cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PELATIHAN ETIKA BISNIS DAN PEMBUKUAN SEDERHANA PADA KELOMPOK PENGRAJIN SONGKET DI DESA MUARA PENIMBUNG ULU, OGAN ILIR Agil Novriansa; Fida Muthia; Aryanto; Tertiarto Wahyudi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23625

Abstract

The songket craft business in the Muara Penimbung Ulu is still a household business. The main purpose of this community service activity is to provide understanding and skills for songket craftsmen in Muara Penimbung Ulu regarding business ethics and financial reporting for their businesses with simple bookkeeping. This community service is carried out using two methods, namely forum group discussion (FGD) and training. Training was carried out using lectures, tutorials, and discussions. Evaluation of this activity used pre-test and post-test, monitoring, and feedback questionnaires. The participants of this activity were 20 songket craftsmen in Muara Penimbung Ulu, but only 18 participants filled out the pre-test and post-test completely. The results of the FGD showed that the Songket craftsmen in Muara Penimbung Ulu do not understand business ethics and have not made financial records for their business. The statistical difference test result of the pre-test and post-test showed that this training activity has been running effectively and there was an increase of 21% in participants understanding of business ethics and simple bookkeeping. In addition, the result of this activity is that Songket craftsmen can apply the concept of business ethics and have the skills to manage their financial bookkeeping simply.  ---  Usaha kerajinan tenun songket di desa Muara Penimbung Ulu masih sebatas usaha rumah tangga. Tujuan utama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan pengrajin songket di desa Muara Penimbung Ulu mengenai etika bisnis dan pelaporan keuangan untuk usahanya dengan pembukuan sederhana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan dua metode yaitu forum group discussion dan pelatihan. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tutorial dan diskusi. Evaluasi atas kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pre-test dan post-test, monitoring, dan kuesioner feedback. Peserta kegiatan ini berjumlah 20 orang pengrajin songket di desa Muara Penimbung Ulu, namun hanya 18 peserta yang mengisi pre-test dan post-test secara lengkap. Hasil kegiatan FGD dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pengrajin songket di desa Muara Penimbung Ulu belum memahami etika bisnis dan belum melakukan pencatatan keuangan untuk usahanya. Hasil uji beda secara statistik atas nilai hasil pre-test ­dan post-test peserta mengindikasikan bahwa kegiatan pelatihan ini sudah berjalan dengan efektif dan terdapat peningkatan pemahaman peserta sebesar 21% mengenai etika bisnis dan pembukuan sederhana. Selain itu, hasil kegiatan ini berupa para pengerajin songket mampu menerapkan konsep etika bisnis dan memiliki keterampilan mengelola pembukuan keuangannya secara sederhana.
PENGEMBANGAN PENGEMASAN PRODUK SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN MIE AYAM BAKAR 99 SEMOLOWARU, SURABAYA Stephanie Ayu; Citra Anggraini Tresyanto; Vincentia Devina Setyawati; Christina Gabriela Sungkono
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.23645

Abstract

The community service program was structured to help Pak Widodo overcome the problems he faced, so that sales targets could be met and able to support the wheels of the economy of the residents after the covid-19 pandemic. In this service program, the UKDC community service team will provide assistance and education to partners on the importance of carrying out the product branding process. The product branding process can use packaging methods or attractive product packaging and the use of a logo that gives consumers an idea of the product being sold. The service method is carried out on a scheduled basis with the first stage conducting social analysis to find information on problems that are the main focus of the community service work program carried out by Lecturers at the Faculty of Economics, Darma Cendika Catholic University. The next stage is to provide coordination and together with partners to provide solutions related to the problems encountered. Based on the search, information was obtained that the obstacles encountered came from a marketing strategy that had not been implemented optimally. Marketing Management is the main key to meeting sales targets. Through this UKDC community service program, partners know and understand information about the importance of developing a marketing strategy to increase the number of product sales and increase the number of consumers to increase income and become well-known to consumers.  ---  Program pengabdian masyarakat disusun untuk membantu Pak Widodo mengatasi permasalahan yang dihadapi, sehingga target penjualan dapat terpenuhi dan mampu mendukung perputaran roda perekonomian warga pasca pandemic covid-19. Dalam program pengabdian ini kelompok tim pengabdian masyarakat UKDC akan memberikan pendampingan dan edukasi kepada mitra pentingnya melakukan proses branding produk. Proses branding produk bisa menggunakan metode packing atau kemasan produk yang menarik dan penggunaan logo yang memberikan gambaran bagi para konsumen tentang produk yang dijual. Metode pengabdian dilakukan secara terjadwal dengan tahapan pertama melakukan analisis social untuk mencari informasi permasalahan yang menjadi focus utama dalam program kerja pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Darma Cendika. Tahap selanjutnya adalam memberikan berkoordinasi dan bersama-sama dengan mitra memberikan solusi  terkait pemasalahan yang dihadapi. Berdasarkan penelusuran diperoleh informasi bahwa kendala yang dihadapi berasal dari strategi pemasaran yang belum diimplementasikan secara maksimal. Manajemen Pemasaran merupakan kunci utama dalam memenuhi target penjualan. Melalui program pengabdian masyarakat UKDC ini, maka mitra mengetahui dan memahami informasi tentang pentingnya menyusun strategi pemasaran untuk meningkatkan jumlah penjualan produk serta jumlah konsumen yang bertambah sehingga menambah pendapatan
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJERIAL UMKM DALAM UPAYA RESILIENSI SEKTOR UMKM KELOM GEULIS PASCA COVID-19 Barin Barlian; Lucy Dian Rosalin; Mila Karmila; Dudung Suryana; Agis Pebrian; Muhammad Denden Ramdani; Cecep Abdul Hak; Fanny Nurhasanah; Ajeng Intan Mahmudah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23655

Abstract

This activity is a community service carried out in Tamansari District, Tasikmalaya City for several Kelom Geulis Micro Enterprises (MSMEs). As a result of the impact of the pandemic, several Kelom Geulis SMEs have not only closed galleries but have also stopped production. The purpose of this service is to analyze the problems of MSMEs caused by the Covid-19 pandemic and provide assistance and solutions related to the resilience of their businesses so that they can get up and run their businesses again. The service method used is a qualitative research method by conducting interviews with 4 (four) Kelom Geulis entrepreneurs affected by Covid-19 and providing assistance in terms of product innovation, financial planning, communication with partners (community leaders and the Tasikmalaya City Office of Cooperatives and UKM, assistance regarding the marketing of kelom geulis and opening new market networks for marketing these products. As a result of this service, MSME actors who are the subject of service can open up opportunities to return to running their business.  ---  Kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya terhadap beberapa Usaha Mikro (UMKM) Kelom Geulis Saat ini, kegiatan apapun terutama kegiatan perekonomian di Indonesia bahkan negara lainnya nyaris terhenti akibat menyebar luasnya virus corona atau biasa disebut Covid-19. Akibat dampak pandemi, beberapa UMKM Kelom Geulis tidak hanya menutup galeri, tapi juga menghentikan produksi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menganalisis permasalahan para UMKM yang disebabkan oleh pandemik Covid-19 dan memberikan pendampingan dan solusi terkait resiliensi usahanya agar mereka mampu bangkit dan menjalankan usahanya lagi. Metode pengabdian yang digunakan adalah dengan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara kepada 4 (empat) pengusaha Kelom Geulis yang terkena dampak Covid-19 serta memberikan pendampingan dari segi inovasi produk, perencanaan keuangan, komunikasi dengan mitra (tokoh masyarakat dan Dinas Koperasi dan UKM Kota Tasikmalaya), pendampingan mengenai pemasaran kelom geulis dan membuka jaringan pasar baru untuk pemasaran produk tersebut. Hasil dari pengabdian ini, para pelaku UMKM yang dijadikan subjek pengabdian dapat membuka peluang untuk kembali menjalankan usahanya.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN HERBAL DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN DAN JIWA WIRAUSAHA SANTRI RUMAH TAHFIDZ QUR'AN AL HANAN Elis Nurhasanah; Biki Zulfikri Rahmat; Qiny Shonia Az Zahra; Agus Ahmad Nasrulloh
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.23726

Abstract

Skin infections that always attack students become a problem in the cottage or dormitory, especially the Tahfidz Quran Al Hanan House. Using chemical drugs does not solve the problem, but adds to the problem for the patient's skin and the environment if used. Therefore, natural products are needed that can prevent irritation or infection on human skin, one of which is herbal soap. In addition, herbal soap has a business opportunity to be developed by students in the RTQ Al Hanan environment. This community service aims to provide training in making herbal soap and entrepreneurial-based life skills to Al Hanan students. The method used in this activity has three stages, namely counseling/delivery of material on Clean and Healthy Life Behavior and entrepreneurship as well as demonstrations of making herbal soap and soap-making practices by students, and the packaging of herbal soap products. The results of this activity show that the target audience understands the importance of clean and healthy living, has skills in making herbal soap, and will develop a herbal soap business as a superior product of RTQ Al Hanan.  ---  Penyakit infeksi kulit yang selalu menyerang santri menjadi permasalahan di pondok atau asrama, khususnya Rumah Tahfidz Quran Al Hanan. Pengunaan obat kimia tidak menyelesaikan masalah, namun menambah masalah pada kulit penderita dan lingkungan jika secara terus menerus digunakan. Maka dari itu dibutuhkan produk alami yang mampu mencegah iritasi atau infeksi pada kulit manusia salah satunya sabun herbal. Selain itu, sabun herbal memiliki peluang usaha untuk dikembangkan oleh santri di lingkungan RTQ Al Hanan. Tujuan pengabdian bagi masyarkat ini adalah untuk 1) memberikan penyuluhan tentang pentingnya hidup sehat, 2). Pelatihan kewirausahaan, dan 3) pelatihan pembuatan sabun herbal sebagai produk yang dapat digunakan sebagai tindakan preventif dan produk unggulan mitra. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah tiga tahap yaitu penyuluhan/penyampaian materi  tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan kewirausahaan serta demonstrasi pembuatan sabun herbal dan praktek pembuatan sabun oleh santri dan ketiga pengemasan produk sabun herbal. Hasil kegiatan ini menunjukan khalayak sasaran memiliki pemahaman tentang pentingnya hidup bersih dan sehat, memiliki pengetahuan tentang kewirausahaan, dan memiliki keterampilan membuat sabun herbal, dan akan mengembangkan usaha sabun herbal sebagai produk unggulan RTQ Al Hanan.
PENDAMPINGAN BUDIDAYA LARVA TENTARA LALAT HITAM (HERMETIA ILLUCENS) KOMUNITAS PETERNAK SAPI DI SANGATTA, KALIMANTAN TIMUR Ari Sanjaya; Didit Suprihanto; Wulan Sari; Rudianto Rudianto; Rudy Agung Nugroho; Retno Aryani; Hetty Manurung; Muhammad Fauzi Arif; Iyut Jaya Toimsar
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23750

Abstract

Black Soldier Fly larvae commonly known as maggot (Hermetia illucens), are currently gaining momentum to convert organic waste. Using bioconversion technology of organic waste with maggot, will not only help in decomposing waste but also the results of cultivation can improve the economy of society. This community service aimed to provide assistance in maggot cultivation for the cattle breeder community, Sangatta City, East Kalimantan province, so that they are familiar with and able to cultivate maggot, especially for producing high protein feed ingredients. The present community service activity was attended by a group of cattle breeders from the Sangatta area, East Kalimantan, and accompanied by a community service team from Mulawarman University. The activity lasted for three months and the implementation was carried out using the method of material presentation, discussion, question and answer, and the practice of maggot cultivation. The activity was carried out at the house of the Sangatta cattle farmer, East Kalimantan. As a result of the activity, cattle breeders have been able to start maggot cultivation and provide an evaluation that the activity is very important because it adds new insight and understanding about maggot cultivation, especially for food security in the area around the capital of the archipelago, Indonesia.  ---  Larva lalat tentara hitam atau dikenal awam sebagai belatung atau maggot dengan nama ilmiah (Hermetia illucens), saat ini popular dibudidayakan untuk merombak limbah organik. Dengan adanya teknologi biokonversi limbah organik dengan maggot, maka tidak hanya membantu dalam merombak limbah namun juga hasil budidaya dapat meningkatkan perekonomian. Pengabdian kepada masyarakat kali ini bertujuan memberikan pendampingan budidaya maggot bagi komunitas peternak sapi Sangatta, Kalimantan Timur, agar mengenal dan mampu membudidayakan maggot dan menghasilkan larva yang mengandung bahan pakan berprotein tinggi. Pengabdian diikuti oleh kelompok peternak sapi dari wilayah Sangatta, Kalimantan Timur dan didampingi oleh tim pengabdi dari Universitas Mulawarman. Kegiatan berlangsung total selama 3 bulan dan pelaksanaan dilakukan dengan metode presentasi materi, diskusi, tanya jawab dan praktek budidaya maggot. Kegiatan dilaksanakan di rumah peternak sapi Sangatta, Kalimantan Timur. Hasil kegiatan, peternak sapi telah mampu memulai budidaya maggot dan memberikan evaluasi bahwa kegiatan sangat penting karena menambah wawasan dan pemahaman baru tentang budidaya maggot terutama untuk ketahanan pangan di wilayah sekitar Ibukota Negara Nusantara, Indonesia.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NAGA MENJADI OLAHAN PANGAN STIK KULIT BUAH NAGA Asyah Rusdin; Ichsan Trisutrisno; Asrul; Nur Awaliah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.23830

Abstract

The education level of Gona Village residents is still relatively low, with most of them only having education up to Junior High School (SMP) and Senior High School (SMA). The level of education for SMP and SMA Gona Village is 830 people. However, there are only 25 people who continue to the tertiary level, so the available employment opportunities in Gona Village are currently lacking due to the lack of scientific insights obtained so there are many unemployed. This service aims to provide knowledge and skills to the target audience in making dragon fruit peel sticks from dragon fruit peel waste. The methods used in this service include counseling and training on the use of dragon fruit skin as a natural dye, training activities by making food products in the form of dragon fruit peel stick crackers, organoleptic testing of products, as well as discussions or questions and answers. The results of the service activities show that from counseling and training the knowledge and skills of the Gona village community increased by 70% in making dragon fruit skin sticks from dragon fruit skin waste and the results of organoleptic tests on products produced by the community showed that the dragon fruit skin stick products produced generally liked and considered good in terms of aroma 40%, color 75%, and texture 65% by 20 target audience members.  ---  Tingkat pendidikan warga Desa Gona masih tergolong rendah yaitu sebagian besar hanya berpendidikan sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tingkat pendidikan SMP dan SMA Desa Gona sebanyak 830 orang. Namun, yang melanjutkan ke tingkat Perguruan Tinggi hanya 25 orang, sehingga lapangan kerja yang tersedia di Desa Gona saat ini sangat kurang karena kurangnya wawasan ilmu pengetahuan yang didapatkan sehingga banyaknya pengangguran.  Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran membuat stik kulit buah naga dari limbah kulit buah naga. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini meliputi kegiatan penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan kulit buah naga sebagai pewarna alami, kegiatan pelatihan dengan pembuatan produk makanan berupa krupuk stik kulit buah naga, pengujian organoleptik terhadap produk, serta diskusi ataupun tanya jawab. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa dari penyuluhan dan pelatihan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa Gona sebesar 70% dalam membuat Stik kulit buah naga dari limbah kulit buah naga dan hasil uji organoleptik terhadap produk yang dihasilkan oleh masyarakat menunjukkan bahwa produk stik kulit buah naga yang dihasilkan secara umum disukai dan dianggap baik dalam hal aroma 40%, warna 75%, serta tekstur  65% oleh 20 warga khalayak sasaran.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN IKAN KEDUKANG (Hexanematichthys sagor) SEBAGAI INCOME GENERATING MASYARAKAT MUARA GEMBONG Annis Kandriasari; Ari Fadiati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.23865

Abstract

Pantai Sederhana Village, included in the Muara Gembong District, Bekasi Regency, is an area with the potential for food ingredients in the form of kedukang or sembilang fish. This type of fish has a high content of protein, phosphorus, and omega-3 fatty acids so it has the potential to be used in a variety of processed foods, one of which is pempek adaan. The community service program carried out by the Culinary and Art Vocational  Education Study Program in the Pantai Sederhana Village aims to create diversification of processed kedukang fish products that have a high shelf life and high selling value. This activity uses the training method through interactive demonstrations involving 20 participants, namely the people of Pantai Sederhana Village. Based on the results of the average pre-test and post-test scores of the training participants, it can be concluded that there was an increase in the participants' knowledge by 23.5 points after participating in the program. The results of the assessment of satisfaction with the implementation of community service activities stated that 80.87% of participants rated the activity as going very well and had succeeded in motivating the participants to start entrepreneurship. This training is expected to help increase the knowledge and abilities of the trainees so that they can improve their welfare and generate income for their families.  ---  Desa Pantai Sederhana yang masuk dalam wilayah Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi merupakan wilayah yang memiliki potensi bahan pangan berupa ikan  kedukang atau ikan sembilang. Jenis ikan tersebut memiliki kandungan protein, fosfor, dan asam lemak omega 3 yang tinggi sehingga sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai beragam olahan pangan, salah satunya adalah pempek adaan. Program pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Tata Boga di Desa Pantai Mekar bertujuan untuk menciptakan diversifikasi produk olahan ikan kedukang yang memiliki daya simpan dan nilai jual tinggi. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan melalui demonstrasi interaktif yang melibatkan peserta kegiatan yaitu masyarakat Desa Pantai Mekar yang berjumlah 20 orang. Berdasarkan hasil rata-rata nilai pre-test dan post-test peserta pelatihan, dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 23,5 setelah mengikuti pelatihan. Hasil penilaian kepuasan pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat menyatakan bahwa 80,87% peserta menilai kegiatan sudah berjalan dengan sangat baik dan berhasil memotivasi peserta kegiatan untuk memulai berwirausaha. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta pelatihan agar dapat meningkatkan kesejahteraan serta mendatangkan income generating bagi keluarga.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF PENGENALAN LITERASI BAGI GURU PAUD DI KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Rukiyah; Taruni Suningsih; Windi Dwi Andika; Sri Sumarni; Dara Zulaiha; Sary Silvhiany; Masagus Tibrani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23878

Abstract

The educational game tool for introduction to literacy is one of the absolute things that teachers must perform in an early-age education to support children's need for literacy and create an interesting and meaningful environmental learning situation. The purpose of this dedicated activity is to train and accompany the kindergarten teacher to create an ingenious educational game tool for introducing literacy. The methods and forms of activities are training and mentoring, with the speech, discussion, question-and-answer, assignment, and simulation of 2 (two) stages, which: training is led to give knowledge to teachers of the basic concepts of ape introduction, and of creativity, and independent chaperones to create an ingenious educational game tool. This activity is followed by 15 (fifteen) kindergarten teachers in the Musi Rawas Utara Regency. The results of the dedication activity indicate that kindergarten teachers as trainees already had a good knowledge of the production of educational game tools. Pretest and posttest comparisons have shown a significant improvement in the way that devotions have been able to make ingenious educational game tools to introduce the various basic types of literacy that children need.  ---  Alat permainan edukatif pengenalan literasi merupakan salah satu hal mutlak yang harus diadakan oleh guru dalam Pendidikan Anak Usia Dini guna menunjang kebutuhan anak akan pemahaman literasi serta menciptakan situasi lingkungan pembelajaran yang menarik  dan bermakna. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk melatih dan mendampingi guru TK untuk membuat alat permainan edukatif yang kreatif dalam mengenalankan literasi. Metode dan bentuk kegiatan adalah pelatihan dan pendampingan, dengan teknik ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, dan simulasi yang terdiri dari 2 (dua) tahapan, yaitu: pelatihan terbimbing untuk memberikan pengetahuan kepada para guru tentang konsep dasar alat permainan edukatif, hakikat pengenalan literasi, dan hakikat kreativitas, serta pendampingan mandiri untuk membuat alat permainan edukatif yang kreatif dalam mengenalankan literasi. Kegiatan ini diikuti oleh 15 (lima belas) orang guru TK di Kabupaten Musi Rawas Utara. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa guru TK sebagai peserta pelatihan sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang pembuatan alat permainan edukatif. Perbandingan hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni guru-guru peserta pengabdian sudah mampu membuat alat permainan edukatif yang kreatif dalam mengenalankan berbagai macam jenis literasi dasar yang dibutuhkan oleh anak.
REGISTRASI LAHAN SEBAGAI SYARAT TRACEBILITY DARI CERTIFICATE OF ORIGIN UNTUK EKSPOR: STUDI PORANG DESA KEPEL KECAMATAN KARE-MADIUN A Indah Camelia; Masitoh Indiriani; Sinar Aju Wulandari
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.24053

Abstract

Madiun has a superior agricultural commodity with a substantial export share, namely Porang. The fundamental problems experienced by Gapoktan partners (Farmers Association) 'Sarwo Asih'  Kepel Village, Kare – Madiun. The farmers' lack of knowledge of the Certificate of Origin (COO) as an export requirement decreased product competitiveness on the global level. Consequently, Madiun’s Porang demand dropped dramatically, which caused financial loss to farmers. This community service will be carried out within two (2) years. The first year of service aims to increase and strengthen partners' knowledge of the registration of agricultural land and the basic knowledge and benefit of having a COO of Porang. In the second year, they were focused on assisting the COO's registration of Porang's product for export. The first-year output targets are Increasing and strengthening the knowledge of the partner (Porang farmer) on the COO of ‘Porang Asli Madiun’ to strengthen the local economy and income, improve their life quality, and register Porang agricultural land.  ---  Kabupaten Madiun memiliki komoditas varietas unggulan pertanian yang memilik pangsa ekspor yang sangat besar yakni Porang. Permasalahan mendasar yang dialami oleh mitra Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) ‘Sarwo Asih’ Desa Kepel Kec. Kecamatan Kare Kabupaten Madiun adalah kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya Certificate of Origin (COO) sebagai syarat ekspor untuk meningkatkan daya saing produk ditingkat global. Hal ini berakibat turunnya daya saing harga produk serta terhambatnya kegiatan ekspor.  Pengabdian masyarakat ini direncanakan untuk dilaksanakan dalam waktu dua (2) tahun. Dimana tahun pertama pengabdian ditujukan untuk peningkatan dan penguatan pengetahuan mitra akan pendaftaran lahan pertanian serta pendaftaran COO produk andalan Porang. Kemudian pada tahun kedua, pengabdian di titik beratkan untuk pendampingan pendaftaran COO produk andalan Porang sebagai syarat ekpor. Target luaran tahun pertama pada pengabdian ini adalah: Peningkatan dan penguatan pengetahuan kelompok petani porang mitra tentang COO produk andalan porang asli madiun guna penguatan ekonomi local, peningkatkan kualitas hidup dan ekonomi mitra, serta pendaftaran lahan pertanian Porang.
PROGRAM “SAY NO TO CYBERBULLYING”: PSIKOEDUKASI UNTUK MENGURANGI KETERLIBATAN BERPERILAKU CYBERBULLYING DI REMAJA JABODETABEK Rahmadianty Gazadinda; Dwi Kencana Wulan; Fellianti Muzdalifah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.24056

Abstract

Bullying is one of the behavioral problems among adolescents. Oftentimes, the bullies do not realize that their action is categorized as bullying and it leads to several negative impacts for the victims. Unfortunately, there are significant changes in interaction nowadays and face-to-face interaction is converted into online interaction. This online interaction limits the capability to interpret other’s reactions, and it causes more issues. Cyberbullying has been found recently among adolescents. A “Say No to Cyberbullying” program is a psychoeducational program that aims to build awareness of cyberbullying. This program includes prior assessment, psychoeducation, and evaluation. The instrument Revised Cyberbullying Inventory-II (RCBI-II) is used to evaluate the tendency of someone’s involvement in cyberbullying. The evaluation shows a positive impact from this program. Half of the participants reported a significant decrease in cyberbullying after completing the program. The number of participants who are not involved in cyberbullying also increased. These results show that the program leads to a positive result, in which participants tend to have less involvement in cyberbullying.  ---  Perundungan (bullying) adalah salah satu masalah perilaku yang sering ditemukan pada kelompok remaja. Seringkali pelaku perundungan diketahui tidak memahami bahwa perila-kunya tergolong perundungan dan dampak psikologis yang dialami oleh korban cukup signifikan. Sayangnya, dalam situasi pola interaksi yang banyak berubah menjadi interaksi tatap maya, serta interaksi terbatas dengan memanfaatkan akses internet dan media sosial, isu perundungan menjadi semakin sulit diidentifikasi remaja karena terbatasnya bentuk respon dan komunikasi yang terjalin. Kondisi ini yang memicu timbulnya beberapa kasus cyberbullying pada remaja. Rangkaian program psikoedukasi bertema “Say No to Cyberbullying” dirancang untuk memberi-kan pemahaman dasar mengenai cyberbullying. Program ini ditujukan untuk menurunkan peri-laku cyberbullying pada remaja melalui serangkaian aktivitas yang diberikan. Program dirancang selama tiga minggu yang terdiri dari asesmen, rangkaian psikoedukasi dan evaluasi. Dalam proses evaluasinya, instrumen Revised Cyberbullying Inventory-II (RCBI-II) digunakan untuk mengevaluasi kecenderungan keterlibatan individu dalam cyberbullying. Hasil evaluasi menun-jukkan bahwa pelaksanaan rangkaian program psikoedukasi “Say No to Cyberbullying” memberi-kan dampak positif, yang mana 50% peserta melaporkan mengalami perubahan perilaku terkait cyberbullying. Jumlah individu yang terlibat dalam cyberbullying juga mengalami penurunan signifikan setelah menjalani seluruh rangkaian program. Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan keterlibatan peserta dalam cyberbullying antara sebelum dan sesudah program.

Filter by Year

2017 2025