cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
Laporan Kasus: KERACUNAN SENG FOSFIDA TERKAIT PERCOBAAN BUNUH DIRI Abdullah, Taufiq; Zaiyanah, Munsifah; Prasetyadjati, Ari; Johan, Willy
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.04.7

Abstract

Seng fosfida telah lama digunakan sebagai rodentisida. Seng fosfida yang tertelan dapat berubah menjadi gas fosfin di dalam tubuh sehingga setelah diabsorbsi melalui gaster dan intestinal akan terdistribusi melalui sistem sirkulasi  hingga mencapai hepar dan paru-paru. Gas fosfin memiliki sejumlah efek toksik metabolik dan non metabolik. Kolaps sirkulasi, hipotensi, gejala syok, miokarditis, perikarditis, edema paru akut, dan gagal jantung kongestif adalah gejala klinis yang sering ditemukan. Artikel ini mempresentasikan kasus seorang laki-laki berusia 44 tahun dengan keracunan seng fosfida terkait percobaan bunuh diri. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan bahwa perawatan simtomatik dan suportif di Unit Gawat Darurat dapat menyelamatkan hidup walaupun tidak didapatkan riwayat keracunan yang memadai dan tidak ada antidot khusus untuk agen yang dikonsumsi.
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PASIEN DENGAN KEGIATAN EDUKASI KESEHATAN DAN PELAYANAN DI RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA PEKANBARU Agustiawan; Fitriani, Arifah Devi; Nyorong, Mappeaty
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.02.4

Abstract

Promosi kesehatan di rumah sakit (RS) diyakini semakin penting karena adanya peningkatan kejadian penyakit kronis di seluruh dunia yang membutuhkan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian sebelumnya  menunjukkan bahwa kepuasan pasien dapat meningkat melalui penerapan edukasi kesehatan yang dapat memenuhi harapan pasien. Melihat pentingnya kegiatan promosi kesehatan di RS maka ingin diketahui hubungan antara kepuasan pasien terhadap kegiatan edukasi kesehatan dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan RS. Penelitian potong lintang telah dilakukan di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru pada bulan Juni sampai Agustus 2022. Sebanyak 98 responden dilibatkan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan uji Chi square, dengan p < 0,05 dianggap signifikan berdasarkan uji statistik. Penelitian ini diikuti oleh 98 pasien. Rerata nilai kepuasan berdasarkan kuesioner adalah 23,29±4,25, dengan  sebanyak 64,3% pasien puas terhadap pelayanan RS. Rerata skor kepuasan pasien terhadap kegiatan edukasi kesehatan dalam penelitian ini adalah 22,62±4,58. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan di RSI Ibnu Sina Pekanbaru sesuai dengan yang pasien harapkan. Sebanyak 51,0% dalam penelitian ini menilai bahwa kegiatan edukasi kesehatan di RSI Ibnu Sina sesuai harapan. Hubungan antara kepuasan pasien terhadap pelayanan secara umum berbanding lurus dengan harapan pasien terhadap kegiatan edukasi kesehatan, di mana hubungan signifikan berdasarkan uji statistik (p = 0,000). Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara kepuasan pasien terhadap kegiatan edukasi kesehatan dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan di RSI Ibnu Sina Pekanbaru.
SELF-HYPNOSIS MENURUNKAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL Indahwati, Lilik; Yulismaulidya, Farahmita; Putri, Frilya Rachma; Dewi, Mustika; Lestari, Sumi
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.01.3

Abstract

Kecemasan adalah kondisi emosional yang dapat terjadi karena adanya ketidaknyamanan selama kehamilan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecemasan ibu hamil dapat memicu terjadinya hipertensi, BBLR dan mengganggu perkembangan otak janin, sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Self-hypnosis adalah hipnosis yang dilakukan secara mandiri oleh ibu hamil. Melalui teknik relaksasi ini, memungkinkan ibu hamil mencapai keadaan pikiran yang tenang dan nyaman sehingga berpengaruh terhadap  kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-hypnosis terhadap kecemasan ibu hamil di Klinik Kesehatan Kabupaten Malang. Desain  penelitian adalah pre experimental pre post test design. Semua ibu hamil Trimester II-III yang mengikuti kelas ibu hamil dan memenuhi kriteria inklusi menjadi responden yaitu sejumlah 31 orang. Sampling yang digunakan adalah accidental sampling selama 3 bulan. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan P value = 0,000 < 0,05. Hasil ini menggambarkan bahwa self-hypnosis dapat menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil. Dengan demikian para tenaga kesehatan dapat melatih ibu hamil untuk melakukan self-hypnosis.     
Tinjauan Literatur: BOTULINUM TOKSIN A DAN PERANNYA DALAM MANAJEMEN FOKAL HIPERHIDROSIS Prawitasari, Suci; Sariasmarina, Nooryuliana
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.04.8

Abstract

Fokal hiperhidrosis merupakan kondisi keringat berlebih, yang mengenai satu atau lebih area tubuh tertentu seperti telapak tangan, telapak kaki, ketiak, atau wajah. Kondisi ini dapat terjadi pada individu yang mengalami stres emosional, aktivitas fisik berlebihan, tanpa disertai dengan penyebab patogenik lain. Prevalensi fokal hiperhidrosis paling tinggi pada usia 25–64 tahun dengan onset paling dini pada usia 13–19 tahun serta lokasi tersering pada telapak tangan dan ketiak. Angka kejadian pada laki-laki sama dengan perempuan dan dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Injeksi botulinum toksin A saat ini telah dikembangkan sebagai modalitas terapi alternatif yang baik pada kasus hiperhidrosis primer. Terapi ini diketahui cukup aman, cepat, tahan lama, serta efektif dengan efek samping yang minimal untuk kasus fokal hiperhidrosis. Tinjauan  literatur  ini  bertujuan  untuk  membahas lebih lanjut peran injeksi botulinum toksin A pada fokal hiperhidrosis. Beberapa penelitian menyebutkan adanya peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan emosional dan fisik pada pasien fokal hiperhidrosis yang telah mendapatkan terapi injeksi botulinum toksin A.
PERBEDAAN KARAKTERISTIK BALITA DAN KELUARGA DENGAN DAN TANPA HOUSEHOLD DOUBLE BURDEN MALNUTRITION DI KOTA SEMARANG Purwanti, Rachma; Margawati, Ani; Wijayanti, Hartanti Sandi; Rahadiyanti, Ayu; Kurniawati, Dewi Marfu'ah
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.02.2

Abstract

Household Double Burden Malnutrition dapat terjadi dalam satu rumah tangga. Salah satunya dikenal dengan fenomena Stunted Children and Overweight/Obese Mothers (SCOM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan karakteristik balita dan keluarga Normal Children Overweight/Obese Mothers (NCOM), Normal Children Normal Mothers (NCNM), Stunted Children Normal Mothers (SCNM) atau Stunted Children and Overweight/Obese Mothers (SCOM. Penelitian dilakukan dengan desain kasus-kontrol. Jumlah subjek penelitian adalah 72 anak usia 6-36 bulan di kota Semarang (36 subjek balita stunting dan 36 subjek balita normal). Subjek stunting dipilih secara sampel purposif dan subjek kontrol dipilih dengan mencocokkan usia dan jenis kelamin dengan subjek stunting. Data karakteristik diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran antropometri anak meliputi pengukuran BB dan PB (anak usia ≤2 tahun) atau TB (anak usia >2 tahun), dan pengukuran antropometri ibu meliputi BB, TB, LP, dan LiLA. Data dianalisis secara kuantitatif meliputi analisis univariat dan bivariat (one way Anova/ Kruskall-Wallis test). Terdapat perbedaan hasil pengukuran antropometri balita pada kelompok SCOM, SCNM, NCOM, dan NCNM yang meliputi  indikator  BB aktual,  LiLA, z-score BB/PB atau BB/TB, z-score BB/U, dan z-score PB/U atau TB/U (p < 0,001). Terdapat perbedaan pendidikan ayah dan ibu antara kelompok balita stunting (SCOM dan SCNM) dengan kelompok balita normal (NCOM dan NCNM) (p = 0,009 dan p = 0,036). Terdapat perbedaan pengukuran antropometri aktual (BB, IMT, dan Lingkar pinggang), dan pengukuran antropometri selama kehamilan (BB sebelum hamil dan LiLA selama hamil) pada 4 kelompok (p < 0,05). Tidak terdapat perbedaan karakteristik lain pada balita, ayah, dan ibu pada 4 kelompok. Kelompok NCNM memiliki antropometri anak dan ibu yang lebih baik dibandingkan kelompok NCOM, SCOM, dan SCNM. Pendidikan orang tua pada kelompok SCOM cenderung lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya.
HUBUNGAN ANTARA PENANDA sCD28 DAN sCTLA-4 TERHADAP PERSENTASE SEL LIMFOSIT T CD8+CD45RA+ PADA PENUAAN IMUN: - Handono, Kusworini; Susanti, Hani; Pratama, Mirza Zaka; Kalim, Handono; Wahono, Caesarius Singgih; Ria Famuji, Siti Roziah; Firdaningrum, Nimas Eka; Sumarta, Norma Hanifah; Rizky Fachry, Ade Wlidan
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.04.1

Abstract

Penuaan merupakan proses alami dan kompleks yang ditandai dengan penurunan fungsi fisiologis manusia sehingga berakibat pada perubahan sistem imun. Sampai saat ini, deteksi penuaan imun (immunosenescence) masih memiliki kendala yang berarti. Penanda satu-satunya yang diyakini sebagai prediktor penuaan imun adalah immune risk profile (IRP). Namun, IRP hanya dapat diamati dengan pemeriksaan flowsitometri yang membutuhkan alat canggih dan keterampilan khusus. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang menemukan suatu penanda deteksi penuaan imun melalui metode yang lebih mudah. Beberapa marker kostimulator memiliki bentuk terlarut di dalam serum. Penanda CD28 dan CTLA-4 pada membran memainkan peran utama pada regulasi aktivasi limfosit T dan marker diagnostik pada autoimun ataupun penuaan imun. Meskipun demikian, bentuk terlarut dari penanda tersebut masih belum banyak diteliti.  Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti keterkaitan antara penanda sCD28 dan sCTLA-4 terhadap persentase IRP sel limfosit T CD8+CD45RA+ pada penuaan imun. Molekul kostimulator sCD28 dan sCTLA4 diukur menggunakan ELISA, sedangkan persentase sel limfosit T CD8+CD45RA+ menggunakan flowsitometri. Pada penelitian ini didapatkan 87 responden terdiri dari 23,0% responden kelompok individu muda, 40,2% kelompok pasien Lupus Eritematosus Sistemik (LES), dan 36,8% responden kelompok lansia. Kadar sCD28 dan sCTLA-4 terhadap persentase sel limfosit T CD8+CD45RA+ memiliki hubungan yang tidak signifikan pada penuaan imun. Pada penuaan imun, fungsi sel limfosit T yang mengekspresikan CD45RA menampilkan cacat proliferatif dan pensinyalan, tetapi tetap polifungsional.
HUBUNGAN BODY MASS INDEX DENGAN DENSITAS PARENKIM PAYUDARA DARI PEMERIKSAAN MAMOGRAFI Amalia, Nurlinah; Aurora, Habiba; Siswidiyati
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.04.3

Abstract

Body Mass Index (BMI) merupakan prediktor komposisi tubuh yang membandingkan tinggi badan dan berat badan. Peningkatan BMI sering digunakan sebagai penanda bahwa banyak deposit lemak pada tubuh, salah satunya di payudara. BMI dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya perubahan densitas parenkim payudara yang merupakan prediktor terkuat kejadian tumor payudara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan BMI dengan densitas parenkim payudara dari pemeriksaan mamografi. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan metode cross sectional yang dilakukan pada 27 subjek penelitian yang berasal dari Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) dan kelompok Dharma Wanita Universitas Brawijaya di RSUD dr. Saiful Anwar. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa BMI memiliki hubungan yang signifikan dengan densitas parenkim payudara (Kruskal wallis, p=0,010) dan BMI berkorelasi negatif dengan densitas parenkim payudara (Spearman, p=0,000) dengan nilai correlation coefficient bersifat kuat (-0,626). Kesimpulan dari penelitian ini adalah BMI berkorelasi negatif dengan densitas parenkim payudara.
Tinjauan Literatur: PATOGENESIS DAN TERAPI ATROFI VAGINA Sugiritama, I Wayan; Linawati, Ni Made; Wiryawan, I Gusti Nyoman Sri; Wahyuniari, Ida Ayu Ika; Ratnayanti, Gusti Ayu Dewi; Arijana, I Gusti Kamasan Nyoman
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.02.8

Abstract

Atrofi vagina adalah masalah kesehatan yang paling banyak dialami oleh wanita menopause. Patogenesisnya berkorelasi dengan penurunan kadar hormon estrogen, yang mengakibatkan  epitel vagina lebih tipis dengan proporsi sel-sel superfisial yang menurun. Pada dinding vagina terjadi penurunan jumlah serabut kolagen, penurunan massa otot polos dan penurunan vaskularisasi. Konsekuensi dari perubahan tersebut adalah dinding vagina mengalami penurunan dalam ukuran, elastis, lubrikasi, dan integritas lapisan mukosa. Gejala  yang paling sering dialami adalah rasa nyeri pada vagina, yang akhirnya menyebabkan ketakutan untuk melakukan aktivitas seksual.Penanganan gejala atrofi vagina menjadi penting karena populasi wanita menopause yang besar dan akan terus meningkat. Tujuan penulisan tinjauan literatur adalah mengulas patogenesis atrofi vagina dan berbagai macam pilihan terapinya. Literatur didapatkan melalui pencarian pada Google Scholar dan PubMed database selama tahun 2022 dan dipilih terbitan 10 tahun terakhir, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan adalah menopause, atrofi vagina, patogenesis atrofi vagina, terapi atrofi vagina, fitoestrogen, Selective Estrogen Estrogen Receptors (SERM), dan terapi sulih hormon. Hasil menemukan bahwa sebagian besar kasus tidak terdiagnosis dan hanya sedikit yang mendapat terapi yang tepat. Sebagian besar wanita menopause mengobati sendiri gejala atrofi vagina yang dialami dengan obat-obat yang dijual bebas dan ada banyak kasus yang tidak diobati. Terapi utama atrofi vagina adalah hormon yang diberikan secara sistemik atau topikal. Salah satu terapi sistemik adalah SERM. Terapi topikal pilihannya sangat banyak yaitu fitoestrogen, asam hialuronat, pelembab, pelumas, kolostrum, vitamin, herbal, terapi laser dan radio frekuensi. Berbagai jenis metode terapi memiliki mekanisme kerja yang berbeda, sebagian besar terbukti efektif mampu memperbaiki struktur dan fisiologi vagina serta mampu mengurangi gejala atrofi vagina dan juga memperbaiki fungsi seksual.
HUBUNGAN ANTARA KOMBINASI OBAT, KEPATUHAN MINUM OBAT SERTA KOMORBID TERHADAP KEBERHASILAN KONTROL TEKANAN DARAH Riskiyah; Rachmawati , Ermin; Rihadatul ‘Aisy, Nahda; Adzkia Novindra, Qanita; Alfi Syarifah, Nadia
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.03.3

Abstract

Kontrol tekanan darah pada penyakit hipertensi masih menjadi persoalan kesehatan dan menjadi faktor risiko terjadinya komplikasi pada penyakit-penyakit kardiovaskuler. Hal itu berkaitan dengan perilaku kepatuhan minum obat, kombinasi obat yang diminum dan adanya komorbid. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara kombinasi obat, kepatuhan minum obat, dan komorbid terhadap keberhasilan kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Batu dan Puskesmas Junrejo. Penelitian ini kuantitatif dengan metode potong lintang pada 265 responden. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Tingkat kepatuhan minum obat memakai kuesioner MMAS-8. Diagnosis hipertensi, jenis obat, dan kombinasi obat hipertensi didapatkan melalui data rekam medis. Klasifikasi tekanan darah terkontrol serta tidak terkontrol menggunakan data rekam medis dan sphygmomanometer. Hubungan antara kepatuhan minum obat terhadap keberhasilan kontrol tekanan darah menggunakan Spearman rank test. Hubungan antara kombinasi obat dan komorbid terhadap kontrol tekanan darah menggunakan koefisien kontingensi. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden diklasifikasikan ke dalam hipertensi tidak terkontrol (72,8%). Tidak ada hubungan antara kombinasi obat dan komorbid dengan kontrol tekanan darah (p = 0,163; 0,140 > 0,05). Ada hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan keberhasilan kontrol tekanan darah (p = 0,002 < 0,05). Kepatuhan minum obat merupakan faktor yang bermakna dalam menentukan keberhasilan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Batu dan Puskesmas Junrejo. Saran untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan analisis multivariat atau menggunakan penelitian cohort, sehingga dapat melihat faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan kontrol tekanan darah pada pasien.
KESIAPAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA ERA NEW NORMAL PADA WARGA SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BADUNG BALI Kariasih, Ni Luh Nu; Suariyani, Ni Luh Putu
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.03.6

Abstract

Memasuki era new normal pandemi COVID-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merencanakan pembukaan sekolah kembali. Kebijakan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi COVID-19 harus dipersiapkan secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan warga sekolah di Kabupaten Badung Bali, yang meliputi status vaksinasi, ketersediaan sarana prasarana sanitasi, kebersihan, dan kesehatan, kepatuhan terhadap protokol kesehatan, serta kesiapan orang tua siswa dalam pembelajaran tatap muka. Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional dengan populasi warga satuan pendidikan di Kabupaten Badung Bali. Pengambilan sampel sebanyak 120 responden menggunakan teknik multistage cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online (Google form) dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan persentase cakupan vaksinasi pada warga satuan pendidikan di Kabupaten Badung di atas 80%, sudah menerapkan perilaku protokol kesehatan dengan persentase di atas 80%. Orang tua telah memberikan izin dan telah mempersiapkan segala kebutuhan penunjang PTM anaknya dengan persentase di atas 80%. Hanya saja masih terdapat beberapa item persyaratan sarana prasarana sanitasi, kebersihan, dan kesehatan yang tidak memadai dengan persentase  di bawah 100%. Saran dalam penelitian ini adalah menyediakan sarana sanitasi, kebersihan dan kesehatan secara maksimal untuk menjamin keselamatan dan kesehatan warga sekolah selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue