cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam
ISSN : 20881886     EISSN : 25800663     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
PERNIKAHAN PEREMPUAN KLAN BA’ALWI (SYARIFAH) DENGAN PRIA NON KLAN BA’ALWI DI DESA GALIS KECAMATAN GALIS KABUPATEN BANGKALAN MADURA DALAM PERSPEKTIF FIKH DAN SOSIOLOGI Muchlis, Ibrohim
AL - IBRAH Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v9i2.413

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek fikh dan sosiologi dari peristiwa pernikahan perempuan syarifah dari klan ba’alawi yang bernama Syarifah Nawira Vad’aq dengan seorang pria diluar klan Ba’alawi yang bernama Badrul Qomar, dimana penelitian ini menggunakan konsep Kafa’ah (kesetaraan dalam aspek nasab) dari aspek fikh, dan empat teori sosial yaitu stratifikasi sosial, norma dan nilai budaya, mobilitas sosial dan perubahan sosial, meskipun peneliti lebih cenderung dengan teori perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan etnografi sebagai alat mengetahui sejarah klan Ba’alawi sekaligus tradisi pernikahan endogaminya, dan pendekatan Studi Kasus yang mana penelitian ini hanya tertuju kepada subjek penelitian Syarifah Nawira Vad’aq dan Badrul Qamar di Desa Galis Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan Madura. Dan hasil penelitian menunjukkan adanya keteganangan antara memertahankan tradisi dan perubahan sosial yang lebih modern, hal tersebut terbukti keduanya dapat diterima kembali di keluarga besar Syarifah Nawira Vad’aq setelah 6 tahun pernikahan setelah ia melahirkan seorang anak laki-laki. Penelitian ini juga bisa memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika hukum dan sosial terkait pernikahan endogami dikalangan ba’alawi itu sendiri dan masyarakat Madura pada umumnya. Serta implikasi terhadap perubahan norma sosial dikalangan Islam tradisional yang tetap bertahan akan tradisinya.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PEER TUTORING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI KELILING DAN LUAS BANGUN DATAR KELAS V MI AL-FALAH DAKIRING BANGKALAN Alfiyatin, Yuliana
AL - IBRAH Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v9i2.414

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hidup bermasyarakat. Dalam proses pendidikan dapat ditempuh melalui Pendidikan formal dan Pendidikan non formal. Salah satu Pelajaran yang ditempuh dalam Pendidikan formal di sekolah dasar adalah mata Pelajaran matematika. Matematika dianggap salah satu mata Pelajaran yang sulit bagi siswa, sehingga banyak bahasa guru yang sulit dipahami oleh siswa Ketika menjelaskan konsep atau teori matematika. Untuk itu seorang guru dituntut untuk mencari metode yang cocok dan efisien digunakan dalam proses pembelajaran. Salah satunya yang terjadi di MI Al-Falah Dakiring Bangkalan khususnya di kelas V pada materi keliling dan luas bangun datar yang merupakan materi yang diajarkan di kelas V yang merupakan dasar materi yang berkaitan dengan materi-materi selanjutnya yang akan dipelajari siswa sekaligus materi berkelanjutan yaitu salah satu materi dasar untuk mempelajari materi bangun ruang. Namun pada pelaksanaannya, siswa seringkali bingung dengan konsep keliling dan luas pada bangun datar sehingga guru mencari alteratif penyelesaian sehingga siswa dapat memahami materi tersebut. Salah satu alternatif yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran peer tutoring. Metode peer tutoring ini yaitu pembelajaran yang dilakukan dengan cara memberdayakan kemampuan siswa yang memiliki daya pemahaman yang tinggi, siswa tersebut mengajarkan materi/latihan kepada teman-temanya yang belum paham. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran peer tutoring terhadap prestasi belajar siswa pada materi keliling dan luas bangun datar kelas V MI Al-Falah Dakiring Bangkalan. Berdasarkan data hasil angket direkapitulasi sehingga memperoleh rata-rata siswa yang menjawan “ya” adalah sebanyak 85,18% sedangkan rata-rata yang menjawab “tidak” adalah 14,82%. Dengan demikian respon siswa tentang penerapan metode pembelajaran peer tutoring terhadap prestasi belajar siswa pada materi keliling dan luas kelas V MI Al-Falah Dakiring Bangkalan berkategori Baik. Hasil analisis untuk ketuntasan belajar siswa adalah 15 siswa dari 18 siswa atau sebesar 83,33% telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal dengan nilai ≥ KKM. Dari hasil perhitungan r hitung diperoleh 0,78 dan dibandingkan dengan r table 0,468 terlihat bahwa lebih besar r hitung dibandingkan r tabel, maka H1 diterima dan H0 ditolak. artinya ada pengaruh model pembelajaran peer tutoring terhadap prestasi belajar siswa pada materi keliling dan luas bangun datar kelas V MI Al-Falah Dakiring Bangkalan Kata kunci : metode pembelajaran peer tutoring, prestasi belajar
PERAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH Erdhiyanto, Taufikurrahman; AR, Zaini Tamin
AL - IBRAH Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v9i2.464

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Restorative justice dalam pendidikan agama Islam sebagai strategi untuk mengurangi perilaku Bullying di tingkat sekolah menengah atas. Bullying merupakan tantangan serius yang berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis siswa, mengganggu lingkungan sekolah, dan menghambat proses pembelajaran. Restorative justice, yang menekankan pemulihan hubungan dan penyelesaian konflik secara damai, bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih aman dan harmonis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, penelitian ini menganalisis penerapan prinsip-prinsip Restorative justice dalam konteks pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam, seperti empati, keadilan, dan saling menghormati, dalam pendidikan agama memperkuat implementasi Restorative justice. Selain itu, keterlibatan aktif semua pihak—siswa, guru, dan orang tua—sangat penting untuk secara kolaboratif menangani masalah Bullying. Tantangan yang diidentifikasi meliputi kurangnya pemahaman dan dukungan dari pihak sekolah dalam mengadopsi praktik restorative. Studi ini menekankan pentingnya program mediasi sebaya dan keterlibatan komunitas dalam proses penyelesaian konflik. Restorative justice muncul sebagai solusi efektif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung, sekaligus memfasilitasi pengembangan karakter moral siswa. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan kebijakan pendidikan yang inklusif dan peka terhadap isu Bullying di sekolah
EVALUASI KINERJA GURU DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN KUALITAS PENGAJARAN GURU DI MIFTAHUL ULUM AENG PANAS Abdillah
AL - IBRAH Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v9i2.469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja guru dalam mendukung peningkatan kualitas pengajaran di Madrasah Miftahul Ulum Aeng Panas Kecamatan Pragaan. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pengajaran, menilai kemampuan profesional guru, serta mengukur kontribusi mereka terhadap pencapaian tujuan dalam pendidikan. Dalam metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara yang melibatkan 20 guru dan 150 siswa sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru sangat berperan signifikan dalam peningkatan kualitas pengajaran. Aspek yang mendapat perhatian khusus meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi dari hasil belajar. Berdasarkan hasil survei, menunjukkan 85% guru telah memenuhi standar kompetensi profesional, namun masih ditemukan kendala dalam penggunaan media pembelajaran modern dan perlu beradaptasi terhadap kurikulum terbaru yang diterapkan di sekolah tersebut. Selain itu, 78% siswa merasa metode pengajaran yang digunakan oleh guru cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman materi yang disampaikan kepada siswa. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan profesional bagi guru, terutama dalam penggunaan teknologi pendidikan dan pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak madrasah dalam merancang program peningkatan mutu pendidikan yang lebih komprehensif
PERSEPSI MAHASISWA STIT AL IBROHIMY BANGKALAN TERHADAP PENGGUNAAN CHATGPT SEBAGAI ALAT BANTU PENULISAN TUGAS KULIAH Fauzi, Muhammad; Arifin, Moh. Samsul
AL - IBRAH Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v9i2.472

Abstract

The digital era has brought urgent changes to the world of education, one of which is the utilization of artificial intelligence (AI) technologies such as ChatGPT. This technology can assist students in various academic aspects, especially in writing assignments. This study aims to explore the perceptions of students at STIT Al Ibrohimy Bangkalan regarding the use of ChatGPT as a tool to aid in writing assignments, focusing on aspects of effectiveness, ease of use, and ethical considerations within the context of education based on Islamic values. This research adopts a Mixed Methods approach, combining both qualitative and quantitative methods. For the qualitative aspect, data were collected through in-depth interviews with students and observations of their use of ChatGPT in academic activities. This qualitative approach provides a deeper understanding of students' experiences and perceptions regarding the use of ChatGPT in completing assignments. On the other hand, quantitative data were gathered through a questionnaire designed to measure the frequency of use, effectiveness, and efficiency of ChatGPT based on students' perceptions. The results show that most students find ChatGPT effective in speeding up the assignment writing process; however, they also acknowledge the importance of verifying the accuracy of the information provided. This study contributes to understanding the use of technology in the learning process and offers recommendations for further development in the implementation of AI-based technologies in higher education.
MAQASHID AL-SYARI‘AH SEBAGAI INSTRUMEN PEMBARUAN FIQH SOSIAL KONTEMPORER Muhaki, Muhaki; Aziz, Husein
AL - IBRAH Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v9i2.476

Abstract

Kondisi sosial yang terus berubah membutuhkan respon fiqh, namun fiqh sosial yang ada sering kali terjadi paradog antara tuntutan sosial dan justifikasi fiqhnya. Pada konteks kontemporer, agenda pembaruan fiqh sosial berdasarkan revitalisasi maqashid al-syari‘ah Ibnu ‘Ashur memiliki urgensi, karena relevan dengan dinamika sosial yang terus berubah. Permasalahan: Pertama, bagaimana maqashid al-Syariah dalam pemikiran hukum Islam Ibn Asyur? Kedua, bagaimana konsep pembaharuan fiqh berdasarkan prinsip-prinsip maqashid al-Syariah Ibn ‘Asyur? Ketiga, bagaimana implemetasi maqashid al-syariah sebagai instrumen pembaharuan fiqh sosial yang relevan dengan problematika kontemporer? Melalui pendekatan deskriptif-analitis terhadap pemikiran Ibnu Ashur, penelitian ini menemukan: Pertama, Maqashid al-Syariah secara aksiologis merupakan tujuan hukum Islam bersifat daruriyyah yang dapat digunakan untuk mewujudkan kemaslahatan manusia, dan secara epistemologis adalah prinsip-prinsip universal yang dapat di implementasi dalam berbagai problematika sosial dan fiqh. Kedua, Pembaruan fiqh berdasarkan maqashid adalah untuk memahami, merumuskan, dan menerapkan hukum Islam untuk menjamin kemaslahatan manusia, adaptif terhadap perubahan zaman, inklusif dan solutif bagi seluruh problem umat manusia. Ketiga, Maqashid al-syariah sebagai instrumen pembaharuan fiqh sosial kontemporer dipertimbangkan sebagai kerangka kerja utama yang dapat menjembatani antara teks-teks syariat dengan kebutuhan masyarakat kontemporer dan fleksibel dalam merespons isu-isu kontemporer, tidak hanya relevan untuk umat Islam tetapi memberikan kontribusi positif bagi masyarakat global di era kontemporer.
EXAMINING ISLAMIC EDUCATIONAL PHILOSOPHY AS A SPECIAL PHILOSOPHY Darmanto; Asy'arie, Bima Fandi; Selly Susanti, Septiani; Fatimah, Siti; Muhammad, Adamu Abubakar
AL - IBRAH Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v10i1.528

Abstract

Philosophy is a human endeavor that studies the essence through human reason by using reason to understand and answer all questions related to transcendence, humanism, and the human world. The object of philosophical study is inseparable from ontology, epistemology, and axiology. Data collection through “Google Scholar” and “ScienceDirect”, such as books, scientific articles, and proceedings, which are the main topic of discussion of the research topic. The discussion of this study’s object of general philosophy includes the history of the emergence of philosophy, characteristics of philosophical thinking, and the benefits of studying philosophy. As for the special branches of philosophy include “philosophy of education, history, science, law, social science, logic, art, religion, morals, and sports.” Then, on the object related to special philosophy, namely, the philosophy of educational practice and Islamic educational science. Studying philosophy can help understand the nature of truth, because it is necessary to study philosophy in the world of education. The study of philosophy can help assess the formulation of educational policies, understand the perception of differences in society, and change life by thinking critically.
STRATEGI PEMBELAJARAN EDUKATIF BERBASIS TEKNOLOGI UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL Maftuhah
AL - IBRAH Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v10i1.538

Abstract

The digital era presents new challenges and opportunities in education, particularly in developing students' critical thinking skills, especially in Islamic education. This study aims to discuss effective educational strategies based on technology to enhance critical thinking abilities within the context of Islamic Education. The research approach used is a literature review that analyzes various relevant theories and best practices. The findings indicate that the integration of technology in learning, such as the use of interactive discussion-based apps, online learning platforms, and computer-based simulations, can improve students' analytical, evaluative, and problem-solving abilities in the context of Islamic education. This strategy also involves designing collaborative, contextual, and problem-solving-oriented learning activities. The conclusion is that the wise use of technology in learning not only improves the quality of education but also prepares students to face complex challenges in the digital era.
PENDIDIKAN KELUARGA BERBASIS GENDER PERSPEKTIF IBU NYAI DI MADURA Abdullah; Mahmud, Amir; Muawaroh, Mundiro Lailatul
AL - IBRAH Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v10i1.551

Abstract

The role of the family is very important in shaping the development of a child's personality, especially as parents have a big influence, where they act as educators above all else. The family is the first center of education. It is in this family that children are first educated and guided. Family education is very important education, especially Islamic education which must be provided by both parents from early childhood until adulthood. Apart from that, the family also functions as a basis for forming a child's personality. Therefore, the success of education in the family must be supported by a pleasant atmosphere on the part of the family or parents themselves, as well as the child's environment and social friends. In gender education, parents have a very important role in raising and directing their children. The purpose of this research is: To explain the views of Mrs. Nyai in Madura regarding parental justice towards all children in providing education. In this research the author used qualitative and quantitative methods, data collection techniques using observation, interviews, documentation methods. The results of the research show that Nyai mothers in Madura must carry out the responsibility of educating their children for their parents. Because they believe that children are a God-given responsibility to be educated and taught. Nyai's view of the Madura Islamic Boarding School concerns the example that must be set by both parents, on the grounds that parents must be able to be role models and role models for their sons and daughters. Mothers are role models who are always imitated and imitated by their children in managing their lives. In the field of education, also for them, every child has the same right to be educated in the family, so that justice for parents in educating their children is a must.
PARADIGMA EKOKRITIK DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Qosim, Nanang; Jailani; A’yun , Nurul
AL - IBRAH Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v10i1.658

Abstract

The increasingly worrying environmental damage requires us to adopt a holistic approach in education, including in Islamic Religious Education (PAI). In this case, the ecocritical paradigm provides a critical perspective on the relationship between humans and nature, which is in line with the principles of environmental theology in Islam. This study aims to explore how the ecocritical paradigm can be integrated into PAI to build ecological awareness based on Islamic values. The methods used are a qualitative approach, literature study and field research. This study reveals that Islamic teachings emphasize the concept of khilafah (human leadership over the earth), amanah (responsibility), and balance (mizan) in an effort to maintain ecosystem harmony. The integration of ecocriticism in PAI can be realized through the development of a curriculum that emphasizes environmental ethics, strengthening spiritual values ​​in preserving nature, and the application of learning methods based on experience and real action. Thus, the application of the ecocritical paradigm in PAI plays an important role in shaping the attitudes and behavior of students who are more concerned about the environment, in accordance with the principles of environmental theology in Islam.