cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
JURNAL SIMETRIK
ISSN : 23029579     EISSN : 25812866     DOI : -
Jurnal SIMETRIK adalah jurnal yang mempublikasikan tentang bidang ilmu yang berkaitan dengan Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro-Listrik, terbit secara berkala dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). ISSN (Cetak) : 2302-9579 , ISSN (Online): 2581-2866.
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
EVALUASI AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS PADA GEDUNG RSUD DR. M. HAULUSSY KOTA AMBON Randy Pratama Putra; Buyang, C. G.; Taihuttu, Felix
JURNAL SIMETRIK Vol 15 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v15i2.3443

Abstract

Persons with disabilities have the same right to access facilities and infrastructure without discrimination, including public service facilities such as hospitals. This study aims to evaluate the level of accessibility compliance for persons with disabilities at RSUD Dr. M. Haulussy, Ambon City, based on the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing (Permen PUPR) No.14/PRT/M/2017. The research employed direct observation and measurement methods to assess the feasibility of existing facilities and infrastructure related to accessibility for persons with disabilities. The measurement data were compared with the standards stipulated in Permen PUPR No.14/PRT/M/2017. The compliance levels found were: doors 63.64%, corridors 100.00%, stairs 62.50%, ramps 80.00%, toilets 46.66%, and washbasins the lowest compliance at 25.00%. Based on the evaluation, the overall accessibility compliance of RSUD Dr. M. Haulussy was 62.97%, according to the technical requirements set out in Permen PUPR No.14/PRT/M/2017 concerning building accessibility requirements.Keywords: Accessibility, People with Disabilities, Hospitals
Tinjauan Fondasi Bore Pile Pada Struktur Dinding Penahan Tanah Jalan Waipia-Saleman I Kabupaten Maluku Tengah Renngur, Siti Hajar; Titaley, Henriette Dorothy; Abdin, Maslan
JURNAL SIMETRIK Vol 15 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v15i2.3484

Abstract

The foundation is a lower structure that transfers the load from the upper structure to the ground below. On the Waipia - Saleman I road section on Central Maluku Regency at STA 35+000, 200 m long cantilever retaining wall was built and combined with 60 cm diameter bore pile foundation with a depth of 14 m which functions to secure slope areas that are prone to landslides This study aims to calculate the load received by the bore pile foundation, the bearing capacity and the settlement that occurs in the bore pile foundation. The bearing capacity of a single pile is calculated from N-SPT data using conventional methods, namely the Maverhoff method and the Reese & O'Neil methods. The bearing capacity of the pile group is calculated using the efficiency value from the Converse-Labarre Formula. The calculation of the settlement of a single pile and the settlement of the pile group are calculated based on the Vesic method. Based on the calculation results, the smallest load on the bore pile foundation was 1502.88 kN, with a distributed load at the base of the retaining wall of 41.75 kN/m2. The calculation resulted of the single pile bearing capacity using the Mayerhoff method yielded an average allowable bearing capacity (Qall) of 153 7.34 kN, and using the Reese & O’Neil method, the lowest permissible bearing capacity (Qall) at Bore Hole 02 was 1118.67 kN. The smallest group pile allowable bearing capacity (Qgall) at Bore Hole 02 was 2505.82 kN. The settlement calculation of the bore pile foundation using the Vesic method for single piles (S) was 0.0420 m, and for group piles (Sg) was 0.0939 m, which was considered safe and technically acceptable because it was smaller than the allowable settlement (Si), which was 0.151 m.Keywords: Bore Pile Foundation, Bearing Capacity, Settlement
EVALUASI GERUSAN DI JEMBATAN WAIKAKA MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS 5.0.7 Wattimury, Antoinette Biela; Buyang, Christy Gery; Kalalimbong, Abraham
JURNAL SIMETRIK Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i2.1169

Abstract

Terjadinya gerusan pada pilar jembatan Waikaka mengakibatkan jembatan tersebut menjadi miring. Dari data ukur dilapangan kemiringan jembatan adalah 7,81°. Kerusakan tersebut mengganggu transportasi darat di Pulau Seram. Gerusan yang terus menerus terjadi, masyarakat Pulau Seram harus mengambil jalan alternatif lain sehingga memakan waktu lama lima sampai enam jam yang awalnya hanya satu sampai dua jam saja. Karena jembatan Waikaka berada pada jalur utama atau poros lalu lintas trans Pulau Seram. Dalam mengatasi persoalan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah menghitung kedalaman gerusan yang terjadi pada jembatan Waikaka yang dibantu dengan software Hec-Ras 5.0.7 serta solusi penanganan gerusan. Metode penelitian yaitu survei dilapangan, dengan menggunakan dua analisa yaitu analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Analisis hidrologi terdiri dari penentuan daerah aliran sungai (DAS), Analisis curah hujan maksimum, Analisis frekuensi hujan maksimum, Uji frekuensi, Intensitas curah hujan, dan debit banjir rencana. Sedangkan analisis hidrolika dibantu menggunakan software Hec-Ras 5.0.7. Analisis hasil penelitian menunjukan bahwa curah hujan rencana maksimum digunakan distribusi Log Pearson Type III dan debit banjir rencana yang didapatkan dengan kala ulang 2 tahun sebesar 141,34 meter, 5 tahun sebesar 202,68 meter, 10 tahun sebesar 240,83 meter, 25 tahun sebesar 318,11 meter, 50 tahun sebesar 347,96 meter, dan 100 tahun sebesar 376,82 meter. Berdasarkan hasil analisis hidrolika dengan bantuan software Hec-Ras 5.0.7 diperoleh kedalaman gerusan dengan banjir rencana yang dipakai adalah 25 tahun yaitu pada pilar nomor 1 sebesar 3,19 meter dan pilar nomor 2 sebesar 3,09 meter. Dari penelitian ini solusi yang dapat disarankan untuk menagani gerusan pilar nomor 1 sebesar 3,19 meter dan pilar nomor 2 sebesar 3,09 meter dengan proyeksi data banjir rencanan untuk waktu 25 tahun adalah menggunakan sistem blok beton.
Erwin Tuanany S.Tr. M.P.K: ANALISIS PENGARUH PEKERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA PROYEK REHABILITASI JARINGAN IRIGASI WAY APU SISTEM Tuanany, Erwin; Sahusilawane, Tonny; Abdin, Maslan; Serang, Rudi
JURNAL SIMETRIK Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i2.1480

Abstract

ABSTRAK Pengukuran atau penilaian produktivitas pekerja mutlak harus dilakukan untuk mengetahui prestasi yang dapat dicapai setiap pekerja, apakah baik, sedang, atau kurang. Hal ini memiliki hubungan atau pengaruh dengan tingkat Pendidikan, motivasi dan tingkat pendapatan dalam melaksanakan pekerjaan proyek konstruksi. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh Tingkat Pendidikan, Motivasi, Tingkat Pengahsilan terhadap produktivitas pekerja dan Mengetahui pengaruh hubungan siknifikan antara Tingkat Pendidikan, Motivasi, Tingkat Pengahsilan pekerja dengan produktivitas pada Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Way Apu Sistem (Sub. D.I Way Pamali, Way Leman, Way Lo) metode penelitian yang digunakan yaitu Kuantitatif statistik dengan bantuan program aplikasi SPSS. versi 26, uji validitas dan uji relibilitas. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi berganda. Hasil penelitian memberikan kesimpulan sebagai  berikut korelasi secara simultan (bersama-sama) antara variable Tingkat Pendidikan, Motivasi dan Tingkat Pengahsilan terhadap tingkat Produktivitas  memberikan kontribusi sebesar 60,7%. Tingkat Pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas diperoleh nilai sebesar r = 0,738, Korelasi parsial antara Motivasi dengan tingkat produktivitas diperoleh nilai sebesar r = 0,749 dan Tingkat Penghasilan dengan tingkat produktivitas diperoleh nilai sebesar r = 0,759. Nilai dari ketiga variable di atas yaitu tingkat Pendidikan, motivasi dan penghasilan menunjukan hubungan yang kuat positif terhadap produktivitas.
Rancang Bangun Information Board Berbasis Cloud Digital Signage Platform Suatkab, Syukri Gazali; Tupan, Hendrik K.; Pessireron, Marcus F.
JURNAL SIMETRIK Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i2.1486

Abstract

Informasi merupakan suatu hal yang sangat penting, baik bagi individu maupun perusahaan atau organisasi. Sayangnya, dalam lingkup tertentu, penyampaian informasi masih dilakukan secara konvensional yaitu melalui pesan menggunakan aplikasi media sosial seperti whatsapp serta menggunakan papan pengumuman dengan media kertas. Hal tersebut menjadi kurang atraktif dan menarik. Selain itu informasi yang diperbarui juga terbatas oleh tempat dan waktu sehingga tidak bisa diperbarui dari manapun atau kapanpun. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu adanya media informasi digital yang dapat digunakan untuk mentransformasi layanan informasi model lama. Untuk itu maka dibangun sistem penyampaian informasi digital (digital signage) menggunakan platform yodeck dan mikrokomputer Raspberry Pi yang dimanfaatkan sebagai player dan penghubung dengan platform. Hasilnya pengelolaan dan pembaruan konten dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Berdasarkan hasil implementasi digital signage di jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ambon, penggunaan Raspberry Pi sebagai media player sangat memudahkan pengelolaan layout dan juga konten dan dapat menarik pengguna agar lebih sering mengakses informasi. Hasil pemanfaatan digital signage menunjukkan bahwa 80% responden dari Jurusan Teknik Elektro menyatakan bahwa digital signage lebih menarik perhatian, selanjutnya terjadi pengingkatan jumlah responden yang mengakses informasi sebanyak 46% pada digital signage dibandingkan dengan menggunakan media informasi kertas yang dipasang pada papan informasi konvensional. Selanjutnya responden menyatakan digital signage lebih baik karena dapat menampilkan beragam informasi dengan tampilan informasi yang lebih menarik berupa link akses informasi QR code, slide show informasi, menampilkan dokumen, memutar audio, memutar video, informasi teks berjalan, serta informasi cuaca terkini.
PENGARUH PENAMBAHAN KARET BAN BEKAS TERHADAP SIFAT MARSHALL CAMPURAN ASPAL AC-WC Riruma, Gilberth Gerent Yoni; Hamkah; Istia, Penina
JURNAL SIMETRIK Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i2.1675

Abstract

Kerusakan jalan yang terjadi pada Kota Ambon dimana jalan tersebut selalu terjadi retak-retak dan berlubang dikarenakan aspal yang terbuat dari residu minyak bumi yang semakin hari semakin menipis kemudian membuat masyarakat tidak nyaman dalam berkendara, oleh karena itu perlu penambahan bahan untuk meningkatkan kualitas aspal, maka itu penulis memakai limbah karet ban bekas sebagai bahan tambah dalam campuran aspal AC-WC.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar aspal campuran AC-WC berdasarkan rumusan campuran kerja yang dipilih dan menganalisis pengaruh penambahan limbah karet ban bekas terhadap sifat marshall bagi campuran aspal AC-WC. Dari hasil pengujian dan analisis yang dilakukan penambahan kadar karet ban bekas yang paling efektif adalah pada kadar 6%, dengan kenaikan nilai stabilitas yaitu 1128,15 kg, VIM sebesar 3,27%, VMA sebesar 15,11 %,VFB sebesar 78,33%%, flow sebesar 3,37 mm dan MQ sebesar 335,48 kg/mm. Dibandingkan dengan nilai stabilitas tanpa penambahan karet ban bekas dengan nilai stabilitas yaitu 426,07 kg. Dan bahan tambah ban karet bekas dengan kadar 8% memiliki penurunan nilai stabilitas yaitu 988,93 kg. Kenaikan nilai stabilitas juga terdapat pada kadar 4% dengan nilai stabilitas yaitu 1220,96 kg. Kenaikan terjadi juga pada kadar 2% dengan nilai stabilitas yaitu1256,17 kg.
ANALISIS KERUSAKAN JEMBATAN WAI LUBANG BUAYA PADA RUAS JALAN MORELLA – LIANG KABUPATEN MALUKU TENGAH Telehala, Welhemus Wiliyanders; Lewakabessy , Godfried; Latar, Sjafrudin; Istia, Penina
JURNAL SIMETRIK Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v14i1.1703

Abstract

Kondisi jembatan yang ada pada kabupaten Maluku Tengah dibangun sebagai jalan penghubung antara Desa morella – Desa liang dalam peningkatan jalan. Jembatan yang ada pada desa  morella menggunakan konstrusi beton, Namun selama pengoprasiannya jembatan yang ada pada desa morella terdapat kerusakan antara lain kerusakan akibat aliran air, kerusakan pada dinding talud, yang telah mengalami rembesan dan terjadinya tumpukan sampah, kerusakan pada oprit yang telah mengalami retak, lapisan perkerasan yang permukaannya yang kasar dan berlubang, rembesan pada pondasi dan abutmen, gelagar yang betonya telah mengalami keropos, kayu yang telah membusuk pada daerah diafragma, pipa cucuran drainase yang telah hilang serta drainase lantai yang tersumbat serta kerusakan pada tiang sandaran yang telah pecah atau hilang sebagian, kerusakan ini menyebabkan masyarakat merasa tidak nyaman dan kuatir bila melewatinya. Oleh karena pentingnya fungsi jembatan maka diperlukan evaluasi kelayakan terhadap kinerja jembatan dengan mempertimbangkan segala aspek dari keselamatan, keamanan, serta kenyamanan dalam penggunaan struktur jembatan. Teknik yang akan digunakan untuk mensurvei keadaan kerusakan perancah dalam investigasi ini adalah referensi dari Bridge Management System (BMS) yang dianut dari Australia. Untuk mendapatkan estimasi keadaan setiap segmen sebagai saran untuk menangani ekstensi, penting untuk mengetahui terlebih penilaian-penilaian terhadap jembatan pada acuan Bridge Management System (BMS). Evaluasi dilakukan dengan menilai tingkat kerusakan dari level terendah (level 5) hingga yang tertinggi (level 1), Elemen atau grup elemennya diberi bobot dari 0 hingga 5 dengan lima kategori yaitu struktur (s), tingkat kerusakan (r), volume kerusakan (k), fungsi elemen (f), dan kerusakan (p). Setelah dievaluasi ternyata Jembatan Wai Lubang Buaya dibangun pada tahun 2009 dan masih berdiri sampai tahun 2020, kerusakan hanya di hitung pada sandaran (ralling), oprit dan lantai jembatan dengan hasil perhitungan BCR 4,08 dengan kondisi Jembatan Fair (sedang), dengan usulan penanganan pemeliharaan jembatan. Jembatan Wai Lubang Buaya memiliki umur rencana sebelas (11) tahun dengan batas capaian sampai tahun 2020 dengan biaya pemeliharaan jembatan sebesar Rp. 108.363.000.
EVALUASI KINERJA DAN AKNOP PENINGKATAN FUNGSI BANGUNAN PENGENDALI BANJIR SABO DAM SUNGAI WAY TASOI Siahaya, Charlin; Betaubun, Renny James; Yacob, Jufrianto Ch.; Istia, Penina
JURNAL SIMETRIK Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v14i1.1779

Abstract

Evaluasi kinerja adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui hasil kerja dari kariawan atau juga organisasi namun tidak hanya berhenti disitu saja. Evaluasi kinerja harus dilkukan secara sistematis dan terukur. Jadi evaluasi kinerja sabo dam merupakan suatu penilaian kinerja dari sabo dam apakah dapat berfunsi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan pengaliran maupun sistim penampungan dan pembagian air secara baik pada sungai. Sabo Dam Sungai Way Tasoi merupakan Sabo Dam yang berfungsi untuk menampung dan mengalirkan air dari banjir dan erosi  dan dibagun pada tahun 2016 dan ini merupakan Sabo Dam terbuka  yang juga berfungsi untuk menghambat  aliran debris, aliran debris adalah aliran sungai dengan kosentrasi sedimen tinggi pada sungai dengan kemiringan sangat curam, aliran ini sering kali membawa batu batuan dan batang pohon yang dapat merusak tubuh bangunan Sabo Dam sekaligus mencegah gerakan laju sedimen agar tidak membahayakan dan menimbulkan kerugian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana mengoptimalisasi pemeliharaan Sabo Dam Way Tasoy, secara evektif dan efisien, bagaimana kinerja sabo dam way tasoy, dan bagaimana kondisi sabo dam way tosay. Selanjutnya tujuan dari penelitian ini adalah mengoptimalisasi pemeliharaan Sabo Dam Way Tasoy, secara evektif dan efisien, mengevaluasi kinerja sabo dam way tasoy dan menguraikan kondisi sabo dam way tosay. Penelitian ini berlokasi Sabo Dam Desa Way Tasoi Kabupaten Maluku Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer berupa dokumentasi, peta lokasi penelitian dan hasil observasi awal oleh peneliti. Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah data bangunan Sabo Dam, data topografi, data debit air dan data curah hujan. Teknik analisa data yang digunakan Dalam penulisan ini adalah analisa kuantitatif. Hasil dari penelitian ini berupa pengoptimalan pemeliharaan dan evaluasi Sabo Dam Way Tasoy dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti, pemeliharaan preventif, pemeliharaan korektif dan pemeliharaan rehabilitative. Tujuan dari pengoptimalan pemeliharaan tersebut adalah sebagai langkah pecegahan menjaga agar bangunan pengendali sedimen tetap dapat berfungsi secara optimal sesuai tingkat kegunaan atau kinerja yang direncanakan
Penentuan Penentuan Tingkat Kerusakan Pantai Air Kodok, Desa Hatu - Pulau Ambon Lilipory, Isak; Pattiselanno , Steanly R.R.
JURNAL SIMETRIK Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i2.1797

Abstract

Pola pengembangan dan penempatan infrastruktur di sepanjang pesisir pantai yang diterapkan di Pulau Ambon, selain menyajikan daya tarik yang luar biasa, juga menyimpan potensi kerawanan yang tinggi.  Karena infrastruktur yang dibangun akan terdampak langsung menghadapi daya rusak alam lewat kondisi perairan pantai saat tejadi gelombang yang besar.  Akibatnya adalah abrasi, erosi, ataupun sedimentasi yang langsung  mempengaruhi morfologi pantai. Hal ini juga yang terjadi pada Pantai Air Kodok Desa Hatu  yang terletak pada posisi bentang koordinat -3.7219 BT, 128.0636 LS sampai dengan Pantai Waikiri pada koordinat -3.7243 BT, 128.0606 LS, di mana pada daerah pantai Desa Hatu adanya objek vital seperti Aproach Light (Lampu Pendaratan Pesawat), jalan provinsi yang menghubungan akses masyarakat dari Hatu, Liliboi dan Allang ke Kota Ambon, serta pemukiman penduduk yang masuk area sempadan pantai.Fenomena tersebut, menarik untuk didalami terhadap besarnya dampak yang terjadi, dan salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk menilai kriteria kerusakan daerah pantai adalah menggunakan standar Surat Edaran Menteri PUPRNo.8/SE/M/2010 tentang Pemberlakukan Pedoman Penilaian Kerusakan Pantai dan Prioritas Penanganannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisa penilaian kerusakan pantai dan penentuan prioritasnya berdasarkan kerusakan lingkungan dan tingkat kepentingannya pada lokasi Desa Hatu masuk kategori prioritas E (tidak diutamakan), untuk kerusakan akibat erosi/abrasi dan kerusakan bangunan pantai Desa Hatu, temasuk kategori kurang diutamakan (prioritas D), sampai dengan amat sangat diutamakan – darurat (prioritas A), yaitu pada kerusakan tembok laut  sepajang 55 m, di antara STA 0+100 s/d 0+200 akibat gerusan gelombang.
RANCANG BANGUN PROTOTIPE ALAT MONITORING TEGANGAN, ARUS, DAYA, DAN SUHU PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI DENGAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Siti Fatmalia Tuanany; Mbitu, Elisabeth Tansiana; Jamlaay, Marselin
JURNAL SIMETRIK Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v14i1.1822

Abstract

Transformator memiliki peran yang sangat penting dalam penyaluran energi listrik hal ini dikarenakan transformator berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tegangan. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeliharaan berupa pemantauan dan pengukuran pada transformator distribusi hal ini dilakukan untuk menjaga kinerja transformator. Namun, pada kondisi tertentu gangguan pada transformator terlambat untuk dideteksi dikarenakan posisi transformator kadang sulit dijangkau. Berdasarkan keterbatasan tersebut maka diperlukan adanya monitoring pada transformator dari jarak jauh untuk meningkatkan efisiensi serta dapat mengetahui kondisi transformator secara real-time. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang dan membangun sebuah prototipe alat yang dapat memonitoring tegangan, arus, daya , dan suhu pada transformator distribusi secara real-time dengan memanfaatkan IOT. Metode penelitian ini adalah metode eksperimental dengan tahapan penelitian yaitu studi literatur dan observasi, perancangan prototipe, pengumpulan alat dan bahan, pembuatan alat dan program, dan pengujian prototipe. Prototipe alat monitoring juga dilengkapi dengan sensor suhu yang akan memberikan notifikasi bahaya apabila suhu melebihi 400C. Nilai pembacaan alat monitoring akan ditampilkan pada LCD alat dan aplikasi Blynk pada smartphone. Hasil pengujian menunjukan bahwa prototipe alat monitoring yang dibuat dapat bekerja dengan baik. Perbandingan dengan alat ukur digital memperlihatkan nilai perbedaan pengukuran tegangan sebesar 0.02%,  pengukuran arus sebesar 0.04% dan pengukuran daya yaitu 0.03%.