cover
Contact Name
Diah Krisnatuti
Contact Email
jurnal.ikk@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ikk@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Department of Family and Consumer Sciences Faculty of Human Ecology Bogor Agricultural University Kampus IPB Darmaga, Bogor, West Java, Indonesia Postal Code: 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen (JIKK) receives scientific manuscripts (research results) that can contribute to improving the quality of families and consumers. Acceptable research topics are well-being, resilience, sociology, psychology, resource management, education, ecology, communication, and family development; gender partnership; human development; parenting, child protection; consumer behavior, consumer education, and consumer protection.
Articles 384 Documents
THE ROLE OF SOCIALIZATION IN FORMING SUSTAINABLE CONSUMPTION BEHAVIOR IN SCHOOL-AGE CHILDREN: Peran Sosialisasi dalam Pembentukan Perilaku Konsumsi Berkelanjutan pada Anak Usia Sekolah Andini, Putri Fildzah; Yuliati, Lilik Noor
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.2.146

Abstract

Sustainable consumption behavior, namely making decisions that ensure the environment will not be damaged by SDG's goal 12. This research explores the relationship between respondent characteristics and sustainable consumption behavior and the influence of teacher socialization, parental socialization, and social media on consumption and sustainability values. This research was conducted cross-sectionally on 218 elementary school students using cluster random sampling. The data was processed using SPSS 25 and Smart-PLS 3. The results showed that sustainable consumption behavior among male students tended to be better and also tended to be better among children who had working mothers. The results of the SEM analysis showed a significant influence of parental socialization on sustainable consumption behavior. In addition, a significant positive indirect effect was found between teacher socialization, parental socialization, and social media exposure on sustainable consumption behavior through consumption values. Therefore, parents need to provide positive socialization to children regarding consumption values to encourage sustainable consumption behavior in children.
THE ROLE OF IMAGINATIVE PLAY AND INHIBITORY CONTROL TOWARDS PROSOCIAL BEHAVIOR IN PRESCHOOL CHILDREN: Peran Permainan Imajinatif dan Kontrol Inhibisi pada Perilaku Prososial Anak Usia Prasekolah Fina Melinda Purba; Efriyani Djuwita; Inge Uli Wiswanti
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.2.158

Abstract

Preschool age is a crucial period to foster children's prosocial behavior using imaginative play. This study aims to determine the relationship between imaginative play and prosocial behavior, with inhibitory control as a moderator. The instruments used are the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dimensions of prosocial behavior, the Child Imagination Questionnaire (CIQ), and Head-Toes-Knees-Shoulders Task. Participants were preschool children aged 3–6 years (n = 75). Parents and teachers of children are also involved in administering the data. The results show that there are differences in the assessment results between teachers and parents. The teachers' assessment result shows a significant relationship between imaginative play and prosocial behavior [(75)=0.501, p<0.05, r2=0.251, one-tailed], and inhibitory control moderate the relationship between imaginative play and prosocial behavior (R2=0.4831, p=0.000). However, the correlation among the three variables was found to be non-significant in the parents’ assessment. Inhibitory control also does not moderate the relationship between imaginative play and prosocial behavior. The different results between teachers' and parents' assessments are explained further in this paper.
KEHARMONISAN KELUARGA, INTEGRASI SOSIAL, LOKUS KENDALI, DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM: Family Harmony, Social Integration, Locus of Control, and Psychological Wellbeing of Children in Conflict With Law Dewi, Annisa Dianesti; Purwandari, Eny
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.1
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.1.90

Abstract

Pembinaan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) dilakukan untuk menjaga hak untuk mendapatkan kesejahteraan psikologis. Tujuan penelitian yang diangkat adalah untuk menganalisis hubungan antara keharmonisan keluarga, integrasi sosial, lokus kendali, dan kesejahteraan psikologis ABH di Lembaga Permasyarakatan Khusus Anak (LPKA). Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel dipilih melalui teknik klaster acak dengan kriteria yakni ABH yang memiliki kemampuan membaca dan yang ditempatkan di LPKA Kelas I Tangerang, LPKA Kelas IA Kutoarjo, LPKA Kelas II Yogyakarta, LPKA Kelas II Jakarta, LPKA Kelas I Blitar, dan LPKA Kelas II Bandung. Responden penelitian sebanyak 260 ABH. Pengambilan data dilakukan menggunakan skala keharmonisan keluarga, integrasi sosial, lokus kendali, dan skala kesejahteraan psikologis. Data dianalisis menggunakan Moderate Regression Analysis (MRA). Hasil analisis data penelitian membuktikan semakin tinggi tingkat keharmonisan keluarga, semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis ABH. Selain itu, semakin tinggi tingkat integrasi sosial ABH, semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis ABH. Akan tetapi, lokus kendali tidak memperkuat hubungan antara keharmonisan keluarga dan kesejahteraan psikologis, serta antara integrasi sosial dan kesejahteraan psikologis ABH. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai pijakan petugas kemasyarakatan dalam proses pembinaan ABH sesuai dengan tingkat kesejahteraan psikologis dengan mempertimbangkan tingkat keharmonisan keluarga serta integrasi sosial ABH.
ASOSIASI FAKTOR SOSIODEMOGRAFIS, PENERIMAAN ORANG TUA, DAN WELAS DIRI DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF EMERGING ADULTS: Sociodemographic Factors, Parental Acceptance, and Self-Compassion Associated with Emerging Adults’ Subjective Well-Being Dahlan, Tina Hayati; Baihaqi, MIF; Widyasari, Fadhilah
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.1
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.1.77

Abstract

Kesejahteraan subjektif penting untuk emerging adults sebab perasaan bahagia membuat mereka terbuka untuk mengeksplorasi pengalaman baru dalam hidupnya. Namun Indeks Kebahagiaan 2021 dari BPS menunjukkan bahwa Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan taraf kebahagiaan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji pengaruh penerimaan orang tua dan welas diri terhadap kesejahteraan subjektif pada emerging adults dan mengidentifikasi perbedaan setiap variabel berdasarkan sosiodemografi. Responden penelitian sebanyak 360 emerging adults yang berdomisili di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dipilih dengan menggunakan teknik incidental sampling. Emerging adults cenderung merasa diterima oleh ayah dan ibu ketika kecil. Kesejahteraan subjektif dan welas diri emerging adults berada pada kategori sedang. Hasil uji independent T dan ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan faktor sosiodemografis pada kesejahteraan subjektif emerging adults, yakni jenis kelamin, usia, dan status tempat tinggal. Lalu hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan terdapat pengaruh penerimaan ayah dan penerimaan ibu terhadap kesejahteraan subjektif. Welas diri juga menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif dan berperan sebagai variabel prediktor. Temuan ini mengindikasikan pentingnya kehangatan dalam pengasuhan orang tua terhadap kesejahteraan subjektif anak saat menginjak usia dewasa. Selain itu Welas diri juga memiliki kontribusi yang penting terhadap kesejahteraan subjektif individu.
PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN YANG MEMPERKUAT RESILIENSI DIGITAL ANAK: The Role of Father in Parenting that Strengthens Children Digital Resilience Tedjadipura, Anita Anggraini; Khaerunnisa, Sabrina Meirizqa; Wulandari, Primatia Yogi; Cahyono, Rudi; Hendriani, Wiwin
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.2.132

Abstract

Permasalahan perilaku anak karena ketidakmampuan menghadapi risiko digital semakin menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan untuk menguatkan ketangguhan atau resiliensi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih lanjut peran ayah dalam proses pengasuhan untuk memperkuat resiliensi digital anak berdasarkan pengalaman para ayah yang telah mampu memenuhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Partisipan terdiri dari empat orang ayah dari anak berusia 7–12 tahun yang memiliki karakteristik resiliensi digital. Penggalian data dilakukan melalui pengisian lembar informasi dan wawancara secara daring. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan análisis tematik dengan model interaktif. Hasil penelitian menemukan adanya empat peran ayah dalam praktik pengasuhan yang dapat memperkuat resiliensi digital anak, yaitu: (1) Peran pembimbing, (2) Peran kontrol dan pengawas, (3) Peran pendukung, dan (4) Peran mediator. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar merancang berbagai program untuk terus mendorong keterlibatan ayah dalam mendukung tumbuh kembang anak di masyarakat melalui pemenuhan keempat peran tersebut.
“BERSAMA DAN BAHAGIA”: PERAN CO-PARENTING DAN COUPLE CONFLICT TERHADAP RELATIONSHIP FLOURISHING PADA AYAH: “Together and Be Happy”: The Role of Co-parenting and Couple Conflict on Father’s Relationship Flourishing Annisa, Nida Muthi; Widhyastuti, Cahyaning
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.2.195

Abstract

Seorang ayah dalam memenuhi kebutuhan keluarga, juga berperan dalam pengasuhan anak, sehingga kondisi ini dapat berdampak pada kondisi psikologis ayah. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran co-parenting dan konflik pasangan terhadap relationship flourishing pada ayah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimen. Responden penelitian berjumlah 209 orang ayah dengan rentang usia 27–47 tahun (M=33,3 tahun) yang diperoleh dengan metode convenience sampling. Proses pengambilan data penelitian dengan self-report questionnaire yang di dalamnya terdiri dari skala co-parenting (35 butir; α=0,780), konflik pasangan (tujuh butir; α=0,801) dan relationship flourishing (12 butir; α=0,871). Analisis data penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa co-parenting dan konflik yang terjadi pada pasangan secara simultan berpengaruh terhadap relationship flourishing pada ayah. Hal itu berarti bahwa ayah yang menilai hubungan dengan pasangan berlandaskan keterbukaan, saling memotivasi dan komunikasi yang baik akan membuat hubungan mencapai tahap yang berkualitas (flourishing). Lebih lanjut lagi, ketika kerja sama pengasuhan terjalin antar pasangan dan pasangan suami istri dapat meminimalisir konflik maka dapat menciptakan hubungan yang berkualitas.
PERAN DIFERENSIASI DIRI TERHADAP PEMAAFAN PADA EMERGING ADULT DALAM KONFLIK ORANG TUA-ANAK : The Role of Differentiation of Self on Emerging Adult Forgiveness in Parent-Child Conflict Aditya, Yonathan; Chandrakusuma, Wynne Devina
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2023.17.2.182

Abstract

Konflik orang tua-anak merupakan fenomena normatif dari tahapan perkembangan yang harus dilalui, tetapi di saat yang bersamaan dapat menimbulkan luka yang dalam bagi emerging adult sehingga resolusi konflik yang adaptif menjadi hal yang penting. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan peranan diferensiasi diri dalam pemaafan, hanya saja masih sangat minim di Indonesia dan lebih banyak berfokus pada hubungan romantis sehingga membuat penelitian ini bertujuan untuk melihat peran masing-masing dimensi diferensiasi diri terhadap pemaafan pada emerging adult dalam konflik orang tua-anak. Penelitian ini dilakukan terhadap emerging adult dengan menggunakan alat ukur Differentiation of Self Inventory-Short Form (DSI-SF) yang mengukur tiga dimensi, yaitu emotional distancing, relational sensitivity, dan maintaining identity, serta The Decisional Forgiveness Scale (DFS) dan The Emotional Forgiveness Scale (EFS). Analisis regresi berganda terhadap 235 partisipan (MUsia=21,13; SD=2,19) yang diperoleh melalui teknik convenience sampling menunjukkan bahwa dimensi emotional distancing memiliki peran yang signifikan terhadap pemaafan, baik bagi decisional forgiveness (R2=0,06) maupun emotional forgiveness (R2=0,15), tetapi tidak signifikan pada kedua dimensi lainnya. Selain itu, emotional distancing ditemukan memiliki kontribusi yang lebih besar terhadap emotional forgiveness (β=-0,34, p<0,05) dibandingkan decisional forgiveness (β=-0,24, p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk menjaga kedekatan emosional dan fisik dengan orang tua sekalipun berkonflik berperan dalam pemaafan.
ADAPTATION OF THE FAMILY HARDINESS INDEX (FHI) INSTRUMENT FOR INDONESIAN ADOLESCENTS: Alat Ukur Family Hardiness Index (FHI) untuk Remaja Indonesia Erica, Luisa; Pudjiati, Sri Redatin Retno
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.2.120

Abstract

Family resilience in adolescence measures the ability to cope with challenges and disruptions within the family and engage in positive adaptation in their role as children. To address the limitations of the availability of family resilience measurement tools in the Indonesian language, this study aims to adapt and test the reliability and validity among adolescents. One widely used measurement tool for assessing family resilience internationally is the Family Hardiness Index (FHI), developed as part of The Resilience, Adaptation, and Well-Being Project. The testing was conducted on 276 participants aged 12–17 years (M = 14.5; SD = 1.7), with a gender distribution of 124 males (45%) and 152 females (65%). Psychometric property testing revealed that this adapted instrument met reliability criteria with a Cronbach's alpha value of 0.75 and fulfilled construct validity criteria using confirmatory factor analysis. Through these findings, it is hoped that research related to family resilience for Indonesian adolescents will continue to advance, particularly among families facing various challenges and disruptions. Additionally, multiple suggestions and implications arising from this adaptation are discussed in the concluding section of this article.
EXPLORING HUSBAND-WIFE INTERACTIONS AND CULTURE OF FISHING FAMILIES IN WEST JAVA COASTAL AREAS: Eksplorasi Interaksi Suami-Istri dan Budaya Keluarga pada Keluarga Nelayan di Wilayah Pesisir Jawa Barat Rizkillah, Risda; Defina, Defina; Hastuti, Dwi; Muflikhati, Istiqlaliyah
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.3.208

Abstract

Coastal areas are areas with high extreme poverty with low family interaction. This research explores husband-wife interactions and cultural roles in fishing families in the northern and southern coastal areas. This research used an exploratory study following a mixed methods research approach (concurrent embedded). Husband and wife interactions were measured using a modification of the Chuang instrument. Respondents of survey method consisted of 456 fishermen's wives in West Java, in-depth interviews consisted of 18 husbands and 18 wives, and Focus Group Discussion (FGD) 1 and 2 consisted of 120 people. The research results show that there are no couples in the high category for total husband-wife interaction. The majority of husband-wife interactions in this study were in the low category. Wives in the north region express affection and make decisions for their husbands more often than wives in the south region. On the other hand, wives in the south region are more often angry and annoyed with their husbands than wives in the north region. However, wives in the south region also more often feel safe when their husbands must make essential decisions than wives in the north region. This research implies that the findings can be input for stakeholders to improve the quality of family interactions based on the north and south coastal areas.
PERSEPSI RISIKO, FINANCIAL SELF-EFFICACY DAN MINAT INVESTASI EMAS PADA GENERASI Z: Risk Perception, Financial Self-Efficacy, and Interest in Gold Investment among Gen-Z Johan, Irni Rahmayani; Azarian, Shafa Ariella
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.1
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2025.18.1.26

Abstract

Emas merupakan produk investasi berisiko rendah, namun keputusan berinvestasi emas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti persepsi risiko dan financial self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik responden, persepsi risiko, financial self-efficacy, dan minat investasi emas pada generasi Z di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, penelitian ini melibatkan 188 responden berusia 17-26 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko memiliki pengaruh negatif terhadap minat investasi emas, sementara jumlah tanggungan dan usia berpengaruh positif terhadap minat investasi emas. Selain itu, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa faktor usia dan jumlah tanggungan dapat meningkatkan minat investasi emas secara signifikan. Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman tentang faktor psikologis yang memengaruhi keputusan investasi, khususnya pada generasi Z. Secara praktis, temuan ini memberikan informasi penting bagi lembaga keuangan untuk lebih fokus pada pengurangan persepsi risiko yang dapat menghalangi minat investasi. Program edukasi yang mengedukasi masyarakat tentang risiko dan potensi keuntungan investasi emas dapat membantu meningkatkan partisipasi generasi Z dalam investasi emas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperhatikan pengaruh variabel eksternal, seperti budaya, sosialisasi keuangan dari keluarga, serta pengaruh media terhadap keputusan investasi generasi Z, agar dapat memperkaya pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku investasi di kalangan generasi muda.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 3 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.3 Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.2 Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.1 Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3 Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2 Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.1 Vol. 16 No. 3 (2023): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 16.3 Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 16.2 Vol. 16 No. 1 (2023): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 16.1 Vol. 15 No. 3 (2022): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 15.3 Vol. 15 No. 2 (2022): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 15.2 Vol. 15 No. 1 (2022): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 15.1 Vol. 14 No. 3 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.3 Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.2 Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.1 Vol. 13 No. 3 (2020): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 12 No. 3 (2019): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 12 No. 2 (2019): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 12 No. 1 (2019): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 11 No. 3 (2018): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 11 No. 2 (2018): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 11 No. 1 (2018): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 10 No. 3 (2017): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 10 No. 2 (2017): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 10 No. 1 (2017): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 9 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 8 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 8 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 7 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 7 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 7 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 6 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 6 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 6 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 5 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 5 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 4 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 4 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 3 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 3 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 2 No. 2 (2009): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 2 No. 1 (2009): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 1 No. 2 (2008): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 1 No. 1 (2008): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen More Issue