cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
EDUKASI PENCEGAHAN DAN MANAJEMEN DIARE PADA BALITA BERBASIS PEMANFAATAN BAHAN DASAR RUMAH TANGGA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RSUD ABEPURA Eva Sinaga; Yunita Kristina; Priskilla Irene Sahureka; Evi Sinaga
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.22598

Abstract

Diarrhea is still a major health problem among children in Indonesia and Papua. There is a lack of knowledge and skill of caregivers regarding the utilization of home-made solutions. This program aimed to increase the knowledge and skills of caregivers about diarrhea prevention and treatment for children during the COVID-19 pandemic. A health education with pre-test and post-test was conducted, involving parents/families of patients at the Children's Polyclinic of RSUD Abepura. The methods used included lectures, discussions, and demonstrations by implementing the Covid-19 health protocol. The results of the dependent paired t-test showed that there was a significant difference between the participants' knowledge before and after intervention (p-value = 0.001), with a medium level of increase (mean of N-Gain: 0,33). Furthermore, the majority of participants were able to demonstrate the steps of hand washing correctly (90%) and make a homemade solution and ORS independently (85%). Sustainable education programs need to be improved by multisectoral collaboration to reduce incidents of diarrhea and its complications in children. ---  Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada anak di Indonesia dan Papua. Namun, pengetahuan dan keterampilan orangtua/keluarga untuk mendayagunakan bahan rumah tangga masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua/keluarga tentang pencegahan dan penanganan diare dengan pemanfaatan bahan rumah tangga di masa pandemi Covid-19. Program pengabdian ini berbentuk edukasi kesehatan dengan pretest dan posttest yang melibatkan orangtua/keluarga pasien di Poliklinik Anak RSUD Abepura. Edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Hasil uji dependent paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi (p value = 0.001), dengan peningkatan pengetahuan dalam kategori sedang (rerata N-Gain: 0,33). Selain itu, mayoritas peserta dapat melakukan simulasi mencuci tangan dengan benar (90%) dan membuat larutan gula garam dan oralit secara mandiri (85%). Program edukasi yang berkelanjutan perlu untuk ditingkatkan dengan melakukan kolaborasi dengan instansi terkait dan elemen masyarakat guna menekan kasus diare dan komplikasinya pada anak.
PELATIHAN MANAJEMEN KONTEN PEMBELAJARAN BERBASIS MOODLE SEBAGAI SISTEM PENGAWASAN KETUNTASAN BELAJAR PADA SMK NEGERI JATENG DI SEMARANG Muhammad Syaeful Fajar; Susilo Veri Yulianto; Gus Nanang Syaifuddiin; Ikhwan Baidlowi Sumafta; Sigit Kariagil Bimonugroho
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.22634

Abstract

The development of learning technology is growing rapidly in line with restrictions on human movement due to the COVID-19 pandemic. The Moodle-based Learning Management System (LMS) is a learning technology that can be used to access learning content in electronic form and can be accessed using student devices using the internet. The Moodle LMS can support teaching and learning activities (TLA) to continue amid the COVID-19 pandemic. Mastery of learning content management at LMS Moodle is essential for teachers to achieve learning objectives by utilizing various learning media and evaluation processes. This training aims to assist teachers at Central Java State Vocational Schools in Semarang in using the multiple features available in the Moodle LMS to support online teaching and learning as a complement to offline education. The training was divided into two stages by utilizing Zoom Meetings for as many as three meetings for the IT team and one LMS Moodle training offline, which the teacher attended. The training results from the questionnaire analysis showed that the participants were satisfied with the PkM implementation conducted by the PNM IT Team. In addition, participants can create various models of learning content and evaluation of learning by utilizing various features in the Moodle LMS.  ---  Perkembangan teknologi pembelajaran berkembang pesat seiring dengan pembatasan pergerakan manusia akibat pandemi covid-19. Learning Management System (LMS) berbasis Moodle merupakan salah satu teknologi pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengakses konten pembelajaran dalam bentuk elektronik serta dapat diakses menggunakan gawai peserta didik dengan memanfaatkan internet. Pemanfaatan LMS Moodle dapat mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap terlaksana ditengah pandemi covid-19. Penguasaan manajemen konten pembelajaran pada LMS Moodle menjadi penting dikuasai guru sebagai salah satu upaya mencapai tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran dan proses evaluasi pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu guru di SMK Negeri Jateng di Semarang dalam memanfaatkan berbagai fitur yang ada pada LMS Moodle untuk mendukung KBM secara daring ataupun sebagai pelengkap KBM secara luring. Pelatihan terbagi menjadi dua tahap dengan memanfaatkan Zoom Meeting sebanyak 3 kali pertemuan untuk tim IT dan satu kali pelatihan LMS Moodle scara luring yang dihadiri oleh guru. Hasil pelatihan dari analisa kuisoner, peserta menunjukkan kepuasan penyelenggaraan PkM yang dilakukan oleh Tim TI PNM. Selain itu peserta dapat membuat berbagai model konten pembelajaran dan evaluasi pembelajaran degan memanfaatkan berbagai fitur pada LMS Moodle.
APLIKASI TEKNOLOGI PERTANIAN PADI TRANSISI ORGANIK DAN KONVENSIONAL DI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DESA PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH Sapto Nugroho Hadi; Ida Widiyawati; Wilis Cahyani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23070

Abstract

Farmers in Purwojati Village, Purwojati District, Banyumas Regency, Central Java Province, got the facts that rice cultivation soil was hard, sharp, and difficult to cultivate. This is presumably due to the physical, chemical, and biological properties of the soil that are damaged by the conventional rice farming system that uses synthetic fertilizers and pesticides unwisely. This Community Service Activity (PKM) aims to introduce an organic rice farming system based on animal manure to improve the physical, chemical, and biological properties of the soil. The methods applied, namely demonstration plots for organic transition rice farming of 3500 m2, training on making solid organic fertilizer based on animal manure, training on making biopesticides based on local materials, and counseling on the importance of organic farming for improving the quality of paddy fields. The results of the activity showed that the organic rice demonstration plot yielded a harvest of 1528 kg of Harvested Dry Grain or 1223 kg of Milled Dry Unhulled Grain (GKG). This figure is lower than the conventional (control) rice yields which reached 2000 kg GKP or 1400 kg GKG. The results of the evaluation of activities through questions and answers and questionnaires showed that the knowledge and motivation of farmers about organic rice cultivation, organic fertilizer and biopesticide production increased compared to before the activity. Farmers are also increasingly aware of the importance of organic farming in improving the quality of agricultural land.  ---  Petani di Desa Purwojati Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah mendapatkan fakta tanah budidaya padi yang kurang sumber, bertekstur keras, tajam, dan mulai sulit diolah. Hal ini diduga karena sifat fisik, kimia, dan biologi tanah yang rusak akibat sistem pertanian padi konvensional yang menggunakan pupuk dan pestisida sintetik secara tidak bijak. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengenalkan sistem pertanian padi organik berbasis pupuk kotoran hewan guna memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Metode yang diterapkan, yaitu demplot pertanian padi transisi organik 3500 m2, pelatihan pembuatan pupuk organik padat berbasis kotoran hewan, pelatihan pembuatan biopestisida berbasis bahan lokal, dan penyuluhan pentingnya pertanian organik bagi perbaikan kualitas lahan sawah. Kegiatan menunjukkan demplot padi transisi organik menghasilkan panen 1528 kg Gabah Kering Panen atau 1223 kg Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini lebih rendah dari hasil panen padi konvensional (kontrol) yang mencapai 2000 kg GKP atau 1400 kg GKG. Hasil evaluasi kegiatan melalui tanya jawab dan kuisener menunjukkan pengetahuan dan ketertarikan petani tentang budidaya padi organik, pembuatan pupuk organik dan biopestisida meningkat dibandingkan sebelum kegiatan. Petani juga semakin mengetahui pentingnya peran pertanian organik untuk perbaikan kualitas lahan pertanian.
BUDIDAYA HIJAUAN MAKANAN TERNAK SISTEM TIGA STRATA DAN PEMBUATAN SILASE KOMPLIT DI KELOMPOK TANI SERIKAT OELIURAI KABUPATEN TTU-NTT Gerson Frans Bira; Paulus Klau Tahuk; Boanerges Putra Sipayung; Charles Venerius Lisnahan; Agustinus Bria Laka; Ludowika Jessye Jelita Ninu; Carla Krisanti Fios
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23195

Abstract

The production of ruminants in the tropics characterized by dry land is highly dependent on feed with a benchmark of availability depending on nature. There is an imbalance in the availability of feed in the rainy season and dry season so livestock productivity fluctuates with changing seasons. Efforts that can be made to provide feed throughout the season are planting forage for superior adaptive feed (three strata system) and making complete silage. This service activity aims to educate and provide experience to the Serikat Oeliurai farmer group to provide quality and available feed throughout the season through planting forage with a three-strata system and making complete silage. The method used in this activity is counseling in the form of lectures followed by direct practice (demo process) and full participation (participatory action research) from partner groups. The activities carried out are a series of activities starting from counseling on superior adaptive forage, training in making bokashi fertilizer, forage seed nurseries, land processing, and forage planting using a three-strata system, and making complete silage. The forages planted are legumes such as Gliricidia sepium (strata 3), Leucaena leucocephala, Indigofera, and Sesbania grandiflora (strata 2) as well as Pennisetum purpureum cv. Mott and Pennisetum purpuphoides (strata 1) with the core consisting of creeping legumes such as Clitoria ternatea and Centrosema pubescens as well as food crops. The activeness and seriousness of the farmer groups can be seen from the presence and discussion that is built from the beginning to the end of the series of activities as well as the active participation of the partner groups with the help of the students involved. The results of the activity showed that the knowledge of partner groups related to forage, planting forage with a strata system, making organic fertilizers, and making complete silage increased from 35% to 97.56%. Likewise, organic fertilizers and complete silage made together are of high quality which can be seen from the organoleptic (color, texture, and aroma). Monitoring will continue to be carried out by the implementing team until the forage is harvested.  ---  Produksi ternak ruminansia di daerah tropis berciri lahan kering sangat tergantung pada pakan dengan patokan ketersediaan bergantung pada alam. Ada ketimpangan ketersediaan pakan pada musim hujan dan usim kemarau sehingga produktivitas ternak berfluktuatif seiring perubahan musim. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyediakan pakan sepanjang musim adalah penanaman hijauan pakan unggul adaptif (sistem tiga strata) dan pembuatan silase komplit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pengalaman kepada kelompok tani Serikat Oeliurai dalam upaya menyediakan pakan berkualitas dan tersedia sepanjang musim lewat penanaman hijauan sistem tiga strata dan pembuatan silase komplit. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dalam bentuk ceramah dan diikuti dengan praktek secara langsung (demo proses) serta partisipasi penuh (participatory action research) dari kelompok mitra. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari penyuluhan tentang hijauan makanan ternak unggul yang adaptif, pelatihan pembuatan pupuk bokashi, persemaian bibit hijauan, pengolahan lahan dan penanaman hijauan menggunakan sistem tiga strata serta pembuatan silase komplit. Hijauan yang ditanam adalah jenis legum seperti gamal (strata 3), lamtoro teramba, indigofera dan turi (strata 2) serta rumput odot dan rumput raja (strata 1) dengan bagian inti terdiri atas legum merambat seperti clitoria dan centrosema serta tanaman pangan. Keaktifan dan keseriusan kelompok tani sangat terlihat dari kehadiran dan diskusi yang terbangun dari awal hingga akhir rangkaian kegiatan serta pastisipasi aktif dari kelompok mitra dengan bantuan mahasiswa yang dilibatkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan kelompok mitra berkaitan dengan hijauan pakan, penanaman hijaun pakan sistem tiga strata, pembuatan pupuk organik, pembuatan silase komplit meningkat dari 35% menjadi 97,56%. Demikian pula pupuk organik dan silase komplit yang dibuat bersama berkualitas yang terlihat dari organoleptik (warna, tekstur dan aroma). Pemantauan akan terus dilakukan oleh tim pelaksana hingga pemanenan hijauan.
PKM PEMANFAATAN LIMBAH KULIT TELUR MENJADI PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK TANI DI DESA PADDINGING KECAMATAN SANROBONE KABUPATEN TAKALAR Syamsul Bakhri; Rismaladewi Maskar; Muh Azhar; Andi Suryanto; Gusnawati Gusnawati; Nurjannah Nurjannah; Munira Munira; Citra Aulian Chalik; Shalsabila Firdauzia Ismail; Alifyah Fitrah Suci Ramadhani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23252

Abstract

This PKM activity was carried out in Paddinging Village, Sanrobone District, Takalar Regency for four months. The economic activities of the people of Paddingging Village, Sanrobone District, Takalar Regency are mostly based on agricultural business activities and small industries. not used and just thrown away which is detrimental to the environment. The Assamaturu Farmer Group is the Target Audience in this PKM program and is one of the agricultural business groups that has the potential to be developed. The main problem he faced was that corn production did not meet expectations due to the less-than-optimal use of urea and NPK fertilizers due to the high price of fertilizers. In addition, the availability of fertilizers on the market is sometimes rare, so the prices of fertilizers that are successfully obtained and purchased are very expensive. The purpose of carrying out this PKM activity is so that the target audience can utilize eggshell waste to become organic fertilizer. To achieve this goal, the activities carried out in this PKM as a solution to overcome the problems experienced by the Target Audience are the Provision of Science and Technology Understanding through presentations to the Target Audience on the utilization of eggshell waste into organic fertilizer and assistance in the use of organic fertilizer in corn plants. The results achieved from this PKM activity are that the target audience can utilize eggshell waste to become organic fertilizer and be able to use this organic fertilizer on their corn plants.  ---  Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar selama empat bulan. Kegiatan perekonomian masyarakat Desa Paddingging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar sebagian besar berbasis pada kegiatan usaha pertanian dan industri kecil, Berdasarkan hasil survei, terdapat banyak industri kue, rumah makan, toko roti (donat), dan martabak telur yang menggunakan telur sebagai bahan bakunya sehingga terdapat banyak limbah kulit telur yang tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang begitu saja sehingga dapat merugikan lingkungan. Kelompok tani Assamaturu sebagai Khalayak Sasaran dalam program PKM ini, dan merupakan salah satu kelompok usaha bidang pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Permasalahan utana yang dihadapinya adalah hasil produksi jagung tidak sesuai harapan dikarenakan kurang optimalnya penggunaan pupuk NPK dan pupuk urea yang disebabkan harga pupuk yang mahal, bahkan ada rencana pemerintah untuk mengurangi subsidi pupuk. Selain itu, keberadaan pupuk di pasaran kadang langka sehingga harga pupuk yang berhasil didapatkan dan dibeli memiliki harga yang sangat mahal. Tujuan dilaksanakan kegiatan PKM ini adalah agar Khalayak Sasaran dapat memanfaatkan limbah kulit telur menjadi pupuk organik. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan yang dilakukan dalam PKM ini sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang dialami Khalayak Sasaran adalah Pemberian Pemahaman IPTEK melalui persentasi kepada Khalayak Sasaran tentang pemanfaatan limbah kulit telur menjadi pupuk organik dan pendampingan penggunaan pupuk organik pada tanaman jagung. Hasil yang dicapai dari kegiatan PKM ini adalah Khalayak Sasaran mampu memanfaatkan limbah kulit telur menjadi pupuk organik dan mampu menggunakan pupuk organik tersebut pada tanaman jagungnya.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PENGANEKARAGAMAN PRODUK OLAHAN IKAN BANDENG DI DESA DUDUKLOR GLAGAH LAMONGAN JAWA TIMUR Eko Sutrisno; Raida Amelia Ifadah; Lovi Sandra; Anita; Soffa Zahara; Yanuarini Nur Sukmaningtyas; Atika Isnaining Dyah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.23254

Abstract

One potential possessed by Duduklor Village, Glagah Lamongan District, is the results of pond fisheries in the form of milkfish. So far, the traditional way of processing milkfish is still because of the lack of knowledge about the procedures for processing milkfish meat. The purpose of this service activity is to provide knowledge and transfer of technology and innovation in processing milkfish into various processed food products, namely noodles and shredded milkfish. The implementation of activities uses socialization methods and practices directly and involves participants actively. The results of the service showed that the participants of the activity were very enthusiastic because they gained new knowledge about the procedures for processing milkfish into various processed products to make children like to eat milkfish, hopefully, it can prevent stunting in toddlers in Duduklor Village. ---  Satu potensi yang dimiliki Desa Duduklor Kecamatan Glagah Lamongan yaitu hasil perikanan tambak berupa ikan bandeng. Selama ini cara pengolahan ikan bandeng maih secara tradisional karena minimnya pengetahuan tentang tata cara mengolah daging ikan bandeng. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan pengetahuan dan transfer teknologi dan inovasi mengolah ikan bandeng menjadi berbagai produk olahan pangan yaitu mie dan abon ikan bandeng. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode sosialisasi dan praktek secara langsung dan melibatkan peserta secara aktif. Hasil pengabdian menunjukkan peserta kegiatan sangat antusias karena mendapatkan pengetahuan baru tentang tata cara mengolah ikan bandeng menjadi produk olahan yang beraneka ragam sehingga membuat anak-anak suka makan ikan bandeng, harapannya bisa mencegah terjadinya stunting pada balita di Desa Duduklor.
EDUKASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN TEH DARI DAUN KARAMUNTING (RHODOMYRTUS TOMENTOSA) DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA M. Andi Chandra; Wahyudin Bin Jamaludin
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23315

Abstract

The focus of community service activities is to give knowledge and information to the public about education and training on tea processing from karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa) leaves. Activities in educational efforts related to the use of medicinal plants from Kalimantan resources and training on processing tea from karamunting leaves. This program was attended by 20 people. Extension methods in the form of lectures and direct demonstrations. Participants who participated in this activity focused only on the people who were members of the KWT (Kurnia Lestari). The media is used in the form of leaflets and brochures. Evaluation of the knowledge that has been given uses a pre-test and post-test system. Based on the pretest value, it can be seen that knowledge is 90%, while the post-test results show an increase in knowledge to (98%). The education and training program for processing tea from karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa) leaves is considered effective as a preventive measure against the use of traditional medicine.  ---   Fokus dari kegiatan pengabmas yaitu memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai edukasi dan pelatihan pengolahan teh dari daun karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa). Kegiatan berupa edukasi tentang pemanfaatan tanaman berkhasiat obat sumber daya Kalimantan dan pelatihan pengolahan the dari daun karamunting. Program ini dihadiri 20 orang. Metode Penyuluhan berupa ceramah dan demonstrasi secarang langsung. Peserta yang berpartisipaso dalam kegiatan ini berfokus hanya pada masyarakat yang tergabung dalam KWT (kurnia lestari). Media yang digunakan berupa leaflet dan brosur. Evaluasi terhadap pengetahuan yang telah diberikan menggunakan sistem pre-test dan post test. Berdasarkan nilai pretest terlihat bahwa pengetahuan sebesar 90%, sedangkan hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan menjadi (98%). Program edukasi dan pelatihan pengolahan teh dari daun karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa) dinilai efektif sebagai tindakan preventif penggunaan obat tradisional.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS PEMANFAATAN LAHAN KOSONG MENJADI TAMAN KERANGGAN SALAWI Khasiatillah Khasiatillah; Hairi Rahman; Muhammad Alfi Alfariz; Ulva Ayu Lestari; Noorhayati Noorhayati; Iin Muti Atuz Zahro; Ersa Chandra Ningrum; Al Muja Hidah; Elsya Dwiyanti; Ardika Ramadhan
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.23490

Abstract

There is still a lot of empty land in Tanjung Pinang Village which is only overgrown with shrubs and has not been utilized optimally, which will impact on the emergence of various problems, one of which is becoming a nest for dangerous animals such as snakes. With an area of ​​around 4,400 hectares with moderate rainfall intensity, the village of Tanjung Pinang has considerable natural resource potential. However, the limitations of the local community to able to take advantage of the existing potential have resulted in many vacant lands not being used. This service activity is carried out with the intention that the community can utilize vacant land as open space such as a relaxing garden which incidentally does not yet exist in the area. The presence of a park can be an element of refreshment and entertainment after residents are tired of their activities. In addition, parks also play an important role in building intelligence in children. The method used in this community service activity is participatory. The result of this program is the creation of a relaxing garden in the Tanjung Pinang area which is named Taman Keranggan Salawi. The stages in making the Keranggan Salawi garden consist of the planning, counseling, and program implementation stages. From the activity of using vacant land to become the Salawi Shellfish Park which was made by KKN Group 83 students at IAIN Palangka Raya in 2022, it is hoped that it will become a relaxing park as well as a recreation area that will provide a beautiful, attractive, comfortable, healthy and fun environment. The results of this community service activity have an impact on increasing public understanding of the importance of managing other productive land that is not used properly with the mastery level of the participants in this activity related to procedures for managing vacant land of ≥90%.  ---  Masih banyaknya lahan kosong di Desa Tanjung Pinang yang hanya ditumbuhi semak belukar dan belum dimanfaatkan secara optimal, akan berdampak pada munculnya berbagai permasalahan salah satunya menjadi sarang hewan berbahaya seperti ular. Dengan luas wilayahnya sekitar 4.400 Hadengan inrtensitas curah hujan sedang menjadikan desa Tanjung Pinang ini memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar. Namun keterbatasan dari masyarakat setempat untuk bisa memanfaatkan potensi yang ada menyebabkan banyaknya lahan-lahan yang kosong yang tidak difungsikan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan maksud agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan kosong sebagai ruang terbuka seperti taman santai yang notabene belum ada di kawasan tersebut. Kehadiran taman bisa menjadi elemen menyegarkan dan hiburan setelah warga lelah beraktivitas. Selain itu, taman juga berperan penting dalam membangun kecerdasan pada anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Partisipatori. Hasil dari program ini adalah pembuatan taman santai di kawasan Tanjung Pinang yang diberi nama Taman Keranggan Salawi. Tahapan dalam pembuatan taman Keranggan Salawi terdiri dari tahap perencanaan, penyuluhan, dan pelaksanaan program. Dari kegiatan pemanfaatan lahan kosong menjadi Taman Keranggan Salawi yang dibuat oleh mahasiswa KKN Kelompok 83 IAIN Palangka Raya pada tahun 2022 diharapkan dapat menjadi taman santai sekaligus tempat rekreasi yang akan memberikan lingkungan asri, menarik, nyaman, sehat serta menyenangkan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berdampak pada meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengelola lahan produktif lainnya yang tidak digunakan dengan baik dengan tingkat penguasaan peserta kegiatan ini terkait tata cara pengelolaan lahan kosong adalah ≥90%.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI IKAN MELALUI TEKNOLOGI ALAT PAKAN IKAN OTOMATIS MENGGUNAKAN SEL SURYA UNTUK PETERNAK IKAN DI DESA CIJAMBE, KECAMATAN CIJAMBE, SUBANG Susilawati; Azhis Sholeh Buchori; Slamet Rahayu; Ferdi Fathurohman; Oyok Yudiyanto
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23499

Abstract

Cijambe district is a famous area for fish farming. The group of tilapia and carp farmers consists of 50 people, and each of them has 10 to 12 ponds. The problem is that the conventional feeding system requires a lot of time and schedule uncertainty. As a result, problems arise in the fish’s growth and size. On the other hand, too much feed causes high production costs. The solution offered is by applying an automatic fish feeder (AFF) solar cell-based.  The AFF is capable of providing fish feed periodically, three times a day. The feeding schedule is set at 07.00, 12.00, and 16.00. The purpose of this service program is to increase the production of fish farmers in Cijambe village through AFF technology using solar cells.  The method used is identifying the needs of fish farmers, designing AFF tools, manufacturing AFF, operational assistance training of using and maintenance of AFF, and the output of the program. The results of the community service activities were an increase in feeding efficiency from 69.4% to 86.8%, an increase in knowledge and skills about AFF from the fish farmers group at 70%, and an increase in carp production capacity from 5 tons per month to 8 tons, and tilapia from 15 tons per month to 24 tons or an increase in production capacity of 60%.  ---  Kecamatan Cijambe merupakan daerah yang terkenal dengan budidaya ikan. Sebanyak 50 peternak sebagai kelompok peternak ikan yang masing – masing memiliki kolam 10 hingga 12 kolam. Permasalahan yang dihadapi peternak ikan adalah pemberian pakan ikan yang dilakukan secara manual sehingga dibutuhkan waktu yang banyak dan jadwal ketidakpastian pemberian pakan berdampak pada pertumbuhan dan ukuran ikan. Di samping itu, terlalu banyak pemberian pakan menyebabkan tingginya biaya produksi. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan menerapkan teknologi alat pakan ikan otomatis/Automatic Fish Feeder (AFF)berbasis  solar cell. AFF tersebut mampu memberikan pakan ikan secara otomatis secara periodik, tiga kali sehari. Jadwal pemberian pakan di atur pada pukul 07.00, 12.00 dan 16.00. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan produksi kelompok peternak ikan desa Cijambe melalui teknologi alat pakan ikan otomatis menggunakan solar cell. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu identifikasi kebutuhan peternak ikan, desain alat pakan ikan otomatis, pembuatan alat pakan ikan otomatis, pendampingan operasional pelatihan penggunaan dan pemeliharaan alat pakan ikan otomatis, dan output program pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian yaitu terjadi peningkatan efisiensi pemberian pakan dari 69,4% menjadi 86,8%, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang AFF dari kelompok peternak ikan sebesar 70% dan peningkatan kapasitas produksi ikan mas dari 5 ton per bulan menjadi 8 ton, dan ikan nila dari 15 ton per bulan menjadi 24 ton atau terjadi peningkatan kapasitas produksi sebesar  60%.
PENINGKATAN LEVEL KEBERDAYAAN MITRA TERKAIT TEKNOLOGI PAKAN BERBASIS LIMBAH PERIKANAN DI KECAMATAN TINAMBUNG KABUPATEN POLEWALI MANDAR Sri Gustina; Chairul Rusyd Mahfud; Hendro Sukoco; Marsudi Marsudi; Hasbi Hasbi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23520

Abstract

Polewali Mandar Regency is one of the areas that produce quite a lot of fisheries. However, at the peak of the season, a lot of fish overmeasure and processing cesspits are wasted and not processed properly. Based on the problems, the PKM implementation team held training on processing fishery waste and making concentrate feed based on fish flour from the processing. The concentrate feed product is then used to improve the body condition of the Bali cows that have reproductive problems. The results of this activity, in addition, to concentrate feed products, there was also an increase in the level of empowerment of partner group members related to the use of fishery waste to be used as additional concentrate feed that could improve the reproductive performance of cattle.  ---  Kabupaten Polewali Mandar termasuk salah satu daerah penghasil perikanan yang cukup banyak. Akan tetapi, di puncak musim banyak sisa ikan beserta limbah pengolahan yang terbuang dan tidak diolah dengan baik. Dengan permasalahan tersebut, tim pelaksana PKM mengadakan pelatihan pengolahan limbah perikanan serta pembuatan pakan konsentrat berbasis tepung ikan hasil pengolahan tersebut. Produk pakan konsentrat yang dihasilkan kemudian digunakan untuk memperbaiki kondisi tubuh induk-induk sapi Bali yang memiliki masalah reproduksi. Hasil dari kegiatan ini, selain produk pakan konsentrat juga terjadi peningkatan level keberdayaan anggota kelompok mitra terkait pemanfaatan limbah perikanan untuk dijadikan sebagai tambahan pakan konsentrat yang bisa meningkatkan performa reproduksi ternak sapi. 

Filter by Year

2017 2025