Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efektivitas penggunaan ppt terhadap minat belajar dan pemahaman konsep matematika kelas VII MTSN 1 Bima Astuti, Sri; Sabrun, Sabrun; Yuliyanti, Sri
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v9i2.3931

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan pemahaman konsep siswa kelas VII MTsN 1 Bima pada mata pelajaran matematika dengan pokok bahasan luas dan keliling persegi panjang dengan menggunakan media pembelajaran power point. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Negeri 1 Bima dengan mengambil 5 siswa sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan tes evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data aktivitas siswa. Indikator keberhasilan ditetapkan jika nilai rata-rata siswa kelas eksperimen meningkat dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol.hasil Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa minat belajar Matematika mengalami peningkatan. Hal ini signifikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa, dengan skor rata-rata 82,7 pada aktivitas yang dikategorikan sangat aktif dan hasil pemahaman konsep siswa pada ketuntasan klasikal kelas kontrol tidak tuntas dan pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang klasikal 100 %. Selain itu dari data observasi yang diperoleh sebelum tindakan diberikan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru setelah tindakan diberikan, siswa terlihat aktif baik saat kegiatan tanya jawab maupun saat kegiatan belajar mengajar. . yaitu ketuntasan klasikal 100%.Selain itu dari data observasi yang diperoleh sebelum tindakan diberikan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru setelah tindakan diberikan, siswa terlihat aktif baik saat kegiatan tanya jawab maupun saat kegiatan belajar mengajar. . yaitu ketuntasan klasikal 100%. Selain itu dari data observasi yang diperoleh sebelum tindakan diberikan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru setelah tindakan diberikan, siswa terlihat aktif saat kegiatan tanya jawab maupun saat kegiatan belajar mengajar. .Kata Kunci : Minat Belajar, Pemahaman Konsep, Media Pembelajaran Power Point 
Implementasi Pembelajaran Drill and Practice dengan Proyek Untuk Meningkatkan Hasil Capaian Belajar Mahasiswa Masjudin, Masjudin; Sukarma, I Ketut; Sabrun, Sabrun
Media Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v10i2.6550

Abstract

The learning of introductory mathematics courses in the Undikma FSTT Mathematics Education Study program has so far been carried out in a monotonous manner. The lecturer explains the material, gives examples of questions, and gives exercises. The impact is the low achievement of student learning outcomes. Therefore, the purpose of this research is to improve student learning outcomes through the application of drill and practice learning with projects. This type of research is classroom action research. Data collection was carried out by evaluating student learning outcomes. The results of the study obtained an average score of student learning outcomes reaching 89.2% in the Very Good category. Thus, it can be concluded that the Implementation of Drill and Practice Learning with Projects able to Improve Student Learning Outcomes
Pendampingan Pengembangan Modul Ajar Matematika Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMPN 1 Narmada Pujilestari, Pujilestari; Muzaki, Ahmad; Sukarma, I Ketut; Sabrun, Sabrun; In, Hurul; Anggraini, Astiadika; Lestari, Putu Eka Perthiwi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/cv1dwk28

Abstract

Dalam menghadapi tuntutan kompetensi abad ke-21, terutama kemampuan berpikir kreatif, proyek pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mendampingi penerapan modul pembelajaran matematika berbasis prinsip deep learning bagi guru di SMPN 1 Narmada. Intervensi dilakukan melalui dua fase: pelatihan tatap muka (in-service) dan pendampingan jarak jauh (on-service). Pada fase in-service, 60 guru diperkenalkan pada teori dan praktik deep learning serta strategi pengembangan berpikir kreatif, sekaligus diarahkan merancang modul ajar matematika. Pada fase on-service, guru mendapatkan mentoring digital saat menyempurnakan modul mereka. Berbeda dari pendekatan pelatihan guru konvensional, kegiatan ini menggabungkan fase pelatihan tatap muka dan pendampingan daring berbasis prinsip deep learning yang kontekstual. Meskipun berbagai pelatihan guru telah dilakukan sebelumnya, belum tersedia model pengabdian yang secara terpadu mengombinasikan deep learning, kreativitas matematis, dan skema pendampingan berkelanjutan, sehingga pendekatan ini menawarkan kontribusi baru dalam penguatan kapasitas guru. Hasil menunjukkan bahwa 85% guru berhasil mengintegrasikan prinsip deep learning dan indikator berpikir kreatif (tugas multi-solusi, konteks budaya, refleksi siswa) dalam modul pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan berkelanjutan, desain kontekstual, dan bimbingan bertahap sangat penting dalam mewujudkan inovasi pedagogis di sekolah. Proyek ini berkontribusi pada pengabdian masyarakat dengan memberdayakan kapasitas guru dalam merancang pembelajaran kreatif berbasis deep learning. Untuk pengembangan selanjutnya, direkomendasikan evaluasi dampak langsung terhadap siswa serta perluasan model ke konteks sekolah lain.Kata Kunci: Pengabdian Inovatif; Deep Learning Pedagogi; Berpikir Kreatif; Desain Instruksional Matematika; Pengembangan Kapasitas Guru. Assistance in Developing Deep Learning–Based Mathematics Teaching Modules to Enhance the Creative Thinking Skills of Students at SMPN 1 Narmada Abstract In response to the demands of 21st-century competencies, particularly creative thinking, this community service project aimed to develop and mentor the implementation of mathematics instructional modules based on deep learning principles for teachers at SMPN 1 Narmada. The intervention was carried out in two phases: face-to-face training (in-service) and remote mentoring (on-service). During the in-service phase, 60 teachers were introduced to the theory and practice of deep learning and creative thinking, and were guided in designing mathematics learning modules. In the on-service phase, teachers received digital mentoring as they refined their modules. Distinct from conventional teacher-training approaches, this program integrates face-to-face instruction with online mentoring grounded in contextual deep-learning principles. Although various professional development initiatives have been implemented in Indonesia, there remains a lack of community-service models that simultaneously combine deep-learning pedagogy, mathematical creativity development, and sustained mentoring—representing a key gap that this project uniquely addresses. The results indicate that 85% of participants successfully integrated deep-learning principles and creative-thinking indicators (multiple-solution tasks, cultural contextualization, student reflection) into their modules. These findings highlight the importance of continuous support, contextualized design, and scaffolded guidance in enabling pedagogical innovation. This project contributes to community-service scholarship by empowering teachers to design creative mathematics learning grounded in deep-learning practices. Future work should include direct evaluation of student outcomes and broader implementation across diverse school contexts.
A Systematic Review of Threshold Concepts in Higher Education: Characteristics, Learning Barriers, and Pedagogical Interventions Firdaus, Laras; Dewi, Ika Nurani; Primawati, Sri Nopita; Hulyadi, Hulyadi; Sabrun, Sabrun; Azmi, Irham
International Journal of Essential Competencies in Education Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qerb8q19

Abstract

This systematic review synthesises peer-reviewed empirical and conceptual research on threshold concepts (TC) in higher education published between 2015 and 2025. The review aims to examine how threshold concepts are theorised, operationalised, and empirically investigated across disciplinary contexts, with particular attention to their defining characteristics, associated learning difficulties, and pedagogical implications. Following a rigorous process of database searching, screening, and eligibility assessment, a total of 26 studies were included, comprising 11 peer-reviewed journal articles and 15 articles reporting empirical studies. The analysis integrates qualitative, quantitative, and mixed-methods studies to generate three key contributions: (1) a refined synthesis of TC characteristics as epistemic and, in some cases, ontological turning points in learning; (2) a structured categorisation of learning challenges associated with threshold crossing, including cognitive, affective, and contextual dimensions; and (3) an overview of pedagogical approaches designed to support learners during liminal phases. Findings indicate that TC consistently facilitate transitions from surface understanding to disciplinary ways of knowing, although their forms and manifestations vary across fields. While pedagogical interventions increasingly acknowledge the necessity of learning difficulty, robust longitudinal evidence remains limited. The review concludes with practical indicators for educators, and methodological recommendations, especially the need for longitudinal study, mixed methods design, and clearer operational criteria to strengthen future research and curriculum design.
A Systematic Review of Threshold Concepts in Higher Education: Characteristics, Learning Barriers, and Pedagogical Interventions Firdaus, Laras; Dewi, Ika Nurani; Primawati, Sri Nopita; Hulyadi, Hulyadi; Sabrun, Sabrun; Azmi, Irham
International Journal of Essential Competencies in Education Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qerb8q19

Abstract

This systematic review synthesises peer-reviewed empirical and conceptual research on threshold concepts (TC) in higher education published between 2015 and 2025. The review aims to examine how threshold concepts are theorised, operationalised, and empirically investigated across disciplinary contexts, with particular attention to their defining characteristics, associated learning difficulties, and pedagogical implications. Following a rigorous process of database searching, screening, and eligibility assessment, a total of 26 studies were included, comprising 11 peer-reviewed journal articles and 15 articles reporting empirical studies. The analysis integrates qualitative, quantitative, and mixed-methods studies to generate three key contributions: (1) a refined synthesis of TC characteristics as epistemic and, in some cases, ontological turning points in learning; (2) a structured categorisation of learning challenges associated with threshold crossing, including cognitive, affective, and contextual dimensions; and (3) an overview of pedagogical approaches designed to support learners during liminal phases. Findings indicate that TC consistently facilitate transitions from surface understanding to disciplinary ways of knowing, although their forms and manifestations vary across fields. While pedagogical interventions increasingly acknowledge the necessity of learning difficulty, robust longitudinal evidence remains limited. The review concludes with practical indicators for educators, and methodological recommendations, especially the need for longitudinal study, mixed methods design, and clearer operational criteria to strengthen future research and curriculum design.
Profil Berpikir Kritis Siswa SMP pada Mata Pelajaran IPA Irham Azmi; Dwi Sabda Budi Prasetya; Sabrun Sabrun
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i1.10570

Abstract

Berpikir kritis adalah keterampilan fundamental dalam pendidikan abad ke-21, yang penting untuk menganalisis informasi, mengevaluasi bukti, dan membuat keputusan yang logis. Dalam pembelajaran sains, berpikir kritis memainkan peran penting dalam membantu siswa memahami konsep-konsep kompleks serta mengembangkan keterampilan pemecahan masalah secara sistematis. Namun, studi-studi sebelumnya menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Indonesia menunjukkan tingkat kemampuan berpikir kritis yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil berpikir kritis siswa SMP dalam pembelajaran sains dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya. Desain penelitian deskriptif kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan kuesioner skala Likert untuk menilai tujuh indikator utama berpikir kritis, yaitu: rasa ingin tahu, kepercayaan diri, pencarian kebenaran, keterbukaan pikiran, kemampuan analitis, sistematis, dan kedewasaan. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk menentukan tingkat berpikir kritis siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa berada dalam kategori “sedang” terkait persepsi terhadap kemampuan berpikir kritis. Di antara ketujuh indikator, keterbukaan pikiran (70%) dan kedewasaan (72%) diklasifikasikan dengan kriteria tinggi, yang menunjukkan bahwa kemampuan siswa untuk menerima perspektif baru dan berpikir secara objektif. Sementara itu, kepercayaan diri (58%) dan sistematis (63%) merupakan indikator dengan skor terendah, yang menunjukkan adanya kelemahan dalam berpikir terstruktur dan pengambilan keputusan. Meskipun siswa telah menunjukkan dasar berpikir kritis yang memadai, perbaikan masih diperlukan dalam aspek kepercayaan diri, keterampilan analitis, dan pemikiran sistematis. Penelitian ini merekomendasikan integrasi strategi Problem-Based Learning (PBL) dan pendekatan STEM untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA.