cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : -     EISSN : 24075302     DOI : -
Jurnal ini berisi tentang kajian-kajian hasil pemikiran ataupun hasil penelitian Pendidikan Sosial.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Partisipasi Belajar Mahasiswa Asli Papua Program Studi PPKn Mawara, Ricky; Engel Mawara, Ricky; A. L. Rahail, Joseph
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8210

Abstract

Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi belajar mahasiswa asli Papua program studi PPKn pada proses pembelajaran. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif lewat desain deskriptif. Pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yakni para mahasiswa asli Papua merasa malu dan takut kepada teman-teman ketika ingin menyampaikan pendapat, serta mereka juga takut dibully teman-teman mereka ketika ikut berpartisipasi pada proses pembelajaran.
Analisis Pembelajaran Multikultural pada Sekolah Tingkat SMP di Kecamatan Sajingan Besar Perbatasan Indonesia-Malaysia Wiyono, Hadi; Sri Buwono; Hafizi, M Zainul
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan kendala guru dalam menerapkan pembelajaran multikultural tingkat SMP di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Perbatasan Indonesia-Malaysia. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Sumber data terdiri dari guru-guru SMP di Kecamatan Sajingan Besar. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Alat pengumpulan data menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan kamera. Teknik analisis data menggunakan teknik interaktif model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi pembelajaran multikultural tingkat SMP di Kecamatan Sajingan Besar Perbatasan Indonesia-Malaysia dilakukan dengan penjelasan langsung pemberian contoh budaya sekitar, teknik diskusi kelompok antar etnis, integrasi budaya lokal dalam bahan ajar/media/modul ajar, pemberian penugasan berupa proyek-proyek kelompok, pembelajaran luar kelas berupa kunjungan atau karya wisata, dan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran multikultural berupa kesulitan mendapatkan bahan ajar multikultural sebagai sumber belajar, ketrampilan guru mengelola pembelajaran multikultural yang kurang, dan siswa yang kurang tertarik mengikuti pembelajaran antar budaya. Kata Kunci: pembelajaran multikultural, perbatasan indonesia-malaysia, kendala implementasi
Pendidikan dan Perkembangan Masyarakat Perspektif John Dewey: Konsep Pendidikan, Perkembangan Masyarakat Ach. Subairi, A. Khuzainol Mubarok
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8265

Abstract

Kerjasama antara pendidikan dan masyarakat sangat diperlukan untuk perkembangan siswa dalam bermasyarakat, hal ini diutarakan oleh beberapa tokoh salah satunya oleh John Dewey. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah analisis literatur, yakni dengan menganalisis isi beberapa karya ilmiyah dari artikel, buku, dan media digital yang berisi informasi dan data terkait data dengan pendikan dan perkembangan masyarakat menurut John Dewey. Menurutnya, pendidikan adalah proses berkesinambungan yang dimulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Ia berargumen bahwa pendidikan harus melibatkan pengalaman nyata, bukan hanya transfer pengetahuan, untuk mengembangkan potensi individu. John Dewey menyoroti pentingnya pengalaman berharga dalam pembelajaran dan metode aktif seperti pembelajaran berbasis proyek. Ia juga memandang pendidikan sebagai laboratorium kehidupan demokratis yang menanamkan nilai-nilai kerjasama dan tanggung jawab sosial. Selain itu, pendidikan harus relevan dengan konteks sosial dan budaya, serta menjunjung keadilan sosial dengan memberikan akses yang sama untuk semua.
Analisis Keterampilan Sosial Emosional Siswa Fase B SDN Telang 1 Bangkalan Fatimah Azzahra; Dyah Puspitasari, Aditya; Tri Febrianto, Priyono; Ayu Puspita, Julia
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8289

Abstract

Keterampilan sosial emosional sangat penting dikenalkan sejak dini untuk mengajarkan kepada anak berperilaku yang baik terhadap dirinya sendiri maupun kepada lingkungannya. Tujuan penelitian ini untuk menganalis tingkat keterampilan sosial emosional siswa yang dirancang sedemikian rupa agar berdampak pada keterampilan siswa di abad 21. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 46 siswa fase B SDN Telang 1 Bangkalan. Terdapat 5 indikator keterampilan sosial emosional diantaranya indikator kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berhubungan dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil angket siswa fase B SDN Telang 1 Bangkalan mengenai keterampilan sosial emosional memperoleh persentase hasil 71,2% dengan kategori baik.
Kecerdasan Sosial Keterkaitannya dengan Nilai Mata Kuliah Keterampilan Komunikasi Dasar Konseling Yanti, Elli; Yuline
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8345

Abstract

Kecerdasan sosial merupakan kemampuan individu dalam berinteraksi dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal. Individu yang memiliki kecerdasan sosial tinggi cenderung memiliki keterampilan komunikasi yang baik dan mudah berempati secara alami tanpa dibuat-buat terhadap kebutuhan orang lain. Aspek-aspek kecerdasan sosial relevan dengan karakeristik yang ada pada mata kuliah keterampilan komunikasi dasar konseling. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan kecerdasan sosial dengan nilai mata kuliah keterampilan komunikasi dasar konseling mahasiswa prodi Bimbingan Konseling FKIP UNTAN Tahun Ajaran 2022/2023. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif kuantitatif dengan pendekatan penelitian korelasi. Alat pengumpul datanya menggunakan kuesioner. Populasinya terdiri dari 42 mahasiswa prodi BK angkatan 2022/2023. Analisis datanya menggunakan rumus presentase dan rumus korelasi Eta. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat kecerdasan sosial mahasiswa berada pada kategori tinggi yaitu 93,78% dan nilai mata kuliah keterampilan komunikasi dasar konseling tergolong baik yaitu 75,4. Adapun hubungan antara kecerdasan sosial dengan nilai mata kuliah merujuk pada hasil pengukuran menggunakan korelasi Eta hipotesis alternatif (Ha) diterima sedangkan hipotesis nol (Ho) ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan yang kuat antara kecerdasan sosial dengan nilai mata kuliah keterampilan dasar konseling mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling FKIP UNTAN angkatan 2022/2023.
Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kalimantan Barat Satyaningrum, Retnowati; Mubaligh, Ahmad; Fitriani, Laily
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8382

Abstract

Kearifan lokal merupakan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kalimantan Barat, yang terdiri dari berbagai etnis, seperti Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa, Madura, dan Bugis. Nilai-nilai kebersamaan, religiusitas, serta penghormatan terhadap adat istiadat tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk upacara adat, seni pertunjukan, pengelolaan sumber daya alam, dan tradisi kuliner. Kearifan lokal ini tidak hanya berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga sebagai alat untuk menjaga keharmonisan sosial dan keseimbangan dengan alam di tengah arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal dalam perspektif budaya di Kalimantan Barat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kepustakaan atau studi literatur. Sumber data pada penelitian ini adalah jurnal, buku dokumentasi, internet dan pustaka. Setelah data terkumpul melalui teknik pengumpulan data, selanjutnya adalah menganalisis data tersebut. Dalam memberikan interpretasi data yang diperoleh peneliti menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian terdapat 5 bentuk kearifan lokal yang berada di Kalimantan Barat yaitu Upacara Adat, Peninggalan Sejarah, Seni Pertunjukan, Pengolahan Sumber Daya Alam, dan Kuliner. Dengan demikian, meskipun menghadapi perubahan sosial yang pesat, kearifan lokal tetap relevan dan berkontribusi pada keberlanjutan budaya serta kelestarian lingkungan.
Variabilitas Garis Pantai dan Kerentanan Pesisir di Kabupaten Kubu Raya Cahyaningrum, Wiwik; Mustofa, Mustofa
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8415

Abstract

Kabupaten Kubu Raya menjadi muara dari Sungai Kapuas sekaligus langsung berhadapan dengan Laut Natuna. Morfologi tersebut membentuk variabilitas bentangalam yang kompleks sekaligus menimbulkan kerentanan bagi ekosistem setempat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis kerentanan dari dinamika tersebut. Sumber data primer bersumber dari survei Ground Control Point (GCP) tutupan lahan pesisir dan pencitraan menggunakan wahana drone, sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui ekstraksi citra satelit Sentinel 2A menggunakan metode Tasseled Cap kemudian dianalisis menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk menganalisis variabilitas garis pantai. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed method) berdasarkan analisis spasial. Analisis data terdiri dari analisis spasial garis pantai dan kerentanan pesisir. Perubahan garis pantai dipengaruhi oleh posisi terhadap arah arus laut, tutupan vegetasi sepanjang garis pantai dan muara sungai. Garis pantai yang ditutupi vegetasi seperti mangrove memiliki kerentanan yang rendah terhadap abrasi, selama periode pengukuran tidak terdapat abrasi, terlebih muka pantai yang tidak berhadapan tegak lurus dengan laut lepas. Pantai yang terbuka atau tertutup vegetasi perdu dan langsung berhadapan dengan laut lepas sangat rentan dengan abrasi, meskipun masih terbantu dengan sedimentasi dari sungai. Laju abrasi terpanjang mencapai 31,10 meter per tahun. Laju akresi terpanjang mencapai 43,64 meter per tahun. Vegetasi alami bakau jenis Api-api Putih (Avicennia alba) mampu tumbuh dengan rata-rata ketinggian 4,71 meter, menjadikannya sebagai jenis mangrove sejati yang paling dominan. Sementara itu, vegetasi nipah (Nypa fruticans) menutupi sekitar 9.643,9 hektar (92,48%) lahan mangrove dengan kerapatan tanaman mencapai 87,58% menjadi jenis mangrove pendamping yang mendominasi sebagian besar kawasan mangrove di Kabupaten Kubu Raya.
Pendapatan Rumah Tangga Petani Karet Pasca Menurunnya Harga Karet di Desa Tanjung Keracut Kecamatan Teluk Keramat Equanti, Dian; Galuh Bayuardi; Lola Novita Sari, Tiodora
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8466

Abstract

Mata pencaharian penduduk di Desa Tanjung Keracut Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas didominasi berkebun karet. Anjloknya harga karet di harga Rp 5.000/kg menyebabkan petani mengalami penurunan pendapatan. Kondisi ini berdampak pada perubahan sosial ekonomi rumah tangga petani. Berlatar belakang situasi ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan rumah tangga petani karet pasca menurunnya harga karet di Desa Tanjung Keracut Kabupaten Sambas; kedua, untuk mengetahui perubahan kondisi sosial masyarakat pasca menurunnya harga karet di Desa Tanjung Keracut Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Hasil penelitian menunjukkan pertama, rata-rata pendapatan petani jauh lebih rendah yakni antara Rp 300.000 – Rp 500.000/bulan, dibandingkan sebelum penurunan harga karet yang berkisar Rp 800.000 – Rp 1.200.000/bulan. Kedua, penurunan harga karet berdampak pada perubahan sosial rumah tangga petani berupa perubahan mata pencaharian petani, perubahan jenis tanaman, dan anggota rumah tangga petani yang memilih bekerja di luar desanya.
Mitos dan Folklor Suku Dayak dan Melayu di Kecamatan Beduai Kabupaten Sanggau (Kajian Historiografi Tradisional) agustian, teguh; Bohari, Bohari
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8467

Abstract

Abstrak Kajian Historiografi Tradisional (Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau) Mitos dan Cerita Rakyat Suku Dayak dan Melayu menjadi latar belakang penelitian ini. Mitologi merupakan kumpulan elemen budaya yang terkait erat dengan mitos populer di masyarakat luas. Dalam kebudayaan, mitos sangatlah penting. Akan lebih mudah untuk membedakan antara perbuatan yang dilakukan oleh nenek moyang di masa lalu dan mempunyai dampak yang tidak diinginkan, yang mungkin bermanfaat, merugikan, atau merupakan indikasi kejahatan. Ada keterikatan budaya yang mendalam di kalangan suku Dayak dan Melayu terhadap mitologi. Bagi suku Dayak, mempercayai mitos akan dianjurkan karena kajian sejarah menunjukkan bahwa mitologi dan mitos mempunyai kaitan yang erat. nasihat yang ampuh tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan terkait dengan suatu kebiasaan atau barang. Karena mitos sudah tertanam dalam budaya manusia dan bertahan selama berabad-abad, mitos akan selalu ada. Literatur yang dihasilkan oleh para ahli historiografi tradisional akan lebih berfokus pada tradisi dan akan mengkaji bagaimana mitos dan cerita rakyat dapat berkembang biak di kalangan kelompok Dayak dan Melayu, sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang evolusi cerita-cerita tersebut. Kata Kunci: Historiografi Tradisional, Mitos, Folklor
Implementasi Pembelajaran Sejarah Lingkungan Pada Kurikulum Merdeka Di Kabupaten Kapuas Hulu dediansyah, agus; Wibowo, Basuki
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8485

Abstract

Semitau pada tahun 1936 merupakan bagian dari Afdeling Sintang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menelusuri sejarah Semitau yang awalnya merupakan hutan hingga akhirnya menjadi onder afdeling di bawah kawasan Afdeling Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Semitau sebelum kedatangan Abang Umar Juned merupakan hutan. Semitau semakin ramai setelah Belanda dari Pulau Majang memindahkan kantor, barak (asrama) dan gudang serta menempatkan perwakilan Gouvernement yaitu Controleur di Semitau hingga tahun 1936 menjadikannya sebagai under afdeling.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Sosial Horizon ( Jurnal Pendidikan Sosial) Vol. 11 No. 1 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 3 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 2 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 1 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 10, No 1 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 9 No. 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 1 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 7, No 2 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL Vol 7, No 1 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL Vol 6, No 2 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 6, No 1 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 1 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 1 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial More Issue