cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
Sosialisasi English for Young Learners (EYL) bagi Guru Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Ciamis Hakim, Lystiana Nurhayat; Solihati, Tri Agustini
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.3527

Abstract

Perubahan Kurikulum membuat mata pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar berubah dari muatan lokal menjadi program ektrakurikuler. Berdasarkan data pra-observasi, di Kecamatan Ciamis pengajaran Bahasa Inggris mengalami beberapa kendala seperti kualifikasi guru yang bukan Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, pengunaan teknik serta metode mengajar Bahasa Inggris yang monoton dan menjenuhkan, kurangnya sumber ajar, serta tidak adanya pelatihan dan pembinaan pengajaran Bahasa Inggris bagi pembelajar anak. Melihat berbagai permasalahan tersebut maka penulis melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan pengajaran Bahasa Inggris dan Forum Group Discussion (FGD) bagi guru-guru Sekolah Dasar di Kecamatan Ciamis. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa guru memiliki motivasi yang baik dalam meningkatkan kompetensi mereka dalam pengajaran Bahasa Inggris, pemahaman mereka terhadap karakteristik pembelajar anak juga meningkat, serta adanya peningkatan kemampuan guru untuk menciptakan pengajaran yang bermakna dan menyenangkan.Kata kunci: Pengajaran, Bahasa Inggris, Sekolah Dasar Socialization of English for Young Learners (EYL) for Elementary School Teachers in Cluster II Ciamis Kecamatan District ABSTRACTThe change of curriculum makes English subjects in Elementary School move from local content to the extracurricular program. Based on pre-observation data, there are some obstacles face by the teacher in teaching English to young learners in Ciamis. Those are the unqualified English teachers, the monotonous of teaching techniques and methods, the lack of using teaching sources, and the unavailable of EYL workshops. Therefore, to solve those problems the author conducted a community service in the form of the EYL workshop and FGD.  The community service makes the teachers' motivation to improve their competency in English language teaching increase. Besides, their understanding of the characteristics of children and their ability to create meaningful and interesting teaching also increase.Keywords: Teaching, English, Elemntary School
Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Untuk Mendorong Peningkatan Kualitas Siswa Tingkat SMA Purnamasari, Ika; Hayati, Memi Nor; Yuniarti, Desi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3565

Abstract

Karya tulis ilmiah (KTI) merupakan karya ilmiah yang ditulis dengan mengikuti kaidah ilmiah. Kaidah ilmiah sebagai syarat utama dalam penulisan sebuah karya dimaksudkan agar karya yang dihasilkan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Tujuan kegiatan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah yaitu menumbuhkan minat, semangat, serta ide kreatif dan inovatif dari siswa-siswi kelas X dan XI SMAN 5 Samarinda untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang sesuai dengan kaidah penulisan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pelatihan dapat disimpulkan bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Seluruh peserta pelatihan mengikuti kegiatan hingga akhir dengan tingkat kehadiran sebesar 100%. Peserta kegiatan antusias untuk bertanya, mengeksplorasi ide, serta mengemukakan pendapat. Dengan demikian, kedepannya diharapkan adanya kegiatan lanjutan dengan melibatkan guru pendamping untuk mengoptimalkan perannya dalam penyusunan karya tulis ilmiah bagi peserta didik.Kata Kunci: kaidah ilmiah; KTI; peserta didik. Training on Writing Scientific Papers to Encourage Quality Improvement of High School Level Students ABSTRACT The scientific paper is an essay written by following scientific rules that are the main requirement so that the resulting essay can be justified scientifically. The purpose of the training is to increase the interest, enthusiasm, creative, and innovative ideas from students of class X and XI of SMAN 5 Samarinda to create a scientific paper that is following the rules. Based on the implementation of the training, it can be concluded that it is run well and received support from the school. All participants follow this activity until the end with an attendance rate of 100%. They are enthusiastic to ask, explore, and express their ideas and opinions. Then, in the future, it is expected that there will be further activities involving the teachers to optimization the role of assistants to create their student’s scientific papers.Keywords: scientific paper; scientific rules; students.
Pedampingan terhadap Tukang Ojek Muaro Panjalinan Padang dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca al-Quran Ritonga, Mahyudin; Alrasi, Fitri; Bambang, Bambang; Marlius, Yoni; Wahyuni, Sri; Susanti, Elvia; Lorenza, Vivi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.3626

Abstract

Tukang ojek yang ada di pangkalan Muaro Panjalinan adalah sebuah komunitas yang keberadaannya masih eksis walaupun gojek tersebar di mana-mana, namun dari sikap dan tutur kata yang mereka gunakan sehari-hari memerlukan pembinaan dalam berbagai aspek, terutama dalam bidang pemahaman keagamaan pada berbagai aspeknya. Tujuan kegiatan ini ialah untuk memberikan dampingan terhadap tukang ojek yang belum mahir dalam membaca al-Quran, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca al-Quran. Metode pelaksanaan yang digunakan ialah metode iqro’, yakni mengumpulkan tukang ojek setiap hari Jumat dan Minggu di Masjid Al-Furqon Simpang Muaro. Pelaksana kegiatan terdiri  dari dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan tukang ojek dalam membaca al-Quran, hal ini dibuktikan dari enam belas tukang ojek yang awalnya hanya mampu membaca al-Quran dengan baik hanya dua orang, tapi di akhir kegiatan sudah menjadi dua belas orang. Selain itu, empat orang yang pada awal kegiatan hanya mengenal huruf hijaiyah di akhir kegiatan sudah mampu membaca al-Quran walaupun belum lancar. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ialah masih ada di antara mereka yang lebih memilih meninggalkan kegiatan pendampingan ketika ada penumpang yang datang.   Kata Kunci: al-Quran; membaca; meningkatkan; pendampingan; tukang ojek.For Muaro Panjalinan Padang Motorcycle Taxi Drivers In Improving The Ability To Read The KoranAbstractThe motorcycle taxi drivers at the Muaro Panjalinan base are a community that is still a gois that is scattered everywhere, but from the attitude and speech they use everyday. The purpose of this activity is to provide assistance to motorcycle taxi drivers who are not proficient in reading the Koran, this service is expected to improve their ability to read the Koran. The implementation method used is halaqah, which is the gathering of motorcycle taxi drivers every Friday and Sunday at Al-Furqon Mosque Simpang Muaro. The event organizer consisted of lecturers and students of the Arabic Language Study Program at the University of Muhammadiyah, West Sumatra. The results of the activity showed an increase in the ability to read in Al-Quran, this was evidenced from the sixteen motorcycle taxi drivers who were initially only able to read the Koran with only two people, but at the end of the activity it had become twelve people. In addition, four people who initially only knew the letter hijaiyah at the end of the activity were able to read the Koran. Constraints that move in the implementation of activities still exist among those who prefer compilation assistance activities, there are passengers who come.Keywords: al-Quran; accompaniment; increase; motorcycle taxis driver; read.
Terapi Psikososial Pada Osteoartritis Di Komunitas Pratiwi, Arum; Muhlisin, Abi; Rahayu, Umi Budi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.3637

Abstract

Program kemitraan komunitas ini dilakukan dengan tujuan membimbing, dan melatih para mitra yaitu kelompok penderita osteoartritis (OA) dan masyarakat yang berisiko untuk meningkatkan kualitas hidup. Metode yang digunakan adalah bersama dengan mitra yaitu kader kesehatan dan masyarakat, mengidentifikasi kelompok sasaran dan menciptakan home based untuk pusat terapi. Tim kemitraan ini melatih para penderita OA dengan teknik relaksasi, senam osteoarthritis, dan pendidikan kesehatan mengenai diet dan kontrol emosional. Sebelum kegiatan dilakukan, tim kemitraan melakukan pemerikasaan laboratorium asam urat dan gula darah sewaktu. Alat pemeriksaan yang digunakan adalah easy touch dan stik, media komunikasi yang digunakan adalah modul, leaflet, audiovisual, dan poster. Jumlah peserta pengabdian ini adalah 100 orang ysng kemudian teridentifikasi OA menjadi 52 orang. Hasil kegiatan ini terdiri dari gambaran hasil asam urat, gula darah, gambaran nyeri, tingkat pengetahuan yang meningkat pada mitra yaitu rata-rata nilai pre-test 55,27 menjadi 72,10; Peningkatan ketrampilan mitra yaitu mampu memperagakan senam OA dan teknik relaksasi secara mandiri.Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, pelatihan, pendampinganPsychosocial Therapy for Osteoarthritis in the CommunityABSTRACTThe purpose of the community partnership program was guiding of partner to train them who are groups of osteoarthritis (OA ) sufferers and communities that risk to improve quality of life . The method of this activity including built home based therapy centers and then trained OA sufferers used relaxation techniques, osteoarthritis exercises, and health education on diet and emotional control. Before the activity was carried out, the partnership team conducted a laboratory test of uric acid detection and blood sugar level. The examination was used easy touch tools and sticks . the medium of display was used modules, leaflets, audiovisual, and posters. The number of participants of this activity was initially 100 people, next, was identified 52 participant with OA. The results of this activity consisted of a description of the results of uric acid level, blood sugar level, a description of pain, an increased level of knowledge at partners that the average score of 55.27 to 72.10; Enhancing partner skills is able to demonstrate OA exercises and relaxation techniques independently.Keywords: Community empowerment, training program, coaching, mentoring.
Penerapan Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Guru-Guru Sekolah Dasar Sidoarjo dalam Menulis Kreatif Cerita Anak Setyorini, Ari; Masulah, Masulah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3664

Abstract

ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini bertujuan melatih guru-guru sekolah dasar untuk menulis kreatif sastra anak. Pelatihan ini didesain sejalan dengan program gerakan literasi nasional, yang salah satunya adalah program literasi sastra, di tingkat sekolah dasar. Pengabdian masyrakat ini bermitra dengan lima sekolah dasar di bawah pengelolaan Muhammadiyah Sidoarjo. Setiap sekolah mengirim dua guru perwakilan mereka untuk mengikuti pelatihan menulis kreatif yang dilaksanakan sejak Juli hingga September 2019. Kegiatan ini menggunakan metode Project Based Learning di mana guru dilibatkan untuk membuat proyek penulisan karya sastra anak. Proses pelatihan mengimplementasikan blended learning yang terdiri dari 16 jam workshop penulisan kreatif secara luring dan 32 jam sesi pendampingan yang dilakukan secara daring. Sesi luring dilakukan untuk membangun pengetahuan dasar peserta mengenai penulisan kreatif dan sastra anak. Sedangkan sesi online memfasilitasi peserta untuk mengirimkan dan mengkonsultasikan draf cerita mereka pada tim fasilitator pengabdian, yang kemudian mendapatkan umpan balik untuk revisi. Menggunakan penilaian mastery learning, sebanyak 90% (yakni 9 dari 10 peserta) berhasil menuntaskan proyek penulisan cerita anak. Lebih lanjut, para peserta menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat bagi mereka, mengenalkan mereka akan pengetahuan literasi sastra dan meningkatkan kemampuan menulis sastra anak khususnya dalam bentuk cerita gambar dan cerita pendek. Kata Kunci: guru sekolah dasar; penulisan kreatif sastra anak;  project based learning. ABSTRACT This community service aims to enhance elementary school teachers’ literary literacy skills  through children literature creative writing project. The training project designed was in line with the need of the inclusion of literary literacy in formal education particularly in primary educational level. The program was conducted by partnering with five elementaryschools under the management of Muhammadiyah Organizationin Sidoarjo. Each school registered their representative teachers to join the creative writing program which was held fromJuly until September 2019. The activity employed Project Based Learning in which the teachers were involved in children literature writing project. The training procedure was designed by implementing blended learning consisting 16-hour offline creative writing workshop and 32-hour online coaching session. The offline sessions were conducted to build the teachers’ basic knowledge on creative writing and children literature. The online coaching sessions facilitated the participants to consult their drafts and revise them based on the facilitator’s feedback. Measured by mastery learning assessment, 90% of participants (9 out of 10 participants) were successfully accomplished the writing project. For more, the participants agreed that this program was beneficial for them to enhance their knowledge on literary literacy and their writing ability to create children literary works like picture book and short story.Keywords: children literature creative writing; project based learning; teacher of elementary school
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Melalui Kegiatan Penyusunan Soal berbasis High Order Thingking Skills dan Analisisnya bagi Dosen Poltekkes Negeri Tanjung Karang Rosidin, Undang; Maulina, Dina; Kadaritna, Nina
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3665

Abstract

ABSTRAK Pembuatan soal yang baik dan benar menjadi sayarat utama dalam menunjang kompetensi profesional pedagogik seorang dosen. Pembuatan soal merupakan bagian dari penilaian yang bertujuan untuk mengukur kompetensi minimal capaian yang diperoleh peserta didik setelah melaksanakan pembelajaran. Penerapan penilaian High Order Thinking Skills (HOTs) menjadi landasan pada sebuah penilaian dengan kemampuan pada ranah kognitif menganalisis, mensintesis dan mengevaluasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan  pembinaan dosen melalui bimbingan teknis ini adalah untuk meningkatkan kompetensi profesional Dosen Poltekkes Negeri Tanjung Karang mengenai bentuk penilaian konvensional dan otentik berbasis High Order Thingking Skills. Metode pembinaan bimtek yang digunakan dalam kegiatan ini adalah menerapkan strategi kontekstual, yaitu mengaitkan antara teori dengan praktik yang disampaikan  dengan metode praktik terbimbing yaitu sistim pengajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah yang dihadapi dosen program studi Teknologi Laboratorium Medis, Program Sarjana Terapan sebanyak 20 orang. Kegiatan bimtek memberikan wawasan dan peningkatan pemaham dosen mengenai Penyusunan kisi-kisi dan analisis soal HOTs. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta bernilai positif mengalami peningkatan dengan rataan skor N-gain sebesar 79 (dalang katagori tinggi). Kajian utama materi pembinaan yang memiliki tingkat pemahaman paling rendah adalah membuatan kisi soal dengan tingkatan kognitif C4, C5 dan C6. Dengan demikian, kegiatan bimbingan teknis dikatagorikan baik dengan berhasil meningkatkan pemahaman peserta secara menyeluruh baik secara teori maupun praktik kerja.Kata Kunci: HOTs; kompetensi pedagogik; pengembangan soal; penilaian.Increasing Pedagogic Competence through Question Forming Activities based on High Order Thingking Skills and Their Analysis for Lecturers of the State Polytechnic of Tanjung Karang ABSTRACTMaking good and correct from a questions becomes the main consideration in supporting the pedagogical professional competence of a lecturer. The making of questions is part of the assessment which aims to measure the minimum competency of the achievements obtained by students after accomplishing the learning. The application of High Order Thinking Skills (HOTs) assessments forms the basis of an assessment with the ability in the cognitive domain to analyze, synthesize and evaluate. The purpose of this activity was to provide guidance to lecturers through technical guidance is to improve the professional competence of Tanjung Karang State Polytechnic Lecturers regarding conventional and authentic assessment forms based on High Order Thingking Skills. The technical guidance method used in this activity are applying contextual strategies, namely linking theory with practice delivered with guided practice methods, namely teaching systems oriented to solving problems faced by lecturers of Medical Laboratory Technology Study Program, Applied Bachelor Program as many as 20 people. The bimtek activity provided insight and increased understanding of lecturers regarding the compilation of the grid and analysis of HOTs questions.The results of the activity showed that there was an increase in the understanding of positive-valued participants that had increased with an average N-gain score of 79 (high category). The main study of coaching material that has the lowest level of understanding is to make a grid of questions with cognitive levels C4, C5 and C6. Therefore, the technical guidance activities are categorized as good by successfully increasing participants' overall understanding both in theory and work practice.Keywords: HOTs; pedagogical competence; problem development; assessment. 
Penerapan Model Literasi Digital Berbasis Sekolah Untuk Membangun Konten Positif Pada Internet Karaman, Jamilah; Widaningrum, Ida; Setyawan, Mohammad Bhanu; Sugianti, Sugianti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.3701

Abstract

Tidak bisa dipungkiri bahwa internet membawa dampak positf bagi kehidupan anak dan remaja karena memudahkan untuk mendapatkan informasi terbaru, informasi terkait tugas dan pelajaran sekolah, meningkatkan kreatifitas, memperat komunikasi antar teman dan lain-lain. Seperti dua sisi mata uang, teknologi internet juga memberi dampak negatif yang mempengaruhi martabat kedirian dan kehidupan generasi remaja sekarang ini. Munculnya beragam kasus cybercrime, adiksi terhadap pornografi dan games online, menjadi bukti nyata sangat rentannya pengaruh negatif perkembangan internet terhadap dunia anak. Kecakapan literasi digital, merupakan salah satu langkah preventif dan edukatif untuk menyadarkan dampak positif dan meminimalisir dampak negatif internet. Sekolah, bisa menjadi pengerak utama untuk mengkampanyekan dan memberikan kecakapan literasi digital kepada anak didiknya. Namun ada beberapa permasalahan untuk menerapkan literasi digital di sekolah. Pertama, belum adanya kurikulum kecakapan literasi digital dengan acuan standar. Kedua, hilangnya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang seharusnya bisa menjadi media penyuluhan literasi digital. Ketiga, masih minimnya kecakapan literasi digital yang dimilliki oleh para guru. Hal ini juga terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo, sehingga perlu diadakan pelatihan atau workshop literasi digital berbasis sekolah untuk menunjang keberhasilan budaya gerakan literasi sekolah. Berdasarkan evaluasi workshop literasi digital, peserta merespon dengan baik materi dan evaluasi kompetensi standard. Peserta mampu mengikuti dengan baik dan memahami semua materi informasi personal dan privasi, jejak digital dan kemanan Wi-Fi.Kata Kunci: cybercrime; literasi digital; madrasah.  Application of School Based Digital Literacy Model To Build Positive Content On The Internet ABSTRACT It is undeniable that the Internet has a positive impact on the lives of children and adolescents because it facilitates obtaining the latest information, information related to school tasks and increases creativity, strengthens communication between friends and others. Like the two sides of a coin, Internet technology also has a negative impact that affects the dignity of oneself and the lives of today's teenagers. The emergence of several cases of cybercrime, pornography addiction, and online games, is a real test of the very vulnerable negative influence of Internet development in the world of children. Digital literacy skills are one of the preventive and educational steps to achieve positive impacts and minimize the negative impacts of the Internet. Schools can be the main drivers for campaigning and providing digital literacy skills to their students. But there are some problems to implement digital literacy in schools. First, there is no curriculum for digital literacy skills with standard references. Secondly, the loss of Information and Communication Technology lessons that should have been a means for digital literacy advice. Third, the lack of digital literacy skills that teachers possess. This also happened in Madrasa Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo, so there must be a training or digital literacy workshop at the school to support the cultural success of the school literacy movement. Based on the evaluation of the digital literacy workshop, participants responded well to the material and the assessment of standard skills. Participants can follow well and understand all personal information and privacy material, fingerprints and Wi-Fi security..Keywords: cybercrime; digital literacy; madrasah. 
Pendampingan Perangkat Desa untuk Pelatihan Pembuatan Infografis Data Kependudukan Desa Sunandi, Etis; Agustina, Dian; Fransiska, Herlin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.3726

Abstract

Keterbukaan informasi merupakan hal yang sangat penting di era digital saat ini. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk peningkatan skill perangkat desa sehingga mampu memberikan informasi yang valid, informatif dan terperinci tentang kependudukan desa. Informasi data desa yang tersaji secara menarik, informatif dan  terperinci akan menjelaskan kondisi desa kepada seluruh masyarakat desa dan umum. Lokasi pendampingan ialah Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Desa ini termasuk kedalam daerah pemekaran menjadi kabupaten baru sehingga keterbukaan data penduduk sangat penting. Pelatihan pembuatan publikasi data desa dilakukan dalam tiga tahap yaitu sosialisasi, pelatihan, publikasi hasil pelatihan. Sosialisasi yang disambut baik oleh kepala desa dan perangkatnya menjadikan pelatihan dapat dilaksanakan dengan baik. Data kependudkan desa yang dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan Ms.Excel dengan pivot table, chart, data validation, dan fungsi statistika yang telah tersedia.  Selanjutnya hasil analisis deskriptif di analisis dan di desain menjadi menarik dan dipublikasikan. Hasil publikasi dapat menjelaskan semua informasi kependudukan desa seperti jumlah penduduk, pekerjaan, agama, tingkat pendidikan, demografi desa, kepala keluarga dan jumlah penduduk. Pendampingan yang mendapat respon positif dengan ditunjukkannya adanya publikasi data desa pertama kali yang berbentuk infografis desa yang dapat diperoleh di tempat umum.Kata Kunci: data kependudukan; infografis; pendampingan. Assistance of Village Apparatus for Training on Making Village Population Data Infographics ABSTRACTInformation disclosure is very important in the digital era. Community service aims to improve the skills of village officials so that they are able to provide valid, informative and detailed information on village population. The village data information presented in an interesting, informative and detailed manner will explain the condition of the village to all village communities and the general public. The location of the assistance was Pekik Nyaring Village, Pondok Kelapa District, Bengkulu Tengah Regency. This village is a region that has become a new regency so open disclosure of population data is very important. The training on making village data publications was carried out in three stages: socialization, training, publication. The socialization was welcomed by the village head and his apparatus. Village population data were analyzed using descriptive statistics using Ms. Excel with pivot tables, charts, validation data, and statistical functions that were available. Furthermore, the results of descriptive analysis are analyzed and designed to be interesting and published. The results of the publication can explain all village population information such as population, occupation, religion, education level, village demographics, family heads and population. Assistance that received a positive response by showing the existence of the first village data publication in the form of village infographics that can be obtained in public places.Keywords: population data; infographic; accompaniment.
Kesediaan Membayar Terhadap Destinasi Wisata Omah Iwak Badher Bank Wiadnya, Dewa Gede Raka; Sukandar, Sukandar; Marhendra, A.P.W; Hariati, Anik Martinah; Yuniarti, Ating; Dewi, Citra Satrya Utama; Nursyam, Happy; Anam, C; Herawati, Endang Yuli; Kadhafi, muammar
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.3729

Abstract

Omah Iwak Badher Bank ialah salah satu destinasi wisata di Kabupaten Blitar yang dikelola oleh POKMASWAS Fajar Bengawan. Penelusuran reviewer pada google.co.id mendapatkan total 77 orang pemberi ulasan dengan rata-rata rating 4.5. Penelitian ini bertujuan untuk menilai rating destinasi terhadap responden terpilih, ialah mahasiswa S1 dan S3 Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan UB Malang. Total responden berjumlah 46 mahasiswa, 33 ialah mahasiswa S1 dan 13 mahasiswa S3. Kedua kelompok responden mendapat kesempatan yang sama untuk mengunjungi destinasi wisata. Rating dan penilaian terhadap destinasi dilakukan dengan memberikan 12 jenis pertanyaan kepada masing-masing resonden. Hasil penelitian mendapatkan bahwa rating responden mahasiswa S1 (3,7±0,57) dan S3 (3,7±0,48) lebih rendah dibandingkan dengan penilaian publik (4,5). Hal ini menunjukkan kualitas destinasi yang menjadi perhatian mahasiswa lebih tinggi dibandingkan dengan umum. Kesediaan membayar mahasiswa S1 (Rp. 150.000 Trip-1) pada destinasi wisata relatif lebih rendah dibandingkan dengan mahasiswa S3 (Rp. 250.000 Trip-1). Sebagai destinasi wisata baru, Omah Iwak Badher Bank perlu melakukan peningkatan jasa untuk meningkatkan kualitas destinasi.Kata Kunci: kesediaan membayar, jasa wisata, wisata alam, POKMASWAS Willingness-To-Pay To Omah Iwak Badher Bank Tourism DestinationABSTRACT Omah Iwak Badher Bank is one of the tourist destinations in Blitar Regency which is managed by POKMASWAS Fajar Bengawan. A reviewer search on google.co.id found a total of 77 reviewers with an average rating of 4.5. This study aimed to assess the destination rating of selected respondents, are undergraduate and doctoral students of the UB’s Faculty of Fisheries and Marine Science Malang. The total respondents were 46 students, 33 were S1 students and 13 were S3 students. Both groups of respondents received the same opportunity to visit tourist destinations. Rating and assessment of destinations was done by giving 12 types of questions to each respondent. The results found that the average rating of undergraduate student respondents was 3.7±0.57, and 3.7±0.48 for S3 students, respectively. These were lower than that of public assessment (4.5). This indivated that the quality of destination that are of concern to students is higher than the public. Willingness-t-pay of undergraduate students (Rp. 150,000 Trip-1) at tourist destinations was relatifly lower compared to doctoral students (Rp. 250,000 Trip-1). As a new tourist destination, Omah Iwak Badher Bank needs to improve its services to improve the quality of the destination.Keywords: willingness-to-pay, tourism services, nature tourism, POKMASWAS
Upaya Peningkatan Sikap Peduli Lingkungan Melalui Pelatihan Bioplastik Maesaroh, Maesaroh; Kartikawati, Eka; Elvianasti, Mega
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.3730

Abstract

Penggunaan bahan plastik sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia modern. Bahan pembuatan plastik umumnya adalah polimer sintetis dengan sifat sukar terurai secara alamiah, karenanya sampai plastik cenderung akan menumpuk. Meningkatnya jumlah penduduk berbanding lurus dengan volume sampah, juga termasuk di dalamnya sampah plastik yang sulit terurai (non degradable) merupakan masalah yang terjadi di kota metropolitan. Proses pendidikan merupakan cara untuk mengatasi masalah lingkungan akibat sampah. Melalui proses pendidikan pengenalan bioplastik, pencegahan dan penanggulangan sampah plastik dapat dilaksanakan. Bioplastik lebih cepat terurai oleh mikroorganisme karena terbuat dari bahan terbarukan seperti pati, minyak nabati dan mikrobiota. Metode pelaksanaan berupa survey, pendekatan kepada pihak mitra guna perizinan, mengumpulkan perserta yang terkait, implementasi pelatihan bahan plastik ramah lingkungan; evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil kuesioner 1). Peserta kegiatan menyakatan tidak selalu membuang sampah pada tempatnya, 2) Peserta telah melakukan kegiatan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dalam kehidupan sehari-harinya. 3). Seluruh peserta menyatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat. Penggunaan barang dan kemasan secara berulang kali dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan pengenalan dan pelathan pembuatan bioplastik dapat mengingkatkan kesadaran peserta untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.Kata kunci: pencemaran lingkungan; plastik biodegradable; sampah plastikEfforts to Improve Environmental Care Attitudes Through Bioplastic TrainingABSTRACTThe use of plastic material is very closely related to modern human life. Plastic manufacturing materials are generally synthetic polymers with difficult to decompose naturally, so that plastic tends to accumulate. The increasing population is directly proportional to the volume of waste, including plastic waste that is difficult to decompose (non-degradable) is a problem that occurs in metropolitan cities. The education process is a way to overcome environmental problems due to waste. Through the process of introducing bioplastic education, prevention and prevention of plastic waste can be carried out. Bioplastics break down faster by microorganisms because they are made from renewable materials such as starch, vegetable oils and microbiota. This activity aims to find out the trainees perception about environtmentally friendly plastic and to know the activities that carried out by trainees in an effort to reduce the plastic waste. The method of implementation are surveys, approaches to partners for licensing, gathering relevant participants, implementing bioplastic training and evaluating. Based on the results of the questionnaire: 1) the participants of the disbursement activity did not always throw garbage in its place. 2) participants have carried out activities to reduce environmental pollution in their daily lives. 3) all participants stated that this activity was useful. The use of goods and packaging repeatedly can reduce environmental pollution. The introduction and training activities in making bioplastics can increase the awareness of participants to be more concerned about environmental sustainabilityKeywords: environtmental pollution; biodegradable plastic; plastic waste