cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
The Effect of Self-Efficacy and Peers on Student Time Management Skills Syidad, Ahmad Wildan; Julaihah, Umi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n01.p57-68

Abstract

Background: Students living in the Ma'had environment must face challenges in determining the scale of priorities due to the density of academic, religious and social activities. Therefore, time management skills are needed to overcome this. Objective: This study aims to analyze the influence of self-efficacy and peers on the time management skills of Mahasantri. Method: This study uses a quantitative approach with the Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) method to analyze data from 278 respondents selected using the simple random sampling technique. Results: The results of the study showed that self-efficacy has a significant and dominant influence on time management skills, while peers have a positive but weaker influence. In addition, self-efficacy also acts as a mediator that strengthens the relationship between peers and time management. Conclusion: This study shows that individuals with high levels of self-efficacy are more able to manage time effectively. The implication of this study is the importance of improving students' self-efficacy through mastery experience programs and group guidance to strengthen social support from peers.   Keywords: Mahasantri; peers; self-efficacy; time management.   Abstrak Latar Belakang: Mahasantri yang tinggal di lingkungan Ma’had harus menghadapi tantangan dalam menentukan skala prioritas akibat padatnya aktivitas akademik, keagamaan, dan sosial. Oleh karena itu dibutuhkan keterampilan manajemen waktu dalam mengatasi hal tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy dan teman sebaya terhadap keterampilan manajemen waktu Mahasantri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menganalisis data dari 278 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki pengaruh signifikan dan dominan terhadap keterampilan manajemen waktu, sedangkan teman sebaya memberikan pengaruh positif tetapi lebih lemah. Selain itu, self-efficacy juga berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara teman sebaya dan manajemen waktu. Simpulan: Studi ini menunjukkan bahwa individu dengan tingkat efikasi diri yang tinggi lebih mampu mengelola waktu secara efektif. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya meningkatkan efikasi diri siswa melalui program pengalaman penguasaan dan bimbingan kelompok untuk memperkuat dukungan sosial dari teman sebaya.   Kata Kunci: Efikasi diri; mahasantri; manajemen waktu; teman sebaya.
Mindfulness as The Predictor of Online Impulsive Buying Tendency in Indonesian Early Adulthood Natalie, Blanca; Ferdian, Flaviana Rinta
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n01.p46-56

Abstract

Background: Online shopping attracts early adults (ages 20-39) due to price, convenience, time efficiency, etc, who are trying to regulate their shopping activities, and mindfulness is one approach can help individuals be aware of shopping behavior, avoiding impulsive buying. Objective: This study aims to examine whether mindfulness can significantly predict online impulsive buying tendency in early adults by using simple linear regression analysis, with early adults respondents (ages 20-39). Method: Research is using quantitative correlational design, and Pearson Correlation is used for analysis. Data (n=487) were collected using convenience sampling through online questionnaire containing Mindfulness Attention and Awareness Scale (MAAS-15) and Impulsive Buying Tendency Scale in the online shopping context (IBTS-20). Result: The results of the statistical analysis indicate mindfulness significantly and negatively predict online impulsive buying tendency in early adults. Additional analysis reveals a difference in the levels of females and males online impulsive buying tendency, with females scoring higher than males. Conclusion: Mindfulness predicts online impulsive buying tendency. Suggestion: Future research is suggested to explore other factors influence online impulsive buying tendency.   Keywords: Early adult; mindfulness; online impulsive buying tendency.   Abstrak Latar Belakang: Belanja online menarik perhatian dewasa awal (usia 20-39 tahun) karena faktor harga, kenyamanan, efisiensi waktu, dan lainnya. Mereka berusaha mengatur aktivitas belanja, dan mindfulness menjadi contoh pendekatan yang dapat membantu menyadari perilaku belanja mereka serta menghindari pembelian impulsif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah mindfulness dapat memprediksi kecenderungan pembelian impulsif online secara signifikan pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana, dengan responden dewasa awal (usia 20-39 tahun). Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional, dan analisis dilakukan dengan menggunakan Korelasi Pearson. Data (n=487) dikumpulkan menggunakan metode convenience sampling melalui kuesioner online berisi Mindfulness Attention and Awareness Scale (MAAS-15) dan Impulsive Buying Tendency Scale dalam konteks belanja online (IBTS-20). Hasil: Hasil analisis statistik menjelaskan mindfulness dapat secara signifikan dan negatif memprediksi kecenderungan pembelian impulsif online pada dewasa awal. Analisis tambahan menunjukkan perbedaan tingkat kecenderungan pembelian impulsif online antara perempuan dan laki-laki, dengan skor lebih tinggi pada perempuan. Kesimpulan: Mindfulness memprediksi pembelian impulsif online Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kecenderungan pembelian impulsif online.   Kata Kunci: Dewasa awal; kecenderungan pembelian impulsif online; mindfulness
Social support, Quality of life, and Death Anxiety among Soldiers in Papua Xavier, Selyo Febrio; Rini, Rr. Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n01.p1-9

Abstract

Background: Soldiers in conflict areas face heightened death anxiety due to physical challenges, armed conflict, and harsh conditions. Social support and quality of life are vital for their psychological well-being.  Objective: To examine the role of quality of life as a mediator between social support and death anxiety among Indonesian National Armed Forces in Papua. Method: Correlational quantitative research involving 165 samples using the accidental sampling technique. Measurement using scales of death anxiety, social support, and quality of life. Path analysis was used to analyze the data. Results: The findings indicate a significant negative relationship between social support and death anxiety (r = -0.421, p < 0.001), as well as a significant positive relationship between social support and quality of life (r = 0.536, p < 0.001). There is a significant negative relationship between quality of life and death anxiety (r = -0.478, p < 0.001), which also acts as a mediator. Conclusion: Social support can improve the quality of life and reduce death anxiety among Indonesian National Armed Forces in Papua. This study suggests psychosocial interventions to improve soldiers' psychological well-being through enhancing social support and quality of life.   Keywords: Death anxiety; military personnel; Papua; quality of life; social support.   Abstrak Latar Belakang: Tugas prajurit di daerah konflik meningkatkan kecemasan terhadap kematian akibat tantangan fisik, konflik bersenjata, dan kondisi geografis yang sulit. Dukungan sosial serta kualitas hidup prajurit berperan penting dalam kesejahteraan psikologis mereka. Tujuan: Untuk menguji peran kualitas hidup sebagai mediator antara dukungan sosial dan kecemasan kematian pada prajurit TNI di Papua. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan melibatkan 165 sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran dengan skala kecemasan terhadap kematian, dukungan sosial, dan kualitas hidup. Analisis jalur digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Temuan menunjukkan hubungan negatif signifikan antara dukungan sosial dengan kecemasan kematian (r = -0,421, p < 0,001), serta hubungan positif signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup (r = 0,536, p < 0,001). Hubungan negatif signifikan antara kualitas hidup dengan kecemasan kematian (r = -0,478, p < 0,001), sekaligus berperan sebagai mediator. Simpulan: Dukungan sosial yang kuat dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kecemasan terhadap kematian pada prajurit TNI di Papua. Penelitian ini menyarankan intervensi psikososial untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis prajurit melalui penguatan dukungan sosial dan kualitas hidup.   Kata Kunci: Dukungan sosial; kualitas hidup; kecemasan kematian; Papua, prajurit militer.
Parenting Styles, Sexual Abuse and Self-esteem as Predictors of Sexual Orientation among Undergraduates Ajayi, Ifeoluwa O.; Olapegba, Peter O.; Uye, Emmanuel E
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n01.p18-26

Abstract

Background: Sexual orientation has become an emerging issue that affects different populations and cultures in Africa including Nigeria. Studies done on predictors of sexual orientation come with varied results.Objective: This study investigates parenting styles, sexual abuse and self-esteem as likely predictors of sexual orientation among undergraduates in tertiary institutions in Ibadan, Nigeria. Method: Cross-sectional method was adopted while purposive sampling technique was used to select the study population. Data were collected from 472 undergraduates using validated questionnaires and analysed using multiple regressions and independent sample t-test. Two hypotheses were tested and accepted at p =.001 level of significance. Results: The result revealed that parenting styles, sexual abuse and self-esteem jointly predicted sexual orientation among study participants. Moreover,  parenting styles, sexual abuse and self-esteem independently predicted sexual orientation among study participants. Conclusion: Parenting styles, sexual abuse and self-esteem are excellent predictors of sexual orientation among study participants. The novelty of this finding is that sexual orientation is less openly discussed among study population.   Keywords: Parenting styles; self-esteem; sexual abuse; sexual orientation; undergraduates   Abstrak Latar belakang: Orientasi seksual telah menjadi masalah yang muncul yang mempengaruhi populasi dan budaya yang berbeda di Afrika termasuk Nigeria. Studi yang dilakukan pada prediktor orientasi seksual memiliki hasil yang bervariasi. Tujuan: Penelitian ini menyelidiki gaya pengasuhan, pelecehan seksual dan harga diri sebagai prediktor yang mungkin untuk orientasi seksual di kalangan mahasiswa di perguruan tinggi di Ibadan, Nigeria. Metode: Metode cross-sectional diadopsi sementara teknik pengambilan sampel purposif digunakan untuk memilih populasi penelitian. Data dikumpulkan dari 472 mahasiswa dengan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan regresi berganda dan uji-t sampel independen. Dua hipotesis diuji dan diterima pada tingkat signifikansi p = .001. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan, pelecehan seksual, dan harga diri secara bersama-sama memprediksi orientasi seksual di antara para peserta penelitian. Selain itu, gaya pengasuhan, pelecehan seksual dan harga diri secara independen memprediksi orientasi seksual di antara peserta penelitian. Simpulan: Gaya pengasuhan, pelecehan seksual, dan harga diri adalah prediktor yang sangat baik untuk orientasi seksual di antara para peserta penelitian. Hal baru dari temuan ini adalah bahwa orientasi seksual kurang didiskusikan secara terbuka di antara populasi penelitian.   Kata Kunci: Gaya pengasuhan; harga diri; mahasiswa; pelecehan seksual; orientasi seksual.
Posttraumatic Growth in Adolescent Survivors of the Mount Merapi Eruption Disaster Muslihaturrobiah, Muslihaturrobiah; Triyono, Triyono
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n01.p27-35

Abstract

Background: Natural disasters can cause material losses and psychological trauma, but on the other hand, it has the potential to trigger positive impacts such as post-traumatic growth (PTG). Therefore, this study will specifically examine PTG in adolescent survivors of the Mount Merapi eruption in Balerante Village, Kemalang, Central Java. Objective: Exploring more deeply about PTG (Post-Traumatic Growth) in adolescent survivors of the Merapi volcanic eruption in Balerante Village. Method: A qualitative phenomenological approach involving four subjects aged 19-24 years who directly experienced the Mount Merapi eruption disaster. Informants were selected using the snowball sampling technique. Data collection was conducted through observation and in-depth interviews. The data analysis technique employed was Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Result: The results showed that PTG in adolescent survivors of the Mount Merapi eruption was reflected in disaster preparedness, positive post-traumatic changes, and the emergence of new ambitions. Factors contributing to PTG included social support and individual spirituality. Conclusion: Trauma can be a turning point for adolescents, allowing them to grow into more resilient individuals in living their lives.   Keywords: Adolescents; mount Merapi eruption disaster; posttraumatic growth.   Abstrak Latar Belakang: Bencana alam dapat menyebabkan kerugian materi, dan trauma psikologis, namun juga berpotensi memicu dampak positif seperti posttraumatic growth (PTG). Meski penelitian PTG pada penyintas bencana alam sudah banyak dilakukan, kajian spesifik tentang PTG pada remaja penyintas erupsi Gunung Merapi di Desa Balerante, Kemalang, Jawa Tengah, belum tersedia. Tujuan: Mengeksplorasi lebih mendalam mengenai PTG pada remaja penyintas bencana erupsi Gunung Merapi di Desa Balerante. Metode: Kualitatif fenomenologi yang melibatkan empat subjek berusia 19-24 tahun yang mengalami langsung bencana Erupsi Gunung Merapi. Informan dipilih melalui teknik snowball sampling. Pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan PTG pada remaja penyintas bencana erupsi Merapi ditunjukkan dalam bentuk kesiagaan menghadapi bencana, perubahan positif setelah trauma, dan munculnya ambisi baru. Faktor pendorong yang mempengaruhi PTG diantaranya dukungan sosial dan spiritualitas pada masing-masing individu. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung intervensi psikologis dan program penguatan potensi PTG. Simpulan: Trauma dapat menjadi titik balik bagi remaja untuk tumbuh menjadi individu yang lebih tangguh.dalam menjalani kehidupan.   Kata Kunci: Bencana erupsi gunung Merapi; posttraumatic growth; remaja.
Preschool: The Contribution of Economic Tokens in Autonomy Sholichah, Ima Fitri; Hapsari, Indria Galuh
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n01.p36-45

Abstract

Background: The problem of autonomy experienced by preschool-aged children is that they do not fully have autonomy, such as students being assisted by teachers and parents when carrying out learning activities. Objective: An economic tokens contribution in increasing student’s autonomy. Method: This study used an experimental method with a one-group pretest-posttest design. Partisipan used 10 students of Kindergarten grade A. Data collection used the Autonomy Scale. Analysis of the results of the study using the gain score and the Wilcoxon test. Results: The study showed that there was a contribution of the economic tokens in increasing autonomy. In the beginning, before the economic tokens was implemented, students were somewhat less autonomy and too dependent on the people around them while studying. After implementing economic tokens in teaching and learning process, students experience changes, namely being more autonomy in the learning process in class. Conclusion: The economic tokens is attractive to students because students are eager to learn and feel like trying to learn with rewards after students are able or successful in carrying out the expected behavior.   Keywords: Autonomy; economic tokens; preschool; student.   Abstrak   Latar Belakang: Permasalahan kemandirian yang dialami anak usia prasekolah yaitu belum sepenuhnya memiliki kemandirian dalam aktivitas belajar seperti siswa masih dibantu oleh guru dan orang tua saat melakukan kegiatan belajar, telat merespon stimulus guru serta siswa belum bisa mematuhi tata terbit kelas sehingga kelas menjadi tidak kondusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi token ekonomi dalam meningkatkan kemandirian siswa. Metode: Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Partisipan berjumlah 10 siswa. Pengumpulan data menggunakan Skala Kemandirian. Analisis hasil penelitian menggunakan gain score dan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya kontribusi token ekonomi dalam meningkatkan kemandirian siswa Taman Kanak-kanak kelas A. Pada awal sebelum dilakukan metode token ekonomi siswa masih bergantung pada orang-orang di sekitarnya saat belajar. Setelah diimplementasikan token ekonomi, siswa mengalami perubahan lebih mandiri dalam proses belajar di kelas. Simpulan: Metode token ekonomi merupakan metode yang menarik bagi siswa karena metode ini membuat siswa semangat dalam belajar dan rasa ingin berusaha dalam belajar. Dengan adanya reward, siswa menunjukkan perilaku yang diharapkan ketika siswa mampu atau berhasil melakukan instruksi yang diberikan.   Kata Kunci: Anak usia dini; kemandirian; siswa; token ekonomi.  
An Exploration of the Meaning of Gawai Dayak in Sintang, West Kalimantan: An Intergenerational Perspective Farida, Kristianti; Setiawan, Jefri
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n01.p77-88

Abstract

Background: The Gawai Dayak tradition represents a cultural practice encompassing a range of spiritual, social, and symbolic values passed down through generations in Dayak society. However, due to the impact of modernity, the meaning and significance of Gawai Dayak have shifted, especially among the traditional leader group and the younger generation group. Objective: This research aims to examine the intergenerational perceptions of the Gawai Dayak tradition, focusing on how these cultural values are perceived, revered, and conveyed amidst the challenges posed by modernity. Method: This study employed a qualitative design with a realism approach. Data collection was conducted through in-depth interviews with two former sub-district-level adat leaders and one Dara Gawai winner from the Sintang district. In addition, a questionnaire with open-ended questions was distributed to nine individuals aged 19-23, representing the younger generation. Thematic analysis was used to analyze the data, involving transcribing the data verbatim, categorizing it into codes, and organizing it into themes. Data credibility and authenticity were ensured using triangulation and member checking. Results: The study reveals a generational difference in the interpretation of Gawai Dayak, with the traditional leaders emphasizing its spiritual and ritual significance, while the younger generation views it more as a celebration, especially concerning alcohol consumption and rituals. Conclusion: Gawai Dayak holds different meanings across generations. Traditional leaders emphasize its spiritual aspects, while the younger generation focuses on its festive nature. These findings highlight the need for intergenerational transmission of cultural values. This research suggests the importance of preserving traditional values within communities. Keywords: Cultural identity, cultural preservation; gawai dayak; inter generational perception; modernity and tradition.   Abstrak Tradisi Gawai Dayak merupakan praktik budaya yang mencakup berbagai nilai spiritual, sosial, dan simbolis yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam masyarakat Dayak. Makna dan arti penting Gawai Dayak telah bergeser, terutama di antara kelompok pemimpin adat dan generasi muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi antargenerasi tentang tradisi Gawai Dayak, dengan fokus pada bagaimana nilai-nilai budaya tersebut dipersepsikan, dihormati, dan disampaikan di tengah-tengah tantangan yang ditimbulkan oleh modernitas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan realisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan dua mantan ketua adat tingkat kecamatan dan satu pemenang Dara Gawai dari Kabupaten Sintang. Selain itu, kuesioner dengan pertanyaan terbuka dibagikan kepada sembilan orang berusia 19-23 tahun yang mewakili generasi muda. Analisis tematik digunakan untuk menganalisis data, yang melibatkan transkrip data kata demi kata, mengkategorikannya ke dalam kode-kode, dan mengorganisasikannya ke dalam tema-tema. Kredibilitas dan keaslian data dipastikan dengan menggunakan triangulasi dan pengecekan partisipan. Hasil: Penelitian ini mengungkapkan perbedaan generasi dalam interpretasi Gawai Dayak, dengan para pemimpin adat menekankan makna spiritual dan ritualnya, sementara generasi muda lebih melihatnya sebagai perayaan, terutama terkait konsumsi alkohol dan ritual. Kesimpulan: Gawai Dayak memiliki makna yang berbeda di setiap generasi. Para pemimpin adat menekankan aspek spiritualnya, sementara generasi muda berfokus pada sifat perayaannya. Temuan ini menyoroti perlunya transmisi nilai-nilai budaya antargenerasi. Penelitian ini menunjukkan pentingnya melestarikan nilai-nilai tradisional dalam masyarakat.   Kata kunci: Gawai dayak; identitas budaya; persepsi antargenerasi; pelestarian budaya; modernitas dan tradisi.
Validating the Job Stress Scale for Indonesian Police: A CFA Study Hadiyanti, Karin; Sari, Erita Yuliasesti Diah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n01.p69-76

Abstract

Background: Indonesian adaptation of job stress scale have been tested on teacher samples, re-testing and re-measuring validity and reliability are necessary for use with police samples. Conducting confirmatory factor analysis (CFA) on the Indonesian job stress scale for police samples is critically important because policing is a highly stressful occupation with unique demands not found in teaching professions. Objective: This study aims to measure the validity and reliability of the Indonesian adapted Job Stress Scale for Indonesian police personnel. Method: Using a cross-sectional design, data were collected from a population of 121 Satsamapta officers at Polresta Yogyakarta through accidental sampling, yielding 86 complete responses. CFA evaluated construct validity, while Cronbach’s alpha assessed the reliability of the 13-item Job Stress Scale comprising two factors. Results: Three items (8, 9, and 10) were invalid (factor loading < 0.5). After removal, model fit indices improved significantly (CFI = 0.989, TLI = 0.984, SRMR = 0.0322, RMSEA = 0.0690), and reliability increased to 0.967. Conclusion: The adapted scale, with 10 items, is valid and reliable for measuring work stress among police personnel in Indonesia. This tool can aid further research and interventions to address work stress in law enforcement.   Keywords: Confirmatory factor analysis; job stress scale; police officers; reliability; validity   Abstrak Latar Belakang: Adaptasi job stress scale Indonesia sebelumnya diujikan pada sampel guru, sehingga pengukuran validitas dan reliabilitas ulang diperlukan untuk sampel polisi. Confirmatory factor analysis (CFA) pada skala stres kerja versi Indonesia untuk sampel polisi sangat penting karena pekerjaan kepolisian merupakan profesi yang sangat penuh tekanan dengan tuntutan unik yang tidak ditemukan pada profesi guru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengukur validitas dan reliabilitas skala stres kerja yang telah diadaptasi untuk personel polisi di Indonesia. Metode: Menggunakan desain cross-sectional, data dikumpulkan dari populasi 121 anggota polisi Satsamapta Polresta Yogyakarta melalui accidental sampling dengan total 86 sampel. Confirmatory Factor Analysis (CFA) mengevaluasi validitas konstruk, sedangkan Cronbach's Alpha mengukur reliabilitas untuk Skala Stres Kerja dengan dua faktor dan total 13 item. Hasil: Terdapat tiga item (8, 9, dan 10) tidak memenuhi kriteria validitas (factor loading < 0.5). Setelah menghilangkan item tersebut, indeks kesesuaian model meningkat signifikan (CFI = 0,989, TLI = 0,984, SRMR = 0,0322, RMSEA = 0,0690), dan reliabilitas meningkat menjadi 0,967. Simpulan: Adaptasi skala stres kerja masih reliabel namun memiliki aitem yang tidak valid. Hasil modifikasi dengan 10 item, dinyatakan valid dan lebih reliabel untuk mengukur stres kerja pada anggota polisi di Indonesia. Implikasi penelitian dapat digunakan untuk peneliti lain dalam mengembangkan alat ukur stres kerja.   Kata kunci: Confirmatory factor analysis; polisi; reliabilitas; skala stres kerja; validitas
Psychological Characteristics of Child Sexual Violence Perpetrators: Systematic Literature Review Munawaroh, Chusnul; Rahayu, Yusti Probowati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n02.p119-132

Abstract

Background: Sexual violence with child perpetrators is a complex phenomenon that has various backgrounds. Although children should be protected and guided in their growth and development, there are a number of factors that can trigger deviant behavior, such as sexual violence with children as perpetrators. Objective: How to know the psychological characteristics of sexual violence with children as perpetrators from foreign journals, then understanding the forms of sexual violence crimes is important to do so that it can be used as a lesson and various efforts are made to follow up on various cases. Method: The Systematic Literature Review method was chosen as the approach in writing this article, starting with identifying foreign journals, previous research, then filtering journals that are relevant to the topic, and analyzing the research findings and interpreting them, what are the characteristics of child perpetrators in several cases of sexual violence. Results: The characteristics of the child perpetrators of sexual violence, when viewed from a psychological perspective, are influenced by many interrelated and sustainable factors. Conclusion: The characteristics of this children are slightly different from those of adult perpetrators, due to hormonal and psychological instability in their developmental stages, and the perpetrators are also in situations that do not support healthy emotional and moral development.
The Psychological Effects of Relationships with Individuals Having Narcissistic Personality Disorder on Victims Kayaalp, Abdulkadir
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n02.p89-97

Abstract

Background: Narcissistic Personality Disorder (NPD) is characterized by excessive self-admiration, a need for validation, and a lack of empathy, often leading to emotionally harmful relationship patterns. Objective: This study aims to explore the psychological effects experienced by individuals who have been in romantic relationships with partners diagnosed with NPD. Method: A qualitative approach was adopted using purposive sampling to select participants who had been in long-term relationships with NPD individuals. Data were collected through in-depth interviews and thematically analyzed. Results: Findings indicate that NPD partners typically begin relationships with intense idealization, which gradually shifts to criticism, manipulation, and emotional abuse. Participants reported emotional exhaustion, diminished self-worth, and symptoms resembling post-traumatic stress. Conclusion: The study emphasizes the lasting psychological damage caused by such relationships, the need for strong social support systems during recovery, and the importance of raising awareness and providing psychological interventions. Further empirical research is encouraged to develop coping strategies and support mechanisms. Abstrak Latar Belakang: Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD) ditandai dengan kekaguman diri yang berlebihan, kebutuhan akan validasi, dan kurangnya empati, yang seringkali mengarah pada pola hubungan yang merugikan secara emosional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak psikologis yang dialami individu yang pernah menjalin hubungan romantis dengan pasangan yang didiagnosis NPD. Metode: Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik purposive sampling untuk memilih partisipan yang pernah memiliki hubungan jangka panjang dengan individu NPD. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa pasangan dengan NPD biasanya memulai hubungan dengan idealisasi berlebihan yang kemudian berubah menjadi kritik, manipulasi, dan kekerasan emosional. Partisipan melaporkan kelelahan emosional, penurunan harga diri, dan gejala mirip stres pascatrauma. Kesimpulan: Studi ini menyoroti kerusakan psikologis jangka panjang akibat hubungan tersebut, pentingnya dukungan sosial selama pemulihan, serta perlunya intervensi psikologis dan peningkatan kesadaran masyarakat. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk mengembangkan strategi coping dan sistem dukungan yang efektif.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue