cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
PUSDIKLAT DAMKAR DI KOTA MANADO: Lingkungan Binaan Responsif Christofel Jacob; Dwight M. Rondonuwu; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bencana yang dapat menjadi ancaman bagi manusia adalah kebakaran. Tata letak bangunan di Kota Manado yang cenderung tidak beraturan dan saling berdekatan dengan batas tembok yang saling menempel menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran yang cepat merambat dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar dan fatal. Dalam penanganannya, dibutuhkan tenaga profesional seperti petugas pemadam kebakaran (damkar) yang terlatih dan teredukasi dengan baik. Adanya kantor pemadam kebakaran di kota Manado sangat membantu penanganan kebakaran yang bisa terjadi kapanpun. Namun, fasilitas kantor sendiri tidak banyak menjawab perihal kinerja para petugas damkar yang dituntut profesional; terlatih dan teredukasi dengan baik. Oleh karena itu, objek seperti Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Damkar dinilai penting untuk dihadirkan. Dalam merancang objek ini, tema yang diangkat ialah Lingkungan Binaan Responsif yang dapat menjembatani kehidupan sosial pengguna dengan tata lingkungan sekitarnya melalui implementasi beberapa prinsip-prinsip tema tersebut sehingga respon pengguna terhadap bangunan bahkan terhadap lingkungan luar dapat tercipta. Kata Kunci : Pusdiklat Damkar, Lingkungan Binaan Responsif
GELANGGANG OLAHRAGA DI TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE: Arsitektur Neo Vernakular Otniel Ch. I. Takasiliang; Pingkan P. Egam; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang diminati masyarakat dari berbagai latar belakang yang berbeda dan dengan rentang usia yang cukup beragam. Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe khususnya yang berada di kecamatan Tahuna cenderung menjadikan olahraga sebagai kegiatan rekreatif, namun adapun kelompok masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai kegiatan yang dapat mendatangkan prestasi. Cabang olahraga futsal, voli, bulutangkis, basket, dan tinju dinilai sebagai cabang olahraga yang diminati masyarakat di Tahuna. Tingginya minat masyarakat dalam kegiatan berolahraga nyatanya tidak sebanding dengan banyaknya fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan tersebut. Minimnya fasilitas seperti Gelanggang Olahraga yang memadai menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe khususnya di Tahuna. Selain dapat mewadahi dan memfasilitasi minat masyarakat serta mengembangkan dan melatih potensi generasi muda untuk menjadi atlet-atlet kebanggaan daerah, Gelanggang Olahraga juga diperlukan keberadaannya untuk menunjang kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang nantinya akan diadakan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dengan didukung tema arsitektur Neo Vernakular, perancangan Gelanggang Olahraga di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, diharapkan dapat memperkenalkan unsur-unsur kearifan lokal yang dipadu dengan unsur-unsur modern kepada setiap penggunanya sehingga melalui objek ini, unsur kedaerahan dan kearifan lokal tetap terjaga dan tidak terlupakan oleh karena tergerus dengan era globalisasi. Penerapan tema ini dinilai menjadi salah satu langkah dalam menunjang pariwisata daerah karena melalui objek ini pengunjung dapat menikmati keindahan arsitekturalnya sekaligus kebudayaan setempat yang tertuang dalam berbagai aspek bangunan. Kata Kunci: Tahuna, Gelanggang, Olahraga, Kearifan Lokal, Modern, Neo Vernakular
RESORT HUTAN MANGROVE DI KOTA MANADO: Blobitecture Joshua E. T. Sasiang; Julianus A. R. Sondakh; Johannes Van Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resort Hutan Mangrove di Kota Manado merupakan proyek tugas akhir yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah resort yang mengintegrasikan arsitektur modern dengan keindahan alam mangrove. Konsep arsitektur yang digunakan dalam proyek ini adalah Blobitecture, yang menekankan pada bentuk organik dan fleksibel. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menciptakan sebuah bangunan yang dapat menyatu dengan lingkungan sekitar dan memberikan pengalaman yang unik bagi para pengunjung. Pada tahap perancangan, dilakukan analisis terhadap kebutuhan dan karakteristik lingkungan sekitar. Kemudian, dibuatlah konsep desain dengan mempertimbangkan fungsi dan estetika bangunan. Konstruksi bangunan Resort Hutan Mangrove menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan teknologi yang terkini untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Hasil dari proyek ini adalah sebuah bangunan yang terintegrasi dengan alam dan memberikan pengalaman yang unik bagi para pengunjung. Dengan konsep Blobitecture yang digunakan, bangunan Resort Hutan Mangrove di Kota Manado dapat menjadi contoh desain yang ramah lingkungan dan dapat memadukan arsitektur modern dengan keindahan alam. Kata Kunci: Resort, Mangrove, Blobitecture
MALL OTOMOTIF DI MANADO: Arsitektur Kontemporer Hiskia Simbar; Pierre H. Gosal; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu kota Provinsi Sulawesi Utara adalah kota Manado yang saat ini sedang berkembang di berbagai bidang, salah satunya yaitu industri otomotif. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah kendaraan dan jumlah kepemilikan kendaraan di Kota Manado per bulannya. Beragam layanan otomotif seperti dealer otomotif, bengkel, dan retail/took hadir dan terus berkembang di kota Manado dengan tidak terkonsentrasi pada satu titik namun tersebar luas di beragam penjuru kota. Meningkatnya jumlah penggunaan kendaraan di Kota Manado, belum berbanding lurus dengan ketersediaan suatu wadah terpusat yang memfasilitasi segala keperluan masyarakat dan distributor kendaraan sendiri. Perhatian lainnya adalah kesulitan suku cadang bagi pemilik kendaraan merk luar karena diperlukan proses indent yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.. Penerapan Arsitektur Kontemporer pada bangunan Mall Otomotif merupakan sebuah metode untuk mengekspresikan suatu wadah, yang di rancangkan dengan bentuk unik untuk menarik minat masyarakat sekitar. Dengan harapan massa yang bersangkutan dapat menampilkan juga memperlihatkan suatu kualitas tertentu dalam mengekspresikan kemajuan teknologi dengan gaya arsitektur yang leluasa. Kata Kunci: Mall, Otomotif, Kontemporer
GOLF COURSE di MANADO: Arsitektur Kontemporer Sharon A. Maleke; Pierre H. Gosal; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan di Kota Manado mengalami peningkatan yang relatif pesat ini ditandai oleh banyaknya pembangunan fasilitas baik perumahan, perkantoran serta fasilitas lainnya yang diperuntukkan bagi mereka yang tergolong dalam masyarakat menengah ke atas. Dimana masyarakat menengah ke atas ialah mereka yang secara finansial mampu dan dominan berpenghasilan di atas rata-rata.. Penduduk kota manado yang berpenghasilan di atas rata- rata dominan berprofesi sebagai pengusaha/pebisnis, dengan berbagai aktivitas dan kesibukan yang dijalani membuat mereka membutuhkan sebuah tempat hiburan/rekreasi sekaligus olahraga. Dari kondisi ekonomi mereka miliki dapat dilihat bahwa pemicu tingginya gaya hidup, dimana gaya hidup mereka yang mengarah pada kehidupan modern yaitu dengan menuntut adanya kelengkapan, kemudahan serta kepraktisan didalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Oleh karena itu, banyak sarana serta prasarana kota yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan tersebut, seperti kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Tujuan penelitian ini untuk merancang club house dan golf course yang mampu mewadahi dan memenuhi kebutuhan serta menciptakan rasa nyaman untuk setiap aktifitas yang dilakukan oleh pengguna club house dan golf course dan Mendisain konsep yang jelas lewat desain yang baik dan benar yang menghubungkan antara tempat hiburan dan olahraga Kata Kunci : Kota Manado, Golf Course, Arsitektur Kontemporer
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KOTA BITUNG: Biophilic Design Aldona A. Silain; Andy A. M. Malik; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan pada ibu dan anak merupakan suatu hal yang mendasar dalam menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. Anak-anak membutuhkan perawatan ekstra dalam layanan medis untuk anak-anak karena mereka adalah masa depan bangsa. Peningkatan pelayanan ini diperlukan agar setiap anak mendapatkan pelayanan mulai dari kelompok umur setelah balita dan berlanjut sampai usia 18 tahun. Diharapkan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan kesehatan ibu dengan menawarkan pelayanan dan kepedulian terhadap ibu yang ingin berkonsultasi tentang perencanaan program kehamilan, pemeriksaan selama kehamilan hingga persalinan, dan pelayanan kesehatan komprehensif untuk anak.Selain itu, mempermudah warga Kota Bitung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif bagi ibu hamil dan anak. Rumah Sakit Ibu dan Anak akan bekerja untuk menyediakan layanan kesehatan yang berfokus pada aspek kenyamanan, ketenangan, dan kepercayaan diri untuk penyembuhan serta menawarkan penawaran layanan yang unggul kepada pasien yang mungkin tidak dapat disediakan oleh rumah sakit pemerintah. Ini dilakukan di bawah sistem kepemilikan rumah sakit swasta. Dengan memasukkan tema biofilik ke dalam desain rumah sakit ibu dan anak, akan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis ibu dan anak selain fungsi bangunan. Lingkungan yang sehat dan ramah diperlukan untuk kondisi yang mendukung secara psikologis ini, karena dapat menciptakan pengaturan dan berdampak positif pada proses penyembuhan pasien. Kata Kunci: Rumah Sakit Ibu dan Anak, Biophilic Design
PUSAT BUDAYA MALUKU UTARA DI JAILOLO HALMAHERA BARAT: Arsitektur Regionalisme Chrisye Giop; Johannes Van Rate; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maluku pada awalnya merujuk pada keempat pusat kesultanan di Maluku Utara, yaitu Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo. Suatu bentuk konfederasi tertentu dari keempat kerajaan tersebut yang kemungkinan besar muncul pada abad ke-14, disebut Moloku Kie Raha atau “Empat Gunung Maluku”. Selanjutnya saat ini provinsi Maluku Utara terdiri dar 7 Kabupaten dan 2 Kota yang didalamnya didiami oleh 26 Suku Adat. Dengan kekayaan dari masing-masing suku yang memiliki ke-khas-an budaya sendiri menjadikan Maluku Utara menjadi daerah yang kaya bukan hanya dari segi parawisata namun juga budaya, oleh karena itu untuk terus dapat menjaga , memelihara, bahkan melestarikan kepada generasi muda Objek Pusat Budaya Maluku Utara dibutuhkan kehadirannya. Kehidupan masyarakat daerah Maluku Utara yang sebelumnya sangat lekat dengan budaya daerahnya sendiri, secara perlahan mulai meninggalkan kebiasaan tersebut dan bersikap seolah-olah meninggalkan budaya daerah sendiri karena beranggapan bahwa budaya daerah adalah budaya yang kuno. Belajar serta melestarikan budaya daerahsendiri sebagai bentuk apresiasi dan tanggung jawab agar budaya yang sejak dulu dilestarikan dapat tetap di kenal oleh generasi muda saat ini bahkan hingga generasi yang akan datang, hal ini menjadi penting karena budaya menyangkut dengan identitas sebuah daerah dan masyarakat daerah itu sendiri. Pusat Budaya Maluku Utara yang akan di hadirkan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan rasa untuk ingin belajar serta melestarikan budaya daerah sendiri sebagai bentuk apresiasi dan tanggung jawab agar budaya yang sejak dulu dilestarikan dapat tetap di kenal oleh generasi muda saat ini bahkanhingga generasi yang akan datang dengan penggunaan Arsitektur Regionalisme dalam perancangan sebagai bentuk usaha untuk menghasilkan rancangan yang memperhatikan karakteristik regional yang berkaitan budaya, iklim dan teknologi pada saat itu, serta perpaduan masa lampau dan masa kini demi bangunan lestari. Kata Kunci: Pusat Budaya, Maluku Utara, Arsitektur Regionalisme
REDESAIN OBJEK WISATA BUNTU SINGKI DI KABUPATEN TORAJA UTARA: Arsitektur Neo Vernakular Widyal Sara; Fela Warouw; Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi perekonomian Perekonomian Indonesia, sektor pariwisata merupakan sektor yang sangat penting. Keindahan alam, tradisi budaya, dan warisan asli Indonesia merupakan permata berharga yang patut kita hargai dan kumandangkan. Salah satu objek wisata yang ada di kabupaten Toraja Utara adalah objek wisata Buntu Singki yang merupakan objek wisata religi dengan daya tarik salib raksasa, di bangun di atas bukit di kota Rantepao membuat objek wisata ini dapat dilihat dari seluruh penjuru kota Rantepao sehingga menjadi vocal point kota dan juga menjadi wajah Kabupaten Toraja Utara. Namun objek wisata Buntu Singki sekarang ini terbengkalai imbas sepi pengunjung di momen natal. Dikatakan bahwa objek wisata tersebut tak mendapat perhatian Pemerintah. Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa objek wisata ini tidak memiliki unsur 3A yang lengkap. maka dari itu mendesain ulang objek wisata Buntu Singki ini dilakukan dengan harapan dapat mengundang kembali wisatwaan untuk berkunjung. Objek wisata ini akan di redesain dengan menggunakan tema arsitektur Neo Vernakular, karena tema ini diharapkan dapat menjadi acuan dasar untuk menghasilkan karya dengan tampilan visual yang baru dengan menggunakan bentuk-bentuk bangunan tradisional sebagai identitas suku Toraja yang di transfirmasikan kedalam bentuk yang lebih modern. Kata Kunci: Objek Wisata, Buntu Singki, Neo Vernakular
GMIM CENTER DI TOMOHON: Arsitektur Simbolis Keyvin I. L. Rembon; Ricky M.S. Lakat; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja Masehi Injil Minahasa (GMIM) adalah sebuah denominasi Kristen Protestan yang mendalam dan sangat berpengaruh di wilayah Sulawesi Utara, Indonesia. Kebutuhan akan fasilitas rohani bagi jemaat GMIM di wilayah ini merupakan suatu aspek yang sangat penting, namun belum sepenuhnya terpenuhi. Meskipun Sinode GMIM telah menyediakan berbagai fasilitas seperti gereja, sekolah, perguruan tinggi, kantor Sinode, dan rumah sakit, pembangunan Gedung Serbaguna yang dikenal sebagai GMIM CENTER masih terabaikan. Hal ini menjadi relevan mengingat wilayah Sinode GMIM yang luas dan beragam kegiatan yang diadakan setiap tahun di tingkat Sinode. Tujuan utama penelitian ini adalah merancang GMIM CENTER dengan pendekatan tema Arsitektur Simbolis, menciptakan bangunan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai karya arsitektur yang memancarkan nilai-nilai kekristenan. Penelitian ini mencari solusi bagaimana merancang GMIM CENTER yang mampu menampung berbagai kegiatan jemaat GMIM dengan tema arsitektur simbolis. Penelitian ini juga berupaya menciptakan bangunan serbaguna yang dapat memenuhi kebutuhan jemaat GMIM serta menjadi lambang kekristenan. Kendati terdapat keterbatasan sumber daya dan data, diharapkan penelitian ini akan memberikan pandangan yang berharga dalam merancang GMIM CENTER yang menjadi bagian penting dalam kehidupan jemaat GMIM di Sulawesi Utara. Kata Kunci: GMIM, Arsitektur Simbolis, Tomohon
MIX-USE TERMINAL DAN PUSAT PERBELANJAAN DI TAHUNA: Arsitektur Neo Vernakular Oscar V. Tatengkeng; Cynthia E. V. Wuisang; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminalimerupakan tempat berpusatnyaitransportasi yangisangat dibutuhkanioleh masyarakat berkaitanidengan transportasi darat . Terminali termasukisalah satu unit pelayananiumum dalam hal transportasi yaitu dalam pergerakan serta perpindahan manusia dan barang dari suatu tempat ke tempat lainiyang merupakan simpulidari sistem jaringanitransportasi. Pusat perbelanjaan dalm parawisata merupakan wadahi bagi perdagangan, pasari yang asli setempat (indigenous, native) yang berlangsung isejak lama. Menurut Max Waber,memandang suatu tempatiitu kota jikaipenghuninya sebagian besar telah mampu memenuhi kebutuhannyailewat pasar setempat. Oleh sebab itu pasaribisa di katakan dapat menjadiisebuah ciri khas dan meningkatkanicitra suatuikawasan menjadiilebih baik. Terkaitidenganiakses suatu kawasan parawisata, moda transportasi termasuk elemen yang penting dalam parawisata yang berperan dalam memudahkaniakses dalam keterjangkauanitempat wisata. Sementara fasilitas yangidibutuhkan lebih disarankan kedalam pembangunan dan perbaikan fasilitas umum seperti angkutan umum dan wadah bagi angkutan umum. Kondisi transportasi di Kabupaten Tahuna saat ini terdiri atas angkutanitradisionalibecak, dan taksi sebagai angkutanitransportasi umum yang dapat mengantaripenumpang ke seluruh tujuan tanpa pembagian rute atau jaluriarah kendaraan. Kondisi – kondisiiini menyebabkan terjadi ketidakaturan dalam lalu lintasikendaraan umum di Kabupaten Tahuna yang menimbulkan masalah kecelakaan akibat kacaunya lintasanikendaraan umum. Konsep Perancangan MIX-USE Terminal dan Pusat Perbelanjaan KabupateniKepulauan Sangiheikhususnya KotaiTahuna menerapkanitema ArsitekturiNeo Vernakularipada bangunan, yang memunculkaniikon baruidengan tetap mempertahankan unsur-unsuritradisional di kotaiTahuna. Kata Kunci: terminal, perbelanjaan, neo vernakular

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue