cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN KESEHATAN OLAHAN SUSU FERMENTASI BAGI SIVITAS AKADEMIKA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN IBNU SINA AJIBARANG Sudjarwo; Nuzul Wahyuning Diyah; Esti Hendradi; Hadi Purwono; Diajeng Putri Paramita; Isnaeni
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.24099

Abstract

Probiotics are live microorganisms, good bacteria which when consumed in sufficient quantities will be beneficial for the host. Found in the digestive tract as normal flora, mostly from the Lactobacillus spp group, which is often used in the food industry because of its multiple properties. The product of probiotic milk fermentation technology is already popular in the community, now it is present in the form of various food and beverage preparations. Milk fermented with Lactobacillus acidophilus or its combination with Bifidobacterium sp. known as yogurt is beneficial for health and serves as a healthy food. In the framework of the 59th Anniversary, the Community Service Team of the Faculty of Pharmacy, Airlangga University Surabaya has held training activities for the academic community of STIKES Ibnu Sina Purwokerto as partners with the theme of making processed milk drinks using probiotic fermentation technology based on fresh fruit juice to produce a unique healthy food. In collaboration with the Head of UPTD Pemda Pekuncen Banyumas, technology transfer activities were performed in the form of two days of training consisting of material debriefing, demonstration, training, consultation, and evaluation of training results. Community service activities are also expected to increase the economic value of cow/etawa milk, which includes surplus products in partner areas. It is hoped that the tenant community will be inspired to develop healthy drink products based on the probiotic milk fermentation technology facilitated by the UPTD Pemda Pekuncen Banyumas.  ---  Probiotik adalah mikroorganisme hidup, dikenal sebagai bakteri baik yang apabila dikonsumsi dalam jumlah cukup akan menguntungkan bagi inangnya. Ditemukan dalam saluran pencernaan sebagai flora normal, paling banyak dari kelompok Lactobacillus spp, yang sering digunakan dalam industri makanan karena multi khasiatnya. Produk teknologi fermentasi susu probiotik sudah popular di masyarakat, kini hadir dalam bentuk berbagai sediaan makanan dan minuman. Susu yang difermentasi dengan Lactobacillus acidophilus atau kombinasinya dengan Bifidobacterium sp. dikenal dengan nama yoghurt yang bermanfaat untuk kesehatan dan berfungsi sebagai Makanan Kesehatan. Dalam rangka Dies Natalis yang ke-59, Tim Pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya telah menggelar kegiatan pelatihan bagi sivitas akademika  STIKES  Ibnu  Sina  Purwokerto  sebagai mitra dengan tema pembuatan minuman susu olahan menggunakan teknologi fermentasi probiotik berbasis sari buah segar, sehingga menghasilkan minuman khas yang menyehatkan. Bekerjasama dengan Kepala UPTD Pemda Pekuncen Banyumas, kegiatan alih teknologi dilakukan dalam bentuk pelatihan selama dua hari terdiri dari kegiatan pembekalan materi, peragaan, pelatihan, konsultasi dan evaluasi hasil pelatihan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi susu sapi/etawa. yang termasuk produk surplus di daerah mitra. Masyarakat tenan juga diharapkan terinspirasi untuk mengembangkan produk minuman sehat berbasis teknologi fermentasi susu probiotik dengan difasilitasi oleh UPTD Pemda Pekuncen Banyumas.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT: RENCANA PENGUNAAN SUMBER DAYA AIR DOMESTIK UNTUK INDUSTRI DI MATA AIR SAMAENRE KECAMATAN WOLO KABUPATEN KOLAKA Uniadi Mangidi; Muhammad Zamrun Firihu; Viska Inda Variani; Fahmiati; Dedy Oetama; Muhamad Alim Mahardi; Armid; Yustika Intan Permatahati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.24178

Abstract

Water is the most basic need for human life. The increasing need for water shall become a social problem if it is not followed by a deep understanding by the users of water in clean water sources. The plan for taking water from the springs in Samaenre Village, Wolo District, Regency of Kolaka, by industry to meet domestic needs for industrial support facilities has the potential to cause conflict with the surrounding community. Some of the community's concerns include limited access to springs and the reduced allocation of water for the needs of residents. An effort to avoid this potential conflict is to carry out community assistance activities through Community Consultation Meetings (CCM) to increase community understanding, especially regarding the location of collection, the amount of water to be taken, the allocation of water to be taken, and the process of water extraction. The result of this activity is to increase public understanding regarding the use of water by industry and reduce public concerns regarding the impact of the use of springs on the daily conditions of residents. This community assistance enables effective communication between residents, local government, and industry. It is hoped that this service activity can continue, considering that the community has a role in supervising water extraction activities by the industry as regulated by the water resources law.  ---  Air merupakan kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan manusia. Kebutuhan air yang terus meningkat menjadi permasalahan sosial jika tidak diikuti pemahaman mendalam oleh para pengguna air di sumber air bersih. Rencana pengambilan air dari mata air Desa Samaenre, Kec. Wolo, Kab. Kolaka, oleh industri guna memenuhi kebutuhan domestik fasilitas penunjang industri berpotensi menimbulkan konflik dengan masyarakat sekitar. Beberapa kekhawatiran masyarakat antara lain terbatasnya akses ke sumber mata air dan juga berkurangnya alokasi air untuk keperluan warga sekitar. Usaha untuk menghindari potensi konflik tersebut adalah melakukan kegiatan pendampingan masyarakat melalui Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman warga khususnya terkait lokasi pengambilan, jumlah air yang akan diambil, peruntukan air yang akan diambil dan proses pengambilan air. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan air oleh industri dan mengurangi kekhawatiran masyarakat terkait dampak dari pemanfaataan mata air terhadap kondisi keseharian warga. Pendampingan masyarakat ini memungkinan komunikasi yang efektif antara warga, pemerintah daerah dan industri. Diharapkan Kegiatan pengabdian ini dapat terus berlangsung, mengingat masyarakat memiliki peran dalam mengawasi kegiatan pengambilan air oleh industi sebagaimana yang diatur oleh undang-undang sumber daya air.
MENINGKATKAN MINAT BEROLAHRAGA MELALUI SOSIALISASI PERMAINAN SEPAK TAKRAW DI SD NEGERI 106 KOTA BENGKULU Yahya Eko Nopiyanto; Dian Pujianto; Khaton Bagus Phambudi; Septian Raibowo; Rasyono; Ipa Sari Kardi; Ibrahim; Ansar CS; Cahyo Wibowo
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.24858

Abstract

The goal to be achieved in this community service activity is to introduce the sport of takraw and increase student interest in playing takraw. The method used to achieve the objectives of community service activities consists of various stages including investigation, preparation and planning, action, and reflection. The location where the community service activities were carried out was SD Negeri 106 Bengkulu City. Partners or activity participants consisted of 36 students, with male students and female students. A questionnaire is an instrument used to determine the level of student interest in playing takraw. Data analysis used percentage techniques and categorization based on the average value of the participants. The indicator of achievement in this activity is that at least 80% of partners have an interest level in the good category. The results of the data analysis showed that after the community service activities were carried out, 80% of the participants were able to recognize the sport of takraw, and as many as 83% of partners had an interest in playing takrwa in the good category. So it can be concluded that this service activity meets the predetermined success indicators.  ---  Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah mengenalkan olahraga permainan sepak takraw dan meningkatkan minat siswa untuk bermain sepak takraw. Metode yang digunakann untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdian terdiri dari berbagai tahapan diantaranya adalah investigasi, persiapan dan perencanaa, aksi, dan refleksi. Lokasi yang menjadi temoat pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah SD Negeri 106 Kota Bengkulu. Mitra atau peserta kegiatan terdiri dari 36 siswa, dengan siswa putra dan siswa putri. Angket sebagai instrumen yang digunakan untuk mengetahui tingkat minat siswa dalam bermain olahraga sepak takraw. Analisis data menggunakan teknik persentase dan pengkategorian berdasarkan nilai rerata peserta. Indikator ketercapain dalam kegiatan ini adalah terdapat minimal 80% mitra memiliki tingkat minat berada pada kategori baik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian terdapat 80% peserta mampu mengenal olahraga olahraga sepak takraw, dan sebanyak 83% mitra memiliki minat berolahraga sepak takrwa dalam kategori baik. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.      
PENGUATAN UMKM DI KABUPATEN TOBA MELALUI WORKSHOP LITERASI KEUANGAN Maya Malinda; Susanti Saragih; Imelda Junita; Sri Zaniarti; Fanny Kristine; Henky Lisan Suwarno; Yolla Margaretha
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.24890

Abstract

Currently, government agencies, educational institutions, and non-profit organizations are encouraging growth and accelerating the transformation of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia. Mentoring and training are provided to answer the needs of MSMEs, one of which is financial management and financial literacy. This community service activity is given to MSMEs in Toba Regency as an online workshop. The participants are entrepreneurs from various industries who have started keeping financial records but are still experiencing problems in debt management. This workshop aims to enable entrepreneurs to become more proficient in financial management, including saving, separating personal and business finances, and managing capital and debt. The method taught is the AMPLOP method. (Anggaran, Menabung, Pembayaran, Laksanakan, Omongkan, Pencatatan). The AMPLOP method is a management technique that involves budgeting, saving, making payments, implementing plans, communicating about financial matters, and keeping records. Continuing these activities will ensure the role MSMEs play in creating jobs and fostering economic growth.  ---  Saat ini lembaga pemerintahan, institusi pendidikan, dan lembaga permasyarakatan mengambil bagian untuk mendorong pertumbuhan dan percepatan transformasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Program-program pendampingan dan pelatihan diberikan untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM, salah satunya adalah kebutuhan mengenai pengelolaan keuangan dan literasi keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diberikan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Toba dalam bentuk workshop secara daring. Peserta workshop adalah pelaku usaha dari berbagai industri yang sudah memulai melakukan pencatatan keuangan namun masih mengalami masalah dalam pengelolaan hutang. Workshop ini bertujuan untuk dapat memberdayakan dan mengedukasi pelaku usaha untuk lebih kompeten dalam pengelolaan keuangan seperti kemampuan menabung, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mengelola modal dan hutang. Adapun metode pengelolaan yang diajarkan adalah metode AMPLOP (Anggaran, Menabung, Pembayaran, Laksanakan, Omongkan, Pencatatan). Metode AMPLOP adalah teknik manajemen yang melibatkan anggaran, tabungan, membuat pembayaran, menerapkan rencana, berkomunikasi tentang hal-hal keuangan, dan menyimpan catatan. Kegiatan sejenis perlu terus dilakukan agar peran UMKM dalam penciptaan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan perekonomian dapat terus terjadi.
EDUKASI MAKANAN SEHAT UNTUK MENCEGAH GIZI KURANG PADA ANAK SEKOLAH DASAR Mita; Ikbal Fradianto; Nita Arisanti Yulanda; Muhammad Ali Maulana; Suhaimi Fauzan; Fitri Fujiana; RA. Gabby Novikadarti Rahmah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.25390

Abstract

Nutrition problems are a threat to Indonesian children, including children as if they were. Nutrition knowledge must be provided from school age so that children can choose healthy foods for their body's health, health education can be provided using educational videos. The purpose of this activity is to provide education on healthy food to elementary school children. The target of this activity is students aged 5-12 years or students in grades 3, 4, 5, and 6 Primary school. The method of carrying out activities is carried out offline, namely in large classes. Before starting the participants were asked to fill out the pretest and after the education was given a posttest. The activity results of 81 participants were 70 participants who filled out the pre and post-test to 9.2. This increase in knowledge is expected to be one of the efforts to prevent malnutrition and can improve healthy eating behavior for elementary school children.   ||   Masalah gizi menjadi ancaman bagi anak Indonesia, termasuk pada anak sekolah Dasar. Pengetahuan tentang Gizi harus diberikan sejak usia sekolah, sehingga anak mampu memilih makanan sehat untuk kesehatan tubuhnya, edukasi kesehatan bisa diberikan dengan menggunakan video edukasi.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi makanan Sehat pada anak sekolah dasar. Sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa berusia 5-12 tahun atau siswa kelas 3, 4, 5 dan 6 SD. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring, yakni dalam kelas besar. Sebelum dimulai peserta diminta untuk mengisi pretest dan setelah edukasi diberikan posttest, Hasil kegiatan dari 81 peserta ada 70 peserta yang mengisi pre dan posttest. Setelah dilakukan edukasi diperoleh peningkatan pengetahuan peserta tentang makanan sehat, terlihat dari peningkatan nilai rata-rata peserta dari 8,2 menjadi 9,2. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mencegah gizi kurang dan dapat meningkatkan perilaku makan sehat bagi anak sekolah dasar.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI MOBILE UNTUK KLASIFIKASI METODE PERSALINAN PADA IBU HAMIL Arif Rahman Hakim
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.25847

Abstract

The welfare of the people in a country can be assessed using several indicators, one of which is the minimum maternal mortality rate (MMR). The World Health Organization (WHO) records that an average of 810 women die every day due to complications related to pregnancy and childbirth. This figure is still quite high, and there must be serious handling to reduce it. The purpose of this service is to educate the public about the importance of choosing the right delivery method and provide training in using mobile-based delivery prediction applications (APRELIN). This application is expected to help the community avoid the risk of maternal death due to complications and choosing the wrong delivery method. The method used in this activity is in the form of workshops and direct practice of using the application. The partners who contributed to the implementation of the service were Medika Lestari Tangerang Hospital, which was attended by 30 people consisting of nurses, midwifery coordinators, IT staff, and general staff. This community service activity has been carried out well and successfully.   ||   Kesejahteraan masyarakat di suatu negara dapat dinilai dari beberapa indikator, salah satunya adalah minimnya angka kematian ibu (AKI). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat rata-rata 810 wanita meninggal setiap harinya akibat komplikasi terkait kehamilan dan persalinan. Angka tersebut masih cukup tinggi dan harus ada penanganan yang serius untuk menurunkannya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemilihan metode persalinan yang tepat dan pelatihan penggunaan aplikasi prediksi persalinan (APRELIN) berbasis mobile. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk menghindari risiko kematian ibu akibat komplikasi dan pemilihan metode persalinan yang tidak tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa workshop dan praktik langsung penggunaan aplikasi. Adapun Mitra yang berkontribusi dalam pelaksanaan pengabdian adalah Rumah Sakit Medika Lestari Tangerang, yang dihadiri oleh 30 orang terdiri dari perawat, koordinator kebidanan, staff IT dan staff umum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana dengan baik dan sukses.
PEMBINAAN SATUAN PENGAMANAN KAMPUS DALAM MEMBERIKAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA KORBAN HENTI JANTUNG DI LINGKUNGAN KAMPUS Ardian Adhiwijaya; Ilhamsyah; Eva Yustilawati; Andi Budiyanto Adiputra
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.25967

Abstract

Security guards have the responsibility and capacity to keep campus conditions favorable, making it possible to provide first aid when an emergency or cardiac arrest occurs in the campus environment. This community service applies the 2020 American Heart Association Guidelines Update for CPR and ECC aid algorithm, which aims to provide training to security guards on basic life support for victims of cardiac arrest and analyze differences in knowledge and skills of security guards in providing basic life support to victims of cardiac arrest before and after training. This community service uses the service learning method with the DEAL model reflection. The results showed that the security guards did not know (1) what events could be classified as emergency conditions and (2) what things to do to help victims. Then BHD training was given and it turned out to increase the knowledge and skills of security guards in helping victims of cardiac arrest in the UIN Alauddin Makassar campus environment. After the training, security guards expressed an increased sense of responsibility in doing for others and the experience gained can inspire them to remain committed to helping the community. It is expected that security guards can assist in the right help.  ---  Satpam memiliki tanggung jawab serta kapasitas dalam menjaga kondisi kampus tetap kondusif, sehingga memungkinkan untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kondisi gawat darurat atau henti jantung dalam lingkungan kampus. Pengabdian ini menerapkan algoritma pertolongan 2020 American Heart Association Guidelines Update for CPR and ECC, yang bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada satpam tentang bantuan hidup dasar bagi korban henti jantung dan menganalisis perbedaan pengetahuan dan keterampilan satpam dalam memberikan bantuan hidup dasar pada korban henti jantung sebelum dan sesudah pelatihan. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode service learning dengan refleksi model DEAL. Diperoleh hasil bahwa satpam belum mengetahui (1) kejadian apa saja yang bisa digolongkan sebagai kondisi gawat darurat dan (2) hal apa saja yang dilakukan untuk menolong korban. Kemudian diberikan pelatihan BHD dan ternyata dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan satpam dalam menolong korban henti jantung dilingkungan kampus UIN Alauddin Makassar. Setelah pelatihan, satpam mengungkapkan adanya peningkatan rasa tanggung jawab dalam berbuat untuk orang lain dan pengalaman yang diperoleh dapat menginspirasi untuk tetap berkomitmen membantu masyarakat. Diharapkan satpam dapat memberikan bantuan dengan cara pertolongan yang tepat.
BELAJAR REFLEKTIF KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI DESA BERBASIS PRINSIP KEPEMERINTAHAN MELALUI TRANSPARANSI Muhammad Taufiq; Dwi Arini Nursansiwi; Rahmad Hidayat
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.26137

Abstract

To realize a democratic, participatory, and open government, public organizations must fulfill society's rights to information disclosure by providing data and ensuring easy accessibility for external parties to monitor their performance and actively participate in managing development through meaningful mechanisms. This community service program aimed to enhance the conceptual-contextual understanding of the target audience, including the Village Government, Village Consultative Council, and residents, regarding the meaning, scope, and significance of public information disclosure under the Law on Public Information Disclosure and the Village Law. During the program planning stage, the implementer team coordinated with stakeholders in the village to discuss facilitation designs. At the implementation stage, we facilitated reflective learning by combining direct instruction with inquiry-based and participatory learning. This reflective learning facilitation has effectively enhanced the knowledge and understanding of most target audiences about village-level public information disclosure, including its meaning, scope, and significance. This program also effectively enhances collective awareness and fosters commitment among all partners to promote public information disclosure in the village. That serves as a foundation for transparency and accountability in the village government's fulfillment of its constitutional duties, which require active resident participation in overseeing village development management.  ---  Untuk mewujudkan pemerintahan yang demokratis, partisipatif, dan terbuka, organisasi publik harus memenuhi hak masyarakat atas keterbukaan informasi dengan menyediakan data dan memastikan akses mudah bagi pihak eksternal untuk memantau kinerja lembaga pemerintah dan turut berpartisipasi aktif dalam mengelola pembangunan melalui mekanisme yang bermakna. Keterbukaan informasi merupakan hak masyarakat yang harus dipenuhi guna perwujudan pemerintahan demokratis, partisipatif, dan terbuka. Ketersediaan data serta aksesibilitas mudah harus disediakan organisasi publik yang memungkinkan pihak eksternal dapat mengawasi kinerja lembaga pemerintah sekaligus melibatkan diri secara aktif dalam pengelolaan pembangunan melalui mekanisme yang bermakna. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berorientasi meningkatkan pemahaman konseptual-kontekstual khalayak sasaran yang berasal dari unsur Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta warga tentang makna, cakupan, dan signifikasi keterbukaan informasi publik sesuai amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UUKIP) dan Undang-Undang Desa (UUDesa). Selama tahapan perencanaan program, kegiatan inti yang dilakukan adalah koordinasi tim pelaksana dengan para pihak terkait di desa lokasi program untuk mendiskusikan desain fasilitasi. Sementara pada tahapan pelaksanaan, pendekatan pedagogis yang digunakan dalam fasilitasi belajar reflektif adalah kombinasi instruksi langsung (ceramah, diskusi, serta brainstorming) dengan pembelajaran berbasis inkuiri dan partisipatif. Fasilitasi belajar reflektif ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan atau pemahaman mayoritas khalayak sasaran tentang makna, cakupan, dan signifikasi keterbukaan informasi publik level desa sesuai kehendak UUKIP dan UUDesa. Program ini juga mampu menjadi medium efektif yang telah didayagunakan bersama-sama untuk pengasahan kesadaran kolektif serta perajutan komitmen seluruh mitra dalam rangka menciptakan keterbukaan informasi publik di desa. Hal itu berfungsi sebagai fondasi transparansi dan akuntabilitas Pemerintahan Desa dalam pelaksanaan tugas konstitusionalnya yang harus beriringan dengan partisipasi aktif warga dalam pengawasan pengelolaan pembangunan desa.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DAN IBU HAMIL TENTANG HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN MELALUI PENYULUHAN DI PUSKESMAS RAPPOKALLING MAKASSAR Irnawaty Bahar; Nursanty A. Padjalangi; Johnsen Mailoa; Elizabet Catherine Jusuf; Surya Setiawan; Andi Sri Ratnaningsih
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.26148

Abstract

Indonesia's high maternal mortality rate (MMR) is still a significant health problem and requires serious treatment. One of the three most prominent contributors to MMR is hypertension in pregnancy (HP). Education is one of the essential efforts that can be carried out in the early prevention of preeclampsia, one part of HDK.  This activity was carried out by the Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Hasanuddin University, especially the OBGINSOS division, and aims to increase the knowledge of cadres and pregnant women in screening and preventing preeclampsia. This program is expected to impact reducing morbidity and mortality in mothers. This activity was carried out with counseling to 43 cadres and pregnant women in the Rappokalling Primary Health Center Makassar area. Assessment of the level of knowledge of participants about hypertension in pregnancy before and after counseling was assessed through a questionnaire and then analyzed with the Wilcoxon statistical test analyzing the average difference between the two assessment results in this report. This activity showed a significant increase in the participant's knowledge score with pre-test and post-test scores of 5.00 ± 3 and 8.00 ± 2, respectively (p=0.000). In conclusion, counselling activities at the Rappokalling Primary Health Center increased participants' knowledge about HP and indicated an exemplary program implementation.   ||   Di Indonesia, angka kematian ibu (AKI) yang tinggi masih merupakan masalah kesehatan utama dan memerlukan penanganan yang serius. Salah satu dari tiga terbesar penyumbang AKI tersebut adalah hipertensi dalam kehamilan (HDK). Penyuluhan merupakan salah satu upaya esensial yang dapat dilakukan dalam pencegahan dini preeklampsia, salah satu bagian dari HDK. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin khususnya divisi OBGINSOS, dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader dan ibu hamil dalam skrining dan pencegahan  preeclampsia. Hal ini diharapkan dapat berdampak pada penurunan angka kesakitan dan kematian pada Ibu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penyuluhan kepada 43 orang kader dan ibu hamil di wilayah Puskesmas Rappokalling Makassar. Penilaian tingkat pengetahuan peserta tentang hipertensi dalam kehamilan sebelum dan sesudah konseling dinilai melalui kuesioner kemudian dilakukan analisis dengan uji statistik Wilcoxon menganalisis perbedaan rata-rata antara dua hasil penilaian dalam laporan ini.  Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan dari skor pengetahuan peserta yang bermakna dengan nilai median pre-test dan post-test 5.00 ± 3 dan 8.00 ± 2 secara berturut-turut (p=0,000). Kesimpulannya, kegiatan penyuluhan di Puskesmas Rappokalling mampu meningkatkan pengetahuan peserta mengenai HDK dan menjadi indikator terlaksananya kegiatan dengan baik.
INTEGRASI PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT (PKHS) PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR DI INDRALAYA, SUMATERA SELATAN Najmah; Misnaniarti Misnaniarti; Mutiara Wahyuliana; Najwa Nurul Izzah; Najmah Maulaya; Citra Afny Sucirahayu; Vanya Gita Purnamasari; Salwa Safirah; Annisa Soraya Salsabila; Sherin Andrea Putri; Nurul Rahma; Saskia Rahma Irawan; Novia Sri Anda Yani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.26272

Abstract

Recognising and understanding personality values such as positive habits at elementary school age. The increasing cases of sexual abuse of children and decreasing of moral values in educational institutions and the surrounding environment is a problem that needs attention in the era of globalisation. In addition, other issues among primary school children are related to their clean and healthy lifestyle, starting with maintainance of personal hygiene and the surrounding environment, which have not been implemented optimally, causing various problems in the health sector. Kampung Pandai Indralaya or smart village in Indralaya is an educational program for primary school children regarding balanced nutrition, healthy diet, healthy and clean living habits, environmental health, body recognition, attitude or morals, and sex education. The activities were conducted on three days in different weeks in SDN 1 and 16 in North Indralaya and include health education, literacy action and interactive games and creativity for kids. The activity results are evaluated by conducting a post-test for knowledge related to the education given among 64 respondents. Based on the cut-off point value, describes kids with high knowledge of 26 people (40.6%), insufficient knowledge of 22 people (34.4 %), and sufficient knowledge of 16 people (25%). According to the results of the analysis it can be said that this interactive educational activity is going well. So, it’s very important to integrate health education with fun and games in elementary school curiculum is necessary to increase children's knowledge about reproductive health and moral education.   ||   Proses pengenalan dan pemahaman pada nilai-nilai karakter seperti kebiasaan-kebiasaan positif di mulai pada anak-anak usia sekolah dasar. Semakin modern suatu zaman maka semakin maraknya juga kasus pelecehan seksual pada anak-anak terutama degradasi moral anak di institusi pendidikan atau dilingkungan terdekat anak sekalipun menjadi satu permasalahan yang menjadi perhatian. Selain itu permasalahan lain yang sering dijumpai pada anak-anak usia sekolah dasar yaitu berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) mereka, seperti menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan di sekitar yang kurang diterapkan secara maksimal sehingga menyebabkan banyak permasalahan dalam bidang kesehatan. Kampung Pandai Indralaya merupakan suatu program edukasi kepada anak usia sekolah dasar berkenaan dengan gizi seimbang, makanan sehat, perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS), kesehatan lingkungan, pengenalan anggota tubuh, attitude atau moral, dan sex education. Kegiatan dilaksanakan selama 3 kali pertemuan di SD Negeri 1 dan 16 Indralaya Utara, meliputi pendidikan kesehatan, aksi literasi dan permainan dan kreatifitas anak. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan penilaian nilai post-test untuk mendapatkan gambaran pengetahuan anak-anak tentang edukasi yang telah diberikan. Yang mana sampel penelitian ini terdiri dari 64 responden. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan hampir sebagian tingkat pengetahuan anak adalah dengan pengetahuan tinggi sebanyak 26 orang (40,6%), kemudian diikuti anak dengan pengetahuan rendah sebanyak 22 orang (34,4%) dan pengetahuan cukup sebanyak 16 orang (25%). Sesuai dengan hasil analisis tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan edukasi interaktif ini berjalan dengan baik. Maka sangat penting untuk mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi anak dan moral dengan cara menyenangkan dan bermain pada kurikulum sekolah dasar.

Filter by Year

2017 2025