor seperti usia, indeks massa tubuh dan lama operasi yang berkorelasi dengan shivering pada pasien pasca operasi.
Pengaruh Pemberian Akupresur Terhadap Mual Muntah Pasca Operasi Pasien Dengan Anestesi Umum : The Effect of Acupressure on Postoperative Nausea and Vomiting in Patients Undergoing General Anesthesia Ganda Sari, Ni Ketut Dwi; Arisudhana, Gede Arya Bagus
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v2i2.69

Abstract

Latar Belakang: Mual muntah pasca operasi menjadi perhatian utama pasien dengan anastesi umum. Hal ini terjadi akibat stimulasi terhadap chemoreseptor trigger zone ke pusat rangsang mual muntah di medula oblongata. Akupresur pada akupoin PC6 mampu membantu menstimulasi endorfin sebagai antiemetik alami. Tujuan: Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui pengaruh pemberian akupresur terhadap mual muntah pasca anestesi umum. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pre-test post-test. Sampel berjumlah 32 orang dipilih dengan teknik purposive sampling. Akupresur dilakukan selama 30 tekanan dengan waktu getaran 15-20 detik. Penekanan dapat dihentikan sejenak setelah 3 menit penekanan dan kemudian diteruskan hingga lama total penekanan 15 menit dengan 1 kali pengulangan. Alat yang digunakan mengumpulkan data adalah lembar observasi. Analisa data menggunakan uji wilcoxon sign rank. Hasil: Skor mual muntah sebelum intervensi memiliki rata-rata 2,66, nilai median 3. Setelah intervensi akupresur diberikan, rata-rata  skor mual muntah menjadi  1,19, dengan median 1. Uji hipotesis dengan wilcoxon sign rank diketahui nilai Zhitung = 5,092 > Ztabel = 1,96 dan nilai p = 0,001 (α<0,05). Kesimpulan: Akupresur dapat meningkatkan pelepasan neurotransmiter seperti serotonin dan endorfin, yang berperan dalam regulasi mual dan muntah. Setelah diberikan intervensi akupresur menunjukkan ada pengaruh terhadap mual muntah pasca anestesi umum.
Latihan Psikofisiologikal Tai Chi Terhadap Nyeri Lutut pada Osteoartritis Arisudhana, Gede Arya Bagus; Resmiasih, Ni Luh
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 2 No 2 (2018): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v2i2.53

Abstract

Nyeri merupakan masalah keperawatan yang paling banyak terjadi pada penderita osteoarthritis (OA). Upaya menurunkan nyeri dapat dilakukan dengan melakukan latihan psikofisiologikal tai chi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan psikofisiologikal tai chi terhadap nyeri lutut pada osteoartritis. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan one group pre test post test design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 dengan metode sampling non-randomize. Analisa data menggunakan wilcoxon sign rank test. Alat ukur yang digunakan adalah numeric rating scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden dalam penelitian ini adalah 65 tahun, dengan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (70%). Perbadingan nilai nyeri sebelum dan sesudah latihan psikofisiologikal tai chi menunjukkan rata-rata nyeri sebelum diberikan intervensi adalah 5,20, dan rata-rata nyeri setelah diberikan intervensi adalah 3,83. Hasil uji perbedaan skala nyeri sebelum dan setelah diberikan intervensi menggunakan wilcoxon sign rank test, diperoleh nilai Zhitung 4,396 dan nilai p=0,000 (α<0,05). Latihan tai chi bermanfaat dalam mengurangi nyeri dan sangat disarankan untuk populasi yang sesuai seperti lansia. Perlu dilakukan penelitian lebih banyak tentang efek tai chi sebagai intervensi dari perspektif keperawatan.