cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : -     EISSN : 24075302     DOI : -
Jurnal ini berisi tentang kajian-kajian hasil pemikiran ataupun hasil penelitian Pendidikan Sosial.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Problematika Pengembangan SDM Pendidikan Islam Multikultural Di Era Modernisasi Prihadi, adhitya; Suherdiyanto, Suherdiyanto; Mustiah, Mustiah
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8558

Abstract

Memasuki era modernisasi, dunia pendidikan di Indonesia timbul problema-problema yang kompleks, khususnya pendidikan agama Islam multikultural. Berbagai problem pendidikan agama Islam multikultural muncul dan berkembang seperti problem kurikulum, budaya, tidak meratanya kesempatan pendidikan, mahalnya biaya pendidikan hingga kemampuan sumber daya manusianya. Dari sisi sumber daya manusia teridentifikasi antara lain rendahnya kualitas guru, permasalahan gaji guru, kurangnya penghargaan dan penerimaan masyarakat terhadap profesi guru khususnya guru pendidikan agama Islam dan masyarakat menganggap remeh instansi pendidikan agama Islam dibandingkan dengan pendidikan umum, serta tingkat kesejahteraan guru yang relatif masih rendah. Artikel ini berusaha mengidentifikasi dan memahami problema-problema pendidikan agama Islam multikultural di tengah modernisasi. Perlu pula dikemukakan bahwa problema pendidikan yang diuraikan dalam jurnal ini terbatas pada permasalahan pengembangan sumber daya manusianya
Peran Guru PKn dalam Menanamkan Budaya Disiplin Pembentuk Karakteristik Peserta Didik di SMP Muhammadiyah Waipare mardia, ainun; Rimanto; Fitri, Moh; ABD. Rahman, Nurdin; Muhamad, Mahdir
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8541

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana guru Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi pada pembentukan budaya disiplin yang membentuk karakteristik peserta didik di SMP Muhammadiyah Waipare. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitataif dan dilakukan di SMP Muhammadiyah Waipare. Subjek penelitian adalah guru Pendidikan Kewarganegaraan dan Kepala Sekolah. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini bersifat induktif, artinya data dianalisis berdasarkan apa yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk mencapai kesimpulan, data diubah menjadi dugaan sementara dan kemudian dikumpulkan lagi secara berulang. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru PPKn dalam menanamkan budaya disiplin dapat memengaruhi karakteristik siswa di SMP Muhammadiyah Waipare. Peran guru sebagai pendidik, pemimpin, pengawasan, dan motivator adalah semua peran yang dapat dimainkan oleh guru. Faktor internal, yang berasal dari dalam diri manusia, dan faktor eksternal, yang berasal dari lingkungan, berfungsi sebagai pendukung dan penghambat guru dalam membentuk karakteristik siswa di SMP Muhammadiyah Waipare. dengan rekomendasi untuk guru untuk meningkatkan kreativitas mereka dalam menanamkan budaya disiplin dan membentuk karakter siswa.
Integrasi Nilai Digital Culture Melalui Mata Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Penguatan Etika Komunikasi Mahasiswa Saddam, Saddam; Hardati, Puji; Sunario Tanggur, Femberianus; Mirzachaerulsyah, Edwin
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pemahaman mahasiswa UMMat tentang nilai digital culture di lingkungan akademik, mengidentifikasi dan menganalisis strategi integrasi nilai digital culture melalui Matakuliah Pendidikan Pancasila, dan menganalisis dan mendeskripsikan habituasi nilai digital culture untuk penguatan etika komunikasi digital mahasiswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan sebagai informan utama. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan mahasiswa memahami konsep dasar digital culture sebagai cara menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, namun hanya sedikit yang memahami kaitannya dengan nilai-nilai Pancasila. Integrasi nilai digital culture melalui Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dilakukan melalui kurikulum, melalui metode pengajaran dalam perkuliahan, melalui tugas-tugas, dan kolaborasi antar unit. Mahasiswa secara bertahap menunjukkan peningkatan dalam sopan santun digital, terutama di semester kedua. Habituasi nilai dilaksanakan melalui kegiatan akademik maupun non-akademik. Perlunya pengembangan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada penguatan digital culture untuk membangun karakter mahasiswa. This research aims to identify and analyze UMMat students' understanding of digital culture values in the academic environment, identify and analyze strategies for integrating digital culture values through Pancasila Education Courses, and analyze and describe digital culture value habituation for strengthening students' digital communication ethics. Using a descriptive qualitative approach, this study involves students, lecturers, and education staff as the main informants. Data collection techniques use observations, in-depth interviews, and documentation studies. The study's results show that most students understand the basic concept of digital culture as a way to use technology responsibly, but only a few understand the relationship with Pancasila values. The integration of digital culture values through the Pancasila Education Course is carried out through the curriculum, teaching methods in lectures, assignments, and collaboration between units. Students are gradually improving in digital manners, especially in the second semester. Value habituation is carried out through academic and non-academic activities. There is a need to develop educational policies oriented toward strengthening digital culture to build student character.
Konstruksi Makna Makam Bersejarah dalam Pengembangan Wisata Religi di Makam Kawah Tekurep dan Kambang Koci Palembang: Sosial dan budaya Azarkasyi, Badarudin; Yusalia, Henny; Budianto, Kun; Nur Kamila, Suci
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana konstruksi makna yang terbangun di kalangan peziarah terhadap Makam Kawah Tekurep dan Kambang Koci dalam konteks pengembangan pariwisata relidi di Palembang. Secara metodologis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memang terdapat semacam bangunan makna tersendiri yang dibangun oleh para peziarah tentang makam Kawah Tekurep dan Kambang Koci. Bangunan makna ini terkait dengan keyakinan terhadap para pendahulu dan tokoh-tokoh penting yang dimakamkan di kawasan tersebut. Selain itu terdapat juga makna penting bagi peziarah bahwa mendatangi makam adalah bentuk penghormatan terhadap pendahulu. Terdapat juga makna bahwa kawasan ini adalah kawasan suci yang harus dipelihara dan diperhatikan dengan baik. Penelitian ini merekomendasikan bahwa adanya makna-makna tersebut bisa digunakan sebagai salah satu unsur penting untuk kekuatan dalam mengembangkan makam menjadi sebuah kawasan yang potensial menjadi wilayah wisata religi.
Pengaruh Model Value Clarification Technique (VCT) Terhadap Karakter Kepedulian Sosial pada Pembelajaran IPAS Adit, Ronandito Adit; Citro Resemi Prihatiningyas, Nindi; Mariana, Dewi
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perbedaan, pengaruh dam respon siswa terhadap model pembelajaran VCT pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini kuantitatif dengan jenis Quasi Experimental Design dengan desain penelitian non ekuivalen control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V dengan sampel berjumlah keseluruhan 56 siswa. Pengambilan sampel purposive sampling. Teknik analisis data uji independent sample t test, effect size, dan persentase. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Terdapat perbedaan karakter kepedulian sosial siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, hal ini dibuktikan dari hasil thitung 46,70 dan ttabel 2,060. (2) Besarnya pengaruh Model VCT Terhadap Karakter Kepedulian Sosial Pada Pembelajaran IPAS, hal ini dibuktikan dari hasil uji effect size menunjukkan bahwa nilai sebesar 1,4, berdasarkan kriteria cohen’s maka nilai 1,4 > 0,8 yang artinya masuk dalam kriteria tinggi. (3) Angket respon siswa menunjukkan respon yang sangat baik, dibuktikan dengan hasil perhitungan persentase mendapatkan hasil 81%.
Religious Conversion Traditions of Dayak Mentuka Tribe Felisitas Yuswanto
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8752

Abstract

Konversi agama adalah hal yang umum di Indonesia, tetapi di antara suku Dayak Mentuka terdapat adat konversi agama yang mengatur kehidupan mereka untuk dapat berpindah agama. Konversi agama yang merupakan hak setiap warga negara memiliki adat yang harus dijalani oleh mualaf Dayak Mentuka. Penelitian etnografi ini bertujuan untuk menggambarkan latar belakang munculnya adat konversi agama di kalangan suku ini, dan implikasinya terhadap identitas suku. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa latar belakang munculnya adat konversi agama adalah untuk menghormati esensi agama dan agar masyarakat menghormati agama mereka. Adat konversi agama memiliki implikasi terhadap identitas suku, yaitu melalui penunjukan Sinan bagi para mualaf karena mereka belum melaksanakan adat leluhur Dayak Mentuka. Kesimpulan yang dapat ditarik dari temuan ini adalah bahwa adat konversi agama Dayak Mentuka merupakan jembatan bagi masyarakat untuk berpindah agama dan menjadi Muslim yang benar.
PERAN KOLABORASI PGNU DENGAN KEMENTRIAN AGAMA DALAM MEMBENTUK LINGKUNGAN BELAJAR MULTIKULTURAL YANG INKLUSIF fery yanto; Ruslan; Maskuri
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8771

Abstract

Penelitian ini mengkaji kolaborasi antara PGNU dan Kementerian Agama dalam mendukung pendidikan keberagaman, tantangan dalam implementasi pendidikan multikultural, serta strategi peningkatan sinergi untuk pendidikan inklusif dan toleran. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kajian pustaka terhadap konsep pendidikan multikultural, nilai-nilai Islam, dan peran guru dalam membentuk kesadaran keberagaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi terwujud melalui pelatihan guru dalam keterampilan multikultural, penciptaan ruang belajar yang aman, serta integrasi nilai multikultural dalam kurikulum. Tantangan utama meliputi resistensi budaya, keterbatasan sumber daya, dan keselarasan kebijakan dengan nilai lokal. Strategi yang diusulkan mencakup penguatan dialog antara PGNU dan Kementerian Agama, peningkatan kapasitas pendidik, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran inklusif. Dengan strategi yang tepat, pendidikan berbasis nilai Islam dan keberagaman dapat diwujudkan secara lebih efektif.
Membangun Harmoni dan Toleransi dalam Bingkai Keberagaman Agama melalui Pendidikan Multikultural di SMK Kristen Nusantara Kudus Karina Puji Lestari; Siti Nor Kholisoh; Dewi Setiyani; Ahmad Fatah
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendidikan multikultural di SMK Kristen Nusantara Kudus dapat membangun harmoni dan toleransi dalam keberagaman agama. Masalah yang diteliti mencakup implementasi pendidikan multikultural dalam kebijakan sekolah, proses pembelajaran, dan interaksi sosial siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural yang diterapkan di SMK Kristen Nusantara Kudus melalui kebijakan non-diskriminatif, kurikulum inklusif, serta pembelajaran berbasis diskusi dan kerja kelompok. Siswa menunjukkan sikap saling menghargai, solidaritas, dan kerja sama dalam kehidupan sekolah. Sekolah juga menyediakan fasilitas ibadah dan menanamkan nilai keberagaman dalam berbagai kegiatan dan materi pembelajaran. Meskipun masih ada tantangan, kebijakan yang diterapkan telah menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis. Pendidikan multikultural terbukti menjadi strategi efektif dalam membangun harmoni dan toleransi dalam keberagaman agama di SMK Kristen Nusantara Kudus.
Perubahan Sosial Masyarakat Nelayan di Kawasan Pesisir Selatan Sumatera Barat Simanjuntak, Asnika Putri; Zulkarnain; Purbata, Ardi Gustri; Nurdin, Ibnu Phonna
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8816

Abstract

This study examines the social and economic changes in Pesisir Selatan, West Sumatra fishing communities, which have undergone transformation due to technological developments and market dynamics. The characteristics of fishermen in this area, who are generally still traditional, use small boats and simple fishing gear, have low incomes, and are highly dependent on marine catches, making them more vulnerable to economic change. Socially, changes can be seen from the shift in fishermen's work patterns, as they are starting to adapt to digital marketing and business diversification, such as switching to the tourism sector. Economically, adopting mobile phones and social media technology allows fishermen to sell their catch directly to a broader market without relying on intermediaries, even though competition is getting tougher. However, low involvement in fishing groups is still an obstacle to increasing their competitiveness. Through field observation and in-depth interviews, this study confirms that fishermen's success in dealing with change depends on their readiness to adapt.
Fenomena Bullying di Sekolah: Studi Kasus di UPT SMP Negeri 4 Masamba, Luwu Utara Risfaisal; Maemunah; Inayati Saiful, Nur
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8844

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus. Tempan penelitian adalah salah satu sekolah Menengah Pertama Negeri Kota Masamba yaitu UPT SMP Negerti 4 Masamba. Sumber penelitian ini adalah siswa yang pernah mengalami kasus bullying di sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam peneltian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan conclusion atau penyimpulan. Hasil penelitian ini adalah bahwa terjadi kasus bullying di kelas VIII.5. Kasus bullying yang terjadi yaitu bullying verbal, seperti terjadi kasus di mana pelaku dengan secara langsung mengejek dan merendahkan korban (inisial MD) dengan panggilan yang tidak menyenangkan seperti "Si Bodoh" atau "Si Lalot", merujuk pada sifat korban yang dianggap selalu menyendiri dan lemah juga postur tubuh yang lebih kecil. Tindakan ini menciptakan suasana yang tidak nyaman dan merugikan bagi korban, MD, yang mungkin mengalami penurunan harga diri dan stres akibat perlakuan tersebut. Dari hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada guru dan khususnya guru BK untuk lebih perhatian terhadap perilaku perilaku yang terjadi disekolah terkhususnya terhadap kasus bullying dan memberikan tindakan yang sesuai baik kepada korban maupun kepada pelaku bullying serta saran kepada korban yaitu diharapkan mereka berani terbuka menceritakan mengenai perilaku bullying yang telah mereka alami disekolah sehingga hal tersebut dapat ditindak lanjuti oleh pihak sekolah secara tepat untuk menciptakan lingkungan yang positif dan kondusif bebas dari perundungan.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Sosial Horizon ( Jurnal Pendidikan Sosial) Vol. 11 No. 1 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 3 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 2 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 1 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 10, No 1 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 9 No. 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 1 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 7, No 2 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL Vol 7, No 1 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL Vol 6, No 2 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 6, No 1 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 1 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 1 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial More Issue