cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN GUNA MENDUKUNG PENINGKATAN CAKUPAN ASI EKSKLUSIF Rohmayanti; Evi Fajarwati; Indah Dwi Wahyuni; Anggita Arliandari; Karima Milati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18135

Abstract

Capacity building for health cadres is needed to achieve the national exclusive breastfeeding target to reach 80%. The application of health counseling techniques with videos, cadre skills training, and mentoring is carried out on cadres. This service activity aims to increase cadres' capacity to improve knowledge and skills as a motivator for exclusive breastfeeding. The implementation method is participatory community empowerment by increasing community participation through empowering health cadres in increasing public awareness of implementing exclusive breastfeeding. Capacity-building activities for cadres are carried out by deepening material and skills for ASI motivator cadres and providing cadre assistance and direct assistance to breastfeeding mothers and their cadres directly through home visits both at posyandu (integrated health services) activities and visiting pregnant women's homes. The result of this activity is an increase in the knowledge and skills of cadres in lactation management, where the average pretest result is a score of 7, and the post-test result is an average score of 9.5. These results indicate an effect of cadre training on lactation management on cadres' knowledge of lactation management. In addition, from home visit activities with cadres, it can be seen that cadres are skilled in lactation skills when assisting breastfeeding mothers. --- Peningkatan kapasitas kader kesehatan diperlukan dalam rangka mencapai target ASI Eksklusif secara nasional agar mencapai 80%. Penerapan teknik penyuluhan kesehatan dengan video, pelatihan ketrampilan kader, dan pendampingan dilakukan pada kader. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader dalam upaya meningkatkan ilmu dan keterampilan sebagai kesehatan Eksklusif. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah melakukan pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan kader kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan ASI Eksklusif. Kegiatan peningkatan kapasitas kader yang dilakukan dengan cara pendalaman materi, keterampilan pada kader kesehatandan melakukan pendampingan kader dan pendampingan langsung ke ibu menyusui beserta kadernya langsung melalui home visit baik di kegiatan posyandu maupun mendatangi rumah ibu hamil. Hasil kegiatan ini yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam manajemen laktasi, dimana hasil pretest rata-rata dengan skor 7 dan hasil post test rata-rata skor 9,5. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan kader tentang manajemen laktasi pada kader terhadap pengetahuan kader tentang manajemen laktasi. Selain itu dari kegiatan home visit bersama kader terlihat bahwa kader terampil dalam skill keterampilan laktasi saat pendampingan pada ibu menyusui.
PELATIHAN PENGOLAHAN STIK BUAH MANGROVE BAGI MASYARAKAT DESA PASSARE APUA KECAMATAN LANTARI JAYA KABUPATEN BOMBANA SULAWESI TENGGARA Muhaimin Hamzah; Sahindomi Bana; Haslianti; La Gandri; Herlan Hidayat; Muhammad Nur Findra
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18159

Abstract

The factors causing the degradation of mangroves in the Passare Apua village are low income, education, and community skills. Information from the Passare Apua Village Government revealed that 25% of the population did not have a job, so they were classified as non-productive people with minimal educational backgrounds and skills. The solution to the problems are to increase supervision, education, skills and income of local communities, for example by providing training programs on product processing made from local resources. One of the local resources that the people of Passare Apua Village have not utilized is the mangrove fruit which is still often found in the area. Mangrove fruit has been known as a resource that can be processed into food, such as mangrove sticks. This activity aims to train the community to produce processed mangrove products in the form of mangrove sticks with a high nutritional and economic value which the community can later make as an additional source of income. The method of implementing this activity consisted of two stages: counseling/delivery of materials and demonstrations and practices of processing mangrove fruit into mangrove sticks. The results of this activity indicated that the target audience had been able to process mangrove fruit into mangrove stick snacks and was interested in developing this mangrove stick as one of the new products to be marketed. --- Faktor-faktor penyebab degradasi mangrove di Desa Passare Apua adalah rendahnya pendapatan, pendidikan dan keterampilan masyarakat. Informasi yang didapatkan dari Pemerintah Desa Passare Apua diketahui 25% penduduk belum memiliki pekerjaan sehingga tergolong masyarakat non-produktif dengan latar belakang pendidikan dan keterampilan yang sangat terbatas. Solusi terhadap permasalahan tersebut adalah meningkatkan pengawasan, pendidikan, keterampilan dan pendapatan masyarakat setempat, misalnya dengan memberikan program pelatihan pengolahan produk berbahan baku sumberdaya lokal. Salah satu sumberdaya lokal yang belum dimanfatkan oleh masyarakat Desa Passare Apua adalah buah mangrove yang masih sering dijumpai di kawasan tersebut. Buah mangrove telah dikenal sebagai salah satu sumberdaya yang dapat diolah menjadi bahan pangan, seperti stik mangrove. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih masyarakat menghasilkan produk olahan mangrove berupa stik mangrove yang bernilai gizi dan ekonomis tinggi yang nantinya dapat diproduksi oleh masyarakat sebagai sumber pendapatan tambahan. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari dua tahap, yaitu penyuluhan/penyampaian materi dan demonstrasi serta praktek pengolahan buah mangrove menjadi stik mangrove. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa Khalayak sasaran telah mampu mengolah buah mangrove menjadi cemilan stik mangrove dan berminat untuk mengembangkan stik mangrove ini sebagai salah satu produk baru yang akan dipasarkan.
PENYULUHAN DAN BIMBINGAN TEKNOLOGI AKUAPONIK RAKIT APUNG BAGI PEMBUDIDAYA IKAN DI BEUTONG, KABUPATEN NAGAN RAYA Fazril Saputra; Yusran Ibrahim; Dini Islama; Zulfadhli; Ihsanul Khairi; Muhammad Arif Nasution
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.18224

Abstract

Beutong was one of the sub-districts in Nagan Raya Regency, with an area of ± 1.017 Km2. The shape of the earth's surface in the Beutong region supports freshwater fish cultivation. This activity aims to increase the understanding and skills of the target audience of cultivator partners in utilizing floating raft aquaponics technology and good fish farming methods. The method used in this activity was the method of counseling and technical guidance. The indicator of success in counseling and technical advice understands the material and practices presented by the presenters regarding floating raft aquaponics technology and good fish farming methods. This service activity was said to be successful if the target audience of cultivators obtains a questionnaire with a final average score of at least 85% of the post-test given. This activity was evaluated in the form of pre test and post test questionnaires about the material provided. The result of this service activity was an increase in additional income in the form of vegetables apart from fish farming. The turnover of the kale harvest was Rp. 75,000/harvest, and the turnover of the catfish was Rp. 4,050,000/harvest. The introduction of floating raft aquaponic technology and good fish farming methods has increased the understanding and skills of the target audience of UPR Mina Mandiri fish cultivating partners and the community around Beutong, Nagan Raya Regency.  ---   Beutong ialah salah satu kecamatan di Kabupaten Nagan Raya dengan luas daerah ± 1.017 Km2. Bentuk permukaan bumi wilayah Beutong mendukung untuk melakukan budidaya perikanan air tawar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan khalayak sasaran mitra pembudidaya dalam memanfaatkan teknologi akuaponik rakit apung dan cara budidaya ikan yang baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan dan bimbingan teknis. Indikator keberhasilan pada metode penyuluhan dan bimbingan teknis adalah memahami materi dan praktek yang disampaikan oleh pemateri mengenai teknologi akuaponik rakit apung dan cara budidaya ikan yang baik. Kegiatan pengabdian ini dikatakan berhasil jika khalayak sasaran mitra pembudidaya memperoleh nilai rata-rata akhir minimal 85% dari kuesioner post test yang diberikan. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dalam bentuk kuesioner pre test dan post test tentang materi yang diberikan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pendapatan tambahan berupa sayuran selain dari hasil budidaya ikan. Omset hasil panen kangkung adalah Rp 75.000/panen dan omset hasil panen lele Rp 4.050.000/panen. Introduksi teknologi akuaponik rakit apung dan cara budidaya ikan yang baik ini telah meningkatkan pemahaman dan keterampilan khalayak sasaran mitra pembudidaya ikan UPR Mina Mandiri dan masyarakat yang ada di Beutong, Kabupaten Nagan Raya.
PENERAPAN MESIN PENIRIS MINYAK DAN PEMASARAN ONLINE UNTUK KERIPIK BELUT DAN PARE DI DESA PLOSO Sapto Wibowo; Ratna Ika Putri; Erfan Rohadi; Amalia
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.18226

Abstract

Eel and bitter melon chips are processed foods that many favours because of their benefits. This activity is intended to train partners, namely the Jaya Makmur group in Ploso Village, Blitar Regency, to make eel and bitter melon chips. This activity aims to improve the quality of chips produced by using an oil-draining machine, reducing the oil content of the chips so that the chips become crispier, tastier and more durable. The method of implementing this activity is the method of observation, planning and preparation, and production. The results of this activity are in the form of quality and durability of eel and bitter melon chips, as well as product marketing that is no longer manual. So far, the marketing of paring and eel chips has only been done manually around the village with the COVID-19 pandemic, resulting in a significant decrease in sales, so efforts are needed to expand the marketing network can reach out of town. One alternative that can be done is by using an online website as a marketing tool. http://camilan-sariroso.com/ is a website link created and used for online marketing of eel and bitter melon chips produced by partners. --- Keripik belut dan pare merupakan hasil olahan makanan yang digemari oleh banyak orang karena manfaatnya. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pelatihan kepada mitra yaitu kelompok Jaya Makmur di Desa Ploso Kabupaten Blitar dalam proses pembuatan keripik belut dan pare. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas keripik yang dihasilkan dengan menggunakan mesin peniris minyak, maka dapat mengurangi kadar minyak pada keripik sehingga keripik menjadi lebih renyah, lebih enak dan lebih tahan lama. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah metode observasi, perencanaan dan persiapan, serta produksi. Hasil dari kegiatan ini yaitu berupa keripik belut dan pare yang berkualitas dan tahan lama, serta pemasaran produk yang tidak lagi manual. Pemasaran keripik pare dan belut yang selama ini hanya dilakukan secara manual di sekitar desa, dengan adanya pandemi COVID-19 mengakibatkan penurunan penjualan yang cukup signifkan sehingga diperlukan usaha untuk memperluas jaringan pemasaran yang dapat menjangkau ke luar kota. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan dengan menggunakan website online sebagai sarana pemasaran. http://camilan-sariroso.com/ merupakan link webiste yang telah dibuat dan digunakan untuk pemsaran online keripik belut dan pare yang diproduksi mitra dengan label Sari Roso. 
PKM INOVASI DESA WISATA KREATIF BERBASIS SPORT TOURISM DI KAWASAN WISATA DANAU TALANG, NAGARI KAMPUNG BATU DALAM, KECAMATAN DANAU KEMBAR, KABUPATEN SOLOK Alimuddin; Dedi Supendra; Liza; Muhammad Sazeli Rifky
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.18383

Abstract

Nagari Kampung Batu Dalam is one of the strategic tourism areas in Solok Regency, which is included in the master plan for regional tourism development until 2025. The tourism potential is very much if appropriately developed and can improve the economy and reduce community poverty. Tourism growth is expected to result in job and economic growth and benefit the poor. However, in reality, the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) village complained about the lack of experience in determining the location of the location that was considered strategic to be used as a tourist location so that the destinations in the village were not only monotonous at one point. Another problem that arises is complaints of the need for more understanding of partners regarding management and marketing management, so management is not optimal. In addition, the tours offered are still monotonous and need their charm. The purpose of this service is to follow the solution offered in the problem, namely to make the location a form of innovation in creative tourism villages based on sports tourism. The implementation method follows the details of the form of implementation activities, namely (1) Improving the quality of management by providing training to the tourism awareness group community, (2) Making a Nagari Website for tourism management, (3) Making sports tourism attractions as new sports tourism destinations and (4) Making Latrines/Public Toilets. The results of the implementation of this activity are (1) Improving the quality of partners or tourism managers in terms of management and marketing management, (2) There has been a special website created for Nagari Kampung Batu Dalam as one of the tourism management media, (3) there are new destinations namely sports tourism attractions as sports tourism, and there are latrines/public toilets that visitors can use.  ---  Nagari Kampung Batu Dalam merupakan salah satu kawasan strategis pariwisata yang ada di Kabupaten Solok yang masuk dalam rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah hingga tahun 2025. Potensi pariwisata yang dimiliki sangat banyak jika dikembangkan dengan baik serta akan mampu meningkatkan perekonomian dan mengurangi kemiskinan masyarakat. Pertumbuhan pariwisata diharapkan akan mengakibatkan pertumbuhan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan bermanfaat bagi masyarakat miskin. Namun realita yang terjadi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa mengeluhkan masih minimnya pengalaman untuk menentukan lokasilokasi yang dianggap strategis untuk dijadikan lokasi wisata sehingga destinasi yang ada dikampung tersebut tidak hanya monoton pada satu titik. Permasalahan lain yang timbul adalah keluhan minimnya pemahaman mitra terkait manajemen pengelolaan dan pemasaran sehingga pengelolan belum maksimal. Selain itu, wisata yang ditawarkan masih bersifat monoton dan belum memilik daya tarik tersendiri. Adapun tujuan dari pengabdian ini sesuai dengan solusi yang ditawarkan dalam permasalahan tersebut yaitu menjadikan lokasi tersebut sebagai bentuk inovasi desa wisata kreatif yang berbasis sport tourism. Adapun metode pelaksanaan sesuai dengan rincian bentuk kegiatan pelaksanaan yaitu (1) Peningkatan kualitas manajemen pengelolaan dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat Kelompok Sadar Wisata, (2) Pembuatan Website Nagari untuk pengelolaan wisata, (3) Pembuatan atraksi wisata olahraga sebagai destinasi baru sport tourism dan (4) Pembuatan Jamban/WC Umum. Hasil dari pelaksanaan dari kegiatan ini adalah (1) Peningkatan kualitas mitra atau pengelola wisata dalam hal manajemen pengelolaan dan pemasaran, (2) Telah terdapat website khusus yang dibuat untuk Nagari Kampung Batu Dalam sebagai salah satu media pengelolaan wisata, (3) terdapat destinasi baru yaitu atraksi wisata olahraga sebagai sport tourism, serta terdapat Jamban/WC Umum yang dapat digunakan oleh pengunjung.
PENGOLAHAN DAUN EUCALYPTUS MENJADI PRODUK HERBAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELOMPOK TANI HUTAN BULUBALLEA Andi Nur Fitriani Abubakar; Muh. Isbar Pratama; Saadatul Husna; Elfira Jumrah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.18570

Abstract

Eucalyptus is one of the essential oil-producing plants which has been widely used as a material for various health or pharmaceutical products. Pattapang Village has abundant eucalyptus tree potential. Currently, no industry or group processes eucalyptus leaves as a source of essential oil for health purposes. Eucalyptus leaves become waste due to the community’s lack of knowledge of its benefits. Based on field observations, partners from Buluballea Forest Farmer Group (KTH) have the potential to utilize and process eucalyptus leaves into herbal products. The herbal products can either be used by themselves or have selling value, which provides additional income, especially during the covid-19 pandemic period. This community service activity was aimed to provide knowledge and skills for partners regarding the processing of eucalyptus leaves into practical use and easily-distributed herbal products. The method used was counseling on the health benefits of eucalyptus oil, training on eucalyptus leaf distillation techniques, training on making herbal products, product packaging, and labeling activities, and training on business management and product marketing. The final result of this activity showed an increased partner's understanding and skills in processing eucalyptus leaves into herbal products. Herbal products in the form of aromatherapy wind oil and eucalyptus herbal soap produced can increase business motivation to increase income. --- Eucalyptus merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan untuk bahan berbagai produk kesehatan atau farmasi. Kelurahan Pattapang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi ratusan ribu pohon eucalyptus. Hingga saat ini belum ada industri atau kelompok yang mengolah daun eucalyptus sebagai sumber minyak atsiri ataupun pemanfaatannya dibidang kesehatan. Kurangnya pengetahuan masyarakat setempat tentang manfaat daun eucalyptus membuat daun eucalyptus hanya dibuang sebagai limbah. Berdasarkan pengamatan di lapangan, mitra Kelompok Tani Hutan (KTH) Buluballea memiliki potensi untuk memanfaatkan dan mengolah daun eucalyptus menjadi produk herbal. Selain dapat digunakan sendiri, produk herbal tersebut bernilai jual sehingga akan memberikan pendapatan tambahan pada mitra khususnya ditengah pandemik covid-19. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi mitra terkait pengolahan daun eucalyptus menjadi produk herbal yang praktis digunakan dan dapat didistribusikan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan manfaat minyak eucalyptus bagi kesehatan, pelatihan teknik penyulingan daun eucalyptus, pelatihan pembuatan produk herbal, kegiatan pengemasan dan pelabelan produk, serta pelatihan manajemen usaha dan pemasaran produk. Hasil akhir kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengolah daun eucalyptus menjadi produk herbal. Produk herbal berupa minyak angin aromaterapi dan sabun herbal eucalyptus yang dihasilkan dapat meningkatkan motivasi usaha mitra untuk menambah penghasilan.
KONVERSI SAMPAH ORGANIK DAPUR MENJADI CAIRAN MULTIGUNA GARBAGE ENZYMES DI WILAYAH SIRING AGUNG KOTA PALEMBANG Dian Kharismadewi; Innike Abdillah Fahmi; Sri Martini; Muhammad Andika Mandala Putra
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18616

Abstract

Environmentalism efforts by performing the household waste management that carried out the 4R (reduce, reuse, recycle, and replace), go green, back to nature. Zero waste concepts must continue to be encouraged and disseminated to the broader community. One of those possible efforts is to convert the organic wastes from the household kitchen into multipurpose liquid garbage enzymes. Garbage enzyme is a liquid containing extract from the fermentation process of the vegetable’s dregs and fruit’s peels, with brown sugar/molasses as a substrate and water as a ripening medium. Fermentation processes proceed for three months and are stored in an airtight container. Garbage enzyme is then used as a liquid cleaner and fertilizer for plants. Siring Agung sub-urban district in Kota Palembang is a densely populated area that has faced a problem of many organic wastes that burden the environment as a result of the overloaded work of garbage dumpsites. Through socialization in the form of a presentation and demonstration of making a multipurpose liquid garbage enzyme, the community in Siring Agung of Palembang city could implement the environmentally-friendly organic waste processing concepts and provide solutions to waste problems in this area. The specific purpose of this community service is to determine the level of public understanding regarding the conversion and utilization of household organic waste and assess the program's benefits in solving problems in this target area. Besides, to reduce the burden of landfills in Palembang city, maintain environmental sustainability, and spread the benefits of garbage enzymes. The analysis results of the public understanding of waste management are 76% understanding after the socialization. This activity has offered an advantage to the community as new applicable knowledge. This activity has provided benefits to the community in the form of new knowledge that can be applied and the reduction of household organic waste, which is a problem in this area. --- Upaya pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah rumah tangga yang mengusung konsep 4R (reduce, reuse, recycle, dan replace), go green, back to nature, dan zero waste harus terus digalakkan dan disosialiasikan ke masyarakat luas. Salah satu upaya yang mungkin dilakukan adalah dengan mengubah sampah organik dari dapur rumah tangga menjadi cairan multiguna Garbage Enzyme. Garbage enzyme adalah cairan yang berisi ekstrak dari proses fermentasi potongan sayuran sisa dan kulit buahan, yang telah ditambahkan dengan substrat gula merah dan air sebagai media pematangannya. Proses fermentasi dilakukan selama 3 bulan dan disimpan didalam wadah kedap udara. Garbage enzyme yang dihasilkan dimanfaatkan menjadi cairan pembersih dan pupuk cair tanaman. Kelurahan Siring Agung Kota Palembang merupakan wilayah yang padat penduduk yang memiliki permasalahan sampah organik yang mengganggu lingkungan dari beban penampungan sampah yang berlebihan. Melalui sosialisasi dalam bentuk pemaparan dan demo pembuatan cairan multiguna garbage enzyme, masyarakat wilayah Siring Agung Kota Palembang dapat menerapkan konsep pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan dan mengatasi permsalahan sampah di wilayahnya. Tujuan khusus dari kegiatan PkM ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat mengenai pengkonversian dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga serta menilai kebermanfaatan program yang dilaksanakan terhadap penyelesaian masalah yang ada diwilayah sasaran. Selain untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir sampah di Kota Palembang, menjaga kelestarian lingkungan, dan menebarkan manfaat garbage enzyme. Dari hasil analisa tingkat pemahaman masyarakat dalam pengelolaan sampah didapatkan 76% paham setelah dilakukan sosialisasi. Kegiatan ini telah memberikan manfaat kepada masyarakat berupa pengetahuan baru yang dapat diterapkan dan pengurangan sampah organik rumah tangga yang menjadi permasalahan di wilayah ini.
EDUKASI, DETEKSI RISIKO JATUH, DAN LATIHAN KESEIMBANGAN PADA LANSIA DI KABUPATEN TAKALAR Fadhia Adliah; Ita Rini; Nikita Tri Aulia; Ainun Djalila Nur Rahman
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18643

Abstract

Elderly is a period of life that is distinguished by anatomical and physiological changes in the body. Changes in the neuromuscular system, for example, might lead to decreased muscle strength and balance issues. This functional decline causes the elderly to fall easily. Fall risk in the elderly is impacted by both inherent and extrinsic variables. However, the elderly are unaware of the existence of factors that raise the chance of falling, leading them to believe that falling is a normal part of aging. The elderly who have a history of falling also tend to immobilize and avoid activities for fear of falling which actually makes the risk of falling even higher. To improve the elderly's quality of life, measures must be made to prevent falls in the old. The goal of this activity is to educate the elderly on the risk factors for falls that may be avoided, as well as exercises that can be used to prevent falls. The method employed consists of fall risk assessment, education on fall risk factors, and the practice of balance exercises. The results of the fall risk examination show that as many as 72,7% of the elderly have a risk of falling and 86,4% have weak muscle strength. The counseling materials explain the inner and extrinsic causes that contribute to falls, as well as the steps that can be taken to avoid them. One of them is through balance exercises in which all individuals participate. This action has resulted in an increase in understanding about fall prevention efforts. --- Lanjut usia (lansia) adalah tahap lanjut dari proses kehidupan manusia yang dicirikan dengan berbagai perubahan anatomis dan fisiologis pada tubuh. Salah satunya adalah perubahan sistem neuromuskular yang berdampak pada penurunan kekuatan otot dan gangguan keseimbangan. Penurunan fungsi ini mengakibatkan lansia menjadi mudah terjatuh. Risiko jatuh pada lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Namun, keberadaan faktor-faktor yang meningkatkan risiko jatuh ini tidak disadari oleh lansia sehingga lansia cenderung menganggap jatuh merupakan hal yang normal terjadi karena penuaan. Lansia yang telah memiliki riwayat jatuh pun cenderung melakukan imobilisasi dan menghindari beraktivitas dikarenakan takut terjatuh yang justru membuat risiko jatuh semakin tinggi. Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup lansia, maka diperlukan upaya untuk mencegah kejadian jatuh pada lansia. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada lansia mengenai faktor-faktor risiko jatuh yang dapat dihindari serta bentuk-bentuk latihan yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi kejadian jatuh. Metode yang diaplikasikan berupa deteksi risiko jatuh, penyuluhan faktor-faktor risiko dan pendampingan latihan keseimbangan. Hasil deteksi risiko jatuh menunjutkkan bahwa sebanyak 72,7% lansia memiliki risiko jatuh dan 86,4% memiliki kekuatan otot genggam yang lemah. Materi penyuluhan berisi pemaparan faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik penyebab jatuh, serta upaya yang dapat dilakukan untuk menghindarinya salah satunya melalui latihan keseimbangan bersama yang melibatkan seluruh peserta kegiatan. Hasil kegiatan pengabmas ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan yang berkaitan dengan upaya pencegahan jatuh.
WEBINAR UPAYA HILIRISASI PRODUK KOSMETIKA PADA SISWA SMK FARMASI DI SURABAYA Dewi Isadiartuti; Widji Soeratri; Noorma Rosita; I Gusti Ayu Adhi Aryapatni; Suko Hardjono; Tristiana Erawati; Herra Studiawan; Maria Lucia Ardhani Dwi Lestari; Virnanda Syafira Hartatiningrum
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.18675

Abstract

Pharmacy Vocational High School (SMK) students are prepared to work immediately after finishing school. Students receive lessons on the basics of pharmaceutical preparation and entrepreneurship. Cosmetics are a pharmaceutical dosage form widely used by the broader community for personal hygiene, appearance improvement, and health functions. The Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 1175/Menkes/Per/VIII/2010 concerning cosmetic production permits provides an opportunity for cosmetic products to be produced with simple technology. During the COVID-19 pandemic, which results in a heavy economic burden for the government and society, there are business opportunities for Pharmacy Vocational School students. Community service aims to increase students' knowledge and insight and encourage students in class XI and XII of the Sekesal Pharmacy Vocational School in Surabaya and Kapasari Pharmacy Vocational School in Surabaya to become entrepreneurs in the cosmetics sector. The implementation method is through a webinar that provides material covering products, formulations, stability, and licensing of cosmetic products. Participants had the opportunity to discuss the material provided, fill out evaluations in the form of pre/post-test and make E-posters about cosmetic products. The evaluation results show an increase in participants' knowledge and insight, and participants are interested in producing cosmetic preparations, which are expected to become new business fields that can improve their welfare. --- Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi dipersiapkan untuk segera bekerja setelah menamatkan sekolah. Siswa memperoleh pelajaran tentang dasar-dasar pembuatan sediaan farmasi dan kewirausahaan. Kosmetika merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang banyak digunakan oleh masyarakat luas untuk tujuan kebersihan diri, peningkatan penampilan, dan memiliki fungsi kesehatan. Permenkes RI No 1175/Menkes/Per/VIII/2010 tentang izin produksi kosmetika memberikan peluang produk kosmetika diproduksi dengan teknologi sederhana.  Dalam  masa pandemi covid 19, yang mengakibatkan beban ekonomi berat bagi pemerintah dan masyarakat, terdapat peluang usaha bagi siswa SMK Farmasi. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa serta mendorong siswa  kelas XI dan XII SMK Farmasi Sekesal Surabaya dan SMK Farmasi Kapasari Surabaya untuk berwirausaha di bidang kosmetika. Metode pelaksanaan melalui webinar dengan  pemberian materi meliputi produk, formulasi, stabilitas dan perizinan produk kosmetika. Peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi tentang materi yang diberikan,  mengerjakan pre/post test, mengisi evaluasi, dan membuat E-poster tentang produk kosmetika. Dari hasil evaluasi diketahui terdapat peningkatan pengetahuan dan wawasan peserta dan peserta tertarik untuk memproduksi sediaan kosmetika yang diharapkan dapat menjadi lahan usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraannya.
PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING (LOCAL GUIDE DAN INSTAGRAM) BAGI POKDARWIS KAMPUNG TEMATIK JAMRUT KOTA SEMARANG Tusyanah Tusyanah; Sri Utami; Rizka Andriyati; Edy Suryanto; Moch Faizal Rachmadi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.18759

Abstract

There were many thematic villages in Semarang; one of them is the thematic village ”Jambu Jeruk/Jamrut” located in Dukuh Mendak, Ngijo Village, Gunungpati District, Semarang (Pemkot Semarang, 2017). Tourism Awareness Group (Pokdarwis) Jamrut has been trying to develop the potential of local tourism by making the environment more beautiful and clean such as; painting, making icons, and utilizing used bottles and cans. Therefore, the community service team considers that digital promotion is needed to attract the number of visitors who come and purchase, ultimately improving citizens' well-being. The workshop's objectives are 1) to improve knowledge and skills in photography and social media account management, and 2) to practice the skills of uploading content on social media. The methods of this workshop are 1) a lecture on photography and account management of Local guide and Instagram and 2) practice of photography and account management of Local guide and Instagram. Twenty members of Pokdarwis Jamrut joined this workshop. The workshop program begins with delivering photography materials and posting the content to Instagram and the Local guide. The workshop results showed that 1) the Pokdakwis members' knowledge and photography skills improved, and 2) the management of Pokdarwis Jamrut can upload the posts on Instagram accounts (https://www.instagram.com/kampoeng.jamrut/) and Local guide account on https://goo.gl/maps/oSgU6EVSP1FZR1xi9. Therefore, to optimize digital promotion is expected Pokdarwis Jamrut created other digital promotional media such as; Web blog, Twitter and YouTube. --- Wilayah kota Semarang memiliki banyak kampung tematik. Salah satunya adalah kampung tematik “Jambu Jeruk/ Jamrut” yang terletak di Dukuh Mendak, Desa Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Semarang (Pemkot Semarang, 2017). Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Jamrut telah berupaya mengembangkan potensi wisata lokal dengan membuat lingkungan menjadi lebih asri dan bersih seperti; melukis, membuat ikon, dan memanfaatkan botol dan kaleng bekas. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat memandang bahwa promosi digital diperlukan untuk menarik jumlah pengunjung yang datang dan membeli, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan warga. Tujuan dari pengabdian ini adalah 1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan fotografi dan pengelolaan akun media sosial; dan 2)  melatih  keterampilan  mengupload  konten  di   media  sosial.  Metode  dari  pengabdian  ini meliputi 1) ceramah tentang fotografi dan pengelolaan akun Local guide dan Instagram dan 2) praktek fotografi dan pengelolaan akun Local guide dan Instagram. Workshop ini diikuti oleh 20 orang anggota pokdarwis Kampung Jamrut. Program workshop dimulai dengan pelatihan desain grafis, materi fotografi, dan memposting konten ke Instagram dan Local guide. Hasil workshop menunjukkan bahwa 1) pengetahuan dan keterampilan fotografi anggota pokdakwis semakin baik, dan 2) manajemen Pokdarwis Jamrut dapat mengunggah postingan di akun Instagram (https://www.instagram.com/kampoeng.jamrut/) dan akun Local guide di https://goo.gl/maps/oSgU6EVSP1FZR1xi9. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan promosi digital, diharapkan Pokdarwis Jamrut untuk membuat media promosi digital lainnya seperti; Webblog, Twitter, dan YouTube.

Filter by Year

2017 2025