Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Hubungan Umur, Paritas dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021 Ramadhini, Delfi; Dewi, Sri Sartika Sari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i2.600

Abstract

Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia). World Health Organization (2019) prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 41,8%. Penyebab terjadinya anemia kehamilan diantaranya umur, paritas dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur, paritas dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas batunadua kota padangsidimpuan tahun 2021. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan sebanyak 229 orang dan jumlah sampel sebanyak 70 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisa yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan umur (p=0,001), paritas (p=0,006) dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (p=0,001) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan diperoleh bahwa umur, paritas dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah ada hubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Saran diharapkan pada ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan dapat memperhatikan umur dan jumlah telah melahirkan anak apabila merencanakan kehamilan, apabila ibu telah hamil maka harus rutin memeriksakan kehamilannya di tempat pelayanan kesehatan terdekat dan patuh dalam mengkonsumsi tablet tambah darah sehingga dapat terhindar dari kejadian anemia.
HUBUNGAN USIA IBU PRIMIPARA SAAT PERNIKAHAN DENGAN KEMAMPUAN PERAWATAN BAYI 0-12 BULAN DI PUSKESMAS HUTABARGOT KECAMATAN HUTABARGOT KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2021 rangkuti, nur aliyah; Dewi, Sri Sartika Sari; Rangkuti, Juni Andriani; Adelina, Mei -; Diningsih, Ayus
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 1 (2023): Vol.8 No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i1.1045

Abstract

ABSTRACT Hutabargot Health Center located in Hutabargot District, Mandailing Natal Regency obtained information from coordinator midwives at Hutabargot Health Center in 2021 with a death rate of 19 babies out of 224 babies born with the age of 0-12 months due to poor care in BBL with the status of mothers primipara age < of 20 years. The purpose of this study was to determine the relationship between the age of primiparous mothers at marriage and the ability to care for infants 0-12 months. The type of research used is quantitative research and analytic survey design with a cross- sectional approach. The population of this study is all primiparous mothers who have newborns or babies aged 0-12 months as many as 42 people in the working area of Hutabargot Health Center. a sample of 42 people. Analysis of the data that will be used is the distribution of frequency and Chi-Square. Based on the results of the study, the majority of married ages were <20 years or >35 years. The results showed that there was a significant relationship between the age of primiparous mothers at marriage and the ability to care for infants 0-12 months, p-value 0.014. It is hoped that this research will be useful for the Puskesmas so that health workers pay more attention to the importance of the age of marriage for prospective mothers, further improve their approach to the community, especially about the age of marriage for mothers by holding health education about a good marriage age so as not to experience anxiety in caring for babies. ABSTRAK Puskesmas Hutabargot berada di Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal diperoleh informasi dari bidan kodinator di Puskesmas Hutabargot tahun 2021 dengan angka kematian sebanyak 19 bayi dari 224 bayi yang lahir dengan umur 0-12 bulan yang disebabkan perawatan yang buruk pada BBL dengan status ibu primipara usia < dari 20 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia ibu primipara saat pernikahan dengan kemampuan perawatan bayi 0-12 bulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu primipara yang memiliki bayi baru lahir atau usia bayi 0-12 bulan sebanyak 42 orang di wilayah kerja Puskesmas Hutabargot, penarikan sampel dengan teknik total sampling dengan sampel sebanyak 42 orang. Analisis data yang akan digunakan adalah distribusi frekuensi dan Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil usia menikah mayoritas <20 tahun atau >35 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia ibu primipara saat pernikahan dengan kemampuan perawatan bayi 0-12 bulan p-value 0,014. Diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi Puskesmas agar tenaga kesehatan lebih memperhatikan pentingnya usia pernikahan untuk calon ibu, lebih meningkatkan pendekatan kepada masyarakat terutama tentang usia pernikahan untuk ibu dengan mengadakan penyuluhan kesehatan tentang usia pernikahan yang baik agar tidak mengalami kecemasan dalam merawat bayi.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI ESKLUSIF DENGAN PEMBERIAN ASI PERAH PADA IBU BEKERJA DI PUSKESMAS SUKA MAKMUR TAHUN 2023 Dewi, Sri Sartika Sari; Hidayah Nasution, Nurul; Suryaningsih, Melfi; Afni Hasibuan, Darma; Wahida Siregar, Rahmi; Khoiriyah Pulungan, Nikmatul
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1252

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi serta mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dibandingkan dengan makanan bayi yang dibuat manusia atau susu dari hewan seperti susu sapi. ASI perah juga diperbolehkan dan dilakukan sampai bayi berumur enam bulan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif pada Ibu Bekerja dengan pemberian ASI perah di puskesmas Sukamakmur Tahun 2023. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu bekerja yang memiliki bayi 0-6 bulan sebanyak 40 orang. Hasil penelitian diperoleh adanya hubungan pendidikan (p = 0,004) dan pengetahuan ibu bekerja (p= 0,002) dengan pemberian ASI perah (p < 0,05). Disarankan agar tenaga Kesehatan memberikan edukasi pentingnya pemberian ASI Eksklusif kepada ibu bekerja walaupun dalam bentuk ASIP selama ibu bekerja di luar rumah.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI ESKLUSIF DENGAN PEMBERIAN ASI PERAH PADA IBU BEKERJA DI PUSKESMAS SUKA MAKMUR Juli Hartati; Sri Sartika Sari Dewi; Nurul Hidayah Nasution; Soleman Jufri
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 2 No 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Juni 2026
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v2i2.92

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi serta mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dibandingkan dengan makanan bayi yang dibuat manusia atau susu dari hewan seperti susu sapi. ASI perah juga diperbolehkan dan dilakukan sampai bayi berumur enam bulan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu tentang ASI  eksklusif pada Ibu Bekerja dengan pemberian ASI perah di Puskesmas Suka Makmur. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu bekerja yang memiliki bayi 0-6 bulan sebanyak 40 orang. Hasil penelitian diperoleh adanya hubungan pendidikan (p = 0,004) dan pengetahuan ibu bekerja (p= 0,002) dengan pemberian ASI perah (p < 0,05). Disarankan agar tenaga Kesehatan memberikan edukasi pentingnya pemberian ASI Eksklusif kepada ibu bekerja walaupun dalam bentuk ASIP selama ibu bekerja di luar rumah.
HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Lola Pebrianthy; Nurelilasari Siregar; Sri Sartika Sari Dewi
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 2 No 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Juni 2026
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v2i2.109

Abstract

IMD bermanfaat bagi ibu karena dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasca persalinan. Dalam 1 jam kehidupan pertama bayi dilahirkan ke dunia, bayi dipastikan untuk mendapatkan kesempatan melakukan IMD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap keberhasilan ASI eksklusif di Kota Padangsidimpuan Tahun 2025. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. pengambilan sampel dilakukan secara purvosive sampling dan didapatkan 56 sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Dengan Pemberian ASI Eksklusif (sig = 0,011< α=0,05). Nilai Odds ratio yang dihasilkan sebesar 4,359 artinya bahwa ibu yang melakukan Inisiasi Menyusu Dini memiliki peluang memberikan ASI Ekslusif 4,359 kali lebih besar dibandingkan ibu yang tidak melakukan Inisiasi Menyusu Dini. Kesimpulan diperoleh bahwa inisiasi menyusu dini (IMD) berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Saran bagi ibu menyusui agar melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) segera setelah bayi lahir.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBUnNIFAS DENGAN PERAWATAN LUKA PERINEUM DI KLINIK PRATAMA MURNI TAHUN 2026 Murni Ariani Harefa; Hoirunnisa Tanjung; Sarli Saragih; Rosmala Dewi; Lumongga Sari Harahap; Melfi Suryaningsih; Sriyanti Sriyanti; Sri Sartika Sari Dewi
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 2 No 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Juni 2026
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v2i2.110

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia tahun 2025 sebesar 144 per 100.000 kelahiran Hidup. Penyebab kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh perdarahan, hipertensi dalam kehamilan dan infeksi masa nifas khususnya infeksi pada luka perineum. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perawatan luka perineum di Klinik Pratama Murni Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu nifas yang berkunjung ke Klinik Pratama Murni yang berjumlah 35 orang. Metode analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perawatan luka perineum dengan nilai p = 0,000 < α = 0,05. Disarankan agar ibu nifas lebih aktif menggali informasi tentang kesehatan ibu khususnya mengenai perawatan luka perineum, baik informasi dari pelayanan kesehatan maupun dari lingkungan. Petugas kesehatan agar lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya kepada ibu mengenai kesehatan ibu nifas khususnya tentang perawatan luka perineum pada ibu nifas.
INTENSITAS RASA NYERI TERHADAP PEMASANGAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) Nurelilasari Siregar; Sri Sartika Sari Dewi
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 1 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/c1xyj659

Abstract

Latar belakang: Intensitas rasa nyeri adalah gambaran tentang seberapa parah nyeri dirasakan oleh individu. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah alat yang dimasukkan kedalam rongga rahim Nyeri pada pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) diakibat dilatasi srvikalis internus oleh sonde atau alat pemasang.  Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis deskriptif  dengan pendekatan crossectional dan jumlah sampel sebanyak 41 orang dengan tehnik purposive sampling. Hasil: Penelitian menunjukkan Dari segi karakteristik tentang intensitas rasa nyeri terhadap pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim berdasarkan karakteristik akseptor AKDR yakni usia  diketahui mayoritas responden yang berumur 31-40 tahun sebanyak  21 orang (51.2%), sedangkan berdasarkan suku diketahui mayoritas responden yang bersuku jawa sebanyak 34 orang (82,9%), berdasarkan pendidikan diketahui mayoritas responden berpendidikan sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 14 orang (34,1%), berdasarkan paritas diketahui mayoritas responden dengan paritas >3 kali sebanyak 14 orang (34,1%), sedangkan berdasarkan tingkat nyeri diketahui mayoritas responden mengalami nyeri pada saat pemasangan AKDR dengan skala sedang (4-6) sebanyak 28 orang (68,3%). Kesimpulan : Tingkat nyeri yang dirasakan adalah sedang (4-6) sebanyak 28 responden.
PENGARUH METODE MASASE TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I  FASE AKTIF PADA IBU INPARTU DI KLINIK BERSALIN SAHARA Srianty Siregar; Sri Sartika Sari Dewi
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5 No 2 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/9jcqbh08

Abstract

Latar Belakang : Persalinan suatu proses membuka dan menipisnya serviks serta terjadi kontraksi uterus sehingga menyebabkan nyeri pada proses persalinan. Manajemen nyeri persalinan dapat diterapkan secara nonfarmakologis, salah satunya adalah masase yang bertujuan melepaskan senyawa endorphin sehingga mengurangi nyeri, mengurangi kecemasan dan waktu persalinan lebih pendek secara bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh metode masase terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif.  Metode : Jenis  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy-eksperimen yang bersifat two group pretest-postest. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 38 orang dimana 19 kelompok intervensi dan 19 kelompok kontrol, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Analisa data yang digunakan adalah uji t-dependen dan t-independen.  Hasil : Dari penelitian ini diperoleh intensitas nyeri pada kelompok intervensi sebelum dilakukan masase rata-rata 7,26 dan sesudah rata-rata 4,74 sedangkan pada kelompok kontrol sebelum dilakukan masase rata-rata 7,00 dan sesudah rata-rata 6,16. Hasil uji t-dependen intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan masase pada kelompok intervensi diperoleh nilai P=0,000 dan pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah dilakukan masase diperoleh nilai P=0,007. Hasil uji t-independen dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan sesudah dilakukan metode masase pada kelompok intervensi yaitu nilai P=0,001.  Kesimpulan  : Ada pengaruh metode masase terhadap penurunan intensitas  nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu inpartu. Sehingga disarankan supaya bidan menerapkan metode masase sebagai intervensi mengurangi nyeri dalam asuhan ibu bersalin normal.