Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

Edukasi Sistem Managemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Radiasi di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara Semarang Suraningsih, Nanik; Rosidah, Siti; Jamil, Masfufatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 3 (2025): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i3.499

Abstract

7 components of the Radiation Safety Management System (Radiation SMK3) that must be applied in the use of radioactive substances or other radiation sources. Implementation at the Bhayangkara Hospital Radiology Installation in Seamarang contained components that were not optimal, including storage and education and training. The aim of this activity is to increase the knowledge of radiation officers about the 7 components of radiation SMK3. The methods used are lectures and discussions. The results of community service activities for radiation workers are increased knowledge and understanding of the counseling material provided. This can be seen from the discussion and question and answer sessions given to the audience who were able to respond and answer the questions given well according to the material provided by the service team.
Analisis Dosis Radiasi Pemeriksaan CT-Scan Kepala Tanpa Kontras di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Pemprov Jawa Barat Ardiana, Ardiana
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i3.4943

Abstract

Setiap petugas radiasi wajib menerapkan standar operasional layanan radiologi diagnostik dan intervensional dalam menjalankan prinsip perlindungan radiasi, khususnya bagi pasien. DRL (Diagnostic Reference Level) atau Tingkat Rujukan Diagnostik berguna untuk membantu menghindari penerimaan dosis radiasi yang terlalu tinggi secara tidak perlu pada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar dosis radiasi yang diterima pasien serta mengetahui kesesuaian nilai dosis yang diserap oleh pasien CT-Scan tanpa kontras dengan standar dosis yang tercantum dalam Diagnostic Reference Level Indonesia (I-DRL) yang telah diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari buku dan jurnal terkait, sedangkan data primer diperoleh dengan cara membuka server Siemens Fleet Teamplay, melakukan login, mencari menu Teamplay dose, memilih rentang waktu dan jenis pemeriksaan yang diinginkan, lalu mengunduh data tersebut. Hasil yang telah diperoleh kemudian dianalisis dan dievaluasi dengan membandingkannya terhadap data I-DRL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan Q3 (Kuartil 3) yang ditetapkan oleh BAPETEN, nilai CTDIvol adalah sebesar 50,82 mGy sedangkan nilai DLP adalah sebesar 972,88 mGy.cm. Data ini diperoleh dari pemeriksaan CT-scan kepala pasien tanpa kontras dalam kondisi klinis stroke pada periode Juli – September 2023 di Instalasi Radiologi RSUD Al Ihsan. Nilai CTDIvol dan DLP tersebut masih sesuai dengan nilai yang direkomendasikan oleh BAPETEN atau I-DRL tahun 2021.
Planning Posisi Hip Joint Dengan Klinis Osteoporosis Pada Pemeriksaan Dual-Energy X-Ray Absorptiometry Bone Mineral Density Di Instalasi Radiodiagnostik, Imajing Dan Radiologi Intervensi Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung Damayanti, Oktarina; Suwandi, Suwandi; Asriningrum, Surdiyah; Novianti Napiun, Bernadetha
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i3.4947

Abstract

Pemeriksaan Dual Energy X-ray Absorptiometri (DXA) Bone Mineral Density (BMD) yang dilakukan di Instalasi Radiodiagnostik, Imajing dan Radiologi Intervensi Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung dilakukan salah satunya pada titik hip joint. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengkonfirmasi diagnosis osteoporosis, memprediksi risiko fraktur, dan mengevaluasi performa tulang dengan menggunakan padded box. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peletakan garis padded box pada pemeriksaan hip joint kasus osteoporosis bulan Januari- Maret 2024 di Rumah Sakit Santo Borromeus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diambil melalui teknik observasi pemeriksaan, wawancara terhadap dokter spesialis radiologi dan radiografer, dan studi dokumen radiograf pasien. Kemudian, data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk uraian berisi hasil observasi dan pendapat - pendapat dari responden untuk mendapatkan simpulan dan saran. Hasil analisis menunjukkan bahwa peletakan garis padded box pada pemeriksaan DXA BMD kasus osteoporosis di Instalasi Radiodiagnostik, Imajing dan Radiologi Intervensi Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung yang dilakukan pada titik hip joint harus diletakkan tepat di daerah neck femur dan tidak mengenai trochanter mayor, trochanter minor, ischium ataupun bagian lain. Peletakan padded box di tempat yang tepat memengaruhi akurasi hasil perhitungan nilai T-score atau Z-score untuk memprediksi resiko fraktur di masa yang akan datang.
Evaluasi Penerapan Standar K3 di Unit Radiologi RS Karya Medika I Tahun 2025 Agnesia, Sena; Sobar, Sobar; Saputra, Fajar
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4833

Abstract

Unit radiologi rumah sakit memiliki risiko tinggi terhadap paparan radiasi ionisasi yang dapat berdampak buruk bagi pekerja, pasien, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di unit radiologi, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, menggunakan wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi sebagai instrumen utama. Validitas data dijaga melalui triangulasi, member check, dan audit trail. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar penerapan K3 telah sesuai regulasi seperti PP No. 33 Tahun 2007 dan Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2020. Namun, ditemukan kelemahan dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) dan pemahaman prosedur keselamatan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi rutin, pelatihan berkala, dan peningkatan kepatuhan terhadap prosedur untuk memperkuat budaya keselamatan kerja di unit radiologi.
Optimalisasi Nilai CNR Perbandingan Aplikasi Short TE (STE) dan Ultrashort TE (UTE): Studi Komparasi Citra MRI Genu Pembobotan T1wi Turbo Spin Echo (TSE) di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah Mangusada Badung: Optimization Of Cnr Value With Application Comparison Short TE (STE) and Ultrashort TE (UTE): Comparative Study of Genu MRI Images Weighted T1wi Turbo Spin Echo (TSE) in The Radiology Installation of Mangusada Regional Hospital Badung Dharma Laksmi, Made Ayu; Lana Prasetya, I Made; Supriyani, Nyoman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.7380

Abstract

Sendi Lutut merupakan sendi terbesar dan paling kompleks pada tubuh manusia yang terdiri dari Anterior Cruciate Ligament, Posterior Cruciate Ligament, dan patella tendon. Salah satu parameter MRI adalah TE. Short TE (STE) mengacu pada teknik pencitraan MRI yang menggunakan TE yang relatif singkat. Ultrashort TE (UTE) menggunakan TE yang sangat pendek dan memungkinkan pencitraan struktur seperti tendon dan tulang kortikal. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan studi eksperimen. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RS Mangusada Badung dengan rasio STE dan UTE dengan nilai TE 16 ms dan 0,8 ms. Pengukuran CNR dilakukan pada area yang akan dievaluasi yaitu anatomi Anterior Cruciate Ligament dan Posterior Cruciate Ligament. Hasil penelitian menunjukkan CNR citra MRI Genu potongan sagital antara aplikasi T1WI TSE STE dan T1WI TSE UTE dengan p-value signifikan <0,05. Hasilnya perbandingan CNR optimal antara aplikasi STE dan UTE adalah variasi UTE dengan nilai mean rank 16,67 untuk ACL dan 11,05 untuk PCL. Dari hasil uji beda Wilcoxon tiap variasi diperoleh p-value ACL 0,016, PCL 0,008, p-value keseluruhan 0,005 sehingga terdapat perbedaan. Uji Wilcoxon mean rank kualitas gambar mean rank tertinggi diperoleh dari UTE, sehingga UTE mampu menghasilkan CNR pada organ yang optimal dibandingkan dengan STE.
Repeat Analysis Citra Modalitas Digital Radiography Merk United Imaging di Unit Radiologi RSU Prima Medika Denpasar: Repeat Analysis of Digital Radiography Images United Imaging Modality at the Radiology Unit of RSU Prima Medika Denpasar Wijaya, I Made; Arianti, Ni Wayan Mega
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.7534

Abstract

Analisis ulang adalah proses evaluasi gambar radiografi yang diulang untuk mengidentifikasi dan meminimalkan kesalahan, dengan tujuan mengurangi dosis radiasi yang diterima oleh pasien. Program analisis ulang bertujuan untuk melakukan tindakan korektif terhadap gambar radiografi yang diulang, mencatat kejadian ulang, dan mengidentifikasi penyebabnya untuk meminimalkan atau menghilangkannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dilaksanakan di Unit Radiologi RSU Prima Medika Denpasar, gedung D, dari Maret hingga April 2024, populasi studi mencakup semua pemeriksaan radiologi yang diulang dengan modalitas Radiografi Digital. Data diperoleh dari survei dan dokumentasi.Berdasarkan analisis penulis, persentase pemeriksaan radiografi konvensional yang diulang adalah 2,06% pada Desember 2023, 2,37% pada Januari 2024, dan 1,21% pada Februari 2024. Persentase ulang untuk periode Desember 2023 hingga Februari 2024 adalah 1,9%. Enam faktor dominan yang menyebabkan pemeriksaan radiografi diulang adalah posisi objek (48,38%), gerakan pasien (9,67%), artefak (9,67%), faktor exposure (12,9%), kesalahan manusia (6,45%), dan kesalahan peralatan (12,9%). Persentase ini tetap berada di bawah standar toleransi pelayanan radiologi minimal ≤ 2% untuk pemeriksaan radiografi konvensional. Upaya untuk mengurangi pemeriksaan radiografi konvensional yang diulang mencakup penjelasan kepada pasien mengenai langkah-langkah yang perlu mereka lakukan sebelum menjalani pemeriksaan radiografi, termasuk instruksi tentang posisi yang benar selama prosedur. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi pengulangan pemeriksaan yang tidak perlu
Analisis Kualitas Citra MRI Brain pada Sekuen TI Space (Studi Komperasigrappa) pada Kasus Epilepsi Potongan Coronal di Unit Radiologi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar: Analysis of MRI Brian Image Quality on TI Space Sequence (Comparative Study of Grappa) in Epilepsy Cases in Coronal Section at the Radiology Unit RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar Willa, Dhea Charmelita; Lana Prasetya, I Made; Sari Widari, Ni Luh Putu
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.7713

Abstract

Epilepsi adalah gangguan otak kronis yang ditandai dengan adanyakejang berulang . kondisi ini dapat menyerang orang dengan usia berapa pun. grappa adalah teknik yang dapat memperpendek waktu pemindaian tanpa mengorbankan kualitas citra, membantu mengurangi ketidaknyamanan pasien dan mengatasi artefak pergerakan. Dilakukannya penelitian ini yaitu, untuk mengevaluasi secara komperatif kualitas citra MRI yang dihasilkan oleh T1 space grappa dan non grappa, dengan fokus pada identifikasi lesi pada pasien epilepsi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan studi eksperimental. Sampel yang digunakan terdiri dari 5 pasien pemeriksaan MRI Brain kasus epilepsi, pada masing-masing akan diterapkan grappa dan non grappa sekuen T1 Space potongan coronal. Data yang diperoleh diolah menggunakan perangkat lunak Radiant DICOM dan dianalisis dengan uji normalitas serta uji Paired T-Test menggunakan SPSS 25. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p-value) untuk CNR dengan grappa > 0,05, menunjukkan bahwa data CNR terdistribusi normal. Oleh karena itu, uji beda (Paired T-Test) dilakukan, menghasilkan nilai Asymp. Sig (p-value) pada data grappa HC_GM adalah 0.003, non grappa HC_GM adalah 0,009, nilai p-value menunjukkan (p<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat perbedaan CNR pada pemeriksaan MRI Brain sekuen T1 space potongan coronal dengan penerapan grappa dan non grappa.
Analisis Keselamatan Radiasi pada Ruangan Konvensional di Unit Radiologi RSU. Kertha Usada Singaraja: Analysis of Radiation Safety in Conventional Rooms in Radiology Unit of RSU. Kertha Usada Singaraja Manurip, Gabreal Injelika; Wijaya, I Made
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9732

Abstract

Keselamatan Radiasi Pengion pada Bidang Medik yang dianggap Keselamatan Radiasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk melindungi pasien, pekerja, anggota masyarakat serta lingkungan hidup dari bahaya radiasi menurut Peraturan Kepala BAPETEN Tahun 2020. Pemegang izin harus menerapkan optimasi proteksi dan keselamatan radiasi terhadap paparan medik melalui pertimbangan operasional, tingkat paduan diagnostik dan pendampingan pasien. Radiasi adalah energi yang di pancarkan dalam bentuk partikel atan gelombang elektromagnetik oleh atom atau sumber radiasi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui atau menganalisis kesesuaian keselamatan radiasi khususnya persyaratan alat proteksi radiasi, ruangan, dan manajemen personel pada ruangan konvensional di Unit Radiologi RSU.Kertha Usada Singaraja, Bali. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan dan pelaksanaan keselamatan radiasi pada Unit Radiologi RSU. Kertha Usada Singaraja belum optimal dilakukan. Kurangnya pelatihan untuk pekerja radiasi, kurangnya ketersediaan peralatan proteksi radiasi di ruangan konvensional, untuk petugas proteksi radiasi tidak menetap di tempat, kurangnya pengawasan permasalahan dalam fasilitas radiologi konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persyaratan ruangan konvensional di Unit Radiologi RSU. Kertha Usada Singaraja sudah memenuhi syarat aturan PERKA BAPETEN No. 4 Tahun 2020, perlengkapan alat pelindung diri di Unit Radiologi RSU Kertha Usada belum memenuhi syarat PERKA BAPETEN No. 4 Tahun 2020 karena ada beberapa alat pelindung diri yang belum tersedia pada ruangan konvensional di Unit Radiologi RSU. Kertha Usada Singaraja, dan untuk manajemen personel Petugas Proteksi Radiasi kurangnya pengawasan karena tidak menetapnya Petugas Proteksi Radiasi di Rumah Sakit.
Prosedur Pemeriksaan CT Scan Kepala dengan Klinis Stroke Homeragik di Instalasi Radiologi RSUD dr. R. Soedjonio Selong: Procedure of Head CT Scan Examination for Patients with Hemorrhagic Stroke at the Radiology Department of dr. R. Soedjono Selong General Hospital Dunantiko, Hendri; Lana Prasetya, I Made; Wijaya, Nyoman Moga
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi prosedur pemeriksaan CT scan kepala pada pasien dengan klinis stroke hemoragik di Instalasi Radiologi RSUD Dr. R. Soedjono Selong, dengan fokus pada penggunaan slice thickness 1 mm yang berbeda dari standar umum. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan, melibatkan observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan tenaga medis, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan slice thickness 1 mm memberikan resolusi spasial yang lebih tinggi, yang penting untuk mendeteksi detail kecil seperti perdarahan intrakranial. Prosedur ini memungkinkan fleksibilitas dalam rekonstruksi citra multiplanar tanpa kehilangan kualitas gambar, yang sangat penting dalam diagnosis dan penanganan stroke hemoragik. Selain itu, penggunaan slice thickness 1 mm mendukung akurasi pengukuran volume perdarahan melalui perangkat lunak Volume Calculate 3D, yang merupakan komponen kritis dalam menentukan strategi terapi. Integrasi sistem Radiology Information System (RIS) dan Picture Archiving and Communication System (PACS) dengan Elektronik Medical Record (EMR) juga memastikan efisiensi alur kerja dari pendaftaran pasien hingga analisis citra. Kesimpulannya, prosedur ini tidak hanya memenuhi standar radiologi modern tetapi juga memberikan model yang dapat diadaptasi oleh rumah sakit lain, khususnya di wilayah dengan sumber daya terbatas. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi dalam prosedur radiologi untuk meningkatkan akurasi diagnostik dan kualitas layanan kesehatan dalam penanganan stroke hemoragik.
Peran Kombinasi PAT-ETL Pada Optimalisasi Nilai CNR MRI Lumbal Kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP) : Studi Komparasi dengan Pembobotan T2-FSE Sagital di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru: The Role of PAT-ETL Combination in Optimizing CNR Value of Lumbal MRI In Cases of Nucleus Pulposus Hernia (HNP): Comparative Study With Sagital T2-FSE Weighted at The Radiology Installation of Indriati Solo Baru Hospital Sastrawan, I Putu Manik; Prasetya, I Made Lana; Supriyani, Nyoman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9763

Abstract

Vertebra lumbal merupakan bagian dari kolumna vertebralis yang terletak di tengah-tengah tubuh pada bagian posterior. MRI adalah metode akurat untuk mendiagnosis dan mengevaluasi kelainan diskus dan kompresi lumbal. salah satu parameter yang penting adalah Parameter Parallel Acquisition Technique (PAT) dan Echo Train length (ETL). K-space akan terisi lebih cepat sehingga waktu scan menjadi lebih singkat yang merupakan keunggulan FSE, karena ETL efektif sehingga menghasilkan sinyal yang kuat seperti pada cerebrospinal fluid (CSF). Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan studi eksperimen. Pada saat penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Indriati Solo Baru dengan menggunakan kombinasi PAT-ETL, kombinasi PAT 2-ETL 12, PAT 2-ETL 24, PAT 2-ETL 32. Dilakukan pengukuran CNR keluar pada area yang dievaluasi yaitu kelainan anatomi dan CSF. Hasil penelitian menunjukkan CNR gambar MRI Lumbar bagian sagital variasi ETL 12, ETL 24, dan ETL 32 dengan signifikansi p-value <0,05 untuk ETL 12 dan ETL 24, p-value >0,05 untuk ETL 32 Hasil CNR optimal dari variasi ini adalah ETL 12. Dari hasil uji beda Paired Sample T-test p-value <0,05 untuk ETL 12 dan ETL 24 berarti ada perbedaan, p-value>0,05 untuk ETL 32 berarti tidak ada perbedaan. Nilai mean tertinggi pada uji beda adalah CNR optimal, ETL 12.

Page 64 of 85 | Total Record : 841