Claim Missing Document
Check
Articles

Assessing Pilgrims’ Satisfaction Toward the 2025 Regular Hajj Services in Bojonegoro Nanang Setiawan; Imroatul Azizah; Ahmad Manshur; Amanulloh Amanulloh; Abdulloh Hafidz; Nufudz Aqthor
Indonesian Journal of Islamic Religion and Culture Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to assess the level of pilgrim satisfaction with the Regular Hajj services in 2025 in Bojonegoro Regency. A survey method was employed, involving 235 regular Hajj pilgrims in 2025 as respondents. The findings indicate that the overall satisfaction level falls into the high category, with a percentage of 79.7% and an average score of 3.98 on a 5-point scale. The assessment covered ten service aspects: travel document processing, religious guidance, embarkation/debarkation, air transportation, ground transportation, accommodation, meals, Armuzna services, Hajj information systems, and leadership of the service officers. The highest satisfaction levels were found in the aspects of air transportation, embarkation/debarkation, and religious guidance. Conversely, the lowest satisfaction levels were recorded in the areas of Armuzna services, ground transportation, and meals. Theoretically, this study contributes to the literature on Hajj pilgrim satisfaction through a multidimensional service approach. Practically, these findings may serve as input for Hajj organizers in their efforts to improve service quality, particularly in aspects with low levels of satisfaction
Konsep Pendidikan Agama islam Berwawasan Multikultural Dian Safitri; M Anas Taufiqurrohman; Ahmad Manshur
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12830

Abstract

The development of Islamic religious education based on multicultural insights in schools has become an urgent need in the context of an increasingly pluralistic society. This study aims to analyze the concepts, implementation, and challenges in applying multicultural Islamic religious education in schools. The methods used include literature review and descriptive analysis of multicultural education practices in various educational institutions. The findings indicate that a multicultural approach in Islamic religious education can help students understand the values of diversity, respect differences, and strengthen interfaith tolerance. Development strategies include integrating multicultural values into the curriculum, providing teacher training to enhance multicultural competencies, and creating an inclusive learning environment. The challenges faced include a lack of teacher understanding of multicultural education, resistance to change, and limited policy support. Therefore, synergy between the government, schools, teachers, and society is necessary to realize Islamic religious education that aligns with the spirit of pluralism and social justice.
Kepemimpinan Transformasional dalam Perspektif Islam Udhma, Luthfiatul; Manshur, Ahmad
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4413

Abstract

Kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan positif, pengembangan sumber daya manusia, dan penciptaan visi bersama untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam perspektif Islam, kepemimpinan transformasional tidak hanya menekankan aspek profesional dan moral, tetapi juga spiritualitas yang berlandaskan nilai-nilai tauhid, amanah, keadilan, dan ihsan. Pemimpin dalam Islam berperan sebagai khalifah yang bertanggung jawab memimpin dengan keteladanan, membimbing dengan hikmah, serta mendorong perubahan menuju kebaikan umat. Artikel ini membahas integrasi prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional dengan nilai-nilai Islam melalui pendekatan konseptual dan analisis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti keikhlasan, keadilan, musyawarah, dan tanggung jawab moral menjadi dasar penting dalam membentuk kepemimpinan transformasional Islami. Dengan menginternalisasi nilai-nilai spiritual dan etika Islam, seorang pemimpin mampu membangun budaya organisasi yang berorientasi pada kemaslahatan dan keberlanjutan. Kajian ini merekomendasikan pentingnya penerapan model kepemimpinan transformasional berbasis Islam dalam lembaga pendidikan, pemerintahan, dan organisasi sosial untuk mewujudkan perubahan yang berkeadilan dan berkeberlanjutan.
Pendidikan Multikultural dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Sa’diyah, Novia Halimatus; Azzahra, Septia Rahma; Fauziatunnisa’, Rita Aulia; Manshur, Ahmad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37736

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya keberagaman masyarakat Indonesia yang belum sepenuhnya diiringi dengan pemahaman nilai-nilai multikultural, sehingga masih memunculkan sikap intoleransi, diskriminasi, dan konflik sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep pendidikan multikultural, menganalisis keterkaitannya dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), serta menelaah implementasinya dalam sistem pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan sumber data berupa dokumen resmi, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan multikultural seperti toleransi, kesetaraan, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman telah terkandung secara implisit dalam berbagai pasal UU Sisdiknas, meskipun tidak disebutkan secara eksplisit. Selain itu, implementasi pendidikan multikultural di Indonesia telah mulai diterapkan melalui kurikulum, proses pembelajaran, serta lingkungan sekolah dan masyarakat, meskipun masih menghadapi berbagai kendala dan belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi pendidikan multikultural agar mampu membentuk peserta didik yang inklusif, toleran, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang majemuk.
Pendidikan Multikultural: Makna, Tujuan, dan Implementasinya dalam Pendidikan Zerlina, Cathabell Shira; Sofiati, Yuni; Aini, Yasmin Nurul; Manshur, Ahmad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37741

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pentingnya penghargaan terhadap keberagaman budaya, agama, suku, dan latar belakang sosial dalam masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna pendidikan multikultural, tujuan pendidikan multikultural, serta implementasinya dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti buku dan artikel jurnal yang relevan dengan topik pendidikan multikultural, khususnya publikasi yang terbit dalam lima tahun terakhir. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif kualitatif dengan cara mengidentifikasi, mengkaji, dan menginterpretasikan berbagai konsep serta teori yang berkaitan dengan pendidikan multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi, menghargai perbedaan, serta membangun kesadaran akan pentingnya hidup harmonis dalam masyarakat yang plural. Implementasi pendidikan multikultural dapat dilakukan melalui integrasi nilai keberagaman dalam kurikulum, penggunaan metode pembelajaran yang inklusif, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang menghargai perbedaan. Dengan demikian, pendidikan multikultural diharapkan mampu membentuk peserta didik yang toleran, inklusif, dan mampu hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat yang beragam
Konsep Warga Negara Multidimensional dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam Hayatin, Linda; Auliyani, Mifta Khotun Dwi; Ridwan, Achmad; Manshur, Ahmad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37844

Abstract

Di tengah arus perkembangan zaman yang ada, peran warga negara tidak hanya dapat dipahami sebatas sebagai pemilik hak dan kewajiban semata. Warga negara dituntut untuk hadir sebagai pribadi yang utuh serta mampu mengintegrasikan aspek intelektual, moral, sosial, dan spiritual dalam kehidupannya. Artikel ini disusun bertujuan untuk mengkaji konsep warga negara multidimensional dalam perspektif Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI memiliki kontribusi penting dalam membentuk karakter warga negara yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, integritas moral, serta kesadaran spiritual yang mendalam. Nilai-nilai dasar dalam PAI seperti seperti Keadilan, Kesetaraan, dan kemanusiaan menjadi fondasi dalam membangun pribadi yang seimbang dan bertanggung jawab. Dengan demikian, penguatan PAI dalam proses pendidikan dapat menjadi langkah strategis untuk melahirkan warga negara yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai kemanusiaannya.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGINTEGRASIKAN NILAI PROFETIK, TRANSFORMASIONAL, VISIONER, DAN TRANSAKSIONAL PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Hariyadi, Mochamad; Manshur, Ahmad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46353

Abstract

This study aims to analyze the role of school principals’ leadership in integrating prophetic, transformational, visionary, and transactional values in the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic educational institutions. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving school principals and teachers as key informants. Data analysis used an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the principal’s leadership is integrative and contextual. Prophetic leadership values serve as the moral foundation in building school ethics and culture, while transformational leadership encourages innovation and change, visionary leadership provides strategic direction, and transactional leadership maintains organizational stability through control and reward systems. The integration of these four leadership models has proven to support the successful implementation of the Merdeka Curriculum, as indicated by improved teacher performance, the establishment of a positive school culture, and the development of more innovative and student-centered learning. This study proposes an “Integrative Islamic Leadership” model as a holistic approach to leadership in Islamic education. This model is expected to contribute conceptually to the development of adaptive and relevant educational leadership in the modern era.
URGENSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA Yufiya Ma'rifatul Mukaromah; Siti Nur Chalimah; Ahmad Manshur
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12826

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki tingkat keragaman dalam hal suku, agama, ras, dan budaya yang sangat besar. Di satu sisi, keragaman itu menjadi kekayaan bangsa, tetapi di sisi lain bisa jadi sumber konflik jika tidak dikelola dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa pendidikan multikultural sangat penting dan perlu diterapkan di Indonesia saat ini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai tantangan sosial seperti intoleransi, perundungan berbasis SARA, dan polarisasi masyarakat. Hasil diskusi menunjukkan bahwa pendidikan multikultural bukan hanya pelajaran tambahan, tetapi menjadi dasar dalam membentuk sikap yang inklusif, penuh empati, dan adil secara sosial sejak kecil. Menerapkan pendidikan multikultural di sekolahsekolah adalah langkah penting untuk memperkuat persatuan bangsa, mencegah terjadinya radikalisme, serta memastikan generasi muda siap hidup bersama dalam masyarakat yang beragam dan harmonis.
Konstruksi Otoritas Hadis dalam Tradisi Keilmuan Islam: Relevansi Klasifikasi Sahih, Hasan, dan Daif di Tengah Dialektika Klasik dan Modern Laililrizqi, Lyra; Finnas, Farah Fauza; Saeban, Kasuwi; Manshur, Ahmad
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.5508

Abstract

This article examines the construction of hadith authority within the Islamic scholarly tradition by positioning the classifications of sahih, hasan and da’if as an epistemological foundation for determining the reliability and validity of a narration. This study is motivated by the tendency for discussions of hadith to often stop at normative definitions, meaning that the role of hadith classification as a determinant of the scientific legitimacy of a narration has not yet been examined in depth. This research aims to explain the function of hadith classification as the epistemological basis of hadith authority, assess its relevance in contemporary hadith interpretation, and formulate a conceptual model that can bridge classical authority and the needs of modern interpretation. This research employs a qualitative approach using a literature review of classical and contemporary literature in hadith studies. The findings indicate that classical hadith classification theory retains strong significance in maintaining the discipline of verification, historical credibility, and the scientific validity of hadith. However, these theories have limitations when confronted with issues of socio-historical context, interpretation, and practical relevance in modern life. Therefore, this article proposes an integrative model that combines traditional chain of transmission verification with analysis of the text, historical context, normative objectives, as well as ethical and practical relevance. This model allows the authority of hadith to be preserved epistemologically whilst remaining responsive to the challenges of modernity
Konsep Multikulturalisme: Definisi, Prinsip, Nilai-Nilai dan Tantangan Penerapannya Dalam Masyarakat Multikultural Amalia Syifakurnia; Widia Dwi Rahmawati; Hidayatul Kusna; Ahmad Manshur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5483

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang konsep multikulturalisme yang menekankan pada pengakuan, penghargaan, dan penerimaan terhadap keberagaman budaya dalam kehidupan masyarakat. Keberagaman yang dimaksud meliputi perbedaan suku, agama, bahasa, adat istiadat, dan nilai budaya yang menjadi kenyataan sosial yang tidak dapat dihindari dalam masyarakat modern. Sehingga, pemahaman yang mendalam mengenai konsep multikulturalisme sangat penting untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep multikulturalisme yang meliputi pengertian, prinsip-prinsip, nilai-nilai, serta tantangan dalam penerapannya di masyarakat multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dan publikasi akademik yang sesuai. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa multikulturalisme tidak hanya dipahami sebagai kondisi keberagaman budaya dalam masyarakat, tetapi juga sebagai kerangka nilai yang menekankan kesetaraan, toleransi, penghormatan terhadap identitas budaya, serta dialog antarbudaya. Prinsip-prinsip tersebut berperan penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang inklusif dan harmonis. Namun demikian, penerapan multikulturalisme di kalangan masyarakat multikultural juga menghadapi berbagai tantangan seperti intoleransi, diskriminasi berbasis identitas, pengaruh globalisasi, serta perbedaan nilai dan norma sosial dalam masyarakat. Maka, diperlukan upaya melalui pendidikan multikultural, kebijakan publik yang inklusif, serta penguatan dialog antarbudaya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, adil, dan saling menghargai dalam keberagaman.
Co-Authors Abdulloh Hafidz Achmad Ridwan, Achmad Ahmad Muthi’ Uddin Ahmad, Fadli Ahmad, Mas Tajjudin Aini, Yasmin Nurul Akhmad Al-Bari Akhmad Rodhi Amalia Syifakurnia Amanulloh Amanulloh Andita Dwi Puspita Ningsih Anita Fajarwati Asih Agus Nur Cahya Ningrum Auliyani, Mifta Khotun Dwi Ayu Nur Chamidah Azzahra, Septia Rahma Burhan, Mohammad Nurul Cholifatus Sholicha Deni Setyawan Dian Safitri Eko Martono Eni Sofiatunnaimah Evi Nurhalimah Fahmi Khumaini Fahru Rozi Fahru Rozi Fahrul Isna Arsyada Farah Fauza Finnas Farhatin, Ummu Farida Isroani Fauziatunnisa’, Rita Aulia Fauziyah, Ima Finnas, Farah Fauza Fitri Ayu Ilahana Ilahana Giati Anisah Habib Fahrur Rozi Hamam Burhanuddin Haniek Listyorini Hayatin, Linda Hidayat, Nur Maulana Hidayatul Kusna Ida Fauziatun Nisa' Imroatul Azizah Isroaini, Farida Kasuwi Saeban Kasuwi Saeban Laililrizqi, Lyra Lilis Mariyah Ulfah Lyra Laililrizqi M Anas Taufiqurrohman Miftahul a'la Mochamad Hariyadi Mohammad Nurul Burhan Muhammad Afthon Ulin Nuha Munir Nalilin Faiz Nanang Setiawan Nilna Indriana Ningsih, Wita Ninik Nurul Hidayah Nufudz Aqthor Nurlaela Nurul Musyafaah Nurul Qomariyah Prayitno, Pranoto Hadi Qinni, Abidatil Rikha Maulidia Rima Dewi Setiani I Ririn Mu'tamiroh, Siti Rutin Winarsih Saeban, Kasuwi Salfa Nur Fadilah Saputri, Romadhiyana Kisno Sari, Astrid Chandra Savira Dwi Nastitiana Sa’diyah, Novia Halimatus Shofa Robbani Shofiyuddin, Ahmad SITI HIDAYAH Siti Nur Chalimah Sofiana Eka Putri Sofiati, Yuni Sofiyatun, Siti Sri Minarti Sufi Maisyaroh, Afina suudin aziz Syaiful Hadi, Mukhamad Syaikhu Rohman, Khabib Syakira Salmanida Udhma, Luthfiatul Ulva Badi' Rohmawati Ulya Maysyaroh Umi Muflichati Widagdo, Susmono Widia Dwi Rahmawati Yayuk Istikomah Yogi Prana Izza Yufiya Ma'rifatul Mukaromah Yustia Rachma Fitriani ZAINI MIFTAH Zerlina, Cathabell Shira