cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PENINGKATAN PERILAKU IBU DENGAN ANAK STUNTING USIA 0-24 BULAN MELALUI PENDAMPINGAN OLEH KADER KESEHATAN MENUJU KAMPUNG KB BEBAS STUNTING Demsa Simbolon; Emy Yuliantini; Yusmidiarti; Bringwatty Batbual; Ina Debora Ratu Ludji; Eliana
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.13422

Abstract

Stunting is a nutritional health problem that shows the failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition. Liner growth failure in stunting is associated with increased morbidity and mortality. The service activities aim to foster and empower groups of toddlers as nutritional companions to increase mothers' knowledge, attitudes, and actions of mothers with stunting children aged 0-24 months to prevent and control stunting. The target audience is 80 mothers with stunted children aged 0-24 months, consisting of 40 mothers in the Kampung KB area of ​​ working area Padang Serai Health Center, Bengkulu City, and 40 mothers in the Kampung KB  of the working area of ​​Pasir Panjang Health Center, Kupang City. Community service results showed a significant increase in the knowledge, attitudes, and action of cadres under five in preventing stunting before and after the training. The cadres formed are fostered and involved in community empowerment activities in the working area of ​​the Public health center. And there is an increase in the knowledge, attitudes, and actions of mothers under five in preventing stunting. Follow-up is needed for Cadres who are responsible for continuing activities in the target group until the age of 5 years with guidance by health workers by making regular mentoring schedules until the child is five years old. --- Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas untuk dicegah dan ditanggulang karena penyebab dan dampaknya yang kompleks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menerapkan intervensi satu rumah satu meteran deteksi risiko stunting (MDRS). Tujuan kegiatan pengabdian untuk membina dan memberdayakan kelompok kader balita sebagai pendamping gizi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu balita stunting usia 0-24 bulan dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. Kalayak sasaran adalah ibu balita stunting usia 0-24 bulan sebanyak 80 ibu yang terdiri dari 40 ibu baduta di Kampung KB Padang Serai Kota Bengkulu dan 40 ibu baduta di Kampung KB Pasir Panjang Kota Kupang. Hasil Pengabdian kepada masyarakat menunjukkan terjadi peningkatan signifikan pengetahuan dan sikap kader dalam pencegahan stunting sebelum dan sesudah pelatihan. Kader yang terbentuk dibina dan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja puskesmas. Terjadi peningkatan yang signifikan pengetahuan, sikap, serta tindakan Ibu baduta dalam pencegahan stunting. Perlu tindak lanjut untuk kader bertanggung jawab melanjutkan kegiatan pada kelompok sasaran sampai berusia 5 tahun dengan pembinaan oleh tenaga kesehatan  dengan  membuat jadwal pendampingan secara berkala sampai anak berusia 5 tahun.
MENCEGAH STUNTING MELALUI EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA IBU HAMIL DAN IBU BALITA DI PUSKESMAS LAPAI Azrimaidaliza; Welly Femelia; Nadia Chalida Nur; Rahmi Putri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.14761

Abstract

Stunted or short stature is a nutritional problem caused by a lack of nutrient intake for a long time in the first 1000 days of life (HPK). Stunting in West Sumatra increased by 5.1% from 25.5% to 30.6% in 2017. The health education was conducted at Posyandu Lilia 3, Lapai Primary Health Care working area, one of the Health Primary Care in Padang City. The purpose of the activity is to improve the knowledge and nutritional behaviour of pregnant women and toddler mothers regarding 1000 HPK to improve children's nutritional status and health. Before education was conducted, the target group data collection was done, namely the number of pregnant women and toddler mothers and measured the height of toddlers. The implementation of education was carried out in conjunction with Integrated Community Service (Posyandu) activities. Before the health education was conducted, the target group was asked to fill out a questionnaire to get an overview of their prior knowledge. The health education, attended by 16 pregnant women and toddler mothers, was conducted face-to-face by applying health protocols. This activity is followed up by indirect education through Whatsapp and social media using leaflets. The results of the pre-test and post-test were analyzed, and it concluded that this health education improved the target group's knowledge. This increase in knowledge is also expected to improve their balanced nutritional attitudes and behaviours. --- Stunting atau pendek merupakan masalah gizi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Stunting di Sumatera Barat mengalami peningkatan sebesar 5,1% dari tahun 2016 yaitu 25,5% menjadi 30,6% pada tahun 2017. Edukasi kesehatan harus terus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Edukasi ini dilakukan di Kelurahan Kampung Lapai, wilayah kerja Puskesmas Lapai yang merupakan salah satu Puskesmas di pusat kota Padang. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku gizi ibu hamil dan ibu balita mengenai 1000 HPK dalam upaya meningkatkan status gizi dan kesehatan anak. Sebelum dilakukan edukasi, terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data kelompok sasaran yaitu jumlah ibu hamil dan ibu balita serta pengukuran tinggi badan balita. Pelaksanaan edukasi berupa penyuluhan dilakukan berbarengan dengan kegiatan Posyandu. Sebelum penyuluhan dilakukan, kelompok sasaran diminta mengisi kuesioner untuk mendapatkan gambaran pengetahuan awal. Penyuluhan yang dihadiri oleh 16 orang ibu hamil dan ibu balita ini dilakukan secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan ini ditindaklanjuti dengan edukasi tidak langsung melalui media sosial Whatsapp menggunakan media leaflet. Hasil pre test dan post test dianalisis dan diperoleh kesimpulan bahwa edukasi kesehatan berhasil meningkatkan pengetahuan kelompok sasaran. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan juga juga akan meningkatkan sikap dan perilaku gizi seimbang mereka.
PELATIHAN PEMBUATAN EDIBLE FILM PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN DALAM MENGATASI PERMASALAHAN SAMPAH DI SMA 1 MUHAMMADIYAH DEPOK Eka Kartikawati; Mayarni
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.14991

Abstract

Environmental education must be continuously educated, especially in the knowledge of plastics and their use; therefore, students need to provide more in-depth education about this, one of which is the development of biodegradable plastics as environmentally friendly plastic materials. This knowledge education activity will provide many benefits and make it easier for partners to protect the environment and increase creativity in making edible plastic films to overcome environmental problems. The method used is active learning by participants with socialization steps, material delivery (education), and the practice of making edible plastic films. As a result, 100% of partners revealed that the service activities were beneficial and said that making edible plastic films was very easy even though there were fewer familiar materials. --- Pendidikan lingkungan harus diedukasikan secara terus-menerus terutama dalam pengetahuan plastik dan penggunaannya, maka dari itu lah siswa-siswa perlu di berikan edukasi lebih mendalam tentang hal tersebut salah satunya merupakan pengembangan plastic biodegradable sebagai bahan edible film plastik ramah lingkungan. Tujuan adanya kegiatan edukasi pengetahuan ini akan memberikan banyak manfaat dan memudahkan mitra dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kreativitas dalam memmbuat edible film plastik sebagai upaya mengatasi permasalahan lingkungan. Metode yang digunakan adalah  participant active learning dengan langkah-langkah sosialisasi, penyampaian materi (edukasi) serta praktek pembuatan edible film plastik. Hasil analisis yang telah dilakukan bahwa 100% kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat dan mengatakan pembuatan edible film plastik sangat mudah meskipun ada bahan yang kurang familiar.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENCATATAN LAPORAN KEUANGAN PELAKU USAHA JAMUR TIRAM DI DESA CIBITUNG KECAMATAN MUNJUL KABUPATEN PANDEGLANG Siti Epa Hardiyanti; Akhmadi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.15065

Abstract

This community service aims to improve the skills of recording financial statements for Oyster Mushroom business entrepreneurs in Cibitung Village, Munjul District, Pandeglang Regency. The methods or services offered in this community service are providing teaching in the financial sector through Lecture, Tutorial, Practice, Discussion, mentoring, and evaluation methods regularly during service activities. The problem faced by partners is that in the oyster mushroom business that was pioneered so far, there has been no recording of financial statements, so the partner's business has not experienced significant development, even personal funds and business funds are often mixed into one, so this activity is right on target for the oyster mushroom business entrepreneur at the village because of the services we offer, namely knowledge in the field of finance. The participants' enthusiasm in filling out the practice questions shows that this training and assistance in the financial sector is highly expected by the oyster mushroom business actors in the village of Cibitung. The result of implementing this service activity is the achievement of productive partners where their knowledge increases about their business's financial report recording system and the publication of service articles in accredited journals. So that the results of this service will open new insights for other researchers, especially in the financial sector, that simple financial reports are easier to understand by the business entrepreneur in disadvantaged areas than digital financial reports. --- Tujuan dari Pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan keahlian pencatatan laporan keuangan para pelaku usaha Jamur Tiram di Desa Cibitung, Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. Metode atau pun jasa yang ditawarkan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan pengajaran bidang keuangan melalui metode Ceramah, Tutorial, Praktik, Diskusi, pendampingan dan evaluasi secara rutin selama periode kegiatan pengabdian. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu usaha jamur tiram yang dirintis selama ini belum ada pencatatan laporan keuangan, sehingga usaha mitra tidak mengalami perkembangan yang cukup signifikan bahkan seringkali dana pribadi dan dana usaha tercampur menjadi satu, sehingga kegiatan ini tepat sasaran bagi para pelaku usaha jamur tiram di Desa tersebut karena jasa yang kami tawarkan yaitu ilmu pengetahuan dalam bidang keuangan. Antusiasme peserta dalam mengisi soal-soal latihan/praktek, memperlihatkan bahwa pelatihan dan pendampingan dalam bidang keuangan ini sangat diharapkan oleh para pelaku usaha jamur tiram di desa Cibitung. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu tercapainya mitra produktif dimana pengetahuan mereka bertambah tentang sistem pencatatan laporan keuangan bagi usahanya, dan terpublikasinya artikel pengabdian di Jurnal yang terakreditasi. Sehingga hasil pengabdian ini akan membuka wawasan baru bagi para peneliti lain, khususnya bidang keuangan bahwa sesungguhnya laporan keuangan yang sederhana lebih mudah dipahami oleh para pelaku usaha di daerah tertinggal dibandingkan menggunakan laporan keuangan digital.
PELATIHAN PRODUKSI BIOLISTRIK DARI LIMBAH TAHU PADA KARANG TARUNA DESA KARANGSOKA Indah Sulistiyawati; Andika Ristiono
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.17764

Abstract

Karangsoka Village is a densely populated area with most of the people belonging to the lower middle-class economy and diverse livelihoods. Based on the measurement data of the Building Village Index (IDM) with the Standard Operating Procedure (SOP) updating the status of the IDM village development in 2019, Karangsoka Village is included in the status of a developing village. The problem that has occurred is that environmental pollution in the past year has been found in water and air from the production process of the Small and Medium Industry (IKM) tofu, resulting in mild health problems, and the pollution occurs in river bodies. The above problems can be overcome by the Stimulus Community Partnership Program (PKMS) activity, namely training to improve the skills of tofu waste management skills given to youth groups. to be directly involved in the prevention of environmental pollution. PKMS activities consist of: (1) coordination, (2) program socialization, (3) counseling, (4) training, (5) piloting, and (6) monitoring and evaluation. Training activities for tofu liquid waste treatment using appropriate technology, namely microbial fuel cell (MFC). The results of PKMS activities produce non-physical and physical outcomes. The non-physical result is an increase in the knowledge and skills of youth groups by 36% in managing tofu liquid waste to produce bio-electricity. The physical results are the demonstration of the use of lighting from the bio-electricity of tofu liquid waste at the community business center and the surrounding environment. --- Desa Karangsoka merupakan daerah padat penduduk dengan sebagain besar masyarakatnya tergolong ekonomi menengah ke bawah dan mata pencaharian yan beragam. Berdasarkan data pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemutakhiran status perkembangan desa IDM tahun 2019, Desa Karangsoka masuk dalam status desa berkembang. Permasalahan yang telah terjadi yaitu pencemaran ligkungan dalam setahun terakhir  terdapat  pada perairan dan udara dari proses produksi Industri Kecil Menengah (IKM) tahu, sehingga berakibat menyebabkan gangguan kesehatan ringan, dan pencemaran tersebut timbul pada badan sungai. Permasalahan diatas dapat diatasi dengan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) yaitu  pelatihan peningkatan  skill ketrampilan pengelolaan limbah tahu yang diberikan kepada kelompok pemuda karang taruna.Tujuan dari kegiatan PKMS ini adalah mengelola limbah cair tahu dengan memanfaatkan sebagai bahan biolistrik dan memberdayakan kelompok pemuda karang taruna untuk terlibat langsung dalam penaggulangan pencemaran lingkungan. Kegiatan PKMS terdiri dari: (1) koordinasi, (2) sosialiasi program, (3) penyuluhan, (4) pelatihan, (5) percontohan, dan (6) monitoring dan evaluasi. Kegiatan pelatihan pengolahan limbah cair tahu dengan menggunakan teknologi tepat guna yaitu microbial fuel cell (MFC). Hasil kegiatan PKMS menghasilkan luaran non fisik dan fisik. Hasil non fisik yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan skill ketrampilan pemuda karang taruna sebesar 36% dalam mengeloa limbah cair tahu untuk memproduksi biolistrik. Adapun hasil fisik yaitu adanya percontohan penggunaan pene-rangan dari biolistrik limbah cair tahu pada sentra usaha masyarakat dan lingkungan sekitar.  
SOSIALISASI MEMBANGUN RUMAH SEDERHANA TAHAN GEMPA UNTUK PARA TUKANG DI DESA MEKKATTA KECAMATAN MALUNDA, MAJENE-SULAWESI BARAT Amry Dasar; Dahlia Patah; Apriansyah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18051

Abstract

Gempa Majene dan Mamuju berkekuatan M 6,2 pada 15 Januari 2021 pukul 02.28.17 WITA menyebabkan korban jiwa dan kerusakan parah pada bangunan rumah tinggal dan fasilitas umum.  Banyaknya rumah masyarakat yang dibangun tidak berdasarkan kaidah rumah sederhana tahan gempa sebagaimana telah diatur melalui SNI 1726. Kegiatan  pengabdian kepada  masyarakat ini bertujuan memberikan sosialisasi tentang membangun rumah sederhana tahan gempa kepada masyarakat dan pemberi jasa konstruksi/tukang di daerah yang terdampak bencana ini, yakni Desa Mekkatta Kec. Malunda Kab. Majene Sulawesi Barat. Pengabdian  ini  dinyatakan  berhasil ditinjau dari aspek afektif dan kognitif, peserta penyuluhan  telah memahami pentingnya  dan paham aturan teknis bangunan tahan gempa. Hal ini dibuktikan dari hari kusioner post-test setelah penyampaian materi. Sedangkan dari aspek psikomotorik, Tim Penyuluh belum dapat memantau perubahan perilaku terhadap sistem perencanaan dan pembangunan bangunan tahan gempa yang terjadi pada peserta penyuluhan, mengingat terbatasnya waktu dan minimnya dana penyuluhan. --- An earthquake hit Majene and Mamuju regency with an intensity of 6.2 M on January 15, 2021, at 02.28.17 WITA, which caused fatalities and severe damage to residential buildings and public facilities. Number of community houses built is not based on the rules of earthquake-resistant houses as regulated through SNI 1726. This society service activity aims to provide socialization about making earthquake-resistant houses for the community and contractor or builders in areas affected by this disaster, namely Desa Mekkatta, Malunda District, Majene Regency, West Sulawesi Province. This service was declared successful in terms of affective and cognitive aspects, and the counseling participants understood the importance and stick to the detail of engineering design for earthquake-resistant buildings. In terms of the psychomotor aspect, the counseling Team has not been able to monitor changes in behavior towards the planning system and construction of earthquake-resistant buildings that were applied by participants since the time and counseling funds were limited.
PENGELOLAAN PESISIR LALOWARU MELALUI PEMBUATAN KEBUN BIBIT MANGROVE JENIS RHIZOPHORA SP. Dedy Oetama; Tezza Fauzan Hasuba; Haslianti; Yustika Intan Permatahati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18073

Abstract

This community service activity is carried out to produce a mangrove garden which is a reference for managing mangrove ecosystems on the coast of Lalowaru Village, Southeast Sulawesi. This activity aims to educate and train the community to preserve the mangrove ecosystem. The activity method is carried out in 2 ways: the lecture method in outreach activities to the community about the importance of the mangrove ecosystem and the participatory method in mangrove planting training activities. All activities run well and smoothly, which can be measured by indicators of activity success; there is an increase in understanding during socialization and enthusiasm and community participation at the time of planting mangroves. --- Kegiatan ini dilakukan untuk menghasilkan kebun mangrove yang menjadi acuan pengelolaan ekosistem mangrove di pesisir Kelurahan Lalowaru Sulawesi Tenggara. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi sekaligus melatih masyarakat untuk memelihara kelestarian ekosistem mangrove. Metode kegiatan dilakukan dengan 2 cara, yaitu metode ceramah pada kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove dan metode partisipatori pada kegiatan pelatihan penanaman mangrove. Semua kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang dapat diukur dengan indikator keberhasilan kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman pada saat dilakukan sosialisasi dan antusias serta partisipasi masyarakat pada saat penanaman mangrove.
PENINGKATAN POTENSI SUMBERDAYA DAERAH MELALUI INKLUSIF GENDER DI KELURAHAN BORI APPAKA KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP Andi Ririn Oktaviani; Andi Widiawati; Andi Marlinah; Nurhaeda Zaeni
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18086

Abstract

The issue of gender equality is an issue that is still often misunderstood as a term that refers only to women and is specific to a particular individual and cultural issues. Gender discrimination can create differences between men and women in accessing and obtaining development benefits. The Government of Indonesia reveals the number of genders as one of the development problems so that it explicitly includes gender as an element in poverty alleviation and ensures commitment to work towards gender by increasing gender-responsive national-level programs and regulations. Pangkep Regency is one of the regions in South Sulawesi that has realized a fairly large gender responsive budget (ARG) in several human resource capacity-building programs. This is an opportunity for the community to take advantage of the potential of the region's superior potential. One of them is through the results of ponds that can be managed into processed products that are innovative and have high selling value so that they can encourage the regional economy. The methods in this service activity are socialization, presentation, and hands-on/tutorial practice. The results of this community empowerment activity were successfully carried out until the processing of pond products became more innovative. Participants have understood the legal framework and government policies for equalizing opportunities in the gender-inclusive economic sector and can take advantage of regional potential for products worthy of sale. --- Persoalan penyetaraan gender menjadi isu yang masih sering disalahartikan sebagai istilah yang merujuk pada perempuan saja dan sifatnya spesifik terhadap persoalan individu serta budaya tertentu. Diskriminasi gender dapat menimbulkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam mengakses dan memperoleh manfaat pembangunan. Pemerintah Indonesia mengakui kesetaraan gender sebagai salah satu permasalahan pembangunan sehingga secara eksplisit memasukkan gender sebagai elemen dalam pengentasan kemiskinan dan memastikan adanya komitmen untuk mengupayakan kesetaraan gender dengan meningkatkan jumlah program, peraturan dan anggaran tingkat nasional yang responsif gender. Kabupaten Pangkep merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang merealisasikan anggaran responsif gender (ARG) dalam jumlah yang cukup besar pada beberapa program peningkatan kapasitas sumberdaya manusia. Hal tersebut menjadi peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi sumberdaya unggulan daerah yang potensial. Salah satunya melalui hasil tambak yang dapat dikelola menjadi produk olahan yang inovatif dan bernilai jual tinggi sehingga dapat mendorong perekonomian daerah. Metode dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi, presentasi, dan praktek langsung/tutorial. Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat ini berhasil dilaksanakan sampai dengan pengolahan hasil tambak menjadi lebih inovatif. Peserta telah memahami kerangka hukum dan kebijakan pemerintah bagi penyetaraan peluang sektor ekonomi yang inklusif gender serta mampu memanfaatkan potensi daerah menjadi produk yang bernilai jual.
PENINGKATAN KAPASITAS DENGAN PENERANGAN JALAN UMUM TENAGA SURYA BERBASIS ICT DI DESA NGENI Lora Khaula Amifia; Dimas Adiputra; Isa Hafidz; Khodijah Amiroh; Ardiansyah Al Farouq; Robin Addwiyansyah Alfaro Samrat; Aditya Yudhistira; Ahmad Habibi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18122

Abstract

The Ngeni Village community is a productive economic community with various sources of income. However, in this village, there are still fundamental problems. The main problem is accessing clean water and the lack of public street lighting. Two aspects of the problem in the community service activities have been carried out. The first aspect is about access to clean water, and this activity was implemented in 2020. The second aspect is the lack of public street lighting on the streets of Ngeni Village. Therefore, the service team has implemented appropriate science and technology to be utilized by the community, namely making solar street lighting. The purpose of this service activity is to build solar-powered public street lighting and provide ICT technology skills training so that people can be skilled in using ICT technology for their daily needs. The transfer of appropriate technology knowledge given to the community is hoped that the community can make their solar street lighting independently and can carry out maintenance independently in the future. The method applied in this activity is the Quantitative Method Approach, which emphasizes the in-depth understanding of a problem and is assisted by in-depth analysis techniques. The result of this activity is that 87 people attended the training well, and 20 expert teams succeeded and are skilled in advanced training by utilizing ICT technology as an alternative to solar-powered street lighting (PJU) at night. --- Masyarakat Desa Ngeni adalah masyarakat ekonomi produktif dengan berbagai sumber pendapatan yang dicapai. Akan tetapi, di Desa ini masih terdapat permasalahan yang mendasar. Masalah utamanya adalah sulitnya akses air bersih dan minimnya penerangan jalan umum. Terdapat dua aspek permasalahan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan. Aspek pertama adalah tentang akses air bersih dan kegiatan ini telah di implementasikan pada 2020. Aspek kedua adalah minimnya penerangan jalan umum di jalan-jalan Desa Ngeni. Oleh karena itu, tim pengabdi telah menerapkan IPTEK yang tepat guna sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan maksimal, yakni membuat penerangan jalan umum tenaga surya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pembangunan penerangan jalan umum bertenaga surya serta memberikan pelatihan keterampilan teknologi ICT sehingga masyarakat dapat terampil dalam pemanfaatan teknologi ICT untuk kebutuhan sehari-hari. Transfer ilmu teknologi tepat guna yang diberikan ke masyarakat harapannya agar masyarakat dapat membuat penerangan jalan umum tenaga surya sendiri secara swadaya dan dapat melakukan maintenance secara mandiri di masa depan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah Pendekatan Metode Kuantitatif dengan menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah yang dibantu dengan teknik analisis mendalam (in-depth analysis). Hasil dari kegiatan ini adalah sejumlah 87 msyarakat mengikuti pelatihan dengan baik dan 20 tim ahli telah berhasil dan terampil dalam pelatihan lanjutan dengan memanfaatkan teknologi ICT sebagai alternatif penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya pada malam hari.
EDUKASI PROTOKOL KESEHATAN MELALUI GOOGLE CLASSROOM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE MEMUAT PEMBUATAN HANDSANITIZER ORGANIK DARI DAUN KELOR Dyah Ayu Fajarianingtyas; Jefri Nur Hidayat
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18130

Abstract

In the end, covid 19 caused the world to change very quickly, this had an impact on the world of education, one of which was learning activities involving the use of hands that had to be in sterile conditions so hand sanitizer was needed. Educational activities are still carried out by the PMA Learning Guidance Institute located at Jalan Attorney General Suprapto No. 14 Pajagalan Seumenep. The problems that will be raised in this training regarding educational services are (1) the absence of health protocol education in terms of making organic hand sanitizer from Moringa leaves; (2) the lack of students' skills in the use of natural materials and their functions. This training aims to improve knowledge and skills in Health protocol education by utilizing organic materials. The benefit of this activity is that it can increase students' knowledge and skills in making organic hand sanitizers from Moringa leaves. The method used to solve these problems is through mentoring activities to make hand sanitizers with organic ingredients from Moringa leaves which are packaged in the form of training through the Google Classroom platform. The change in the community's paradigm due to the impact of covid 19 can be overcome by providing education to students that Moringa leaves can be processed into alternative hand sanitizer products that can be applied during the COVID-19 pandemic. The training is carried out using demonstration and experimental methods. The hand sanitizer made in this training program provides a sense of security for the skin because it contains organic ingredients. The participants of the training in making hand sanitizers already know about implementing this experiment using organic materials. Students are very skilled and get benefits after making organic hand sanitizer from Moringa leaves by 83.3%. --- Pada akhirnya dari covid 19 menyebabkan dunia berubah sangat cepat, hal ini memberikan dampak terhadap dunia pendidikan, salah satunya yaitu kegiatan belajar yang melibatkan penggunaan tangan harus dalam kondisi steril sehingga dibutuhkan handsanitizer. Aktivitas Pendidikan tetap dijalankan oleh Lembaga Bimbingan Belajar PMA yang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto No 14 Pajagalan Seumenep. Masalah yang akan diangkat pada pelatihan ini mengenai layanan pendidikan yaitu (1) belum adanya edukasi protokol kesehatan dalam hal pembuatan handsanitizer bahan organik dari daun kelor; (2) kurangnya keterampilan siswa dalam upaya pemanfaatan bahan alam beserta fungsinya. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan edukasi protokol Kesehatan dengan memanfaatkan bahan organik. Manfaat kegiatan ini yaitu dapat menambah pengetahuan dan keterampilan siswa membuat hand sanitizer bahan organik dari daun kelor. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalah tersebut melalui pendampingan aktivitas  pembuatan hand sanitizer bahan organik dari daun kelor yang dikemas dalam bentuk pelatihan melalui platform google classroom. Perubahan paradigma masyarakat akibat dampak covid 19 dapat diatasi dengan cara pemberian edukasi kepada siswa bahwa daun kelor dapat diolah menjadi alternatif produk hand sanitizer yang dapat diaplikasikan dalam masa Pandemi covid 19. Pelatihan dilakukan menggunakan metode demonstrasi dan eksperimen. Hand sanitizer yang dibuat pada program pelatihan ini memberikan rasa aman bagi kulit karena kandungan bahan organik. Peserta pelatihan pembuatan handsanitizer telah memiliki pengetahuan dalam menerapan eksperimen ini menggunakan bahan organik. Siswa sangat terampil dan mendapatkan manfaat setelah melakukan pembuatan handsanitizer organik dari daun kelor sebesar 83,3%.

Filter by Year

2017 2025