cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
PERBANDINGAN BIAYA PELAKSANAAN PEKERJAAN PONDASI SUMURAN DAN PONDASI TIANG PANCANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR OTORITAS BANDAR UDARA WILAYAH VIII SAM RATULANGI MANADO Andrew O. Wuisan
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi bangunan adalah konstruksi yang paling penting pada suatu bangunan, karena pondasi berfungsi untuk menyalurkan seluruh beban hidup dan beban mati yang berasal dari struktur di atasnya. Perbandingan biaya pelaksanaan pekerjaan pondasi sumuran dan pondasi tiang pancang akan sangat penting dalam menentukan pondasi mana yang paling tepat dan ekonomis untuk digunakan pada proyek pembangunan gedung kantor otoritas bandar udara. Dalam perencanaan pondasi ada beberapa hal yang harus diperhitungkan yaitu beban yang bekerja pada pondasi seperti beban mati, beban hidup dan beban gempa. Untuk perhitungan beban struktur gedung yang bekerja pada pondasi mengacu pada Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung Tahun 1983, SNI 03-1726-2002 dan SNI 03-1727-1989, sedangkan untuk perhitungan pondasi menggunakan metode Begemen. Untuk perhitungan pondasi sumuran dan tiang pancang hanya ditinjau pada satu titik saja dengan acuan data uji sondir, dengan kedalaman tanah keras 5 (lima) meter. Dan berdasarkan dari perhitungan, didapat hasil 3 (tiga) tiang untuk pondasi sumuran sedangkan untuk pondasi tiang pancang membutuhkan 8 (delapan) tiang dalam satu pile cap yang mampu memikul beban sebesar P = 1.194,1 ton. Untuk biaya pembuatan pondasi sumuran lebih ekonomis dibandingkan dari pondasi tiang pancang. Dari hasil perhitungan perbedaan harga dari kedua pondasi cukup signifikan, yaitu untuk biaya pelaksanaan pekerjaan pondasi tiang pancang sebesar Rp. 74.035.700,00,- (Tujuh Puluh Empat Juta Tiga Puluh Lima Ribu Tujuh Ratus Rupiah), sedangkan pondasi sumuran Rp. 33.620.500,00,- (Tiga Puluh Tiga Juta Enam Ratus Dua Puluh Ribu Lima Ratus Rupiah). Dengan hasil data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan penggunaan pondasi tiang pancang tidak efektif pada proyek tersebut, karena kedalaman tanah keras hanya sampai pada kedalaman 5 (lima) meter. Penggunaan pondasi sumuran lebih efisien dan ekonomis dibanding tiang pancang. Apalagi penggunaan tiang pancang pada proyek tersebut juga dapat mempengaruhi struktur bangunan yang ada dan dapat mengganggu keamanan aktivitas di sekitarnya, yang merupakan area terlarang atau terbatas untuk umum. Kata kunci : perbandingan, pondasi sumuran, pondasi tiang pancang
MALL AGRIKULTUR DI TOMOHON: Green Architecture Christiana P. Bonde; Linda Tondobala; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha untuk meningkatkan kualitas perekonomian dan rekreasi akan semakin bersinergi apabila dilakukan sejalan dengan pelestarian alam dan potensi mata pencaharian penduduk daerah tersebut. Kota Tomohon identik dengan budaya bercocok tanam, serta memiliki iklim yang mendukung. Penduduk Kota Tomohon mayoritas petani bunga dan sayur hingga buah – buahan. Perkembangan kota Tomohon secara fungsional sebagai pusat pelayanan dari wilayah sekitarnya, menuntut untuk kota ini memiliki pusat perekonomian serta rekreasi yang melayani kebutuhan masyarakat. Kecamatan Tomohon Tengah melalui beberapa kriteria, terpilih sebagai lokasi diselenggarakannya objek Mall Agrikultur, yang merupakan pengadaan gabungan sifat kegiatan sebagai wadah perekonomian dan rekreasi yaitu; mall, sebagai fasilitas perdagangan yang mewadahi budaya mata pencaharian penduduk Kota Tomohon yakni; pertanian / agrikultur yang dilengkapi dengan unsur rekreasi. Sinergitas antara perdagangan dan agrikultur digabungkan dalam perancangan dengan tujuan dapat selain memberi timbal balik, baik bagi pelestarian budaya dan alam daerah serta meningkatkan potensi ekonomi daerah juga mengangkat identitas Kota Tomohon. Green Architecture atau Arsitektur Hijau dipilih sebagai konsep tema objek rancangan dengan tujuan mengajak masyarakat peduli lingkungan dengan desain yang ramah lingkungan, meminimalkan pemakaian energi dan berkontribusi dalam meminimalisir pemanasan global. Hal ini sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu lebih ekonomis dan semakin bersinergi dengan ciri lokasi hingga tujuan objek rancangan. Kata Kunci: Agrikultur, Mall, Arsitektur Hijau, Rekreasi Pertanian Modern
PUSAT SENI MINAHASA UTARA: Arsitektur Reginalisme Fensi Koloay; Julianus A. R. Sondakh; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Seni merupakan sarana untuk mengembangkan kegiatan kesenian dan sebagai sarana edukasi pengetahuan tentang kesenian, akan tetapi di Minahasa Utara belum terdapat tempat atau wadah maka dibuat Pusat Seni Minahasa Utara dengan tema Arsitektur Regionalisme. Adapun tujuan perancangan Pusat Seni untuk memfasilitasi kegiatan kesenian secara baik dan memperlihatkan desain khusus yang mencirikan kebudayaan yaitu dengan pendekatan kebudayaan minahasa Utara. Perancangan Pusat Seni ini diharapkan bermanfaat untuk melestarikan kesenian dan meningkatkan minat masyarakat terhadap kesenian. Serta sebagai sarana edukasi, rekreasi dan sebagai tempat penyampaian karya seni untu meningkatkan perekonomian masyarakat dari segi kesenian. Kata Kunci: Pusat Seni Minahasa Utara, Arsitektur Regionalisme, Kebudayaan
PERPUSTAKAAN UMUM KOTA TIMIKA KABUPATEN MIMIKA: Arsitektur Neo Vernakular Kristania M. Lahu; Judy O. Waani; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Mimika merupakan salah satu daerah dari Provinsi Papua. Kabupaten Mimika memiliki 12. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri 2021, jumlah penduduk Kabupaten Mimika sebanyak 311.731 jiwa dengan kepadatan penduduk 14 jiwa/km². Perpustakaan adalah salah satu langkah tepat untuk meningkatkan minat baca masyarakat khususnya pelajar di Kabupaten Mimika. Literasi perlu ditingkatkan dalam rangka memajukan kualitas Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu, Perpustakaan yang merupakan jantung literasi harus didirikan, dijaga, dan ditingkatkan. Persentase jumlah siswa di Kabupaten Mimika adalah 19,7% dari total jumlah penduduk. Kabupaten Mimika masih terus berkembang dan direncanakan akan menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah, namun belum terdapat perpustakaan umum kota. penulis ingin merancang bangunan ini dengan harapan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pelajar maupun masyarakat yang ada di kabupaten/kota, juga dengan menggunakan tema Neo-Vernakular yang menggabungkan antara konsep tradisional dan modern masyarakat pasti akan tertarik untuk mengunjunginya dan diharapkan gedung ini bisa menjadi salah satu landmark Kabupaten Mimika. Kata Kunci : Perpustakaan, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Umum Kota, Arsitektur Neo Vernakular
SEKOLAH TINGGI PSIKOLOGI DI MANADO: Salutogenik Sebagai Pendekatan Desain Sandy A. H. Manuhutu; Alvin J. Tinangon; Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data peserta SBMPTN peminat jurusan ilmu psikologi memiliki kenaikan jumlah peminat dari tahun 2016 sampai 2020, contohnya di Universitas Indonesia (UI) yang memiliki kenaikan rata-rata jumlah peminat sebesar 27% pertahun, contoh lainnya di Universitas Gadjah Mada yang memiliki kenaikan rata-rata jumlah peminat sebesar 37% pertahun dan di Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang memiliki kenaikan rata-rata jumlah peminat sebesar 5% pertahun. Perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan ilmu psikologi di Sulawesi utara hanya ada di Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang berada di Tondano, sayangnya Universitas Negeri Manado hanya menyediakan pendidikan S1 sehingga untuk mengambil pendidikan profesi atau melanjutkan pendidikan S2/S3 tetap harus mengambil pendidikan di luar Sulawesi Utara. Selain strata pendidikan di Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang hanya setingkat S1, Kota Manado juga membutuhkan penambahan tenaga kesehatan pada bidang psikologi klinis untuk membantu pengobatan dan perawatan orang dengan gangguan kejiwaan. Kata Kunci: Sekolah Tinggi, Psikologi, Salutogenik sebagai pendekatan desain
RUMAH SUSUN SINDULANG MANADO: Arsitektur Perilaku Leon S. P. Kondoy; Ingerid L. Moniaga; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah aliran sungai adalah satu hal yang seringkali dikesampingkan dari fokus pemerintah. Daerah sungai hanya menjadi sebuah hal yang terabaikan dari beberapa aspek.. Dampaknya kawasan kumuh terus berkembang secara ganas di pinggir sungai. Kota Manado, mempunyai bahkan memiliki pertumbuhan masa yang semakin bertambah per tahunnya. Seiring dengan hal itu, Kota Manado mempunyai daerah permukiman kumuh yang masuk dalamkategori kumuh ringan, sedang bahkanpun berat . Kawasan sungai Tondano menjadi yang paling sering diperhatikan karena dominan. permukiman kumuh yang ada mengakibatkan area ini pun pernah mengalami banjir bandang. Perilaku yang sering muncul pada beberapa aktifitas permukiman di daerah bantaran sungai adalah masyarakat yang memanfaatkan lahan sebagai tempat bermain anak- anak, melakukan interaksi sosial, sebagai aktivitas ekonomi (berjualan), mencuci di luar unit hunian, serta pembuangan limbah yang dilakukan di sungai. Akibatnya, pola kehidupan mereka terlihat semerawut, mulai dari pola penataan hunian atau rumah tinggal, sistem drainase (air bersih- air kotor), sistem penghawaan dalam ruang hunian, sistem buangan limbah, sampai pada sistem utilitas dan sarana dan prasarana lingkungan yang tidak sedap dipandang mata. Kalau tidak segera dilakukan penataan permukiman, maka dampak buruknya selain fungsi sungai yang hilang dan citra kota menjadi buruk, juga jiwa masyarakat bantaran sungai dapat terancam ketika suatu waktu terjadi banjir. Sehingga dari permasalahan yang ada inilah maka diadakanlah perencanaan perancangan Rumah susun pada kawasan aliran sungai Tondano di Manado dengan menerapkan pendekatan tema “Arsitektur Perilaku” pada desain. Kata Kunci : Rumah Susun, Sindulang Manado, Arsitektur Perilaku
DESAIN PUSAT PERBELANJAAN DAN KULINER DI TONDANO: Pendekatan Arsitektur Lansekap Grey M. Moningkey; Cynthia E.V. Wuisang; Michael M. Rengkung
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor perdagangan adalah salah satu aspek kegiatan ekonomi yang berperan manjadi urat nadi pergerakan perekonomian untuk kehidupan dalam suatu kota, perdagangan mempunyai peran dalam suatu aspek penanaman modal serta pergerakan ekonomi yang bisa meningkatkan pendapatan wilayah itu sendiri. Namun keterbatasan fasilitas perbelanjaan yang lengkap di kota Tondano, dalam pemenuhan kebutuhan berbelanja membuat masyarakat harus berbelanja ke luar daerah, seperti Tomohon dan Manado yang membutuhkan jarak yang jauh untuk dapat menikmati fasilitas perbelanjaan yang lengkap. Dilihat dari kondisi kota Tondano saat ini yaitu, belum adanya wadah yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kota Tondano dalam berbelanja dengan fasilitas yang lengkap, sehingga dengan hadirnya objek “Pusat Perbelanjaan dan Kuliner di Tondano”dengan pendekatan perancangan yang tepat, pendekatan lokasional yang strategis serta pendekatan tematik Arsitektur Lansekap yang dapat mewadahi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan berbelanja serta memanfaatkan potensi wisata yang ada di kota Tondano, sehingga dapat menjadi daya tarik serta peluang besar dalam pertumbuhan dan pengembangan daerah di bidang perdagangan dan ekonomi maupun wisata di kota Tondano. Kata Kunci: Tondano, Pusat Perbelanjaan, Arsitektur Lansekap
GEDUNG KESENIAN DI MINAHASA UTARA: Arsitektur Simbolisme Cindy P. Lengkong; Pierre H. Gosal; Vicky H. Makarau; Zainal H. Pandjab
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Kesenian merupakan sarana untuk mengembangkan kegiatan kesenian dan sebagai sarana edukasi pengetahuan tentang kesenian, akan tetapi pada Kabupaten Minahasa Utara belum terdapat tempat atau wadah maka di buat Gedung Kesenian di Minahasa Utara dengan tema simbolisme. Adapun tujuan perancangan Gedung kesenian ini untuk memfasilitasi kegiatan kesenian secara baik dan memperlihatkan desain khusus yang mencirikan kebudayaan yaitu dengan pendekatan kebudayaan Minahasa Utara. Perancangan Gedung Kesenian ini diharapkan bermanfaat untuk melestarikan kesenian dan meningkatkan minat masyarakat terhadap kesenian. Serta sebagai sarana edukasi, rekreasi dan sebagai tempat penyampaian karya seni untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dari segi kesenian. Kata kunci : Gedung Kesenian,Simbolisme,Kebudayaan Minahasa Utara
MIXED MARTIAL ART (MMA) CENTER DI MANADO: Complexity and Contradiction in Architecture Roncar S. Walewangko; Pierre H. Gosal; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia membuat suatu ajang besar dan bergengsi pertandingan Mixed Martial Arts (MMA) tingkat nasional yaitu One Pride. Berkembangnya jenis olahraga ini memiliki pengaruh pula pada perkembangan olahraga bela diri di Sulawesi Utara. Hal ini dapat dilihat pada tingkat peminat olahraga pada pendidikan-pendidikan di Manado, serta munculnya kelas-kelas bela diri di pusat kebugaran. Dengan pendekatan tema Complexity and Contradiction in Architecture pada desain MMA Center ini akan membuahkan karya arsitektur yang menarik dengan cara menampilkan suatu pertentangan atau masalah dalam elemen- elemen bangunan tersebut. Hasil dari perancangan MMA Center ini dihadirkan untuk menjadi ruang publik yang dapat memfasilitasi masyarakat dengan hobi dan bakat di bidang seni bela diri campuran maupun tempat kunjungan wisatawan domestik msupun mancanegara. Kata Kunci : MMA Center, Complexity and Contradiction, Manado
MADRASAH ALIYAH DI MANADO: Eco Creative Architecture Shifa A. Qayyum; Jefrey I. Kindangen; Surijadi Supardjo; M. Mardan Anasiru
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan menjadi pondasi utama dalam membangun kultur suatu bangsa. Bagaimana manusia dapat menjamin kelangsungan masa depan mereka tanpa adanya pendidikan? Di masa sekarang manusia diharapkan menerima Pendidikan yang lebih dari hanya mengembangkan kemampuan intelektualnya. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah bagimana karakter setiap orang terbentuk. Pembentukan karakter manusia tidak diawali dengan mencerdaskan, namun sebaliknya, Langkah yag paling penting adalah mewujudkan individu yang bertakwa dan berakhlak mulia. Eksistensi pendidikan di zaman sekarang hanya dilihat melaluiu satu paradigma yang terbatas dimana Pendidikan hanya dimengerti sebagai suatu instrument yang melingkupi kecerdasan intelektual tanpa pembentukan karakter. Paradigma seperti ini menjebak manusia dalam pemikiran yang salah tentang tujuan pendidikan, hakikat masalah hukum, politik, budaya, dan sosial, membuat mereka sensitif terhadap penurunan sebab tak mampu memikul tanggung jawab secara wajar. Madrasah merupakan salah satu penyelenggaraan pendidikan formal berbasis agama Islam. Eksistensi madrasah sangat diperlukan ditengah krisis moral yang terjadi disaat lembaga pendidikan biasa tak sanggup memenuhi syarat perbaikan karakter dan moral bangsa dimasa mendatang. Dengan isu permasalahan ini, sebuah madrasah dapat menjadi tiang penopang kehidupan masyarakat yang juga mampu menghubungkan kebutuhan jasmani serta kebutuhan mental rohani seseorang. Kata Kunci: Madrasah, Ecology, Creative

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue