cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
Metode Memperpanjang Masa Simpan Minuman Sari Markisa Dengan Menggunakan Mesin Multifungsi di Kampung Ramqisa Anggorowati, Dwi Ana; AR, Nanik; W, Maranatha; Laksmana, Dimas Indra
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3371

Abstract

ABSTRAK Pertanian di perkotaan yang berlokasi di Kelurahan Rampal Celaket Kecamatan Klojen Kota Malang di wilayah RW I menjadi salah satu lokasi percontohan dimana masyarakat dilingkungan tersebut benar-benar memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam. Berbagai tanaman sayur dan buah-buahan dibudidayakan dilokasi ini untuk dijadikan produk olahan yang dikomersialkan sehingga bisa menjadi produk unggulan di kampung ramqisa. Dalam memproduksi minuman sari markisa, kendala terbesarnya adalah produk sangat mudah rusak. Kendala ini disebabkan karena mitra tidak memahami bagaimana penanganan produksi dengan baik. Untuk mengatasi hal ini, tim pendamping dari ITN Malang membantu mitra dalam menangani proses pembuatannya, diantaranya adalah memberikan penyuluhan atau pelatihan dalam memproduksi minuman jus markisa. Selain itu, tim membantu dalam hal mengupayakan mesin produksi dengan cara membantu mendesain mesin yang sesuai dengan proses terkontrol. Mesin tersebut adalah Mesin Pemanas dan Pengaduk dan pengemas  didesain mampu mengendalikan mikroorganisme penyebab pembusukan dari sari buah markisa dengan cara mengontrol suhu pemasakan, sehingga proses sterilisasi sari buah dapat dicapai. Dalam desain mesin ini, juga dibuat mampu untuk melakukan pengadukan sehingga jus buah tidak terpisah dan jus buah tercampur homogen. Dengan alat multifungsi mampu membuat 20 Liter minuman sari markisa dengan waktu 1  jam/1 tenaga kerja, jadi lebih bisa menghemat waktu jika dibandingkan denga metode lama yang membutuhkan waktu 3 jam/2 tenaga kerja, Masa Simpan : penyimpanan di lemari es bertahan 3 bulan , dan di suhu ruang 1 bulan lebih bagus dari produk sebelumya yaitu penyimpanan di lemari es bertahan 10 hari dan disuhu ruang 2 hari. Kata Kunci: jus markisa; mesin pemanas dan pengaduk; sterilisasi.ABSTRACTAgriculture in urban areas located in Rampal Celaket Subdistrict, Klojen Subdistrict, Malang City in RW I region is one of the pilot locations where the community actually uses the yard to grow crops. Various vegetable and fruit plants are cultivated in this location to be processed products that are commercialized so that they can become superior products in Ramqisa village. In producing passion fruit drinks, the biggest obstacle is that the products are very perishable. This obstacle is caused because the partners do not understand how to handle production properly. To overcome this, a team of assistants from ITN Malang helps partners in handling the manufacturing process, including providing counseling or training in producing passion fruit juice drinks. In addition, the team helped in terms of working on a production machine by helping to design machines that are in accordance with controlled processes. The machine is a heating and stirring machine and the packaging is designed to be able to control the microorganisms that cause decomposition of passion fruit juice by controlling the cooking temperature, so that the sterilization process of fruit juice can be achieved. In the design of this machine, it is also made capable of stirring so that the fruit juice is not separated and the fruit juice is mixed homogeneously. With a multifunctional tool capable of making 20 Liters of passion fruit drinks with an hour / 1 of labor, so it can save more time when compared with the old method which takes 3 hours / 2 of labor, Save Period: storage in the refrigerator lasts 3 months, and at room temperature 1 month better than the previous product that is storage in the refrigerator last 10 days and at room temperature 2 days.Keywords: heating and stirring machines; passion fruit juice; sterilization 
New Investor Class Program Sebagai Sarana Literasi dan Inklusi Pasar Modal Badriatin, Tine; Rinandiyana, R. Lucky Radi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3382

Abstract

ABSTRAK Adanya ketertarikan dari akademisi dan masyarakat untuk menjadi investor pasar modal di Bursa Efek Indonesia, namun tanpa dukungan dan pengetahuan tentang apa dan bagaimana cara berinvestasi di pasar modal. Hal ini menjadikan latar belakang pengabdian pada masyarakat untuk edukasi literasi dan inklusi pasar modal.Maka dari itu untuk mendukung hal tersebut diadakan program NICP (New Investor Class Program) yang diselenggarakan oleh PT. Reliance Sekuritas Indonesia, Tbk melalui GIBEI-FE UNSIL-RELI.Program ini bertujuan untuk mengedukasi secara menyeluruh mengenai literasi dan inklusi pasar modal untuk menjadi seorang investor yang berkualitas di pasar modal dan tentunya dapat meningkatkan jumlah investor pasar modal khususnya di Kota Tasikmalaya. Luaran kegiatan program ini adalah kemampuan menangkap peluang Investor dan calon investor pada kegiatan kuliah umum pasar modal serta pengenalan pasar modal pada seluruh kalangan masyarakat, peningkatan pengetahuan Investor/calon investor serta kalangan masyarakat akan pasar modal, Peningkatan Jumlah Investor dalam pembukaan rekening saham, Peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam berinvestasi di Pasar Modal Kata Kunci: bursa efek Indonesia; inklusi; literasi; pasar modal.ABSTRACT There is interest from academics and the public to become capital market investors in the Indonesia Stock Exchange, but without the support and knowledge of what and how to invest in the capital market. This makes the background of community service for literacy education and capital market inclusion. Therefore to support this, a NICP (New Investor Class Program) program is held by PT. Reliance Sekuritas Indonesia, Tbk through GIBEI-FE UNSIL-RELI. This program aims to thoroughly educate the literacy and capital market inclusion to become a quality investor in the capital market and can certainly increase the number of capital market investors, especially in the City of Tasikmalaya. The output of this program is the ability to capture the opportunities of investors and prospective investors in capital market public lectures and the introduction of capital markets to all people, increase investor / prospective investor knowledge and the public about the capital market, increase the number of investors in opening stock accounts, increase knowledge and the ability to invest in the Capital Market.Keywords: capital market; inclusion; Indonesia stock exchange; literacy.
Pendampingan Pembuatan Mural Sebagai Upaya Perbaikan Visual Kawasan Loa Buah, Samarinda Noviana, Mafazah; Thamrin, Nur Husniah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3386

Abstract

ABSTRAK Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas visual sebuah kawasan adalah dengan seni mural. Selain dianggap memperindah tampilan kawasan, keberadaan gambar-gambar dan warna ini juga dapat memperkuat karakter sebuah kawasan. Panti Asuhan Baitul Walad merupakan salah satu panti asuhan yang terletak di Kelurahan Loa Buah. Panti asuhan ini mempunyai misi menolong anak-anak yatim atau yang tidak mampu yang berpotensi untuk memperoleh pendidikan yang baik. Sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan di masa depan, anak-anak asuh panti harus banyak memperoleh bekal keterampilan salah satunya adalah pelatihan dan pendampingan membuat mural. Khalayak sasaran program ini adalah anak asuh Panti Asuhan Baitul Walad.  Metode yang dilakukan adalah dengan metode ceramah, praktik dengan bimbingan, serta evaluasi. Dalam kegiatan pelatihan dan ini tahap-tahap yang lakukan adalah memberi materi pendahuluan, tahap persiapan pembuatan mural, tahap melukis dan tahap finishing. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan, peserta antusias mengikuti kegiatan dan memberi respon yang positif. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembuatan mural ini memberi keterampilan baru bagi peserta yaitu anak asuh Panti Asuhan Baitul Walad sekaligus secara umum memperbaiki aspek estetika visual Kawasan Loa Buah Kota Samarinda. Kata Kunci: loa buah; mural; pelatihan; pendampingan.ABSTRACT One effort that can be done to improve the visual quality of an area is with mural art. Besides being considered to beautify the appearance of the region, the presence of images and colors can also strengthen the character of an area. Baitul Walad Orphanage is one of the orphanages located in the Village of Loa Buah. This orphanage has a mission to help orphans or underprivileged people who have the potential to get a good education. As a provision to face life in the future, orphanage children have to get a lot of skills, one of which is training and assistance in making murals. The target audience for the program is the foster children of the Baitul Walad Orphanage. The method used is the lecture method, practice with guidance, and evaluation. In the training activities and the stages, the steps taken are to provide preliminary material, the preparation stage for mural, the painting stage and the finishing stage. The implementation of this activity went well as planned, participants enthusiastically participated in the activity and gave a positive response. The community service activity in the form of making murals gave new skills to participants, the foster children of the Baitul Walad Orphanage, while at the same time improving the visual aesthetic aspects of the Loa Buah Samarinda City.Keywords: accompaniment; loa buah; mural; training.
Peningkatan Sikap Sosial Positif melalui Outing Class Permainan Tradisional Interaktif Yansaputra, Galih; Pangestika, Rintis Rizkia
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3454

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini meliputi mengenalkan kebudayaan berupa permainan tradisional yang interaktif kepada siswa sekolah dasar yang dimana di era global ini banyak dari mereka yang belum tahu akan manfaat dari permainan ini, menumbuhkan sikap sosial yang positif antar teman, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, menambah wawasan kepada siswa tentang kebudayaan yang ada di sekitar, dan melestarikan kebudayaan. Target khusus yang ingin dicapai dari kegiatan pendampingan pengabdian kepada masyarakat yang meliputi memberikan pengetahuan baru tentang permainan tradisional dan melestarikan kebudayaan. Metode yang akan dipakai dalam mencapai tujuan kegiatan pendampingan pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan memberikan berbagai macam outing class melalui permainan tradisional yang interaktif. Hasilnya menunjukkan bahwa melalui permainan tradisional interaktif ini, antar siswa sudah dapat menunjukkan sikap sosial yang positif, siswa merasa senang dalam pembelajaran, siswa menjadi tahu tentang kebudayaan Indonesia yang berupa permainan tradisional.Kata Kunci: permainan tradisional; sikap sosial; outing class Increasing Positive Social Attitudes through Traditional Interactive Game Outing Classes ABSTRACT The purpose of community service includes introducing culture in the form of interactive traditional games to elementary school students, where in this global era many of them do not know the benefits of the game, foster positive social attitudes among friends, create fun learning, add insight into students about the culture around them, and preserve culture. Specific targets to be achieved from community service assistance activities include providing new knowledge about traditional games and preserving culture. The method that will be used in achieving the objectives of community service assistance activities is by providing various outing classes through interactive traditional games. The results show that through this interactive traditional game, between students can already show positive social attitudes, students feel happy in learning, students come to know about Indonesian culture in the form of traditional games.Keywords: traditional game; social attitude; outing class
Penerapan “Health Eating” pada Pelaksanaan Program Makan Bersama di PAUD Mardhiati, Retno; Fadli, Rina Khairunnisa
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3465

Abstract

ABSTRAK Anak usia dini sangat membutuhkan zat gizi makro dan mikro untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya. Tahapan ini, energi untuk aktifitas anak usia dini dan perkembangan otak serta pertumbuhan sel menjadi pertimbangan dalam pemberian makanan pada anak usia dini. Metode kegiatan terdiri dari brainstorming, edukasi gizi dan kesehatan, pratek pengolahan makanan untuk anak usia dini, dan pendampingan. Kegiatan diatas diikuti oleh ibu siswa/i dari 8 PAUD di Kecamatan Kebayoran Baru. Mitra kegiatan Himpaudi Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Tahap praktek pengolahan makanan anak usia dini dilakukan di laboratorium gizi FIKes UHAMKA. Tahap pendampingan PMB di salah satu PAUD. Hasil kegiatan, pengenalan kebutuhan dan kecukupan gizi anak usia dini dilakukan di PAUD dengan pelaksanaan Program Makan Bersama (PMB). PMB dilaksanakan setiap minggu pada hari Jum’at. Pelaksanaan PMB ini, siswa/i makan bersama-sama di PAUD. Makanan dimasak dan disediakan oleh ibu-ibu siswa/i PAUD. PMB ini dapat menjadi wadah untuk pengenalan pentingnya makanan yang bergizi, pentingnya sarapan, pentingnya makan sayur dan buah pada siswa/i PAUD. Namun ibu siswa/i yang menjadi pelaksana PMB harus memiliki pengetahuan gizi anak usia dini yang baik, sehingga makanan yang disajikan tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang tidak sehat, tidak menggunakan mie instan, atau makanan yang berlemak tinggi. Sosialisasi makanan yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan bervariasi.Kata Kunci: anak usia dini; edukasi, gizi; makan; nutrisi Application of "Health Eating" in the Implementation of Joint Eating Programs in PAUDABSTRACT Early childhood children need macro and micro nutrient for their growth and development process. The energy used for activities, brain development, and cells growth was considered in giving children's food. The activity method comprised brainstorming, nutritional and health education, and food processing for early childhood children practice, and accompaniment. Those activities were joined by the students' mother of 8 early childhood children educations (PAUD) in Kebayoran Baru, South Jakarta, partnered by HIMPAUDI (PAUD Educator and Teacher Association) Kebayoran Baru, South Jakarta. The food processing practice was performed in UHAMKA Health Sciences Faculty nutritional laboratory. Eat Together Program (PMB) accompaniment was done in one of the PAUDs. The activities result was the introduction to nutrition need and adequacy of children in PAUD through PMB. PMB, performed every Friday, brought PAUD children to eat together in their school. The food was cooked and served by students' mother who should have nutritional knowledge for early childhood children so the food didn't use unhealthy additive substances, instant noodle, or high fat food. PMB can be a mean to introduce the importance of nutritional food, breakfast, and fruits and vegetables to the children. Socialization of  balanced and variated nutrition principle food. Keyword: early childhood children; education; eat; nutrition; nutrient. 
Pelatihan E-Learning Bagi Guru Untuk Optimalisasi Pembelajaran Generasi Z Suhandiah, Sri; Sudarmaningtyas, Pantjawati; Ayuningtyas, Ayuningtyas
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3470

Abstract

ABSTRAKE-learning yang merupakan perpaduan antara pendidikan dan teknologi informasi, adalah pendekatan pembelajaran yang cocok untuk generasi Z. Implementasi e-learning membutuhkan pengetahuan tentang konsep e-learning dan keterampilan untuk mengoperasikan aplikasi e-learning. Siswa dari SMP dan SMA Ta'miriyah Surabaya termasuk dalam generasi Z yang paham teknologi dan lebih menyukai pembelajaran visual daripada pembelajaran audio. Permasalahannya adalah para guru di dua sekolah ini memiliki pengetahuan yang belum memadai tentang konsep e-learning dan keterampilan dalam menggunakan teknologi informasi untuk kegiatan pembelajaran belum merata. Permasalahan tersebut diselesaikan melalui program kemitraan masyarakat menggunakan pendekatan tiga metode. Pertama, sosialisasi konsep e-learning berdasarkan hasil dari studi literatur. Kedua, melakukan pelatihan aplikasi e-learning, dan terakhir adalah evaluasi pelaksanaan pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan aplikasi e-learning Edmodo yang sesuai dengan kebutuhan siswa, guru, dan sekolah, yaitu multi-platform, multi-perangkat, tanpa biaya, dan tersedianya fitur interaksi antara siswa, guru, dan orang tua siswa. Pada akhir program kemitraan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa metode sosialisasi mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru tentang konsep e-learning, sementara metode pelatihan mampu meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi e-learning Edmodo, baik sebagai guru, siswa, maupun orang tua siswa. Kata kunci: e-learning; edmodo; generasi z. ABSTRACTE-learning, the fusion between education and information technology, is the learning approach that suitable for the Z generation. E-learning implementation requires knowledge about e-learning concepts and skills to operate one of the e-learning applications. Students of Ta'miriyah Surabaya Middle and High School are the Z generation who are tech-savvy and prefer visual than auditory learning methods. Teachers in this school have inadequate knowledge of e-learning concepts and lack of skills using information technology for learning activities. The problems resolved through community partnership programs by performing three methods. The first is to socialize e-learning concepts based on the literature study, the second is to conduct e-learning application training, and the last is evaluation. The training use Edmodo's e-learning application that fits with the needs of students, teachers, and schools. Those needs are an application which multi-platforms, multi-devices, no charge, and the availability of interaction features between students, teachers, and parents. At the end of the program, it concluded that socialize could increase teacher knowledge and understanding of e-learning. Besides, the training improves the teachers' skills in using Edmodo's e-learning application. Keywords: e-learning; edmodo; z generation.
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe Sudayasa, I Putu; Rahman, Muhammad Fathur; Eso, Amiruddin; Jamaluddin, Jamaluddin; Parawansah, Parawansah; Alifariki, La Ode; Arimaswati, Arimaswti; Kholidah, Andi Noor
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3491

Abstract

ABSTRAKPenyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 35 juta manusia setiap tahunnya, atau 60% dari seluruh kematian secara global, dengan 80% pervalensi pada negara berkembang. Penyakit tidak menular, khususnya penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan perkembangan manusia saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat yang terintegrasi kuliah kerja nyata (KKN) Tematik, untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, pada masyarakat Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu dan asam urat. Telah dilakukan skrining dan deteksi dini fator risiko penyakit tidak menular terhadap 67 orang responden, meliputi 14 laki–laki dan 53 perempuan. Pada hasil pemeriksaan tekanan darah, didapatkan jumlah yang mengalami hipertensi 28,35 %, normotensi 67,16, dan hipotensi 4,47 %. Pada pemeriksaan Kolesterol Total, didapatkan  kolesterol dalam batas normal 2,38 % dan tinggi 37,31 %.  Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), didapatkan kadar GDS dalam batas normal 85,07 % dan kadar GDS tinggi 14,92 %. Pada pemeriksaan Asam Urat didapatkan dalam batas normal adalah 91,04 % dan tinggi 8,95 %.Kata kunci: faktor risiko; penyakit tidak menular Early Detection of Non-communicable Disease Risk Factors in Andepali Village Community, Sampara District, Konawe RegencyABSTRACTNon-communicable disease (PTM) is a disease that is not transmitted and is not transmitted to others by any form of contact, causing death and killing around 35 million people each year, or 60% of all deaths globally, with 80% prevalence in developing countries. PTM, especially cardiovascular disease, cancer, chronic respiratory diseases, and diabetes are the main threats to human health and development today. The purpose of integrated community service is the Thematic Real Work Study (KKN), to detect risk factors for non-communicable diseases, in the community of Sampara District, Konawe Regency. The method of activity in the form of health education, blood pressure, cholesterol levels, blood sugar and uric acid. Screening and early detection of risk factors for non-communicable diseases have been carried out on 67 respondents, including 14 men and 53 women. On the results of blood pressure examination, it was found that the amount of hypertension was 28.35%, normotension 67.16% and hypotension 4.47%. In the examination of Total Cholesterol, cholesterol was found to be within the normal limit of 2.38% and 37.31% high. Examination results of Blood Sugar (GDS), obtained levels of GDS in the normal range of 85.07% and high GDS levels of 14.92%. In the examination of Gout found in the normal range is 91.04% and high 8.95%.Keywords: gout; blood sugar; cholesterol; non-communicable diseases; blood pressure 
Pelatihan Blended Learning Sebagai Upaya Menghadapi Society 5.0 Irawan, Edi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3499

Abstract

ABSTRAK Hadirnya revolusi industri 4.0 dan society 5.0 menjadi inspirasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk mempersiapkan sejak dini, agar para guru dan siswa tidak mampu bersaing dan menangkap peluang di masa yang akan datang. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini adalah participatory action research (PAR) dengan subjek dampingan yang menjadi mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Madrasah Aliyah Al-Ishlah Bungkal, Ponorogo. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu identifikasi masalah, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi pelaksanaan. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah pemahaman peserta yang tinggi terhadap materi yang disajikan, baik tentang revolusi industri 4.0, society 5.0, dan blended learning serta keterampilan peserta dalam menggunakan Google Classroom dalam pembelajaran. Indikator lain keberhasilan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah hasil evaluasi peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa kegiatan sangat baik, baik pada aspek sistematika materi, kesesuaian materi, alokasi waktu setiap materi, cara penyampaian materi, kesempatan mengajukan pertanyaan, interaksi narasumber dengan peserta seminar, kualitas materi yang disampaikan, relevansi materi dengan kebutuhan, maupun kemenarikan materi yang disampaikan.Kata Kunci: blended learning; Google Classroom; revolusi industri 4.0; society 5.0 Blended Learning Training as an Effort to Face Society 5.0ABSTRACT The presence of the industrial revolution 4.0 and society 5.0 inspired the implementation of this community service activity. This activity is carried out to prepare early so that teachers and students are not able to compete and seize opportunities in the future. The approach used in this activity is participatory action research (PAR) with the assisted subject being the partner of community service activities is Madrasah Aliyah Al-Ishlah Bungkal, Ponorogo. Activities carried out in three stages, namely identification of problems, implementation of activities, and evaluation of implementation. The results of the implementation of this activity were participants 'high understanding of the material presented, both about the industrial revolution 4.0, society 5.0, and blended learning and the participants' skills in using Google Classroom in learning. Another indicator of the successful implementation of community service is the outcome of the participant's evaluation of the implementation of the activity. Most of the participants stated that the activity was very good, both in the systematic aspects of the material, the suitability of the material, the time allocation of each material, how to deliver the material, the opportunity to ask questions, the interviewees with the seminar participants, the quality of the material delivered, the relevance of the material to the needs, and the attractiveness of the material delivered.Key Words: blended learning; Google Classroom; revolusi industri 4.0; society 5.0 
Mendeley: Sitasi Dalam Penulisan Artikel Ilmiah Pada Jurnal Bereputasi Harared, Nico; Iriyansah, Muhammad Rinzat
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.3511

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberi pemahaman mengenai penggunaan mendeley dalam artikel ilmiah pada dosen fakultas teknik ITBU. Dengan pengenalan ini para dosen diharapkan dapat memberi pemahaman mengenai penggunaan aplikasi mendeley dalam artikel ilmiah secara komprehensif dan terlibat aktif dalam penulisan penelitian dengan sesama rekan dosen, mahasiswa dan semua  pihak yang terkait. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi ke dalam tiga langkah pelaksanaan kegiatan (workshop): (1) practical guidelines and tips on how to write at national accredited journal,(2) introducing mendeley, and (3) practice of mendeley ini diharapkan dapat menambah pengalaman belajar yang baru bagi para dosen. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mayoritas para dosen dapat informasi dan pengetahuan baru mengenai aplikasi pengutipan dan sitasi mendeley ini. Dampak positif dirasakan oleh para dosen dari kegiatan pelatihan yang diselenggarakan dengan tujuan memudahkan penulisan pengutipan dan sitasi pada artikel ilmiah. Antusiasme yang positif dan rasa ingin tahu para dosen ditunjukkan secara interaktif selama kegiatan pelaksanaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan serta terjalin komunikasi yang baik antara pihak mitra dengan tim pelaksana.Kata Kunci: jurnal bereputasi, mendeley, karya ilmiah Mendeley: Citation in Writing Scientific Articles in Reputable JournalsABSTRACTCurrently, some lecturers have not been able to make citations automatically using the application. This can be seen from several articles published in journals. One application that makes it easier to write citations internationally is Mendeley. The purpose of this community service activity is to provide an understanding of the use of Mendeley in scientific articles for ITBU engineering faculty lecturers. With this introduction, lecturers are expected to provide an understanding of the use of the Mendeley application in scientific articles in a comprehensive manner and to be actively involved in research writing with fellow lecturers, students and all related parties. The method of implementing this activity is divided into three steps of implementing activities (workshops): (1) practical guidelines and tips on how to write at a national accredited journal, (2) introducing mendeley, and (3) practice of mendeley is expected to add to the learning experience new to the lecturers. The results of this community service activity are the majority of lecturers get new information and knowledge about this Mendeley citation and citation application. The positive impact was felt by the lecturers from the training activities held with the aim of facilitating the writing of citations and citations in scientific articles. The positive enthusiasm and curiosity of the lecturers were shown interactively during the implementation activities. The abdimas activities run smoothly as expected and good communication is established between the partners and the abdimas team.Keywords: reputable journal, Mendeley, scientific work
Pelatihan Daur Ulang Limbah Botol Plastik Pada Remaja Di Kota Ternate Rahman, Hamidah; Tuharea, Rosmila
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.3521

Abstract

Salah satu sumber pencemaran lingkungan diakibatkan oleh limbah yang tidak dapat dengan mudah terdegradasi di alam, antara lain limbah yang dihasilkan dari minuman kemasan botol plastik. Indonesia adalah negara terbesar kedua yang menghasilkan limbah plastik yang kemudian diketahui sebagian besar terbuang ke laut. Hal ini dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan dan terganggunya ekosistem di laut. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi melalui penyuluhan interaktif kepada siswa di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 1 Kota Ternate. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan sikap yang baik siswa/remaja dalam menggunakan minuman berkemasan botol plastik. Selain itu kegiatan ini juga untuk memperkenalkan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) sedini mungkin ke siswa/remaja. Kegiatan juga mengajarkan keterampilan kepada siswa untuk dapat mengolah limbah botol plastik menjadi karya seni yang berguna. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap konsep 3R sebesar 37% dan 40% berturut-turut. Selain itu pelatihan daur ulang botol minuman kemasan plastik telah meningkatkan keterampilan siswa dalam mengelolah limbah botol plastik menjadi karya seni. Kegiatan ini diharapkan dapat menginisiasi remaja untuk berperan dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Program ini direncanakan berkelanjutan dengan sasaran mitra siswa dari sekolah lain dan pada komunitas masyarakat lainnya di kota Ternate. Kata Kunci: Konsep 3R; Plastik, Pencemaran; Remaja. Training on Recycling of Plastic Bottle Waste for Youth in Ternate CityABSTRACTOne source of environmental pollution is caused by waste that cannot be easily degraded in nature, including waste produced from plastic bottles. Indonesia is the second largest country that produces plastic which was later found to be largerly discharged into the sea. This can cause environmental pollution and disruption of the marine ecosystem. The aim of community service is to provide socialization through interactive counseling to students at Muhammadiyah 1 Junior High School in Ternate. This is intended to provide knowledge and good attitude of students/teenagers in using plastic bottle. In addition, this activity is also to introduce the concept of 3R (Reuse, Reduce, and Recycle) as early as possible to students/teenagers. The activity also teaches students with skills to be able to process plastic bottle waste into useful artwork. The results of community service activities have succeeded in increasing students’ knowledge and attitudes about the 3R concept by 37% and 40% respectively. In addition, training in recycling plastic beverage bottle has increased students’ skills in managing plastic bottle waste. This activity is expected to initiate young people to play a role in reducing environmental pollution. The program is planned to be sustainable with the target of student partners from other schools and other communities in Ternate city. Key word: Pollution; Plastics; the 3R concept; Teenagers.