cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Journal of Government and Civil Society
ISSN : 25497669     EISSN : 2579440X     DOI : -
The Journal of Government and Civil Society (JGCS) (p-ISSN 2579-4396, e-ISSN 2579-440X) is an academic journal published by Government Science Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia in collaboration with Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM). Journal of Government and Civil Society (JGCS) published twice in a year. The focus and scope of Journal of Government and Civil Society (JGCS) are about local and regional government, governance, public services, politics, democracy and elections, civil society, and public policy.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
Investigating E-Government Adoption: The Intention to Use MyASN Application by Indonesian National Civil Service Agency (NCSA) Aditya, Silfa Kurnia; Alfiani, Husna; Sensuse, Dana Indra; Lusa, Sofian; Putro, Prasetyo Adi Wibowo; Indriasari, Sofianti
Journal of Government and Civil Society Vol 8, No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i1.10890

Abstract

This study investigates the implementation of e-government initiatives in Indonesia, specifically focusing on the MyASN application designed for civil servants. Despite the introduction of MyASN, challenges persist in terms of user acceptance, and its complete utilization among civil servants throughout Indonesia is yet to be achieved. The primary goal of this research is to comprehensively identify the factors influencing the adoption of MyASN among civil servants using Unified Theory of Acceptance and Use of The Technology (UTAUT) conceptual model. The target population is respondents who use the MyASN application. The target population is respondents who use the MyASN application. This research obtained a total of 182 respondents who filled out the questionnaire via Google Forms, which were then analyzed using the Structural Equation Model (SEM) approach with SmartPLS software. The findings highlight that behavioral intention, performance expectation, and social influence are factors influencing users' intention to use the My-ASN application. On the other hand, effort expectancy and facilitating condition don’t affect users' intention and behavior in adopting MyASN. Furthermore, concerning moderating variables, only working experience and voluntariness of use influence user behavior, although their impacts are not very significant. Penelitian ini mengkaji terkait implementasi e-government di Indonesia, khususnya berfokus pada aplikasi MyASN yang dirancang untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Meskipun aplikasi MyASN ini telah disosialisasikan, namun pada implementasinya masih terdapat tantangan dalam penerimaan penggunanya dan pemanfaatannya yang belum maksimal di kalangan ASN di seluruh Indonesia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi niat pengguna untuk menggunakan aplikasi MyASN menggunakan metode UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of The Technology). Target populasi adalah responden yang menggunakan aplikasi MyASN. Penelitian ini memperoleh sebanyak 182 responden yang mengisi kuisioner melalui Google Forms, kemudian dilakukan analisis menggunakan pendekatan SEM (Structural Equation Model) dengan perangkat lunak SmartPLS. Temuan penelitian ini menjelaskan bahwa behavioral intention, performance expectation, dan social influence merupakan faktor yang mempengaruhi niat pengguna dalam menggunakan aplikasi My-ASN. Disisi lain, effort expectancy dan facilitating condition tidak mempengaruhi niat dan perilaku pengguna dalam mengadopsi MyASN. Selain itu, pada moderating varible, hanya working experience dan voluntariness of use yang mempengaruhi perilaku pengguna, meskipun dampaknya tidak terlalu signifikan.
How Is E-Government Readiness and Its Impact On Muhammadiyah Citizens? (An Analysis of Ponorogo Internet Program Enters RT) Kusuma Dewi, Dian Suluh; Yulianti, Dwiana Binti; Djuwitaningsih, Ekapti Wahjuni
Journal of Government and Civil Society Vol 8, No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i1.9432

Abstract

In today's digital age, the internet is a crucial necessity. There are now more digital-based tasks than manual ones. Local governance as it is currently practiced is based entirely on digital technology. The Internet enters RT program was developed to advance the Ponorogo community's human resources. This article examines the e-government's readiness to administer the Internet enters RT program and explores how it has affected Muhammadiyah members in Ponorogo. The quantitative approach was employed in the conduct of this study. The Ponorogo Muhammadiyah community received the questionnaire. Data were processed using PLS SEM and descriptive quantitative analysis was performed. The study's findings demonstrate that 95% of e-government readiness has already been achieved, specifically in the areas of ICT infrastructure, law and regulations, social environment, managerial work, leadership, workforce competencies, and information security. By realizing e-government readiness in the Internet enters RT program, it encourages public trust. The public's trust in e-government serves as the foundation for the network of political confidence in the administration. As a result, it's critical to establish public trust so that people can comprehend the e-government implementation process and increase government accountability.Di era digital saat ini, internet adalah kebutuhan yang sangat penting. Tata kelola pemerintahan lokal seperti yang saat ini dipraktikkan sepenuhnya didasarkan pada teknologi digital. Program Internet Masuk RT dikembangkan untuk memajukan sumber daya manusia masyarakat Ponorogo. Artikel ini mengkaji kesiapan e-government untuk mengelola program Internet Masuk RT dan mengeksplorasi bagaimana hal itu telah mempengaruhi anggota Muhammadiyah di Ponorogo. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam melakukan penelitian ini. Masyarakat Muhammadiyah Ponorogo menerima kuesioner tersebut. Data diolah menggunakan PLS SEM dan dilakukan analisis deskriptif kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 95% kesiapan e-government telah tercapai, khususnya di bidang infrastruktur TIK, hukum dan peraturan, lingkungan sosial, pekerjaan manajerial, kepemimpinan, kompetensi tenaga kerja, dan keamanan informasi. Dengan mewujudkan kesiapan e-government dalam program Internet Masuk RT, mendorong kepercayaan publik. Kepercayaan publik terhadap e-government berfungsi sebagai fondasi bagi jaringan kepercayaan politik dalam pemerintahan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membangun kepercayaan publik sehingga masyarakat dapat memahami proses implementasi e-government dan meningkatkan akuntabilitas pemerintah.
The Phenomenon of Ambivalence in Policy Implementation: How Muhammadiyah Universities Protect Women against Sexual Violence Angin, Ria; Fauziah, Fauziah; Haerah, Kahar
Journal of Government and Civil Society Vol 8, No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i1.10056

Abstract

This article discusses "The phenomenon of ambivalence in policy implementation: How Muhammadiyah / Aisyiyah Universities protect women from sexual violence". This phenomenon began when the Ministry refused to change the statement by the Council for Higher Education, Research and Development regarding the revision of article 5 (paragraph 2). ).Due to the Minister's rejection, the Rectors of Muhammadiyah/Aisyiyah as street level bureaucracy, only adopted clauses in the articles of the ministerial regulations that were in line with Islamic values and principles, and integrated them with interpretive clauses related to Article 5 (paragraph 2). ) becomes a new policy. This research uses qualitative research. The informant were the Rectors of Muhamamdiyah/Aisyiyah Universities in the Eastern part of East Java. Qualitative descriptive techniques are used to analyze the data. Each Muhamamdiyah/Aisyiyah University is currently implementing this new policy internally. Presumably because it is enforced internally, the Ministry has not banned this practice. These findings highlight the flexibility of implementing policies to protect women against sexual violence, allowing for changes in line with the internal norms and principles of street-level bureaucracy.Artikel ini membahas tentang “Fenomena ambivalensi dalam implementasi kebijakan: Bagaimana Perguruan Tinggi Muhammadiyah /Aisyiyah melindungi perempuan dari kekerasan seksual”. Fenomena ini bermula ketika Kementerian menolak mengubah pernyataan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan terkait revisi pasal 5 (ayat 2). Atas penolakan Menteri tersebut, maka para Rektor Muhammadiyah/Aisyiyah sebagai street level birokrasi, hanya mengadopsi klausul dalam pasal-pasal peraturan menteri yang sejalan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, serta mengintegrasikan dengan klausul penafsiran terkait dengan Pasal 5 (ayat 2). ) menjadi kebijakan baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.Informannya adalah Rektor Universitas Muhamamdiyah/Aisyiyah di Jawa Timur bagian Timur.Teknik deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Masing-masing Universitas Muhamamdiyah/Aisyiyah saat ini sedang melaksanakan kebijakan baru secara internal. Agaknya karena diberlakukan internal, Kementerian belum melarang praktik ini. Temuan- temuan ini menyoroti fleksibilitas penerapan kebijakan perlindungan perempuan terhadap kekerasan seksual, yang memungkinkan perubahan sejalan dengan norma dan prinsip internal birokrasi tingkat jalanan.
Analysing the Urban Housing Challenge in Harare, Zimbabwe Through the Wicked Policy Problems Framework Poshai, Leon; Chilunjika, Alouis; Intauno, Kudakwashe
Journal of Government and Civil Society Vol 8, No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i1.10976

Abstract

This article analyses how urban housing challenges in Harare, Zimbabwe have transformed into a wicked policy problem and further proposes some measures for managing this problem. The article uses a qualitative research approach in which an explanatory case study research design and key informant interviews are used to investigate how the provision of urban housing facilities has become a demanding task for the City of Harare in Zimbabwe. The study reveals how rapid population growth in Harare has escalated the demand for, and subsequent shortage of housing facilities leading to housing access complexities and persistently depreciating housing conditions in this city. The article argues that housing challenges in Harare are symptoms of other social problems such as unemployment, poverty, social inequalities, misgovernance and institutional corruption. This article proposes context-specific measures for harnessing a holistic approach that can be used for managing urban population explosions and sustainable housing provision in developing countries with Harare in Zimbabwe used as the social laboratory for analysis. This article has a practical and theoretical orientation as it proposes the measures that can be adopted to manage the wicked urban housing policy problem in Zimbabwe.Artikel ini menganalisis bagaimana tantangan perumahan perkotaan di Harare, Zimbabwe telah berubah menjadi masalah kebijakan yang buruk dan selanjutnya mengusulkan beberapa langkah untuk mengatasi masalah ini. Artikel ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang menggunakan desain penelitian studi kasus eksplanatori dan wawancara informan kunci untuk menyelidiki bagaimana penyediaan fasilitas perumahan perkotaan telah menjadi tugas berat bagi Kota Harare di Zimbabwe. Studi ini mengungkapkan betapa pesatnya pertumbuhan penduduk di Harare telah meningkatkan permintaan, dan kekurangan fasilitas perumahan yang menyebabkan kompleksitas akses terhadap perumahan dan terus-menerus memperburuk kondisi perumahan di kota ini. Artikel tersebut berpendapat bahwa tantangan perumahan di Harare adalah gejala dari masalah sosial lainnya seperti pengangguran, kemiskinan, kesenjangan sosial, kesalahan dalam pemerintahan dan korupsi institusional. Artikel ini mengusulkan langkah-langkah spesifik konteks untuk memanfaatkan pendekatan holistik yang dapat digunakan untuk mengelola ledakan populasi perkotaan dan penyediaan perumahan berkelanjutan di negara-negara berkembang dengan Harare di Zimbabwe digunakan sebagai laboratorium sosial untuk analisis. Artikel ini memiliki orientasi praktis dan teoretis karena mengusulkan langkah-langkah yang dapat diambil untuk menangani masalah kebijakan perumahan perkotaan yang buruk di Zimbabwe. 
Makassar City Climate Change Handling Policy Annas, Aswar; Amalia P, Resky
Journal of Government and Civil Society Vol 8, No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i1.9530

Abstract

The urgency of climate change is now crucial. Climate change is not only an environmental problem but also threatens the survival of urban communities, affects urban spatial planning, and encourages government initiatives to increase public capacity and integrated social services. This study aims to identify and analyze the implementation of policies and handling of climate change by the government of Makassar City. This study uses qualitative data sources, namely statements from informants and local action plan documents for climate change adaptation and disaster risk reduction. Data collection through interviews and relevant literature review. The study results show that the climate change countermeasures policies implemented include; adding green open spaces, clean water management, rehabilitation and normalization of canals, mitigation through planting mangroves, developing aquaculture to empower island communities, and socializing strengthening climate change regulations. Other policies were carried out, including the ecological dimensions of forming strategic areas and cultivation, the social dimension of public capacity building and integrated social services, technical dimensions of the development of urban spatial pattern structures.Urgensi perubahan iklim saat ini menjadi krusial. Perubahan iklim bukan hanya mengenai masalah lingkungan, tetapi juga mengancam ketahanan hidup masyarakat kota, memengaruhi penataan ruang kota, dan mendorong inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kapasitas publik dan layanan sosial terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan kebijakan dan penanganan perubahan iklim yang dilakukan pemerintah Kota Makassar. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif, sumber data yaitu pernyataan yang berasal dari informan, dan dokuman rencana aksi daerah adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana. Pengumpulan data melalui wawancara dan telaah literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penangan perubahan iklim dilakukan, meliputi; penambahan ruang terbuka hijau, pengelolaan air bersih, rehabilisasi dan normalisasi kanal, mitigasi melalui penanaman mangrove, pengembangan budidaya perikanan pemberdayaan masyarakat pulau, dan sosialisasi penguatan aturan perubahan iklim. Kebijakan lain dilakukan, yaitu; dimensi ekologi pembentukan kawasan strategi dan budidaya, dimensi sosial peningkatan kapasitas publik dan layanan sosial terpadu, dan dimensi teknis pengembangan struktur pola ruang perkotaan.
Assessing the Challenges and Opportunities for Implementing New and Renewable Energy Policy in Indonesia: A Qualitative Study Nurjaman, Asep Nurjaman; Soedarwo, Vina Salviana Darvina; Sayogo, Djoko Sigit; Susilo, Rachmad K Dwi
Journal of Government and Civil Society Vol 8, No 1 (2024): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i1.8970

Abstract

The purposes of the study are to examine the challenges and opportunities for Implementing New and Renewable Energy Policy in Indonesia. In this qualitative study, the data were analyze by using Regulatory Impact Assessment (RIA) and SWOT analysis to assess the challenges and opportunities of NRE policy and technology in Indonesia. Our findings suggest that despite the abundance of NRE resources, the country needs to reform its policies to support NRE development better and increase investment in NRE infrastructure. Furthermore, inadequate technological research and development significantly challenge NRE adoption. While the Government should be more active in fostering NRE development, we advise universities to play a critical role in developing NRE technology. Furthermore, solar energy is the most appropriate choice to be implemented in Indonesia because of its position at the equator where solar energy is abundant. This study provides valuable insights into energy policy in Indonesia and contributes to the global efforts towards achieving a sustainable future.Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji tantangan dan peluang Penerapan Kebijakan Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia. Dalam studi kualitatif ini, data dianalisis dengan menggunakan Regulatory Impact Assessment (RIA) dan analisis SWOT untuk menilai tantangan dan peluang kebijakan dan teknologi EBT di Indonesia. Temuan kami menunjukkan bahwa meskipun sumber daya EBT berlimpah, negara ini perlu mereformasi kebijakannya untuk mendukung pengembangan EBT dengan lebih baik dan meningkatkan investasi pada infrastruktur EBT. Selain itu, kurangnya penelitian dan pengembangan teknologi menjadi tantangan besar dalam penerapan EBT. Meskipun Pemerintah harus lebih aktif dalam mendorong pengembangan EBT, kami menyarankan perguruan tinggi untuk memainkan peran penting dalam pengembangan teknologi EBT. Lebih lanjut, energi surya menjadi pilihan yang paling tepat untuk diterapkan di Indonesia karena posisinya yang berada di garis khatulistiwa dimana energi surya melimpah. Studi ini memberikan wawasan berharga mengenai kebijakan energi di Indonesia dan berkontribusi terhadap upaya global untuk mencapai masa depan yang berkelanjutan.
Improving Quality of Land Data Towards Modern Land Administration in The Administrative City of West Jakarta Suprojo, Baskara; Salim, M Nazir; Wicaksono, Arditya; Prihatin, Septina Marryanti; Purbawa, Yudha; Prayoga, Reza Amarta; Alamsyah, Purnama; Hakim, Fatwa Nurul; Wijaya, Gustaf; Wahyono, Eko
Journal of Government and Civil Society Vol 8, No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i2.11104

Abstract

Land data quality plays a pivotal role in advancing modern land administration, impacting both national economic growth and Indonesia’s competitive position in the global property index, where it currently ranks 106th in Ease of Doing Business. This research focuses on the need for systematic quality improvements in both physical (spatial) and juridical (textual) land data within the West Jakarta City Administration to address existing data deficiencies. Applying the Driver-Pressures-States-Impacts-Responses (DPSIR) framework, this study investigates key challenges, causal factors, and strategic interventions aimed at enhancing land data quality. In-depth interviews with stakeholders were conducted to elucidate these dynamics and inform the proposed strategies. The findings highlight the successful digitization and validation of 94.52% of 423,189 Land Book records, 69.03% of 494,071 Ownership Rights Plans/Measurement Letters, and the spatial data of 94.68% across 427,569 land parcels, thereby improving the Data Quality Classification (KW) across categories 4–6. This study underscores the critical importance of robust data validation processes in modernizing Indonesia’s Land Administration System (LAS), offering valuable insights for enhancing the efficiency, transparency, and reliability of land data, thereby supporting economic development and improving Indonesia’s standing in the global property market.Kualitas data pertanahan memainkan peran penting dalam memajukan administrasi pertanahan modern, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional dan posisi kompetitif Indonesia dalam indeks properti global, di mana saat ini menduduki peringkat ke-106 dalam kemudahan berbisnis. Penelitian ini berfokus pada kebutuhan peningkatan kualitas data secara sistematis, baik fisik (spasial) maupun yuridis (tekstual), di Administrasi Kota Jakarta Barat untuk mengatasi kekurangan data yang ada. Dengan menerapkan kerangka Driver-Pressures-States-Impacts-Responses (DPSIR), studi ini menginvestigasi tantangan utama, faktor penyebab, dan intervensi strategis untuk meningkatkan kualitas data pertanahan. Wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan dilakukan untuk menguraikan dinamika ini dan mendukung strategi yang diusulkan. Temuan menunjukkan keberhasilan digitalisasi dan validasi 94,52% dari 423.189 dokumen Buku Tanah, 69,03% dari 494.071 dokumen Rencana Hak Milik/Surat Ukur, serta data spasial dari 94,68% di 427.569 bidang tanah, sehingga meningkatkan Klasifikasi Kualitas Data (KW) di kategori 4–6. Penelitian ini menekankan pentingnya proses validasi data yang kuat dalam memodernisasi Sistem Administrasi Pertanahan (LAS) Indonesia, menawarkan wawasan berharga untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keandalan data pertanahan yang mendukung pembangunan ekonomi dan memperbaiki posisi Indonesia di pasar properti global.
Agile Governance in Optimizing Digital Literacy for MSMEs Actors in the Special Region of Yogyakarta Atmojo, Muhammad Eko; Darumurti, Awang; Fridayani, Helen Dian; Nofrima, Sanny; Saputra, Herdin
Journal of Government and Civil Society Vol 8, No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i2.11563

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Yogyakarta Government's initiatives in enhancing digital literacy among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) as a means to foster Agile Governance. The importance of improving digital literacy for MSME owners is underscored by its potential to drive economic growth in the Special Region of Yogyakarta. Employing a qualitative research methodology with a case study approach, this research highlights the critical role that MSME owners play in stimulating local economic development. The findings indicate that the Yogyakarta Government must adopt a more proactive stance in implementing Agile Governance through comprehensive digital literacy empowerment programs for MSMEs. Notably, digital marketing training has been initiated based on MSME data available on the Sibakul platform. However, challenges persist, as not all MSME owners are registered on this platform, limiting the program's reach. Additionally, the Yogyakarta Government must enhance the digital capabilities of its bureaucracy to effectively support the development of digital platforms. Addressing both external challenges—such as MSME enthusiasm and infrastructure growth—and internal challenges—like the enhancement of bureaucratic digital skills—is essential for the Yogyakarta Government to realize Agile Governance in its operational framework. This research contributes to the understanding of how digital literacy initiatives can serve as a catalyst for sustainable economic development in local governance contexts. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas inisiatif Pemerintah Yogyakarta dalam meningkatkan literasi digital di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya untuk mendorong Tata Kelola Agil. Pentingnya meningkatkan literasi digital bagi pemilik UMKM ditekankan oleh potensinya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini menyoroti peran penting pemilik UMKM dalam merangsang pengembangan ekonomi lokal. Temuan menunjukkan bahwa Pemerintah Yogyakarta harus mengambil sikap yang lebih proaktif dalam menerapkan Tata Kelola Agil melalui program pemberdayaan literasi digital yang komprehensif bagi UMKM. Secara khusus, pelatihan pemasaran digital telah dimulai berdasarkan data UMKM yang tersedia di platform Sibakul. Namun, tantangan masih ada, karena tidak semua pemilik UMKM terdaftar di platform ini, yang membatasi jangkauan program tersebut. Selain itu, Pemerintah Yogyakarta harus meningkatkan kemampuan digital aparaturnya untuk mendukung pengembangan platform digital secara efektif. Mengatasi tantangan eksternal—seperti antusiasme UMKM dan pertumbuhan infrastruktur—serta tantangan internal—seperti peningkatan keterampilan digital birokrasi—adalah penting bagi Pemerintah Yogyakarta untuk mewujudkan Tata Kelola Agil dalam kerangka operasionalnya. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana inisiatif literasi digital dapat menjadi katalisator untuk pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dalam konteks pemerintahan lokal.
Comparison of Website Maturity in e-Government Implementation at the City Level in Indonesia Anggara, Reksi; Purnomo, Eko Priyo; Khairunnisa, Tiara
Journal of Government and Civil Society Vol 8, No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i2.10691

Abstract

This study examines the e-government implementation in Indonesia, focusing on the comparative digital maturity of Bandung and Malang City. Employing a qualitative descriptive research methodology, this analysis primarily utilizes data from the official government websites, Bandung.go.id and Malangkota.go.id, both recognized for achieving high levels of digital maturity. The research aligns with the United Nations’ digital maturity evaluation criteria, scrutinizing key dimensions of e-government deployment. The findings reveal that both cities have established an integrated digital ecosystem that facilitates online services across various sectors. However, the arrangement of online services on the Malang City website lacks user intuitiveness, which may hinder public engagement. In terms of telecommunications infrastructure, Bandung City demonstrates superior performance, showcasing exceptional internet speeds, network coverage, and the availability of advanced technologies such as 4G+ and 5G. Both cities are committed to enhancing community internet access by providing free Wi-Fi initiatives. Furthermore, the study highlights substantial efforts by the local governments to improve human resource quality, evidenced by notable achievements in human resource management within their respective administrations. This research underscores the critical importance of digital maturity in enhancing public service delivery and promoting inclusive access to information technology in urban settings. Studi ini mengkaji implementasi e-government di Indonesia dengan fokus pada perbandingan kematangan digital Kota Bandung dan Malang. Menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif, analisis ini terutama memanfaatkan data dari situs web resmi pemerintah, Bandung.go.id dan Malangkota.go.id, yang keduanya diakui telah mencapai tingkat kematangan digital yang tinggi. Penelitian ini sejalan dengan kriteria evaluasi kematangan digital Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan memeriksa dimensi kunci dari penerapan e-government. Temuan menunjukkan bahwa kedua kota telah membangun ekosistem digital terintegrasi yang memfasilitasi layanan daring di berbagai sektor. Namun, pengaturan layanan daring di situs web Kota Malang kurang intuitif, yang dapat menghambat keterlibatan publik. Dalam hal infrastruktur telekomunikasi, Kota Bandung menunjukkan kinerja yang lebih baik, dengan kecepatan internet yang luar biasa, cakupan jaringan, dan ketersediaan teknologi canggih seperti 4G+ dan 5G. Kedua kota juga berkomitmen untuk meningkatkan akses internet masyarakat melalui inisiatif penyediaan Wi-Fi gratis. Selain itu, studi ini menyoroti upaya signifikan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang dibuktikan dengan pencapaian penting dalam manajemen sumber daya manusia di masing-masing pemerintahan. Penelitian ini menekankan pentingnya kematangan digital dalam meningkatkan pelayanan publik dan mempromosikan akses informasi teknologi yang inklusif di lingkungan perkotaan
Collaborative Governance in Prevention and Control of Sexual Abuse in Local Level Gunawan, Hendra; Widiastuti, Wiwi; Sarofah, Riska; Lestari, Vidia
Journal of Government and Civil Society Vol 8, No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i2.9752

Abstract

The rising incidence of sexual violence against children and women in Tasikmalaya City has become a pressing concern, with reported cases increasing from 58 in 2021 to 73 in 2022. In response, the Tasikmalaya City Government has initiated collaborative efforts involving local non-governmental organizations (Puspa), psychologists, and law enforcement agencies to combat this alarming trend. This study aims to critically analyze the effectiveness of these multi-stakeholder collaborations in preventing and addressing sexual violence in the region. Grounded in the collaborative governance theory articulated by Ansell and Gash, the research employs qualitative methods, including in-depth interviews with key stakeholders and data analysis facilitated by NVivo 12+. An initial bibliometric review of relevant literature through the Scopus database, supplemented by VOSViewer, helped identify research gaps in the domain of sexual violence prevention. The findings reveal significant shortcomings in the collaborative framework currently employed, notably in areas such as stakeholder dialogue, mutual trust, commitment levels, role clarity, and overall outcomes. These deficiencies underscore the necessity for a more structured approach to collaboration that encompasses all stages of program planning and implementation. The study provides actionable recommendations aimed at enhancing stakeholder collaboration, ultimately striving to reduce the prevalence of sexual violence and improve protective measures for vulnerable populations in Tasikmalaya City. This research not only contributes to the academic discourse on collaborative governance but also holds significant implications for policy-making and community interventions aimed at safeguarding children and women.Peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak dan perempuan di Kota Tasikmalaya menjadi perhatian serius, dengan jumlah kasus yang dilaporkan meningkat dari 58 pada tahun 2021 menjadi 73 pada tahun 2022. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah memulai upaya kolaboratif yang melibatkan organisasi non-pemerintah lokal (Puspa), psikolog, dan lembaga penegak hukum untuk mengatasi tren yang mengkhawatirkan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis efektivitas kolaborasi multi-pemangku kepentingan dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di daerah tersebut. Berdasarkan teori tata kelola kolaboratif yang diungkapkan oleh Ansell dan Gash, penelitian ini menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci dan analisis data yang difasilitasi oleh NVivo 12+. Tinjauan bibliometrik awal terhadap literatur yang relevan melalui basis data Scopus, dilengkapi dengan VOSViewer, membantu mengidentifikasi celah penelitian dalam domain pencegahan kekerasan seksual. Temuan menunjukkan adanya kekurangan yang signifikan dalam kerangka kolaborasi yang saat ini diterapkan, terutama dalam aspek dialog antar pemangku kepentingan, kepercayaan timbal balik, tingkat komitmen, kejelasan peran, dan hasil secara keseluruhan. Defisiensi ini menyoroti perlunya pendekatan kolaborasi yang lebih terstruktur yang mencakup semua tahapan perencanaan dan pelaksanaan program. Penelitian ini memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti yang bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antar pemangku kepentingan, yang pada akhirnya berusaha mengurangi prevalensi kekerasan seksual dan meningkatkan langkah-langkah perlindungan bagi populasi rentan di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada wacana akademik tentang tata kelola kolaboratif, tetapi juga memiliki implikasi signifikan bagi pembuatan kebijakan dan intervensi komunitas yang bertujuan untuk melindungi anak-anak dan perempuan.

Page 11 of 14 | Total Record : 135