cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TERHADAP COVID-19 ANTARA NAKES RAWAT INAP DENGAN NAKES RUANG ISOLASI COVID-19 DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI Andre, Johannes; Nasution, Sri Wahyuni; Ginting, Chrismis Novalinda
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.04.4

Abstract

Tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit memiliki risiko tertinggi untuk terpajan dan terinfeksi oleh virus SARS-CoV-2 selama pandemi COVID-19. Hal ini tercermin dari jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi. Oleh karena itu, dibutuhkan perilaku pencegahan infeksi yang baik ketika bekerja, termasuk dalam hal pengetahuan dan sikap. Studi ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan infeksi oleh tenaga kesehatan (nakes) ketika bekerja dan membandingkan pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan infeksi antara nakes di ruang rawat inap kelas III dan ruang isolasi COVID-19 di Rumah Sakit (RS) Universitas Royal Prima Indonesia. Studi cross-sectional komparatif dengan total sampling dilakukan pada 30 nakes dan 40 nakes ruang isolasi COVID-19. Data diperoleh melalui kuesioner yang diberikan melalui Google form dan data sekunder dari manajemen RS. Uji korelasi Spearman dan Mann-Whitney U digunakan untuk analisis statistik. Hasil studi menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara perilaku terhadap COVID-19 dengan kualitas alat pelindung diri (APD) (r = 0,698) dan pelatihan APD (r = 0,698) pada nakes di ruang inap isolasi. Terdapat perbedaan perilaku (p = 0,22) dan pengetahuan (p = 0,00) terhadap COVID-19 antara nakes ruang inap kelas III dengan nakes ruang inap isolasi. Kesimpulan perilaku dan pengetahuan nakes ruang isolasi COVID-19 berbeda dengan nakes di ruang rawat inap kelas. Perilaku nakes di ruang isolasi COVID-19 berhubungan dengan kualitas dan pelatihan penggunaan APD. Disarankan terdapat monitoring ketersediaan APD berkualitas dan pelatihan penggunaan APD untuk meningkatkan perilaku pencegahan infeksi.
PERSEPSI KELUARGA TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI KABUPATEN BANGLI Nabila, Anggun; Indah Pawitaningtyas; Agustiya, Rozana Ika
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.03.5

Abstract

Kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) meningkat setiap tahunnya. Keluarga merupakan perawat utama dan pertama bagi ODGJ. Persepsi keluarga mengenai ODGJ akan mempengaruhi bagaimana sikap dan penanganan terhadap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi keluarga mengenai ODGJ. Penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Susut dan Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Informan berjumlah empat orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis dengan content analysis. Terdapat empat tema utama yaitu: (1) persepsi keluarga mengenai faktor penyebab gangguan jiwa; (2) persepsi keluarga mengenai tanda-tanda ODGJ; (3) persepsi keluarga terkait penanganan ODGJ; dan (4) persepsi keluarga mengenai sikap masyarakat terhadap ODGJ. Kesimpulannya, masih terdapat persepsi yang kurang tepat terkait faktor penyebab, tanda-tanda dan penanganan ODGJ. Keluarga ODGJ memerlukan informasi yang tepat dan sesuai terkait dengan cara penanganan ODGJ.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI EXTENDED SPECTRUM BETA-LACTAMASE Escherichia coli Reza Nisrina Salzabella; Tursinawati, Yanuarita; Muslimah
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.04.2

Abstract

Bakteri Escherichia coli (E. coli) seringkali menjadi penyebab penyakit infeksi saluran kemih (ISK) dengan pengobatan yang dianjurkan seperti penggunaan antibiotik beta-laktam dan fluorokuinolon. Siprofloksasin adalah antibiotik golongan fluorokuinolon yang kinerjanya bergantung pada konsentrasi. Penggunaan siprofloksasin yang tidak tepat berpotensi mengalami resistensi dan mengakibatkan efek samping yang cukup serius. Salah satu alternatif antibakteri menggunakan daun kelor (Moringa oleifera) yang mengandung zat antibakteri seperti saponin, alkaloid, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan bakteri Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) E. coli. Sampel ESBL E. coli disiapkan dalam 6 kelompok yaitu kelompok perlakuan konsentrasi ekstrak daun kelor 25% (P1), 50% (P2), 75% (P3), 100% (P4), kontrol positif siprofloksasin (K1), dan kontrol negatif (K2). Ekstrak daun kelor dibuat menggunakan metode maserasi. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram kemudian diukur zona hambatnya menggunakan penggaris. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis kemudian dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata diameter zona hambat pada P1 adalah 6,5 mm, P2 (9,40 mm), P3 (11,1 mm) merupakan rerata zona hambat terbesar, tetapi masih lebih rendah dari pada K1 (31,47 mm), namun rerata diameter zona hambat pada P4 menurun menjadi 7,0 mm. Rerata diameter zona hambat antar kelompok memiliki perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun kelor memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri ESBL E. coli dengan konsentrasi ekstrak 75% mempunyai daya hambat terbesar di antara semua kelompok perlakuan, tetapi masih lebih rendah apabila dibandingkan dengan siprofloksasin.
Laporan Kasus: TERAPI INTENSE PULSE LIGHT PADA PASIEN AKNE VULGARIS DENGAN ERITEMA PASCA AKNE: DUA LAPORAN KASUS Mayasari, Ayunita; Murlistyarini, Sinta
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.03.7

Abstract

Akne vulgaris (AV) adalah penyakit yang tidak terbatas pada kulit, namun juga mempengaruhi jiwa, karena dapat menyebabkan jaringan parut wajah, perubahan warna kulit, hingga tekanan sosial psikologis, dan emosional. Insidensi AV terbanyak pada remaja usia, namun dapat menyerang semua usia. Perubahan warna kulit seperti eritema pasca akne (EPA) disebabkan oleh adanya penyembuhan luka di struktur mikrovaskuler superfisial dermis. Terapi konvensional AV dengan formulasi topikal dan oral sering kali tidak efektif serta dapat menyebabkan efek samping seperti resistensi, teratogenik dan minimnya efisiensi dalam mengatasi EPA atau eritema pasca inflamasi (EPI). Intense Pulse Light (IPL) adalah sumber cahaya intens polikromatik non-koheren dari 400-1200nm yang dapat dimodikasi oleh filter untuk memberikan iradiasi dengan panjang gelombang tertentu. IPL bekerja sebagai bakterisidal, anti-inflamasi, menekan kelenjar sebasea, dan koagulasi kapiler tertentu. Tujuan penulisan laporan kasus ini untuk mengetahui efektivitas IPL terhadap pasien AV dengan EPA. Telah dilaporkan dua kasus akne vulgaris derajat berat dan ringan dengan EPA pada wajah pasien. Kedua pasien mendapatkan terapi IPL yang diberikan selama 2 minggu sekali. Terapi IPL pada kasus ini dilakukan sebanyak tiga kali menunjukan adanya perbaikan setelah pemberian terapi pertama. Modalitas terapi ini menjadi salah satu pilihan terapi untuk perubahan warna kulit pasca akne yang berkepanjangan. Terapi IPL pada kasus ini dilakukan sebanyak tiga kali menunjukan adanya perbaikan setelah pemberian terapi pertama. Maka dapat disimpulkan bahwa modalitas terapi ini dapat menjadi salah satu pilihan terapi untuk pasien dengan adanya perubahan warna kulit pasca akne yang berkepanjangan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA KEBIDANAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Gayatri, Mergy; Fransiska, Ratna Diana; Sari, Ningrum Paramita; Agustasari, Krisjenta Iffah
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.01.6

Abstract

Pandemi COVID-19 membuat perubahan yang signifikan pada seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Demikian juga dengan pendidikan kebidanan yang sangat penting sebagai garda terdepan untuk kesehatan ibu dan anak pada masa pandemi. Di sisi lain, pandemi juga berdampak pada tingkat kecemasan seseorang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada mahasiswa Kebidanan di Indonesia selama masa pandemi COVID-19. Penelitian cross-sectional ini mencakup 128 mahasiswa Kebidanan dari empat wilayah Indonesia. Hasil menununjukkan  bahwa mayoritas mahasiswa mengalami tingkat kecemasan sedang (86,7%). Riwayat positif COVID-19, risiko COVID-19, belajar dari rumah tidak memiliki hubungan dengan tingkat kecemasan mahasiswa Kebidanan selama masa pandemi COVID-19 (p ≥ 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p = 0,016, Spearman’s rho = -0,212) dan riwayat sakit kronis (p = 0,003) dengan tingkat kecemasan mahasiswa Kebidanan selama masa pandemi. Kesimpulan yang didapatkan adalah semakin tinggi tingkat pendidikan mahasiswa Kebidanan, maka semakin rendah tingkat kecemasan. Oleh karena itu, pemantauan kondisi dan dukungan psikologis pada mahasiswa, khususnya penting untuk dilakukan.
Laporan Kasus: TOPIKAL TAKROLIMUS 0,1% OINTMENT DALAM PENGOBATAN LIKEN AMILOIDOSIS Prawitasari, Suci; Pramita, Vina Listy
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.01.7

Abstract

Liken amiloidosis (LA) adalah penyakit yang jarang ditemukan dan etiologinya masih belum jelas, diduga berhubungannya dengan garukan dan gesekan berulang. Manajemennya merupakan tantangan karena berbagai modalitas terapi memberikan berbagai hasil. Takrolimus topikal adalah salah satu pilihan modalitas terapeutik yang dapat digunakan untuk kasus-kasus yang tidak responsif terhadap kortikosteroid. Tujuan dari pelaporan kasus ini adalah untuk mempresentasikan suatu kasus liken amyloidosis yang mengalami perbaikan dari lesi kulit dan pengurangan rasa gatal dengan penggunaan topikal takrolimus. Seorang wanita berusia 43 tahun mengeluhkan sejumlah besar benjolan hitam dan merasa gatal di daerah tulang kering di kedua tungkai bawah sejak 3 tahun lalu. Pemeriksaan visual analoque scale (VAS) rasa gatal bernilai 8. Pada pemeriksaan fisik didapatkan multipel papul hiperpigmentasi dan hiperkeratotik yang tersebar membentuk plak ireguler, batas tegas, nampak seperti rippled pattern. Pemeriksaan histopatologis menggunakan pewarnaan Congo red diperoleh badan amiloid pada papilari dermis. Pasien diterapi menggunakan topikal takrolimus 0,1% ointment. Setelah 6 minggu perawatan, terdapat penurunan VAS sebesar  5 poin dan perubahan ketebalan lesi menjadi lebih tipis. Manajemen liken amiloidosis sulit dan tidak selalu berhasil. Adanya faktor gesekan berulang diduga berperan dalam penyebab pembentukan deposit amiloid sehingga pengobatan LA juga harus diarahkan untuk mengurangi gatal dan menghentikan garukan. Kerusakan keratinosit pada LA dapat terjadi sebagai hasil awal apoptosis yang dapat menyebabkan terbentuknya deposit amyloid. Pada pasien ini penggunaan takrolimus terbukti efektif, hal ini dimungkinkan takrolimus bertindak sebagai anti apoptosis dalam patogenesis LA.
FAKTOR RISIKO AKUISISI BAKTERI CARBAPENEM-RESISTANT Acinetobacter baumannii PADA PASIEN DENGAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA Santosaningsih, Dewi; Yusuf, Evira Natasya; Fatoni, Arie Zainul
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.01.1

Abstract

Carbapenem-resistant Acinetobacter baumanii (CRAB) merupakan bakteri patogen prioritas penyebab Ventilator Associated Pneumonia (VAP) dengan pilihan antibiotik terbatas sehingga meningkatkan angka kematian dan biaya perawatan. Di Indonesia, faktor yang menentukan penularan bakteri CRAB pada pasien VAP belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko akuisisi bakteri CRAB pada pasien VAP yang meliputi gender, umur, durasi penggunaan ventilator mekanik, durasi perawatan di Intensive Care Unit (ICU), riwayat intubasi ulang, riwayat penyakit penyerta, durasi terapi antibiotik meropenem, dan skor APACHE II. Penelitian case-control dilakukan sejak bulan Juni 2018 hingga Juni 2019 di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Pada penelitian ini sebanyak 12 orang pasien VAP dengan akuisisi bakteri CRAB sebagai kelompok kasus dan 12 pasien VAP dengan akuisisi Carbapenem-susceptible Acinetobacter baumannii (CSAB) sebagai kelompok kontrol dianalisis faktor risikonya. Hasil penelitian menunjukkan durasi perawatan di ICU lebih dari 8 hari (OR = 10, 95%CI = 1,360-81,053; p = 0,024) serta durasi terapi meropenem lebih dari 5 hari (OR = 17,9, 95%CI = 1,267-250,000; p = 0,032) berhubungan dengan akuisisi CRAB pada pasien VAP. Kesimpulan penelitian ini bahwa perawatan di ICU lebih dari 8 hari dan penggunaan meropenem lebih dari 5 hari merupakan faktor risiko akuisisi CRAB pada pasien VAP. Tindakan pencegahan akuisisi CRAB sangat penting pada pasien yang terpasang ventilator mekanik di ICU.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUISIONER PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI JANGKA PANJANG Veri, Nora; ljuna, Lia; Alchalidi
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.02.6

Abstract

Cakupan kontrasepsi saat ini masih rendah. Faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan metode kontrasepsi adalah sikap, pengetahuan, ketersediaan layanan kontrasepsi dan faktor lainnya. Pengetahuan, sikap dan perilaku seseorang dapat diukur melalui kuesioner. Sebelum digunakan dalam suatu penelitian maka kuesioner harus diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian bertujuan mendapatkan kuisioner yang baku dan valid untuk digunakan dalam penelitian terkait pengetahuan, sikap dan perilaku Wanita Usia Subur (WUS) tentang kontrasepsi jamgka panjang dengan model edukasi peer group dengan media medical eligibility for contraceptive use for Android. Penelitian uji coba kuisioner merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel 31 orang yang diberikan kuesioner dan diisi melalui Google form. Pengujian validitas kuesioner dilakukan dengan menggunakan teknik Scale Corrected Item-Total Correlation sedangkan uji reliabilitas dengan teknik Alpha Chronbach. Tes validasi kuesioner menunjukkan pada 40 item didapatkan sebanyak 30 item yang dikategorikan memenuhi syarat validitas memiliki nilai korelasi >0,367. Tes reliabilitas item pengetahuan, sikap, dan perilaku didapatkan nilai Alpha Chronbach > 0,367, maka kuesioner yang dites dapat dianggap konsisten. Hasil tes validitas dan reliabilitas kuesioner menunjukkan bahwa kuesioner tersebut memenuhi syarat dan dapat digunakan dalam penelitian di masyarakat.
PENGUKURAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI SEBELUM DAN SETELAH EDUKASI KESEHATAN DENGAN MEDIA BOOKLET Putra, Darma; Andriani, Rini; Armyanti, Ita
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.03.5

Abstract

Nutrisi merupakan faktor pendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan anak usia bawah lima tahun (balita). Kondisi kekurangan gizi pada balita dapat disebabkan oleh praktik pemberian asupan makan yang kurang tepat (inappropriate feeding practices). Makanan pendamping air susu ibu (MPASI ) adalah makanan padat dan cair yang diberikan bersama dengan ASI ketika pemenuhan kecukupan gizi yang semakin meningkat seiring bertambahnya usia bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media cetak booklet terhadap pengetahuan ibu dalam pemberian MPASI pada bayi. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan menggunakan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai anak usia 4-8 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gang Sehat dan Puskesmas Purnama di Kecamatan Pontianak Selatan. Subjek penelitian diambil secara consecutive sampling dengan jumlah responden sebanyak 75 ibu. Analisis bivariat pengetahuan menggunakan Wilcoxon. Skor pengetahuan sebelum diberikan edukasi MPASI adalah 75,98 lalu meningkat sebesar 82,08 setelah pemberian edukasi. Sejumlah 70% ibu mengalami peningkatan kategori menjadi baik pada skor pengetahuan MPASI. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,00 (sig < 0,05). Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan dan kategori pengetahuan setelah diberikan edukasi kesehatan.  
PERSEPSI CITRA TUBUH REMAJA DI KOTA BOGOR Nasution, Ade Saputra; Jayanti, Resty; Ramadani, Fikria Nur
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.01.5

Abstract

Gizi lebih atau gizi kurang merupakan masalah yang banyak terjadi pada remaja di Indonesia. Terdapat berbagai faktor yang dapat menentukan status gizi yang nantinya akan berdampak pada citra tubuh atau body image seperti kebiasaan makan, pengetahuan gizi, kebiasaan olahraga maupun yang lainnya. Citra tubuh pada saat ini menjadi perhatian penting bagi remaja karena dapat menunjang penampilan secara fisik dan menambah kepercayaan diri. Dimana perubahan perilaku remaja seperti kebiasaan makan, olahraga dapat mempengaruhi ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan faktor determinan (pengetahuan gizi, kebiasaan olahraga, kebiasaan makan) dengan citra tubuh remaja. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 57 remaja yang dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling, data yang terkumpul menggunakan instrumen Body Shape Questionnaire-34 (BSQ) untuk mengukur citra tubuh, instrumen Adolescent’ Food Habits Checklist (AFHC) untuk mengukur kebiasaan makan dan dianalisis menggunakan uji chi-square.  Hasil dari penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan gizi (p = 0,000), kebiasaan olahraga (0,000) dengan citra tubuh, sedangkan kebiasaan makan (p = 0,706) tidak memiliki hubungan dengan citra tubuh, dan jenis kelamin (p = 0,423) tidak memiliki hubungan dengan citra tubuh. Remaja yang memiliki pengetahuan baik dan kebiasaan olahraga yang rutin memiliki citra tubuh yang puas atau positif, sedangkan remaja yang memiliki kebiasaan makan yang buruk dengan ketidakpuasan terhadap citra tubuh. Diharapkan remaja dapat menjalani kebiasaan makan yang baik seperti mengkonsumsi sayuran dan tidak melewatkan sarapan, serta untuk melakukan olahraga untuk keseimbangan tubuh.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue