cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Dasar
Published by STKIP Melawi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 421 Documents
PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KARAKTER MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL: TANTANGAN DAN STRATEGI DI ERA SOCIETY 5.0" Hariyati, Hariyati; Badariah, Siti
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i1.3483

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the implementation of a character-based curriculum with digital technology and identify challenges that arise in the context of Society 5.0. This research uses a qualitative method with a case study approach, involving teachers, students, parents and school principals as participants. Data collection techniques were carried out through participant observation, in-depth interviews, and documentation analysis. The data collected was analyzed using thematic analysis techniques with data triangulation to ensure the validity and reliability of the findings. The research results show that the implementation of a character-based curriculum in the digital era has a crucial role in building students' moral and social competence. However, there are a number of challenges, such as increasing dependence on technology, limited control over digital content, and the readiness of educators and parents to guide children. Therefore, a holistic approach and adaptive pedagogical strategies are needed to ensure character education remains an integral part of the learning process in the digital era.Keywords: Character Based Curriculum, Utilization of Digital Technology, Society Era 5.0" Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kurikulum berbasis karakter dengan teknologi digital serta mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam konteks Society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan guru, peserta didik, orang tua, dan kepala sekolah sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi data guna memastikan validitas dan reliabilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum berbasis karakter dalam era digital memiliki peran krusial dalam membangun kompetensi moral dan sosial peserta didik. Namun, terdapat sejumlah tantangan, seperti meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi, keterbatasan kontrol terhadap konten digital, serta kesiapan pendidik dan orang tua dalam membimbing anak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang holistik dan strategi pedagogis yang adaptif untuk memastikan pendidikan karakter tetap menjadi bagian integral dalam proses pembelajaran di era digital.Kata Kunci: Kurikulum Berbasis Karakter, Pemanfaatan Teknologi Digital, Era Society 5.0"
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV Aisyah, Putri; Safrihady, Safrihady; Kamaruddin, Kamaruddin
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i1.3486

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to state whether or not there was a difference in science learning outcomes of students using the Children Learning In Scince (CLIS) Learning Model with students who used the direct learning model for grade IV. The subjects in this study consisted of two classes, namely class IV A with 20 students and class IVB with 20 students. There were three instruments used in this study, namely test sheets, observation sheets, and documentation. This type of research is Quasi Experimental, where class IV B as an experiment that will be given treatment and class IV A as a control class that is not given treatment. The data analysis technique used a two-sample t-test, effect size, and percentage. Research results; 1) There is a difference in the science learning outcomes of students who use the Children Learning In Science (CLIS) Learning Model with students who are taught with a direct learning model, the calculation results show t_count = 5.559 and t_table = 1.686; 2) The Children Learning In Science (CLIS) Learning Model has a large influence on the science learning outcomes of grade IV students of SDN 85 Singkawang, with the calculation results of the effect size of 1.49; 3) The implementation of the Children Learning In Science (CLIS) Learning Model is in the very good category for science learning outcomes, with the calculation results of 92.66%. So from the results of the research that has been done, it can be concluded that "There is an Effect of the Children Learning In Science (CLIS) learning model on the science learning outcomes of grade V students of SDN 85 Singkawang”.Keywords: CLIS, Learning Outcomes, and ScienceAbstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk menyatakan ada tidaknya pengaruh hasil belajar IPA siswa menggunakan Model Pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) dengan siswa yang mengunakan model pembelajaran langsung kelas IV. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas IV A yang berjumlah 20 Siswa dan kelas IVB yang berjumlah 20 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga yaitu lembar tes, lembar observasi, dan dokumentasi. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental, dimana kelas IV B sebagai eksperimen yang akan diberikan perlakuan dan kelas IV A sebagai kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan. Teknik analisis data menggunakan uji t dua sampel, effect size, dan persentase. Hasil penelitian; 1) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa  yang menggunakan Model Pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) dengan siswa yang  diajarkan dengan Model Pembelajaran Langsung, hasil perhitungan  menunjukkan  t_hitung = 5,559 dan t_tabel = 1,686; 2) Model Pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 85 Singkawang, dengan hasil perhitungan effect size sebesar 1,49; 3) Keterlaksanaan Model Pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) dengan kategori sangat baik terhadap hasil belajar IPA, dengan hasil perhitungan 92,66%. Jadi dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa “Terdapat pengaruh model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 85 Singkawang”Kata Kunci: CLIS, Hasil Belajar, dan IPA
PENGARUH PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN: STUDI KASUS PERBANDINGAN ANTARA SDIT/MI SWASTA DAN SD NEGERI KALIPUCANG KULON, KABUPATEN BATANG Shodiqin, Mochammad Ali; Kusumawati, Dian; Muslim, Rachmat Imam
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i1.3664

Abstract

Abstract:This study aims to analyze the factors that influence parents' decisions in choosing a school for their children, between Integrated Islamic Elementary Schools (SDIT/MI) and Public Elementary Schools (SD Negeri Kalipucang Kulon) in Batang Regency. The population in this study consisted of parents who had enrolled their children in elementary school or who had children aged 7–13 years and were domiciled in Kalipucang Kulon Village, Batang District. The sampling technique used was accidental sampling, which is a method of selecting samples by selecting individuals who happened to be met. This study used a survey method by distributing questionnaires to 20 respondents from among the parents of students. The analysis techniques applied were descriptive analysis and binary logistic regression analysis to test the proposed hypothesis. The results of the study showed that religious factors, quality of education, costs, and school facilities were the main considerations for parents in choosing a school for their children. Meanwhile, the quality of teaching, image, and location of the school did not show a significant influence. These findings provide important implications for schools and stakeholders in efforts to improve the quality of education. Keywords: Factors, School Selection, Elementary School  Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan orang tua dalam memilih sekolah untuk anak mereka, antara Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT/MI) dan Sekolah Dasar Negeri (SD Negeri Kalipucang Kulon) di Kabupaten Batang. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari orang tua yang telah mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah dasar atau yang memiliki anak berusia 7–13 tahun dan berdomisili di Desa Kalipucang Kulon, Kecamatan Batang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling, yaitu metode pemilihan sampel dengan cara memilih individu yang kebetulan dijumpai. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 20 responden dari kalangan orang tua siswa. Teknik analisis yang diterapkan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi logistik biner untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor agama, kualitas pendidikan, biaya, dan fasilitas sekolah merupakan pertimbangan utama bagi orang tua dalam pemilihan sekolah untuk anak mereka. Sementara itu, kualitas pengajaran, citra, dan lokasi sekolah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pihak sekolah dan pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Kata Kunci: Faktor, Pemilihan Sekolah, Sekolah Dasar
PENERAPAN METODE EDUTAIMENT DALAM KEMAMPUAN MENGHAFAL MUFRODAT ANGGOTA BADAN DI MI ZAINUR RIDHO WONOREJO Trianzah, Ning Dila Alfiatun Cahya; Anwar, Choerul; Mufidah, Nani Zahratul
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i1.3673

Abstract

Abstract: This study aims to describe the implementation of the edutainment method using songs to enhance third-grade students’ ability to memorize Arabic vocabulary (mufrodat) of body parts at MI Zainur Ridho Wonorejo. A qualitative case study approach was used, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that using songs created a fun learning atmosphere and improved students’ memory of Arabic vocabulary. Singing combined with movements enhanced emotional and sensorimotor engagement. Students were more enthusiastic, recalled vocabulary better, and demonstrated improved mastery of the material. Both the teacher and school principal responded positively to this methodKeywords: edutainment, mufrodat, Arabic languageAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode edutainment menggunakan media lagu dalam meningkatkan kemampuan menghafal mufrodat anggota badan pada siswa kelas III MI Zainur Ridho Wonorejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lagu dalam pembelajaran menciptakan suasana yang menyenangkan dan meningkatkan daya ingat siswa terhadap kosakata bahasa Arab. Aktivitas bernyanyi disertai gerakan memperkuat keterlibatan emosional dan sensorimotor siswa. Siswa lebih antusias, mampu mengingat kosakata dengan lebih baik, dan menunjukkan peningkatan dalam penguasaan materi. Guru dan kepala sekolah juga memberikan tanggapan positif terhadap metode ini.Kata Kunci: edutainment, mufrodat, bahasa Arab
ANALISIS STRATEGI GURU DALAM MENGAJAR SISWA SLOW LEARNER PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN 1 GETASRABI Abshor, Devy Aufia; Wibowo, Deki; Nugraha, Yoga Awalludin; Rafsanjani, Toni Ardi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i1.3712

Abstract

Abstract: A teacher must try to improve the effectiveness of student learning. The purpose of the study was to analyze the teacher's learning strategies for slow learner students at SDN 01 Getasrabi, especially in the subjects of Natural and Social Sciences. The type of qualitative research is a case study approach. The data collection techniques are observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model. Based on the analysis of observation and interview data for class V teachers at SDN 01 Getasrabi, data was obtained that one class V elementary school student had learning problems. The student was not yet fluent in reading, had limited vocabulary so that he had difficulty communicating, and had low comprehension of the material presented by the teacher. The results of the study were that there were learning strategies for slow learner students for class teachers at SDN 01 Getasrabi, including learning preparation, classroom management, using interesting learning models, methods, and media, giving rewards and punishments, adding special lesson hours for slow learner students, providing motivation, cooperation with parents, making rules, and conducting learning evaluations.Keywords: Teacher Strategy, Slow Learner Students, Natural and Social Sciences  Abstrak: Seorang guru harus berupaya meningkatkan keefektifan belajar siswa. Tujuan penelitian untuk menganalisis strategi pembelajaran guru kepada siswa slow learner di SDN 01 Getasrabi terutama di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Jenis penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi/pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Berdasarkan analisis terhadap data observasi dan wawancara guru kelas V SDN 01 Getasrabi, diperoleh data ada satu siswa kelas V SD mengalami masalah belajar. Siswa tersebut belum lancar membaca, terbatasnya kosakata sehingga kesulitan dalam berkomunikasi, dan daya tangkap menerima materi yang disampaikan guru rendah. Hasil penelitian yaitu terdapat strategi pembelajaran terhadap siswa slow learner untuk guru kelas SDN 01 Getasrabi, diantaranya persiapan pembelajaran, pengelolaan kelas, menggunakan model, metode, dan media pembelajaran menarik, pemberian reward dan punishment, menambah jam pelajaran khusus untuk siswa slow learner, pemberian motivasi, kerjasama wali murid, membuat tata aturan, dan mengadakan evaluasi pembelajaran.Kata Kunci: Strategi Guru, Siswa Slow Learner, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KONTEKSTUAL TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PENDIDIKAN PANCASILA Amelia, Berliana Tata; Hamidaturrohmah, Hamidaturrohmah
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i1.3729

Abstract

Abstract: Critical thinking skills are part of learning outcomes that emphasize Higher Order Thinking Skills (HOTS) which must be instilled in students. This study aims to identify the effectiveness of the contextual Problem Based Learning (PBL) model on students' critical thinking skills in civic education in class V SDN 3 Bringin. This research applies a quantitative approach with a one group pretest-posttest design pre-experimental method on 25 students. The instruments used are pretest-posttest questions and questionnaires. The results show a significant difference in students' critical thinking skills before and after applying the contextual PBL model. The paired sample t-test obtained a significance value (2-tailed) of 0.000 (<0.05), thus Ho is rejected and Ha is accepted. The results of the pretest-posttest show an average increase from 61.68 to 82.12. Meanwhile, the average percentage of the questionnaire increased from 58.02% to 80,13%. Thus, the final conclusion is that the contextual-based PBL model is proven effective in improving students' critical thinking skills in Pancasila education in grade V of SDN 3 Bringin. Keywords: Problem Based Learning, Contextual, Critical Thinking, Pancasila Education Abstrak: Keterampilan berpikir kritis adalah bagian dari capaian pembelajaran yang menekankan pada Higher Order Thinking Skill (HOTS) yang harus ditanamkan dalam diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keefektifan model Problem Based Learning (PBL) berbasis kontekstual terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada pendidikan pancasila di kelas V SDN 3 Bringin. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-eksperimen one group pretest-posttest design pada 25 siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal pretest-posttest dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan signifikan keterampilan berpikir kritis siswa sebelum dan setelah menerapkan model PBL berbasis kontekstual. Uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 (<0,05), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil pretest-posttest terdapat peningkatan rata-rata dari 61,68 menjadi 82,12. Sedangkan rata-rata presentase kuesioner meningkat dari 58,02% menjadi 80,13%. Dengan demikian, didapatkan kesimpulan akhir bahwa model PBL berbasis kontekstual terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pendidikan pancasila di kelas V SDN 3 Bringin. Kata Kunci: Problem Based Learning, Kontekstual, Berpikir Kritis,          Pendidikan Pancasila
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MERANCANG ASESMEN DIAGNOSTIK NON-AKADEMIK SISWA SEKOLAH DASAR Albar, Joni
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i1.3736

Abstract

Abstract: The ability of prospective elementary school teachers to design non-academic diagnostic assessments is a crucial aspect of supporting a holistic learning process in primary education. This study aims to describe and analyze the competence of students from the Primary School Teacher Education (PGSD) Study Program at STKIP Melawi in understanding and applying the principles of non-academic assessment through the development of appropriate assessment instruments. Non-academic assessments encompass the identification of students' psychosocial aspects, emotional states, motivation, and learning environment—areas often overlooked in traditional classroom practices. Using a quantitative descriptive approach, this research examined five key aspects of student competence: conceptual understanding, formulation of assessment indicators, selection of assessment types and techniques, structural quality and completeness of the instrument, and the students’ ability to reflect and justify their assessment design. The results revealed that most students demonstrated a good level of conceptual understanding (60%), yet faced challenges in technical skills such as indicator formulation (43% categorized as adequate) and appropriate technique selection (47% categorized as adequate). Moreover, several students struggled to structure their assessment tools comprehensively and to provide contextual justifications based on real student conditions. These findings suggest that while students’ theoretical knowledge is developing, there remains a need for strengthening practical and reflective competencies. Keywords: Diagnostic Assessment, Non-Academic, Student Competence, PGSD, Abstrak: Kemampuan mahasiswa calon guru dalam merancang asesmen diagnostik non-akademik menjadi aspek penting dalam mendukung proses pembelajaran yang holistik di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis sejauh mana mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Melawi mampu memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip asesmen non-akademik dalam bentuk rancangan instrumen asesmen. Asesmen non-akademik sendiri mencakup identifikasi aspek psikososial, emosi, motivasi, hingga kondisi lingkungan belajar siswa, yang kerap kali diabaikan dalam praktik pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data melalui tabulasi frekuensi dan persentase terhadap lima aspek kemampuan, yaitu: pemahaman konsep, perumusan indikator, pemilihan bentuk dan teknik asesmen, kualitas struktur instrumen, serta refleksi dan justifikasi desain. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman konsep yang baik (60%), namun mengalami tantangan dalam aspek teknis seperti merumuskan indikator (kategori cukup 43%) dan memilih teknik asesmen yang tepat (kategori cukup 47%). Selain itu, masih terdapat keterbatasan dalam menyusun struktur asesmen yang lengkap dan memberikan justifikasi yang berbasis pada kondisi nyata siswa. Kata Kunci: Asesmen Diagnostik Non-Akademik, Kemampuan Mahasiswa, PGSD, Instrumen Asesmen
PENGARUH MEDIA BONEKA TANGAN TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN BAHASA JAWA Latifah, Kharisil; Wiranti, Dwiana Asih
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i1.3741

Abstract

Abstract: Explore whether the use of hand puppet media can positively influence students' speaking skills. The method used was an experiment using a pre-experimental design approach, specifically a one-group pre-test and post-test design. The research occurred at SD Negeri 5 Kalipucang Kulon and included 25 students from the second grade. Data were gathered through observation sheets based on several indicators of speaking skills: pronunciation, intonation, fluency, expression, and content accuracy. The collected data were analyzed using prerequisite tests such as normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing through a paired sample t-test, conducted with the assistance of Jamovi software version 2.6.25 for Windows. The results indicate that hand puppet media significantly improve students’ speaking skills. This is supported by the paired sample t-test results, which yielded a significance value of <0.001—lower than the standard significance level of 0.05. As a result, the alternative hypothesis (H1) is acknowledged, validating a notable variation in the speaking skills of students prior to and following the implementation of hand puppet media.Keywords: Hand puppet media, speaking skills, javanese language learning Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak media boneka tangan pada pengembangan keterampilan berbicara siswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen menggunakan pendekatan desain pre-eksperimental, desain yang digunakan adalah One Group Pre-test and Post-test Design. Penelitian dilakukan di SD Negeri 5 Kalipucang Kulon dengan melibatkan 25 siswa kelas II sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi yang disusun berdasarkan indikator keterampilan berbicara, yaitu: pelafalan, intonasi, kelancaran, ekspresi, dan ketepatan isi. Data dianalisis Dengan bantuan Jamovi Software versi 2.6.25, kami melanjutkan pengujian virtual kami dengan bantuan perangkat lunak Jamovi versi 2.6.25 dengan pengujian prasyarat, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil analisis Media boneka tangan dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa, sebagaimana dibuktikan dengan ini. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test, diperoleh nilai signifikansi kurang dari 0,001, yang berarti lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Oleh karena itu, hipotesis alternatif (H1) dapat diterima, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berbicara siswa sebelum dan sesudah diberi perlakuan melalui penggunaan media boneka tangan.Kata-kata Kunci: Media boneka tangan, keterampilan berbicara, pembelajaran bahasa Jawa
PEWARISAN BUDAYA RUMAH PANJAY MASYARAKAT ADAT DAYAK IBAN SUNGAI UTIK SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS Lestari, Emi Tipuk; Bahri, Saiful; Mardiana, Mardiana
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i1.3803

Abstract

Abstract: This research contributes theoretically to the development of the social studies curriculum by offering a local wisdom-based ethnopedagogical framework through the cultural inheritance of the Panjay House of Dayak Iban Sungai Utik. Rumah Panjay not only functions as a place to live, but also as a center of social life, culture, and informal education that reflects the values of local wisdom, solidarity, and environmental preservation. This finding shows the potential of integrating local cultural values into social studies learning as an effort to build a community-based contextual curriculum through an ethnopedagogical approach. The results show that cultural inheritance is carried out through daily practices, traditional rites, and intergenerational interactions within the Panjay House. The values contained in this culture, such as mutual cooperation, deliberative democracy, and nature conservation, are relevant to be integrated into social studies learning, especially at the junior high school level in the Merdeka Curriculum on the theme of social diversity and cultural preservation. Thus, Rumah Panjay can be a contextual learning resource that enriches learning materials and instills character values in students. Keywords: Cultural inheritance, Rumah Panjay, Dayak Iban, Learning Resources. Abstrak: Penelitian ini berkontribusi teoretis dalam pengembangan kurikulum IPS dengan menawarkan kerangka etnopedagogis berbasis kearifan lokal melalui pewarisan budaya Rumah Panjay Dayak Iban Sungai Utik. Rumah Panjay tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial, budaya, dan pendidikan informal yang merefleksikan nilai-nilai kearifan lokal, solidaritas, dan pelestarian lingkungan. Temuan ini menunjukkan potensi integrasi nilai-nilai budaya lokal ke dalam pembelajaran IPS sebagai upaya membangun kurikulum kontekstual berbasis komunitas melalui pendekatan etnopedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarisan budaya dilakukan melalui praktik sehari-hari, ritus adat, dan interaksi antargenerasi di dalam Rumah Panjay. Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya ini, seperti gotong royong, demokrasi musyawarah, serta pelestarian alam, relevan untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran IPS, khususnya pada jenjang SMP dalam Kurikulum Merdeka pada tema keberagaman sosial dan pelestarian budaya. Dengan demikian, Rumah Panjay dapat menjadi sumber belajar kontekstual yang memperkaya materi pembelajaran dan menanamkan nilai karakter kepada peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui penguatan model pembelajaran IPS berbasis budaya lokal yang selama ini kurang diangkat secara mendalam dalam kajian pendidikan formal. Keunikan penelitian ini terletak pada eksplorasi etnopedagogi Dayak Iban yang belum banyak digunakan sebagai dasar pengembangan kurikulum, sehingga menjawab celah literatur terkait pemanfaatan kearifan lokal sebagai pendekatan pedagogis dalam pembelajaran IPS.Kata Kunci: Pewarisan budaya, Rumah Panjay, Dayak Iban, Sumber Belajar
PENGARUH MEDIA KOMIK DIGITAL UNTUK MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA KELAS 4 SDN 2 KEDUNG JEPARA Fikri, Ahmad Faidlul; Widiyono, Aan; Muhaimin, Muh
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i1.3818

Abstract

Abstract: The level of literacy culture in Indonesia is still very low. In response to this problem, efforts are needed to increase reading interest. This study aims to identify the effectiveness of digital comic media on the reading interest of grade 4 students of SDN 2 Kedung Jepara. By applying quantitative methods and pre-experimental design One Group Pretest-Posttest, this study involved 27 students as subjects. Data obtained through a questionnaire covering 16 statements that have been tested for validity and reliability. This study shows that before the treatment, students' reading interest was in the fairly strong category with a score of 52%, while after the application of digital comic media, the score increased to 84% and was in the very strong category. The Paired Sample T-test identified a significance level of 0.000, which indicates a significant influence of the use of digital comics in increasing students' reading interest. The findings in question indicate that digital comic media has the potential as a means to increase students' reading interest, so it is expected to be applied in a wider scope in learning activities in the school environment.Keywords: Digital Comic Media, Reading Interest Abstrak: Tingkat budaya literasi di Indonesia masih sangat rendah. Menanggapi permasalahan ini, perlu adanya upaya untuk meningkatkan minat baca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas media komik digital terhadap minat baca siswa kelas 4 SDN 2 Kedung Jepara. Dengan menerapkan metode kuantitatif dan desain pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest, penelitian ini melibatkan 27 siswa sebagai subjek. Data diperoleh melalui kuesioner mencakup 16 pernyataan yang telah diuji untuk validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini menunjukan bahwa sebelum perlakuan, minat baca siswa berada pada kategori cukup kuat dengan skor 52%, sedangkan setelah penerapan media komik digital, skor meningkat menjadi 84% dan berada pada kategori sangat kuat. Uji Paired Sample T-test mengidentifikasi tingkat signifikat 0,000, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari pemanfaatan komik digital dalam meningkatkan ketertarikan minat baca siswa. Temuan yang dimaksud menunjukkan media komik digital memiliki potensi sebagai sarana untuk meningkatkan  minat baca siswa, sehingga diharapkan dapat diterapkan dalam cakupan yang lebih luas dalam kegiatan pembelajaran dilingkungan sekolah.Kata Kunci: Media Komik Digital, Minat Baca