cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 INFORMATIKA Sabina, Ardelia; Martiningsih, Wahju Ratna; Novitasari, Andra
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.03.3

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) didefinisikan sebagai sekumpulan masalah mata dan penglihatan yang berhubungan dengan aktivitas penggunaan komputer. Ditandai adanya gejala visual sebagai hasil dari interaksi dengan tampilan komputer. Gejala okuler utama yang dilaporkan adalah mata tegang, iritasi, sensasi terbakar, mata merah, pandangan buram, penglihatan ganda. Prevalensi kejadian CVS pada mahasiswa teknik dan kedokteran cukup tinggi. Teori sebelumnya menyebutkan bahwa pengetahuan menjadi faktor predisposisi yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian CVS  pada Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Semarang. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di Program Studi S1 Informatika Universitas Muhammadiyah Semarang pada bulan Maret 2022. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan dari penelitian sebelumnya yang telah dimodifikasi dan Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Jumlah responden yang sesuai kriteria ekslusi dan inklusi sebanyak 73 orang. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (57,5%), diikuti pengetahuan cukup (21,9%) dan terendah dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak (20,5%). Sebanyak (63%) mengalami CVS dan sisanya yaitu (37 %) tidak mengalami CVS. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian Computer Vision Syndrome p = 0,000 (p < 0,05).
Tinjauan Literatur: PERAN HESPERIDIN DAN DIOSMIN PADA TERAPI COVID-19 BERDASARKAN STUDI IN SILICO Bukit, Raihan Shaquille; Ramadhanti, Julia; Yunivita, Vycke
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.03.7

Abstract

Corona Virus Disease-19 (COVID-19) yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2) menyebar dengan cepat di seluruh dunia. Para peneliti berupaya untuk menemukan terapi untuk penyakit ini. Strategi penemuan terapi ini salah satunya dengan menggunakan obat di luar indikasi asalnya (drug repurposing) yang lebih cepat diperoleh dan terjangkau dibandingkan penemuan obat baru. Hasil skrining terhadap obat yang sudah tersedia dan senyawa alami, menunjukkan hesperidin dan diosmin memiliki potensi untuk menginhibisi siklus hidup SARS-CoV-2. Hesperidin dan Diosmin dalam bentuk Micronized Purified Flavonoid Fraction (MPFF), sebelumnya digunakan sebagai pengobatan insufisiensi vena kronik. Tujuan penulisan kajian ini yaitu untuk mengkaji potensi hesperidin dan diosmin dalam menginhibisi jalur infeksi COVID-19. Metode yang digunakan pada kajian pustaka ini yaitu metode tinjauan pustaka naratif dengan pencarian literatur melalui database Google Scholar, Pubmed, dan ScienceDirect. Hasil kajian yang dilakukan menunjukkan dari 2012 jurnal didapatkan 16 jurnal in silico yang menunjukkan target pengobatan pada infeksi COVID-19 pada hesperidin dan diosmin diantaranya dapat menghambat reseptor Angiotensin Converting Enzyme 2 (ACE2) yang menjadi tempat SARS-CoV-2 berikatan dengan sel inang, menghambat aktivitas Transmembrane Serine Protease 2 (TMPRSS2), menghambat proses proteolitik dengan menghambat enzim 3Clpro, menghambat aktivitas RNA dependent RNA polymerase (RdRp) yang menghambat pembentukan protein struktural SARS-CoV-2. Selain itu, hesperidin dapat menghambat aktivitas protein virus nucleocapsid dan menghambat sitokin pro-inflammatory. Sebagai kesimpulan, hesperidin dan diosmin dapat menjadi kandidat yang potensial dalam menginhibisi COVID-19.
EFEK PAPARAN PROGESTERONE TERHADAP EKSPRESI TIROSIN HIDROKSILASE DAN AKTIFITAS LOKOMOTOR, SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KADAR AROMATASE-B PADA EMBRIO ZEBRAFISH (Danio rerio) Hanif, Hanif; Soeharto, Setyawati; Sujuti, Hidayat
Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2019.006.04.1

Abstract

Selain berperan dalam sistem reproduksi, progesterone juga mempunyai peran dalam sistem saraf. Progesterone diketahui berperan dalam proses perkembangan sel Purkinje pada tikus. Sel dopaminergik mempunyai peran penting dalam tubuh khususnya fisiologi pergerakan. Perubahan konsentrasi dopamin dapat berakibat pada timbulnya kelainan seperti Parkinson dan amyotropik lateral sklerosis. Pada zebrafish, sel dopaminergik dapat diidentifikasi dengan pengamatan pada tirosin hidroksilase dan pengamatan aktifitas pergerakan dapat dilakukan penilaian aktifitas lokomotor. Pemahaman terhadap hal ini akan membantu upaya terapi penyakit-penyakit neurodegeneratif terkait dopamin.Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh progesterone pada sel saraf dopaminergik embrio zebrafish melalui pengamatan ekspresi tirosin hidroksilase, aktifitas lokomotor dan peran progesterone dalam regulasi estrogen melalui aromatase B. Sebanyak 30 embrio zebrafish dipelihara dan dikultur dalam cawan dengan terpapar progesterone pada medium dengan konsentrasi 0,1, 1, dan 10 µM. Penelitian diulang tiga kali menggunakan masa peneluran yang berbeda. Teknik imunositokimia dengan marker fluoresens digunakan untuk mengamati perubahan ekspresi tirosin hidroksilase pada diensefalon saat 48 hpf. Pengukuran aktifitas lokomotor dilakukan dengan kuantifikasi gerakan larva selama 1 menit pada usia 144 hpf. Ekspresi mRNA aromatase B dinilai dengan metode RT-PCR menggunakan primer Arom-B pada usia 48, 72, dan 96 hpf. Analisis statistik menggunakan ANOVA dengan nilai p < 0,05. Progesterone menurunkan ekspresi tirosin hidroksilase pada daerah diensefalon embrio zebrafish. Progesterone terbukti menurunkan aktifitas lokomotor larva. Paparan progesterone menyebabkan peningkatan ekspresi mRNA aromatase B terutama pada usia 72 hpf dan 96 hpf. Kesimpulannya, progesterone dapat mempengaruhi sel dopaminergik embrio zebrafish melalui penekanan ekspresi tirosin hidroksilase, aktifitas lokomotor, dan meningkatkan ekspresi mRNA aromatase B.
Tinjauan Literatur: KORIOKARSINOMA GESTASIONAL: ETIOPATOGENESIS, MANIFESTASI KLINIS RADIOLOGIS, SERTA TEMUAN MAKROSKOPIK DAN MIKROSKOPIK Rahmadiani, Nayla; Retnani, Diah Prabawati; Fadli, Muhammad Luqman
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.03.8

Abstract

Koriokarsinoma gestasional merupakan tumor ganas yang berasal dari komponen sinsitiotrofoblas, trofoblas intermediate, dan sitotrofoblas, yang kejadiannya terkait dengan kehamilan. Koriokarsinoma merupakan jenis neoplasma trofoblastik gestasional tersering, dengan insiden yang tinggi di negara-negara Asia Tenggara. Entitas ini penting untuk didiagnosis dan diterapi dengan tepat, karena ditemukan adanya metastasis pada lebih dari 50% kasus yang tidak tertangani. Pada kajian literatur ini, akan dibahas mengenai aspek diagnosis patologis menurut literatur-literatur terbaru. Secara klinis, gejala dan tanda yang dapat ditemukan antara lain perdarahan pervaginam dengan cairan tampak berwarna kecoklatan bercampur darah, serta kadar hCG serum dan urin yang sangat tinggi. Kriteria diagnosis patologisnya menurut WHO yakni adanya pola bifasik khas, dengan sitotrofoblas villous mononuklear dan trofoblas intermediate yang dikelilingi oleh sinsitiotrofoblas berinti banyak yang ganas. Imunohistokimia dapat membantu pada kasus di mana pola klasik tidak terlalu nampak, dan pemeriksaan genotip dapat dilakukan bila tersedia.
KUNJUNGAN PASIEN ANAK DI ERA COVID-19: PERBANDINGAN TRIMESTER AKHIR 2020 DAN 2021 DI IGD RSUD SOEDONO MADIUN Habibah, Fitria Ummu; Santoso, Finariawan Asrining; Olivianto, Ery
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.04.6

Abstract

Usia anak merupakan usia yang rentan terhadap efek sekunder Coronavirus Disease-19 (COVID-19). Pasien usia anak yang berkunjung ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) mengalami penurunan pada saat awal pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti dampak pandemi COVID-19 terhadap kunjungan pasien anak di IGD, mengetahui tingkat kasus rawat inap, serta memberikan gambaran dan perbandingan sebaran kasus di IGD RSUD Soedono Madiun selama trimester terakhir tahun 2020 dan 2021. Studi ini merupakan penelitian retrospektif dengan pendekatan analitik observasional, menggunakan data sekunder yang didapat dari kunjungan pasien anak ke IGD RSUD Soedono Madiun pada bulan Oktober-Desember 2020 dan Oktober-Desember 2021. Perbandingan kunjungan pasien anak di IGD diuji dengan Mann-Witney U Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) pada jumlah kunjungan pasien anak dan terdapat penurunan proporsi pasien rawat inap (4,5%; p = 0,04) serta peningkatan proporsi pasien pulang (5,1%; p = 0,04). Studi ini menyimpulkan bahwa COVID-19 berdampak pada fluktuasi jumlah kunjungan pasien anak di IGD RSUD Soedono Madiun.
Tinjauan Literatur: SITOKIN SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITAS CORONAVIRUS DISEASE-19 (COVID-19): A SYSTEMATIC REVIEW Iskandar, Agustin; Hartanti, Khoirunisah Dwi
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.01.8

Abstract

Peningkatan kadar sitokin berperan pada terjadinya badai sitokin yang menyebabkan sindrom distres nafas dan kerusakan organ sehingga banyak studi yang mengungkapkan hubungan peningkatan sitokin terhadap keparahan Coronavirus Disease-19 (COVID-19). Sitokin yang dilaporkan berhubungan dengan keparahan penyakit ternyata tidak selalu terbukti berhubungan dengan mortalitas pada COVID-19. Kami melakukan review hubungan sitokin dengan mortalitas COVID-19 dan potensinya sebagai biomarker prediktor mortalitas COVID-19. Review literatur secara sistematik dilakukan pada database PubMed dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan adalah ‘cytokine’, ‘mortality’, ‘COVID-19’, dan ‘predictor’. Hanya studi observasional yang membahas hubungan antara sitokin dengan mortalitas pada COVID-19 yang masuk sebagai kriteria inklusi. Didapatkan 15 artikel yang relevan dan melaporkan hubungan sitokin dengan mortalitas COVID-19. Peningkatan kadar sitokin IL-6 berhubungan pada mortalitas pada sepuluh studi. Peningkatan TNF-α dan IL-8 memiliki hubungan dengan mortalitas dan dilaporkan pada empat studi. Peningkatan IL-10 berhubungan dengan mortalitas pada tiga studi. Beberapa sitokin lain diungkapkan hubungannya dengan mortalitas tetapi hanya terbukti pada satu studi, antara lain peningkatan kadar IFN-γ, IL-1β, dan MCP-1. Dapat disimpulkan, sitokin IL-6 berhubungan dengan mortalitas pada COVID-19. Sitokin  TNF-α, IFN-γ, IL-8, IL-10, IL-1β, dan MCP-1 tidak banyak dilaporkan hubungannya dengan mortalitas pada COVID-19. Akan tetapi sitokin tersebut memiliki hubungan dengan keparahan penyakit COVID-19 sehingga memiliki potensi untuk diteliti lebih lanjut sebagai prediktor mortalitas pada COVID-19.
PERBEDAAN GAMBARAN PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP PRE DAN PASCA TERAPI TUBERKULOSIS FASE INTENSIF PADA PEDIATRI Iskandar, Agustin; Olivianto, Ery; Syahfitri, Rininta; Maisaroh, Luluk; Ludytajati, Ferine; Aprilia, Andrea
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.01.4

Abstract

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit kronis yang banyak ditemui di Indonesia. Terapi yang diperlukan untuk mengeradikasi bakteri penyebab TBC (Mycobacterium tuberculosis) membutuhkan waktu setidaknya 6 bulan, yaitu 2 bulan fase intensif diikuti 4 bulan fase lanjutan. Selama ini, monitoring hasil terapi dilakukan setelah fase intensif dengan melakukan pemeriksaan mikrobiologis. Namun, pemeriksaan mikrobiologis kurang sensitif dan lebih sulit dilakukan khususnya pada anak sehingga diperlukan pemeriksaan lain yang lebih sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil hematologi yaitu profil eritrosit, leukosit, dan trombosit pre dan pasca terapi fase intensif obat antituberkulosis pada anak. Penelitian observasional analitik berdesain kohort prospektif dilakukan terhadap 90 pasien anak. dengan TBC paru maupun ekstra paru di Poli Kesehatan Anak RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang pada Februari hingga Desember 2018. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pada pasca terapi, jumlah leukosit (p = 0,036), neutrofil (p = 0,020), trombosit (p = 0,008), dan PCT (p = 0,015) lebih rendah namun jumlah limfosit (p = 0,037) lebih tinggi; sedangkan monosit, hemoglobin, indeks eritrosit, RDW, dan MPV tidak berbeda bermakna. Sekalipun demikian, jumlah leukosit, neutrofil, trombosit, plateletcrit (PCT) yang menurun serta jumlah limfosit yang lebih tinggi tidak berkorelasi dengan respons terapi pada TBC anak. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat penurunan leukosit, neutrofil, trombosit, PCT, dan peningkatan limfosit akan tetapi tidak berhubungan dengan respons pengobatan.
Laporan Kasus: STEVENS-JOHNSON SYNDROME-TOXIC EPIDERMAL NECROLYSIS OVERLAP PADA ANAK KARENA OBAT CACING ORAL Puspitasari, Galuh Dyah; Ekasari, Dhany Prafita; Basuki, Santosa
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.02.7

Abstract

Stevens-Johnson Syndrome (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) merupakan reaksi hipersensitivitas tipe lambat yang dapat mengancam jiwa. Kejadian SJS/TEN jarang terjadi pada anak-anak dan salah satu etiologi terbanyak adalah obat-obatan seperti antibiotik, antiepilepsi, dan antipiretik. Kasus SJS/TEN karena obat cacing sangat jarang dilaporkan. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan wawasan bahwa SJS/TEN dapat terjadi pada anak-anak, dengan etiologi yang sangat beragam salah satunya adalah obat cacing, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan, menegakkan diagnosis serta memberikan penanganan yang tepat. Seorang anak perempuan berusia 5 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan ruam merah keunguan dengan lepuh menyebar di seluruh tubuh dan erosi ditutupi keropeng merah kehitaman di bibir, kemaluan dan dubur sejak lima hari terakhir. Tidak ada riwayat konsumsi obat sebelumnya selain albendazole yang diminum pasien tiga minggu sebelumnya. Pemeriksaan dermatologis menunjukkan makula dan patch dusky red, multipel, disertai bula dinding kendur, berisi cairan bening, beberapa bula ruptur meninggalkan erosi dengan dasar eritematosa dan epidermal detachment dengan Nikolsky sign dan Asboe Hansen sign yang positif. Hasil pemeriksaan serologis infeksi virus herpes simpleks menunjukkan hasil negatif. Pasien didiagnosis dengan Stevens-Johnson Syndrome-Toxic Epidermal Necrolysis overlap diduga karena albendazole dengan luas lesi mencapai 22%. Lesi kulit dan perbaikan klinis pasien tampak signifikan setelah menjalani perawatan di Burn Care Unit selama 13 hari, metilprednisolon 10 mg per 8 jam, dan terapi suportif lainnya. Kesimpulannya, diagnosis dan pengobatan cutaneous ADRs (cADRs) pada anak-anak menantang karena beberapa alasan, terutama karena anak-anak lebih sering terinfeksi virus dibandingkan dengan orang dewasa.
ANALISIS KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA PADA KELELAHAN KERJA PERAWAT DI RUANG ISOLASI COVID-19 (STUDI KASUS RSI UNIVERSITAS ISLAM MALANG) Kuncoro, Wahyudi; Zuhriyah, Lilik; Putra, Kuswantoro Rusca; Lenggono, Kumoro Asto
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.02.3

Abstract

Keseimbangan kehidupan kerja perawat perlu diperhatikan oleh manajer rumah sakit karena dapat menimbulkan kelelahan kerja yang mengganggu proses pelayanan, pembiayaan, dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keseimbangan kehidupan kerja pada kelelahan kerja perawat di ruang isolasi COVID–19. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 73 orang perawat yang bekerja pada Ruang Isolasi COVID-19 Rumah Sakit Islam Malang. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner keseimbangan kehidupan kerja (Greenhauss-Collin) dan Maslach Burnout Inventory (MBI).  Data dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan variabel work life balance memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelelahan kerja (p < 0.028). Selain itu juga ditemukan bahwa variabel umur, pendidikan, kerja shift memiliki pengaruh signifikan secara statistik terhadap kelelahan kerja. Sebagian besar perawat yang mengalami kelelahan memiliki proporsi keseimbangan kehidupan kerja tidak seimbang yang lebih tinggi. Sedangkan pada perawat yang tidak mengalami kelelahan memiliki proporsi keseimbangan kehidupan kerja yang seimbang. menunjukkan risiko untuk mengalami burnout pada orang dengan Work Life Balance yang tidak seimbang adalah 3,8 kali lebih besar daripada orang dengan Work Life Balance yang seimbang setelah variabel confounding umur, pendidikan, jenis kelamin, kerja shift, dan waktu bekerja dikontrol. Perawat yang memiliki keseimbangan kehidupan kerja tidak seimbang memiliki risiko 3,8 kali lebih besar mengalami kelelahan daripada perawat yang memiliki keseimbangan kehidupan kerja yang seimbang. Kesimpulan penelitian ini adalah keseimbangan kehidupan kerja memberikan pengaruh pada kelalahan kerja.
HEALTH BELIEF MODEL DAN FAKTOR LAIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN VAKSINASI COVID-19 PADA IBU HAMIL DI WILAYAH TANGERANG TAHUN 2021 Effendi, Dian Puspitasari; Nurrika, Dieta; Triastuty, Agil; Novrinda, Herry; Susilawati, Ela
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.02.5

Abstract

Perubahan fisiologi serta penurunan imunitas merupakan faktor kerentanan ibu hamil terhadap penularan virus COVID-19. Kebijakan mengenai vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil sudah tertuang dalam peraturan pemerintah Indonesia. Ibu hamil diperkirakan tidak ingin melakukan vaksinasi, yang dikenal dengan fenomena keragu-raguan vaksin. Oleh karena itu, sangat diprioritaskan untuk memahami niat, motivasi, dan hambatan yang mempengaruhi ibu hamil untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Faktor sosiodemografi, status kesehatan ibu hamil (Health-Related Variable) dan model teoritis keyakinan kesehatan dan persepsi risiko (Health Belief Model) merupakan instrumen penting untuk memahami faktor-faktor yang ada di balik pengambilan keputusan pada Ibu hamil dengan menilai apa saja yang akan memotivasi dan menghambat ibu hamil untuk melakukan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel diambil menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah 172 sampel. Hasil penelitian, sebanyak 161 ibu hamil memiliki kesediaan menerima vaksinasi COVID-19 yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, usia kehamilan, isyarat untuk bertindak dan pengetahuan mengenai kebijakan pemerintah tentang vaksinasi COVID-19. Kesimpulan, pengambilan keputusan vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil di wilayah Tangerang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti informasi dari media massa, nasihat dari orang lain, kejadian COVID-19 pada kenalan/keluarga, serta berita  tentang vaksin COVID-19.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue