cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
“Ayah Ayo Mengasuh” Training as an Effort to Improve Communication Intensity in Families at Persyarikatan Muhammadiyah Haq, Akhmad Liana Amrul; Imron, Imron
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n03.p290-301

Abstract

Background: The scarcity of cadres from Muhammadiyah organizational families is noteworthy. Although fathers dominate involvement, their role in shaping the next generation is often overlooked. Fathers significantly influence family communication and upbringing. Objective: This study evaluates the effectiveness of the "Ayah Ayo Mengasuh" training program in increasing communication intensity in Muhammadiyah organizational families. Method: Subjects are 40 Muhammadiyah families in Magelang. Using Solomon Four Group Design, divided into experimental, control 1, control 2, and control 3 groups. Data collected via a valid and reliable family communication intensity scale. Analyzed with Mann Whitney U Test. Results: Comparison of experimental post-test scores with control 1: Z -3.402, p=0.001 (p<0.05), showing training influence. With control 3: Z -3.506, p=0.000 (p<0.05), confirming increase due to intervention, not pre-test. Conclusion: The training maximizes fathers' roles, impacting cadre emergence through the smallest structure: the family. Abstrak Latar Belakang: Kelangkaan kader dari keluarga organisasi Muhammadiyah menarik dibahas. Meski ayah dominan terlibat, perannya dalam membentuk generasi berikutnya sering terabaikan. Ayah berpengaruh besar pada komunikasi dan pengasuhan keluarga. Tujuan: Menilai efektivitas program pelatihan "Ayah Ayo Mengasuh" dalam meningkatkan intensitas komunikasi keluarga organisasi Muhammadiyah. Metode: Subjek 40 keluarga Muhammadiyah di Magelang. Desain Solomon Four Group: kelompok eksperimen, kontrol 1, 2, 3. Data: skala intensitas komunikasi keluarga (valid dan reliabel). Analisis: Mann Whitney U Test. Hasil: Perbandingan skor post-test eksperimen vs. kontrol 1: Z -3.402, p=0.001 (p<0.05), ada pengaruh pelatihan. Vs. kontrol 3: Z -3.506, p=0.000 (p<0.05), peningkatan karena intervensi, bukan pre-test. Simpulan: Pelatihan ini memaksimalkan peran ayah, berdampak pada munculnya kader melalui keluarga.  
Mental Health Literacy and Psychological Distress Among University Students Shirod, Muhamat Akil; Mardhiyah, Sayang Ajeng
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n03.p229-236

Abstract

Background: Students at Sriwijaya University face various challenges, such as academic pressure, which can lead to psychological distress if not managed properly. Objective: This study examines the relationship between mental health literacy (MHL) and psychological distress among undergraduates at Sriwijaya University, hypothesizing that higher MHL correlates with lower distress levels. Method: Using a quantitative survey method, data were collected from 361 students and analyzed using the Pearson product-moment correlation (r=0.122, p<0.05), independent t-test compares two groups, while one-way ANOVA analyzes more than two groups. Results: We observed an unexpected pattern, a significant yet negligible positive correlation. This suggests students with higher MHL reported slightly greater distress, contradicting our initial hypothesis. Conclusion: Despite this unexpected association, we emphasize the continued importance of MHL education through campus programs. We recommend improvements in mental health literacy, particularly in first-aid skills, help-seeking behavior, and self-help strategies, as early protective measures in universities. Future studies should also examine additional variables that may reduce psychological distress. Abstrak Latar Belakang: Mahasiswa di Universitas Sriwijaya menghadapi berbagai tantangan seperti tekanan akademik yang dapat menyebabkan distres psikologis jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan: Penelitian ini mengkaji hubungan antara literasi kesehatan mental (LKM) dan distres psikologis di kalangan mahasiswa Universitas Sriwijaya, dengan hipotesis bahwa LKM yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkat distres yang lebih rendah. Metode: Menggunakan metode survei kuantitatif, data dikumpulkan dari 361 mahasiswa dan dianalisis menggunakan korelasi Pearson’s product moment(r=0.122, p<0.05), independent sample t-test membandingkan dua kelompok populasi, sedangkan one-way ANOVA untuk analisis lebih dari dua populasi. Hasil: Kami mengamati pola yang tidak terduga, korelasi positif yang signifikan namun dapat diabaikan antara LKM dan distres psikologis. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan LKM yang lebih tinggi melaporkan distres yang sedikit lebih besar, yang bertentangan dengan hipotesis kami. Kesimpulan: Meskipun ada asosiasi yang tidak terduga ini, kami menekankan pentingnya pendidikan LKM yang berkelanjutan melalui program-program kampus. Kami merekomendasikan peningkatan literasi kesehatan mental, khususnya pada aspek first aid skills and help-seeking behavior, dan self-help strategies, sebagai langkah protektif dini di lingkungan universitas. Studi selanjutnya juga perlu meneliti variabel tambahan yang dapat mengurangi tekanan psikologis.
Understanding the Transformation of Self-Identity in LPKA Class 1 Tangerang Juvenile Inmates Fathoni, Achmad Robbi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n03.p248-261

Abstract

Background: The process of self-meaning development among juvenile offenders in correctional facilities is crucial to their rehabilitation and reintegration into society. LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) serves as a rehabilitative environment for these individuals, providing educational and psychological programs. Objective: This study aims to explore how juvenile offenders in LPKA Tangerang perceive and interpret their own self-identity after participating in educational programs, and to understand the impacts of these programs on their self-perception. Method: A qualitative phenomenological approach was employed, utilizing in-depth interviews with 5 juvenile offenders who have participated in various educational programs. Data were analyzed using NVivo 12 software to identify key themes regarding self-perception changes, identity formation, and their future outlook. Results: The research found that education in LPKA plays a significant role in altering the self-meaning of juvenile offenders, fostering a more positive self-image and hope for the future. Conclusion: The findings suggest that educational programs in LPKA are effective in reshaping the self-perception of juvenile offenders, contributing to their psychological growth and readiness for reintegration into society. Abstrak Latar Belakang: Pemaknaan diri pada anak binaan di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) memiliki peranan penting dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial mereka. Anak binaan yang mengalami konflik hukum seringkali memiliki pandangan negatif terhadap diri mereka sendiri yang mempengaruhi perilaku mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana anak binaan di LPKA Kelas 1 Tangerang memaknai perubahan diri mereka setelah mengikuti program pendidikan yang ada di sana. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 5 anak binaan yang telah mengikuti program pendidikan di LPKA. Data dianalisis menggunakan aplikasi NVivo 12 untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait perubahan pemaknaan diri. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa program pendidikan di LPKA berperan signifikan dalam mengubah pemaknaan diri anak binaan, memperbaiki rasa percaya diri, dan membangkitkan harapan untuk masa depan. Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan di LPKA efektif dalam membentuk pandangan positif anak binaan terhadap diri mereka, yang dapat mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi mereka ke masyarakat.
The Effectiveness of Token Economy to Improve the Dicipline of TPQ Students Mutiarini, Anggita Nuha; Idelitarahma , Khazana Firyal; Jamalludin, Muhammad; Kusumasari, Fitri
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n03.p262-269

Abstract

Background: The discipline of TPQ students is relatively low, as evidenced by their behavior of disturbing their friends who are studying and their lack of focus, which often becomes a challenge in the learning process at TPQ. This hinders the effectiveness of learning. Objective: Evaluating the effectiveness of the economic token program as a means of improving student discipline in learning. Method: This study used a quasi-experimental design. The sample selected using purposive sampling and divided into two groups: control (n=10) and experimental (n=10). The intervention was carried out for 1 week, beginning with a pre-test and ending with a post-test. Data analysis was performed using JASP software with a non-parametric Mann-Whitney U test. Results: The findings showed a statistically significant difference in improvement scores between the experimental and control groups (W = 100,000, p < 0.001). The final results determined that the gain value of the experimental group was higher than that of the control group. Conclusion: Student discipline can be improved through token economy intervention and can be used as a classroom management strategy. Abstrak Latar Belakang: Disiplin siswa TPQ relatif rendah, sebagaimana terlihat dari perilaku mereka yang mengganggu teman-teman yang sedang belajar dan kurangnya fokus, yang sering menjadi tantangan dalam proses pembelajaran di TPQ. Hal ini menghambat efektivitas pembelajaran. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas program token ekonomi sebagai sarana untuk meningkatkan disiplin siswa dalam pembelajaran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental. Sampel dipilih menggunakan sampling purposif dan dibagi menjadi dua kelompok: kontrol (n=10) dan eksperimen (n=10). Intervensi dilakukan selama 1 minggu, dimulai dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak JASP dengan uji Mann-Whitney U non-parametrik. Hasil: Temuan menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dalam skor peningkatan antara kelompok eksperimen dan kontrol (W = 100.000, p < 0,001). Hasil akhir menunjukkan bahwa nilai peningkatan kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Kesimpulan: Disiplin siswa dapat ditingkatkan melalui intervensi ekonomi token dan dapat digunakan sebagai strategi manajemen kelas.  
The Factors That Influence Self Acceptance in Adolescents with Divorced Parates: Literature Review Nuradniy, Tishi; Debora Valentina, Tience
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n03.p302-308

Abstract

Background: Indonesia faces various social issues, including the increasing number of divorce cases. Divorce not only affects the couple involved but also has a significant impact on their children, especially adolescents. During this stage, adolescents are expected to develop good self-acceptance to adapt and grow positively after their parents’ separation. Therefore, it is important to identify the factors influencing self-acceptance among adolescents with divorced parents. Objective: This study aims to identify factors affecting self-acceptance in adolescents whose parents are divorced. Method: This research employed a literature review with a narrative review approach. A total of 10 relevant articles published between 2013 and 2023 were selected from Google Scholar. Results: Findings show that self-acceptance in adolescents with divorced parents is influenced by internal factors (self-concept, positive thinking, religiosity, coping strategies, and realistic expectations) and external factors (social support, healthy relationships, and positive activities). Conclusion: Both internal and external factors contribute to the development of positive self-acceptance among adolescents with divorced parents. Abstrak Latar Belakang: Indonesia menghadapi berbagai permasalahan sosial, salah satunya adalah meningkatnya angka perceraian. Perceraian tidak hanya berdampak pada pasangan suami istri yang terlibat, tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan anak-anak mereka, terutama pada masa remaja. Pada tahap ini, remaja diharapkan mampu mengembangkan penerimaan diri yang baik agar dapat beradaptasi dan berkembang secara positif setelah perceraian orang tuanya. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan diri pada remaja dengan orang tua yang bercerai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan diri pada remaja dengan orang tua yang bercerai. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan naratif terhadap 10 artikel yang diterbitkan pada tahun 2013–2023 dan diperoleh melalui Google Scholar. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri pada remaja dengan orang tua bercerai dipengaruhi oleh faktor internal (konsep diri, pola pikir positif, religiusitas, strategi coping, dan harapan realistis) serta faktor eksternal (dukungan sosial, hubungan yang baik, dan kegiatan positif). Simpulan: Faktor internal dan eksternal berperan penting dalam membentuk penerimaan diri yang positif pada remaja dengan orang tua yang bercerai.
FoMO-Driven Consumptive Lifestyle in Fashion: A Maslahah Perspective Among Female Students Annisya, Lusy; Julaihah, Umi; Asnawi, Nur; Meldona, Meldona
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n03.p309-318

Abstract

Background: The Fear of Missing Out (FoMO) phenomenon has contributed to the rise of a consumptive lifestyle among female college students, particularly in fashion. Objective: This study aims to analyze how social media, economic conditions, brand credibility, and accessibility influence students’ consumerist behavior and how the Islamic concept of maslahah can guide consumption control. Method: A qualitative method was employed through in-depth interviews with twelve hijabi students from a state university in Malang. Thematic analysis followed Braun & Clarke’s framework with ethical clearance, member checking to ensure data validity. Results: Social media plays a significant role in creating social pressure to follow trends, but spiritual values and economic considerations act as balancing factors in consumption decisions. The ease of access to shopping and brand image further reinforce consumerist behavior, but people who incorporate the principle of maslahah could limit extravagant lifestyles. Conclusion: The study confirms the role of religious and psychological values in fashion consumption, as well as the importance of Islamic consumption education and financial literacy in higher education to shape balanced consumptive behavior. Abstrak Latar Belakang: Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) telah berkontribusi pada meningkatnya gaya hidup konsumtif di kalangan mahasiswi perguruan tinggi, terutama dalam bidang fashion. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media sosial, kondisi ekonomi, kredibilitas merek, dan aksesibilitas memengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa, serta bagaimana konsep Islam tentang maslahah dapat menjadi panduan dalam mengontrol konsumsi. Metode: Metode kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam dengan dua belas mahasiswi berhijab dari universitas negeri di Malang. Analisis tematik mengikuti kerangka kerja Braun & Clarke dengan persetujuan etis dan verifikasi anggota untuk memastikan validitas data. Hasil: Media sosial memainkan peran penting dalam menciptakan tekanan sosial untuk mengikuti tren, namun nilai spiritual dan pertimbangan ekonomi menjadi faktor penyeimbang dalam pengambilan keputusan konsumsi. Kemudahan akses belanja dan citra merek turut memperkuat perilaku konsumtif, tetapi penanaman prinsip maslahah dapat membatasi gaya hidup boros. Simpulan: Studi menegaskan peran nilai religius dan psikologis dalam konsumsi fashion, serta pentingnya edukasi konsumsi Islami dan literasi keuangan di perguruan tinggi untuk membentuk perilaku konsumtif yang seimbang.
Gratitude and Prosocial Behavior in Happiness among Early Adulthood in Indonesian Context Hermansyah, Muhamad Taufik; Nurcahyati, Aprilia; Mukti, Patria
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n03.p319-326

Abstract

Background: Early adulthood is marked by various complex challenges that can influence happiness. In the Indonesian context, these include career decision-making, quarter-life crisis, and the desire to form meaningful romantic relationships. Objective: This study aims to examine the crucial roles of gratitude and prosocial behavior in predicting happiness among early adults aged 23–39. Method: A quantitative survey design was employed. Data were collected from 501 participants (n=501) using purposive sampling and analyzed through multiple regression and several additional analysis. Results: The findings indicate that both gratitude and prosocial behavior significantly contribute to happiness, with a combined effective contribution of 78.2%. Additional analysis revealed no significant gender differences in happiness. Conclusion: Gratitude and prosocial behavior jointly play a significant role in enhancing happiness during early adulthood. Suggestion: Future research should consider diverse respondent backgrounds such as socioeconomic status, age, and other contextual factors to further elucidate the determinants of happiness. Abstrak Latar Belakang: Fase dewasa awal memiliki beragam tantangan yang dapat mempengaruhi kebahagiaan. Jika melihat konteks di Indonesia, terdapat beberapa tantangan seperti penentuan karir, quarter life crisis dan keinginan menjalani hubungan romantis. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran syukur dan prososial terhadap kebahagiaan pada dewasa awal dengan rentang usia tertentu (23-39). Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif survey. Analisis data penelitian menggunakan regresi berganda, dengan jumlah responden berjumlah 501 (n=501) dan beberapa analisis tambahan. Pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat peran antara syukur dan prososial dan syukur terhadap kebahagiaan. Sumbangan efektif yang diberikan kedua variabel bebas sebesar 78,2%. Analisis tambahan menunjukkan tidak adanya perbedaan kebahagiaan antara laki-laki dan perempuan. Simpulan: Syukur dan prososial sama-sama memberikan peran terhadap kebahagiaan. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan mempertimbangkan variasi latar belakang responden seperti ekonomi dan usia serta faktor-faktor variabel lain yang mempengaruhi kebahagiaan.
Resilience and Adversity Quotient with Coping with Trauma in Children in Flood-Prone Areas Noviekayati, I Gusti Ayu Agung; Martin, Ricky Alejandro; Ningdyah, Anrilia Ema Mustikawati; Maharani, Camelia Aditya; Amalia, Ariska Fauzia; Tjindra, Juan Charlie Leonardo
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n03.p270-280

Abstract

Abstract Background: Flooding is one of the natural disasters frequently experienced by Indonesian people. Flood disasters inevitably cause various negative impacts on the community, particularly on children who are in a critical stage of development. Objective: This study aims to determine the extent to which resilience and adversity quotient (AQ) play a role in shaping trauma coping mechanisms in children living in flood-prone areas. Method: This study used a quantitative approach with a correlational design. The study involved 313 subjects consisting of fourth, fifth, and sixth grade elementary school students. Data collection was conducted through the distribution of a scale based on the theoretical constructs of the three main variables and tested on 30 subjects with similar characteristics. Data analysis used multiple regression techniques. Results: The study found no significant influence between resilience and trauma coping. However, a significant influence was found between AQ and trauma coping. Conclusion: The effective contribution of the resilience variable was very small, only 0.05%, while the AQ variable contributed 2.23%, resulting in a Total Effective Contribution of 2.28%. Abstrak Latar Belakang: Banjir merupakan salah satu bentuk bencana alam yang kreap dialami oleh masyarakat Indonesia. Bencana banjir, tentunya mengakibatkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa perkembangan krusial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana resiliensi dan adversity quotient (AQ) berperan dalam membentuk mekanisme coping trauma pada anak yang tinggal di daerah rawan banjir. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian melibatkan 313 subjek yang terdiri dari siswa SD kelas 4, 5, dan 6. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran skala yang disusun berdasarkan konstruk teoritis dari ketiga variabel utama dan diuji coba pada 30 subjek dengan karakteristik serupa. Analisis data menggunakan teknik regresi berganda.  Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara resiliensi dengan coping trauma. Namun ditemukan pengaruh yang signifikan antara AQ dengan coping trauma. Simpulan: Sumbangan efektif yang diberikan varivel resiliensi juga sangat kecil yaitu hanya sebesar 0,05%. Sedangkan variabel AQ memiliki sumbangan efektif sebesar 2,23%. Sehingga kedua variabel memiliki Sumbanga  Efektif Total sebesar 2,28%.
Influence of Academic Pressure and Sleep Patterns on Undergraduate Psychological Wellbeing Babatunde, Stephen Ishola; Iyabode, Alliu Sadiat; Adenike, Adebimpe Oluwafisayo; Wadi, Oghenetega Elizabeth; Adebajo, Elizabeth Adeyinka
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n03.p237-247

Abstract

Background: Increasing academic pressure along with poor sleep hygiene has become a primary concern for students’ mental health in recent years. Objective: This study investigated the independent and combined influence of academic pressure and sleep patterns on psychological wellbeing among undergraduate. Method: This study employed Quantitative using linear regression analysis. The sample consisted of 200 undergraduate selected using stratified random sampling Results: Hypotheses revealed that academic pressure significantly predicted psychological wellbeing (β = .468, p < .001, R2 = 0.219), Sleep patterns also significantly predicted psychological wellbeing (β = –.399, p < .001, R2 = 0.159) and the combined, academic stress and sleep patterns jointly influence psychological wellbeing (R² = .305, F(2,197) = 15.446, p < .001). Conclusion: The study concluded that academic pressure, poor sleep patterns negatively influence the psychological wellbeing of undergraduates. Abstrak Latar Belakang: Tekanan akademik yang meningkat dan pola tidur yang buruk menjadi masalah utama yang memengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh tekanan akademik dan pola tidur, baik secara terpisah maupun bersama-sama, terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa Universitas Olabisi Onabanjo, serta memberikan wawasan untuk pengembangan program kesejahteraan dan dukungan kesehatan mental. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan 200 mahasiswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Academic Stress Scale, Sleep Pattern Questionnaire, dan Ryff’s Psychological Well-Being Scale (α = 0,83–0,85), kemudian dianalisis menggunakan SPSS (Versi 25) dengan analisis regresi. Hasil: Tekanan akademik berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis (β = 0,468, p < 0,001, R² = 0,219); pola tidur juga berpengaruh signifikan (β = –0,399, p < 0,001, R² = 0,159). Secara bersama-sama, kedua variabel menjelaskan 30,5% variasi kesejahteraan psikologis (F(2,197) = 15,446, p < 0,001). Kesimpulan: Tekanan akademik dan pola tidur yang buruk berpengaruh negatif terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Crying Among Helping Professionals: A Cross-Cultural Study of Emotional Expression Pap, Ágota
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n03.p217-228

Abstract

Background: Crying is a universal but understudied emotional expression serving intrapersonal and interpersonal functions such as stress regulation, empathy, and social bonding. Although therapist crying in sessions has been explored, little is known about how helping professionals experience and regulate crying beyond therapy. Understanding these patterns is crucial for promoting professional well-being and recognizing culturally shaped emotions. Objective: This study examined the prevalence, contextual factors, and cultural patterns of crying among helping professionals, and its links with self-awareness and life satisfaction. Methods: Ninety Serbian- and Hungarian-speaking therapists from Vojvodina completed the Adult Crying Inventory (ACI), Satisfaction With Life Scale (SWLS), and a demographic questionnaire. Analyses included descriptive statistics, t-tests, correlations, and ANOVA. Results: Women cried more often than men; crying decreased with age and experience. Married individuals showed higher life satisfaction. Hungarians reported crying alone more often and in response to unmet expectations, while Serbians cried more in others’ presence. Conclusion: Crying among helping professionals reflects emotional, demographic, and cultural dynamics, underscoring the need for emotional self-awareness and resilience in professional training. Abstrak Latar Belakang: Menangis adalah ekspresi emosional universal namun kurang diteliti, yang berfungsi secara intrapersonal dan interpersonal, termasuk pengaturan stres, empati, dan ikatan sosial. Meskipun tangisan terapis dalam sesi telah dipelajari, sedikit diketahui tentang bagaimana profesional bantuan mengalami dan mengatur tangisan di luar konteks terapi. Memahami pola ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan profesional dan mengenali ekspresi emosi yang dipengaruhi budaya. Tujuan: Penelitian ini menelaah prevalensi, faktor kontekstual, dan pola budaya menangis di antara profesional bantuan, serta hubungannya dengan kesadaran diri dan kepuasan hidup. Metode: Sembilan puluh terapis berbahasa Serbia dan Hungaria di Vojvodina mengisi Adult Crying Inventory (ACI), Satisfaction With Life Scale (SWLS), dan kuesioner demografis. Analisis mencakup statistik deskriptif, t-test, korelasi, dan ANOVA. Hasil: Perempuan menangis lebih sering dibandingkan laki-laki; frekuensi menurun seiring usia dan pengalaman. Individu menikah menunjukkan kepuasan hidup lebih tinggi. Partisipan Hungaria lebih sering menangis sendirian, sedangkan partisipan Serbia lebih sering di hadapan orang lain. Kesimpulan: Menangis pada profesional bantuan mencerminkan dinamika emosional dan budaya, menegaskan pentingnya kesadaran emosional dan ketahanan dalam pelatihan profesional.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue