Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Metode Berpikir Deduktif dan Induktif dalam Pendidikan Agama Islam: Studi Literatur Muhamad Rifai; Muhammad Hafiz Rivaldi; Hanifah Nurul Izzati; Azkia Aulia Rahmah; Raka Syahputra; Bina Prima Panggayuh
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 6 (2026): Advances In Education Journal (Juni)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The deductive method moves from general concepts to specific conclusions, while the inductive method builds generalizations from specific facts. Both are important for developing students’ logical and systematic thinking in Islamic Religious Education (PAI). This study aims to examine the use of deductive and inductive methods in PAI through a literature review. It uses a qualitative approach based on relevant journal sources, with descriptive-analytical techniques to evaluate their roles and effectiveness. The findings show that the deductive method is effective for teaching normative materials such as creed and sharia because it provides clear and structured understanding. In contrast, the inductive method supports the development of critical thinking and contextual understanding through real-life experiences. Therefore, combining both methods in PAI learning can create a more comprehensive, balanced, and adaptive approach that aligns with current educational needs and helps form rational and reflective religious character in students.
Relevansi Paradigma Thomas Kuhn terhadap Perkembangan Penelitian Modern Dzaki Prayogo; Aulia Fahrunnisa; Amalia Najiha; Sean Rahayaan; Bina Prima Panggayuh
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 6 (2026): Advances In Education Journal (Juni)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the continuing relevance of Thomas Kuhn's paradigm theory for understanding how modern research develops, and offers a critical assessment of where the framework still holds and where it has been challenged. The problem addressed is whether Kuhn's concepts of normal science, anomaly, and paradigm shift still explain contemporary scientific practice across the natural sciences, social sciences, and Islamic studies. Using a qualitative library research method that synthesizes twenty primary and secondary sources published between 1959 and 2026 from Scopus-indexed journals and Google Scholar, the study traces Kuhn's core arguments and evaluates their application and critique in current scholarship. The results show that Kuhn's framework remains influential in explaining scientific communities and knowledge integration, including in Islamic education, although recent bibliometric and philosophical studies suggest that progress is often more cumulative than revolutionary and that incommensurability has been substantially revised. The article argues that Kuhn's paradigm remains a valuable, though contested, analytical lens, and it proposes that Islamic Religious Education research adopt a post-normal, integrative reading of Kuhn rather than a literal revolutionary one.
Ajaran Islam Dalam Pembinaan Keluarga Muslim Bina Prima Panggayuh; Naura Putri Salsabiella; Asysyifa Sarah Mailansyah; Jacinda Najla Bashira; Ahmad Hilmi Ali
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family is the smallest social unit that plays an essential role in shaping morals and building a strong society. Islam provides complete guidance regarding family development with the aim of creating a harmonious and balanced household. This article discusses the basic Islamic principles of family, including the meaning of family in Islam, marriage purposes, pre-marriage education, family resilience, and the mechanism of divorce and reconciliation. The method used is a qualitative descriptive review based on Islamic sources such as Qur’an verses, prophetic traditions, and classical teachings explained in Islamic literature. The discussion shows that Islamic teachings emphasize the importance of building family life based on faith, communication, responsibility, and mutual respect. The values of sakinah, mawaddah, and rahmah become the main foundations to create peace and prevent conflict in the household. The analysis concludes that strengthening family education and implementing Islamic values consistently can increase family resilience and reduce domestic disputes.
Pengaruh Peran Agama Islam dalam Pembangunan Peradaban di Dunia Bina Prima Panggayuh; Gaizka Kyran Musharrifa; Aisyah Aureli Putri; Rafid Danang Pradhono; Ahmad Muzzammil
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.367

Abstract

Abstrak Berdirinya sebuah peradaban tentu tidak mudah, apalagi peradaban di dunia dengan berbagai ras, suku, dan budaya. Dalam hal ini, akan mempelajari dan mengulik proses peradaban dari sudut pandang agama Islam dan pengaruhnya terhadap peradaban di dunia dari sudut pandang agama Islam. Tentu agama menjadi dasar kebutuhan spiritual bagi seluruh umat manusia, menyoroti pengaruh agama dalam terbentuknya sebuah peradaban menjadi landasan yang masuk akal dan dapat diterima logika manusia untuk menjawab bagaimana peradaban bisa terbentuk dan esensi terbentuknya peradaban bagi umat manusia. Artikel ini dibuat dengan menggunakan metode study literature yang relevan dan dari berbagai sumber jurnal. Berdasarkan temuan dari jurnal terkait, pandangan agama Islam terhadap pengaruh peradaban dunia yaitu, Islam mempelajari sumber asal manusia termasuk ras dan suku bangsa, serta mempelajari sumber-sumber ilmu pengetahuan yang dikembangkan hingga sekarang untuk mendukung proses tumbuhnya sebuah peradaban.  
Dinamika Feodalisme Beragama: Peran Agama Dalam Struktur Sosial Bina Prima Panggayuh; Aulia Fahrunnisa; Dara Belvana Ananda; MUHAMMAD THORIQ AL KHAIRY; Muhammad Yasir Hadzami
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.372

Abstract

Penelitian ini membahas keterkaitan antara agama dan sistem feodalisme dalam membentuk serta mempertahankan struktur sosial masyarakat. Dalam konteks sejarah maupun sosial, agama sering berperan sebagai kekuatan ideologis yang melegitimasi hierarki sosial dan kekuasaan kaum bangsawan atau pemuka agama. Studi ini menyoroti bagaimana ajaran dan institusi keagamaan digunakan untuk memperkuat status quo, menciptakan ketaatan, serta membangun relasi patron-klien antara penguasa dan rakyat. Namun, agama juga berfungsi ambivalen: di satu sisi menjadi alat legitimasi kekuasaan feodal, di sisi lain dapat menjadi sumber kritik moral terhadap ketidakadilan dan ketimpangan sosial. Dengan pendekatan historis-sosiologis, penelitian ini menganalisis dinamika feodalisme beragama di berbagai konteks budaya dan keagamaan, serta implikasinya terhadap pembentukan kesadaran sosial, mobilitas kelas, dan perubahan struktur masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran agama dalam sistem feodal tidak bersifat statis, melainkan terus mengalami transformasi seiring perubahan politik, ekonomi, dan kesadaran kolektif umat
Integrasi Nilai Ketuhanan Dalam Pembentukan Manusia Paripurna: Dari Konsep Diri Hingga Pengembahan Karakter Profesional Fariz Faizzurrahman; Noor Laila Rahmawati; Rizki Febriansyah; Raden Roro Kinanti Hemas Ayuningtyas; Bina Prima Panggayuh
Akhlak: Journal of Education Behavior and Religious Ethics Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jebg.v2i1.378

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara mendalam serta merumuskan model integrasi nilai Ketuhanan dalam proses pembentukan individu, mulai dari pengembangan konsep diri hingga terbentuknya karakter profesional yang utuh. Fenomena kontemporer menunjukkan melemahnya moralitas dan integritas profesional yang berakar pada fondasi spiritual yang rapuh. Karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa nilai Ketuhanan perlu ditanamkan secara sistematis sebagai dasar ontologis untuk membentuk insan kamil yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual, emosional, dan profesional. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur filosofis-teologis dan analisis deskriptif-komparatif terhadap konsep pendidikan karakter dan etika profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai Ketuhanan berlangsung melalui tiga tahap utama: (1) Internalisasi Konsep Diri Transendental sebagai hamba Tuhan dan khalifah. (2) Penyempurnaan Karakter Personal-Sosial yang berlandaskan sifat-sifat Tuhan seperti kejujuran dan keadilan. (3) Manifestasi Karakter Profesional melalui etos kerja, integritas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai Ketuhanan memberikan arah ontologis yang kuat bagi pengembangan diri, sehingga mendorong terbentuknya profesionalisme yang bermoral tinggi dan berdaya saing spiritual.  
Co-Authors A. F. Mawardi Sufyan Adia Safitri Adzra Aliya Sidqi Ahmad Hilmi Ali Ahmad Muzzammil Ahmad Naufal Aisyah Aureli Putri Akh. Syaiful Rijal Akmal Nurullah Alvira Syahila Amalia Najiha Ana Mulyana Annur Hafifah El Firdausy Asri Aryu Ningsih Asysyifa Sarah Mailansyah Aulia Fahrunnisa Aulia Fahrunnisa Azkia Aulia Rahmah Berliana Roisanti Chika Novianti Putri Lestari Dara Belvana Ananda Dhia A’isy Putri Dwi Ramadan Dzaki Prayogo Dzaki Prayogo Elsa Fitriani Evi Fatimatur Rusydiyah Faizatunnisa Fariz Faizzurrahman Fiantika Iswandari Az-Zahra Firman Aditiya Fitriyah Maharani Gaizka Kyran Musharrifa Hanifah Nurul Izzati Hanun Asrohah Ikhsan Maulana Fauzi Intan Mariska Ismail Hamdi Jacinda Najla Bashira Jaffan Faiz Ijjudan Kahleil Ryner Muharam Kairu Alfa Kayla Baskya Aurelia Keysha Ayu Pradiameka Lintang Akbari Afsyal Luthfiyah Ananta Asmadi Marfiasya Ayu Khairunisa Moh. Rifqi Rahman Muhamad Jacky Al Malvin Muhamad Rifai Muhammad Alhamrah Adam Muhammad Hafiz Rivaldi Muhammad Raditya Rizky Ramadhan Muhammad Ridwan MUHAMMAD THORIQ AL KHAIRY Muhammad Wahidin Annaba Muhammad Yasir Hadzami Nabila Mutiarawat Nadira Putri Emma Najwa Syarifah Nasywa Nabilla Hakim Naura Putri Salsabiella Nayla Putri Muzdalifah Noor Laila Rahmawati Novita Maulia Harliyani Pramita Dianni Rahayu Raden Roro Kinanti Hemas Ayuningtyas Rafid Danang Pradhono Rafif Akhdan Arasyi Raka Syahputra Rehan Fikri Al Ghazali Rezy Az Zahra Rizki Febriansyah Sapiudin Sean Rahayaan Sevila Maulida Ayogi Siti Khotijah Ayu Siti Salwa Syasya Anasaskia Syifa Hafifah Nufus Thalita Hanasyifa Prasetya Tri Suryani Zahra Hanan Maulid Zahra Tian Nur Alifa