cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : -     EISSN : 24075302     DOI : -
Jurnal ini berisi tentang kajian-kajian hasil pemikiran ataupun hasil penelitian Pendidikan Sosial.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kalimantan Barat Satyaningrum, Retnowati; Mubaligh, Ahmad; Fitriani, Laily
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8382

Abstract

Kearifan lokal merupakan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kalimantan Barat, yang terdiri dari berbagai etnis, seperti Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa, Madura, dan Bugis. Nilai-nilai kebersamaan, religiusitas, serta penghormatan terhadap adat istiadat tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk upacara adat, seni pertunjukan, pengelolaan sumber daya alam, dan tradisi kuliner. Kearifan lokal ini tidak hanya berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga sebagai alat untuk menjaga keharmonisan sosial dan keseimbangan dengan alam di tengah arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal dalam perspektif budaya di Kalimantan Barat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kepustakaan atau studi literatur. Sumber data pada penelitian ini adalah jurnal, buku dokumentasi, internet dan pustaka. Setelah data terkumpul melalui teknik pengumpulan data, selanjutnya adalah menganalisis data tersebut. Dalam memberikan interpretasi data yang diperoleh peneliti menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian terdapat 5 bentuk kearifan lokal yang berada di Kalimantan Barat yaitu Upacara Adat, Peninggalan Sejarah, Seni Pertunjukan, Pengolahan Sumber Daya Alam, dan Kuliner. Dengan demikian, meskipun menghadapi perubahan sosial yang pesat, kearifan lokal tetap relevan dan berkontribusi pada keberlanjutan budaya serta kelestarian lingkungan.
Variabilitas Garis Pantai dan Kerentanan Pesisir di Kabupaten Kubu Raya Cahyaningrum, Wiwik; Mustofa, Mustofa
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8415

Abstract

Kabupaten Kubu Raya menjadi muara dari Sungai Kapuas sekaligus langsung berhadapan dengan Laut Natuna. Morfologi tersebut membentuk variabilitas bentangalam yang kompleks sekaligus menimbulkan kerentanan bagi ekosistem setempat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis kerentanan dari dinamika tersebut. Sumber data primer bersumber dari survei Ground Control Point (GCP) tutupan lahan pesisir dan pencitraan menggunakan wahana drone, sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui ekstraksi citra satelit Sentinel 2A menggunakan metode Tasseled Cap kemudian dianalisis menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk menganalisis variabilitas garis pantai. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed method) berdasarkan analisis spasial. Analisis data terdiri dari analisis spasial garis pantai dan kerentanan pesisir. Perubahan garis pantai dipengaruhi oleh posisi terhadap arah arus laut, tutupan vegetasi sepanjang garis pantai dan muara sungai. Garis pantai yang ditutupi vegetasi seperti mangrove memiliki kerentanan yang rendah terhadap abrasi, selama periode pengukuran tidak terdapat abrasi, terlebih muka pantai yang tidak berhadapan tegak lurus dengan laut lepas. Pantai yang terbuka atau tertutup vegetasi perdu dan langsung berhadapan dengan laut lepas sangat rentan dengan abrasi, meskipun masih terbantu dengan sedimentasi dari sungai. Laju abrasi terpanjang mencapai 31,10 meter per tahun. Laju akresi terpanjang mencapai 43,64 meter per tahun. Vegetasi alami bakau jenis Api-api Putih (Avicennia alba) mampu tumbuh dengan rata-rata ketinggian 4,71 meter, menjadikannya sebagai jenis mangrove sejati yang paling dominan. Sementara itu, vegetasi nipah (Nypa fruticans) menutupi sekitar 9.643,9 hektar (92,48%) lahan mangrove dengan kerapatan tanaman mencapai 87,58% menjadi jenis mangrove pendamping yang mendominasi sebagian besar kawasan mangrove di Kabupaten Kubu Raya.
Pendapatan Rumah Tangga Petani Karet Pasca Menurunnya Harga Karet di Desa Tanjung Keracut Kecamatan Teluk Keramat Equanti, Dian; Galuh Bayuardi; Lola Novita Sari, Tiodora
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8466

Abstract

Mata pencaharian penduduk di Desa Tanjung Keracut Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas didominasi berkebun karet. Anjloknya harga karet di harga Rp 5.000/kg menyebabkan petani mengalami penurunan pendapatan. Kondisi ini berdampak pada perubahan sosial ekonomi rumah tangga petani. Berlatar belakang situasi ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan rumah tangga petani karet pasca menurunnya harga karet di Desa Tanjung Keracut Kabupaten Sambas; kedua, untuk mengetahui perubahan kondisi sosial masyarakat pasca menurunnya harga karet di Desa Tanjung Keracut Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Hasil penelitian menunjukkan pertama, rata-rata pendapatan petani jauh lebih rendah yakni antara Rp 300.000 – Rp 500.000/bulan, dibandingkan sebelum penurunan harga karet yang berkisar Rp 800.000 – Rp 1.200.000/bulan. Kedua, penurunan harga karet berdampak pada perubahan sosial rumah tangga petani berupa perubahan mata pencaharian petani, perubahan jenis tanaman, dan anggota rumah tangga petani yang memilih bekerja di luar desanya.
Mitos dan Folklor Suku Dayak dan Melayu di Kecamatan Beduai Kabupaten Sanggau (Kajian Historiografi Tradisional) agustian, teguh; Bohari, Bohari
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8467

Abstract

Abstrak Kajian Historiografi Tradisional (Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau) Mitos dan Cerita Rakyat Suku Dayak dan Melayu menjadi latar belakang penelitian ini. Mitologi merupakan kumpulan elemen budaya yang terkait erat dengan mitos populer di masyarakat luas. Dalam kebudayaan, mitos sangatlah penting. Akan lebih mudah untuk membedakan antara perbuatan yang dilakukan oleh nenek moyang di masa lalu dan mempunyai dampak yang tidak diinginkan, yang mungkin bermanfaat, merugikan, atau merupakan indikasi kejahatan. Ada keterikatan budaya yang mendalam di kalangan suku Dayak dan Melayu terhadap mitologi. Bagi suku Dayak, mempercayai mitos akan dianjurkan karena kajian sejarah menunjukkan bahwa mitologi dan mitos mempunyai kaitan yang erat. nasihat yang ampuh tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan terkait dengan suatu kebiasaan atau barang. Karena mitos sudah tertanam dalam budaya manusia dan bertahan selama berabad-abad, mitos akan selalu ada. Literatur yang dihasilkan oleh para ahli historiografi tradisional akan lebih berfokus pada tradisi dan akan mengkaji bagaimana mitos dan cerita rakyat dapat berkembang biak di kalangan kelompok Dayak dan Melayu, sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang evolusi cerita-cerita tersebut. Kata Kunci: Historiografi Tradisional, Mitos, Folklor
Implementasi Pembelajaran Sejarah Lingkungan Pada Kurikulum Merdeka Di Kabupaten Kapuas Hulu dediansyah, agus; Wibowo, Basuki
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8485

Abstract

Semitau pada tahun 1936 merupakan bagian dari Afdeling Sintang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menelusuri sejarah Semitau yang awalnya merupakan hutan hingga akhirnya menjadi onder afdeling di bawah kawasan Afdeling Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Semitau sebelum kedatangan Abang Umar Juned merupakan hutan. Semitau semakin ramai setelah Belanda dari Pulau Majang memindahkan kantor, barak (asrama) dan gudang serta menempatkan perwakilan Gouvernement yaitu Controleur di Semitau hingga tahun 1936 menjadikannya sebagai under afdeling.
Problematika Pengembangan SDM Pendidikan Islam Multikultural Di Era Modernisasi Prihadi, adhitya; Suherdiyanto, Suherdiyanto; Mustiah, Mustiah
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8558

Abstract

Memasuki era modernisasi, dunia pendidikan di Indonesia timbul problema-problema yang kompleks, khususnya pendidikan agama Islam multikultural. Berbagai problem pendidikan agama Islam multikultural muncul dan berkembang seperti problem kurikulum, budaya, tidak meratanya kesempatan pendidikan, mahalnya biaya pendidikan hingga kemampuan sumber daya manusianya. Dari sisi sumber daya manusia teridentifikasi antara lain rendahnya kualitas guru, permasalahan gaji guru, kurangnya penghargaan dan penerimaan masyarakat terhadap profesi guru khususnya guru pendidikan agama Islam dan masyarakat menganggap remeh instansi pendidikan agama Islam dibandingkan dengan pendidikan umum, serta tingkat kesejahteraan guru yang relatif masih rendah. Artikel ini berusaha mengidentifikasi dan memahami problema-problema pendidikan agama Islam multikultural di tengah modernisasi. Perlu pula dikemukakan bahwa problema pendidikan yang diuraikan dalam jurnal ini terbatas pada permasalahan pengembangan sumber daya manusianya
The Urgency of Social Skills for Adolescents and Religious Relationships with the Environment of Life (Study on Adolescents of Ogogasang Village, Dondo District, Tolitoli) Muhammad Fadhil; M. Hulkin; Zulfi Idayanti; ⁠Muh. Asharif Suleman; Basri
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.7961

Abstract

Social skills are also important for adolescents in identifying and managing their internal conflicts and feelings, which in turn helps in emotional and stress management. This study aims to examine the importance of social and religious skills in adolescents and their relationship with their living environment, with a particular focus on adolescents in Ogogasang Village, Dondo Sub-district, Tolitoli District. Social and religious skills are two important aspects of adolescent development that affect various aspects of their lives, including social interaction, academic achievement and psychological well-being. This research used a descriptive qualitative method with a case study approach to explore an in-depth understanding of the phenomenon under study. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The results showed that adolescents who have good social and religious skills tend to have more harmonious relationships with family and peers, and show better adaptation in their social environment. A supportive living environment also plays a significant role in the development of these skills. In conclusion, social and religious skills play a crucial role in the lives of adolescents, and their development deserves special attention from parents, educators and society. The implications of this study show the importance of an integrated approach in developing social and religious skills. Social skills are also important for adolescents in identifying and managing their internal conflicts and feelings, which in turn helps in emotional and stress management. This study aims to examine the importance of social and religious skills in adolescents and their relationship with their living environment, with a particular focus on adolescents in Ogogasang Village, Dondo Sub-district, Tolitoli District. Social and religious skills are two important aspects of adolescent development that affect various aspects of their lives, including social interaction, academic achievement and psychological well-being. This research used a descriptive qualitative method with a case study approach to explore an in-depth understanding of the phenomenon under study. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The results showed that adolescents who have good social and religious skills tend to have more harmonious relationships with family and peers, and show better adaptation in their social environment. A supportive living environment also plays a significant role in the development of these skills. In conclusion, social and religious skills play a crucial role in the lives of adolescents, and their development deserves special attention from parents, educators and society. The implications of this study show the importance of an integrated approach in developing social and religious skills.
The Program Komunitas Kampoeng Dolanan sebagai Upaya Pelestarian Budaya Permainan Tradisional di Kota Surabaya Endriana, Fathika; Yudhiasta, Sheidy
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8042

Abstract

Permainan tradisional merupakan warisan nenek moyang yang mulai meredup di kalangan generasi muda khususnya anak – anak, akibat dari kemajuan teknologi canggih. Sehingga eksistensinya mulai meredup, perlu adanya aktivitas yang memperkenalkan permainan tradisional melalui inovasi kreativitas yang menarik. Adanya penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh komunitas Kampoeng Dolanan dalam mengenalkan permainan tradisional kepada masyarakat Kota Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan aktivitas komunitas dalam mengemas budaya permainan tradisional menjadi kegiatan yang menciptakan kepuasan dan pengalaman menarik bagi wisatawan. Melalui program komunitas Kampoeng Dolanan aktivitas melestarikan permainan tradisional dilakukan dalam bentuk pengembangan masyarakat, pengemasan pertunjukan seni, festival, ataupun pameran. Adapun program komunitas seperti reserch study, jurnalistik, roadshow, hingga kolaborasi serta workshop lintas provinsi dan negara. Dengan demikian, program komunitas Kampoeng Dolanan menjadi wadah kolaborasi dan kerjasama antar pemangku kepentingan yang mendukung komunitas mewujudkan strategi pendataan, eksplorasi, dan mempertahankan eksistensi permainan tradisional agar diketahui oleh banyak orang melalui riset, penelitian, dan narasi media.
Analisis Perilaku Sosial Siswa Berlandaskan Perspektif Teori Bandura Bagus Riski Saputra; karsiwan
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8145

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku sosial remaja di Kelurahan Tejosari, menggunakan perspektif Teori Albert Bandura. Media sosial telah menjadi kebutuhan primer bagi remaja, dengan berbagai dampak yang ditimbulkan, baik positif maupun negatif. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan observasi, wawancara, dan triangulasi data untuk memahami bagaimana remaja di Tejosari memodelkan perilaku dari teman sebaya melalui media sosial, yang kemudian memengaruhi pola komunikasi, kepercayaan diri, dan kesejahteraan mental mereka. Hasil menunjukkan bahwa remaja cenderung meniru perilaku yang dilihat, mengalami peningkatan ketergantungan pada media sosial, serta berkurangnya interaksi sosial langsung, yang mengarah pada kecanduan dan potensi perubahan karakter
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dan Religiusitas Terhadap Perilaku Prososial Siswa Dianah, Lili
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8189

Abstract

Profil Pelajar Pancasila sebagai kerangka pendidikan karakter di Indonesia berupaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan, sementara religiusitas dapat memperkuat fondasi moral siswa. Keduanya dianggap mampu mendorong perilaku prososial, yaitu tindakan membantu dan peduli terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penguatan profil pelajar Pancasila dan religiusitas dengan perilaku prososial siswa, yang diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan perilaku prososial positif di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan populasi siswa SMPN 4 Tarogong Garut, dengan sampel yang dipilih melalui metode purposive sampling, menghasilkan 100 responden. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) Penguatan profil pelajar Pancasila berpengaruh positif terhadap Perilaku prososial; b) Religiusitas berpengaruh positif terhadap perilaku prososial; c) Penguatan profil pelajar Pancasila dan Religiusitas secara Bersama berpengaruh terhadap Perilaku prososial. Kata Kunci: Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Religiusitas, Perilaku Prososial

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Sosial Horizon ( Jurnal Pendidikan Sosial) Vol. 11 No. 1 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 3 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 2 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 1 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 10, No 1 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 9 No. 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 1 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 2 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 7, No 2 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL Vol 7, No 1 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL Vol 6, No 2 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 6, No 1 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 1 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 3, No 1 (2016): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 2 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 2, No 1 (2015): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial More Issue