Claim Missing Document
Check
Articles

Budaya Pandalungan Sebagai Media Pendidikan Egaliter Bambang Subahri; Ahmad Arif Ulin Nuha
Bidayatuna Vol 5 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/bidayatuna.v5i2.1979

Abstract

Pandalungan culture is a hybrid culture between Java and Madura with various traditions. Pandalungan culture is a miniature of a humanist egalitarianism learning system that can improve cognitive, affective, and pedagogical abilities without losing certain authorities. This research is qualitative field research that is ethnographic studies. The findings are as follows: 1. Egalitarian education is a conceptual framework, implementation, and implication of relevant learning to improve the quality of education 2. Pendalungan culture, with many traditions ranging from religious traditions to performing arts and many other traditions, teaches many things about treating society relatively 3. Egalitarian education is very decisive in students' behavior, as included in the psychology of child development to parenting which states that equality and respect for a person have a significant effect on learning.
Deotoritasi Guru di Era New Media Ahmad Arif Ulin Nuha; Bambang Subahri
Bidayatuna Vol 3 No 2 (2020): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/bidayatuna.v3i2.616

Abstract

The technological revolution causes changes in all aspects of life. It includes the educational spec. So that these changes also change all aspects in the world of education. One of the highlights in this paper is the relationship between teachers and students. The teacher initially becomes an important entity in the learning process. However, the presence of new media has replaced the teacher's position. It is no longer a central role in the educational process. Students have relied on gaining knowledge on technology. This phenomenon is contrary to the concept of Ahlussunnah Wal Jamaah education. Sanad continuity is an important thing in measuring the authenticity of knowledge. Not only that, the meaning of blessing is pinned on knowledge that has this sanad continuity. Seeing this phenomenon, the author assumes that technology has conducted teacher deauthorization in the education process of the new media era.
e-Learning dan Metode Pengajaran pada Masa Pandemi: (Studi Fenomenologi Ditinjau dari Perspektif Psikologi Pendidikan) Bambang Subahri
Bidayatuna Vol 4 No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/bidayatuna.v4i1.952

Abstract

Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak yang signifikan di bidang ekonomi namun juga berdampak signifikan pada ranah pendidikan dengan diberlakukannya penutupan sementara lembaga-lembaga pendidikan. Pembelajaran dengan cara online adalah satu-satunya solusi yang dilakukan oleh pemangku kebijakan pendidikan untuk diterapkan selama persiapan bumi ini. Pembelajaran online yang dilakukan dengan menggunakan smartphone telah membentuk karakter dan pribadi siswa yang unik hingga membentuk self concept yang serba instan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan konten analisis pada e-Learning atau pembelajaran yang dilakukan secara online juga metode pengajaran yang kerap dilakukan dan dapat dijumpai pada saat masa pandemi COVID-19. Di samping itu penelitian ini juga merupakan sebuah tinjauan fenomenologi yang diungkap melalui fakta-fakta berdasarkan perspektif psikologi pendidikan guna melihat output pembelajaran yang dilakukan secara daring di masa pandemi yang serba sulit ini. Adapun simpulan yang dihasilkan dari penelitian ini sebagaimana berikut: 1). Model-model e-Learning pada masa pandemi yang kerap dilakukan oleh para tenaga pengajar antaranya; a. Project Based Learning, b. Daring Method, c. Luring Method, d. Home Visit Method, e. Integrated Curriculum, dan f. Blended Learning. 2). Dekadensi Moral dalam Pembelajaran daring kerena dijumpai beberapa faktor di antaranya adalah pembelajaran dengan cara jarak jauh membuat siswa menjadi jenuh sehingga tidak memperhatikan nilai-nilai dan budaya ketimuran yang selama ini menjadi identitas bangsa. 3). Self concept siswa dalam peningkatan kualitas pendidikan dijumpai atas dasar kesadaran siswa itu sendiri karena meskipun dalam keadaan serba sulit seperti sekarang ini tujuan dan cita-cita masih melekat dalam diri siswa sehingga hal tersebut masih menuntun pada proses belajar mengajar yang kondusif dalam konsep diri siswa.
Konseling Kultural: Studi Kiai Pandalungan sebagai Cultural Broker Subahri, Bambang; Ulum, Hairul
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v0i0.45585

Abstract

Abstract: cultural counseling plays an important role in multicultural societies such as Pandalungan who live in the Tapal Kuda area of East Java, which is a blend of Madurese and Javanese cultures with a strong influence of Islamic values. In this context, the kiai plays a role as a cultural broker who bridges religious values and local culture in helping the community face various social problems. This study aims to understand how kiai in Pandalungan carry out this role in culture-based counseling. Using a qualitative approach through a case study method, this study collected data through participatory observation, in-depth interviews with kiai and the community, and document analysis related to cultural counseling practices. The results of the study show that kiai use various strategies in counseling, such as communication based on local wisdom, a pesantren approach that emphasizes religious values, and mediation based on customs and social norms that apply in the community. The role of kiai in counseling not only functions as a provider of religious advice, but also as a mediator in resolving social conflicts and building harmony between individuals and groups in the Pandalungan community. These findings confirm that cultural counseling carried out by kiai contributes significantly to maintaining social stability and overcoming the challenges of community life. The implications of this research indicate the need to strengthen the role of kiai in culture-based counseling and the development of a more systematic counseling model so that it can be adapted in various local community contexts.Abstrak: konseling kultural memiliki peran penting dalam masyarakat multikultural seperti Pandalungan yang tinggal di daerah Tapal Kuda Jawa Timur, merupakan perpaduan budaya Madura dan Jawa dengan pengaruh kuat nilai-nilai Islam. Dalam konteks ini, kiai berperan sebagai cultural broker yang menjembatani nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kiai di Pandalungan menjalankan peran tersebut dalam konseling berbasis budaya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kiai dan masyarakat, serta analisis dokumen terkait praktik konseling kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai menggunakan berbagai strategi dalam konseling, seperti komunikasi berbasis kearifan lokal, pendekatan pesantren yang menekankan nilai-nilai religius, serta mediasi berbasis adat dan norma sosial yang berlaku di komunitas. Peran kiai dalam konseling tidak hanya berfungsi sebagai pemberi nasihat keagamaan, tetapi juga sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik sosial dan membangun harmoni antari ndividu maupun kelompok dalam masyarakat Pandalungan. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kultural yang dilakukan oleh kiai berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas sosial dan mengatasi tantangan kehidupan komunitas. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan peran kiai dalam konseling berbasis budaya serta pengembangan model konseling yang lebih sistematis agar dapat diadaptasi dalam berbagai konteks masyarakat lokal.
Resiliensi Santri: Studi Internet Addiction pada Generasi Alpha Subahri, Bambang; Said, Imam Ghazali
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 13 No. 1 (2025): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v13i1.3236

Abstract

This research examines the academic resilience of Alpha generation students who experience internet addiction, with a focus on the impact of digital technology on their psychological development in the Islamic boarding school environment. In addition, this study also seeks to understand the mechanism of students’ resilience in fighting the challenges of internet addiction, to support their personality development and achievement in the digital era. This study uses a qualitative case study approach to explore factors such as social support, coping skills, religiosity, and Islamic boarding school values ​​that offer solutions based on Islamic psychology to strengthen the mental resilience of students in the digital era. The conclusion of this study states that internet addiction among students has a significant impact on their ability to adapt to more discipline and limited access to technology in Islamic boarding school life. Dependence on the internet causes students to feel isolated, anxious, and frustrated which hinders their resilience in facing academic and social challenges in a new environment. However, Islamic Boarding Schools address this problem with character-building programs that emphasize discipline and responsibility and provide Islamic guidance and counselling services that help identify and overcome internet addiction, as well as alternative facilities such as sports. Arts are also offered to distract students from excessive internet use, support the development of interests and talents, and strengthen their academic resilience.Penelitian ini mengkaji resiliensi akademik santri generasi Alpha yang mengalami kecanduan internet, dengan fokus pada dampak teknologi digital terhadap perkembangan psikologis mereka di lingkungan pondok pesantren. Selain itu, penelitian ini juga berupaya memahami mekanisme resiliensi santri dalam menghadapi tantangan kecanduan internet, guna mendukung perkembangan kepribadian dan pencapaian prestasi mereka di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus untuk mengeksplorasi faktor-faktor seperti dukungan sosial, keterampilan coping, religiusitas dan nilai kepesantrenan yang menawarkan solusi berbasis psikologi islam untuk memperkuat ketahanan mental. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa kecanduan internet di kalangan santri, menunjukkan dampak signifikan terhadap kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan kehidupan pesantren yang lebih disiplin dan terbatas akses teknologi. Ketergantungan pada internet menyebabkan santri merasa terisolasi, cemas dan frustrasi yang menghambat resiliensi mereka dalam menghadapi tantangan akademik dan sosial di lingkungan yang baru. Namun demikian, Pondok Pesantren mengatasi masalah ini dengan program pembinaan karakter yang menekankan disiplin dan tanggung jawab, serta menyediakan layanan bimbingan dan konseling islam yang membantu mengidentifikasi serta mengatasi kecanduan internet, juga fasilitas alternatif seperti olahraga dan seni juga diberikan untuk mengalihkan perhatian santri dari penggunaan internet berlebihan, mendukung pengembangan minat dan bakat, serta memperkuat resiliensi akademik mereka.
Ziarah Kubur sebagai Media Konseling Islam dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Masyarakat Subahri, Bambang; Airiza, Izza
Psychospiritual: Journal of Trends in Islamic Psychological Research Vol. 3 No. 1 (2024): Psychospiritual: Journal of Trends in Islamic Psychological Research
Publisher : Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/psychospiritual.v3i1.19

Abstract

Bujuk Judha merupakan makam nenek moyang yang berada di Desa Bondoyudo namun masih baru-baru ini ditemukan. Keberadaan bujuk judha cukup menarik perhatian warga sekitar, banyak persepsi yang timbul dari berbagai kalangan ada yang pro dan juga kontra. Secara garis besar Ziarah kubur bujuk judha mempresentasikan terkait pertebalan keimanan masyarakat dengan memanjatkan doa sebagai bentuk kelemahan umat terhadap pencipta-Nya, pelestarian tradisi dan juga ragam maksut lainnya yang di diposisikan dengan sedemikian rupa oleh para peziarah. Ziarah adalah mengunjungi tempat-tempat yang dianggap keramat. Secara Historis, ziarah dalam tradisi masyarakat Jawa sudah lama dilakukan. Untuk  mengungkap fenomena ziarah kubur sebagai media konseling Islam, peneliti menggunakan grand teori Azhar Arsyad, hal ini menjadi satu acuan dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat Desa Bondoyudo yang terdiri dari 1) hardware, merupakan makam sebagai sarana perantara manusia dalam menyampaikan hajat. 2) software, merupakan kalimat doa, dzikir, wirit dan juga sholawat sebagai bentuk permohonan yang disampaikan manusia. Karena dengan melakukan ziarah masyarakat mampu mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya dengan lebih leluasa melalui doa-doa yang disampaikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskritif, melalui pendekatan fenomenologis, teologis dan historis dengan dua sumber data primer baik berupa wawancara, observasi dan dokumentasi pada Bapak Tres selaku juru kunci dan Bapak Ahmadi serta Ibu Nanik masyarakat sekitar yang sering melakukan ziarah kubur. Selanjutnya data sekunder meruapakan data yang di peroleh dari Kiai Kholili selaku pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah di Desa Bondoyudo serta masyarakat lokal dan luar lokal.Adapun temuan yang diperoleh dalam penelitian ini ialah ziarah kubur sebagai salah satu sarana atau media bimbingan dan konseling Islam karena ziarah kubur efektif dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat, kegiatan yang dibalut dengan pembacaan doa, sholawat wirid dan juga dzikir mampu memberikan efek ketenangan dalam diri masyarakat yang datang berkunjung.
Ajem Pekang : Analisis Pesan Dakwah pada Tradisi Masyarakat Pandalungan di Desa Ranuyoso Farid, Achmad; Subahri, Bambang
Dakwah Vol 7 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v7i2.1221

Abstract

Ajem pekang is a side dish of chicken on a cone with its distinctive shape, which is skewered with a stick of bamboo resembling satay. Ajem Pekang is full of the meaning of religiosity and spirituality of the Pandalungan community. Ajem Pekang is a symbolic central form in the traditional rituals of the Pandalungan community. This research is a qualitative research that was compiled based on data collection with interviews, observations and some documentation collected during the religious rituals of the Pandalungan community. The conclusion of this study is the existence of the Pandalungan custom by reason of the religious values ​​contained in it. These values ​​are in line with the values ​​of humanity and Pancasila as Indonesian citizens who believe in the one and only God. Furthermore, ajem pekang is not necessarily limited to a side dish served in the middle of a mound of rice on a mere tray, but inside it has semiotic value and meaning in the form of symbolization.
Nanggeleh: Kajian Filosofis dan Psikologi Dakwah Petani Pandalungan Ghofur, Abdul; Ghulam, Zainil; Subahri, Bambang
Dakwah Vol 8 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v8i1.1559

Abstract

Nanggeleh is a local term for the Pandalungan community which means plowing agricultural land. A term that is full of philosophical symbolic meanings and involves long term memory from a psychological perspective so as to form behavior that is in accordance with the principles of Da'wah Islamiyah. This research is a qualitative type of research with interview, observation and documentation data collection methods conducted in Ranuyoso Village, Ranuyoso District, Lumajang Regency. This study discusses 1). Nanggeleh's Philosophical Concepts and Practices in the Muslim Community of Pandalungan and 2). Psychology of Da'wah and Contextualization of Nanggeleh Farmers Pandalungan.
الدعوة المتعددة الثقافات في عصر الإعلام الجديد Ghulam, Zainil; Subahri, Bambang; Ghofur, Abdul
Dakwah Vol 9 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v9i1.2232

Abstract

قدم عصر الإعلام الجديد حوافز كبيرة للمجتمع ، وسهولة الحصول على المعلومات هي المعيار ، على الرغم من أنه ليس من النادر أنها مثيرة للجدل. الفضاء الرقمي يقضي على الحواجز الإقليمية بين الناس. بين الأفراد يمكن أن تتفاعل بحرية وانفتاح حتى في مجال الدين. تمت دراسة هذا البحث باستخدام المنهج النوعي والتعددية الثقافية للدعوة كإطار نظري. تناقش هذه الدراسة طبيعة الدعوة ، وهي جوهر الدعوة متعددة الثقافات في الفضاء الرقمي. تشير نتائج هذه الدراسة إلى وجود قدر كبير من قضايا السلام والإنسانية والمحبة وتنمية المعرفة الإسلامية والتي يتم توزيعها من خلال المنصات الرقمية.
Edukasi Dakwah Berbasis Teknologi Perspektif Psikologi Pendidikan Subahri, Bambang; Khosim, Mokhammad
Dakwah Vol 10 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v10i1.2924

Abstract

Edukasi dakwah berbasis teknologi menjadi topik penting dalam konteks pendidikan di era digital, khususnya di PP. Assyarify Lumajang. Pendekatan ini melibatkan penggunaan teknologi dalam upaya menyebarkan pesan-pesan dakwah dan nilai-nilai keagamaan kepada para siswa. Perspektif psikologi pendidikan memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana proses pembelajaran dakwah berbasis teknologi dapat memengaruhi perkembangan siswa, baik dari segi kognitif, emosional, maupun sosial. Melalui penelusuran literatur, diskusi konseptual, dan analisis data, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana digitalisasi dakwah di PP. Assyarify Lumajang, dilihat dari perspektif psikologi pendidikan, memengaruhi proses pembelajaran, interaksi sosial, dan perkembangan siswa secara holistik. Temuan dari penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang dampak positif dan tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan dakwah, serta memberikan arahan untuk pengembangan lebih lanjut dalam meningkatkan efektivitas edukasi dakwah di masa depan.